Anda di halaman 1dari 7

ANALISA REMOTE ENVIRONMENT DAN INDUSTRY ENVIRONMENT PADA

INDUSTRI ROKOK (PT HM Sampoerna Tbk)

1 REMOTE ENVIRONMENT
1.1. Economic Factors
Factor ekonomi terdiri dari pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, kurs atau
nilai tukar rupiah serta tingkat inflasi. Factor eknomi memiliki pengauh yang
paling besar dalam operasi bisnis serta dalam hal pengambilan keputusan.
Misalnya, tingkat suku bunga yang tinggi akan mempengaruhi biaya modal yang
akan dikeluarkan oleh PT. Sampoerna Tbk, sehingga akan memiliki perngaruh
kepada keputusan perusahaan untuk melakukan ekspansi ataupun pertumbuhan
bisnisnya. Contoh lain yaitu kurs nilai tukar rupiah yang tinggi memiliki dampak
langsung terhadap biaya dalam melakukan ekspor dan impor barang yang akan
dilakukan oleh perusahaan. Factor lainnya yaitu tingkat inflasi, apabila tingkat
inflasi tinggi maka akan terjadi kenaikan biaya produksi rokok, kenaikan biaya
produksi tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap harga rokok yang akan
dijual, keadaan seperti ini sangat berpengaruh dalam penjualan dalam semua
sector industry termasuk industry rokok.

1.2. Social Factors


Faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan antara lain adalah
kepercayaan, nilai, sikap, opini dan gaya hidup masyarakat yang berkembang dari
kondisi budaya, demografi, agama, pendidikan dan etnis. Jika sikap sosial
berubah,maka berubah pulalah berbagai jenis permintaan barang. Kekuatan social
bersifat dinamis.
Merokok sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di Indonesia, bahkan sudah
dapat dikatakan sebagai budaya. Karena dapat kita lihat dikalangan kaum pria
merokok tidak dapat dipisahkan dari mereka, pada umumnya kaum pria
merupakan perokok aktif mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sehingga rokok
sudah jadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Namun, dapat kita lihat juga adana
pergeseran pola hidup masyarakat tertentu yang dulunya rokok menjadi kebiasaan
dan bahkan budaya tetapi kini rokok sudah dianggap sebagai ancaman bagi
kesehatan karena sudah timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan. Hal tersebut dapat mempengaruhi penjualan PT Hanjaya Mandala

1
Sampoerna Tbk. karena jika semakin banyak masyarakat yang merokok dan
mengkonsumsi rokok secara rutin maka semakin tinggi tingkat penjualan PT
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. namun sebaliknya semakin sadar masyarakat
akan kesehatan dan bahaya merokok maka akan semkain renda tingkat penjualan
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
Karena PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. merupakan salah satu perusahaan
rokok terbesar dan terbaik di industrinya maka kepercayaan masyarakat akan
produk yang dihasilkannya akan semakin tinggi, serta nilai produk yang
dihasilkan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. juga semakin tinggi . Maka
produk yang dapat dijual PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. akan relative
laku di pasaran.
Untuk menunjukkan kepedulian PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. terhadap
masyarakat sekitar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. memiliki program CSR
(Corporate Social Responsibility) yaitu: membangun perpustakaan karyawan di
pabrik SKT di Surabaya, Jawa Timur, memberikan beasiswa mulai dari tingkat
sekolah dasar sampai S2 bagi yang berprestasi namun mengalami kesulitan
keuangan, melakukan program pengembangan sekolah, memberikan pelatihan
pengembangan professional kepada guru-guru di Indonesia, memberikan bantuan
terhadap sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia, dan masih banyak lainnya.

1.3. Political Factors


Factor politik dapat diartikan sebagai tingkat interbensi yang dilakukan oleh
pemerintahdalam ekonomi. Khususnya, faktor politik dapat berupa tax policy,
peraturan terkaitketenagakerjaan, sertaperaturan terkait lingkungan dan lain-lain.
Jika dikaji lebih dalam lagi, pemerintah memiliki peran yang sangat sinifikan
dalam beberapa bidang seperti kesehatan, pendidikan, sertainfrastruktur. Bagi
perusahaan yang bergerak dalam industri rokok seperti PT.Sampoerna Tbk tentu
sangat besar intervensi oleh pemerintah dalam menjalankan proses bisnisnya,
seperti menerapkan beberapa kebijakan terkait tax policy misalnya cukai
tembakau. Kebijakan pemerintah dalam menetapkan cukai tembakau yang tinggi
tentu saja akan mempengaruhi biaya produksi rokok, yang pada akhirnya juga
akan berdampak pada penetapan harga produk (pricing product). Kasus lain
terkait political factor adalah salah satu isu kebijakan kenaikan harga rokok yang
sangat fantastis, kebijakan tersebut dilakukan pemerintah demi menekan

2
konsumsi oleh masyarakat, jika kebijakan tersebut diterapkan maka akan sangat
berdampak pada perusahaan yang bergerak dalam sector industry ini termasuk
PT. SampoernaTbk. Kasus-kasus di atas merupakan beberapa contoh factor
politik yang termasuk kedalam remote environment karena perusahaan tidak
memiliki upaya untuk mengendalikan factor tersebut.

1.4. Technological Factors


Pada era modern seperti saat ini, factor teknologi juga tidak kalah penting untuk
diperhatikan, peran teknologi telah membuat sebuah revolusi dalam proses bisnis,
baik dalam tahap perancangan atau desain produk, proses manufacturing, dan
proses penjualan produk. Perusahaan yang memiliki sumber daya berteknologi
tinggi akan memiliki keunggulan yang sangat signifikan. Dalam indusri rokok
teknlogi sendiri juga sangat berguna dalam meningkatkan kapsitas produksi
PT.Sampoerna Tbk dengan cara mengganti tenaga manusia ketenaga mesin.
Factor teknologi harus selalu diperhatikan oleh perusahaan, karena dapat
menciptakan sebuah keunggulan bersaing yang nantinya akan menjadi sebuah
hambatan yang besar bagi pesaing baru untuk ikut masuk dalam industry yang
sama.

1.5. Ecological Factors


Faktor ekologi melibatkan hubungan antara manusia atau perusahaan dengan
makhluk hidup lainnya, udara, tanah dan air. Global warming, hilangnya habitat
dan keanekaragaman hayati serta polusi udara, polusi air, dan polusi tanah
merupakan masalah akibat faktor lingkungan. Perusahaan memiliki tanggung
jawab untuk membersihkan kerusakan lingkungan yang terjadi.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. merupakan salah satu perusahaan rokok
terbesar di Indonesia, sehingga akan diproduksi dan dipasarkan banyak produk
rokok dari PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Seperti yang kita ketahui
akibat konsumsi rokok maka baik secara langsung maupun tidak langsung akan
merusak lingkungan. Asap yang diakibatkan karna konsumsi rokok akan
menyebabkan polusi udara dan hal tersebut sangat mengganggu orang-orang
disekitar perokok aktif. Jika semakin banyak perokok aktif maka akan
menyebabkan semakin tinggi tingkat polusi udara dan menyebabkan terjadinya
global warming.

3
Untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan tersebut, PT Hanjaya
Mandala Sampoerna Tbk. mendukung upaya masyarakat untuk meningkatkan
kebersihan lingkungan serta menyumbangkan berbagai fasilitas untuk meciptakan
serta memelihara lingkungan sekitar, hal tersebut dapat kita lihat dengan adanya
program-program seperti penghijauan, kerja bakti untuk menjaga kebersihan
lingkungan, penanaman pohon, dan lainnya. PT Hanjaya Mandala Sampoerna
Tbk. memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) yang berkaitan
dengan aspek lingkungan yaitu pada bulan Mei 2010 Sampoerna menerima
piagam penghargaan Wana Lestari dari Kementerian Kehutanan Republik
Indonesia Indonesia pada acara yang disertai dengan penandatanganan nota
kesepahaman untuk mendukung pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI),
Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Rakyat di Indonesia, untuk mendukung
program Penanaman 1 Miliar Pohon 2010 Kementerian Kehutanan, hal ini
menjadi bukti bahwa PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. juga turut serta
dalam pelestarian dan memperhatikan aspek lingkungan. Salah satu implementasi
nyata perusahaan Sampoerna yang ikut serta dalam pelestraian lingkungan yakni
dengan menanam 5.000 bibit pohon beringin di sekitar sempadan sungai dan
mata air yang terdapat di Desa Sam-belia, Lombok.

2 INDUSTRY ENVIRONMENT
2.1. Threat of Entry
Pendatang baru membawa masuk kapasitas baru, keinginan untuk merebut bagian
pasar, dan juga sumber daya yang cukup besar. Besarnya ancaman masuk
tergantung dari hambatan masuk yang ada dan dari reaksi peserta persaingan
yang sudah ada.
Rokok mild, banyak dari produsen rokok mulai merambah pangsa pasar
rokok mild. Untuk saat ini produsen rokok besar sudah memproduksi rokok mild,
Gudang Garam ada Surya Signature, dari pihak Djarum lahir LA Light, yang
cukup mengancam Sampoerna saat ini, dari kubu Bentoel Prima ada Starmild
yang berada di posisi ketiga pangsa pasar rokok mild, bahkan produsen rokok
kecil seperti Nojorono Tobacco Indonesia ikut meramaikan industry rokok
Indonesia dengan mengusung produk Class Mild yang menduduki peringkat

4
runner-up. Bertambahnya competitor menambah ketatnya persaingan rokok di
Indonesia, akhirnya ada yang tersingkir dari persaingan tersebut.
2.2. Bergaining power of Suppliers
Pemasok dapat memanfaatkan kekuatan tawar menawarnya atas para anggota
industri dengan menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang dan jasa yang
dijualnya.
Contohnya saja, pada beberapa waktu yang belakangan para penikmat rokok
sampoerna ini hanya perlu berkorban IDR. 15.000 untuk mendapatkan sebungkus
rokok tersebut. Namun, pada saat ini rokok tersebut meningkatkan harga menjadi
IDR 20.000/ bungkus. Walaupun harganya naik dalam range Rp.5000, namun
konsumen tetap saja membeli rokok tersebut. Karena konsumen tau, kualitas
bahan baku rokok sampoerna sudah terpercaya, kualitas bahan baku menjadi
andalan sampoerna untuk bersaing dengan perusahaan rokok besar Indonesia
lainnya. Sesuai dengan visi perusahaan ini sendiri, dia memberikan harga yang
standar untuk orang-orang dewasa dengan high kualitas yang mereka sugukan.
Dengan menaikan harga ini tersendiri bisa membuat para anggota industri lain
juga mau tidak mau juga ikut menaikan harga atau pun mempertahan harga
tersebut, namun harus menurunkan kualitas dari produk tersebut.

2.3. Bergaining power of Buyers


Daya tawar dari pembeli merupakan kemampuan pembeli secara individu atau
kolektif untuk melakukan pengurangan harga. Sebuah kekuatan daya tawar
pembeli yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk membuat pembeli
menerima kualitas yang lebih rendah dari produk dan jasa di harga yang lebih
tinggi. Daya tawar pembeli pada industri berperan dalam menekan harga untuk
turun, serta memberikan penawaran dalam peningkatan kualitas ataupun layanan
lebih, dan membuat kompetitor saling bersaing satu sama lain. Pembeli akan
selalu berusaha untuk mencari produk dengan kualitas yang baik dengan harg
ayang murah.
Pembeli dalam industri rokok terutama pada PT HM Sampoerna tidak memiliki
daya tawar yang tinggi, karna:
penetukan harga dari rokok adalah industri itu sendiri

5
pembeli rokok bukan membeli dalam jumlah besar, hanya membeli untuk
dikonsumsi sendiri (individual)
nilai pembelian relatif kecil
rokok adalah produk akhir yang langsung dikonsumsi tanpa diolah kembali
Pembeli hanya bisa menerima harga yang ditawarkan oleh industi, pembeli
tidak bisa menurunkan atau mempengaruhi harga rokok itu sendiri. Pada akhir
tahun 2016 kenaikan rokok menjadi perbinjangan hangat di Indonesia karna
kebijakan pemerintah menaikan cukai rokok sebesar 0 persen hingga 13,46
persen, kenaikan cukai rokok membuat industri rokok menaikan harga rokoknya.
Walaupun harga rokok naik, akan tetapi para perokok aktif tetap mengkonsumsi
rokok walaupun kuantitas konsumsi rokok dikurangi. Akan tetapi sebagian
perokok aktif lainnya memilih pindah ke rokok ilegal yang memiliki harga rokok
yang lebih murah, sehingga pada industri rokok ilegal, pembeli dapat
mempengaruhi harga atau dapat dikatakan bahwa daya tawar pembeli tinggi.
2.4. Substitute Products
Produk pengganti adalah produk yang berbeda akan tetapi memenuhi kegunaan
dan peran dari produk yang diganti. Secara umum, ancaman produk pengganti
dikatakan besar apabila harga produk pengganti lebih rendah dan atau mutu serta
kemampuan kinerjanya sama atau lebih besar dari produk yang sudah ada.
Hingga saat ini perusahaan-perusahaan telah mencoba membuat produk yang
dapat menggantikan rokok, seperti pembuatan permen karet yang dimaksud untuk
menggantikan konsumsi rokok, akan tetapi hal tersebut gagal memenuhi
kebutuhan konsumen rokok.

Pada tahun 2014 diperkenalkan rokok elektronik atau vape (vapor) yang
memberikan sensasi yang sama seperti rokok tembakau, bedanya vape
menggunakan alat yang dapat diisi ulang, bahkan rokok elektronik ini memiliki
varian rasa yang banyak. Banyak gosip yang mengatakan bahwa rokok elektronik
ini lebih berbahaya, sehingga rokok elektronik ini hanya memiliki sedikit
konsumen. Oleh karna itu hingga saat ini masih belum ada produk yang belum
bisa menggantikan rokok tembakau.

2.5. Jockeying for Position

6
Persaingan kompetitif diantara anggota indsutri yang sudah ada terjadi apabila
perusahaan bersaing secara aktif satu sama lainnya untuk mencapai daya saing
strategis dan aba yang tinggi. Seringkali tindakan suatu perusahaan mengundang
reaksi dari pesaingnya. Ancaman dari pesaing yang sudah ada terjadi karna
jumlah pesaing banyak atau kekuatan seimbang, biaya tetap tinggi, kurangnya
pembedaan, pertumbuhan industri yang lambat, penambahan kapasaitas dalam
jumlah besar, keanekaragaman pesaing, dan kepentingan strategies yang tinggi.
PT. Soempoena memiliki banyak pesaing yang sudah, seperti Gudang Garam
dan Dji Sam Soe sehingga membentuk persaingan kompetitif. Gudang Garam,
Dji Sam Soe, dan Soempoena memiliki eksistensi yang sama dimata masyarakat.
Hal tersebut dapat dilihat dari laba yang dihasilkan mereka, ketiga perusahaan
rokok diatas memiliki total laba yang hampir sama, walaupun Soempoerna selalu
menduduki laba tertinggi. Akan tetapi Soempoerna tengah dipusingkan oleh
produsen rokok pesaing yang mengeluarkan jenis-jenis rokok baru seperti
produsen rokok besar yang sudah memproduksi rokok mild, Gudang Garam ada
Surya Signature, dari pihak Djarum lahir LA Light, yang cukup mengancam
Sampoerna saat ini, dari kubu Bentoel Prima ada Starmild yang berada di posisi
ketiga pangsa pasar rokok mild, bahkan produsen rokok kecil seperti Nojorono
Tobacco Indonesia ikut meramaikan industry rokok Indonesia dengan mengusung
produk Class Mild yang menduduki peringkat runner-up. Bertambahnya
kompetitor menambah ketatnya persaingan rokok di Indonesia, akhirnya ada yang
tersingkir dari persaingan tersebut.