Anda di halaman 1dari 3

Istilah manajemen berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti

mengendalikan. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis mange yang berarti
kepemilikan kuda (yang berasal dari Bahasa Inggris kata to manage yang berarti seni
mengendalikan kuda). Istilah dari Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu
mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi mnagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur.

Beberapa pakar juga memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya Harold


Koontz & O Donnel dalam bukunya yang berjudul Principles of Management
mengemukakan, Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang
dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain.

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan
maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau
dalam kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan
pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. George R. Terry
kemudian memberikan definisi manajemen adalah suatu proses yang memanfaatkan baik ilmu
maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dan berdasarkan Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan
suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari Mary ini mengandung perhatian pada kenyataan
bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain
untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan
pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut James A.F.Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak
lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. James A.F.Stoner
mengatakan, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya James A. F. Stoner, menyatakan bahwa
Manajemen adalah seni dan ilmu untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang.
Dalam hal ini yang kami gunakan adalah manajemen mengenai keuangan, dikhususkan
pada keuangan pribadi. Menurut Liefman manajemen keuangan merupakan usaha untuk
menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktivitas. Menurut
Erlina, SE. manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan
bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund).

Pada penelitian kami remaja adalah target utama dalam kaitannya dengan manajemen
keuangan. Calon mengatakan (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan
dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan
tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa
remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan
semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12
tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah masa peralihan diantara
masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa
perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik
bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah
matang.

Pengelolaan keuangan dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan ekonomi. Dalam
pelaksanaan mengelola keuangan tersebut dapat menggunakan prinsip-prinsip ekonomi. Prinsip
ekonomi adalah pedoman dalam melakukan kegiatan ekonomi dalam rangka mencapai
perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. Prinsip
ekonomi menekankan untuk mencapai hasil maksimal dengan pengorbanan tertentu atau dengan
pengorbanan seminimal mungkin dalam rangka mencapai hasil tertentu. Ada dua keuntungan
yang bisa diperoleh apabila menggunakan prinsip ekonomi. Pertama adalah dapat
memaksimalkan keuntungan (dengan mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya). Kedua adalah
dapat meminimalkan kerugian (dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya). Prinsip ekonomi
berlaku baik dalam kegiatan produksi, kegiatan distribusi, mau pun kegiatan konsumsi.