Anda di halaman 1dari 10

TUGAS INDIVIDU

FITOTERAPI

OLEH :

MIKA FEBRYATI KADIR


O1A1 14 026

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLE
KENDARI
2017
MENGKUDU

Nama Latin
Morinda citrifolia L. (Sari, 2015).
Nama Lain
M. bracteata Roxb.,M. litoralis Blanco (BPOM RI, 2010)
Nama Daerah
Sumatera : Eadu, earu (Enggano), keumudee (Aceh), lengkudu (Gayo),bangkudu (Alas),
bengkudu, bangkudu, bakudu, pamarai (Batak),makudu (Nias), mangkudu, neteu
(Mentawai), mengkudu (Melayu),bingkudu (Minang), mekudu (Lampung); Jawa :
Cangkudu, kudu, pace kudu (Sunda); kemudu, kudu, pace (Jawa); kodhuk
(Madura);Kalimantan : Mangkudu, wangkudu, labanau, rewonong (Dayak);Nusatenggara :
tibah, wungkudu, ai komdo, manakudu, bakulu; Bali:Tibah, wangkudu (BPOM RI, 2010).
Nama Asing
Noni (Hawai) ; Indian Mulberry, Nuna, Ach (Subkontinen India) ; Mengkudu (Malaysia) ;
Nhau (Asia Tenggara) ; Painkiller bush (Karibia) ; Cheese fruit (Australia) (Blanco dkk.,
2006).
Gambar

Morinda
citrifolia L
(Rubiaceae)
dengan bunga,
buah masak, dan
buah belum
masak
Tanaman Mengkudu
(Nagalingam, 2013)

Klasifikasi
Regnum : Plantae
Sub regnum : Viridiplantae
Infra regnum : Streptophyta
Super divisi : Embryophyta
Divisi : Tracheophyta
Sub divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Super ordo : Asteranae
Ordo : Gentianales
Famili : Rubiaceae
Genus : Morinda L
Spesies : Morinda citrifolia L (ITIS Report, 2016).
Deskripsi
Deskripsi tanaman :
Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki ciri umum yaitu pohon dengan tinggi
4-6 meter. Batang berkelok-kelok, dahan kaku, kulit berwarna coklat keabu-abuan dan tidak
berbulu. Daun tebal berwarna hijau, berbentuk jorong lanset dengan ukuran 15-50 x 5-17
cm, tepi daun rata, serat daun menyirip dan tidak berbulu. Akar tanaman mengkudu
berwarna coklat kehitaman dan merupakan akar tunggang. Bunga tanaman mengkudu yang
masih kuncup berwarna hijau, saat mengembang akan berubah menjadi berwarna putih dan
harum. Buah mengkudu berbentuk bulat lonjong dengan diameter mencapai 7,5- 10 cm,
permukaan terbagi dalam sel-sel polygonal berbintik-bintik. Buah mengkudu muda berwarna
hijau, saat tua warna akan berubah menjadi kuning. Buah yang matang akan berwarna putih
transparan dan lunak. Aroma buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) seperti keju busuk
karena percampuran asam kaprik dan asam kaproat (Sari, 2015).
Deskripsi simpilisia :
Buah mengkudu masak, berbau khas aromatis dan rasanya sedikitpahit. Buah bongkol
(kepala) bersifat apokarp, berbenjol-benjol tidakteratur, jika masak berdaging dan berair,
berwarna kuning kotor atauputih kuning, panjang 5-10 cm, intinya keras seperti tulang,
coklatmerah, berbentuk kerucut, tangkai buah 3-5 cm. Pada irisan melintangtampak ruang-
ruang ovarium atau sisa biji (BPOM RI, 2010).
Kandungan Kimia
a. Flavonoid: Rutin, kuersetin; kumarin: skopoletin dan isoskopoletin; Triterpenoid: Asam
ursolat, Alkaloid; Seronin; Antrakuinon: 1,5,15-tri- O-metil morindol, 5,15-di-O-metil
morindol, antragalol 2-metil eter,damnakantol-3-O-D-primeverosida, lusidin 3-O--D-
primeverosida dan morindon-6-O--D-primeverosida; senyawa sakarida ester asam
lemak: 2-O-(-D-glukopiranosil)-1-O-heksanoil--D-glukopiranosa, 2O-(-D-
glukopiranosil)-1-O-oktanoil--D-glukopiranosa, 6-O-(-Dglukopiranosil)-1-O-heksanoil--
D-glukopiranosa,3-metilbut-3-enil-D-glukopiranosa; Iridoid: Asam deasetilasperulosid,
asam asperulosid; Lignin : (+)-3,4,3,4-tetrahidroksi-9,7R-epoksilignano-7R,9-lakton dan
(+)-3,3-bisdemetiltanegool (BPOM RI, 2010).
b. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) mengandung beberapa zat aktif utama. Bahan aktif
diantaranya adalah scopoletin, octoanoic acid, kalium,vitamin C, alkaloid, antrakuinon,
b-sitosterol, karoten, vitamin A, glikosida flavon, linoleat acid, alizarin, amino acid,
acubin, L-asperuloside, kaproatacid, kaprilat acid, ursolat acid, rutin, proxeronine dan
terpenoid (Sari, 2015).
c. Kandungan bioaktif dalam jus mengkudu dari NONI : The Tropical Fruit with 101
Medical Uses yakni metil asetil ester (mematikan kuman), moridon (untuk melancarkan
buang air besar), soranjidiol (melancarkan keluarnya air seni), analgesiki (pereda rasa
sakit), sedatif (penenang saraf), damnakantal (menumpas sel kanker dan meningkatkan
daya tahan tubuh), antharaquinone dan scopoletin (mengatasi radang dan alergi), terpen
(meremajakan sel-sel tubuh), xeronin (mengaktifkan kelenjar tiroid dan timus / fungsi
kekebalan tubuh), proxeronin (menyelaraskan kerja sel dalam tubuh, dan hipokolestemik
(menurunkan kadar kolesterol darah) (Suhanda, 2009).
Penggunaan Empiris
a. Sejak dahulu buah mengkudu banyak digunakan untuk pengobatan herbal. Diantaranya
untuk mengobati penyakit arthritis, diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit
kepala,penyakit jantung, ulkus lambung, arteriosklerosis, dan masalah pembuluh darah
(Sari, 2015).
b. Secara empirik buahnya antara lain dikenal sebagai obat diabetes, tekanan darah tinggi
dan antelmintik. Di samping buah, daunnya juga secara empiris digunakan sebagai obat
diare, mules, disentri dan juga digunakan sebagai sayuran (Pudjiastuti dan Yun, 2006).
Aktivitas Farmakologi
a. Aktivitas hipoglikemik. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kijonggo Tikno Liman
(1991) di Fakultas Farmasi Ubaya menyebutkan dengan menggunakan uji toleransi
glukosa oral, perasan buah mengkudu 200% yang diberikan kepada kelinci berpengaruh
hipoglikemik yang optimal setelah 2 jam pemberian glukosa dengan dosis 1 ml dan 2
ml/kg BB (Dalimartha, 2006).
b. Analgesik, immunomodulator, dan aktivitas antikanker. Dari penelitian yang
dipublikasikan, jus mengkudu diindikasikan berkhasiat analgesik, menstimulasi sistem
imun, dan memiliki aktivitas antikanker. Salah satu teori, kandungan proxeronine pada
mengkudu cukup besar, yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan xeronine. Alkaloid
tersebut bekerja di dalam sel tubuh untuk memerangi peradangan, mempercepat
penyembuhan, dan mengatur pertumbuhan sel normal. Infeksi dan stress membuat
kebutuhan tubuh akan xeronine meningkat (Dalimartha, 2006).
c. Immunomodulator dan aktivitas antikanker. Dalam penelitian yang dilakukan
Hurazumi A. et al (1999) menyebutkan jus dari buah mengkudu mengandung
polisakarida yang secara signifikan menurunkan lamanya kelangsungan hidup dari LLC*
tumor pada mencit. Pengobatan bersama 2 obat imunosupresid, 2-chloroadenosine atau
cyclosporin, mengurangi khasiat kedua obat tersebut, yang menandakan adanya khasiat
imunomodulator dari polisakarida pada buah mengkudu. Polisakarida tersebut juga
menstimulir keluarnya sejumlah mediator dari sel efektor murine, termasuk tumour
necrosis factor-, interleukin-1, interleukin-10, interleukin-12p70, interferon-, dan
nitric oxide, tetapi tidak menghasilkan interleukin-2 dan menekan keluarnya interleukin-
4. Polisakarida tersebut juga meningkatkan survival time dan khasiat pengobatan jika
dikombinasikan dengan dosis suboptimal dari 5 standard chemotherapeutic agents,
Adriamycin, cisplatin, 5-fluorouracil, dan vincristine (Dalimartha, 2006).
d. Antidiabetes. Ketika jus mengkudu telah biasa digunakan pasien DM tipe 2 sebagai
terapi kombinasi (mengkudu dan agen hipoglikemik oral), jus mengkudu menurunkan
kadar glukoa dalam kondisi puasa dan postprandial. Mengkudu juga aman dan
ditoleransi baik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Xeronine adalah alkaloid
kecil dan senyawa aktif dari mengkudu, dalam adanya insulin xeronine mengaktivasi
membran sel peripheral reseptor insulin dan mengarahkan ke absorpsi normal glukosa.
Indeks glikemik rendah perbandingan karbohidrat dan serat 3 : 1 dalam jus mengkudu
membantu menyeimbangkan kadar glukosa darah. Mengkudu memodifikasi sistem imun
untuk menjaga sensitivitas sel beta pancreas islet utuh. Mengkudu juga dapat
menghambat biosintesis, absorpsi, dan sekresi lipid yang dapat menurunkan berat badan
dan berperan sebagai agen antiobesitas (Nagalingam dkk., 2013).
e. Aktivitas antimikroba. Mengkudu memiliki aktivitas antibakteri maupun antifungi.
Berbagai studi in vitro yang telah dipublikasikan bahwa ekstrak Morinda citrifolia dapat
menghambat bakteri tertentu seperti Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus,
Lactobacillus lactis, Streptococccus thermophilus, Pseudomonas aeruginosa,
Salmonella typhi, Escherichia coli, Vibrioharveyi, Klebsiella pneumonia, Shigella
flexneri, Salmonella paratyphi A, Aeromonas hydrophila, Vibrio cholerae,
Chromobacterium violaceum dan Enterobacter faecalis. Morinda citrifolia menunjukkan
aktivitas antifungi pada berbagai jamur termasuk Candida albicans, Aspergillus niger,
Trichophyton, Mentagrophytes, Penicillium sp, Fusarium sp, Aspergillus, Fumigatus,
Mucor sp, Rhizopus sp dan Aspergillus flavus (Nagalingam dkk., 2013).
f. Antivirus. Senyawa 1-metoksi-2 formil- 3-hidroksianrakuinon diisolasi dari akar
Morinda citrifolia menunjukkan penekanan efek sitopatik dari sel MT-4 terinfeksi HIV
tanpa menghambat pertumbuhan sel (Nagalingam dkk., 2013).
g. Antihelmintik. Mengkudu telah digunakan di Filipina dan Hawai sebagai insektisida
yang efektif dan juga dalam beberapa hari ekstrak etanol daun Morinda citrifolia
menginduksi paralisis dan kematian cacing nematode yang parasitik pada manusia,
Ascaris lumbricoides(Nagalingam dkk., 2013).
h. Antidepresan. Morinda citrifoliamenurunkan stress dan membantu respon pada
beberapa tingkat dengan menaikkan kadar serotonin darah. Morinda citrifolia juga dapat
ditoleransi bahkan pada dosis tinggi tanpa ada efek samping. Penelitian terbaru
mengindikasikan bahwa Morinda citrifolia bertindak sebagai suatu inhibitor MAO-A dan
MAO-B (MonoamineOxidase) yang terdapat pada efek sinergis dari berbagi komponen
aktif (Nagalingam dkk., 2013).
i. Antigenotoksik. Karena Morinda citrifolia kaya antrakuinon dan senyawa aktif lainnya
yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan kerusakan oksidatif yang disebabkan
oleh radikal bebas dan terasosiasi dengan potensial antigenotoksik. Efek antigenotoksik
dan peran jus mengkudu melawan penyimpangan kromosom dan pertukaran kromatid
diinduksi oleh agen kemoterapi, mitomycin C (MMC) dalam limfosit manusia. Hasil ini
menunjukkan bahwa senyawa aktif yang ada di daun, akar dan jus mengkudu mungkin
memiliki kegiatan antigenotoksisitas (Nagalingam dkk., 2013).
j. Antioksidan. Sifat antioksidan jusekstrak etanol dan etil asetat mengkudu telah dinilai
dengan menggunakan metode besi tiosianat dan uji asam tiobarbiturat untuk pengukuran
oksidasi lipid. Tetrazolium nitroblue (TNB) untuk aktivitas antioksidan menunjukkan
bahwa ada hambatan yang kuat dari oksidasi lipid dibandingkan dengan alpha-
tocopherol dan butylated hidroksi toluena (BHT), dan ketika menilai kapasitas potensi jus
mengkudu untuk melindungi sel-sel dari anion superoksida radikal yang disebabkan
kerusakan oksidatif, aktivitas pembersihan jus mengkudu terhadap anion superoksida
radikal menunjukkan tingkat aktivitas 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan Vitamin C dan
1,4 kali dari pycnogenol (PCG)(Nagalingam dkk., 2013).
k. Antituberkulosis. Para peneliti di Filipina melaporkan bahwa mengkudu memiliki
kemampuan untuk membunuh Mycobacterium tuberculosis. Mereka juga melaporkan
sekitar 89% dari bakteri dalam tabung reaksi dibunuh oleh ekstrak jus mengkudu, yang
hampir sama efektifnya dengan obat anti tuberkulosis Rifampisin, yang memiliki tingkat
penghambatan 97%(Nagalingam dkk., 2013).
l. Antiinflamasi. Aktivitas anti-inflamasi mengkudu telah ditunjukkan pada tikus terhadap
respon inflamasi akut agen pro-inflamasi, dengan penghambatan edemakakitikus. Tim
peneliti lain juga telah membuktikan aktivitas penghambatan jus mengkudu in vitro
terhadap enzim siklooksigenase (COX 1 dan COX 2) yang terlibat dalam
peradangan(Nagalingam dkk., 2013).
m. Aktivitas Kardiovaskular dan Efek Hipotensif. Peneliti telah menunjukkan suplemen
jus mengkudusecara teratur menurunkan kolesterol dan trigliserida sebesar 18% in vivo
dan mengurangi pembekuan darah dan mencegah pembentukan trombus. Selain itu
mereka menyatakan bahwa lignan dan fenil propanoid yang ada dalam jus mengkudu bisa
mencegah kerusakan kolesterol dalam tubuh, mencegah pembentukan plak ateromatosa
dengan menurunkan lipid atau oksidasi lipoprotein densitas rendah (LDL) dan membantu
pencegahan aterosklerosis(Nagalingam dkk., 2013).
n. Efek penyembuhan luka. Mengkudu mengandung berbagai unsur fitokimia dan
senyawa bioaktif yang didokumentasikan untuk mengobati patah tulang, lukadalam,
memar, bisul dan luka.Daun segarnya digunakan untuk pengobatan luka dan juga sebagai
tapal untuk patah tulang dan keseleo. Ekstrak daun mengkudu meningkatkan kadar
hidroksiprolin dalam jaringan granuloma yang selanjutnya menegaskan keterlibatan
kolagen dalam proses penyembuhan luka (Nagalingam dkk., 2013).
o. Aktivitas estrogenik. Mengkudu memiliki manfaat kesehatan dalam mengurangi gejala
menstruasi. Studi ilmiah tentang mengkudu telah menunjukkan beberapa efek biologis
yang relevan. Glikosida flavon dalam buah-buahan mengkudu secara struktural
diklasifikasikan sebagai salah satu jenis fitoestrogen, sedangkan fitoestrogen ini
menampilkan ikatanestrogenik yang sangat sederhana ke reseptor estrogen alpha
dibandingkan dengan steroid endogen atau sintetis, mereka dapat memberikan tindakan
lebih selektif pada target estrogen reproduksi dan nonreproduksi(Nagalingam dkk.,
2013).
p. Antidiare. Jus daun pace sampai dengan 2 ml/kg bb yangdiberikan secara oral
mempunyai efek laksatifyang tidak berbeda bermakna dengan loperamidpada taraf
kepercayaan 95%. Tanaman mengkudu mengandung beberapa turunan antrakinon yang
mempunyai sifat sebagai pencahar, dengandemikian sementara dapat disimpulkan
efeklaksatif/pencahar dari daun pace dapat disebabkan karena kandungan golongan
antrakinon (Pudjiastuti dan Yun, 2006).
Dosis
a. Pada penderita hipertensi yang mendapatkan terapi jus mengkudu 2kali sehari yaitu pada
20-30 menit sebelum sarapan dan 20-30 menit sebelum makan malam didapatkan
penurunan tekanan darah (Sari, 2015).
b. Sebagai antioksidan, Sebanyak 100 g buah segar yang sudah masak dicuci, ditumbuk
sampai halus, ditambahkan gelas air matang, 1 sendok teh cuka dan 1 g garam.
Kemudian disaring, hasil saringan diminum sehari tiga kalisama banyak (BPOM RI,
2010).
c. 5-9 g buah mengkudu dimasak dengan 3 cangkir air, didihkan hingga air berkurang,
didinginkan, dibagi menjadi dua gelas untuk diminum dua kali sehari untuk membantu
memelihara kesehatan saluran pencernaan (BPOM RI, 2010).
d. Untuk mengatasi disentri. Potong-potong kulit batang dan kulit akar mengkudu kering
(masing-masing 5 g). Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah
dingin, saring, lalu minum (Dalimartha, 2006).
e. Untuk radang usus, parut buah mengkudu masak (2 buah). Peras dan saring dengan
sepotong kain. Tambahkan madu pada air perasan sebanyak satu sendok makan sambil
diaduk rata. Minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari (Dalimartha, 2006).
f. Untuk batuk karena masuk angin. Parut buah mengkudu masak (2-3 buah). Peras dan
saring dengan sepotong kain. Tambahkan gula batu secukupnya sambil diaduk rata.
Minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari (Dalimartha, 2006).
Toksisitas
a. Penelitian yang dilakukan oleh Mathivanan (2005) menggunakan jus buah mengkudu
dengan dosis 15.000 mg/kgBB pada hewan percobaan tidak ditemukan tanda efek toksik.
Hasil penelitian juga dilakukan oleh Hadibrata (2007) mengenai efek toksisitas akut daun
mengkudu menggunakan air sebagai pelarut simplisia (bahan alami yang
digunakansebagai obat). Didapatkan hasil LD50 sebesar 16.177,86 mg/kgBB. Nilai LD50
diklasifikasikan berdasarkan derajat toksisitasnya dimana kategori super toksik dengan
nilai LD50 < 5 mg/kgBB, amat toksik dengan nilai LD 50 5-50 mg/kgBB, sangat toksik
dengan nilai LD50 50-500 mg/kgBB, toksik sedang dengan nilai LD500,5-5gr/kgBB,
toksik ringan dengan nilai LD50 5-15 gr/kgBB dan tidak toksik dengan nilai
LD50>15gr/kgBB (Sari, 2015).
b. Hasil percobaan toksisitas akut akibat pemberian jus daun mengkudu pada tikus sampai
dengan dosis 20.000 mg/ kg selama 14 hari tidak ada yang mati, menunjukkan sampai
dosis tersebut masih dalam batas aman. Menurut kriteria Cleason harga tersebut termasuk
dalam golongan bahan Practically Non Toxic karena > 15000 mg/kg oral tikus
(Pudjiastuti dan Yun, 2006).
c. NOAEL (No Observed Adverse Effect Level): efek samping tidak teramati pada dosis
sampai 6,86 g/kg BB (sebanding dengan 90 mL/kgBB jus buah mengkudu) pada
percobaan menggunakan tikus galur Sprague Dawley. Pada pemberian jus buah
mengkudu dosis sampai750 mL jus/orang/hari terhadap 96 relawan sehat selama 28 hari
dinyatakan aman terhadap parameter biokimia darah, urin dan tanda-tanda vital. (BPOM
RI, 2010).
Pustaka
Blanco, YC. dkk. 2006. The Noni Fruit (Morinda Citrifolia L.) : A Review of Agricultural
Research, Nutritional, and Therapeutic Properties. Journal of Food Composition
and Analysis. Volume 19.

BPOM RI. 2010. Acuan Sediaan Herbal Volume Kelima Edisi Pertama. Jakarta : Badan
Pengawas Obat dan Makanan RI.

Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. Jakarta : Puspa Swara.

ITIS Report. 2016. Morinda citrifolia L. Taxonomic Serial No : 35071. US : ITIS Taxonomy.
Tersedia Online di www.itis.gov>servlet>SingleRpt.html [Diakses tanggal 7
Maret 2017].

Nagalingam, S., Changam SS., dan Kotturathu MC. 2013. Morinda citrifolia (Noni) A
Detailed Review. International Journal of Universal Pharmacy and Bio Sciences.
Volume 2 (6).

Pudjiastuti dan Yun AN. 2006. Uji Laksatif dan Toksisitas Akut Jus Daun
Pace(Morindacitrifolia L) pada Tikus Putih. Jurnal Bahan Alam Indonesia.
Volume 5 (1).

Sari, CY. 2015. Penggunaan Buah Mengkudu (Morinda CitrifoliaL.) untuk Menurunkan
Tekanan Darah Tinggi. J Majority. Volume 4 (3).

Suhanda, I. 2009. Rahasia Sehat dengan Makanan Berkhasiat. Jakarta : Kompas.