Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN STUDI LAPANGAN

MATA KULIAH ARSITEKTUR TRADISIONAL


SEMESTER GASAL 2016//2017

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................

DAFTAR ISI.......................................................................

BAB I PENDAHULUAN..........................................................

1.1 Latar Belakang..........................................................................

1.2 Tujuan........................................................................................

BAB II ISI..........................................................................
2.1 Pengertian.................................................................................
..........................
2.1.1 Pengertian
Bentuk....................................................................................
2.1.2 Ciri-Ciri Visual
Bentuk............................................................................
2.1.3 Ekspresi
Bentuk.......................................................................................
2.2 Bentuk Bangunan Rumah Adat
Mamuju...........................................................

1
2.2.1 Rumah
Raja.............................................................................................
2.2.2 Rumah Pengawal
( Joa )..........................................................................
2.2.3 Lembung
Padi..........................................................................................
2.2.4 Balai
Pertemuan.....................................................................................
..

2.2.5 Pandai
Besi.........................................................................................
....
2.2.6 Pandai
Emas.......................................................................................
....
2.2.7 Kandang
Kuda........................................................................................
2.2.8 Kandang
Rusa........................................................................................
.
2.2.9 Tempat Pembuatan
Perahu.....................................................................
2.2.10 Tempat
Perahu.....................................................................................
..

BAB III
PENUTUP.................................................................................................
............

3.1Kesimpulan

2
LAMPIRAN...............................................................................................
........................

DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................................
.......

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bangunan ini berada di tengah kota Mamuju, ibukota


Sulawesi Barat. Bangunan rumah adat ini biasanya disebut
Salassa atau Rumah Raja sebagai rumah induk. Rumah adat
tersebut digunakan untuk pameran dan peragaan aspek budaya
seperti pakaian adat dan benda-benda kerajinan tangan.

Bentuk rumah panggung yang berdiri diatas tiang-tiangnya dimaksudkan


untuk menghindari banjir dan binatang buas. Dan apabila semakin tinggi tingkat
kolong rumah menandakan semakin tinggi pula tingkat status sosial pemiliknya.
Atap rumah umumnya terbuat dari sirap kayu besi, bambu, daun nipah, rumbia,
ijuk atau ilalang. Tangga terbuat dari kayu (odeneng) atau bambu (sapana)
dengan jumlah anak tangganya ganjil. Tingkat dinding berbentuk segitiga yang
bersusun sebagai atap juga menunjukan kedudukan sosial pemilik rumah.

1.2 Tujuan

4
BAB II

ISI

2.1 Pengertian
2.1.1 Pengertian Bentuk
Menurut vitivirus, tidak ada istilah bentuk. Bentuk bagi vitivurus, bila
mau di kaitkan dengan fungsi/utilitas tentunya merupakan gabungan
antara firmitas ( thecnic ) dengan venustas ( beauty/delight )
( saliya99).
Obyek dalam persepsi kita memiliki wujud/ujud (sha ) ( abecrombie,
1984 : 37)
Wujud merupakan hasil konfigurasi tertentu dari permukaan-
permukaan dan sisi bentuk (ching, 1979 : 50 )
2.1.2 Ciri-ciri visual bentuk
Ciri-ciri pokok yang mrnunjukan bentuk, dimana ciri-ciri tersebut pada
kenyataannya dipengaruhi oleh keadaan bagaiman cara kita
memandangnnya.
Bentuk dapat dikenali karen ia memiliki ciri-ciri visual yaitu ( ching,
1979 ).
Wujud : adalah hasil konfugurasi tertentu dari permukaan-permukaan
dan sisi-sisi bentuk
Dimensi : dimensi suatu bentuk adalah panjang, lebar, tinggi. Dimensi-
dimensi ini menentukan proporsinya. Adapun skalanya di tentukan
oleh perbandingan ukuran relatifnya terhadap bentuk-bentuk lain di
sekelilingnya.
Warna : corak, intensitas dan nada permukaan pada suatu bentuk.
Warna adalah atribut yang paling mencolok yang membedakan suatu
bentuk terhadap lingkunganya. Warna juga mempengaruhi bobot
visual pada bentuk.

5
Tekstur : adalah karakter permukaan suatu bentuk. Tekstur
mempengaruhi perasaan kita pada waktu menyentuh, juga pada saat
kualitas pemantulan cahaya menimpa permukaan benda tersebut.
Posisi : adalah letak relatif suatu bentuk terhadap suatu lingkungan
atau medan visual.
Orientasi : adalah posisi relatif suatu bentuk terhadap bidang dasat,
arah mata angin atau terhadap pandangan seseotang yang melihatnya.
Inersia visual : adalah derajad konsentrasi dan stabilitas suatu bentuk.
Inersia suatu bentuk tergantung pada geometri dan orientasi relatifnya
terhadap bidang dasar dan garis pandangan kita.

Dengan penghayatan terhadap wujud kita bisa mendapatkan kepuasan.


Wujud dapat menawan perhatian kita, mengundang keingintahuan memberikan
sensasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam berbagai cara. Ada
wujud yang memuat pesan khusus, ada yang membuat kita langsung mengerti
bahkan ada yang tidak sama sekali dengan atau tanpa penjelasan wujud tidak
dapat di pertentangkan. ( Abrecombie 1984 ).

Sebagai contoh dengan dimensi dan ukurannya, piramid adalah suatu wujud
yang mempunyai suatu kekuatan. Tentunya efektifitasnya di perkaya oleh
pengulangan sejarah dan oleh kekayaan akan asosiasi-asosiasinya yang
terakumulasi ( terkumpul ). Bagi masyarakat mesir, yang mengenalnya sebagai
transfotmasi ideal dan agung dari gundukan makam biasa, yang mempercayai
sebagai jaminan keabadian pharaoh dan yang melihat lapisan atapnya yang
bekilat memantulkan cahaya langsung yang pertama dari matahari terbit, sebagai
imaji kedewaan dan ketuhanan bagi mereka jelas, piramid memiliki arti yang
tidak bisa kita dapatkan lagi saat ini.

Olblesik adalah salah satu bentuk yang memiliki daya tarik. Oblesik hampit
selalu menarik perhatian. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa oblesik
melambangkan lingga. Tetapi akan berarti asosiasi ini dilihat sebagai sumber

6
daya teriknya. Sumber tersebut mungkin sedikit lebih berkaitan dengan sex dari
pada dengan sebuah isyarat melawan gravitasi, usaha melawan inertia.

2.1.3 Ekspresi Bentuk


Ekspresi bentuk adalah apa yang kita lihat menurut pengaruh atau
pengalaman sebelumnya. ( smithies, 1984 ). Oleh karen itu setiap orang
memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda, maka
tanggapan terhadap ekspresi yang dimunculkan oleh subyek juga akan
berbeda-beda.
Setiap kerangka arsitektural senantiasa mengandung ekspresi sebagai
sebuah prinsip.
Ekpresi dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni
Fungsi
Fungsi dapat melahirkan bentuk yang ekspresif misalnya kita
membuat sebuah lumbung padi dengan menitik beratkan pada
pemenuhan fungsi, maka akan muncul bentuk lumbung padi yang
dapat menghindari terjadinya pembusukan padi, menghindari
gangguan tikus dan sebagainya.
Struktur
Penonjolan struktur sebagai elemen estetis pada sebuah bangunan
dapat melahirkan bentuk yang eksptesif pula.
Budaya
Misalnya pada bangunan tradisional. Ekspresi yang di munculkan
merupakan hasil tampilan budaya.

2.2 Bentuk Fasad Rumah Adat Mamuju

7
DAFTAR PUSTAKA

https://othisarch07.wordpress.com/2010/02/05/fungsi-ruangbentuk-dan-ekspresi-
dalam-arsitektur/