Anda di halaman 1dari 2

TUGAS FILSAFAT HUKUM

Nama : Prathama Gilang Wagiono Putera

NIM : 1506697441

PROGRAM MAGISTER HUKUM

UNIVERSITAS INDONESIA
realisme hukum dimulai sejak tahun 1920-1950an di Amerika Serikat oleh akademisi , guru

besar dan praktisi untuk menjawab bagaimana hakim dapat mengambil keputusan seacra

realistis. Bagaimana hakim menganggapu sutatu perkara, tidak hanya dilihat dari fakta hukum,

melainkan ada unsur psikologi, politis, sampai ketaatan hakim. Pengkut aliran ini disenut dengan

dissident juriprudence. Mereka berpendapat bahwa tujuan hukum adalah untuk keadilan sosial di

masyarakat serta mendorong kebahagiaan bagi setiap masyrajat.

Hukum pada beberapa titik merupakan ketidakpastian, Ahli hukum realis berpendapat bahwa

alasan ketidak pastian adalah : hukums ecara rasional merupakan ketidaktentuan secara lokal,

dan hukum secara kausal meruoajan ketidaktentuan dalam masus dimana kasus tersebut secara

rasional tidak tentu, dan Hukum secara kasual tidak pasti dimana secara rasional hukum tersebut

sudah pasti dan latar belakang kondisi yang diperoleh. Semua malangan realis berpendapat

bahwa hukum adalah penyebabketidakpastian secara rasional dari kondisi yang diperoleh

Salah satu sayap dari realis disebut The Sociological wings, Di sini, para pemikir menyatakan

bahwa hakim adalah manusia biasa yang pounya sifat individu. Putusan pengadilan ini seolah

bersifat tidak pasti dengan memaksakan keputusan individual para hakim terhadap pola yang

dapat diprediksi.