Anda di halaman 1dari 6

ANALISA LAPISAN AQUIFER

DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS


KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK PENCARIAN
AIR TANAH
2
Christophorus Galih Gaharu
111.150.079
Program Studi Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta
Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta

INTISARI

Air merupakan element yang sangat penting bagi seluruh umat manusia, khsusunya
masyarakat Indonesia. Tingkat taraf kesehatan masyarakat Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh
tingkat air bersih yang ada di Indonesia ini. maka explorasi air tanah akan sangat berguna untuk
mendapatkan sumber daya air tersebut. Analisa lapisan aquifer dan non aquifer merupakan salah
satu cara untuk dapat melihat apakah ada air tanah di daerah sekitar penielitian atau tidak. Dengan
menggunakan pengolahan data sekunder dimana data diperoleh dari hasil pengambilan data
lapangan asisten laboratorium geofisika explorasi metode geolistrik. Metode yang diambil
menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi schlumberger, untuk dapat menentukan
lapisan aquifer dan non-aquifer dengan didudkung oleh pemakaian software IP2WIN. Pengolahan
data berdasarkan rumus-rumus fisika dengan mencari nilai resistivitas suatu batuan sehingga dapat
diketahui litologi dari lapisan batuan dibawah permukaan. Dari data yang telah dianalisa dan di
olah menggunakan rumus-rumus fisika dan juga didukung oleh soft ware IP2win menunjukan
pada daerah penelitian mempunyai kedalaman 120 meter dengan 7 lapisan, diantaranya merupakan
lapisan aquiclude atau lapisan penyimpan air dengan litologi lempung dan pasir lempungan,
sisanya batu pasir. Sehingga dapat diketahui adanya lapisan aquifer pada daerah penelitian
dicirikan dengan litologi batulempung. Lapisan aquifer tersebut mencirikan adanya air tanah dan
dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar daerah penelitian tersebut.

Kata kunci : IPI2win, Konfigurasi Schlumberger, aquifer, air tanah

1. PENDAHULUAN sehingga dapat disimpulkan bahwa


Air merupakan sesuatu yang sangat pentingnya air adalah hal yang mutlak untuk
dibutuhkan oleh seluruh umat manusia di dapat menunjang kesehatan kehidupan umat
muka bumi ini. dikutip dari ringkasan air manusia, khususnya di Indonesia. Di
bersih dan kebersihan yang di tebritkan oleh Indonesia saja, diare masih merupakan
unicef kotober 2012 lalu, Sanitasi dan penyebab utama kematian anak berusia di
perilaku kebersihan yang buruk serta air bawah lima tahun. Laporan Riskesdas 2007
minum yang tidak aman berkontribusi menunjukkan diare sebagai penyebab 31
terhadap 88 persen kematian anak akibat persen kematian anak usia antara 1 bulan
diare di seluruh dunia. Bagi anak-anak yang hingga satu tahun, dan 25 persen kematian
bertahan hidup, seringnya menderita diare anak usia antara satu sampai empat tahun.
berkontribusi terhadap masalah gizi, Sehingga explorasi air tanah untuk dapat
sehingga menghalangi anak-anak untuk menunjang kesehatan kehidupan masyarakat
dapat mencapai potensi maksimal mereka. sangat penting.
Kondisi ini selanjutnya menimbulkan Pada cabang ilmu geofisika, kita
implikasi serius terhadap kualitas sumber mempelajari sifat-sifat bumi dan
daya manusia dan kemampuan produktif segalaisinya berdasarkan sifat fisikanya.
suatu bangsa di masa yang akan datang. Dimana bumi ini terdiri atas berbagai

1
elemen yaitu darat, air, dan udara. Dimana dalam bumi. Injeksi arus listrik ini
tiap-tiap elemen tersebut mempunyai ciri- menggunakan 2 buah Elektroda Arus
ciri fisika tersendiri. Dengan menggunakan A dan B yang ditancapkan ke dalam
metode explorasi geofisika sub metode tanah dengan jarak tertentu. Semakin
geolistrik, kita dapat menentukan lapisan
panjang jarak elektroda AB akan
aquifer dan lapisan non-aquifer. Dimana
lapisan aquifer ini berguna untuk menyebabkan aliran arus listrik bisa
meloloskan air, serta menyimpan air, dimana menembus lapisan batuan lebih dalam.
dapat digunakan sebagai sumber air yang
dapat digunakan oleh masyarakat. Dengan adanya aliran arus
listrik tersebut maka akan menimbulkan
2. DASAR TEORI tegangan listrik di dalam tanah.
Todd (1980) memberikan Tegangan listrik yang terjadi di
batasan air tanah sebagai air yang permukaan tanah diukur dengan
mengisi pori atau ruang antar butir tanah penggunakan multimeter yang
maupun batuan pada zona 100% jenuh terhubung melalui 2 buah Elektroda
(saturated). Di atas zona jenuh terdapat Potensial M dan N yang jaraknya lebih
zona tidak jenuh tetapi sebagian terisi pendek dari pada jarak elektroda AB.
oleh udara dan dikenal sebagai zona Bila posisi jarak elektroda AB diubah
tidak jenuh (unsaturated). Hidrogeologi menjadi lebih besar maka tegangan
adalah ilmu yang mempelajari air di listrik yang terjadi pada elektroda MN
dalam zona jenuh dari sudut pandang ikut berubah sesuai dengan informasi
geologi, yaitu batuan. Airtanah jenis batuan yang ikut terinjeksi arus
merupakan sumberdaya alam yang listrik pada kedalaman yang lebih besar.
terbaharui (re-newable), namun
keberlangsungannya terutama proses Dengan asumsi bahwa
pengisian kembali airtanah sangat kedalaman lapisan batuan yang bisa
tergantung oleh beberapa faktor baik ditembus oleh arus listrik ini sama
yang sifatnya alami maupun rekayasa. dengan separuh dari jarak AB yang
Hal yang paling berpengaruh dari faktor biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus
alamiah antara lain, ketersediaan air, listrik DC murni), maka diperkirakan
kondisi permukaan, curah hujan, pengaruh dari injeksi aliran arus listrik
litologi, konduktivitas hidraulik, ini berbentuk setengah bola dengan jari-
topografi keadaan muka airtanah dan jari AB/2 (gambar 2.1. permodelan
kondisi sifat zona tidak jenuh. geolistrik)
Air tanah sendiri tersimpan
dalam suatu lapisan batuan yang dapat
menyimpan dan meluluskan air yang
dikenal sebagai aquifer. Terdapat
beberapa macam jenis batuan (litologi)
yang dapat berfungsi sebagai aquifer,
antara lain : endapan alluvial, batupasir,
batugamping, dan batuan vulkanik
dengan variasi dan kapasitas yang
berbeda-beda tergantung karakteristik
fisik (tekstur) batuannya.
Metode geolistrik merupakan Gambar 2.1. permodelan geolistrik
salah satu metode geofisika yang konfigurasi Schlumberger
mempelajari sifat aliran listrik di
dalam bumi dan bagaimana cara Pada konfigurasi Schlumberger
mendeteksinya di permukaan bumi. idealnya jarak MN dibuat sekecil-
Dalam hal ini meliputi pengukuran kecilnya, sehingga jarak MN secara
potensial, pengukuran arus baik secara teoritis tidak berubah. Tetapi karena
alamiah maupun akibat injeksi arus ke keterbatasan kepekaan alat ukur, maka

2
ketika jarak AB sudah relatif besar maka Kurva bantu, K menunjukan
jarak MN hendaknya dirubah. harga maksimum dan variasi
Perubahan jarak MN hendaknya tidak lapisan dengan 1 < 2 > 3.
lebih besar dari 1/5 jarak AB. Kurva bantu Q, menunjukan
penurunan harga yang
Kelemahan dari konfigurasi seragam : 1 > 2 > 3
Schlumberger ini adalah pembacaan
tegangan pada elektroda MN adalah
lebih kecil terutama ketika jarak AB
yang relatif jauh, sehingga diperlukan
alat ukur multimeter yang mempunyai
karakteristik high impedance dengan
akurasi tinggi yaitu yang bisa
mendisplay tegangan minimal 4 digit
atau 2 digit di belakang koma. Atau Gambar 2.2. permodelan konfigurasi
dengan cara lain diperlukan peralatan Schlumberger
pengirim arus yang mempunyai
tegangan listrik DC yang sangat tinggi 3. METODOLOGI
Sedangkan keunggulan Metode penelitian dilakukan
konfigurasi Schlumberger ini adalah dengan menganalisa data sekunder hasil
kemampuan untuk mendeteksi adanya dari pengambilan data lapangan oleh
non-homogenitas lapisan batuan pada asisten laboratorium explorasi geofisika
permukaan, yaitu dengan metode geolistrik. Pengambilan data
membandingkan nilai resistivitas semu menggunakan alat Oyo Mh Ohm 2115 +
ketika terjadi perubahan jarak elektroda boster pada tanggal 1 desember 2014.
MN/2. Dengan arah azimuth N009 E dan
Cara interpretasi menggunakan cuaca cerah, Pengambilan data tersebut
konfigurasi Schlumberger adalah dengan menggunakan konfigurasi schlumberger
metode penyamaan kurva (kurva yang termasuk survey sounding, yang
matching). Ada 3 (tiga) macam kurva hanya dapat menghasilkan suatu
yang perlu diperhatikan dalam kenampakan 2D saja. Kemudian data
intepretasi Schlumberger dengan metode yang diperoleh dihitung menggunakan
penyamaan kurva, yaitu : konfigurasi Schlumberger dan diolah
Kurva Baku; menggunakan software IP2win.
Kurva Bantu, terdiri dari tipe H Pengolahan data tersebut kemudian di
A, K dan Q; intrepretasi dari hasil kurva yang
Kurva Lapangan dihasilkan.
Untuk mengetahui jenis kurva
bantu yang akan dipakai, perlu diketahui 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
bentuk umum masing-masing kurva Setelah diperoleh data dan
lapangannya. melauli pengolahan perhitungan
Kurva bantu H, menunjukan menggunakan excel, maka diperoleh
harga minimum dan adanya data nilai dari V nilai dai I dan
variasi 3 lapisan dengan 1 > 2 kemudian nilai dari Rho. Kemudian data
< 3. tersebut kita masukan software IP2win
Kurva bantu A, menunjukkan kemudian diolah lebih lanjut sehingga
pertambahan harga dan variasi mendapat grafik dan data seperti
lapisan dengan 1 < 2 < 3. terlampir berikut.

3
Gambar 4.1. grafik kurva matching software dan lapisan ini ditemukan hingga
IP2win kedalaman 2,73 meter dibawah
permukaan. Pada lapisan ke-3 ini
ditemukan hingga kedalaman 12,5 meter
dibawah permukaan dengan nilai Rho
sebesar 20. Dengan nilai Rho 20
mencirikan lapisan tersebut memiliki
litologi batupasir lempungan. Kemudian
pada lapisan ke-4 ditemukan kembali
lapisan dengan litologi batupasir dengan
ukuran sangat halus yang ditemukan
hingga kedalaman 38,3 meter dibawah
permukaan dengan nilai Rho sebesar
58,5. Pada lapisan ke-5 juga ditemukan
kembali litologi batu pasir berukuran
halus, dengan resistivitas sebesar 67,7
hingga kedalaman 58,5 meter dibawah
Gambar 4.2. tabel resistivitas IP2win permukaan. Kemudian ditemukan
kembali lapisan dengan litologi lempung
Dari hasil data tabel resistivitas dengan nilai resistivitas 10 pada lapisan
IP2win yang merepresentasikan dari ke-6 hinggal kedalaman 80,5 meter.
hasil kurva tersebut, dapat diketahui Kemudian lapisan terakhir yang dapat
bahwa terdapat 7 lapisan pada daerah teridentifikasi melalui metode ini adalah
penilitian ini. Tiap-tiap lapisan lapisan dengan litologi batupasir
mempunya nilai resistivitasnya berukuran halus dengan nilai
tersendiri. Dengan tingkat eror 24,3% resistivitasnya sebesar 89,4 dan
dapat dikatakan bahwa data berikut valid ditemukan hingga kedalaman 120 meter
dengan tinggkat ke-eroran 24,3%. Pada dibawah permukaan. Dari data diatas
lapisan batuan pertama mendapatkan dapat dibuat profil geologi yang
hasil nilai Rho-nya 53,2 jika terlammpir (gambar 4.3. profil data
dikelompokan pada tabel klasifikasi analisa)
nilai Rho maka dapat dikatakan bahwa Dari hasil tersebut, dapat
lapisan pertama adalah batu pasir sangat dikatakan timbulnya perulangan antara
halus yang ditemukan hingga kedalaman batupasir sangat halus, batupasir sedang,
1,61 meter dibawah permukaan. dan batulempung/ batupasir lempungan.
Kemudian untuk lapisan ke-2 dapat Dimana terminologinya bahwa batu
diidentifikasikan bahwa lapisan tersebut pasir merupakan batuan aquifer, dimana
memiliki litologi batupasir yang sifatnya dapat menyimpan dan
berukuran halus, dengan nilai meloloskan air yang bernilai ekonomis.
resistivitasnya lebih tinggi yaitu 84,8 Kemudian terdapat batuan yang

4
aquiclude yaitu batulempung dan DAFTAR PUSTAKA
aquitard yaitu batupasir lempungan. UNICEF Indonesia. Oktober 2012.
Dimana dua terminologinya tersebut Ringkasan Kajian: Air Bersih,
merupakan batuan yang bertipe dapat Sanitasi & Kebersihan.
menyimpan air, sedangkan untuk UNICEF Indonesia.
meloloskan batuan sangat susah. Enggarwati, Dwi A, Susilo Adi, Dadan
Pengulangan ini dapat di intrepretasi Dani Wardhana. Pendugaan
bahwa ada aliran bawah tanah, atau Akuifer serta Pola Alirannya
sungai bawah tanah, yang dicirika oleh dengan Metode Geolistrik
adanya lapisan dengan litologi pasir dan Daerah Pondok Pesantren
dibawahnya lempung. Air yang lolos Gontor 11 Solok-Sumatra
pada lapisan batupasir akan tertahan Barat. Universitas Brawijaya
pada lapisan batulempung sehingga pers.
menyebabkan adanya sungai atau aliran Nugraha, Gumilar Utama, Boy Yoseph,
bawah tanah. Sehingga untuk Puung Arya Pranantya. Seminar
pengolahan dan explorasi, sebaiknya Nasional ke-III. Lapisan
dilakukan pada bagian yang paling Berpotensi Akuifer Berdasarkan
dangkal dulu, yaitu pada lapisa 1-2 Analisis Geolistrik Konfigurasi
karna biaya yang diperlukan tidak terlalu Schlumberger di Kertajati,
mahal. Kemudia lapisan ke-4 dan ke-5 Majalengka. Universitas
dipakai sebagai cadangan air tanah pada Padjajaran pers.
daerah tersebut jika mengalami Santoso. 2000. Pengantar Teknik
kekeringan ataupun sumber pada lapisan Geofisika. Bandung: ITB
1dan ke-2 sudah tidak mencukupi lagi.

5. KESIMPULAN
Dari data analisa dan pembahasan, dapat
dietahui kesimpulannya sebagai berikut:
a. Pada daerah peelitian terdapat 7
lapisan batuan dengan litologi
yang berulang batupasir dan
batulempung
b. Terdapat dua lapisan yang
berpotensi sebagai aquifer pada
daerah penelitian
c. Kemungkinan terdapat sungai
bawah tanah pada daerah
penelitian
d. Cadangan air tanah pada daerah
penelitian tersebut tergolong
sangat baik dalam hitungan
kuantitas.

5
Ga,nar 4.3. Profil data analisa daerah penelitian