Anda di halaman 1dari 6

3

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

A. MASALAH UTAMA
Isolasi sosial : menarik diri

B. PROSES TERJADINYA MASALAH


2.1 Pengertian
Suatu sikap dimana individu menghindari diri dari interaksi dengan orang
lain. Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai
kesempatan untuk membagi perasaan , pikiran, prestasi, atau kegagalan. ia
mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain yangg
memanifestasikan dengan sikap memisahkan diri, tidak ada perhatian dan tidak
sanggup membagi pengalaman dengan orang lain.

2.2 Tanda Dan Gejala


Berikut ini adalah tanda dan gejala klien dengan isolasi sosial:
a. Kurang spontan
b. Apatis (acuhh terhadap dengan lingkungan)
c. Ekspresi wajah kurang berseri
d. Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan diri
e. Tiidak atau kurang komunikasi verbal
f. Mengisolasi diri
g. Tidak atau kurang terhadap lingkungan sekitarnya
h. Asupan makanan dan minuman terganggu
i. Retensi urine dan feses
j. Aktivitas menurun
k. Kurang energi (tenaga)
l. Rendah diri
m. Postur tubuh berubah misalnya sikap fetus/janin khusus pada posisi tidur
Perilaku ini biasanya diisebabkan karena seseorang menilai dirinya rendah,
sehingga timbul perasaan malu untuk berinteraksi dengan orang lain. Bila
tidak dilakukan inervensi lebih lanjut maka akan menyebabkan perubahan
persepsi sensori : halusinasi dan resiko tinggi mencederai diri, orang lain,
bahkan lingkungan. Perilaku yang tertutup dengan orang lain juga bisa
menyebabkan intoleransi aktivitas yang akhirnya bisa berpengaruh terhadap
ketidakmampuan untuk melakukan perawatan secara mandiri. Seseorang
4

yang memiliki harga diri rendah awalnya disebabkan oleh ketiidakmampuan


untuk menyelesaikan masalah dalam hidupnya sehingga orang tersebut
berperilaku tidak normal (koping individu tidak efektif). Peran keluarga
3 agar mampu menyelesaikan masalah-
cukup besar dalam mendorong klien
masalah oleh karena itu bila sistem pendukungnya tidak baik (koping
keluarga tidak efektif) maka akan mendukung seseorang memiliki harga diri
rendah.

2.3 Rentang Respon

Respon adaptif Respon maladaptif

Menyendiri Merasa sendiri Menarik diri


Ekonomi Depedensi Ketergantungan
Bekerja sama curiga Manipulasi
interindependen curiga
Rentang respon yang terjadi pada isolasi sosial
1. Respon adaptif
Adalah respon yang masih dapat diterima oleh normanorma sosial dan
kebudayaan secara umum yang berlaku. Dengan kata lain individu tersebut
masih dalam batas normal ketika menyelesaikan masalah. Berikut ini
adalah sikap yang termasuk respon adaptif
a. Menyendiri, respon yang dibutuhkan seseorang untuk mengungkapkan
apa yang telah terjadi dilingkungan sosialnya
b. Otonomi, kemampuan individu untuk menentukan dan menyampaikan
ide piikiran dan perasaan dalam hubungan sosial
c. Bekerja sama, kemampuan individu yang saling membutuhkan satu
sama lain
d. Interdepedensi, saling ketergantungan antara individu dengan orang lain
dalam membina hubungan interpersonal
2. Respon maladaptive
Adalah respon yang menyimpang dari norma sosial kehidupan disuatu
tempat.Berikut ini adalah perilaku yang termasuk respon maladaptif.
a. Menarik diri, seseorang yang mengalami kesulitan dalam membina
hubungan secara terbuka dengan orang lain.
5

b. Ketergantungan , seseorang gagal mengembangkan rasa percaya diri


sehingga tergantung dengan orang lain.
c. Memanipulasi, seseorang yang mengganggu orang lain sebagai obyek
individu sehingga tidak dapat membina hubungan sosial secara
mendalam.
d. Curiga, seseorang gagal mengembangkan rasa percaya terhadap orang
lain.

2.4 Faktor Predisposisi


a. Faktor tumbuh kembangpada setiap tahap tumbuh kembang individu dan
tugas perkembangan yang di penuhi agar tidak terjadi dalam hubungan
sosial.Bila tugas-tugas dalam perkembangan ini tidak terpenuhi maka akan
menghambat fase perkembangan sosial yangg nantinya akan menimbulkan
masalah.
b. Faktor komunikasi dalam keluarga
Gangguan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor pendukung
terjadinya gangguan dalam hubungan sosial.Dalam hal ini yang termasuk
masalah dalam berkomunikasi sehingga menimbulkan ketidakjelasan
(double blind) yaitu suatu keadaan dimana anggota keluarga menerima
pesan yang saling bertentangan dalam waktu bersamaan atau ekspresi emosi
yang tinggi dalam keluarga yang menghambat untuk berhubungan dengan
lingkungan diluar keluarga
c. Faktor sosial budaya
Isolsasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan saosial merupakan
suatu faktor norma yang salah dianut oleh keluargadimana setiap anggota
keluarga yang tidak produktif seperti usia lanjut, penyakit kronis, dan
penyandang cacat diasingkan dari lingkungan sosial
d. Faktor biologis
Faktoor biologis juga merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya
gangguan dalam hubungan sosial. Organ tubuh yang dapat mempengaruhi
terjadinya ganggguan hubungan sosial adalah otak. Misalnya pada klien
skizofrenia yang mengalami masalah dalam hubungan sosial memiliki
struktur abnormal pada otak seperti atropi otak, serta perubahan ukuran dan
bentuk sel-sel dalam limbik dan daerah kortikal
e. Faktor presipitasi
6

Terjadinya gangguan hubungan sosial juga dapat ditimbulkan oleh faktor


internal dan eksternal seseorang. Faktor sterssor presiptasi dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1) Faktor eksternal
Contohnya adalah stessor sosial budaya, yaitu stress yang ditimbulkan
oleh faktor sosial budaya seperti keluarga
2) Faktor internal
Contohnya adalah stressor psikologis yaitu stress terjadi akibat ansietas
yang berkepanjangan dan terjadi bersamaan dengan keterbatasan
kemampuan individu untuk mengatasinya, ansietas ini dapat terjadi
akkibat tuntutan untuk berpisah dengan orang terdekat atau tidak
terpenuhinya kebutuhan individu

2.5 Pohon Masalah

Resti mencederai diri sendiri,


orang lain dan lingkungan

Defisit perawatan diri gangguan persepsi sensori :


halusinasi

Intoleransi aktivitas isolasi diri

Harga diri rendah

Koping individu tidak efektif koping keluarga tidak efektif

2.6 Masalah Keperawatan


a. Isolasi sosial
b. Harga diri rendah
c. Perubahan persepsi sensori : halusinasi
d. Koping keluarga tidak efektif
e. Koping individu tidak efektif
f. Intoleransi aktifitas
g. Defisit perawatan diri
h. Resiko tinggi mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
7

2.7 Data Yang Perlu Dikaji


Masalah keperawatan : isolasi sosial
Data yang perlu dikaji
Subyektif
Klien mengatakan malas bergaul dengan orang lain
Klien mengatakan tidak ingin ditemani perawat dan minta untuk
sendirian
Klien mengatakan tidak mau berbicara dengan orang lain
Klien tidak mau berkomunikasi
Data tentang klien bisa didapat dari keluarga yang mengetahhui
keterbatasan klien (suami, istri, anak, ibu ayah atau teman dekat)
Obyektif
Kurang spontan
Apatis (acuh terhadap lingkungan)
Ekspresi wahjah kurang berseri
Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan
Tidak ada atau kurang komunikasi verbal
Mengisolasi sosial
Tidak atau kurang sadar terhadap lingkungan sekitarnya
Asupan makanan dan minum terganggu
Retensi urine dan feses
Aktivitas menurunkurang berbagi atau bertanya
Rendah diri
Postur tubuh berubah, misalnya sikap fetus atau janin (khususnya pada
posisi tidur)

2.8 Diagnosis Keperawatan


Isolasi sosial : menarik diri
A. Rencana tindakan keperawatan
1. Tindakan keperawatan untuk klien
a. Membina hubungan saling percaya
b. Mengkaji penyebab isolasi sosial
c. Mendiskusikan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan
kerugian tidak berhubungan orang lain.
d. Membimbing melakukan hubungan sosial secara bertahap
e. Mengkaji perasaan setelah berhubungan dengan orang lain
f. Memberdayakan sistem pendukung
g. Menggunakan Obat dengan benar
2. Tindakan keperawatan untuk keluarga
8

a. Keluarga mengetahui masalah pentingnya peran serta keluarga


sebagai pendukung untuk mengatasi perilaku menarik diri
b. Keluarga mengetahui perilaku, penyebab, akibat dari menarik diri,
cara keluarga menghadapi klien yang sedang menarik diri.
c. Keluarga dengan potensi keluarga untuk membantu klien
mengatasi perilaku menarik diri.Keluarga mengetahui pengobatan
yang benar untuk klien
d. Melatih keluarga cara klien menarik diri.
e. Mengkaji perasaan keluarga setelah mencoba cara yang dilatihkan
f. Morong anggota keluarga utuk memberikan dukungan kepada
klien berkomunikasi dengan orang lain
g. Menganjurkan anggota keluarga untuk secara rutin dan bergantian
mengunjungi klien minimal 1x seminggu
h. Memberi reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai dan
krterlibatannya keluarga merawat klien di rumah sakit.