Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Nama

: Prathama Gilang Wagiono Putera

NIM

: 1506697441

TUGAS PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Nama : Prathama Gilang Wagiono Putera NIM : 1506697441 PROGRAM

PROGRAM MAGISTER HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

Perkembangan hokum di negara berkembang menarik perhatian banyak orang-orang intelek dan memiliki pernan politik yang penting. Hadirnya negara dunia ketiga dalam 20 tahun terakhir mendorok pemerintah untuk mekankan peranan hokum dalam pembangunan ekonomi negara berkembang. Investor luar negeri beserta penasehat hukumnya berpendapat bahwa terdapat korelasi antara kesempatan ekonomui, stabulitas poilitik dan insentif investasi. Penrkembangan ekonomi yang cepat di negara berkembang harus disertai dengan kerangka hokum yang efektif. Namum bagaimana kerangka hukum yang diciptakan dapat berubah dalam jangka waktu tertentu.

Hukum mempunyai fungsi di masyarakat : memperbaiki, mengikuti dan memimpin. Memperbaiki dan mengikuti adalah kerangka hukum yang dipegang oleh negara dunia ketiga. Sedangkan Negara-negara maju seperti eropa menerapkan 5 hal penting dalam hukum : stabilitas, prediktabilitas, keadilan,edukasi dan perkemabangan keampuan dari pengacara.

Agar dapat menjadi maju, negara berkembang dapat mengadopsi langsung system hukum dari negara maju, karena jika negara berkembang menunggu dan mengembangkan system hukumnya yang sudah turun temurun, lalu berharap untuk mengembangkan ekonomi secara cepat, hal ini tidak dapat terjadi.

Walaupun di satu sisi, adopsi system hukum negara maju ke negara berkembang dapat memajukan makro ekonomi suatu negara, adopsi system hukum dari negara maju akan menganggu keadaan sosial budaya dari negara yang

mengadopsi system hukum tersebut. Hal ini terjadi karena selain import system hukum, ada juga import budaya negara maju yang masuk ke negara berkembang yang mengadopsi system hukum negara maju, sehingga terjadi bentro budaya. Selain itu, mengadopsi suatu system hukum dari negara lain juga dapat menganggu makro ekonomi negara yang mengadopsinya, hal ini disebabkan adanya perbedaan struktur ekonomi antara negara maju dan berkembang,

Tetapi, ada juga negara-negara yang tidak merubah system hukumnya, namun mengalami perkembangan ekonomi yang cepat: Cina, Jepang dan Korea. Hal ini disebabkan karena kepatuhan atas peruintah dari raja, yang menyebabkan negara tersebut menjadi maju. Tidak hanya itu, Walaupun ada beberapa ahli yang pro terhadap adopsi system hukum suatu negara ke negara lain untuk memajukan ekonomi, beberapa literature berpandangan bahwa mengadopsi system hukum dari suatu negara akan mengakibatkan bentroknya dengan sosial budaya setempat. Hal yang dibutuhkan untuk ekonomi tumbuh adalah stabilitas dan keadilan