Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengantar
2. Pengertian zat aditif
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses
produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu, seperti
menjaga kestabilan makanan dan mempertahankan nilai gizi yang hilang
selama proses produksi.
3. Jenis2 zat aditif+contohnya
Dibikin bagan2

4. Efek zat aditik terlalu banyak


pewarna

Rhodamin B (pewarna tekstil) dapat menyebabkan kanker dan menimbulkan


keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus.
2. Penggunaan zat pewarna dengan dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan diare.
3. Pewarna sintetis makanan, dapat menyebabkan kanker hati dan menimbulkan
alergi.
Menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.
Pewarna Tartazine dapat menyebabkan kanker, meningkatkan kemungkinan
hyperaktif pada masa kanak-kanak.
Pewarna Sunset Yellow dapat menyebabkan kerusakan kromosom.
Pewarna Ponceau 4R dapat menyebabkan anemia dan menyebabkan kepekatan pada
hemoglobin.

Pemanis
Kanker, terutama pada siklamat yang ternyata ditemukan adanya bahan karsinogenik
(bahan yang dapat memicu timbulnya kanker).
2. Infeksi atau kanker kantung kemih (saccarin).
3. Gangguan saraf dan tumor otak (aspartan)
Mutagenik

Pengawet
Formalin, dapat menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan,
penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pengawet akan
mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.
Boraks, dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan
ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
Natamysin, bisa menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan
kulit.
Kalium Asetat dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal

5. Contoh makanan dengan zat aditif berbahaya


Ciri

Ciri makanan berformalin


- Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu
kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius).
- Tahu berformalin: Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat. Tidak rusak
sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.
- Ikan berformalin: Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar, dan warna
daging ikan putih bersih. Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar.
- Ikan asin berformalin: Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat
di area berlalat, tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius.
- Bakso berformalin: Teksturnya sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.
- Ayam berformalin: Teksturnya kencang, tidak disukai lalat, tidak rusak sampai 2 hari pada
suhu kamar.
Ciri makanan mengandung boraks:
- Mi basah: Teksturnya kental, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.
- Bakso: Teksturnya sangat kental, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi
lebih cenderung keputihan.
- Snack: Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan
memberikan rasa getir.
- Kerupuk: Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.
Ciri makanan menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow:
- Warnanya mencolok
- Cerah mengilap
- Warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal)
- Ada sedikit rasa pahit
- Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya

6. Tips
Berikut ini adalah 5 panduan memilih makanan atau jajanan yang sehat :
1. Hindarilah makanan yang berwarna mencolok atau jauh berbeda dari warna aslinya.
Menurut Ir Chandra Irawan dari Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor, jajanan ,seperti
kerupuk, mi, snack, atau es krim yang berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan sudah
ditambahi zat pewarna yang tidak aman.
2. Cicipi rasanya. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, misalnya sangat gurih
dan membuat lidah bergetar. Biasanya lidah kita cukup jeli membedakan mana makanan
yang aman dan yang tidak, katanya.
3. Baui aromanya. Bau apek atau tengik pertanda makanan itu sudah rusak atau
terkontaminasi mikroorganisme.
4. Amati komposisinya. Jadilah konsumen cerdas dengan membaca secara teliti kandungan
bahan makanan yang ada. Bila ingin membeli produk impor, pastikan produknya sudah
terdaftar dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bisa dicermati dari
label dalam kemasan.
5. Perhatikan teksturnya. Tekstur makanan bisa menandakan kesegaran makanan.
Makanan yang sudah berubah warna, apalagi berjamur, menandakan produk yang
sudah kedaluwarsa.
Pengantar

Monosodium glutamat (MSG) selama ini telah beredar dan dikonsumsi secara
luas dimana-mana, begitupun halnya di Indonesia. MSG digunakan pada hampir
semua jenis makanan, mulai dari sayuran, lauk-pauk, kaldu, maupun pada
produk olahan seperti snack ringan, bumbu mie instan, saos tomat, dll.

Berdasarkan survei yang dilakukan Persatuan Pabrik Monosodium Glutamat &


Asam Glutamat Indonesia (P2MI), konsumsi MSG di Indonesia meningkat dari
100.568 ton pada 1998 menjadi 122.966 ton pada 2004 (diperkirakan 1,53
gram/orang/hari). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2007, MSG
dikonsumsi oleh 77,8 persen populasi Indonesia.