Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM KI3261

METABOLISME DAN INFORMASI GENETIK

PERCOBAAN 02

PENGENALAN TEKNIK DASAR MIKROBIOLOGI

(METODE ASEPTIK)

Nama : Aviv Sigit Cahyono

NIM : 10513035

Kelompok : Kelompok I

Tanggal Percobaan : 01 Maret 2017

Tanggal Pengumpulan : 08 Maret 2017

Asisten : Nicodemus (10513016)

LABORATORIUM BIOKIMIA
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017
Pengenalan Teknik Dasar Mikrobiologi

(Metode Aseptik)

I.Tujuan
Menentukan dan mengamati jumlah koloni yang tumbuh dalam media padat pada
cawan petri menggunakan jarum ose dengan teknik streak dan air keran menggunakan
batang L dengan teknik spread secara aseptik

II. Teori Dasar


Suatu Mikroorganisme terdapat di mana-mana sehingga mikroorganisme luar yang
tidak dikehendaki dapat masuk ke dalam biakan murni melalui aliran udara, kontak
tangan yang tercemar, maupun melalui tersentuhnya media atau permukaan tabung
bagian dalam oleh benda yang belum disterilkan. Untuk mencegah mikroorganisme
luar yang tidak dikehendaki masuk ke dalam biakan murni, perlu digunakan teknik
aseptik.
Teknik aseptik adalah suatu metode atau teknik didalam memindahkan atau
menstranfer kultur bakteria dari satu tempat ke tempat lain secara aseptik agar tidak
terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur. Teknik transfer aseptik ini sangat
esensial dan kunci keberhasilan prosedur microbial yang harus diketahui oleh seorang
yang hendak melakukan analisis mikrobiologi. Teknik aseptik sangat diperlukan untuk
menghindarkan mikroorganisme dari kontaminan yang dapat menghambat
pertumbuhan mikroba.
Teknik aseptik digunakan sepanjang kegiatan berlangsung baik alat, bahan,
lingkungan sekitar maupun praktikannya, untuk alat dan bahan praktikum dapat
diterapkan metode sterilitas. Alat yang akan digunakan dalam suatu penelitian atau
praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan dan
peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. Beberapa metode untuk
mensucihamakan antara lain adalah sterilisasi atau pasteurisasi. Sterilisasi merupakan
suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu benda.
Metode mensucihamakan dengan pengukusan pada suhu 121C selama 15 menit
menggunakan autoclave. Sedangkan meja kerja, tangan, dan beberapa peralatan
tertentu mensucihamakan dengan alkohol 70%. Selama bekerja dengan aseptik,
peralatan selalu dilakukan di dekat api bunsn yang berwarna biru.
Inokulasi mikroba umumnya menggunakan alat yang disebut sebagai jarum ose
yang berfungsi menginokulasi kultur mikrobia serta memindahkan suatu kultur mikroba
(koloni) pada media satu ke media lainnya. Ada beberapa metode yang digunakan
untuk mengisolasi biakan murni ataupun inokulasi mikroba antara lain:
1. Metode tuang (pour plate) adalah metode yang dilakukan dengan menginokulasikan
suspensi bahan yang mengandung bakteri dengan bantuan mikropipet untuk
disemprotkan ke dalam medium agar yang sedang mencair dan menuangkannya
pada cawan petri.
2. Metode gores (streak plate) adalah suatu cara pengisolasian bakteri yang cara
inokulasinya dengan menggoreskan suspensi bahan yang mengandung bakteri pada
permukaan medium dengan kawat ose dan digoreskan sesuai dengan cawan petri.
3. Metode tebar (Spread plate) adalah metode isolasi bakteri dengan cara
menginokulasikan suspensi bahan yang mengandung bakteri ke atas medium agar
lalu diratakan dengan menggunakan trigalski. Setelah diinokulasikan akan terlihat
koloni-koloni bakteri yang tumbuh tersebar dipermukaan medium agar sehingga
dapat diisolasi lebih lanjut untuk mendapatkan biakan murni.

III. Data Pengamatan


IV. Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan pengenalan teknik dasar mikrobiologi atau teknik
aseptik, cara aman untuk dapat bekerja dengan mikroorganisme. Semua peralatan
praktikum dan tangan harus disterilisasi untuk membebaskan bahan-bahan dari mikroba
yang tidak diinginkan. Metode yang digunakan adalah metode streak plate
menggunakan jarum ose, metode spread plate menggunakan batang L dan dilakukan
inokulasi yang kemudian dilanjutkan dengan inkubasi. Pada metode streak plate
digunakan bakteri Escherichi coli, metode spread plate digunakan baktri dari air kran
dan inkubasi pada media padat nutrient broth (NB) agar. Metode streak plate adalah
metode isolasi kualitatif yang dilakukan dengan cepat dan dilakukan teknik
pengenceran dengan menggunakanujung jarum inokulasi bulat untuk membantu
mnyebarkan kultur pada permukaan medium. Metode aseptik cara kerja streak plate
yang dilakukan dalam percobaan adalah sebagai berikut:
1. Penyemperotan menggunakan alkohol 70% pada meja percobaan, tangan praktikan,
udara di sekitar meja, dan alat-alat yang digunakan selama percobaan
2. Sebelum membuka ruangan atau bagian sterilk di dalam cawan petri sebaiknya
bagian mulut dibakar/dilewatkan terlebih dahulu
3. Pembakaran ujung jarum ose yang berbentuk bulat hingga merah menyala dan
jarum os diletakkan di dekat api bunsen yang berwarna biru agar dapat tetap steril
4. Kemudian bakteri dari cawan petri dipindahkan dengan menggunakan ujung jarum
ose yang berbentuk bulat. Jangan sampai terkena bagian cawan petri. Hal ini
dilakukan agar jarum ose tetap steril
5. Jarum ose digoreskan dengan pola tertentu dalam percobaan ini dibagi dalam empat
kuadran pada setiap penggoresan
6. Jarum ose yang digunakan diletakkan kembali pada tabung reaksi yang berisi
alkohol 70%
7. Cawan petri pada bagian mulut dibakar/dilewatkan dengan api bunsen
8. Mengambil plastic wrap secukupnya dan menutupkan pada cawan petri yang berisi
media (bakteri) rekatkan sampai kencang
Untuk mendapatkan kultur murni dari suatu kultur campuran adalah dengan metode
sterak plate menggunakan jarum ose dan spread plate menggunakan batang L. Metode
streak plate akan dihasilkan suatu koloni tunggal yang berasal dari satu spesies saja.
Kontaminan akan mudah dibedakan karena metode ini menggunakan jarum ose yang
digoreskan dengan pola tertentu dimana di bagi menjadi empat kuadran sehingga koloni
yang tumbuh di luar pola tersebut dinyatakan kontaminan. Sedangkan untuk metode
spread plate, metode ini membutuhkan campuran mikroorganisme yang diencerkan
sebelumnya. Selama inokulasi sel-sel akan terpisahkan ke seluruh permukaan medium
padat dengan menggunakan batang kaca yang berujung L. Dengan metode spread plate
ini diharapkan bakteri terpisah secara individual dengan morfologi yang sama sehingga
dapat tumbuh menjadi koloni tunggal. Metode ini mudah untuk dilakukan dan dapat
digunakan untuk menentukan kerapatan mikroba mikroorganisme yang tumbuh dapat
tersebar merata pada bagian permukaan agar.

Pada metode aseptik digunakan alkohol 70% memiliki kandungan 70% alkohol dan
30% air. Kandungan air dalam alkohol dapat menyebabkan alkohol bekerja secara
optimal. Karena dapat menembus lebih dalam ke banyak reaksi untuk desinfektan jika
dibandingkan dengan alkohol murni. Alkohol yang memiliki konsentrasi lebih tinggi
dari 70% pada umumnya hanya dapat digunakan untuk denaturasi protein di luar
bakteri. Oleh karena itu, dengan menggunakan alkohol 70% bakteri yang diinginkan
dapat tumbuh, yakni: bakteri Escherichia coli, apabila kurang dari 70% maka bakteri
yang tidak diinginkan akan tumbuh dan jika alkohol yang digunakan lebih besar dari
70%, yakni: alkohol 100% maka bakteri yang diinginkan akan mati bersama dengan
baktri lain karena akan mengalami denaturasi protein.

Pada percobaan ini dilakukan metode streak plate dan metode spread plate. Untuk
bakteri sampel yang digunakan berada pada media padat dan pertumbuhan bakteri
padat menggunakan metode streak plate. Sedangkan untuk bakteri sampel yang
digunakan berada pada media cair dan pertumbuhan bakteri padat menggunakan
metode spread plate. Kemudian dilakukan inokulasi pada media, langkah selanjutnya
adalah inkubasi pada suhu 37C untuk dapat melihat pertumbuhan dan perkembangan
mikroorganisme. Inkubasi dilakukan pada inkubator yang suhunya sudah ditntukan,
inkubasi dilakukan semalaman dimana pada teknik penyiapan medium padat terlihat
pada gambar data pengamatan metode streak plate yang dilakukan diperoleh bakteri
Escherichia coli yang tidak terkontaminasi pada cawan petri dan menunjukkan adanya
pertumbuhan bakteri sesuai dengan pola goresan tertentu yang dilakukan sehingga tidak
adanya bakteri yang tumbuh selain bakteri yang diinginkan dan metode aseptik berhasil
dilakukan. Metode streak plate berhasil dilakukan karena peralatan yang digunakan
steril, lingkungan tempat untuk menumbuhkan/mengembangbiakan bakteri Escherichia
coli yang steril, memanfaatkan permukaan medium untuk digores sehingga
pengenceran optimal, penggunaan inokulum yang efektif dan ketelitian yang tinggi
dalam mengerjakan praktikum.

Pada media cair diperoleh hasil larutan yang sedikit keruh dimana terdapat
mikroorganisme yang ada di dalam larutan dan tidak terjadi kontaminasi sedangkan
pada praktikan lain ada satu larutan yang hasil inokulasinya sangat keruh yang
menunjukkan adanya kontaminasi dari mikroorganisme karena kurang sterilnya
lingkungan pada saat melakukan percobaan. Sedangkan satu larutan pada tabung reaksi
dari hasil data yang diperoleh setelah di inokulasi adalah larutan menjadi bening dan
tidak terdapat larutan keruh sehingga tidak terdapat bakteri di dalam tabung raksi. Hal
ini terjadi karena pada saat pengambilan bakteri dengan menggunakan jarum ose masih
panas sehingga dapat saja membunuh bakteri yang akan dibiakkan. Untuk media pada
Nutient Broth (NB) agar diperoleh satu media padat yang terbentuk sedangkan untuk
media padat yang lain tidak terbentuk karena masih basah dan terjadi kesalahan pada
saat percobaan 1, yakni: pembuatan NB agar dimana komposisi agar yang dimasukkan
telat sehingga diperoleh hasil yang kurang maksimal dimana media yang terbentuk
kurang merata dan masih basah.

V. Kesimpulan
Pada percobaan metode aseptik ini, diperoleh satu media padat NB agar dalam cawan petri
yang terbentuk sempurna sedangkan untuk lima media padat dalam cawan petri yang lain tidak
terbentuk sempurna. Untuk metode streak plate menggunakan jarum ose diperoleh bakteri
E. Coli yang tidak mengalami kontaminasi dan untuk media cair diperoleh satu tabung
reaksi yang mengalami kontaminasi sehingga larutan sangat keruh dan satu tabung
reaksi diperoleh larutan bening dimana tidak ada bakteri yang diinginkan sedangkan
untuk tabung reaksi lainnya tidak mengalami kontaminasi dari mikroorgabisme lain.
Sedangkan metode spread plate menggunakan batang L diperoleh dua media
pertumbuhan yang tidak mengalami kontaminasi dari mikroorganisme lain.

VI. Daftar Pustaka


Lehninger. 2005. Lehninger Principles of Biochemistry. New York City: Mac Millian
Pelczar, Chan. 2007. Elements of Microbiology. Mc Graw Hill Book Company, New
York.