Anda di halaman 1dari 4

Kertas dan plastic termasuk dua komponen yang jumlahnya berlimpah dalam segi

sampah rumah tangga yang mempunyai nilai ekonomi lebih seimbang. Saat ini, biaya untuk
medaur ulang bahan-bahan tersebut lebih tinggi daripada membuat dari bahan mentah. Hal itu,
menyebabkan banyaknya sampah dari kedua komponen tersebut yang dibuang dengan begitu
saja.
Banyak ahli lingkungan atau environmentalis percaya bahwa cara daur ulang adalah cara
penting untuk menekan dampak global kita saat ini dan digalakkannya kebiasaan daur ulang, dan
tidak peduli seringnya harga bahan daur ulang akan naik turun. Menurut suatu argumen tentang
penggalakan daur ulang, jika terdapat banyak orang ikut serta dalam daur ulang, akan
terciptanya sebuah momentum.
Plastik merupakan komponen yang termasuk sulit untuk dilakukan daur ulang, sebab
setiap jenis plastic harus dilakukan secara terpisah sebelum digunakan kembali.

Burnie, David. 1999. Bengkel Ilmu: Ekologi. Diterjemahkan oleh : Damaring


Tyas Wulandari. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Plastik atau Polimer adalah produk samping dari suatu proses


cracking minyak bumi yang setelah melalui suatu proses polimerisasi,
bentuknya berupa bubuk berwarna putih. Sifat plastic dibagi menjadi dua,
yaitu : Termoplastik dan Termoset Termoset jika dipanaskan dengan suhu 200
, plastic dalam kategori ini akan mencair. Dan jika temperature
diturunkan plastic dapat dibentuk kembali. Termoplastik , diumpamakan
sebagai suatu makanan, yaitu coklat, jika cokelat meleleh dan menjadi keras
secara berulang-ulang , dan hal tersebut tetap saja , dan hal itu tetap saja
kita akan mendapatkan coklat.

Adapaun jenis olastik dan penggunaannya :

1. PET atau PETE bertuliskan kode 1

PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate), biasanya


digunakan sebagai kemasan minuma, minyak goreng, sambal,
obat, kecap, dan makeup. Plastik berjenis PET atau PETE ini
penggunaannya tidak boleh dilakukan berulang-ulang bisa
dikatakan hanya sekali pemakaian saja.
2. HDPE bertuliskan kode 2

HDPE atau High Density Polyehylene umumnya ditemukan


sebagai kemasan obat dan makanan yang tidak tembus
pandang. Plastik jenis ini digunakan sebagai kemasan obat,
minuman, kosmetik, tutup plastic, jeriken pelumas,
maupun cairan kimia.

3. PVC bertuliskan kode 3

PVC atau biasa disebut Polyvinyl Chlorine sering digunakan


sebagai mainan anak , bahan-bahan bangunan, dan
kemasan untuk non makanan. Jenis plastic ini dianggap
paling berbahaya. Bahkan, telah dilarang penggunaan
plastic jenis ini untuk mainan anak dibawah tiga tahun di
beberapa negara bagian di Eropa.

4. LDPE bertuliskan kode 4

LDPE atau biasa disebut Low Density Polyethylene, plastic


jenis ini sering digunakan sebagai pembungkus sayur, daging
beku, dan kantung/tas kresek.

5. PP bertuliskan kode 5

PP atau sering disebut Polypropylene sering digunakan


sebagai botol susu bayi, kemasan makanan dan minuma.

6. PS bertuliskan kode 6

PS atau sering disebut Polystyrene termasuk jenis plastic yang


pemakaiannya hanya sekali pakai, seperti gelas dan
pembungkus makanan Styrofoam, sendok, garpu plastil, dan
kotak CD. Jenis plastic ini mempunyai kandungan kimia yang
berbahaya bagi kesehatan. Jika memanaskan makanan
berminyak di jenis plastic ini, styrene yang ada di Polystyrene
akan berpindah ke makanan yang dipanaskan.
7. Kode 7 yang bertuliska other (yang lainnya)

Dalam kategori ini, mencakup semua jenis plastic selain


yang disebutkan diatas. Tetapi, bukan berarti plastic jenis ini
aman dijadikan wadah makanan, karena dalam kategori ini
termasuk polycarbonate, yang mana dapat melepaskan BPA.
Polycarbonate digunakan sebagai botol gallon air minum,
botol susu bayi, melamin untuk piring, gelas, mangkuk alat
makan. Bahan perlengkapan makanan dam minuman yang
sering digunakan adalah melamin, jenis plasti ini termasuk
golongan thermoset. Plastik ini termasuk golongan food
grade yang dapat digunakan hingga suhu 140 .

Dalam kategori ini, juga terdapat bioplastic yang bahan


bakunya terbuat dari jagung, kentang, atau tebu. Bioplastik
merupakan plastic yang aman digunakan dan dapat terurai
secara biologis. Plastik jenis ini tidak mengandung
polycarbonate.

Amina, Siti Mia dan Septi Rinasusanti. 2009. Meraup Duit dari
Barang Seken. Jakarta : MeBook.

Jenis plastic :
1. Plastik PE (Polyethilene)
Plastik PE (polyrthilene), baik jenis HDPE (High Density Polyrthilene) atau LDPE (Low
Density Polyethylene) umumnya digunakan sebagai wadah atau kemasan primer.
Mempunyai sifat yaitu permeabilitas terhadap uap air dan air rendah, stabil terhadap
panas, sebagai pelindung terhadap tekanan luar karena memiliki kerapatan yang tinggi.
Plastik ini tidak bereaksi dengan makanan dan tidak beracun.

2. Plastik PP (Propylene)
Plastik PP (propylene), hamper sama dengan plasti jenis PE, hnaya saja lebih transparan
dan bening dibandingkan dengan PE.Mempunyai sifat yaitu permeabilitas terhadap air
sama dengan plastic jenis PE, tetapi permeabilitas dengan oksigen lebih baik. Plastik ini
aman jika terkontak langsung dengan makanan,

3. Plastik polyesther atau PET ((Polyethylene Terephthalate)


Jenis plastic ini sebagai bahan baku untuk membuat plasti yang
semi kaku atau kakku. Mempunyai sifat yaitu permeabilitas
terhadap air dan oksigen lebih baik dari PE dan PP serta lebih
kuat dan tahan terhadap gangguan maupu kerusakan dari luar.

4. Plastik PVDC (polyvinylidine chloride)


Di pasaran, jenis plastic ini dikenal dalam nama dagang yaitu
jenis saran dan jenis cryosan. Mempunyai sifat yaitu
permeabilitas uap air dan gas rendah , mudah direkat dengan
pemanasan, tahan terhadap suhu rendah sekitar 40 . , dan
tahan terhadap tekanan yang tinggi.

Sarwono, B dan Yan Pieter Saragih. 2001. Membuat Aneka Tahu. Jakarta :
Niaga Swadaya