Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No. Dokumen :
No. Revisi : ..
Tgl. Terbit : .
SOP

Halaman : 1/1
Kepala
Puskesmas
Terara
PUSKESMAS
TERARA
Dr. H. Anjasmoro
NIP:
198102182010011
007

1. 1. Pengertian : Pemeriksaan Laboratorium adalah salah satu sarana


kesehatan yang melakukan kegiatan pemeriksaan guna
menunjang diagnose suatu penyakit

Ruang lingkup dibatasi pada jenis pemeriksaan


laboratorium yang dapat dilakukan di puskesmas dan
tenaga yang melakukan pemeriksaan tersedia dan
berkompeten sesuai dengan pendidikan dan
keterampilan guna membantu dokter/perawat/bidan
dalam menegakkan diagnosis penyakit.

Rangkaian kegiatan pelayanan ini meliputi :


1. Hematologi klinik adalah : Pemeriksaan
Laboratorium terhadap spesimen darah Tujuannya
untuk mengetahui kelainan pada komponen2 darah,
meliputi pemeriksaan Haemoglobin, Hitung leukosit,
trombosit, diff count, hitung erytrosit,PCV, bleeding
time dan clooting time
2. Kimia klinik adalah : pemeriksaan Laboratorium
terhadap spesimen berupa serum/plasma meliputi
pemeriksaan fungsi hati : SGOT,SGPT, fungsi Ginjal
: Asam Urat, ureum, kreatinin. Analisa lemak meliputi
pemeriksaan cholesterol total, Diabetes melitus
meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu, gula
darah puasa, gula darah 2 jam PP.

3. Mikrobiologi adalah pemeriksaan laboratorium


terhadap spesimen terindikasi infeksi karena
2.

3. mikroorganisme, terutama bakteri pathogen.


Spesimen yang diperiksa dapat berupa urine,darah,
faeces, Duh tubuh uretra, servic, vagina, pus,
sputum dll. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu
pemeriksaan mikroskopis BTA,malaria, BV,Clue sell,
telur cacing, jamur candida, jamur supervisial.
4. Urinalisa adalah lab yang melakukan pemeriksaan
spesimen berupa urine. Pemeriksaan yang dilakukan
berupa pemeriksaan kandungan urine secara
enzimatis (protein,glukosa, bilirubin, urobilinogen,
dll), sedimen urine secara mikroskopis.
Pemeriksaan Imuno-Serologi adalah pemeriksaan pada
spesimen terindikasi penyakit tertentu. Dimana dalam
spesimen akan terdapat antigen (karena infeksi) atau zat
tertentu yang khas. Adanya reaksi antigen dan anti body.
Contoh pemeriksannya pemeriksan HIV, VDRL,
Golongan darah,widal slide, PPtes, TPHA, dll.

4. 2. Tujuan : Prosedur tetap ini ditujukan untuk menjadi pedoman


baku analis atau petugas laboratorium dalam
pelaksanaan pemeriksaan laboratorium Untuk
menegakkan diagnosa suatu penyakit, Monitoring terapi
suatu penyakit
5. 3. Kebijakan : SK Kebijakan kepala puskesmas No :

Prosedur ini berada di bawah tanggung jawab


koordinator laboratorium dan Kepala Puskesmas.

6. 4. Referensi : 1. PerMenKes no 15 tahun 2015 tentang Pelayanan


Laboratorium Pemeriksaan HIV dan penyakit
oportunisnya.
2. PerMenKes RI no 441/MenKes/RI/III/2010 tentang
laboratorium Klinik
3. Kemenkes no 835/Menkes/SK/IX/2009 tentang
pedoman keselamatan dan keamanan laboratorium
mikrobiologi dan biomedik
4. PerMenKes no 43 tahun 2013 tentang cara
penyelenggaraan laboratorium klinik yang benar.
7. 5. Prosedur : 1. Periksa spesimen yang akan dianalisa dengan
formulir permintaan pemeriksaan laboratorium
meliputi : Jenis, jumlah, volume dan keadaan
makroskopis spesimen dengan parameter
pemeriksaan laboratorium yang diminta.
2. Setelah cocok persiapkan alat, reagent dan bahan
pendukung pemeriksaan lainnya.
3. Analisa spesimen sesuai dengan parameter
pemeriksaan berdasarkan instruksi kerja pemeriksaan
yang ada.
4. Tulis hasil pemeriksaan pada formulir hasil
pemeriksaan laboratorium.
5. Cek kembali formulir hasil pemeriksaan.
6. Serahkan hasil pemeriksaan ke unit yang meminta
8. 5. Referensi : 1. Instruksi Kerja Pemeriksaan Hematologi klinik
2. Instruksi Kerja Pemeriksaan Mikrobiologi/Parasitologi
3. Instruksi Kerja Pemeriksaan Urinalisa
4. Instruksi kerja Pemeriksaan Faeces Rutin
5. Instruksi Kerja Pemeriksaan Imuno-Serologi
6. Instruksi Kerja Pemeriksaan Kimia Klinik

9. 6. Unit Terkait : 1. Poli umum


2. Poli gigi
3. KIA/ KB/ Bersalin
4. Rawat Inap
5. IGD