Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA

NERACA PEMBAYARAN

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 6:
BAIQ OKTAVIANA VINA WARDANI (A1C015015)
BASTOMI (A1C015019)
ELSI TANTRI (A1C015029)
EVITA SAPTIYANI RAHMAWATI (A1C015032)
HABIBULLAH (A1C015037)
I GEDE PASEK SURYADNYANA PUTRA (A1C015046)

PRODI S1 AKUNTANSI REG PAGI/A


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
JL.MAJAPAHIT NO.26 MATARAM

KAT A PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmatNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami
membahas Neraca Pembayaran. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman
tentang neraca pembayaran secara keseluruhan. Makalah ini disusun dengan pengumpulan
sumber buku pelajaran, referensi dari internet serta diskusi. Tujuan utama dari penulisan makalah
ini adalah untuk menyelesaikan tugas yang termasuk ke dalam materi perkuliahan.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada teman-teman semua.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.

Mataram, 19 November 2016

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................. 1

KATA PENGANTAR................................................................................................. 2

DAFTAR ISI.............................................................................................................. 3

BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................... 4

A. Latar Belakang.................................................................................................. 4

B. Perumusan Masalah.......................................................................................... 5

C. Tujuan............................................................................................................... 5

D. Manfaat............................................................................................................. 5

BAB II. PEMBAHASAN.......................................................................................... 6

A. Pengertian Neraca Pembayaran........................................................................ 6

B. Komponen Neraca Pembayaran........................................................................ 6

C. Transaksi Neraca Pembayaran.......................................................................... 10

D. Keseimbangan Neraca Pembayaran................................................................. 12

E. Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, dan Seimbang........................................ 13

F. Dampak Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, dan Seimbang.......................... 14

G. Mekanisme Neraca Pembayaran...................................................................... 14

H. Tujuan dan Fungsi Neraca Pembayaran........................................................... 16

BAB III. PENUTUP................................................................................................... 17

A. Kesimpulan....................................................................................................... 17

B. Saran................................................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 18

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini, setiap negara pasti ingin menjadi suatu negara yang
memiliki tingkat keuangan yang tinggi. Untuk memajukan tingkat keuangan suatu negara,
pemerintahannya pasti membutuhkan informasi-informasi yang dapat menunjang hal itu.
Informasi-informasi tersebut seperti tentang posisi keuangan Negara tersebut sampai
kegiatan-kegiatan ekonomi yang menghubungkan antar Negara. Oleh karena itu sangat
diperlukannya informasi-informasi tersebut, maka setiap pemerintahan di suatu Negara
membuat suatu iktisar yang memuat banyak informasi keuangan yang disebut Neraca
Pembayaran.
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi
antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu
(biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan
jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca
pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial,
dan item-item finansial.
Tujuan utama neraca pembayaran yaitu untuk memberikan informasi kepada
pemerintah tentang posisi keuangannya, khususnya yang terkait dengan hasil praktek
hubungan ekonomi dengan negara lain. Neraca pembayaran juga dapat membantu dalam
pengambilan keputusan bidang moneter, fiskal, perdagangan dan pembayaran internasional.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan neraca pembayaran perlu
dipegang dengan teguh seluruh asas nasional, terutama asas kemandirian, yaitu bahwa
pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan
sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa. Untuk itu, seluruh sumber kekuatan
nasional, baik yang efektif maupun potensial, didayagunakan dan dilaksanakan dengan
memperhatikan seluruh faktor dominan yang dapat mempengaruhi lancarnya pencapaian
sasaran pembangunan.

B. Rumusan Masalah
1. Neraca pembayaran di Indonesia

4
2. Apa saja komponen neraca pembayaran?
3. Bagaimana transaksi neraca pembayaran dilakukan?
4. Keseimbangan neraca pembayaran
5. Neraca pembayaran defisit, surplus, dan seimbang
6. Apa dampak dari neraca pembayaran defisit, surplus, dan seimbang?
7. Mekanisme neraca pembayaran
8. Apa tujuan dan fungsi neraca pembayaran?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana neraca pembayaran di Indonesia
2. Untuk mengetahui apa saja komponen neraca pembayaran
3. Untuk mengetahui bagaimana transaksi neraca pembayaran dilakukan
4. Untuk mengetahui keseimbangan neraca pembayaran
5. Untuk mengetahui tentang neraca pembayaran defisit, surplus, dan seimbang
6. Untuk mengetahui dampak dari neraca pembayaran defisit, surplus, dan seimbang
7. Untuk mengetahui mekanisme dari neraca pembayaran
8. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi neraca pembayaran

D. Manfaat
Selain untuk memperoleh nilai, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi
teman-teman khususnya dijadikan sebagai media pembelajaran serta semoga dapat dijadikan
refrensi mengajar.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Neraca Pembayaran


Neraca pembayaran merupakan catatan statistik yang secara sistematis merangkum
transkasi-transaksi ekonomi suatu negara dengan negara negara lain, dimana transaksi-
transaksi antar penduduk satu negara dengan penduduk negara lain tersebut terdiri dari
transaksi berbagai jenis barang dan jasa serta pendapatan, klaim keuangan, kewajiban-
kewajiban (liabilities) dan hibah (transfer) untuk periode waktu tertentu (biasanya 1 tahun).
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu:
1. Transaksi Debit, adalah transaksi yang menimbulkan atau menambah kewajiban
penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain,
dimana transaksi tersebut menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam
negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-) karena transaksi yang
menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi Kredit, adalah transaksi yang menimbulkan atau menambah hak bagi
penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain, dimana
transaksi tersebut menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke
dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+) karena transaksi yang
menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

B. Komponen Neraca Pembayaran


Neraca pembayaran digolongkan menjadi beberapa komponen, yaitu sebagai berikut:
1. Neraca Transaksi Berjalan (Current Account)
Neraca transaksi berjalan mencatat semua transaksi ekspor dan impor barang,
perbandingan nilai ekspor dan impor barang, pendapatan investasi, pembayaran cicilan
pokok utang luar negeri, serta saldo kiriman dan transfer uang dari Bank ke luar negeri baik
yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Pada neraca transaksi berjalan, ekspor
dicatat sebagai kredit karena menghasilkan devisa bagi negara, sedangkan impor dicatat
sebagai debit karena mengeluarkan devisa dari negara.
Rekening transaksi berjalan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
a. Perdagangan Barang
Transaksi ini meliputi hasil-hasil sector pertanian, barang-barang produksi industri,
dan sebagainya. neraca dalam transaksi ini dinamakan neraca perdagangan. Apabila nilai

6
neraca itu positif berarti ekspor barang melebihi impornya, sebaliknya apabila negatif maka
impor barang melebihi ekspornya.
b. Perdagangan Jasa
Yang termasuk dalam golongan ini adalah transaksi-transaksi dalam kegiatan
pengangkutan, kegiatan perjanalan luar negeri, pendapatan dari investasi modal, dan
beberapa kegiatan jasa lainnya. Nilai neraca suatu negara positif bila neraca tersebut lebih
banyak menjual jasa-jasanya ke luar negeri dan membelinya dari negara-negara lain.
Nilanya negatif bila negara itu lebih banyak membeli jasa pihak-pihak luar dan menjual
jasanya ke luar negeri.
c. Transaksi Pindahan (transfer unilateral)
Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu membayar dalam
bentuk uang atau jasa atau disebut pembayaran tak berbalas dimana meliputi bantuan luar
negeri, reparasi, hibah resmi dan swasta, dan hadiah.
Contoh: Bantuan bahan makanan ke penderita kelaparan di negara-negara miskin Afrika.
2. Neraca Transaksi Modal (Capital Account)
Transaksi modal merupakan aliran modal masuk maupun keluar yang terjadi antara
satu negara dengan negara yang lain, dimana transaksi modal ada ada yang berjangka
pendek dan ada juga yang berjangka panjang. Transaksi modal ini menimbulkan adanya
neraca transaksi modal. Yang termasuk transaksi jangka pendek (waktunya kurang 1 tahun)
yang meliputi sebagai berikut:
Kredit untuk negara lain atau kredit yang diterima dari negara lain.
Deposito di luar negeri atau deposito di dalam negeri milik negara lain.
Penjualan surat berharga dalam negeri jangka pendek kepada negara lain atau pembelian
surat berharga luar negeri jangka pendek.
Transaksi modal jangka panjang (lebih dari 1 tahun) adalah sebagai berikut:
Investasi di luar negeri atau investasi asing di dalam negeri.
Pinjaman jangka panjang yang diberikan negara lain atau pinjaman jangka panjag yang
diterima dari negara lain.
Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik negara lain atau pembelian surat-
surat berharga jangka panjang dalam negeri oleh negara lain.

Neraca transaksi modal (capital account) mencatat dua golongan transaksi, yaitu:
a. Aliran modal pemerintah. Biasanya berupa pinjaman dan bantuan dari negara-negara
asing yang diberikan kepada pemerintah atau badan-badan pemerintah.
b. Aliran modal swasta. Dibedakan dalam tiga jenis, yaitu investasi langsung, investasi
portfolio dan amortasi, dimana:
Investasi langsung adalah investasi untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan.

7
Investasi portfolio adalah investasi dalam bentuk membeli saham-saham di negara lain.
Amortisasi adalah pembelian kembali saham-saham atau kekayaan lain yang pada masa
lalu telah dijual kepada penduduk negara-negara lain.

3. Cadangan Devisa
Posisi cadangan devisa suatu negara biasanya dinyatakan aman apabila mencukupi
kebutuhan impor untuk jangka waktu setidak-tidaknya 3 bulan. Jika cadangan devisa yang
dimiliki tidak mencukupi kebutuhan untuk 3 bulan impor, maka hal itu dianggap rawan.
Tipisnya persediaan valuta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan ekonomi bagi
negara yang bersangkutan. Bukan saja negara tersebut akan mengalami kesulitan
mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya dari luar negeri, tetapi juga bisa menurunkan
kredibilitas mata uangnya. Kurs mata uang di pasar valuta asing mengalami depresiasi.
Apabila posisi cadangan devisa itu terus menipis dan semakin tipis, maka dapat terjadi
serbuan (rush) terhadap valuta asing di dalam negeri. Menghadapi keadaan demikian, sering
terjadi pemerintah negara yang bersangkutan akhirnya terpaksa melakukan devaluasi.
Devaluasi memiliki pengaruh jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek
mekanisme harga dan mekanisme moneter penting. Dari segi mekanisme harga, posisi
neraca pembayaran membaik (ekpor naik dan impor turun) apabila penawaran ekspor dan
permintaan impor cukup elastis. Dari segi mekanisme moneter, devaluasi menaikkan harga-
harga di dalam negeri sehinga menurunkan real balance masyarakat dan selanjutnya
menurunkan impor. Dari segi ini pun neraca pembayaran cenderung mambaik. Tetapi
penurunan real balance selalu di ikuti oleh kelesuan usaha dan keluhan likuiditas di sektor
perusahaan. Dalam jangka panjang sebagian atau seluruh perbaikan neraca pembayaran
tersebut bisa hilang. Bila cost inflation terjadi dan stok uang di naikkan, maka impor
cenderung meningkat kembali dan ekspor menurun. Devaluasi adalah salah satu cara untuk
mengoreksi overvalued exchange rate, tetap tidak mengobati penyebab keadaan tersebut,
yang sering kali adalah ketidakmampuan mengendalikan inflasi dalam negeri.

4. Financial Account
Mencatat transaksi aset finansial, transfer pembayaran, piutang maupun utang
internasional. Ini mencakup pencatatan akan penanaman modal asing/FDI (foreign direct
investment), pembayaran dividen, cicilan hutang, bunga atau utang, pembelian surat
berharga, saham, dan lain sebagainya. Financial account mengukur devisa masuk dan keluar

8
seperti pada current account, dimana transaksi yang menghasilkan devisa dicatat sebagai
kredit (capital inflow). Sebaliknya, transaksi yang mengakibatkan devisa keluar dari suatu
negara dicatat sebagai debit (capital outflow). Capital inflow merupakan dana/modal yang
masuk ke dalam suatu negara (dicatat sebagai kredit), misalnya melalui investasi asing
(FDI), pembelian saham, obligasi, atau surat berharga lainnya. Capital inflow yang
berkontribusi baik bagi perekonomian adalah yang dalam jangka panjang, misalnya melalui
investasi modal riil (FDI) berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin baru, dan
sebagainya. Sedangkan capital inflow jangka pendek sering juga disebut hot money,
merupakan dana yang hanya singgah sebentar di suatu negara dan tidak berkontribusi
langsung ke peningkatan output (GDP). Hot money biasanya hanya mencari keuntungan
jangka pendek, misalnya dari pembelian saham. Capital outflow, Ini merupakan dana/modal
yang keluar dari suatu negara (dicatat sebagai debit), misalnya ada swasta/masyarakat yang
melakukan investasi (baik FDI maupun pembelian saham dan surat berharga lainnya) di luar
negeri, pembayaran cicilan hutang luar negeri, pembayaran bunga atas hutang luar negeri,
dan sebagainya. Contoh transaksi yang menghasilkan devisa (kredit) pada financial account
adalah : hutang luar negeri, FDI, pembelian saham maupun obligasi dalam negeri oleh
investor asing, dan sebagainya. Semua transaksi ini mendatangkan devisa bagi negara.
Misalnya transaksi berlangsung antara Indonesia-Amerika, maka cadangan dollar (devisa)
Indonesia akan bertambah akibatnya adanya transaksi-transaksi diatas. Contoh transaksi
yang mengurangi devisa (debit) pada financial account adalah pembayaran cicilan hutang
luar negeri, pembayaran bunga dari hutang luar negeri, pembayaran dividen atas saham
dalam negeri yang dimiliki investor asing, pembayaran bunga dan hutang obligasi yang
jatuh tempo, pengiriman laba dari FDI atau investasi asing yang ditanamkan di dalam
negeri, dll. Semua transaksi ini mengurangi devisa suatu negara.

C. Transaksi Neraca Pembayaran


Dalam neraca pembayaran terdapat beberapa transaksi yang akan berpengaruh
terhadap neraca pembayaran itu sendiri, dimana transaksi-transaksi tersebut yaitu:
1. Transaksi Dagang (Trade Account)
Transaksi dagang adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang dan jasa-
jasa. Transaksi dagang dibedakan menjadi transaksi barang (visible trade) yang merupakan
transaksi ekspor dan impor barang dagangan, dan transaksi jasa (invisible trade) yang

9
merupakan transaksi eskpor dan impor jasa. Untuk transaksi ekspor dicatat di sisi kredit,
sedangkan transaksi impor dicatat di sisi debit.
2. Transaksi Pendapatan Modal (Income on Investment)
Transaksi pendapatan modal adalah semua transaksi penerimaan atau pendapatan
yang berasal dari penanaman modal di luar negeri serta penerimaan pendapatan modal asing
di negeri kita. Pendapatan tersebut dapat berupa bunga, dividen, dan keuntungan lain.
Penerimaan bunga dan dividen merupakan transaksi kredit, sedangkan pembayaran bunga
dan dividen kepada penduduk negara asing merupakan transaksi debit.
3. Transaksi Unilateral (Unilateral Transaction)
Transaksi unilateral adalah transaksi sepihak atau transaksi satu arah, artinya
transaksi tersebut tidak menimbulkan kewajiban untuk membayar atas barang atau bantuan
yang diberikan. Berikut ini yang tergolong dalam transaksi unilateral adalah hadiah,
bantuan, dan transfer unilateral. Apabila suatu negara memberi hadiah atau bantuan ke
negara lain, maka transaksi ini termasuk transaksi debit. Sebaliknya, jika suatu negara
menerima hadiah atau bantuan dari negara lain, termasuk dalam transaksi kredit.
4. Transaksi Penanaman Modal Langsung (Direct Investment)
Transaksi penanaman modal langsung adalah semua transaksi yang berhubungan
dengan jual beli saham dan jual beli perusahaan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain. Apabila terjadi pembelian saham atau perusahaan dari tangan
penduduk negara lain, maka pos direct investment didebit, dan bila terjadi penjualan saham
atau penduduk asing yang mendirikan perusahaan di wilayah kekuasaannya, maka pos ini
dikredit.
5. Transaksi Utang Piutang Jangka Panjang (Long Term Loan)
Transaksi utang piutang jangka panjang adalah semua transaksi kredit jangka
panjang yang pembayarannya lebih dari satu tahun. Sebagai contoh transaksi penjualan
obligasi kepada penduduk negara lain, menerima pembayaran kembali pinjaman-pinjaman
jangka panjang yang dipinjamkan kepada penduduk negara lain, atau mendapatkan pinjaman
jangka panjang dari negara lain, maka pos ini dicatat di sebelah kredit, dan bila terjadi
transaksi pembelian obligasi atau lainnya yang berkaitan dengan utang piutang jangka
panjang, maka pos ini dicatat di sebelah debit.
6. Transaksi Utang Piutang Jangka Pendek (Short Term Capital)
Transaksi utang piutang jangka pendek adalah semua transaksi utang piutang yang
jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun. Transaksi ini umumnya terdiri atas transaksi
penarikan dan pembayaran surat-surat wesel.
7. Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary Acomodating)

10
Transaksi lalu lintas moneter adalah pembayaran terhadap transaksi-transaksi pada
current account (transaksi perdagangan, pendapatan modal, dan transaksi unilateral) dan
investment account (transaksi penanaman modal langsung, utang piutang jangka pendek, dan
utang piutang jangka panjang). Apabila jumlah pengeluaran current account dan investment
account lebih besar daripada penerimaannya, maka perbedaan tersebut merupakan defisit
yang harus ditutup dengan saldo kredit monetary acomodating.
8. Transaksi Pemindahan Emas (Gold Movement)
Transaksi pemindahan emas adalah transaksi pemindahan hak pemilikan emas yang
dilakukan penduduk suatu Negara dengan penduduk Negara lain.
9. Transaksi Pengangkutan Mata Uang (Currency Shipment)
Transaksi ini terjadi apabila seorang penduduk menabungkan uangnya di bank luar
negeri.

D. Keseimbangan Neraca Pembayaran


Keseimbangan dari masing-masing komponen neraca pembayaran :
a. Keseimbangan Transaksi Berjalan
Keseimbangan transaksi berjalan adalah keseimbangan yang dihitung dari transaksi
barang dan jasa, hasil modal, dan transaksi unilateral. Taransaksi berjalan dinyatakan
seimbang bila arus uang yang masuk sama besarnya dengan arus uang yang keluar akibat
transaksi barang, jasa, hasil modal dan transaksi unilateral yang terjadi antar negara. Namun
demikian, transaksi berjalan dapat defisit atau surplus.
b. Keseimbangan Transaksi Modal
Keseimbangan transaksi modal adalah keseimbangan yang dihitung dari transaksi
investasi jangka panjang, investasi jangka pendek, pemindahan emas, dan transaksi
pengangkutan mata uang. Neraca transaksi modal dinyatakan seimbang bila arus uang keluar
untuk investasi jangka panjang, investasi jangka pendek, serta pemindahan aset dan
tabungan sama besarnya dengan arus masuk dari transaksi-transaksi tersebut yang terjadi
antar Negara.
c. Keseimbangan Neraca Pembayaran
Keseimbangan neraca pembayaran adalah keseimbangan yang terjadi akibat
transaksi berjalan dan transaksi modal. Keseimbangan neraca pembayaran akan terjadi
apabila arus uang masuk yang terjadi akibat transaksi berjalan dan transaksi modal sama
besarnya dengan arus uang keluar dari transaksi tersebut yang terjadi antar negara.

11
Keseimbangan neraca pembayaran sebenarnya dapat terlihat dari perubahan cadangan
devisa resmi.

E. Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, dan Seimbang


Neraca Pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada
jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu negara jika mengalami
kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan
mengurangi cadangan nasional maka negara tersebut sedang mengalami defisit. Neraca
pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah
pembayaran/utang (transaksi kredit > transaksi debet). Jika BOP surplus, bank sentral dapat
membayar utang luar negerinya atau memperoleh aset cadangan tambahan dari luar negeri.
Neraca Pembayaran seimbang, adalah apabila jumlah pembayaran atau utang sama dengan
jumlah penerimaan (transaksi kredit = transaksi debet). Neraca pembayaran dikatakan defisit
bila nilai ekspor barang lebih kecil dari impornya dan dikatakan surplus bila ekspor barang
lebih besar dari impornya. Pada umumnya neraca pembayaran akan dikatakan sehat jika
mengalami surplus, dan neraca pembayaran akan dikarenakan kurang sehat jika mengalami
defisit. Akan tetapi, tidak selamanya bahwa defisit neraca pembayaran berarti kurang sehat
atau membahayakan. Hal ini harus dilihat pada komponen mana yang mengalami defisit.
Jika defisit terdapat pada transaksi berjalan, maka untuk menutup defisit tersebut harus
ditimbangkan penerimaan pada transaksi modal, misalnya dengan cara mencari pinjaman
luar negeri atau menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.
Demikian pula jika penyebab defisit tersebut pada komponen transaksi berjalan, maka untuk
menyehatkan atau menutup defisit tersebut harus diusahakan meningkatkan pada komponen
transaksi berjalan, misalnya dengan meningkatkan ekspor barang dan jasa dan sebagainya.
Perlu disadari pula surplus neraca pembayaran yang berkepanjangan akan kurang bearti jika
tidak digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Cadangan devisa yang
tertumpuk terus menerus karena surplus neraca pembayaran tidak akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat jika tidak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

12
F. Dampak Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, dan Seimbang
1. Dampak Neraca Pembayaran Surplus
Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat
harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong ke arah kenaikan harga
(inflasi). Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.

2. Dampak Neraca Pembayaran Defisit


Produsen dalam negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor,
Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar, dan
Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari
PHK.
Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflator yang mendorong ke arah penurunan
harga (deflasi).

3. Dampak Neraca Pembayaran Seimbang


Neraca pembayaran yang seimbang tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan
ekonomi suatu negara. Sehingga apabila suatu negara tidak dapat mencapai surplus dalam
neraca pembayaran, maka minimal harus dalam kondisi seimbang. Dengan demikian akan
dapat menghindari neraca pembayaran yang defisit.

G. Mekanisme Neraca Pembayaran


Ada tiga macam mekanisme berpengaruh terhadap neraca pembayaran suatu negara
dari suatu perubahan ekonomi atau suatu kebijaksanaan, yaitu: (1) mekanisme harga, (2)
mekanisme pendapatan, dan (3) mekanisme moneter. Ketiganya saling terkait dan saling
bekerja berdampingan.
1. Mekanisme Harga
Mekanisme harga bekerja lewat pengaruh perubahan harga-harga terhadap ekspor
dan impor. Mekanisme hume dalam sisitem standar emas penuh adalah contoh terbaik untuk
menggambarkan bekerjanya mekanisme harga. Bila surplus neraca pembayaran terjadi, stok
uang dalam negeri meningkat, harga dalam negeri meningkat, dan penduduk negara tersebut
akan meningkatkan impornya dan menurunkan ekspornya. Selama surplus belum hilang
impor akan terus meningkat dan ekspor menurun. Akhirnya neraca pembayaran akan
kembali seimbang. Dalam sistem moneter lainpun mekanisme harga masih bekerja,

13
meskipun tidak sesempurna dalam sisitem standard emas penuh. Elastisitas harga dari
penawaran ekspor dan permintaan impor sangat menentukan efektifitas mekanisme harga
dalam membawa kembali neraca pembayaran kearah keseimbangan. Karena berbagai faktor
penghambat, sekarang para ekonom berangapan bahwa mekanisme harga saja tidak bisa di
andalkan untuk mengobati ketimpangan neraca pembayaran yang besar.

2. Mekanisme Pendapatan
Mekanisme pendapatan bekerja melalui proses pelipat (multiplier). Kenaikan ekspor,
melalui proses pelipat menimbulkan kenaikan pendapatan nasional. Selanjutnya kenaikan
pendapatan nasional meningkatkan impor melalui kecenderungan mengimpor (prospensity
to import). Kenaikan impor ini tidak akan sebesar kenaikan ekspor yang mengakibatkannya.
Ini berarti bahwa mekanisme pendapatan saja tidak bisa membawa neraca pembayaran ke
posisi keseimbangan kembali secara penuh.

3. Mekanisme Moneter
Mekanisme moneter bekerja lewat stok uang di dalam negeri sebagai akibat
perubahan keadaan atau kebijaksanaan. Bila ekspor naik dan surplus neraca pembayaran
terjadi, stok uang dalam negeri meningkat, tingkat bunga menurun pengeluaran investasi
meningkat, pendapatan nasional meningkat dan akhirnya impor meningkat. Ini adalah
mekanisme moneter menurut Keynes. Mekanisme moneter menurut golongan moneterist
memberi tekenan pada apa yang terjadi dengan stok uang riil atau real balance. Bila real
balance meningkat, pengeluaran meningkat, dan impor meningkat. Bila kenaikan stok uang
di imbangi dengan kenaikan harga, real balance bisa meningkat atau turun, sehinga
imporpun tetap atau turun. Mekanisme moneter tidak bisa membawa neraca pembayaran ke
posisi keseimbangan yang penuh.

H. Tujuan Dan Fungsi Neraca Pembayaran


Penyusunan neraca pembayaran mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
1. Memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi Negara di perdagangan
internasional
2. Memberikan bantuan dan sistem pembayarannya
3. Memberikan bantuan kepada pemerintah dalam mentapkan kebijakan moneter dan
fiskal

14
4. Memberikan keterangan kepada pemerintah di dalam menetapkan berbagai kewajiban
perekonomian nasional seperti ekspor impor, lalu lintas moneter serta produksi
5. Membantu pemerintah dalam mengambil keputusan dalam bidang politik perdagangan
dan urusan pembayarannya

Neraca pembayaran memiliki beberapa fungsi, yaitu:


1. Alat pembukuan anggaran dan alat pembayaran luar negeri
2. Alat untuk menjalankan pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional
3. Alat untuk mengukur keadaan perekonomian suatu negara
4. Alat untuk menetapkan kebijakan moneter dan fiskal
5. Untuk mengetahui transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Neraca pembayaran merupakan catatan statistik yang secara sistematis merangkum
transkasi-transaksi ekonomi suatu negara dengan negara negara lain, dimana transaksi-
transaksi antar penduduk satu negara dengan penduduk negara lain tersebut terdiri dari
transaksi berbagai jenis barang dan jasa serta pendapatan, klaim keuangan, kewajiban-
kewajiban (liabilities) dan hibah (transfer) untuk periode waktu tertentu (biasanya 1 tahun).

B. Saran
Dengan adanya makalah ini kami sarankan kepada pembaca khususnya teman-teman
untuk lebih mengenal dan mengetahui serta mempelajari tentang neraca pembayaran secara
keseluruhan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Fabiyan Paturahman, Ahmad. 2015.Neraca Pembayaran Internasional.


http://ebiahmadfabiyan.blogspot.co.id/2015/09/makalah-neraca-pembayaran-
internasional.html. Diunduh pada Sabtu, 19 November Pukul 14.00 WITA.
Hill, Hal. 2001. Ekonomi Indonesia. Edisi ke 2. Diterjemahkan oleh: Susilo, Hadi dan Tri
Wibowo Budi Santoso. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Tulus, Perekonomian Indonesia Kajian Teoritis dan Analisis Empiris, Bogor: Ghalia
Indonesia, 2014.

17