Anda di halaman 1dari 9

Nama : Putu Agus Suryadana

NIM : 1404505008

Kelompok : 10

MODUL I
Pengalamatan Jaringan

Tujuan Praktikum
1. Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya
2. Memahami Subnetting
3. Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network

Tugas Pendahuluan
1. Jelaskan ip addressing version 4 dan pembagian kelasnya ! berikan contoh
beserta perinciannya.
2. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan
CIDR & VLSM !
3. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default Gateway,
serta berikan penjelasan jika muncul Destination unreachable & Request
Time Out pada proses Ping !
4. Jelaskan mengenai IP Public & IP Private, serta metode NAT !

Jawaban :

1. Jelaskan ip addressing version 4 dan pembagian kelasnya ! berikan


contoh beserta perinciannya.
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis
pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara
teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya
4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256
(didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai
maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai
dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP
versi 4 adalah 192.168.0.3.
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik
(dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-
bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena
setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255
(meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai). Alamat IP yang dimiliki
oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke
dalam dua buah bagian yaitu sebagai berikut.
1) Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan)
Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang
digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host
berada. Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama
dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan
oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan
logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan
menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di
dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network
identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam
sebuah Internetwork. Semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak
dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka
terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network
identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.

2) Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host)


Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan
khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server
atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host
identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network
identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Alamat IPv4 dapat terbagi menjadi beberapa jenis bagian, adalah sebagai
berikut.
1) Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah
antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast
digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
2) Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses
oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast
digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
3) Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses
oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda.
Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
IP Addres Versi 4 terdiri dari 5 kelas yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D
digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset. Pembagian kelas IP
Address Versi 4 dapat dijelaskan atau dijabarkan sebagai berikut.
1) Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut
bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit
berikutnya untuk melengkapi oktet pertama akan membuat sebuah network
identifier. IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit
digunakan untuk host ID. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan,
dan 16,777,214 host tiap jaringannya.
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama :0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A
2) Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala
besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke
bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan
membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir)
merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan
65,534 host untuk setiap network-nya.
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP Address pada setiap Kelas B

3) Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit
pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21
bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk
sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan
merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152
buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 Kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada setiap Kelas C

4) Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast,
sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D
selalu diset ke bilangan biner 1110. 28bit sisanya digunakan sebagai alamat yang
dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini,
lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
Format :1110mmmm.mmmmmmm.mmmmmmm.mmmmmmm
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247

5) Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental"
atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit
pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai
alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255

2. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan


CIDR & VLSM !
Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan klas, dimana
IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Class A , Class D, Class B Class E, Class C

Klasifikasi IP Address
1) Address kelas A
1 bit pertama IP Address-nya 0
2) Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya 10
3) Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya 110
4) Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya 1110
5) Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya 1111
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas) saat ini mulai banyak
diterapkan, yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter
Domain Routing (CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP
address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga dengan
Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP
Address digunakan tanda garis miring (Slash) /, diikuti dengan angka yang
menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. Contoh : 192.168.0.0/24
3. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default
Gateway, serta berikan penjelasan jika muncul Destination
unreachable & Request Time Out pada proses Ping !
1) Broadcast Domain
Broadcast Domain adalah suatu alamat yang mewakili seluruh anggota
jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan
oleh seluruh anggota network tersebut.
2) Default Gateway
Default gateway adalah salah satu setting jaringan yang dibutuhkan oleh
komputer kita untuk berhubungan dengan komputer yang ada di jaringan lain.
Seluruh trafik yang kita kirimkan akan melewati default gateway kecuali kita
memberikan rule rute tertentu. Untuk melihat default gateway yang sedang
terpasang saat ini, anda bisa menggunakan perintah :
# route n
untuk mengeset default gateway kita bisa menggunakan perintah
# route add default gw
untuk menghapus default gateway yang ada saat ini anda bisa menggunakan
perintah
# route del default gw
Sebagai contoh default gateway saat ini adalah 192.168.1.1, kemudian kita akan
mengubah ke 192.168.1.254, maka kita bisa menggunakan perintah
# route del default gw 192.168.1.1
# route add default gw 192.168.1.254
3) Pengertian Request Time Out (RTO)
Requst Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon
permintaan koneksi dari klien setelah beberapa lama (jangka waktu timeout
bervariasi) antara lain karena:
Penyebab RTO (request time out) :
1. Utilisasi/pemakaian bandwidth sudah penuh. solusi harus upgrade
kecepatan.
2. Kualitas akses jaringan (wireless/wireline) kurang bagus.
3. Website yang dituju memiliki delay yang tinggi, sehingga ping timeout.
4. Koneksi ke IP tersebut putus, atau
5. Port di komputer tersebut ditutup
6. Adanya Firewall
7. Kabel rusak atau tidak terpasang.
Cara Mengatasinya :
1. Check kembali penulisan IP Tujuan pada sintaks ping
2. Check kembali apakah pemasangan kabel sudah tepat di Komputer tujuan
3. Check kembali NetID pada computer tujuan
4. Matikan Firewall di kedua computer (Cara Matikan Firewall)

4) Destination unreachable
Destination unreacheble terjadi jika host, jaringan, port atau protokol
tertentu tidak dapat dijangkau. Komunikasi di jaringan tergantung dari beberapa
kondisi yang ditemui. Pertama, protokol TCP/IP harus dikonfigurasi untuk device
yang mengirim dan menerima data. Termasuk pemasangan protokol TCP/IP dan
konfigurasi alamat IP dan subnet mask. Default gateway juga harus dikonfigurasi
jika datagram keluar jaringan local. Kedua, device harus ditempatkan untuk
melewatkan datagram dari device asal dan jaringannya ke device tujuan. Router
juga harus mempunyai protokol TCP/IP yang dikonfigurasi di interface-
interfacenya dan harus menggunakan protokol routing tertentu.Jika kondisi tidak
ditemukan, kemudian komunikasi jaringan tidak dapat dilakukan. Device
pengirim mengalamatkan datagram ke IP address yang tidak ada atau ke device
tujuan yang tidak terhubung ke jaringan. Router dapat juga sebagai titik kesalahan
jika koneksi interface putus atau jika router tidak memiliki informasi yang
berguna untuk menemukan jaringan tujuan. Jika jaringan tujuan tidak dapat
diakses, hal seperti ini disebut dengan unreachable destination.

4. Jelaskan mengenai IP Public & IP Private, Serta Metode NAT!


1) IP Public
Sebuah alamat IP publik yang ditugaskan untuk setiap komputer yang
terhubung pada internet dimana setiap IP adalah unik. Maka akan tidak bisa ada
dua komputer dengan alamat IP publik yang sama dalam seluruh Internet. Skema
pengalamatan memungkinkan komputer untuk menemukan satu sama lain dan
melakukan pertukaran informasi. Pengguna tidak memiliki kontrol atas alamat IP
(publik) yang diberikan ke komputer. Alamat IP publik ditugaskan untuk
komputer oleh Internet Service Provider secara langsung setelah komputer
terhubung ke gateway Internet.
Kelebihan :
A. Dapat dikenali dalam Internet dengan mudah, sebab langsung
terhubung dengan Internet tanpa perlu membutuhkan proxy tertentu,
server khusus, atau ditranslasikan leewat NAT.
Kekurangan :
B. Tingkat security yang lemah dan rentan diserang hacker, sebab IP ini
akan diberikan sebagai alamat umum dan langsung terhubung ke
Internet.
C. Biaya registrasi yang mahal, sebab merupakan alamat IP eksternal dan
seperti kita tahu bahwa IP eksternal atau public sangat terbatas
ketersediannya.
Contoh ip public:
210.123.123.123
118.123.17.1

2) IP Private
IP Private adalah IP yang bersifat pribadi dan lokal, lokal maksudnya IP
ini hanya digunakan sebagai identifikasi komputer pada jaringan tertutup yang
bersifat pribadi. IP private ini tidak bisa digunakan untuk mengakses jaringan
internet karena pada umumnya IP private di seragamkan nilai awalnya agar
sesama komputer di jaringan tersebut dapat saling berhubungan. Contoh IP lokal
yang sering digunakan adalah IP 192.16x.x.xxx (kelas C).
Kelebihan :
A. Untuk masalah security, IP private cukup terproteksi sebab tidak
berhubungan langsung dengan IP eksternal / umum, sehingga sulit
untuk diserang para hacker.
B. Mengurangi biaya registrasi alamat IP, dengan cara membiarkan para
pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaftar secara internal
melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang terdaftar
secara eksternal.
Kekurangan :
A. Tidak dapat terkoneksi dengan internet tanpa menggunakan proxy
server khusus, dan perlu ditranslasikan dengan NAT (Network Address
Translator).
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah
satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN).
Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut
ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
Contoh ip private:
10.0.0.0 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
172.16.0.0 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)

3) Metode NAT
Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT
adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan
internet dengan menggunakan satu alamat IP, merupakan teknologi yang
memungkinkan jaringan IP Private dapat membagi koneksi akses internet jaringan
yang didisain untuk menyederhanakan IP address dan berperan juga untuk
melindungi jaringan dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi
jaringan. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan
alamat IP yang terbatas.
Selain itu beberapa keuntungan lain dalam menggunakan NAT, diantaranya:
A. Menghemat IP legal yang diberikan oleh ISP (Internet service provider).
B. Mengurangi terjadinya duplikasi IP address pada jaringan.
C. Menghindari proses pengalamatan kembali pada saat jaringan berubah.
D. Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet.