Anda di halaman 1dari 17

BUSINESS PROCESSES AND RISKS

&
Internal control

Disusun oleh ;

Kelompok : 2

Made donna C.A (1351173)

Fitriani (1351275 )

Vidya dwesti (1351276 )

Ak A

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

Jalan prof. Drg. Surya sumantri No.65,Bandung,Jawa Barat.40164


BUSINESS PROCESSES AND RISKS

Tujuan Pembelajaran
1. memahami bagaimana struktur organisasi kegiatan mereka untuk mencapai tujuan
mereka
2. mengidentifikasi proses bisnis kunci dalam sebuah organisasi
3. memperoleh pemahaman tentang proses bisnis tertentu dan dapat dokumen .
4. memahami tipe dasar bisnis risiko menghadapi organisasi
5. mengidentifikasi dan menilai risiko kunci untuk tujuan organisasi dan bagaimana
mereka terkait dengan proses bisnis.
6. mengembangkan semesta audit organisasi dan menentukan rencana audit internal
tahunan berdasarkan risiko bisnis utama
7. memahami bagaimana menggunakan teknik penilaian risiko dalam keterlibatan
jaminan
8. memperoleh kesadaran akan risiko baru yang muncul ketika sebuah organisasi jasa
kontraktor beberapa proses kunci
business process : set kegiatan yang terhubung terkait satu sama lain untuk tujuan
mencapai satu atau lebih tujuan bisnis.
Objectives : keinginan entitas untuk mencapai. ketika mengacu pada apa
yang ingin suatu organisasi untuk mencapai, ini disebut tujuan bisnis dan
dapat diklasifikasikan sebagai strategis, operasi, pelaporan, dan kepatuhan.
Strategy : mengacu pada bagaimana manajemen berencana untuk mencapai tujuan
organisasi

Terdapat 3 (Tiga) tipe dari business activity :


1. Operating Processes
Operating Processes pada sebagian besar organisasi merupakan suatu prosesinti yang dilalui
untukmencapai tujuan utamanya. Melalui proses ini organisasi menciptakan nilai dan
menyampaikannyasecara langsung kepada konsumen.
2. Management and Support Processes
Management and Support Processes merupakan kegiatan yang mengawasi dan mendukung
prosespenciptaan nilai inti dari perusahaan (organizations core value-creation process).
3. Projects

Projects merupakan suatu metode yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan


yangmenghasilkan nilai (value-creating activities). Projects digunakan ketika terjadi kegiatan
selama jangka waktu tertentu, memerlukan proses pengerjaan yang rumit, dan relatif unik di
manamemerlukan kegiatan spesifik yang tidak dilakukan secara berkesinambungan. Projects
juga seringdigunakan pada sebagian besar organisasi untuk membentuk kegiatan nonrutin
untuk menciptakan aset untuk kepentingan organisasi.

Understanding Business Processes


Internal auditor harus mengerti model bisnis suatu organisasi untuk bisa menambah
nilai dan meningkatkan kinerja operasi suatu organisasi. Model bisnis terdiri atas tujuan
organisasi (Visi, Misi, nilai serta Tujuan Tahunan) dan bagaimana struktur proses bisnisnya
dapat mencapai tujuan tersebut(Strategi tingkat pimpinan dan tingkat Taktis). Model bisnis
tersebut biasanya merupakan bagian dokumen internal yang tersedia untuk audior
internal.Untuk perusahaan terbuka, sumber eksternal terkait informasi model bisnis suatu
organisasi dapat tersedia.
Contohnya adalah laporan analis mungkin memuat perspektif eksternal terhadap
strategiorganisasi.Sementara Visi, misi, nilai serta tujuan perusahaan relatif sama dari tahun
ke tahun, fungsiinternal audit harus di update secara periodik mengenai pemahamannya
tentang strategi organisasi.Terdapat dua pendekatan yang biasanya digunakan
untuk membantu memahami proses bisnis danperannya dalam bisnis model:
1) Top-down approach : dimulai pada tingkat entitas dengan tujuan organisasi dan
kemudian mengidentifikasi proses kunci penting untuk keberhasilan setiap tujuan
organisasi.Top dowm approach Dimulai pada penetapan tujuan di level organisasi,
dan kemudian diidentifikasi proses-proses kunciyang kritikal terhadap keberhasilan
pencapaian setiap tujuan tersebut.
2) Bottom up approach : dimulai dengan melihat semua proses secara langsung
pada tingkat aktivitas, dan kemudian agregat proses diidentifikasi di
seluruh organisasi.
Bottom up approach Dimulai dengan melihat semua proses pada level kegiatan. Hal
ini dilakukan oleh orang yangbertanggung jawab terhadap kegiatan aktualnya.
Ketika suatu proses sudah diidentifikasi (baik top-down maupun bottom-up) berikutnya
adalahmenentukan tujuan kunci (key objectives) dari proses yang dilakukan.Auditor Internal
perlu untuk mengetahui pemilik proses (process owner) untuk memahami tujuan proses
(proecess objectives) Ketika tujuan proses sudah dipahami, langkah selanjutnya adalah
memahami proses masukan, kegiatan spesifikyang diperlukan untuk mencapai tujuan proses
dan output proses.
Sebagai tambahan dalam mengidentifikasi tujuan kunci, memahami proses tersebut
memerlukanpemahaman tentang bagaimana manajemen dan pemilik proses mengetahui
bahwa proses berjalansesuai yang dikehendaki. Pemilik proses seharusnya memiliki KPI
(Key performance Indicator), yangmerupakan suatu metrik ataupun dalam bentuk lain untuk
mengukur apakah suatu proses ataupuntugas individu telah dilakukan sesuai toleransi
yang ditetapkan.

Documenting Business Processes

Metode yang biasa digunakan untuk mendokumentasi proses adalah Process Map dan
Process Narative.Process Map merupakan gambaran yang merepresentasikan dari inout,
langkah-langkah,workflows,dan output.Tidak ada standar yang absolut mengenai format dan
simbol dari Process Mapping, namunharus konsisten penggunaannya. Process Map biasanya
digambarkan berupa urutan dari suatu kegiatandari kanan ke kiri.
dokumentasi proses dapat sangat efektif dalam
1. berorientasi baru
2. mendefinisikan tanggung jawab
3. mengevaluasi efisiensi proses
4. menentukan perhatian utama
5. mengidentifikasi risiko utama dan kontrol
BusinessRisk
Ketika internal auditorsudah memahami tujuan organisasi dan proses kunci
yang digunakan untukmencapai tujuan tersebut, langkah berikutnya adalah mengevaluasi
risiko bisnis yang dapatmenghalangi pencapaian tujuan tersebut. Bagi organisasi yang
telahmenerapkan Enterprise RiskManagement (ERM), umumnya manajemen telah
mengembagkan suatu risk profile. Dalam kasus tersebut maka fungsi internal audit dapat
membangun penilaian risikonya dari risk profile tersebut. Bila risk profile tidak tersedia,
maka fungsi internal audit adalah menyusun profil sebagai titik awal untuk perencanaan audit
tahunan.

Pendekatan umum yang dapt dilakukan untuk mengembangkan risk profile adalah
dengan melakukansesi brainstorming dengan senior manajemen atau, jika mereka tidak dapat,
dengan anggota fungsiinternal audit. Potensi risiko dibagi ke dalam 4 (empat) kategori sesuai
dengan ERM COSO yaitu StrategicRisks, Compliance Risks, Reporting Risks, dan
Operations Risks. (Lihat Chapter 4 Risk Management)Risiko yang beraneka ragam tersebut
kemudian dinilai dampak dan keterjadiannya seperti gambar dibawah ini.

Tahap selanjutnya adalah dimasukannya risiko-riko yang telah terdapat dalam Risk Model ke
dalamMatriks Risk Assessment di atas danmenghubungkan risiko yang telah teridentifikasi
dengan tujuanspesifiknya. Hal tersebut akan membantu untuk memastikan bahwa semua
risiko kunci, dan dampakyang dihasilkan telah diidentifikasi

Memetakan Resiko Pada Proses Bisnis

A.Membangun Respon yang Sesuai untuk Masing-masing Risiko


Respon yang bisa diberikan oleh organisasi terhadap risiko (perspektif ERM):
1)Avoidance/Penghindaran
(contoh: tidak meluaskan pangsa pasar, menjual sebuah divisi)
2)Reduction/Pengurangan
yaitu mengurangidampak, keterjadian atau keduanya (contoh:mengimplementasikan
control)
3)Sharing/Membagi
dengan mentransfer atau membagi porsi risiko, (contoh: asuransi, hedging,
outsource activity )
4)Acceptance/Penerimaan
organisasi memilih menerima risiko dengan level tertentu daripadamenggunakan sumber
daya untuk merespon dengan cara lainnya.
IIA Standard 2010 bilang:
Planning explicity requires CAE to establish a risk-based plan to determine the priorities of
the internalaudit activity, consistent with the organizations goals
AtauPerencanaansecara eksplisitmembutuhkan CAE untuk 'menetapkan rencana
berbasis risiko untukmenentukan prioritas kegiatan audit internal,yangkonsisten dengan
tujuan organisasi

B.Menganalisis Proses untuk menentukan adanya hubungan antara proses dan risiko

C.Hubungan yang sudah dianalisis (antara proses dan risiko),Dievaluasi


untuk menentukan manayang kunci atau bukan (sekunder)

Hubungan kunci (Key link) yangprosesnya dilaksanakan secara langsung untuk memanaje
risiko.Hubungan sekunder (secondary link) yang prosesnya dilaksanakan secara tidak
langsung untukmemanaje risiko.
RBPM pada exhibit5-11di atas digunakan internal auditor untuk
memutuskan bagian manayang harus dimasukkan kedalam rencana audit
fungsional tahunan.Langkahnya menghitung jumlahlink key dan secondary
untuk setiap proses. Hal ini karena link tersebut akan mempengaruhi tipe audit yang
akandilakukan.
Selain pakai RBPM, pendekatan lainuntuk mencari hubungan antara bisnis proses dan
risiko adalahdengan membangun factor risiko dasar yang digunakan untuk mengevaluasi
risiko melalui proses (risk factor approach).Biasanya model RF ini diidentifikasi 7 sampai 15
faktor untuk mengassess masing2proses. Biasanya ada 2 jenis factor,external risk factor dan
internal risk factor
a) External Risk Factor

Berkaitan dengan faktor-faktor yang dibangun ke dalam lingkungan dan sifat


proses itu sendiri

b) Internal Risk Factor

Berkaitandengan kontrol batas yang dirancang ke dalam proses untuk menjamin


pencapaian tujuan,kinerja orang-orang yang terlibat dalam kegiatan dan dalam mengelola
proses, dan tingkatperubahan dalam proses dan lingkungan di manabisnisberoperasi.
Setelah factor diidentifikasi, ada 3 keputusan yang harus dibuat sebelum model
diimplementasikan:
1.Menentukan skala untuk tiap factor yang di assess

2.Menentukan pembobotan untuk tiap factor

3.Menentukan bagaimana tiap factor dikombinasikan

Proses Bisnis dan Risiko dalam Assurance Engagement

Assurance engagement ialah pemeriksaan obyektif pada bukti bukti dengan


tujuan memberikan penilaian independen terhadap tata kelola, manajemen risiko dan proses
kontrol untuk organisasi.

Business Process Outsorcing


Business Process Outsorcing adalah tindakan mentransfer beberapa proses bisnis
organisasi ke penyedialuargunamencapai pengurangan biaya, efektivitas
operasi, atau efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.Dulu
yang paling awal ada outsorce gini sih di payrollsama fungsi IT. Sekarang berkembang
menjadi HRD,engineering, CS, keuangan dan akuntansi.Karena outsorce ini, beberapa sistem
IC jadi lebih baik dan efisien, tetapi ada juga risiko tambahan.Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam IC pada bisnis prosesoutsorcing:

a. mendokumentasikan proses outsorcedan menunjukkan


kontrol utamayangtelahdi outsorce
b. memastikan ada cara memantau efektivitas proses outsorce
c. memperoleh keyakinan bahwa pengendalian internal yangmelekat dalam
proses outsorceberoperasi secara efektif, baikmelalui audit internal
kontrolatautinjauan eksternal kontrol

mengevaluasi secara berkala apakah kasus bisnis outsorcing tetap berlaku

PELUANG UNTUK MEMBERIKANWAWASAN


Kemampuan dari auditor internal dalam menganalisis proses bisnis danrisiko terkait
penyediaan fungsiaudit internal member kesempatan untuk menambah nilai yang signifikan
bagi organisasi melalui wawasan mereka terkait pekerjaan yang dilakukan yang dapat
diberikan kepada manajemen di tingkat operasional dan eksekutif. Kesempatan untuk
menerapkan keterampilan ini mungkin datang sebagaiakibat dari pekerjaan yang dilakukan
untuk memberikan keyakinan pada manajemen risiko dan pengendalian internal dalam
rangka keterlibatan jaminan tradisional seperti inisiatif rekayasa ulang proses bisnis, ulasan
dalam merger dan akuisisi, atau review sebelum impelementasi sistem.

Internal Control
Overview

Setiap organisasi memiliki tujuan (Goal) yang hendak dicapai. Setiap Goal pasti dibayangi
oleh risiko (Risk) yang mengancam pencapaian Goal tersebut oleh perusahaan.
Pengendalian Internal Organisasi didesain sedemikian hingga dapat meminimalkan Risk dan
memaksimalkan efektifitas dan efisiensi pencapaian Goal.

Internal Control Over Financial Report (ICFR)

US. Sarbanes-Oxley Act of 2002 menyerahkan sepenuhnya desain internal control


kepada manajer senior (CEO dan CFO)
SEC mewajibkan manajer dari perusahaan yang terdaftar di bursa untuk
mencantumkan opini: kelayakan (adequacy) dan efektifitas (effectiveness)
pengendalian internal atas laporan keuangan (ICFR)

Opini tersebut harus didasarkan pada kerangka pengendalian (control framework) yang
dibuat oleh lembaga yang independen dan telah luas dikenal luas

Organization Internal Conttrol


Independent Control Framework

COSO Internal Control Design

SEC menyebutkan bahwa COSO Framework memenuhi kriteria yang mereka


harapkan, dan dapat digunakan untuk mengevaluasi kelayakan dan efektifitas
pengendalian internal atas laporam keuangan (ICFR) organisasi
Namun SEC tidak membatasi kriteria mereka pada COSO Framework saja
Established criteria lain mungkin saja digunakan

Internal Control Components

1. Control Environment
2. Risk Assesment
3. Control Activities
4. Information and Communication
5. Monitoring
Definisi Internal Control (COSO)

Internal Control menurut COSO adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi,
manajemen dan staff untuk membuat reasonable assurance mengenai :

Efektifitas dan efisiensi operasional


Reliabilitas pelaporan keuangan
Kepatuhan atas hokum dan peraturan yang berlaku

Objective COSO

Operation Objectives : mencakup efektivitas dan efisiensi bisnis operasi termasuk tujuan
operasional, keuangan dan pengaman asset

Reporting Objectives : mencakup laporan financial & non baik internal maupun eksternal
sesuai standard dan kebijakan

Compliance Objectives : terkait kepatuhan hukum dan peraturan dari entitas tersebut

Komponen COSO

Lingkungan Pengendalian
Penaksiran Resiko
Aktivitas pengendalian
Informasi dan komunikasi
Pemantauan/monitoring

Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran
pengenddalian orang-orangnya. Factor yang berpengaruh didalam lingkungan
pengendalian antara lain:

Integritas dan nilai etik


Komitmen terhadap kompetensi
Dewan direksi dan komite audit
Gaya operasi
Struktur organisasi
Pemberian wewenang dan tanggung jawab
Praktik dan kebijaka SDM

Risk Assesment

Identifikasi entitas dan analisis terhadap resiko yang relevan untuk mencapai tujuannya,
membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana resiko harus dikelola. Resiko dapat
timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain :

Perubahan dalam lingkungan operasi


Personel baru
System informasi yang baru
Teknologi baru
Lini baru, produk, atau aktivitas baru
Restrukturisasi korporasi
Operasi luar negeri
Operasi luar negeri
Standard akuntansi baru

Control Aktivities

Kegiatan pengawasan merupakan berbagai proses dan upaya yang dilakukan oleh manajemen
perusahaan untuk menegakkan pengawasan dan pengendalian operasi perusahaan. Aktivitas
pengendalian berupa:

Pemberian otorisasi atas transaksi dan kegiatan


Pembagian tugas dan tanggung jawab
Rancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang baik
Perlindungan yang cukup terhadap kekayaan dan catatan perusahaan
Pemeriksaan independensi terhadap kinerja perusahaan

Informasi dan Komunikasi

Digunakan untuk mengolah data yang dibutuhkan terkait manajemen resiko yang berasal dari
internal maupun eksternal menjadi informasi yang berguna bagi manajemen didalam
mengambil keputusan. COSO mendefinisikan sebuah informasi harus :

Tepat dan rinci pada setiap tingkatan yang berbeda


Tepat waktu dan tersedia pada saat dibutuhkan
Mencerminkan kondisi yang sekarang
Akurat dan terpercaya
Dapat diakses oleh siapapun yang membutuhkan

Monitoring

Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang
waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan
pengendalian tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung
secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari
keduanya.

Ongoing monitoring

Dilakukan secara berkesinambungan


Dilakukan pada aktivitass sehari-hari
Umumnya dilakukan oleh pelaku pengendali (manajemen)
Pengawasan dilakukan secara melekat didalam system yang dilakukan oleh orang-
orang didalam system
Pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan kegiatan pekerjaan

Separated Evaluations

Merupakan penilaian atas mutu kinerja system pengendalian intern


Pengawasan dilakukan secara terpisah, dilakukan oleh orang-orang diluar aktivitas
operasional
Dilakukan secara sporadic, dapat juga secara periodic
Dilakukan pada suatu penugasan tertentu
Umumnya dilakukan oleh pihak eksternal yang independen secara structural

Internal Control Roles dan Responsibilities

Management
CEO penanggung jawab utama pada system pengendalian internal. Tune at the Top
dirumuskan oleh CEO. Terlihat atau berdampak langsung tidaknya CEO terhadap
system pengendalian internal bergantung pada ukuran organisasi.
Board of Directors
- Mengawasi management
- Memberikan pengarahan terkait Pengendalian Interrnal
- Bertanggung jawab mengawasi system pengendalian internal

Obyektif, capable, dan inquisitive serta memiliki pengetahuan tenntang aktivitas dan
lingkungan organisasi serta berkomitmen untuk memenuhi tanggung jawab
governancenya (COSO).

Internal Auditors
IA memastikan manajemen telah memenuhi kewajibannya. IA memvalidasi asersi
manajemen. IA menyediakan reasonable assurance bahwa IC didesain secara tepat
dan berjalan efektif.

Other personnel
COSO: semua yang terkait memiliki tanggung jawab dalam mengkomunikasikan
masalah di dalam operasi, pelanggaran kode etik atau policy infraction atau efektifitas
illegal kepada manajemen atau pihak yang berwenang. Pihak eksternal, misal Auditor
Eksternal, dapat memberikan pandangan dan objektifitas melalui pendapat dalam
audit LK dan keefektifan IC dalam hal keuangan. Legislator dan legulator, pelanggan
dapat juga menyediakan informasi terkait IC.

Limitations of Internal Control

Walaupun semua pihak bekerja sama dengan baik dalam konteks IC, tidak ada IC
system yang dapat menjamin tujuan organisasi akan tercapai karena adanya
resiko-resiko
Inherent risk adalah gross risk yang ada dengan asumsi bahwa tidak ada IC.
Walaupun Inherent Risk berada diluar organisaisi / Eksternal, memahami Inherent
Risk penting untuk mengetahui inherent limitations of IC.
Controllable Risk adalah bagian Inherent Risk yang manajemen dapat pengaruhi
dan kurangi secara langsung dalam aktifitas sehari-hari.
Residual Risk adalah bagian Inherent Risk yang masih tersisa setelah mitigasi
seluruh controllable risk.

Viewing Internal Control From Different Perspectives

Karena semua orang memiliki peran dan tanggung jawab di dalam IC, dan memiliki
kepentingan yang berbeda beda maka akan terdapat perbedaan pandangan terhadap
IC.
Manajemen memandang IC sehubungan dengan biaya dan benefit dan alokasi sumber
daya untuk mencapai tujuan
IA memverifying tentang cost dan benefit pada aktifitas tertentu, serta memberikan
feedback apabila ada yang kurang mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Independent Outside Auditors menilai IC terkait dengan efeknya terhadap laporan
keuangan organisasi.
Phak Eksternal lain misal legislator dan legulator menerapkan peraturan yang harus
dipatuhi oleh organisasi.

Types of Control

Berdasarkan tingkat perusahaan atau tingkat operasional dalam suatu organisasi:


Entity - tingkat kontrol
Sebuah kontrol yang beroperasi di seluruh entitas dan, dengan demikian, tidak terikat oleh,
atau berhubungan dengan, proses individual.
PCAOB di Auditing Standard No.5 negara, tingkat kontrol entitas meliputi:
1. Kontrol yang berkaitan dengan lingkungan pengendalian
2. Kontrol atas manajemen override
3. Proses penilaian risiko perusahaan
4. pengolahan terpusat dan kontrol.
5. Kontrol untuk memantau hasil operasi
6. Kontrol untuk memantau kontrol lain
7. Kontrol atas proses pelaporan keuangan periode-end
8. Kebijakan yang membahas kontrol bisnis yang signifikan dan praktik manajemen
risiko.
Proses - tingkat kontrol
Sebuah kegiatan yang beroperasi dalam proses tertentu untuk tujuan tujuan tingkat proses
mencapai
Proses-level Kontrol meliputi:
1. Rekonsiliasi key account
2. verifikasi fisik aset
3. Proses pengawasan karyawan dan evaluasi kinerja
4. Proses penilaian tingkat resiko
5. Pemantauan / pengawasan transaksi tertentu
Transaksi - tingkat kontrol
Sebuah kegiatan yang mengurangi risiko relatif untuk kelompok atau berbagai tugas
operasional tingkat atau transaksi dalam suatu organisasi
kontrol transaksi-tingkat meliputi:
1. Otorisasi
2. Dokumentasi
3. Pemisahan tugas
4. pengendalian aplikasi IT
Dalam hal penting mereka:
kontrol Key
kontrol Sekunder
kontrol Kompensasi
Dengan apa yang dimaksudkan untuk melakukan
kontrol Pencegahan
kontrol Detektif
kontrol sistem informasi
Kontrol Umum
Kontrol Aplikasi
Kepada Yth,
Direktorat kemahasiswaan
Bpk.candra sinuraya ,S.E.,M.Si.

Yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : FITRIANI
NRP : 1351275
Alamat : Komp.Permata Kopo blok H 25, desa Sayati,kec Margahayu,
Bandung,
Program Studi : AKUNTANSI

Dengan surat ini saya mengajukan permohonan magang pada Direktorat kemahasiswaan
untuk magang di salah unit / bidang kerja di Universitas Kristen Maranatha..Saya sertakan
lampiran-lampiran terkait yang dapat dijadikan pertimbangan.
1. Curriculum Vittae
2. Transkip nilai
3. Copy DKBS Ganjil 2016/2017
4. Jadwal yang disediakan untuk magang
5. Motivasi magang
Terimakasih atas perhatiannya, demikian saya sampaikan surat permohonan magang tersebut.

Hormat saya

FITRIANI

MOTIVASI

Motivasi saya untuk mengikuti magang ini adalah :

1. Menambah pengalaman
Selama magang, saya ingin mendapatkan kesempatan untuk belajar
banyak hal.karena akan menambah pengalaman yang suatu hari nanti
bisa saya lakaukan di dunia kerja.
2. Membagi waktu dengan baik
Magang memang menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Namun di
situlah saya dilatih untuk membagi waktunya dengan baik. Jadi selain
melatih kemampuan tertentu, saya bisa menjadi seseorang yang lebih
disiplin ketika magang.
3. Menambah relasi
Magang artinya menemui banyak orang baru. Itulah kesempatan yang baik
bagi saya untuk menambah relasi. Dengan demikian saya punya koneksi
yang lebih banyak untuk dimintai bantuan ketika nantinya saya
membutuhkan bantuan dalam magang.