Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang

Tubuh manusia tidak mungkin terhindar dari lingkungan yang mengandung mikroba
patogen disekelilingnya. Mikroba tersebut dapat menimbulkan penyakit infeksi pada
manusia. Mikroba patogen yang ada bersifat poligenik dan kompleks. Oleh karena itu respon
imun tubuh manusia terhadap berbagai macam mikroba patogen juga berbeda. Umumnya
gambaran spesifik mikroba menentukan mekanisme imun mana yang berperan untuk
proteksi. Begitu juga respon imun terhadap bakteri khususnya bakteri ekstraseluler atau
bakteri intraseluler mempunyai karakteriskik tertentu pula (Parija, 2009)..
Tubuh manusia akan selalu terancam oleh paparan bakteri, virus, parasit, radiasi
matahari, dan polusi. Stress emosional atau fisiologis dari kejadian ini adalah tantangan lain
untuk mempertahankan tubuh yang sehat. Biasanya kita dilindungi oleh sistem pertahanan
tubuh, sistem kekebalan tubuh, terutama makrofag, dan cukup lengkap kebutuhan gizi untuk
menjaga kesehatan (Parija, 2009)..
Respon imun yang alamiah terutama melalui fagositosis oleh neutrofil, monosit serta
makrofag jaringan. Lipopolisakarida dalam dinding bakteri Gram negatife dapat mangativasi
komplemen jalur alternative tanpa adanya antibody. Kerusakan jaringan yang terjadi ini
adalah akibat efek samping dari mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeliminasi bakteri.
Sitokin juga merangsang demam dan sintesis protein (Parija, 2009)..
Mikroba dalam tubuh manusia dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi
tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. Untuk itu lah makalah ini disusun guna
membahas mikroba alami penghuni tubuh manusia, sehingga kita dapat mengetahui
hubungan antara manusia dan flora normal tubuh manusia dan untuk menggetahui ilmu
imunologi lebih dalam. Tubuh manusia, ditemukan sekitar 10 bakteri. Populasi bakteri
merupakan flora mikroba normal (Pelcezar; 2001).
Flora mikroba normal relatif stabil dengan genera khusus mengisi berbagai daerah
tubuh selama periode tertentu dalam kehidupan individu. Flora normal dapat ditemukan di
banyak situs dari tubuh manusia termasuk kulit (terutama daerah lembab, seperti pangkal
paha dan di antara jari kaki), saluran pernafasan (terutama hidung), saluran kemih, dan
saluran pencernaan (terutama mulut dan usus besar). Di sisi lain, area tubuh seperti otak,
sistem peredaran darah dan paru-paru dimaksudkan untuk tetap steril (bebas mikroba)
(Pelcezar; 2001)..
Selain itu juga disebutkan bahwa, flora normal adalah kumpulan mikroba yang secara
alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat. Kebanyakan flora normal yang terdapat
pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri. Namun beberapa virus, jamur, dan protozoa
juga dapat ditemukan pada orang sehat (Pelcezar; 2001).
Daftar Pustaka
Pelczar, Michael. 2010. Microbiology : Application Based Approach. New Delhi :
McGraw-Hill
Parija, Subash Candra. 2009. Textbook of Microbiology and Immunology. India : Elsevier