Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KEMUDI, REM DAN SUSPENSI

RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM AND PIN


DAN WORM AND ROLLER

Disusun Oleh :

Yanur Asmorojati 13504241004


Cecep Suwara 13504241024
Ganjar Isnu Hardika 13504241025
Ainun Nizar Hilmi 13504241028

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF KKT


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

SISTEM KEMUDI, REM DAN SUSPENSI


Sem. VIII RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM AND PIN 100 menit
DAN WORM AND ROLLER
No. JTS/OTO/PTO 6322/02 Revisi : 01 Tgl. : 8 Maret 2017

I. Tujuan
Setelah selesai praktikum mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengidentifikasi roda gigi kemudi dan komponen-komponennya.
2. Melepas dan memasang roda gigi kemudi dengan cara yang benar.
3. Menjelaskan cara kerja roda gigi kemudi dan komponen-komponennya.
4. Melakukan pemeriksaan, pengukuran, dan mengidentifikasi gangguan dalam sistem
dan cara mengatasinya.

II. Alat dan Bahan


1. Roda gigi kemudi tipe Worm and Pin dan Worm and Roller
2. Tool Box.
3. Alat-alat ukur yang diperlukan.

III. Keselamatan dan Kesehatan Kerja


1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.
2. Bekerja dengan hati-hati dan teliti.

IV. Dasar Teori


Sistem kemudi pada kendaraan dirancang untuk memudahkan pengemudi
menggerakkan roda-roda depan ke kiri atau ke kanan.sistem kemudi berfungsi untuk
merubah arah gerak kendaraan melalui roda depan, dengan cara memutar roda
kemudi.
Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi meneruskan putaran ke roda gigi
kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan
tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-
sambungan kemudi (steering linkage).
Komponen-komponen Sistem Kemudi :
1. Steering Wheel
Berfungsi sebagai media penggerak sistem kemudi oleh pengemudi. Ukuran steering
wheel berpengaruh terhadap tenaga yang diperlukan untuk memutar steering wheel.
2. Steering Column
Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran roda kemudi ke roda
gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat main shaft ke bodi. Ujung atas dari
main shaft dibuat meruncing dan bergigi. Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan
sebuah mur.
3. Steering Gear Box
Steering gear tidak hanya berfungsi untuk mengarahkan roda depan, tetapi dalam
waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan
momen agar kemudi menjadi ringan. Untuk itu diperlukan perbandingan reduksi yang
disebut juga perbandingan steering gear. Biasanya perbandingan steering gear antara
18-20 : 1. Perbandingan semakin besar akan menyebabkan kemudi menjadi semakin
ringan akan tetapi jumlah putaran akan bertambah banyak, untuk sudut belok yang
sama.

Ada beberapa macam tipe steering gear antara lain :


a. Model rack dan pinion
b. Model peluruc. Model screw dan nut
d. Model screw pin
e. Model worm dan sector
Cara Kerja : gerak putar roda kemudi dirubah menjadi gerak ayun pada lengan pitman
dan, melalui roda gigi cacing rol.

Roda gigi rol dibuat miring terhadap poros roda gigi cacing untuk mendapatkan
kontak gigi yang besar.
Steering gear box tipe ini memiliki keuntungan :
Ringan (bobot massanya)
Sederhana
Kerugian :
Berat (dalam bekerja)
Produksi gigi cacing mahal
Sudut belok relative kecil

4. Steering Linkage
Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering
gear ke roda depan. Walaupun mobil bergerak naik turun, gerakan roda kemudi harus
diteruskan keroda-roda depan dengan sangat tepat (akurat) setiap saat.

V. Langkah kerja
Pembongkaran :
1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Lepas mur pengikat penyetel poros sector.
3. Lepas tutup rumah sector, putar baut penyetel poros sector seaarah jarum jam sampai
tutup sector terlepas. Perhatikan paking jangan sampai rusak.
4. Atur roda gigi rol sector ditengah-tengah roda gigi cacing, keluarkan rol poros sector
dari rumahnya.
5. Kendorkan mur pengikat baut penyetel ketegangan batang kemudi.
6. Lepas O ring atau sil.
7. Keluarkan bantalan depan roda gigi cacing.
8. Lepas batang kemudi dan roda gigi cacing.
9. Keluarkan bantalan belakang roda gigi cacing.
10. Bersihkan semua bagian-bagian yang dibongkar.
11. Periksa bantalan rol sector, macet atay rusak.
12. Kondisi roda gigi rol sector, aus atau cacat.
13. Periksa kekocakan atau keausan busing dengan poso sector. Celah standar : 0,005
0,1 mm.
14. Periksa celah baut penyetel sector dengan poros sector, celah maksimum 0,05 mm.
15. Kondisi alur gigi sector yang berhubungan dengan lengan pitman, aus atau rusak.
16. Periksa permukaan dan kondisi roda gigi cacing, aus atau cacat.
17. Periksa permukaan bantalan peluru, aus atau cacat.
18. Kondisi alur gigi yang berhubungan dengan roda gigi kemudi, aus atau rusak.
Pemasangan :
19. Ber vet sedikit pada bagian-bagian bantalan peluru, busing dan poros sector, roda
gigi cacing dan rol sector.
20. Pasang bantalan belakang roda gigi cacing.
21. Pasang roda gigi cacing dan O ring atau sil.
22. Kencangkan mur pengikat baut penyetel ketegangan batang kemudi.
23. Pasang rol poros sector di tengah-tengah roda gigi cacing.
24. Ganti paking dengan yang baru dan pasang tutup rumah sector beserta baut
penyetelnya.
25. Kencangkan mur pengikat penyetel poros sector.

VI. Hasil Pemeriksaan dan Pengamatan


Berdasarkan analisis hasil pemeriksaan di atas, maka terdapat beberapa
komponen yang sudah mengalami kerusakan, yaitu :
Worm and Pin :
1. Bearing sudah aus dan berkarat.
2. Gasket tutup worm sudah jelek.
3. Perbandingan putaran worm 2 putaran (720) dan sector saft 40
NAMA GAMBAR HASIL PEMERIKSAAN
Pin Shaft Sudah tidak baik untuk
digunakan (ukuran batang
pin shaft 22,20 mm)
Rumah Worm Pin Masih bagus namun baut
penutup hilang 1

Gotri Worm Keadaan gotri kurang 1 dan


sudah kering

Bantalan worm Masih layak digunakan


(ukuran diameter bantalan
43,35 mm)

Worm n Roller
1.Bearing sudah aus
2. Gotri roller sudah kering
3. Worm sudah buruk
4. Perbandingan putaran
a. 45 dari netral kearah kanan atau kiri
b. worm 4,5 putaran (1620) dan roller putaran (90)
NAMA GAMBAR HASIL PEMERIKSAAN
Roller Sudah kocak (diameter
batang roller 30,1mm)

Gotri Sudah berkarat dan kering

Rumah worm and Masih bagus


roller

Penutup Gotri bambu yang ada di


dalam penutup sudah kering
Bearing/ bantalan Sudah aus (ukuran
43,35mm)

Worm Sudah tidak baik untuk


digunakan

VII. Pembahasan
1. Yanur asmoro jati :
2. Cecep suara :

3. Ganjar isnu hardika :

Pada steering gear tipe worm ini, steering column disambungkan pada input
shaft worm gear. Sedangkan pada poros sectornya dihubungkan pada pitman arm, tie
rod, track rod, idler arm, ball joint, dan steering arm. Steering linkage pada worm
and rol ini hampir sama konstruksinya dengan steering linkage pada steering gear
box tipe recirculating ball. Adapun beberapa tipe stering gear yakni
a. Model Worm Dan Sector Roller
b. Model Worm Dan Sector
c. Model Screw Pin
d. Model Screw Dan Nut
e. Model Recirculating Ball
f. Model Rack And Pinion
Dan untuk cara kerjanya keduanya antara roller dan pin yakni saat berbelok
Input shaft worm gear berputar sehingga menggerakkan roller ataupun pin ke kanan
atau ke kiri. Gerakan tersebut diteruskan ke pitman arm menjadi gerakan tarik dan
dorong pada kedua tie rod yang gerakannya akan dilanjutkan oleh sambungan
berkelanjutan lainnya. Sehingga saat roller ataupun pin bergerak, pitman arm akan
menarik tie rod ke arah pengendaraan yang diinginkan. Namun dari kedua
komponen yakmi worm and pin dan worm n roller beberapa komponen sudah aus
dan beberapa komponen ada yang hilang dan vaselin atau pelumas sudah pada
kering bahkan ada yang sudah berkarat.

4. Ainun nizar hilmi :


VIII. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dari praktek yang telah dilakukan maka dapat diambil
kesimpulan, yaitu :
1. Kondisi dari steering gear box yang digunakan untuk praktek sudah aus ,rusak dan
tidak lengkap sehingga tidak dimungkinkan untuk digunakan kembali, serta
diperlukan perbaikan dan penggantian komponen.
2. Steering Gear Box tipe worm and pin mumunya digunakan pada kendaraan yang
tahun pembuatannya lama. Sekarang sudah jarang atau mungkin tidak digunakan
lagi.
3. Cara penyetalan backlash pada steering gear box tipe worm and pin adalah dengan
menyetel baut penyetel pada pin, sehingga pin akan bergerak mendekati atau
menjauhi worm.