Anda di halaman 1dari 4

SATUAN PENYULUHAN

A. Pokok Bahasan : Hipertensi (Tekanan darah tinggi)


B. Sasaran : Ny. Z
C. Waktu pelaksanaan : 45 menit
D. Tujuan Instruksional Umum :
Meningkatkan pengetahuan Pasien mengenai hipertensi.
E. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan, Pasien mampu:
1. Menjelaskan pengertian hipertensi.
2. Menjelaskan penyebab hipertensi.
3. Menyebutkan gejala hipertensi.
4. Melakukan terapi diet hipertensi yang benar.
F. Kegiatan penyuluhan :
1. Pasien mendengarkan tentang pengertian hipertensi dan penyuluh
menjelaskan.
2. Pasien mendengarkan penjelasan tentang penyebab hipertensi dan
penyuluh menjelaskan.
3. Pasien mendengarkan penjelasan tentang gejala hipertensi dan
penyuluh menjelaskan.
4. Pasien mendengarkan penjelasan tentang terapi diet yang benar
untuk penderita hipertensi dan penyuluh menjelaskan.
G. Materi :
1. Pengertian hipertensi
2. Penyebab hipertensi
3. Gejala hipertensi
4. Terapi diet
H. Metode :
1. Ceramah
2. Tanya jawab

I. Alat Bantu :
Bagan/Gambar

J. Sumber Pustaka :
1. Adip, M. 2009. Cara Mudah Memahami dan Menghindari
Hipertensi, Jantung, dan Stroke. Yogyakarta: Dianloka.
2. Almatsier, Sunita. 2010. Penuntun Diet Edisi Terbaru. Jakarta: PT
Sun.
3. Saraswati, S. 2009. Diet Sehat Untuk Penyakit Asam Urat,
Diabetes, Hipertensi, dan Stroke. Yogyakarta: A+Plus.
4. Susanto, 2009. Awas 7 Penyakit Degeneratif. Yogyakarta:
Paradigma Indonesia.
K. Time Table
No Tahap Kegiatan Waktu
1. Pembukaan - Mengucapkan salam 5 menit
- Perkenalan diri
- Menjelaskan maksud dan
tujuan.
2. Pelaksanaan - Penyampaian isi materi 5 menit
tentang pengertian
hipertensi
- Penyampaian isi materi
5 menit
tentang penyebab
hipertensi
- Penyampaian isi materi
5 menit
tentang gejala hipertensi
- Penyampaian isi materi
tentang terapi diet 10 menit
hipertensi.
3. Pemahaman - Mereview kembali dengan 10 menit
diskusi tanya jawab.

4. Penutup - Memberikan kesimpulan 5 menit


- Mengucapkan terima kasih
Lampiran 1.
Materi Hipertensi
Pengertian Hipertensi
Hipertensi merupakan keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan
tekanan darah di atas normal atau kronis dalam waktu yang lama (Saraswati,
2009). Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana
tekanan sistoliknya di atas di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.
Penyebab hipertensi :
Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi
essensial (primer) merupakan hipertensi yang tidak fiketahui penyebabnya dan
ada kemungkinan karena faktor keturunan atau genetik (90%). Hipertensi
sekunder yaitu hipertensi yang merupakan akubat dari adanya penyakit lain.
Faktor ini juga erat hubungannya dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang
baik. Faktor makanan yang sangat berpengaruh adalah kelebihan lemak (obesitas).
Konsumsi garam dapur yang tinggi, merokok dan minum alkohol.
Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka
kemungkinan menderita hipertensi antara lain stress, kegemukan (obesitas), pola
makan, merokok (M. Adip, 2009).
Gejala hipertensi :
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki
gejala khusus. Menurut Susanto (2009), gejala-gejala yang mudah diamati antara
lain yaitu gejala ringan seperti pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah
merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, telinga berdengung, sukar tidur, sesak
napas, rasa berat ditengkuk, mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan
(keluar darah dari hidung).
Terapi Diet :
Tujuan :
- Menurunkan tekanan darah sampai mendekati batas normal
- Mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut
- Mengurangi keluhan yang dialami
Prinsip :
- Rendah garam
- Tinggi Ca, K, Mg
Syarat :
- Membatasi asupan natrium sampai 2-4 g/hari
- Memberikan bahan makanan yang tinggi kalium untuk mencegah
hipokalemia (penurunan kalium dalam darah)
- Mengurangi bahan makanan yang berlemak
- Menggunakan bumbu-bumbu yang tidak menggunakan natrium
- Bahan makanan yang boleh dimakan :
Semua bahan makanan yang segar atau olahan tanpa garam/natrium yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti : beras, jagung, kentang, kacang-
kacangan, sayuran dan buah-buahan
- Bahan makanan yang dibatasi jumlahnya seperti :
Daging, ayam, ikan paling banyak 100 g/hari, telur ayam/bebek paling
banyak 1 butir sehari, susu segar paling banyak 2 gelas sehari
- Bahan makanan yang tidak boleh dimakan :
Roti, biscuit, craker, cake, kue yang dimasak dengan menggunakan garam
dapur, soda, dendeng, abon, ikan asin, sarden, keju, margarine, mentega,
vetsin, asinan, kecap