Anda di halaman 1dari 19

WRAP UP SKENARIO 1

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA


DOKTER KELUARGA

KELOMPOK A-15

Ketua : Akhdan Aufa 1102013018


Sekretaris : M. Fadli Ilham Akbari 1102013159
Anggota : Alim Muslimah Suryantoro 1102013020
Annisa Robiyanti 1102011038
Fathonah Fatimatuzahra Said 1102013108
Fitri Rahmadani 1102012090
Harianti Ayu Wulandari 1102013122
Lamia Marie Thalib 1102013151
Lisa Dwiriansyah Trissanasari 1102013155
Hajar Haniyah 1102013119

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2016

1
SKENARIO

DOKTER KELUARGA

Ny. D, 45 tahun datang ke klinik Pratama untuk berobat penyakit


darah tinggi yang sudah 5 tahun dideritanya. Ny D datang ke klinik ini
atas saran temannya.

Menurut temannya, klinik pratama pelayanannya sangat bagus, baik


cara pendekatannya maupun jenis pelayanan yang tersedia karena dokter
yang berpraktek di linik ini adalah dokter keluarga yang agak berbeda
dengan dokter umum biasa.

Masih menurut temannya dokter keluarga ini tidak hanya mengobati


pasien di klinik, tetapi juga dapat memberikan pelayanan kunjungan
rumah, penyuluhan kesehatan dan memberikan binaan kepada keluarga
di sekitar klinik tersebut.

2
KATA SULIT

1. DOKTER KELUARGA: Dokter yang dapat memberikan pelayanan


kesehatan yang berorientasi komunitas dengan menitik beratkan
pada keluarga. Dokter tidak hanya memandang individu yang sakit
tapi sebagian dari unit keluarga dan dokter juga dapat bertindak
aktif seperti mengunjungi penderita dan keluarga
2. KLINIK PRATAMA : Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik
dasar
3. DOKTER PRAKTIK UMUM: Dokter yang dalam praktiknya menampung
semua masalah yang dimiliki pasien tanpa memandang jenis
kelamin, status sosial, jenis penyakit, golongan, usia ataupun sistem
organ

PERTANYAAN

1. Bagaimana cara menjadi dokter keluarga?


2. Apa saja tugas dokter keluarga?
3. Apa perbedaan dokter umum dengan dokter keluarga?
4. Apa keuntungan berobat ke dokter keluarga?
5. Prinsip dan standar pelayanan dokter keluarga?
6. Apa saja kriteria dari dokter keluarga?
7. Apa yang didapat dari pasien penyakit darah tinggi jika dateng ke
dokter keluarga?

JAWABAN

1. Mengikuti pelatihan dari PDKI


2. - Penyelenggaraan kesehatan
- Memberikan penyuluhan
- Visit ke rumah pasien
3. 1. Dokter umum : - Diagnosis kerja dan Terapi
- Hanya masalah medis

2. Dokter Keluarga: - Diagnosis Holistik, penyuluhan dan


pencegahan

3
- Melihat latar belakang sosial dan budaya

4. - Dapat berkunjung ke rumah pasien


- Mengetahui masalah yang dihadapi pasien dan keluarga dan
memberi solusi

5. Prinsip :
- Pelayanan yang holistik dan komprehensif
- Pelayanan yang kontinyu
- Pelayanan yang mengutamakan pencegahan
- Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja
dan tempat tinggal

Standar Kompetensi :

- Kompetensi dasar ( ketrampilan komunitas efektif, ketrampilan


klinik dasar, pengolahan masalah, individu, keluarga dan
masyarakat )

6. 5 Stard Doctor :
- Care Provider
- Decision Maker
- Communicator
- Community Leader
- Manager

7. - Penyuluhan dan edukasi ke keluarga pasien


- Pencegahan darah tinggi
- Home Visit

4
HIPOTESIS

Dokter Umum Pelatihan PDKI

Dokter Keluarga

Kriteria Tugas Prinsip dan Standar

Prinsip Dokter Keluarga


5 Star Doctor - Penyelenggaraan
- Pelayanan yang holistik
: kesehatan
dan komprehensif
- Pelayanan yang
- Care - Memberikan penyuluhan
kontinyu
Provider - Visit ke rumah pasien - Pelayanan yang
- Decision mengutamakan
Maker pencegahan
- Pelayanan yang
- Communicat
mempertimbangkan
or
keluarga, lingkungan
kerja dan tempat tinggal

Standar Prinsip Keluarga


Keuntungan ke dokter keluarga
- ketrampilan komunitas
- Dapat berkunjung ke efektif
- ketrampilan klinik dasar
rumah pasien - pengolahan masalah,
individu, keluarga dan
- Mengetahui masalah yang masyarakat
dihadapi pasien dan
keluarga dan memberi
solusi

5
LI.1. MM DOKTER KELUARGA

LO.1.1 MM DEFINISI DOKTER KELUARGA

Dokter keluarga merupakan dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi dokter maupun
kesehatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan melalui pendidikan khusus dibidang kedokteran
keluarga yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek dokter keluarga. ( IKK FKUI 1996 )

Dokter keluarga adalah dokter yang mempunyai tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan
kesehatan personal, menyeluruh terpadu, berkesinambungan dan proaktif sesuai dengan kebutuhan pasiennya
sebagai anggota satu unit keluarga, komunitas serta lingkungannya serta bila menghadapi masalah kesehatan
khusus yang tak tertanggulangi bertindak sebagai coordinator dalam konsultasi dan atau rujukan pada dokter
ahli yang sesuai. ( AAFP, IDI, Singapura )

Dokter Keluarga adalah dokter praktek umum, hanya dalam prakteknya menggunakan pendekatan
kedokteran keluarga. Pendekatan kedokteran keluarga itu prinsip ada 4, pelayanan yang bersifat personal
(invidual) bukan keluarga, pelayanan yang bersifat primerartinya hanya melayani sebatas dokter pelayanan
primer, lalu komprehensif artinya DK sebagai Dokter praktek umum melayani 4 ranah pelayanan yaitu
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Lalu yang ke empat adalah kontinyu, ini yang sering dilupakan
para dokter prakter umum padahal hal tersebut sangat penting, the continuity of care atau kesinambungan
pelayanan. Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter, sehingga mengulang pelayanan lagi,
pemeriksaan lagi, obatnya jadi double-double dan seterusnya. ( dr. Sugito Wonodirekso )

Dokter keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primer yang
komprehensif, kontinu, integratif, holistik, koordinatif, dengan mengutamakan pencegahan, menimbang peran
keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang
jenis kelamin, usia ataupun jenis penyakitnya. Pelayanan dokter keluarga melibatkan Dokter Keluarga
sebagai penyaring di tingkat primer sebagai bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yang
melibatkan dokter spesialis di tingkat pelayanan sekunder dan rumah sakit rujukan sebagai tempat pelayanan
rawat inap, diselenggarakan secara komprehensif, kontinu, integratif,holistik, koordinatif dengan
mengutamakan pencegahan, menimbang peran keluarga dan lingkungannya serta pekerjaannya. Pelayanan
diberikan kepada semua pasien tanpa memilah jenis kelamin, usia serta faktor-faktor lainnya. ( The
American Academy of FamilyPhysician, 1969; Geyman, 1971; McWhinney, 1981).

6
Pengertian dokter keluarga sendiri menurut PDKI (Perhimpunan Dokter KeluargaIndonesia) adalah
tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien di fasilitas/sistem pelayanan kesehatan primer guna
menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit,, usia, dan jenis
kelamin yang dapat dilakukan sedini dansedapat mungkin, secara paripurna, dengan pendekatan holistik,
bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan
menerapkan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien yang mengutamakan pencegahan, serta menjunjung
tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Layanan yang diselenggarakannya
(wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar.

LO.1.2 MM. SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

Kegiatan untuk mengembalikan pelayanan dokter keluarga di Indonesia telah dimulai sejak
tahun 1981 yakni dengan didirikannya Kelompok Studi Dokter Keluarga. Pada Tahun 1990 melalui
kongres yang kedua di Bogor, nama organisasi dirubah menjadi Kolese Dokter Keluarga Indonesia
(KDKI). Sekalipun organisasi ini sejak tahun 1988 telah menjadi anggota IDI, tapi pelayanan dokter
keluarga di Indonesia belum secara resmi mendapat pengakuan baik dari profesi kedokteran ataupun
dari pemerintah.

Untuk lebih meningkatkan program kerja, terutama pada tingkat internasional, maka pada
tahun 1972 didirikanlah organisasi internasional dokter keluarga yang dikenal dengan nama World of
National College and Academic Association of General Practitioners / Family Physicians
(WONCA). Indonesia adalah anggota dari WONCA yang diwakili oleh Kolese Dokter Keluarga
Indonesia.

Untuk Indonesia, manfaat pelayanan kedokteran keluarga tidak hanya untuk mengendalikan
biaya dan atau meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, akan tetapi juga dalam rangka turut
mengatasi paling tidak 3 (tiga) masalah pokok pelayanan kesehatan lain yakni:

Pendayagunaan dokter pasca PTT

Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat

Menghadapi era globalisasi

Di Indonesia kebijaksanaan pengembangan pelayanan kedokteran keluarga dilakukan


melalui berbagai cara. Dalam beberapa tahun terakhir pada beberapa fakultas kedokteran dari
beberapa universitas terkemuka telah dilakukan upaya-upaya untuk mengintegrasikan

7
pelayanan kedokteran keluarga dalam kurikulum pendidikan dokter yakni sesuai dengan
anjuran WHO bahwa "family medicine" selayaknya diintegrasikan dalam pendidikan
"community medicine" karena kedekatannya. Akan masih diperlukan waktu untuk
mendapatkan tetapi produk dari sistem pendidikan kedokteran ini yakni dokter umum lulusan
fakultas kedokteran yang mempunya wawasan kedokteran keluarga karena kebijakan ini baru
dikembangkan.

LO.1.3 MM. PRINSIP, STANDAR DAN KOMPETENSI DOKTER


KELUARGA

Prinsip dalam pelayanan atau pendekatan kedokteran keluarga yaitu memberikan :

1 Pelayanan yang holistik dan komprehensif.


2 Pelayanan yang kontinu.
3 Pelayanan yang mengutamakan pencegahan.
4 Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif.
5 Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya.
6 Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
tempat tinggalnya.
7 Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum.
8 Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu.
9 Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan

Pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga pada umumnya :

1 lebih aktif dan bertanggung jawab


Karena pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga
mengenal pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah, bertanggung
jawab mengatur pelayanan rujukan dan konsultasi, dan bahkan, apabila
memungkinkan, turut menangani pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap di
rumah sakit, maka pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter
keluarga umunya lebih aktif dan bertanggung jawab dari pada dokter umum.
2 Lebih lengkap dan bervariasi
Karena praktek dokter keluarga menangani semua masalah kesehatan yang ditemukan
pada semua anggota keluarga, maka pelayanan dokter keluarga pada umumnya lebih
lengkap dan bervariasi dari pada dokter umum. Tidak mengherankan jika dengan
pelayanan yang seperti ini, seperti yang ditemukan di Amerika Serikat misalnya,

8
praktek dokter keluarga dapat menyelesaikan tidak kurang dari 95 % masalah
kesehatan yang ditemukan pada pasien yang datang berobat.
3 Menangani penyakit pada stadium awal
Sekalipun praktek dokter keluarga dapat menangani pasien yang telah membutuhkan
pelayanan rawat inap, bukan selalu berarti praktek dokter keluarga sarna dengan
dokter spesialis. Praktek dokter keluarga hanya sesuai untuk penyakit -penyakit pada
stadium awal saja. Sedangkan untuk kasus yang telah lanjut atau yang telah terlalu
spesialistik, karena memang telah berada diluar wewenang dan tanggung jawab
dokter keluarga, tetap dan harus dikonsultasikan dan atau dirujuk kedokter spesialis.
Seperti yang dikatakan oleh Malerich (1970), praktek dokter keluarga memang sesuai
untuk penyakit-penyakit yang masih dalam stadium dini atau yang bersifat umum
saja. The family doctor cannot be expected to treat all problems as best possible, but
he can be expected to treat all common diseases as best possible.

Standar Pelayanan Dokter Keluarga

Menurut Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), standar pelayanan dokter keluarga
meliputi:

A Standar pemeliharaan kesehatan di klinik


1 Standar pelayanan paripurna
Sifat paripurna pada kedokteran keluarga yaitu termasuk pemiliharaan dan
peningkatan kesehatan (promotive), pencegahan kesehatan (curative), pencegahan
kecacatan (disability limitation), dan rehabilitasi setelah sakit (rehabilitation)dengan
memperlihatkan kemampuan sosial serta sesuai dengan mediko legal etika
kedokteran
Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang
Memiliki izin pelayanan dokter keluarga dan surat persetujuan tempat praktik
Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan pasien dan keluarganya
Pencegahan penyakit dan proteksi khusus
Deteksi dini terhadap penyakit dan melakukan pentalaksanaan yang tepat
terhadap pasien dan keluarganya
Kuratif medik
Melaksanakan pemulihan kesehatan dan pencegahan kecacatan pada strata
pelayanan tingkat pertama, termasuk kegawatdaruratan medik, atau perujukan
Rehabilitasi medik dan sosial pada pasien dana atau keluarganya
Setelah mengalami masalah kesehatan baik dari segi fisik, jiwa maupun sosial
Kemampuan sosial keluarga
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memeprhatikan kondisi
sosial pasien dan keluarganya

9
2 Standar pelayanan medis (standard of medical care)
Pelayanan sebuah dokter keluarga harus sesuai dengan lege artis
Anamnesis
Dengan pendekatan patient centered approach dalam rangka memperoleh
keluhan utama pasien, kekhawatiran dan harapan pasien mengenai keluhannya
tersebut, serta memperoleh keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis
Pemeriksaan fisik, penunjang serta diagnosis dan diagnosis banding
Melakukan secara diagnosis holistik
Konseling
Untuk membantu pasien dan keluarga menentukan pilihan terbaik
penatalaksanaan untuk pasien
Konsultasi
Saat diperlukan, dokter keluarga melakukan konsultasi ke dokter yang
dianggap lebih piawai dan atau berpengalaman.

3. Standar pelayanan bersinambung (standard of continuum care)

Pelayanan yang diberikan dokter keluarga merupakan pelayanan bersinambung yang


melaksanakan pelayanan kedokteran secara efektif efisien, proaktif dan terus
menerus demi kesehatan pasien
Rekam medik berkesinambung
Informasi riwayat kesehatan pasien sebelumnya pada saat datang sigunakan
untuk memaastikan bahwa penatalaksanaan yang diterapkan telah sesuai
Pelayanan efektif efisien
Pelayanan dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan rawat jalan efektif
efisien bagi pasien, menjaga kualitas, sadar mutu dan biaya
Pendampingan
Saat dilaksanakan konsultasi dana atau rujukan, dokter keluarga menawarkan
kemudian melakasanakan pendampingan pasien, demi kepentingan pasien
Pelayanan proaktif
Pelayanan dokter keluarga menjaga kesinambungan

4 Standar pelayanan menyeluruh (standard of holistic of care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat menyeluruh, yaiut peduli nahwa
pasien adalah seorang manusia seutuhnya yang terdiri dari fisik, mental, social dan
spiritual, serta berkehidupan di tengah lingkungan fisik dan sosialnya
Pasien adalah manusia seutuhnya
Pelayanan dokter keluarga memiliki system untuk memandang pasien sebagai
manusia yang seutuhnya
Pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya

10
Pelyanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memandang pasien sebagai
bagian dari keluarga pasien, dan memperhatikan bahwa keluarga pasien dapat
mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh situasi dan kondisi kesehatan pasien.
Pelayanan menggunakan segala sumber di sekitarnya
Pelayanan dokter keluarga mendayagunakan segala sumber di sekitar
kehidupan pasien untuk meningkatkan keadaan kesehatan pasien dan
keluarganya.

5 Standar pelayanan terpadu (standard of integration of care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat terpadu, selain merupkan
kemitraan antara dokter dengan pasien pada saat proses penatalaksanaan medis, juga
merupakan kemitraan lintas program dengan berbagai institusi yang menunjang
pelayanan kedokteran baik dari formal maupun informal.
koordinator penatalaksanaan pasien kerja sama dengan dokter pasien -
keluarga, maupun bersama antara dokter pasien dokter spesialis / rumah
sakit.
Mitra dokter pasien saat proses pentalaksanaan medis
Mitra lintas sektoral medik
Dokter keluarga bekerja sebahai mitra penyedia pelayanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelayanan kesehatan formal di sekitarnya.
Mitra lintas sektoral alternatif dan komplimenter medik
Dokter keluarga memperdulikan dan memperhatikan kebutuhan dan perliaku
pasien dan kelaurganya sebagai masyarakat yang menggunakan berbagai
pelayanan kesehatan nonformal di sekitarnya.

B Standar perilaku dalam praktik (standard of behaviour in practice)


a Standar perilaku terhadap pasien
Dokter keluarga menyediakan kesempatan bagi pasien untuk menyampaikan
kekhawatiran dan masalah kesehatannya, serta memberikan kesempatan kepada
pasien untuk memperoleh penjelasan yang dibutuhkan guna dapat memutuskan
pemilihan penatalaksanaan yang akan dilaksanakannya.
Informasi memperoleh pelayanan
Dokter keluarga memberikan keterangan yang adekuat mengenai cara untuk
memperoleh pelayanan yang diinginkan
Masa konsultasi
Menyediakan waktu konsultasi untuk menjelaskan keluhan dan
keinginanannya
Informasi medik menyeluruh

11
Dokter keluarga memberikan informasi yang jelas kepada pasien mengenai
keadaan dan tindakan terhadap pasien, sehingga memungkin pasien dapat
memutuhkan tindakan yang akan dilakukan terhadapnya
Menghormati hak dan kewajiban pasien dan dokter
b Standar perilaku dengan mitra kerja di klinik (standard of partners relationship in
practive) Baik dengan klinik, tim, sejawat, pegawai klinik, pemimpin klinik

Kompetensi Dokter Keluarga

Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang
lulusan fakultas kedokteran pada umumnya. Kompetensi khusus inilah yang perlu dilatihkan
melalui program perlatihan ini. Yang dicantumkan disini hanyalah kompetensi yang harus
dimiliki oleh setiap Dokter Keluarga secara garis besar. Rincian memgenai kompetensi ini,
yang dijabarkan dalam bentuk tujuan pelatihan,

1 Menguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga,


2 Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan
kedokteran keluarga,
3 Menguasai ketrampilan berkomunikasi, menyelenggarakan hubungan profesional
dokter- pasien untuk :
a Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluarga
dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga,
b Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerjasana
menyelesaikan masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan dan
penyembuhan penyakit, serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan
keluarga,
c Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim pada
penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan.

4 Memiliki keterampilan manajemen pelayanan kliniks.

a Dapat memanfaatkan sumber pelayanan primer dengan memperhitungkan


potensi yang dimiliki pengguna jasa pelayanan untuk menyelesaikan
masalahnya.

b Menyelenggarakan pelayan kedokteran keluarga yang bermutu sesuai dengan


standar yang ditetapkan.

12
5 Memberikan pelayanan kedokteran berdasarkan etika moral dan spritual.

6 Memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang pengelolaan pelayanan kesehatan


termasuk sistem pembiayaan (Asuransi Kesehatan/JPKM).

Kompetensi dokter keluarga yang tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter


Keluarga yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia tahun 2006 adalah
(Danasari, 2008) :

a Keterampilan komunikasi efektif


b Keterampilan klinik dasar
c Keterampilan menerapkan dasar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku dan
epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga
d Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupun
masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik, berkesinambungan, terkoordinir
dan bekerja sama dalam konteks Pelayanan Kesehatan Primer
e Memanfaatkan, menilai secara kritis dan mengelola informasi
f Mawas diri dan pengembangan diri atau belajar sepanjang hayat
g Etika moral dan profesionalisme dalam praktek

Pada dasarnya kompetensi yang harus dimiliki oleh dokter keluarga selain harus
memiliki kompetensi dokter menurut Konsil Kedokteran Indonesia, juga harus memiliki
tambahan kompetensi untuk dokter keluarga, diantaranya :

A Area komunikasi efektif


1 Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya
a Menempatkan diri sebagai mitra keluarga dalam penatalaksaan masalah
kesehatan pasien dan keluarga
b Mampu melaksanakan anamnesis dengan pendekatan pasien (patient centered
approach) dalam rangka memperoleh keluhan utama pasien, kekhawatiran dan
harapan pasien mengenai keluhannya tersebut serta memperoleh keterangan untuk
dapat menegakkan diagnosis
c Memahami masalah yang sebenarnya terjadi dengan menggali dan menganalisa
faktor-faktor keluarga pasien yang berhubungan dengan masalah kesehatan pasien
d Mampu memberikan informasi yang jelas kepada pasien mengenai seluruh tujuan,
kepentingan, keuntungan, resiko yang berhubungan dalam hal pemeriksaan,
konsultasi, rujukan pengobatan, tindakan dan sebagainya seingga memungkinkan

13
pasien untuk dapat memutuskan segala yang akan dilakukan terhadapnya secara
puas dan terinformasi
e Mampu menggali, menganalisa dan menganjurkan sumber daya yang ada pada
keluarga dan lingkungan untuk kepentingan pentalaksanaan kesehatan pasien dan
keluarganya
f Mampu melakukan konseling perorangan dan konseling kelompok (keluarga
maupun kelompok lain)

2 Berkomunikasi dengan masyarakat


Mampu merencanakan dan menerapkan pendidikan kesehatan yang sesuai bagi
pasien, keluarga dan komunitas yang ada dihadapannya dengan media yang tepat guna

B Area keteampilan klinis


1 Mampu menganalisa informasi dalam rekam medik dan rekam keluarga utuk
menegakkan diagnostik holistik dan perencanaan komprehensif bagi pasien dan
keluarganya
2 Mampu elaksanakan pendampingan pasien secara profesional demi kepentingan
pasien pada saat dibutuhkan dalam layanan konsultasi dan/atau rujukan
3 Mampu secara trampil melakukan prosedur tunjangan hidup dasar (basic life support)
dan ACLS dimanapun berada

C Area pengelolaan masalah kesehatan


1 Mampu menyelenggarakan pelayanan rawat jalan efektif efisien bagi pasien, menjaga
kualitas, sadar mutu, dan sadar biaya
2 Mampu menyelenggarakan pelyanan yang peduli dan perhatian pada kebutuhan dan
perilaku pasien dan keluarganya sebgai masyarakat
3 Mampu mengidentifikasi, mmberi alas an, menerapkan dan merencanakan strategi
pencegahan primer, sekunder dan tersier bagi seluruh anggota keluarga pasien seta
komunikasi sekitar pasien
4 Mampu menempatkan diri untuk berpartisipasi dalam program pendidikan kesehatan
bagi komunitas sesuai dengan kebutuhan
5 Mampu menempatkan diri untuk berpartisipasi dalam pergerakkan masyarakat dalam
penanggulangan bencana dan rehabilitasi komunitas pasca bencana
6 Mampu menyusun system untuk memandang pasien sebagai bagian keluarga pasien
dan memperhatikan bahwa keluarga pasien dapat mempengaruhi dan atau
dipengaruhhi oleh situasi dan kondisi kesehatan pasien
7 Mampu mendayagunakan sumber di sekitar kehidupan pasien untuk mengingkatkan
keadaan kesehatan pasien dan keluarganya

14
8 Mampu memperhatikan latar belakang social, budaya, ekonomi pasien dalam
berkomunikasi dan menawarkan pilihan tindakan

D Area pengelolaan informasi


1 Mampu mengaplikasikan EBM dan appraisal kritis suatu informasi baru dalam
praktik keseharian
2 Mampu merencakan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi guna
memberi pelayanan yang memuaskan bagi pasein dan keluarganya

E Area mawas diri dan pengembangan diri


Mampu menginisiasi dan melaksanakan Program Pendidikan Keprofesian Kedokteran
Berkelanjutan (P2KB) untuk diri dan perkumpulan profesinya

F Area etika, moral, medikolegal, dan profesionalisme serta keselamatan pasien


1 Mampu menempatkan diri sebagai mitra penyedia pelyanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelyanan kesehatan formal di sekitarnya
2 Mampu melakukan program jaga mutu (quality assurance) secara mandiri dan atau
bersama-sama dengan dokter keluarga lainnya
3 Mampu menjadi pimpinan professional pada suau pusat pelayanan kedokteran
kesehatan primer
4 Mampu menganalisa persamaan dan perbedaaan karate individu, keluarga, hingga
factor social budaya yang berpengaruh pada kesehatan pasien dan keluarga

LO.1.4 MM. TUGAS DAN PERAN DOKTER KELUARGA

Dokter keluarga memiliki 5 fungsi yang dimiliki, yaitu (Azrul Azwar, dkk. 2004) :

a Care Provider (Penyelenggara Pelayanan Kesehatan)


Yang mempertimbangkan pasien secara holistik sebagai seorang individu dan sebagai
bagian integral (tak terpisahkan) dari keluarga, komunitas, lingkungannya, dan
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, komprehensif,
kontinu, dan personal dalam jangka waktu panjang dalam wujud hubungan
profesional dokter-pasien yang saling menghargai dan mempercayai. Juga sebagai
pelayanan komprehensif yang manusiawi namun tetap dapat dapat diaudit dan
dipertangungjawabkan

b Comunicator (Penghubung atau Penyampai Pesan)


Yang mampu memperkenalkan pola hidup sehat melalui penjelasan yang efektif
sehingga memberdayakan pasien dan keluarganya untuk meningkatkan dan

15
memelihara kesehatannya sendiri serta memicu perubahan cara berpikir menuju sehat
dan mandiri kepada pasien dan komunitasnya

c Decision Maker (Pembuat Keputusan)


Yang melakukan pemeriksaan pasien, pengobatan, dan pemanfaatan teknologi
kedokteran berdasarkan kaidah ilmiah yang mapan dengan mempertimbangkan
harapan pasien, nilai etika, cost effectiveness untuk kepentingan pasien sepenuhnya
dan membuat keputusan klinis yang ilmiah dan empatik

d Manager
Yang dapat berkerja secara harmonis dengan individu dan organisasi di dalam maupun
di luar sistem kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitasnya
berdasarkan data kesehatan yang ada. Menjadi dokter yang cakap memimpin klinik,
sehat, sejahtera, dan bijaksana

e Community Leader (Pemimpin Masyarakat)


Yang memperoleh kepercayaan dari komunitas pasien yang dilayaninya,
menyearahkan kebutuhan kesehatan individu dan komunitasnya, memberikan nasihat
kepada kelompok penduduk dan melakukan kegaiatan atas nama masyarakat dan
menjadi panutan masyarakat

Selain fungsi, ada pula tugas dokter keluarga, yaitu :

1 Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh, dan bermutu guna


penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan,
2 Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat,
3 Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan
sakit
4 Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya,
5 Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf
kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi,
6 Menangani penyakit akut dan kronik,
7 Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit,
8 Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat
di RS,
9 Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan,
10 Bertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya,
11 Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien,
12 Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar,
13 Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu
kedokteran keluarga secara khusus.

16
Kewajiban dokter keluarga :

1 Menjunjung tinggi profesionalisme


2 Menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam praktek
3 Bekerja dalam tim kesehatan
4 Menjadi sumber daya kesehatan
5 Melakukan riset untuk pengembangan layanan primer

LO.1.5 MM. JENIS PELAYANAN

Pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga banyak


macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas tiga macam :

1. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan Pada bentuk ini, pelayanan


yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga hanya pelayanan
rawat jalan saja. Dokter yang menyelenggarakan praktek dokter keluarga
tersebut tidak melakukan pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di
rumah atau pelayanan rawat inap di rumah sakit. Semua pasien yang
membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat praktek dokter
keluarga. Jika kebetulan pasien tersebut memerlukan pelayanan rawat
inap, pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit.

2. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, kunjungan dan perawatan


pasien dirumah. Pada bentuk ini, pelayanan yang diselenggarakan pada
praktek dokter keluarga mencakup pelayanan rawat jalan serta pelayanan
kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Pelayanan bentuk ini lazimnya
dilaksanakan oleh dokter keluarga yang tidak mempunyai akses dengan
rumah sakit.

3. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, kunjungan dan perawatan


pasien di rumah, serta pelayanan rawat inap di rumah sakit. Pada bentuk
ini, pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga telah
mencakup pelayanan rawat jalan, kunjungan dan perawatan pasien di
rumah, serta perawatan rawat inap di rumah sakit. Pelayanan bentuk ini
lazimnya diselenggarakan oleh dokter keluarga yang telah berhasil
menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat dan rumah sakit
tersebut memberi kesempatan kepada dokter keluarga untuk merawat
sendiri pasiennya di rumah sakit

17
LO.1.6 MM. PERBEDAAN DOKTER UMUM DAN DOKTER KELUARGA

DOKTER PRAKTEK
DOKTER KELUARGA
UMUM

Cakupan Pelayanan Terbatas Lebih Luas

Menyeluruh, Paripurna,
Sifat Pelayanan Sesuai Keluhan bukan sekedar yang
dikeluhkan

Kasus per kasus dengan


Kasus per kasus dengan
Cara Pelayanan berkesinambungan
pengamatan sesaat
sepanjang hayat

Lebih kearah
Lebih kuratif hanya untuk pencegahan, tanpa
Jenis Pelayanan
penyakit tertentu mengabaikan pengobatan
dan rehabilitasi

Lebih diperhatikan dan


Peran keluarga Kurang dipertimbangkan
dilibatkan

Promotif dan
Tidak jadi perhatian Jadi perhatian utama
pencegahan

Hubungan dokter- Dokter pasien teman


Dokter pasien
pasien sejawat dan konsultan

Secara individual sebagai


bagian dari keluarga
Awal pelayanan Secara individual
komunitas dan
lingkungan

DAFTAR PUSTAKA

18
Azwar A. 1996. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. Jakarta: IDI.

Azwar A. 2008. Peran dan Fungsi Dokter Keluarga dalam Pelayanan Kesehatan Primer

dalam presentasi Revisi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Padang.

Danasari. 2008. Standar Kompetensi Dokter Keluarga Perhimpunan Dokter Keluarga

Depkes. 2001. IDI, Fakultas Kedokteran Seri Pendidikan Kedokteran Bersinambung

Firman Lubis, Dept Kedokteran komunitas dalam Majalah Kedokteran Indonesia, Volume:
58,

IDI . 2007. Petunjuk Teknis: Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan

Untuk Dokter Praktik Umum. [Internet]. viewed 4 Desember 2014, from:

http://dc239.4shared.com/doc/gBDGV6rJ/preview.html

Ikatan Dokter Indonesia, Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia, Kolegium Ilmu

Kedokteran Keluarga Indonesia, 2007

Persatuan Dokter Keluarga Indonesia .2009. Kronik PDKI. [Internet]. viewed 4 Desember

Persatuan Dokter Keluarga Indonesia .2009. Program Konversi. [Internet]. viewed 4

Desember 2013, from: http://www.pdki-arpac.or.id/index_pdki.php?


show=data/konversi

Qomariah. 2000. Sekilas Kedokteran Keluarga. FK-Yarsi : Jakarta

19

Anda mungkin juga menyukai