Anda di halaman 1dari 2

Etos Kerja

Etos kerja pada diri saya terbentuk karena lingkungan kerja dan organisasi ini yang lama saya
ikuti sehingga membentuk karakter pada diri sendiri. Tidak semua orang memiliki etos kerja
yang sepadan dan stabil, hal itu membuat saya mempunyai pandangan luas bagaimana dalam
menyikapi dan berkontribusi untuk organisasi ketika saya bekerja. Pada diri saya etos
kerjanya adalah totalitas kerja karena hal itu sudah mendasari ketika saya awal pertama kali
mendaftar menjadi bagian dari organisasi. Selain itu adalah motivasi dan niat dari diri sendiri
yang akan membuat semangat totalitas saya ketika bekerja. Ketika saya tidak nyaman pada
organisasi tempat saya mengabdi lebih baik saya keluar daripada mebuat hancur organisasi
itu. Hal itu akan membuat etos kerja yang saya lakukan tidak sesuai dengan yang sebenrnya
asli pada diri saya dan takut hal itu akan membuat perubahan pada karakter dan etos kerja
saya dimana pengaruh dari lingkungan sangatlah besar pada anak muda. Etos kerja saya
selanjutnya adalah dengan di deadline karena memang semua orang memiliki karakter yang
berbeda tetapi dengan saya akan selalu ingat di samping saya orangnya sering lupa untuk
melakukan sesuatu d tengah padatnya jadwal kuliah dan organisasi. Namun saya juga
menyiasati dengan jadwal kecil pada buku kecil tentang jadwal yang akan saya lakukan
dalam seminggu dan target tugas serta kerja supaya hal itu tidak akan terbengkalai salah satu
dan semua dapat berjalan secara beriringan. Ketika saya di deadline, hal itu akan membuat
semangat totalitas kerja saya menjadi cepat dan lebih dari biasanya karena tekanan lebih
besar akan membuat semuanya menjadi luar dari biasanya memang. Dalam mendeadline
orang secara terus menerus memang susah dan harus dididik juga supaya dapat berkembang
hal itu sudah saya dapatkan ketika saya mengkikuti beberapa training yang salah satunya
lewat pembuatan jadwal kecil supaya tidak lupa, dan bisa juga dengan membuat sesuatu itu
nyaman telebih dahulu , karena menjaga etos kerja pada seseorang yang memiliki totalitas itu
dengan mengejar kinerja untuk sebuah etos kerja untuk jadi yang terbaik masih sulit menjaga
etos kerja. Cara yang saya lakukan serta jaga ketika dalam organisasi yang saya ikuti ketika
etos kerja saya menurun adalah dengan menyendiri dahulu di tengah banyaknya tekanan
serta tugas sambil mendengarkan lagu klasik karena hal seperti terapi pada diri sendiri dan
pada otak saya, hal itu akan membuat refresh pada jasmani dan rohani saya serta itu seperti
memberikan lagi pemikiran dan penyikapan yang lebih bijak serta segar kembali ketika harus
menentukan atau membuat lebih semangat lagi menjadi muncul seperti semula. Selain itu
saya mencoba mendata dengan skala prioritas dari semua tugas dengan hal itu akan
memudahkan saya dalam menyelesaikan beberapa tugas di tengah padatnya jadwal serta

meminimalisir molorya dari beberpa target. . Itu semua masih sedikit dari gambaran saya ini ketika aslinya karena ketika pada kenyataan saya akan konsekuen dengan apa yang saya jalani sewaktu masuk dalam organisasi. Hal ini telah saya lakukan dan alami ketika pada PSDM sewaktu LKMM Wilayah 3 serta ketika acara ISMKI Membumi. Etos kerja saya ini seperti totalitas yang tidak memandang waktu serta banyaknya organisasi selain itu dengan skala prioritas juga saya menyikapinya dan dengan sistem di deadline.