Anda di halaman 1dari 66

BENTUK MOLEKUL DAN GAYA

ANTAR MOLEKUL
1. BENTUK MOLEKUL

1. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

Teori VSEPR adalah teori yang menggambarkan bentuk molekul berdasarkan kepada
tolakan pasangan electron disekitar atom pusat. Teori talakan pasangan electron ini
dikenal dengan istilah VSEPR (Valence Shell Electron Pair of Repulsion)

Bentuk molekul didasarkan kepada jumlah electron yang saling tolak-menolak disekitar atom
pusat yang akan menempati tempat sejauh munkin untuk meminimumkan tolak elektron

Kelompok pasangan elektron dapat berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap


dua, dan ikatan rangkap tiga. Perhatikan Gambar

Gambar Pasangan elektron di sekeliling atom pusat

Di dalam klasifikasi VSEPR ada beberapa huruf yang melambangkan atom


pusat, atom yang mengelilingi atom pusat, dan pasangan elektron bebas, yaitu:
A = atom pusat
X = atom yang mengelilingi atom pusat
E = pasangan elektron bebas
Berbagai bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron

dijelaskan sebagai berikut.

1. Bentuk Molekul dengan Dua Pasangan Elektron di


Sekitar Atom Pusat

Tabel Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom pusat
Dua pasangan elektron yang berada di sekitar atom pusat akan tolak-menolak
membentuk susunan elektron yang linier.
Catatan:
Pasangan elektron bebas pada Cl dan O tidak mempengaruhi bentuk molekul,
karena hanya pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat saja yang terlibat
dalam pembentukan molekul

2. Bentuk Molekul dengan Tiga Pasangan Elektron di


Sekitar Atom Pusat

Tabel Contoh bentuk molekul dengan tiga pasangan elektron di sekitar atom
pusat
Molekul atau ion yang memiliki 3 pasang elektron di sekitar atom pusat baik
pasangan yang membentuk ikatan tunggal atau rangkap membentuk segitiga planar

3. Bentuk Molekul dengan Empat Pasangan Elektron di


Sekitar Atom Pusat

Tabel Contoh bentuk molekul dengan empat pasangan elektron di sekitar


atom pusat
semua molekul atau ion yang memiliki empat pasangan elektron di sekitar
atom pusatnya akan membentuk struktur ruang elektron tetrahedral.
Catatan:
Jika ada 4 kelompok elektron yang mengelilingi atom pusat, maka gaya tolak:
PEB PEB > PEI PEB > PEI PEI.

Bentuk Molekul dengan Lima Pasangan Elektron di


Sekitar Atom Pusat
Semua molekul atau ion yang atom pusatnya dikelilingi lima atau enam
pasangan elektron biasanya atom pusat tersebut berasal dari unsur periode ke-3
atau lebih dari 3.
Bentuk-bentuk molekul dengan 5 pasangan elektron yang terdiri dari PEB
dan PEI yang berbeda dapat dilihat pada Tabel

Jika lima pasangan elektron mengelilingi atom pusat maka akan membentuk
struktur ruang elektron bipiramidal trigonal.

5. Bentuk Molekul dengan Enam Pasangan Elektron di


Sekitar Atom Pusat
Enam pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat akan membentuk
struktur ruang elektron oktahedral.
Bentuk-bentuk molekul yang terjadi dari 6 pasangan elektron yang terdiri dari
PEI dan PEB yang berbeda dapat dilihat pada Tabel

Bentuk molekul dapat diramalkan dengan teori jumlah pasangan elektron di


sekitar atom pusat dan VSEPR. Langkah-langkahnya:
1. Menentukan struktur Lewis dari rumus molekul.
2. Menentukan jumlah pasangan elektron di sekeliling atom pusat, pasangan
elektron ikatan, dan pasangan elektron bebas.
3. Memprediksi sudut-sudut ikatan yang mungkin berdasarkan jumlah kelompok
elektron dan arah-arah yang mungkin akibat tolakan pasangan elektron bebas.
4. Menggambarkan dan memberi nama bentuk molekul berdasarkan jumlah PEI
dan PEB.

Langkah-langkah tersebut diilustrasikan sebagai berikut


Contoh Soal
Ramalkan bentuk molekul PF3 dan COCl2

Penyelesaian:
a. Bentuk molekul PF3

Struktur Lewis PF3

Jumlah pasangan elektron di sekeliling P = 4 pasang,


3 PEI dan 1 PEB, klasifikasi VSERP: AX3E
Bentuk molekul PF3 adalah piramidal trigonal
dengan sudut FPF < 109,5

b. Bentuk molekul COCl2


Struktur Lewis COCl
Bentuk ideal COCl2 adalah segitiga planar dengan sudut 120 tetapi
karena ada ikatan rangkap yang tolakannya lebih besar terhadap ikatan
tunggal maka sudut Cl C O > 120 dan Cl C Cl < 120.
Bentuk molekul COCl2 adalahsegitiga dengan sudutsudut
sebagai berikut

B. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Hibridisasi


Teori jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat dapat menjelaskan
berbagai bentuk-bentuk molekul sesuai dengan eksperimen. Ada lagi teori yang
dapat menjelaskan bentuk molekul yaitu berdasarkan bentuk orbital kulit terluarnya

Pada pembentukan molekul ini terjadi penggabungan beberapa orbital suatu atommembentuk
orbital baru yang tingkat energinya sama atau orbital hibrid. Prosesini dikenal dengan istilah
hibridisasi

1. Bentuk Molekul BeF2


Konfigurasi elekron atom 4Be: 1s2 2s2. Atom Be mempunyai dua elektron pada
orbital 2s. Agar terdapat dua elektron yang tidak berpasangan untuk mengikat
dua atom F maka satu elektron dari 2s pindah ke 2p atau tereksitasi. Orbital s danp tersebut
mengalami hibridisasi membentuk orbital hibrid sp yang berbentuk linierKonfigurasi elektron

terluar Be :
Konfigurasi elektron Be terhibridisasi :
Konfigurasi elektron Be pada BeF2 :

Dua elektron tidak berpasangan pada


orbital ini akan menerima elektron dari
F membentuk ikatan kovalen sehingga
BeF2 berbentuk linier.
BENTUK MOLEKUL

74 Votes

1. Teori Domain Elektron (TDE)

Bentuk molekul tergantung pada susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI
dan pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat dalam molekul. Dapat dijelaskan
dengan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi atau teori VSEPR (Valence
Shell Electron Pair Repultion)

Molekul kovalen terdapat pasangan-pasangan elektron baik PEI maupun PEB.


Karena pasangan-pasangan elektron mempunyai muatan sejenis, maka tolak-
menolak antarpasangan elektron. Tolakan (PEB PEB) > tolakan (PEB PEI) >
tolakan (PEI PEI)

Adanya gaya tolak-menolak menyebabkan atom-atom yang berikatan


membentuk struktur ruang yang tertentu dari suatu molekul dengan demikian
bentuk molekul dipengaruhi oleh banyaknya PEI maupun PEB yang dimiliki pada
atom pusat.

Bentuk molekul ditentukan oleh pasangan elektron ikatannya


Contoh molekul CH4 memiliki 4 PEI

2. Rumus Tipe Molekul

1) Atom pusat dilambangkan dengan A

2) Domain elektron ikatan dilambangkan dengan X

3) Domain elektron bebas dinyatakan dengan E


Tabel Bentuk Molekul Berdasarkan PEI dan PEB

Jumlah Jumlah
Pasangan Pasangan Rumus
Bentuk Molekul Contoh
Elektron Ikatan Elektron (AXnEm)
(X) Bebas (E)
2 0 AX2 Linear CO2
0 AX3 Trigonal planar BCl3
3

2 1 AX2E Bengkok SO2


4 0 AX4 Tetrahedron CH4
3 1 AX3E Piramida trigonal NH3
2 2 AX2E2 Planar bentuk V H2O
5 0 AX5 Bipiramida trigonal PCl5
4 1 AX4E Bipiramida trigonal SF4
3 2 AX3E2 Planar bentuk T IF3
2 3 AX2E3 Linear XeF2
6 0 AX6 Oktahedron SF6
5 1 AX5E Piramida sisiempat IF5
4 2 AX4E2 Sisiempat datar XeF4

Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita dapat meramalkan bentuk geometri suatu
molekul. Dalam artikel ini maka akan di contohkan menentukan bentuk geometri molekul
XeF2, XeF4, dan XeF6.

Diantara molekul-molekul tersebut ada yang memiliki pasangan elektron bebas dan ada yang
tidak, jadi molekul-molekul tersebut adalah contoh yang bagus untuk lebih memahami teori
VSEPR.

Pertama kita harus mementukan struktur lewis masing-masing molekul. Xe memiliki jumlah
elektron valensi 8 sedangkan F elektron valensinya adalah 7. (lihat gambar dibawah)

Struktur Lewis XeF2 seperti gambar sebelah kiri, dua elektron Xe masing-masing diapakai
untuk berikatan secara kovalen dengan 2 atom F sehingga meninggalkan 3 pasangan elektron
bebas pada atom pusat Xe. Hal yang sama terjadi pada molekul XeF 4 dimana 4 elektron Xe
dipakai untuk berikatan dengan 4 elektron dari 4 atom F, sehingga meninggalkan 2 pasangan
elektron bebas pada atom pusat Xe.
Lihat gambar disamping > XeF2 memiliki 2 pasangan elekktron terikat (PET) dan 3
pasangan elektron bebas (PEB) jadi total ada 5 pasangan elektron yang terdapat pada XeF2,
hal ini menandakan bahwa geometri molekul atau kerangka dasar molekul XeF2 adalah
trigonal bipiramid. Karena terdapat 3 PEB maka PEB ini masing masing akan menempati
posisi ekuatorial pada kerangka trigonal bipiramid, sedangkan PET akan menempati posisi
aksial yaitu pada bagian atas dan bawah.

Posisi inilah posisi yang stabil apabila


terdapat atom dengan 2 PET dan 3 PEB sehingga menghasilkan bentuk molekul linear. Jadi
bentul molekul XeF2 adalah linier. (lihat gambar disebelah ini).

Pada gambar disamping > strutur lewis


XeF4 memiliki 4 pasangan elekktron terikat (PET) dan 2 pasangan elektron bebas (PEB) jadi
total ada 6 pasangan elektron yang terdapat pada XeF4, hal ini menandakan bahwa geometri
molekul atau kerangka dasar molekul XeF4 adalah oktahedral. Karena terdapat 2 PEB maka
PEB ini masing masing akan menempati posisi aksial pada kerangka oktahedral, sedangkan
PET akan menempati posisi ekuatorial. Posisi inilah posisi yang stabil apabila terdapat atom
dengan 4 PET dan 2 PEB sehingga menghasilkan bentuk molekul yang disebut segiempat
planar. Jadi bentul molekul XeF2 adalah segiempat planar. Bentuk molekul akan sama
dengan susunan ruang elektron yang ada pada atom pusat jika tidak pasangan elektron bebas.

Perhatikan Gambar Bentuk Molekul di bawah ini !

X = atom pusat

E = pasangan elektron bebas

Tentang iklan-iklan ini


MATERI PELAJARAN

PETA KONSEP

1. BENTUK MOLEKUL

1. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

Teori VSEPR adalah teori yang menggambarkan bentuk molekul berdasarkan kepada
tolakan pasangan electron disekitar atom pusat. Teori talakan pasangan electron ini
dikenal dengan istilah VSEPR (Valence Shell Electron Pair of Repulsion)

Bentuk molekul didasarkan kepada jumlah electron yang saling tolak-menolak disekitar atom
pusat yang akan menempati tempat sejauh munkin untuk meminimumkan tolakan.

Jenis pasangan electron disekitar atom pusat


Symbol symbol dalam teori VSEPR

1. A : Atom pusat

2. X : Jumlah pasangan electron ikatan

3. E : jumlah Pasangan electron bebas

Rumusan tipe molekul dapat ditulis dengan lambang AXnEm (jumlah pasangan electron)

Catatan : ikatan rangkap dua atau rangkap tiga dihitung satu pasang electron
ikatan

Bentuk-bentuk molekul sesuai dengan tipe molekul

1. Molekul linear

Tipe molekul : AX2

Contoh senyawa: CO2, BeCl2

2. Molekul segitiga planar atau segitiga datar

Tipe molekul AX3

Contoh molekul : BF3, NO3, SO3,


3. Bentuk molekul planar bentuk V

tipe molekul AX2E

contoh molekul SO2

4. Bentuk mlekul tetrahedral

Tipe molekul : AX4

Contoh molekul : CH4, CCl4,

5. Bentuk molekul trigonal pyramid

tipe molekul AX3E

contoh molekul NH3

6. Bentuk molekul bentuk v


tipe molekul AX2E2

contoh molekul H2O

7. Bentuk molekul trigonal bipiramid

tipe molekul AX5

contoh molekul PCl5

8. Bentuk molekul jungkat jungkit

Tipe molekul : AX4E

Contoh molekul :

9. Bentuk molekul bentuk T


tipe molekul AX3E2

contoh molekul IF3, BrF3

10. Bentuk molekul linear

Tipe molekul AX2E3

Contoh molekul : XeF2,

11. Bentuk molekul pyramid segiempat

tipe molekul AX5E

Contoh molekul : BrF5, XOF4,

12. Bentuk molekul octahedral


Tipe molekul AX6

Contoh molekul : SF6,

13. Bentuk molekul segiempat planar

tipe molekul AX4E2

contoh molekul XeF4,

Cara meramalkan bentuk molekul dengan teori VSEPR

1. Tentukan struktur lewis dari rumus moleku

2. Tentukan jumlah PEB dan PEI atom pusat

3. Prediksi besar sudut ikatan dan arah yang munkin akibat tolakan

4. Gambar bentuk molekul dan beri nama sesuai dengan jumlah PEI dan PEB

Catatan 2 : tolakan antara PEB-PEB> PEB-PEI>PEI-PEI

Contoh soal 1

Ramalkan bentuk molekul dari BeCl2, NH3, COCl2,

Penyelesaian

Molekul BeCl2
Struktur lewis BeCl2

Molekul NH3

molekul COCl2

struktur lewis

bentuk molekul
2.Bentuk Molekul menurut Teory Hibridisasi

yaitu bentuk molekul yang didasarkan kepada bentuk orbital kulit terluarnya, dimana
terjadi pengabungan beberapa orbital membentuk orbital yang baru yang tingkat
energinya sama yan disebut dengan hibridisasi.

Pembentukan orbital hibrida dapat dilihat dari conntoh berikut

molekul PCl5

Molekul CH4
molekul SF6

Bentuk-bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi


1. Gaya antar Molekul

Atom-atom dapat bergabung akibat gaya tarik-menarik antar atom di dalam molekul atau
senyawa. Gaya yang terjadi antaratom bermacam-macam sehinggaterbentuk ikatan ion,
ikatan kovalen, dan ikatan logam.Di antara molekul-molekul pun dapat mengalami gaya
tarik-menarik walaupun sangat lemah. Gaya-gaya ini disebut gaya van der Waals yang
terdiri dari gayadipol-dipol dangaya dispersi. Selain gaya van der Waals ada gaya lain
yang disebut ikatan hidrogen. Gaya antarmolekul dapat mempengaruhi sifat fisik
molekulmolekul.

1. 1. Gaya van der Waals

Gaya van der Waals dapat terjadi pada molekul-molekul polar dan molekulmolekul

nonpolar. Pada molekul-molekul polar disebut gaya dipol-dipol, sedangkan

pada molekul nonpolar disebut gaya dispersi (London).

a. Gaya Dipol-Dipol

Pada molekul hidrogen klorida, terjadi ikatan kovalen dengan struktur Lewis

sebagai berikut.

Atom klor lebih elektronegatif daripada hidrogen maka pasangan elektron

cenderung tertarik oleh Cl. Molekul HCl jadi memiliki dipol.


H+ Cl+

Dua molekul yang masing-masing memiliki dipol akan selalu tarik-menarik dengan posisi
bagian () berdekatan dengan bagian (+)

Gaya dipol-dipol pada asam klorida HCl dapat digambarkan

Gaya dipole-dipol pada molekul CH3Cl dapat ditinjukan pada gambar berikut

1. a. Gaya Dispersi (Gaya London

Gaya London merupakan gaya dipole-dipol yang tidak permanent atau dipole sesaat yang
terjadi pada molekul non polar. ditemukan oleh ahli fisika Jerman Friz London yang mampu
menjelaskan dasar mekanika kuantum tentang gaya tarik menarik.

Terjadinya gaya London dapat digambarkan oleh gambar berikut

A. Molekul Cl2 yang nonpolar

B. Dipol sesaat terjadi antar Cl2 yang berdekatan

C. Susunan molekul-molekul Cl2 yang terjadi karena gaya London

Gaya London pada molekul non polar


Gaya London sangat lemah, dan akan bertambah jika jumlah electron dalam molekul
bertambah banyak.akibatnya titik didih makin tinggi.

1. Ikatan Hidrogen

Ikatan hydrogen adalah ikatan antara atom hydrogen dengan unsur yang sangat elektronegatif
yaitu unsur F, O, N . hal ini tercermin dari kenaikan titik didih yang mencolok pada senyawa
tersebut misalnya pada NH3, H2O. seperti gambar berikut

a. Ikatan hydrogen pada molekul air

Grafik titik didik hidrida pada gol VI A

Ikatan hydrogen pada molekul air

b. Ikatan Hidrogen pada molekul HF

Ikatan ini terjadi karena atom F jauh lebih elektronegatif disbanding atom H.

Perhatikan gambar berikut


Dari grafik-grafik tersebut yang menggambarkan titik didih hidrida golonganVA, VIA, dan
VIIA terlihat bahwa NH3, H2O, dan HF mempunyai titik didih yanglebih tinggi dari hidrida
yang segolongannya. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan hidrogen di antara molekul-
molekulnya.

BAB 2 BENTUK MOLEKUL DAN GAYA ANTARMOLEKUL


A. Bentuk Molekul
Adalah bentuk geometris yang terjadi inti atom unsur yang saling berkaitan
dalam
Suatu molekul dihubungkan dengan suatu garis lurus.Bentuk molekul senyawa
kovalen ditentukan oleh orbital-orbital atom yang digunakan oleh elektron-
elektron ikatan

1. Teori Domain Elektron

Teori ini menyatakan bahwa pasangan electron ikatan dan pasangan electron
bebas tolak menolak sehingga tiap-tiap pasangan electron cenderung berjauhan
satu sama lain untuk meminimalkan gaya tolakan tersebut . Jadi bentuk molekul
dipengaruhi oleh susunan ruang pasangan electron ikatan (PEI) dan pasangan
bebas (PEB)pada atom pusat suatu molekul .Pasangan electron pada atom pusat
disebut Domain .
Berdasarkan teori domain electron terdapat 5 bentuk dasar molekul kovalen
sebagai berikut.

a.) Linear: bentuk molekul yang disusun oleh tiga ayom yang berikatan dalam
satu garis lurus dan sebuah atom merupakan pusatnya .Sudut ikat pada dua
psang electron ikatan sebesar 180 .
contoh : HgBr2, CdCL2, dan BeH2

b.) Segitiga Datar : bentuk molekul segitiga sama sisi yang disusun oleh empat
buah atom . Sebuah atom sebagai pusatnya brikatan dengan tiga lainnya
dengan sudut ikat 120.
Contoh : BCI3 , BF3 , dan GaI3

c.) Tetrahedral : bentuk molekul yang tersusun dari lima atom berikatan . Sebuah
atom sebagai pusat yang berikatan dengan empat atom lainnya dengan sudut
ikat 109,5.
Contoh :CCI4 , CH4 , dan SnCI5

d.) Trigonal bipirada : bentuk molekul terdiri atas dua bentuk piramida yang
bergabung dalam salah satu bidang .Atom pusatnya dikelilingi oleh lima atom
dengan sudut ikat 120
contoh :PF5 , CH4 , danm PCI5

e.) Oktahedral : bentuk molekulterdiri atas delapan bidang yang merupakan


segitiga sama sisi dengan sudut ikat 90.
Contoh: SF6 , TeF6 , dan SeF6

Kelima bentuk dasar molekul kovalen di atas merupakan bentuk geometri yang
hanya mengandung PEI saja. Padahal dalam teori VSEPR , gaya tolakan yang
dihasilkan PEB juga memengaruhi bentuk molekul . Notasi VSEPR yang
menunjukan jumlah PEI dan PEB sebagai berikut

RUMUS :

AXn Em

Keterangan:
A = Atom pusat
X = PEI
n = jumlah PEI
E = PEB
m = jumlah PEB

Ada beberapa langkah meramalkan bentuk molekul ion poliatomik , seperti


dijelaskan berikut ini .

a. Menghitung jumlah pasangan electron pada semua atom ion

Pasangan electron = jumlah electron valensi + muatan ion

2
Contoh : Molekul NH4+
Pasangan electron = (1* electron valensi N) +(4* electron valensi H )-1

= 5 + (4*1)-1
=4
2

b. Menghitung jumlah pasangan electron ikatan (PEI) pada atom pusaT


PEI = jumlah atom - 1
Contoh : molekul NH+4
PEI 5-1= 4

c. Menghitung jumlag paswangan electron yang berada di sekitar atom pusat .


Pasangan pusat = pasanganelektron (3 * jumlah atom ujung (kecuali atom H)
Contoh : molekul NH+4
Pasangan pusat = 4 (3*0 )
=4

d. Menghitug jumlah pasangn pusat PEI


contoh : molekul NH+4
PEB = 4 4

=0

2. Teori Hibridisasi

Teori ini dijelaskan berdasarkan proses penggabungan (hibridisasi ) orbital


orbital atom yang digunakan electron electron yang saling berkaitan . Teori ini
disebut juga teori ikatan valensi.

a. Orbital hibrida sp
Konfigurasi 4Be : [ He ]

Konfigurasi 17 CI : [ Ne ]

Ikatan antara Be dan CI dapat terjadi jika electron Be pada orbital 2s menglami
promosi ke orbital 2p
Dengan demikian elekron atom Be dapat membentuk ikatan kovalen dengan 2
atom CI orbital 2s dabn 2p
Kedua orbital 2s dan 2p atom Be akan membentuk dua orbital yang disebut
orbital hibrida . Hibridisasi orbital sp ini menghasilkan bentuk molekul linear .

b. Orbital sp2

Penggabungan antara satu orbital s dengan dua orbital p menghasilkan tiga


orbital hibrida sp2 , missal ;

Konfigurasi ;5B [ He ]
Konfigurasi : 9 F [ He ]

Elektron B pada orbital 2s dipromosikan pada orbital 2p ; 5B : [ He ]


Setelah menglami promosi , electron B dapat membentuk tiga ikatan dengan
atom F. Ketiga orbital hibrida sp2 ini membentuk molekul segitiga datar dengan
sudut 120 .

c. Orbital sp3

Penggabunga satou orbital s dengan tiga orbital p membentuk empat orbital


hibrida sp3. missal atom C berikatan dengan empat atom H melalui promosi
hibridisasi

Hibridisasi sp3 ini membentuk molekul tetrahedral dengan sudut 109,5 .

d. OrbitaL SP3 DAN SP3D2

Penggandaan satu orbital s , tiga orbital p , dan satu orbital d menghasilkan lima
orbital hibrida sp3 . missal atom P berikatan dengan atom S dan atom F .

O rbital hirida sp3d memiliki bentuk molekul trogonal bipiramida.sementara itu ,


orbital sp3d2 dibentuk dari satu orbital s , tiga orbital p , dan dua orbital d .
Orbital hibrida sp3d2 memilki bentuk molekul octahedral.
B. Gaya Antarmolekul

Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh adanya perbedaan


keelekktronegatifan antara atom atom yang berikatan dann bentuk molekul .,
Senyawa dikatakan bersifat polar jika selisih keelektronegatifan antaratom
penyusunnya semakin besar.bentuk molekul juga menyebabkan senywa bersifat
polar.Adanya muatan electron yang tidak seimbang antaratom dalam senyawa
polar mengakibatkan terjadinya suatu kutub ( dipol)
Senyawa dikatakan bersifat nonpolar jika terbentuk dari atom sejenis atau
senyawa yang distribusu muatannya simetris , contoh H2 atau CH4 .hrga atom
atom dalam molekul nonpolar sama, sehingga muatan elktronnya terdistibusi
merata . Oleh kaerna itu , molekul nonpolar tidakmembentuk kutub.pasangan
electron senyawa nonpolar mengakibatkan bentuk molekul simetris sehingga
dipol pol ikatannyasaling meniadakan .
Interaksi antara atom atom dalam senyawa atau kumpulan molekul dalam
senyawa yang menalami tarik menarik di sebut Gaya Antarmolekul .kuat
lemahnya gaya tarikmenarik antarmolekul akan berpengaruh terhadap tnggi
rendahnya titik did9h suatu zat. Jenis gaya tarik menarik antarmolekul di
antaranya gaya Van der Wals dan ikatan hydrogen.

1 Gaya Van Der Waals

Gaya ini merupakan gaya antarmolekul yang sangat limah . Gaya ini di bagi
menjadi 2 :

a. Gaya London
Gaya ini ditemukan oleh fisikawan jerman yang bernama Fritz London. Gaya
London merupakan gaya tarik menarik antar molekul nonpolar akibat adanya
dipole terimbas yang ditimbulkan oleh perpindahan alektron dari satu keorbital
yang lain membentuk dipole sesaat.
Kemudahan suato molekul menghasilkan dipole sesaat yang dapat mengimbas
ke molekul di szekitarnya di sebut polarisabilitas . polarisabilitas berkaitan
dengan msassa molekul relative ( Mr ) dan bentuk molekul .Jika massa molekul
relative semakin besar , molekul semakin mudah mengalamipolarisasi sehingga
gaya London semakin kuat . dxan molekul mengalami polarisasi , semakin tinggi
titik ddihnya dan titik lelehnya .

b. Gaya tarik dipol

Molekul molekul polar cenderung menyusun diri dengan cara saling mendekati
kutub positif dari suatu molekul dengan kutub negative molekul yang lain.Gaya
tarik menarik ini disebut gaya tarik dipol. Semakin besar momen dipole yang
dimilki suatu senyawa , semakin besar gaya tarik dipol yang dihasikan .

2 Ikatan Hidrogen
Merupakan ikatan antarmolekul yang sangat polar dan mengandung atom
hydrogen . ikatan hydrogen disebabkan oleh gaya tarik menarik antara atom
mhidrogen dari molekul yang satu dengan atom molekul lain yang sangat
eletronegatif ( F , O , atau N ) . Dalam keadaan cair , atom hydrogen dalam
molekul air yang parsial positif ( + ) ditarik oleh pasangan electron atom O
molekul lain yang elektronegatif, sehingga terbentuk ikatan hydrogen.
Iktan hidrgen jauh lebih kuast daripada gaya gaya Vasn der Waals . Zat ini
mempunyai ikatan hydrogen memerlukan energi yang besar untuk
memutuskan . OIleh karena itu . titik didih dan titik lelehnya sangat tinggi .
Adanya ikatan hydrogen dalam senyawa yang mengadung hydrogen
menimbulkan penyimpangan sifat atom umum beberapa senyawa dari unsure
unsure segolongan . Contoh dertan H2, O , HS , H2Se, dan H2Te. Meningkatnya
titik didih H2S , H2Se , H2Te.disebabkan naiknya Mr molekul sehingga gaya Van
der Waals. Semakin kuat. Penyimpangan tejadi pada titik didih H2O karena
adanya ikatan hydrogen. Hal ini terjadi karena ikatan hydrogen antara molekul
molekul H2O lebih kuat daripada ikatan pada molekul molekul yang lain .
Bentuk Molekul, Teori Domain Elektron, Tolakan Pasangan, Notasi VSEPR,
Hibridisasi, Contoh Soal, Pembahasan, Kimia

AddThis Sharing Buttons

Share to Google BookmarkShare to Facebook4Share to TwitterShare to PrintShare


to EmailShare to PinterestShare to More11

6:10 PM

Domain berarti wilayah atau daerah. Domain elektron berarti suatu wilayah yang
ditempati oleh elektron. Adapun elektron yang dimaksud di sini adalah elektron
dari atom-atom pembentuk molekul, meliputi pasangan elektron bebas (PEB) dan
pasangan elektron ikatan (PEI). Sebuah molekul memiliki bentuk atau struktur
yang berbeda dengan struktur molekul lain. Bentuk molekul berarti cara atom
tersusun di dalam ruang. Bentuk molekul ini banyak memengaruhi sifat-sifat fisis
dan kimia dari molekul tersebut, khususnya dalam reaksi kimia. Ketika dua
molekul dicampurkan untuk bereaksi, ada kemungkinan reaksi tidak berhasil
dikarenakan struktur tiga dimensi dan orientasi relatif molekul-molekul tersebut
tidak tepat. Dalam reaksi biologi, terutama pada obat dan aktivitas enzim,
struktur molekul sangat penting untuk mengetahui kecocokan antara bentuk
molekul dengan tapak atau membran yang dipakai. (Baca juga : Gaya Antar
Molekul)

Bentuk molekul adalah gambaran tentang susunan atom-atom dalam molekul


berdasarkan susunan ruang pasangan elektron dalam atom atau molekul, baik
pasangan elektron yang bebas maupun yang berikatan.

Bentuk suatu molekul dapat diperkirakan berdasarkan teori tolakan pasangan


elektron maupun teori hibridisasi. Bagaimanakah bentuk suatu molekul
berdasarkan teori tersebut? Perhatikan uraian berikut.

1. Teori Tolakan Pasangan Elektron

Konsep yang dapat menjelaskan bentuk geometri (struktur ruang) molekul


dengan pendekatan yang tepat adalah Teori Tolakan Pasangan Elektron Valensi
(Valence Shell Electron Pair Repulsion = VSEPR). Teori ini disebut juga sebagai
Teori Domain Elektron. Teori Domain dapat menjelaskan ikatan antar atom
dari PEB dan PEI yang kemudian dapat mempengaruhi bentuk molekul. Dalam
teori ini dinyatakan bahwa "pasangan elektron terikat dan pasangan elektron
bebas, yang secara kovalen digunakan bersama-sama di antara atom akan
saling menolak, sehingga pasangan itu akan menempatkan diri sejauh-jauhnya
untuk meminimalkan tolakan". Teori VSEPR pertama kali dikembangkan oleh ahli
kimia dari Kanada, R.J. Gillespie (1957). Bentuk molekul dan strukturnya dapat
diramalkan dengan tepat melalui Struktur Lewis. Struktur ini dapat
menggambarkan bagaimana elektron tersusun pada suatu atom yang berikatan.
Sebagat contoh adalah ikatan kovalen pada molekul HC1 (Gambar 1). Struktur
Lewis juga dapat menggambarkan jumlah pasangan elektron bebas dan jumlah
pas-angan elektron ikatan yang berada di sekitar atom pusat.

Gambar 1. PEI dan PEB pada ikatan kovalen molekul HCl.

Teori VSEPR tidak menggunakan orbital atom dalam meramalkan bentuk


molekul, tetapi menggunakan titik elektron suatu atom. Jika suatu atom bereaksi,
maka elektron pada kulit terluar (elektron valensi) akan bcrhubungan langsung
terlebih dahulu. Elektron valensi akan menentu-kan bagaimana suatu ikatan
dapat terjadi.

Teori VSEPR menjelaskan terjadinya gaya tolak-menolak antara pasangan-


pasangan elektron pada kulit terluar atom pusat.

Masih ingatkah kalian dcngan jumlah elektron yang mcncmpati suatu orbital?
Apakah yang dimaksud dengan rumus duplet dan rumus oktet?

Pada setiap orbital terdapat sejumlah elektron. Ikatan antar atom terjadi karena
kecenderungan atom untuk memenuhi rumus duplet dan rumus oktet. Duplet
berarti mcmiliki 2 elektron, scdangkan oktrt menandakan suatu atom memiliki 8
elektron. Bagaimana cara meramalkan bentuk molekul dengan titik elektron?
Pengaturan pasangan elektron di sekitar atom sedemikian rupa sehingga tolakan
di antara pasangan elektron itu minimum. Tolakan minimum tcrjadi bila elektron
terletak pada bagian yang saling bcrlawanan terhadap inti. Perhatikan
molekul BeC12 pada Gambar 2.
Gambar 2. Bentuk molekul BeC12 berupa linear.

Terdapat 2 elektron yang terletak berlawanan pada orbital berupa balon terpilin.
Molekul BeC12 berbentuk linear dengan sudut 1800. Bagaimana dengan bentuk
molekul lain, semisal SO2 dan BC13? Perhatikan Gambar 3. dan 4.

Gambar 3. Bentuk molekul SO2 berupa V.

lkatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemilikan bersama pasangan
elektron berikatan yang merupakan sum-bangan dari kedua atom atau salah
satunya.

Gambar 4. Bentuk molekul BC13 berupa segitiga datar.

Teori VSEPR berhasil menjelaskan bentuk molekul. Ketepatan daya prediksi teori
VSEPR relatif sangat tinggi, khususnya untuk molekul-molekul yang pusatnya
atom non-logam. (www.unibookstore.stie-mce.ac.id)
Mengapa struktur SO2 berbeda dengan struktur BeC12? Mengapa pula berbeda
dengan struktur BC13. Penjelasan berikut akan memberikan jawabannya.

Tolakan minimum didapat dengan meletakkan elektron pada bagian yang


berlawanan. Tolakan minimum pada mulekul BC13 dengan atom B sebagai atom
pusat didapat dengan bentuk segitiga. Adapun pada molekul SO2 terdapat 3
kelompok elektron, yang salah satunya adalah PEB dari atom S. Adanya elektron
bebas ini akan mendesak atau mendorong elekron ikatan untuk saling
berdesakan, sehingga bentuk molekul menjadi bentuk V.

Urutan tolak-menolak antara pasangan elektron pada atom pusat dapat


diurutkan sebagai: PEB-PEB > PEI-PEB > PEI-PEI.

PEB mempunyai gaya tolak-menolak sejauh mungkin sehingga tolakannya


minimum. Perbedaan kekuatan tolakan PEB dan PEI menyebabkan
penyimpangan dalam susunan ruang elektron dari bentuk molekul yang
seharusnya.

Apabila pada molekul BC12 atom pusat B dinotasikan dengan M, sedangkan


ikatan dengan Cl yang terjadi dengan 2 pasang elektron ikatan dinotasikan
dengan X2, maka molekul BC12 dan molekul sejenis dinotasikan dengan MX2.
SO2 dinotasikan dengan MX2E, dengan E menunjukkan jumlah pasangan pa
sangan elektron bebas. Notasi semacam ini disebut sebagai notasi VSEPR.
Perhatikan notasi VSEPR dan bentuk molekul beberapa senyawa pada Tabel 1.

Tabel 1. Notasi VSEPR Molekul

Contoh
Jumlah Jumlah Jumlah Notasi
Molekul
Domain PEI PEB VSEPR

2 2 - AX2 BeCl2

3 3 - AX3 BCl3

3 2 1 AX2E SO2

4 4 0 AX4 CH4

4 3 1 AX3E NH3
4 4 2 AX2E3 H 2O

5 5 0 AX5 PCl5

5 4 1 AX4E TeCl4

5 3 2 AX3E2 ClF3

5 2 3 AX2E3 XeF2

6 6 0 AX6 SF6

6 5 1 AX5E IF5

6 4 2 AX4E2 XeF4

Tabel 2. Bentuk Molekul

Contoh Bentuk Molekul

Molekul

BeCl2

BCl3
SO2

CH4

NH3
H 2O

PCl5

TeCl4
ClF3

XeF2
SF6

IF5
XeF4

Penentuan bentuk molekul dari beberapa molekul dapat lebih jelas jika kalian
perhatikan contoh soal berikut.

Contoh Soal :

Tentukan PEB, PEI, serta notasi VSEPR dan bentuk molekul dari:

a. CH4

b. NH3

Jawaban :

a. CH4

Atom pusat C memiliki nomor atom 6, dengan konfigurasi elektron: 1s2, 2s2,
2p2, sehingga mempunyai 4 elektron valensi. Atom C mengikat 4 atom H yang
masing-masing memiliki 1 elektron tunggal, sehingga:
Jumlah atom : C = 4 x 1 = 4 elektron

H = 4 x 1 = 4 elektron
+
8 elektron

Dari 8 elektron (4 pasang elektron) tersebut, keempatnya merupakan PEI


(Pasangan Elektron Ikatan) dengan 1 elekton atom C berikatan dengan 1
elektron atom H. Berdasarkan data pada Tabel 1, kita dapat menyimpulkan
bahwa molekul CH4 dengan notasi VSEPR AX4, memiliki bentuk molekul
tetrahedron (tetrahedral).

Gambar 5. Bentuk molekul CH4.

b. NH3

Atom pusat N memiliki nomor atom 7, dengan konfigurasi elektron: 1s2, 2s2,
2p3, sehingga memiliki 5 elektron valensi. Atom C mengikat 3 atom H yang
masing-masing memiliki 1 elektron tunggal, sehingga:

Jumlah atom : N = 5 x 1 = 4 elektron

H = 3 x 1 = 4 elektron
+
8 elektron
Dari 8 elektron (4 pasang elektron) tersebut, 3 pasang merupakan PEI (3 elekton
atom N berikatan dengan 3 elektron atom H), dan sepasang elektron merupakan
PEB (Pasangan Elektron Bebas). Berdasarkan data pada Tabel 1, kita dapat
menyimpulkan bahwa molekul NH3 dengan notasi VSEPR AX3E memiliki bentuk
molekul piramida trigonal.

Cara Menentukan Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR

1. Tentukan atom pusatnya.

2. Cari tahu nomor atomnya dan buat konfigurasi elektronnya.

3. Tentukan jumlah elektron valensinya.

4. Tentukan jumlah domain elektron dari atom lain yang berikatan (ligan).

5. Jumlahkan elektron dari semua atom.

6. Bagilah dua untuk mendapatkan jumlah pasangan elektron.

7. Tentukan PEI berdasarkan jumlah atom yang terikat pada atom pusat,
sisanya merupakan PEB.

8. Tentukan notasi VSEPR dan bentuk molekul berdasarkan jumlah PEB dan
PEI (lihat tabel 1. sebagai acuan).

2. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori


Hibridisasi

Orbital hibrida adalah orbital yang terbentuk sebagai hasil penggabungan


(hibridisasi) 2 atau lebih orbital atom. Sebagai contoh, sebuah atom C yang pada
kulit valensinya memiliki 3 orbital, yaitu 2s2, 2px1, 2pyl, dan sebuah orbital
kosong, 2pz. Keempat orbital ini dapat berhibridisasi membentuk empat orbital
hibrida sp3. Masing-masing orbital hibrid dari atom C inilah yang digunakan untuk
berikatan dengan 4 orbital s dari 4 atom H membentuk sebuah
molekul CH4 Keempat ikatan ini saling mem-bentuk sudut tetrahedron. Lebih
jelasnya, lihatlah Gambar 6.

Gambar 6. Bentuk molekul CH4 berdasarkan teori hibridisasi.


Dalam molekul C2H4, 1 orbital s dan 2 orbital p dalam scbuah atom C dapat
membentuk 2 orbital hibrida sp2 dengan sudut 120, sedangkan dalam
molekul C2H2, 1 orbital s dan 2 orbital p dapat membentuk 1 orbital hibrid sp
(linear). Perhatikan contoh molekul NH3 pada Gambar 7.

Gambar 7. Molekul NH3.

Bila bentuk molekul didasarkan pada tolakan pasangan elektron, NH3 dengan
notasi VSEPR AX3 memiliki bentuk molekul piramida trigonal. Bagaimana bentuk
molekulnya berdasarkan hibridisasi orbital?

Atom N memiliki nomor atom 7 dan konfigurasi elektronnya 1s2, 2s2, 2px1, 2py1,
dan 2pz1. Karena memiliki 3 atom tunggal pada orbital 2p, maka atom N dapat
membentuk 3 ikatan kovalen dengan atom H secara ekuivalen, sehingga sudut
N-H-N sebesar 107 C. Mengingat sudut ikatan mendekati sudut tetrahedron (sp 3),
maka untuk menambahkan 1 orbital lagi dipakai orbital 2s2. Akhirnya, atom N
menggunakan 4 orbital atom untuk berikatan, 1 orbital dengan elektron
berpasangan dan 3 orbital lain dengan elektron tunggal. Perhatikan Gambar 8.
agar lebih jelas.

Gambar 8. Bentuk molekul berdasarkan hibridisasi dari NH3.

Anda sekarang sudah mengetahui Bentuk Molekul dan Teori Domain


Elektron. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :

Soal dan Pembahasan Bentuk Geometri Molekul : Teori Domain Elektron

Andrian VernandesChem

Add Comment

Thursday, August 25, 2016

Sebelum membahas soal tentang geometri molekul berdasarkan teori domain


elektron, ada baiknya teman teman membaca terlebih dahulu materi singkat
tentang cara menentukan bentuk molekul menggunakan teori domain elektron
berikut ini . Kemudian saya juga akan menyajikan tabel hubungan PEB dan PEI
terhadap bentuk molekul dan kepolaran senyawa, karena kita akan
menggunakannya dalam menjawab soal, sebagai berikut :

Menentukan jumlah domain elektron (Pasangan elektron ikatan (PEI)


dan pasangan elektron bebas(PEB)) suatu molekul
Soal 1
Molekul mempunyai bentuk T. Jumlah pasangan elektron ikatan dan
pasangan elektron bebas berturut - turut adalah . . . . .
A. 2 dan 2
B. 3 dan 2
C. 4 dan 0
D. 4 dan 1
E. 5 dan 1

Pembahasan :
Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah PEB dan PEI suatu molekul :

Cara 1
Dengan melihat tabel hubungan PEI dan PEB terhadap bentuk molekul (syarat :
tentu kalian harus punya tabelnya, kemudian jika tidak boleh menggunakan
tabel kalian harus hafal tidak hanya tipe molekul senyawa, tetapi juga jumlah
domainnya, disamping kalian juga harus menghafal bentuk molekulnya)

Berdasatkan tabel bentuk T planar / datar memiliki jumlah pasangan elektron


ikatan = 3, dan pasangan elektron bebasnya = 2

Cara 2
Menggambar Struktur Lewis (jika diketahui nomor atomnya, atau kalian bisa
melihat tabel perodik untuk memperoleh data nomor atomnya)

Cl ( nomor atom 17) = 2 8 7 Jumlah elektron valensi = 7


F ( nomor atom 9) = 2 7 Jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = Cl ( jumlahnya paling sedikit)

Atom F dengan Cl akan berikatan tunggal karena F hanya butuh satu elektron
lagi untuk mencapai kestabilan sesuai aturan oktet, sehingga bentuk struktur
lewisnya adalah :

Dari struktur lewis diatas, terlihat ada 3 pasangan elektron ikatan dan 2 buah
pasangan elektron bebas.

Cara 3
(cara termudah menurut saya, syarat = diketahui nomor atom )

Cl ( nomor atom 17) = 2 8 7 Jumlah elektron valensi = 7


F ( nomor atom 9) = 2 7 Jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = Cl
X atau PEI = 3 ( lihat saja jumlah subtituen yang terikat pada atom pusat, karena
pada molekul terikat 3 buah atom F pada atom pusat Cl, maka jumlah PEI-nya
adalah 3)

Jumlah elektron ikatan = 3 (karena jenis ikatan kovalen yang terjadi antara F dan
Cl adalah tunggal, sehingga dibutuhkan 3 buah elektron Cl untuk berikatan
dengan 3 buah atom F)

E atau PEB =

Jawaban : B

Menentukan bentuk molekul suatu senyawa netral


Soal 2
Senyawa dibawah ini yang mempunyai bentuk molekul seperti gambar
dibawah ini adalah . . . .(nomor atom : H = 1, Te = 52, C = 6, Cl = 17, I =
53, Xe = 54 dan Al = 13)
A.
B.
C.
D.
E.

Pembahasan :
Gambar molekul diatas adalah bentuk molekul tetrahedral dengan tipe molekul
adalah . Untuk mencari mana senyawa yang mempunyai tipe molekul ,
cukup melihat jumlah subtituen yang terikat pada atom pusat.

Ada 4 buah atom yang terikat pada atom pusat dan tidak mepunyai pasangan
elektron bebas.

Berdasarkan hal tersebut, kemungkinan jawaban hanya dua yaitu dan


. Untuk memastikan yang benar, kita perlu mencari bentuk molekul masing
masing senyawa .

Senyawa
Xe (nomor atom 54 ) = 2 8 18 18 8 Jumlah elektron valensi = 8
F (nomor atom 9) = 2 7 Jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = Xe (jumlahnya paling sedikit)


X atau PEI = 4 (jumlah F yang terikat pada atom Xe)

Jumlah elektron ikatan = 4 (karena ikatan F dengan Xe tunggal, sehingga


dibutuhkan 4 elektron Xe untuk berikatan tunggal dengan 4 atom F)

E atau PEB =
Tipe molekul =
Bentuk moleku = Segiempat datar

Senyawa
C (nomor atom 6 ) = 2 4 jumlah elektron valensi = 4
Cl (nomor atom 17) 2 8 7 jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = C
X atau PEI = 4 ( jumlah subtituen Cl pada atom pusat C)

Jumlah elektron ikatan = 4 (karena ikatan antara Cl dengan C adalah kovalen


tunggal)

E atau PEB =

Tipe molekul =
Bentuk molekul = Tetrahedral

Jawaban : D

Menentukan Bentuk Molekul Suatu Ion Poliatomik


Soal 3
Ion merupakan ion poliatomik. Atom N bertindak sebagai atom
pusat. Bentuk molekul ion yaitu . . . .
A. Tetrahedral
B. Oktahedral
C. Trigonal bipiramida
D. Bentuk T
E. Segitiga datar

Pembahasan :
Ion adalah ion poliatomik. Untuk menentukan bentuk molekunya ikutilah
langkah - langkah berikut :

Konfigurasi elektron ;
N (nomor atom 7) = 2 5 Jumlah elektron valensi = 5
O (nomor atom 8) = 2 6 Jumlah elektron valensi = 6
Atom pusat = N
Atom ujung = O

Langkah 1 : Menghitung jumlah pasangan elektron

Rumus =
Tanda berlaku jika ion positif = - dan jika ion negatif maka +

Untuk ion jumlah pasangan elektron

Langkah 2 : Menghitung PEI atom pusat


PEI = Jumlah atom - 1
Jumlah atom pada ion adalah = 4 (1 buah atom N dan 3 buah atom O)

PEI untuk ion = 4 - 1 = 3

Langkah 3 : Menghitung jumlah pasangan elektron atom pusat


Pasangan elektron atom pusat = jumlah pasangan elektron yang berada di
sekitar atom pusat

Pasangan elektron atom pusat


= Pasangan elektron - (3 x Jumlah atom ujung)
= 12 - ( 3 x 3)
= 12 - 9
=3

Jumlah Jumlah atom ujung ditujukan untuk semua atom kecuali ato H karena
pada atom H hanya memiliki satu buah elektron, dan jika sudah berikatan
dengan atom lai, maka tidak ada lagi elektron disekeliling atom.

Langkah 4 : Menghitung PEB


PEB = Pasangan elektron pusat - PEI = 3 - 3 = 0

Langkah 5 : Menentukan Tipe dan Bentuk Molekul


Tipe molekul =
Bentuk molekul = Segitiga datar / Trigonal planar

Jawaban : E

Menentukan Notasi VSEPR suatu molekul


Soal 4
Notasi VSEPR untuk molekul adalah . . . .(nomor atom P = 15 dan F
= 9)
A.
B.
C.
D.
E.

Pembahasan :
Notasi VSEPR =
Konfigurasi elektron penyusun molekul :
P (Nomor atom 15 ) = 2 8 5 jumlah elektron valensi = 5
F (nomor atom 9 ) = 2 7 jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = P (jumlah paling sedikit)


X atau PEI = 5 (Jumlah subtituen / atom yang terikat pada atom pusat)

Jumlah elektron ikatan = 5 ( Karena untuk berikatan tunggal dengan 5 atom F


dibutuhkan 5 buah elektron atom pusat P)
E atau PEB =

Tipe molekul = Notasi VSEPR =

Jawaban : B

Menjelaskan kenapa terjadi perbedaan sudut ikatan dalam suatu


molekul
Soal 5
Dalam molekul air terdapat sudut ikatan sebesar . Sudut ini lebih
kecil dibandingkan sudut tetrahedral ( ) .Hal ini disebabkan oleh . .
...
A. Gaya tolak PEB > PEI
B. Gaya tolak PEB = PEI
C. Gaya tolak PEB < PEI
D. Molekul air memiliki 4 pasang elektron
E. Ukuran atom oksigen lebih besar dibandingkan atom Hidrogen

Pembahasan :
Molekul air harusnya memiliki sudut ikatan tetrahedral (karena mempunyai 4
domain) sebesar , tetapi kenyataannya hanya .

Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :


Jumlah domain elektron dalam molekul ada 4 buah, terdiri dari dua
pasangan elektron ikatan (ikatan dengan H) dan dua pasang elektotron bebas
(karena untuk berikatan dengan dua atom H hanya dibutuhkan 2 elektron atom
O, sehingga tersisa 4 elektron atau 2 pasang elektron yang tidak digunakan
dalam berikatan ).

Catatan : Konfigurasi elektron


H (nomor atom 1)= 1 Jumlah elektron valensi = 1
O (Nomor atom 8)= 2 6 jumlah elektron valensi = 6

Jika kita gambarkan bentuk geometri molekul adalah sebagai berikut :


Ada 3 jenis tolakan pada molekul yaitu PEB - PEI, PEB - PEB dan PEI - PEI. Kita
ketahui bahwa tolakan terbesar terjadi antara PEB - PEB, sehingga tolakan ini
akan mendorong ikatan lain sedemikian rupa sehingga sudut ikatannnya
mengecil sampai dengan tujuan meminimalkan tolakan.

Jawaban : A

Menentukan bentuk molekul senyawa berdasarkan konfigurasi / nomor


atom penyusun suatu molekul
Soal 6
Konfigurasi elektron :
N=
Cl =
Bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika kedua unsur tersebut
berikatan sesuai aturan oktet adalah . . . .
A. Linier
B. Segitiga piramida
C. Tetrahedral
D. Segitiga bipiramida
E. Oktahedral

Pembahasan :
Konfigurasi elektron :
N=
Kulit valensi =
Jumlah Elektron Valensi = 2 + 3 = 5

Cl =
Kulit Valensi =
Jumlah elektron valensi = 2 + 5 = 7

Pada soal soal sebelumnya selaui diberikan rumus molekul senuawa yang akan
ditentukan bentuk molekulnya, tetapi soal ini tidak. Jadi langkah pertama yang
harus dilakukan adalah menentukan rumus molekul senyawa yang terjadi.
N dengan ev = 5, membutuhkan 3 buah elektron lagi agar stabil sesuai dengan
aturan oktet, maka ia akan berikatan tunggal dengan 3 buah atom Cl (karena ev
atom Cl = 7). Sehingga rumus molekul senyawa yang terjadi adalah .

Atom pusat = N
X atau PEI = 3
Jumlah elektron ikatan = 3

E atau PEB =

Tipe molekul =
Bentuk molekul =Segitiga Bipiramida/Piramida Trigonal

Jawaban : D

Soal 7
Jika atom X(nomor atom 4) dan Y(nomor atom 17) berikatan, bentuk
molekul dan sifat kepolaran yang terbentuk adalah . . . .
A. Segiempat planar dan polar
B. Linier dan polar
C. Tetrahedral dan Non polar
D. Oktahedral dan non polar
E. Linier dan nonpolar

Pembahasan :
X(nomor atom 4) = 2 2 Jumlah elektron valensi = 2
Y(nomor atom 17) = 2 8 7 Jumlah elektron valensi = 7

Jika X dan Y berikatan maka akan mebentuk molekul . Kenapa??


Kita lihat dari atom Y yang memiliki ev = 7, hanya mungkin mebentuk ikatan
kovalen tunggal karena hanya mebutuhkan 1 buah elektron lagi agar stabil
secara oktet. Karena jumlah elektron valensi atom X hanya 2, berati ada dua
ikatan kovaen tunggal antara X dan Y sehingga rumus molekulnya adalah .
Ini adalah meolekul yang menyimpang dari aturan oktet karena elektron
disekitar atom pusat X tidak cukup 8.

Molekul
Atom pusat = X
X atau PEI = 2
Jumlah elektron ikatan = 2

E atau PEB =

Tipe molekul =
Bentuk molekul = Linier
Kepolaran = Non polar
Jawaban : E
Soal Kimia Kelas XI SMA Tentang Bentuk
Molekul dan Gaya Antarmolekul
Andrian VernandesChem
Add Comment
Sunday, August 28, 2016
Materi Soal : Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul
Indikator Soal:

1. Menetukan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron

2. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

3. Menjelaskan perbedaan sifat fisik(titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan


gaya antar molekul ( gaya Van Der Waals, gaya LOndon , dan Ikatan hidrogen).

Pilihlah jawaban yang paling tepat!


Soal 1
Molekul yang mepunyai bentuk dasar tetrahedral adalah . . . .
A.
B.
C.
D.
E.

Soal 2
Jika diketahui nomor atom P = 15 dan F = 9, jumlah pasangan elektron bebas pada atom
pusat senyawa adalah .
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4

Soal 3
Senyawa memiliki bentuk geometri molekul . . . . .
A. oktahedral
B. segitiga datar
C. trigonal piramida
D. trigonal bipiramida
E. segiempat datar

Soal 4
Diketahui elektron valensi C = 4 dan O = 6. Bentuk molekul adalah . . . . .
Soal 5
Struktur molekul unsur fluorida dengan unsur A digambarkan sebagai berikut.

Unsur A dalam tabel periodik terletk pada golongan . . . . .(nomor atom F = 9)


A. IVA
B. VA
C. VIA
D. VIIA
E. VIIIA

Soal 6
Molekul (nomor atom H = 1 dan S = 16) berbentuk . . . .
A. Linier
B. Bentuk "V"
C. Bentuk "T"
D. tetrahedral
E. trigonal planar

Soal 7
Pernyatan berikut yang benar mengenai ion jika diketahui nomor atom P = 15 dan O =
8 adalah . . . .
A. Tidak mempunyai PEB
B. Notasi VSEPR nya adalah
C. Bentuk molekulnya linier
D. Mempunyai pasangan elektron ikatan 3
E. jumlah pasangan elektron pada semua atom adalah 14.
Soal 8
Orbital hibrida dimiliki oleh unsur dengna struktur elektron terluar . . . . .
A.
B.
C.
D.
E.

Soal 9
Orbital hibrida adalah. . . . . (Nomor atom C = 6 dan Cl = 17)
A. sp2
B. sp3
C. sp2d
D. sp3d
E. sp3d2

Soal 10
Jika diketahui nomor atom unsur X = 54 dan Y = 9, molekul mempunyai hibridisasi dan
bentuk molekul. . . . .
A. : linier
B. : tetrahedral
C. : oktahedral
D. : segiempat datar
E. : piramida segiempat.

Soal 11
Pernyatan berikut yang mendukung bahwa pada molekul terdapat orbital hibrida
adalah . . . . .
A. Bentuk molekulnya linier
B. Sifat kepolaran molekul
C. Adanya sepasang elektron bebas
D. Adanya dua elektron tunggal pada oksigen
E. Adanya 3 pasang elektron ikatan yang energnya sama

Soal 12
Unsur X dan Y berturut turut memiliki konfigurasi elektron dan
. Bentuk molekul yang terjadi jika kedua molekul tersebut berikatan sesuai
dengan aturan oktet adalah . . . .
A. Bentuk V
B. Oktahedral
C. Tetrahedral
D. Segitiga datar
E. Segitiga piramida

Soal 13
Diketahui beberapa molekul senyawa berikut :
1).
2).
3).
4).
Senyawa yang pasangan elektronnnya mempunyai orbital hibrida dengan bentuk
molekul trigonal bipiramida adalah . . . .(Nomor atom Sn = 50, P = 15, Se = 34, Sb = 51)
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

Soal 14
Unsur Y dengan struktur elektron terluar membentuk senyawa . Hibridisasi yang
terjadi adalah . . . .
A.sp
B.
C.
D.
E.

Read More! To Get More Knowlegde!!


Gaya Antar Molekul
Soal dan Pembahasan Teori Hibridisasi
Materi Kimia : Bentuk Molekul dengan Teori Domain Elektron dan Teori VSEPR
Soal dan Pembahasan Bentuk Molekul dengan Teori Domain Elektron

Soal 15
Hibridisasi ion kompleks adalah . . . .
A.sp
B.
C.
D.
E.

Soal 16
Senyawa yang tersusun dari dua unsur X=6 dan Y=17 , apabila berikatan akan memiliki
bentuk molekul dan kepolaran berturut turut adalah . . . .
A. Bentuk V dan polar
B. Tetrahedral dan polar
C. Bentuk V dan non polar
D. Tetrahedral dan nonpolar
E. Trigonal bipiramida dan plar

Soal 17
Massa molekul relatif CO dan sama yaitu 28. Besarnya titik didih CO dibanding adalah
.....
A. sama kuat
B. lebih kecil
C. lebih kuat
D. sebanding
E. tidal dapat diukut

Soal 18
Titik ddih senyawa lebih rendah daripada karena . . . .
A, molekul bersifat polar, sedangkan nonpolar
B. massa molekul relatif lebah besar daripada
C. molekul mempunyai dipol permanen, sedangkan tidak mempunyai dipol
permanen.
D. molekul memiliki ikatan hidrogen, sedangkan tidak mempunyai ikatan
hidrogen.
E. struktur berupa molekul berukuran raksasa, sedangkan berupa molekul
sederhana.

Soal 19
Senyawa berikut yang bentuk molekulnya mempunyai sudut ikat adalah . . . .
A.
B.
C.
D.
E.

Soal 20
Gaya antarmolekul yang paling kuat terjadi pada molekul - molekul . . . . .
A. dan
B. dan
C. dan
D. dan
E. HF dan

Soal 21
n-butana mempuntai titik didih lebih tinggi daripada 2-metil propana karena . . . .
A. gaya london n-butana lebih kecil daripada 2-metil propana
B. massa molekul relatif n-butana lebih tinggi daripada 2-metil propana
C. rantai n-butana berjauhan, sedangkan rantai 2-metil propana berdekatan
D. atom pada n-butana lebih sulit menginduksi awan elektron daripada 2-metil propana
E. n-butana mempunyai rantai lurus, sedangkan rantai 2-metil propana mempunyai rantai
bercabang.

Soal 22
Perhatikan grafik titik didh beberapa senyawa berikut!
Berdasarkan grafik diatas, kelompok senyawa yang memiliki ikatan hidrogen yaitu . . . . .
A.HF, HCl, HBr
B.
C.
D.
E.

Soal 23
Molekul bersifat polar dan mengikuti kaidah oktet. Penyatan yang benar adalah . . . .
A. atom pusat A tidak mempunyai pasangan elektron bebas
B. atom pusat A mempunyai satu pasang elektron bebas
C. atom pusat A mempunyai dua pasangan elektron bebas
D. atom pusat A mempunyai tiga pasangan elektron bebas.
E. atom pusat A mempunyai empat pasangan elektron bebas.

Soal 24
Gaya antarmolekul yang terdapat pada senyawa adalah . . . . .
A. Gaya london
B. Gaya tarik dipol
C. Ikatan hidrogen
D. Gaya dipol sesaat
E. Ikatan ion

Soal 25
Besar kelarutan oksigen didalam air sekita 0,3 %. Meskipun bersifat nonpolar, oksigen dapat
larut dalam air karena oksigen dalam air membentuk . . . . .
A. ion negatif
B. ion positif
C. dipol sesaat
D. dipol permanen
E. dipol kompleks

Soal 26
Kelompok senyawa berikut yang memiliki ikatan hidrogen adalah . . . .
A.HCl, HBr, HF
B.
C.
D.
E.
Soal 27
Diketahui data beberapa titik didh beberapa senyawa sebagai berikut.

Bedasarkan data tersebut, senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen yang paling kuat adalah
....
A. HI
B. HBr
C. HCl
D. HF
E.

Soal 28
Urutan kekuatan gaya london antara senyawa , dan yaitu . . . . .
A.F2 > Cl2 > Br2
B.Br2 > Cl2 > F2
C.Cl2 > Br2 > F2
D.Cl2 < F2 < Br2
E.F2 = Cl2 = Br2

Soal 29
Sudut ikatan pada molekul adalah dan pasangan elektron menempati posisi
tetrahedral. Hal ini disebabkan karena . . . .
A. Ikatan hidrogen
B. Dipol Permanen
C. 2 pasang elektron bebas
D. dua pasang elektron ikatan
E. Pasangan elektron ynag berasal dari atom pusat.

Soal 30
Pasangan senyawa berikut yang keduanya mempunyai gaya London adalah . . . . .
A.
B.
C.
D.
E.
Pembahasan Kimia UN: Bentuk Molekul
Pembahasan soal-soal Ujian Nasional SMA-IPA bidang studi Kimia dengan materi
pembahasan Bentuk Molekul.

Soal tentang Bentuk Molekul UN 2013


Konfigurasi elektron:

N = 1s2 2s2 2p3


Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

Bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika kedua unsur tersebut berikatan
sesuai aturan oktet adalah .

A. linear
B. segitiga piramida
C. tetrahedral
D. segitiga bipiramida
E. oktahedral

Pembahasan
Teori yang paling mudah untuk memahami bentuk molekul suatu senyawa
adalah teori domain elektron. Secara sederhana, tipe molekul dirumuskan

AXmEn

dengan

A : atom pusat
Xn : domain elektron ikatan (jumlah unsur lain yang terikat pada atom pusat)
Em : domain elektron bebas (jumlah pasangan elektron bebas pada atom pusat)

Namun, dalam teori ini kita diwajibkan menghafal bentuk-bentuk molekul


berdasarkan tipe molekulnya. Berikut ini adalah tipe dan bentuk molekul yang
harus dihafal.

Tipe Molekul Bentuk Molekul Tipe Molekul Bentuk Molekul

linear
AX2 AX4E tetrahedral terdistorsi
garis lurus

segitiga datar
AX3 AX3E2 membentuk huruf T
trigonal planar

AX2E bentuk huruf V AX2E3 linear


tetrahedral oktahedral
AX4 tetrahedron AX6 oktahedron
bidang empat segi empat bipiramida

segitiga piramida segi empat piramida


AX3E AX5E
trigonal piramida tetragonal piramida

segi empat datar


AX2E2 bentuk huruf V AX4E2
tetragonal planar

segitiga bipiramida
AX5
trigonal bipiramida

Nah, sekarang mari kita terapkan teori tersebut untuk menjawab soal di atas.
Kita tentukan dulu elektron valensi (elektron terluar) masing-masing unsur.
N = 1s2 2s2 2p3 (5 elektron valensi)
2 2 6 2 5
Cl = 1s 2s 2p 3s 3p (7 elektron valensi)

Unsur N yang bervalensi 5 membutuhkan 3 elektron dari unsur Cl agar terpenuhi


kaidah oktet (kaidah 8). Sedangkan unsur Cl yang bervalensi 7 hanya
membutuhkan 1 elektron dari atom N. Berarti harus ada 3 unsur Cl yang
berikatan dengan N sehingga terbentuk NCl 3.

Unsur N sebagai atom pusat mempunyai 5 elektron terluar, 3 di antaranya


berikatan dengan Cl dan 2 elektron bebas (sepasang elektron bebas).

atom pusat :N

PEI :3

PEB : (5 3) = 1

tipe molekul : AX3E

bentuk molekul : segitiga piramida

PEI : pasangan elektron ikatan


PEB : pasangan elektron bebas
Jadi, bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika unsur N dan Cl berikatan
adalah segitiga piramida (B).

Soal tentang Bentuk Molekul UN 2013


Diketahui konfigurasi elektron:

Si = [Ne] 3s2 3p2


F = [He] 2s2 2p5

Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, bentuk molekul yang terjadi
sesuai aturan oktet adalah .

A. linear
B. segitiga datar
C. tetrahedral
D. segitiga piramida
E. oktahedral

Pembahasan
Elektron valensi Si dan F adalah

Si = [Ne] 3s2 3p2 (4 elektron valensi)


F = [He] 2s2 2p5 (7 elektron valensi)

Unsur Si mempunyai 4 elektron terluar. Agar tercapai kaidah oktet, keempatnya


harus berikatan dengan F sehingga tidak terdapat elektron bebas. Sedangkan F
hanya membutuhkan 1 elektron dari Si sehingga dibutuhkan 4 unsur F agar
terbentuk senyawa SiF4.

atom pusat : Si

PEI :4

PEB : (4 4) = 0

tipe molekul : AX4

bentuk molekul : tetrahedral

Jadi, bentuk molekul yang terjadi dari senyawa yang dibentuk oleh Si dan F
sesuai kaidah oktet adalah tetrahedral (C).

Soal tentang Bentuk Molekul UN 2013


Unsur X memiliki konfigurasi elektron: 1s 2 2s2 2p6 3s2 3p4 dan unsur Y memiliki
konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p2.
Bentuk molekul yang terjadi bila kedua unsur tersebut berikatan menurut aturan
oktet adalah .

A. linear
B. bentuk V
C. segi empat datar
D. segitiga piramida
E. segitiga bipiramida

Pembahasan
Elektron valensi unsur X dan Y adalah

X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 (ada 6 elektron valensi)


Y : 1s2 2s2 2p2 (ada 4 elektron valensi)

Unsur Y mempunyai 4 elektron valensi sehingga keempatnya harus berikatan


agar terpenuhi kaidah oktet. Sedangkan atom X hanya membutuhkan 2 elektron
untuk memenuhi aturan oktet. Berarti harus ada 2 unsur X agar bisa berikatan
dengan Y membentuk YX2.

atom pusat :Y

PEI : 2 (rangkap = 4)

PEB : (4 4) = 0

tipe molekul : AX2

bentuk molekul : linear

Jadi, bentuk molekul yang terjadi bila unsur X dan Y berikatan adalah linear (A).

Soal tentang Bentuk Molekul UN 2012


Suatu senyawa terbentuk dari dua buah 1A dan 8B. Senyawa tersebut memiliki
bentuk molekul dan kepolaran berturut-turut .

A. tetrahedral dan polar


B. tetrahedral dan nonpolar
C. bentuk V dan polar
D. bentuk V dan nonpolar
E. oktahedral dan nonpolar

Pembahasan
Elektron valensi unsur A dan B adalah
1A : 1s1 (1 elektron terluar)
2 2 4
8B : 1s 2s 2p (6 elektron terluar)

Unsur A hanya membutuhkan 1 elektron dari B agar terpenuhi kaidah duplet


(kaidah 2). Sedangkan unsur B membutuhkan 2 elektron dari A agar terpenuhi
kaidah oktet, berarti harus ada 2 unsur A agar dapat berikatan membentuk BA 2.

atom pusat :B

PEI :2

PEB : (6 2) = 2

tipe molekul : AX2E2

bentuk molekul : bentuk V

Adanya elektron bebas menyebabkan bentuk molekulnya tidak simetris. Bentuk


molekul yang tidak simetris ini merupakan ciri dari senyawa kovalen polar.

Jadi, senyawa yang terjadi dari ikatan antara unsur A dan B mempunyai bentuk
molekul berbentuk huruf V dan bersifat polar (C).

Soal tentang Bentuk Molekul UN 2015


Jika atom 4X dan 17Y berikatan, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang
terbentuk adalah ....

A. segi empat planar dan polar


B. linear dan polar
C. tetrahedral dan nonpolar
D. oktahedral dan nonpolar
E. linear dan nonpolar

Pembahasan
Elektron valensi dari unsur X dan Y adalah

4X : 1s2 2s2 (2 elektron valensi)


2 2 6 2 5
17Y : 1s 2s 2p 3s 3p (7 elektron valensi)

Unsur X menggunakan kedua elektronnya untuk berikatan dengan Y. Sementara


itu, 1 unsur Y hanya mampu berikatan dengan 1 elektron unsur X. Berarti
dibutuhkan 2 unsur Y agar dapat berikatan membentuk XY 2.

atom pusat :X

PEI :2

PEB : (2 2) = 0
tipe molekul : AX2

bentuk molekul : linear

Tidak terdapatnya elektron bebas menyebabkan bentuk molekulnya simetris.


Bentuk molekul yang simetris ini merupakan ciri dari senyawa kovalen nonpolar.

Jadi, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terjadi antara unsur X dan Y
adalah linear dan bersifat nonpolar (E).

Simak juga, Pembahasan Soal UN: Tata Nama Senyawa Organik dan Anorganik.

Demikian, berbagi pengetahuan dengan Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom


komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.