Anda di halaman 1dari 65

Farahdina

Fairuz
Alldo Angga
Kurnia Bagas
Putra Samudra
Syifa
Fadiyah
Salsabila
Sifa Herdini

MANAJEMEN STRATEGI
CA CLASS
Mengetahui strategi
ANALISIS STRATEGI yang diimplementasikan
oleh PT. Garuda
PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. Indonesia (PERSERO) Tbk
serta menilai dan
menganalisis outcome
dari penerapan strategi
TUJUAN tersebut.
CONCEPT WELCOME ON BOARD
LOGO

Logo Garuda Indonesia


Modern Bird Symbol
OVERVIEW

Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk adalah


maskapai penerbangan nasional Indonesia.

GARUDA Kode Perusahaan


IDX : GIAA
Kode Maskapai
Penerbangan
Kode Maskapai
Penerbangan

INDONESIA IATA : GA ICAO : GIA

Slogan
60 Domestik & 73
The Airline Of 134 armada
Internasional
Indonesia
OVERVIEW GARUDA INDONESIA KEY MILESTONES
OVERVIEW GARUDA INDONESIA KEY MILESTONES
HISTORY FIRST FLIGHT & HISTORICAL MOMENT

Sejarah penerbangan komersial Indonesia dimulai saat bangsa Indonesia sedang


mempertahankan kemerdekaannya. Penerbangan komersial pertama menggunakan pesawat DC-
3 Dakota dengan registrasi RI 001 dari Calcutta ke Rangoon dan diberi nama Indonesian
Airways dilakukan pada 26 Januari 1949. Pada tahun yang sama, 28 Desember 1949, pesawat
tipe Douglas DC-3 Dakota dengan registrasi PK-DPD dan sudah dicat dengan logo Garuda
Indonesian Airways, terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno.
Inilah penerbangan yang pertama kali dengan nama Garuda Indonesian Airways. Nama Garuda
diberikan oleh Presiden Soekarno dimana nama tersebut diambil dari sajak Belanda yang ditulis
oleh penyair terkenal pada masa itu, Noto Soeroto; "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn
vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen", yang artinya, Saya Garuda, burung Vishnu yang
melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda.
HISTORY PAST STRATEGY

1980

Sepanjang tahun 1980-an, Garuda Indonesia melakukan


revitalisasi dan restrukturisasi berskala besar untuk operasi
dan armadanya. Hal ini mendorong perusahaan untuk
mengembangkan program pelatihan yang komprehensif
untuk awak kabin dan awak darat Garuda Indonesia dan
mendirikan fasilitas pelatihan khusus di Jakarta Barat
dengan nama Garuda Indonesia Training Center.
HISTORY PAST STRATEGY

1990

Armada Garuda Indonesia dan kegiatan operasionalnya


mengalami revitalisasi dan restrukturisasi skala besar
sepanjang tahun 1980-an sehingga menuntut Perusahaan
merancang pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya
dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat Pelatihan
Karyawan, Garuda Indonesia Training Center di Jakarta
Barat.
OVERVIEW CURRENT STRATEGY

>2010

Penyelesaian seluruh restrukturisasi utang Perusahaan mengantarkan


Garuda Indonesia siap untuk mencatatkan sahamnya ke publik pada
11 Februari 2011. Perusahaan resmi menjadi perusahaan publik
setelah penawaran umum perdana atas 6.335.738.000 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Saham tersebut telah dicatatkan
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Februari 2011 dengan
kode GIAA. Per 31 Desember 2013, struktur kepemilikan saham
Garuda Indonesia sebagai emiten dan Perusahaan publik adalah
Negara Republik Indonesia (69,14%), karyawan (0,4%), investor
domestik (24,34%), dan investor internasional (6,12%).
OVERVIEW CURRENT STRATEGY

>2010

Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia


memiliki 5 (lima) Entitas Anak yang fokus pada produk/jasa
pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu PT Abacus Distribution
Systems Indonesia, PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility
Aero Asia, PT Aero Systems Indonesia, dan PT Citilink Indonesia.
Dalam menjalani kegiatan operasionalnya, Perusahaan didukung oleh
7.861 orang karyawan, termasuk 2.010 orang siswa yang tersebar di
Kantor Pusat dan Kantor Cabang.
OVERVIEW CURRENT STRATEGY

>2010

Garuda Indonesia, pada Januari 2015, mengoperasikan 134 pesawat yang


terdiri dari 2 pesawat Boeing 747-400, 11 pesawat Airbus A330-300, 11
pesawat Airbus A330-200, 5 pesawat Boeing 737 Classic (seri 300/500), 76
pesawat Boeing 737-800NG, 15 pesawat CRJ1000 NextGen, 8 pesawat ATR72-
600, 6 pesawat Boeing 777-300ER, dan 30 pesawat Citilink yang terdiri dari 24
pesawat Airbus A320-200, 5 pesawat Boeing 737-300 serta 1 pesawat Boeing
737-400. Menghadirkan standar baru kualitas layanan dalam industri air travel,
Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan ke 64 destinasi pilihan yang
terdiri dari 44 kota di area domestik dan 20 kota di area internasional.
Selain melayani penerbangan di rute-rute tujuan yang dioperasikan, saat ini
Garuda Indonesia juga melaksanakan perjanjian code share dengan 14
maskapai internasional.
OVERVIEW CURRENT STRATEGY

>2010

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia secara resmi bergabung


dengan aliansi global, SkyTeam, sebagai bagian dari program
perluasan jaringan internasionalnya. Dengan bergabung bersama
SkyTeam, penumpang Garuda Indonesia kini dapat terbang ke 1.064
tujuan di 178 negara yang dilayani oleh semua maskapai anggota
SkyTeam dengan lebih dari 15.700 penerbangan per hari dan akses ke
564 lounge di seluruh dunia.
OVERVIEW CURRENT STRATEGY

>2010

Sebagai bagian dari upaya Perusahaan untuk terus meningkatkan


layanan kepada pengguna jasa, Garuda Indonesia memperkenalkan
layanan khas Garuda Indonesia Experience, yang menghadirkan
kerahmahtamahan, budaya, dan segala hal terbaik dari Indonesia melalui
kelima panca indera, yaitu sight, sound, taste, scent, dan touch, untuk
diimplementasikan dalam layanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-
flight, dan post-journey.
CEO

Muhammad Arif Wibowo


(lahir di Banyumas, 19 September
1966; umur 50 tahun) merupakan
seorang pengusaha Indonesia
yang kini menjabat sebagai dirut
Garuda Indonesia. Sebelumnya
dia menjabat sebagai dirut di
Citilink.
STATEMENT VISION & MISSION STATEMENT

To be a sustainable airline company through


VISI customer-oriented services and growth in
profit

To maximize shareholder return through strong


revenue growth, cost leadership in full service
MISI operations, and group synergy while providing the
highest value to customers through excellent
Indonesian hospitality
VISION
Graphic
Menjelaskan Jenis
perusahaan yaitu Jasa VISION ANALYSIS
penerbangan

Directional
Desirable
Untuk menjadi
Peningkatan pada perusahaan
profit secara penerbangan yang
berkelanjutan beroperasi secara
berkelanjutan

Visi

To be a sustainable airline
company through
customer-oriented services
and growth in profit
Feasible Focused
Orientasi inti pada
Berdaya saing
pengalaman dan
internasional
kepuasan pelanggan
MISSION
Employee Public Image MISSION ANALYSIS
Membentuk SDM yang Kesempurnaan jasa melalui
berkompetensi tinggi dan sentuhan & keramah-
dapat bersinergi tamahan khas Indonesia

Customer
Memberikan kepuasan Self Concept
pada pelanggan melalui Memiliki bisnis unit yang
pelayanan full-servive yang mendukung produk inti
maksimal
Misi
To maximize shareholder return through strong
revenue growth, cost leadership in full service
operations, and group synergy while providing the
highest value to customers through excellent
Indonesian hospitality
MISSION
Survival, Growth,
and Profit General MISSION ANALYSIS
Strategy
Terus memaksimalkan
keuntungan pemilik Cost Leadership
saham

Philosopy
Market
Pengelolaan secara
professional untuk Target pasar domestik
memberikan kepuasan
maksimal bagi pelanggan Misi dan internasional

To maximize shareholder return through strong revenue growth, cost


leadership in full service operations, and group synergy while providing the
highest value to customers through excellent Indonesian hospitality
LTO
LONG-TERM
OBJECTIVE
STATEMENT
Menuju Maskapai dengan
Standar Layanan Kelas Dunia.
Dengan konsep layanan The
Garuda Indonesia
Experience dan standar
layanan di seluruh customers
touch points, Garuda
Indonesia secara konsisten
terus meningkatkan standar
layanan untuk menjadi
maskapai dengan layanan
kelas dunia.
ANALYSIS

LINGKUNGAN EKSTERNAL
ANALISIS
MACRO ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO

Prediksi pertumbuhan perekonomian dapat mencapai di atas


Ekonomi 5,1% pada tahun 2017 (Bank Indonesia), dengan laju inflasi akan
dijaga pada tingkat dibawah 3% pada tahun 2017 (prediksi Bank
Indonesia) .

Maskapai penerbangan melakukan program CSR sebagai bentuk


Sosial kepedulian sosial serta juga difungsikan untuk meningkatkan citra
perusahaan.

Tidak dilewatinya Ukraina pada rute penerbangan Jakarta-


Politik Amsterdam mengingat kondisi keamanan di Ukraina yang masih
tidak stabil akibat adanya pemberontakan dari kelompok separatis
pro-Rusia
MACRO ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO

Dengan jajaran armada baru yang didukung teknologi mutakhir


Teknologi dan hemat bahan bakar, maka Perusahaan akan dapat melakukan
efisiensi di tahun-tahun mendatang.

Perusahaan juga berpartisipasi dalam program Eart Hour dan


mencatat pertumbuhan angka efisiensi penggunaan listrik yang
signifikan yaitu mencapai 12.883.370 watt pada tahun 2014, serta
12.873.716 watt pada tahun 2015.
Ekologi GMF juga melaksanakan penggantian lampu konvensional di area
Hangar dengan lampu hemat energy sejak 2015. Penggantian
lampu menurunkan pemakaian energy listrik sebesar
2.087.040.000 watt hour per tahun (setara penghematan biaya
listrik sebesar Rp5,5 Milyar per tahun).

Potensi di pasar internasional juga akan semakin kuat apabila


perusahaan bergabung dengan aliansi global (dimana hal tersebut
Internasional sudah tercapai dengan diberikannya sertifikasi pelayanan jasa
penerbangan bintang 5 dari Skytrax serta bergabungnya
perusahaan dengan aliansi penerbangan Skyteam.
INDUSTRY ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI

Buyers Bargaining Suppliers Bargaining


Entry Barrier
Power Power

Modal (capital requirement) Pengguna jasa maskapai Pemasok pada industri


yang besar diperlukan untuk penerbangan adalah penerbangan adalah
masuk dalam industri pelanggan domestik (lokal) perusahaan penyedia
penerbangan, dimana cost dan internasional. Dalam hal pesawat. Dalam hal ini posisi
terbesar adalah biaya ini, konsumen secara umum tawar dari pemasok bisa
pengadaan/penyewaan memiliki posisi tawar yang cukup kuat apabila memang
pesawat, bahan bakar, dan minim dikarenakan tidak permintaan (demand)
sistem operasional adanya layanan jasa lainnya terhadap pesawat terbang
perusahaan yang yang dapat dijadikan tempat dari setiap maskapai terus
membutuhkan rangkaian pengalihan oleh konsumen. meningkat untuk
sinergi seperti sumber daya mengantisipasi angka
manusia yang kompeten dan pertumbuhan dari pengguna
didukung sistem informasi jasa yang juga berkembang
yang baik. pesat.
INDUSTRY ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI

Competitive and new


Product substitute
entrants

Adanya produk dan jasa Kondisi persaingan dalam industri


substitusi/pengganti seperti alat penerbangan nasional cenderung
transportasi darat, laut, yang meningkat seiring dengan
secara biaya penjualan atas tiket penambahan kapasitas operator
lebih murah dibandingkan low cost carrier baik untuk rute
pesawat terbang. domestik maupun internasional
serta penerapan ruang udara
terbuka (open sky) ASEAN secara
bertahap.
OPERATIONAL ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL

Competitor Creditor Customer


Munculnya perusahaan Kreditor industri penerbangan Pengguna jasa maskapai
penerbangan yang menyediakan meminjamkan dana dalam penerbangan yang terdiri dari
harga lebih murah dengan rute jumlah besar dan rata-rata pelanggan domestik (lokal) dan
yang menguntungkan menjadi dalam bentuk hutang jangka internasional.
kompetitor. panjang.

Labor Supplier
Dalam hal ini Garuda Indonesia telah Pemasok industri penerbangan
merumuskan tata nilai yang disebut adalah perusahaan penyedia
sebagai FLY-HI sejak 30 Oktober 2007. pesawat.
FLY-HI merupakan akronim dari eFficient
& effective; Loyalty; customer centricitY;
Honesty & openness dan Integrity.
ANALYSIS

RANTAI NILAI
PERUSAHAAN
ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS RANTAI NILAI

Angkutan udara niaga berjadwal Jasa angkutan udara niaga tidak


untuk penumpang, barang dan berjadwal untuk penumpang,
pos dalam negeri dan luar barang dan pos dalam negeri dan
negeri. luar negeri.

AKTIVITAS
UTAMA Reparasi dan pemeliharaan
pesawat udara, baik untuk
Jasa penunjang operasional
angkutan udara niaga, meliputi
keperluan sendiri maupun untuk katering dan ground handling
pihak ketiga (melalui anak baik untuk keperluan sendiri
perusahaan GMF AeroAsia). maupun untuk pihak ketiga.
ANALYSIS ANALISIS RANTAI NILAI

Jasa layanan sistem informasi


yang berkaitan dengan industri Jasa layanan konsultasi yang
penerbangan, baik untuk berkaitan dengan industri
keperluan sendiri maupun untuk penerbangan.
pihak ketiga.

AKTIVITAS
UTAMA Jasa layanan pendidikan dan
pelatihan yang berkaitan dengan
Jasa layanan kesehatan personil
penerbangan, baik untuk
industri penerbangan, baik untuk
keperluan sendiri maupun untuk
keperluan sendiri maupun untuk
pihak ketiga.
pihak ketiga.
Teknologi
Informasi

ANALYSIS

ANALISIS
RANTAI NILAI
Aktivitas
Pendukung

Manajemen
Sumber Daya Pengadaan
ANALYSIS ANALISIS RANTAI NILAI

Pemenuhan
Pengembangan Pengembangan
sumber daya
organisasi karir
manusia
AKTIVITAS
PENDUKUNG Pelatihan dan
Pengelolaan Kesejahteraan
pengembangan
kinerja karyawan
kompetensi
IMPLEMENTASI
MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA Internalisasi
Talent
budaya
Management
perusahaan
ANALYSIS ANALISIS RANTAI NILAI

Pemilihan sistem standar Mengembangkan arsitektur TI


industri penerbangan, dan Pemilihan sistem TI yang yang fleksibel dan dapat
menerapkannya untuk fungsi- dinamis dan mempunyai digunakan kembali, serta
fungsi yang memiliki kemampuan yang terbaik memberikan kemudahan akses
keuntungan kompetitif bagi calon penumpang

AKTIVITAS
PENDUKUNG Mengembangkan arsitektur TI
yang dapat menjamin Menerapkan proses dan
Melakukan integrasi informasi
kerahasiaan data Perseroan, praktik terbaik, serta konsisten
untuk meningkatkan efisiensi
dengan menerapkan protokol, dengan penggunaan sistem
dan efektivitas sistem
proses dan perangkat yang terbaik
keamanan yang sesuai

IMPLEMENTASI
TEKNOLOGI
INFORMASI Melaksanakan proyek dan
Memanfaatkan infrastruktur menyediakan layanan TI yang
yang memiliki bandwidth, sesuai standar industri dengan
tingkat keamanan, dan dukungan mitra TI terpercaya
kontinuitas bisnis terjamin untuk menjamin ketepatan
waktu dan efektivitas
ANALYSIS ANALISIS RANTAI NILAI

Memperkuat kemitraan
Penetapan rantai pasokan
Memperkuat efektivitas bernilai tambah dengan
Garuda Indonesia dengan
AKTIVITAS mempertimbangkan
kapabilitas dan juga daya
organisasi pengadaan dan
sistem pengadaan yang
World-Wide IT Provider
untuk mendukung strategi
andal dan terintegrasi Perseroan menjadi
PENDUKUNG saing Perseroan
maskapai berbasis TI

Revitalisasi Pengadaan
Mendukung penentuan
Berbasis TI (IT-Based
strategi yang tepat serta
Procurement) dengan
IMPLEMENTASI sistem pelaporan yang
tujuan lebih meningkatkan
PENGADAAN andal untuk ruang lingkup
transparansi dari
Garuda Indonesia
pengadaan yang dijalankan
ANALYSIS

SWOT PERUSAHAAN
ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS SWOT

Adanya layanan Immigration


Konsep layanan Garuda
on Board yang merupakan
Indonesia Experience yang
inovasi Garuda dan
Maskapai penerbangan didasarkan pada 5
merupakan satu-satunya di
terbesar di Indonesia. senses yaitu sight, sound, smell,
dunia, yaitu layanan
taste, and touch, yang
pemberian visa di atas
menjadikan ciri khas tersendiri.
pesawat.

STRENGTHS Memiliki tim yang terdiri dari


Maskapai paling diminati
untuk penerbangan
individu-individu yang handal, Garuda Indonesia sebagai
internasional, dengan pangsa
profesional, kompeten, maskapai penerbangan
pasar 16,54 % atau sebanyak
berdaya saing tinggi dengan TI tercanggih di
4,17 juta penumpang dari
dan helpful serta dilandasi atas Indonesia.
total penumpang
nilai-nilai FLY-HI .
internasional sepanjang 2015.

KEKUATAN
PERUSAHAAN Garuda Indonesia banyak
Garuda Indonesia telah
melakukan kegiatan CSR
Garuda Indonesia termasuk memiliki brand yang kuat dan
seperti program kemitraan
dalam kategori baik untuk hal telah diakui di pasar domestik
dan bina lingkungan sebagai
tata kelola perusahaan (Good dan internasional (kualitas
bentuk kepedulian dan
Corporate Governance). pelayanan dan keselamatan
tanggung jawab kepada
dengan standar 5-star airline).
masyarakat.
ANALYSIS ANALISIS SWOT

Adanya faktor teknis dan flight Tingginya tingkat hutang lancar


operations seperti yang diakibatkan adanya
keterbatasan peningkatan dalam jumlah
jumlah cockpit dan cabin kewajiban pada akun-akun
crew sehingga menyebabkan lancar seperti hutang usaha dan
WEAKNESS keterlambatan penerbangan. biaya yang masih harus dibayar.

Garuda sangat bergantung Biaya operasional yang tinggi


KELEMAHAN
kepada sistem otomatisasi (dengan konsep pelayanan full-
dalam menjalankan bisnis service) menjadikan harga tiket
PERUSAHAAN
sehingga apabila terjadi pesawat lebih tinggi
kesalahan sistem, proses bisnis dibandingkan dengan maskapai
perusahaan akan terganggu. penerbangan lainnya.
ANALYSIS ANALISIS SWOT

Dimana bila dibandingkan dengan Bergabungnya Garuda sebagai


negara lainnya, lalu lintas udara anggota aliansi global maskapai
Indonesia masih relatif kecil penerbangan yang bernama SkyTeam
dibandingkan dengan jumlah populasi Global Airline Alliance yang menjadi
(hanya 42% atau 106 juta pengguna presensi baik bagi perusahaan dalam
jasa dibandingkan dengan total rangka peningkatan jangkauan dan
penduduk sebesar 249,9 juta). Hal ini akses terbang terhadap berbagai
OPPORTUNITIES jelas menyimpan potensi peningkatan
pengguna jasa yang besar.
destinasi lintas negara (memperluas
cakupan pasar internasional).

Peningkatan terhadap proyek


pengembangan dan pembangunan
PELUANG & bandara utama dan baru di Indonesia
KESEMPATAN dengan total estimasi anggaran
PERUSAHAAN proyek mencapai USD 4,2 Milyar
(2014 - 7 bandara, 2015 5 bandara,
2016 2 bandara, 2017-2018 4
bandara) yang implementasinya
tersebar merata di seluruh tanah air.
ANALYSIS ANALISIS SWOT

Adanya faktor fasilitas bandara


Sumber utama pasokan bahan
merupakan faktor yang tidak Adanya peningkatan kapasitas,
bakar pesawat Garuda
dapat dikontrol yang penurunan harga tiket dan
Indonesia berasal dari
menghambat ketepatan waktu semakin banyaknya rute
Pertamina, sehingga harga

OPPORTUNITIES
penerbangan (On Time penerbangan baru yang dibuka
bahan bakar pesawat,
Performance/OTP), seperti oleh maskapai penerbangan
persediaan bahan bakar sangat
landasan pacu/runway yang lain.
tergantung dengan Pertamina.
terbatas.

Maskapai asing yang Bencana Alam dan faktor-


melakukan penetrasi pasar ke faktor yang tidak terhindarkan
ANCAMAN TERHADAP Indonesia. lainnya.
PERUSAHAAN
ANALYSIS

MARKETING MIX - 4P
PRODUCT, PRICE, PROMOTION, PLACE

ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS 4P

Kualitas Keistimewaan

Keunikan dari
PRODUCT Pengakuan dan penghargaan dari
dunia internasional menunjukkan
pelayanan Garuda
Indonesia sendiri
sebuah bukti kualitas dari Garuda diterjemahkan dari
Indonesia. program Garuda
Indonesia Experience

ANALISIS PRODUK
PERUSAHAAN Sarana angkutan bagi kunjungan
resmi kepala negara ke berbagai
negara (sebelum adanya pesawat
kepresidenan) dan sebagai angkutan
bagi ribuah jemaah haji setiap
tahunnya.
ANALYSIS ANALISIS 4P

Brand
Kemasan
Name
PRODUCT Presiden memberikan
nama maskapai ini Memiliki logo yang lebih
menjadi Garuda menjadi ciri khas
Indonesian Airways lambang negara, yakni
dengan logo barunya. burung Garuda.

ANALISIS PRODUK
PERUSAHAAN
Seragam pramugari
terinspirasi dari kebaya
tradisional
ANALYSIS ANALISIS 4P

Saluran
Jangkauan Lokasi
Distribusi

Hubs : Kualanamu
International Airport, Ngurah
Distribusi oleh Hingga tahun 2016, Rai International Airport,

PLACE
SoekarnoHatta International
perusahaan ini jangkauan wilayah Airport, Sultan Hasanuddin
dilakukan dilakukan penerbangan International Airport
melalui media internasional dari
digital (iklan di Garuda Indonesia
televisi), kegiatan- dengan kerja sama
kegiatan seperti dengan afiliasi
Secondary hubs :Juanda
pameran wisata, dan penerbangan International Airport, Sultan
juga secara eksklusif Skyteam sudah Aji Muhammad Sulaiman
mencapai 70 Airport
pada media in-flight
ANALISIS PLACE magazine majalah destinasi.
garuda yang
bernama Colours.
Focus cities : Adisucipto
International Airpor, Sam
Ratulangi International
Airport, Sultan Mahmud
Badaruddin II International
Airport
ANALYSIS ANALISIS 4P

Inventory Transportasi

PLACE Seiring kemajuan serta


kepercayaan konsumen Sebagai perusahaan
terhadap Garuda penerbangan terkemuka
Indonesia,perusahaan ini di Indonesia, perusahaan
juga menambah armada Garuda Indonesia juga
pesawatnya guna memberikan kemudahan
memperlancar fasilitas transportasi bagi
pelayanan terhadap para pengguna jasa.
ANALISIS PLACE penumpang. . Transportasi yang
dimaksud seperti
angkutan khusus bandara
Soekarno-Hatta.
ANALYSIS ANALISIS 4P

Sistem
Daftar Harga
Pembayaran
PRICE

Sistem pembayaran untuk


Daftar harga pesawat garuda pembelian tiket pesawat
Indonesia bisa di lihat langsung Garuda Indonesia sendiri bisa
ANALISIS HARGA di situs www.garuda- dilakukan dengan melalui
indonesia.com. online ataupun pemesanan
melalui telepon.
ANALYSIS ANALISIS 4P

Event
Advertising
Marketing
PROMOTION
Sebagai perusahaan Advertising sebagai media
penerbangan terbesar di iklan perusahaan penerbangan
Indonesia, kegiatan dan acara Garuda Indonesia dilakukan
seperti pameran (event melalui media televisi, koran,
marketing) sebagai media hingga majalah. Iklan juga
promosi rupanya masih perlu dilakukan pada media online
ANALISIS PROMOTION (website).
dilakukan guna menyadarkan
serta memberikan informasi
baru tentang Perusahaan
Garuda Indonesia kepada
masyarakat.
ANALYSIS ANALISIS 4P

Sales Local Area


Promotion Marketing
PROMOTION

Walaupun iklan sudah dilakukan


melalui media visual seperti Hampir di semua daerah di Indonesia
televisi, tapi promosi juga tetap terdapat agent travel sebagai Local
ANALISIS PROMOTION dilakukan Garuda Indonesia pada Area Marketing di daerah tersebut.
media cetak seperti koran dan
majalah.
ANALYSIS

COMPETITIVE
ADVANTAGE
KEUNGGULAN KOMPETITIF

ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS KEUNGGULAN KOMPETITIF

Berusaha tumbuh dan Meningkatkan potensi


Menerapkan TI untuk
mendominasi pasar full perusahaan di pasar
meningkatkan daya saing
services carrier di Indonesia internasional

COMPETITIVE
ADVANTAGE
Mengisi pasar Low Cost Fokus pada efisiensi biaya
Human Capital
Carrier melalui Citilink agar lebih kompetitif

STRATEGI
KEUNGGULAN
BERSAING

Peningkatan kualitas layanan


terhadap pelanggan
ANALYSIS

TIPE STRATEGI
PERUSAHAAN
ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS STRATEGI INTEGRASI

Forward Integration

Garuda Indonesia tidak melakukan Forward Integration

Backward Integration
INTEGRATION Pada tanggal 26 April 2002, Garuda Indonesia mendirikan PT.

STRATEGIES
GarudaMaintenance Facility AeroAsia yang bergerak dalam bidang
usaha jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang termasuk
mesin dan komponennya. Garuda Indonesia bermaksud
memperoleh keuntungan yang lebih dengan memiliki
penyelenggara jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang
termasuk mesin dan komponennya sendiri.
FORWARD,
BACKWARD, and Horizontal Integration
HORIZONTAL
Garuda Indonesia melakukan Horizontal Integration dengan
INTEGRATION mendirikan PT Citilink Indonesia pada tanggal 6 Januari 2009.
Tujuan Garuda Indonesia adalah dengan mendirikannya Citilink
diharap dapat menjangkau konsumen yang mencari penerbangan
berbiaya murah (low cost)
ANALYSIS ANALISIS STRATEGI INTENSIVITAS

Market Penetration

Mempertahankan citra Garuda sebagai maskapai full service carrier


di Indonesia
Masuknya Garuda sebagai anggota dari Aliansi Global SkyTeam

INTENSIVES Market Development

STRATEGIES Perusahaan merencanakan pengembangan usaha dengan


memfokuskan pemenuhan keanggotaan Garuda Indonesia sebagai
anggota Aliansi Global.
Garuda mencoba mengembangkan pasar menjadi lebih luas lagi.
Selain itu untuk memenuhi pasar low cost carrier, Garuda akan
mengisi pasar ini melalui perusahaan anak Citilink.
MARKET PENETRATION
& DEVELOPMENT,
PRODUCT
Product Development
DEVELOPMENT
Dalam pengimplementasian strategi ini Garuda telah melakukan
pengembangan armada berdasarkan pertumbuhan dan potensi
pasar internasional dan domestik, sekaligus meremajakan dan
menyederhanakan tipe pesawat terbang yang digunakan.
ANALYSIS ANALISIS STRATEGI DIVERSIFIKASI

Related Unrelated
Strategies Strategies
PT Citilink PT Aero Wisata
Indonesia (Aerowisata)
DIVERSIFICATION
STRATEGIES PT Abacus
PT Garuda
Distribution
Maintenance
Systems
Facility Aero
Indonesia
Asia (GMFAA)
(Abacus DSI)
Related & Unrelated
Strategies PT Aero
Systems
Indonesia
(Asyst)
ANALYSIS

STRATEGI
INTERNASIONAL
ANALISIS
ANALYSIS ANALISIS STRATEGI INTERNASIONAL

PT Garuda Indonesia
menggunakan strategi global. Hal
ini dapat dilihat dari ekspansi
yang dilakukan melalui
penambahan rute dan frekuensi

INTERNATIONAL penerbangan secara bertahap,


pengoperasian pesawat-pesawat
baru, program efisiensi
STRATEGIES perusahaan serta peningkatan
utilisasi aset, telah memberikan
hasil kinerja yang signifikan, baik
dalam aspek finansial maupun
kinerja operasional. Rute baru Garuda Indonesia yang
ditambahkan pada tahun 2012-
2016, yaitu:
Strategi Bisnis dalam Denpasar ke Haneda
Skala Global Jakarta ke Taipei (Sekarang
ditutup)
Jakarta - Abu Dhabi Amsterdam
(Digantikan langsung Jakarta
Amsterdam)
SUMMARY
2016
By Group 9
SUMMARY

Garuda Indonesia sebagai maskapai unggulan Indonesia memiliki strategi yang


cukup matang dalam menghadapi kompetisi pasar penerbangan yang sangat
ketat. Walaupun pada awal milenia tahun 2000, perusahaan sempat berada dalam
kondisi yang tidak baik (dilarang terbang ke Eropa terkait aspek keselamatan),
namun Garuda Indonesia berhasil bangkit kembali. Hal ini dikarenakan adanya
perbaikan manajemen yang meliputi seluruh aspek perusahaan mulai dari human
capital, teknologi, hingga ke budaya organisasi. Dari tipe strategi yang Garuda
terapkan, Garuda lebih menekankan pada strategi insentif dan diversifikasi.
SUMMARY

Industri penerbangan yang semakin jenuh, dan munculnya banyak


maskapai low cost carrier, mengharuskan Garuda untuk menyusun
strategi jauh ke depan. Melalui tujuan jangka panjang yang tertuang
dalam Quantum Leap dari tahun 2011-2015, Garuda membuat
langkah-langkah dalam pencapaian yang ingin perusahaan raih.
Keberhasilan Garuda Indonesia menjadi global player melalui
program Quantum Leap merupakan fondasi kuat bagi
pengembangan perusahaan ke depan.
CONCEPT THE GARUDA INDONESIA EXPERIENCE
2016
Prepared by Group 9