Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEBIDADAN PADA NYS

DENGAN ABORTUS INKOMPLIT


DI PUSKESMAS MENINTING
PADA TANGGAL 25 MEI 2007

I. PENGUMPULAN DATA
A. DATA SUBYEKTIF
1.Identitas Istri Suami
Nama :NYS TNK
Umur :45 th 45 th
Agama :Islam Islam
Suku :Sasak Sasak
Pendidikan :SD SMP
Pekerjaan :Pedagang Swasta
Alamat :Senggigi Senggigi
Keluhan :Ibu mengatakan keluar darah berwarna merah segar dan bergumpal-
gumpal dari jalan lahir sejak pkl 04.30 wita (25-5-2007), mules (-)
Riwayat kehamilan sekarang :
o HPHT : 7 juli 2006
o HTP : 14 april 2006
o Ibu mengatakan hamil 2,5 Bulan
Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu :
No Anak UK Tempat Jenis Penolong Riwayat Penyakit BBL Sex Umur Ket
Hamil Bersalin Nifas
Ke Per gram
salinan
1 Satu 7 bln Rsu Sponta Bidan - - - 1100
Mtrm n
2 Kedua 4 bln
3 ketiga aterm Rmh Dokter - - - 2700
bersalin Spntan
4 keempt

Riwayat KB :-
Rencana KB :-
Riwayat kesehatan/penyakit yang pernah diderita :
o Peyakit cardiovaskular : tidak ada
o Penyakit hipertensi : tidak ada
o Penyakit diabetes : tidak ada
o Penykit malaria : tidak ada
o Penyakit kelamin/HIV/AIDS : tidak ada
o Penyakit campak : tidak ada
o Penyakit tuberculosis : tidak ada
o Penyakit ginjal : tidak ada
o Penyakit Anemia berat : tidak ada
o Penyakit asma : tidak ada
o Ganggua mental : tidak ada

B. DATA OBYEKTIF
1.Pemeriksaan umum :
Kesadaran : compos mentis (CM)
BB sekarang : 55 kg
TB : 156 cm
Tanda-tanda vital
o TD : 110/70 mmHg
o N : 84 X/mnt
o R : 20 X/mnt
2.Pemeriksaan Fisik
a. Mata :Konjungtiva tidak pucat, dan sclera tidak ikhterus
b. Abdomen :Bekas luka oprasi : tidak ada, Fundus Uteri tidak teraba, distensi
tidak ada,caiarn tidak ada
c. Genetalia :
- insfeksi vulva + porsio berwarna livide
- VT (+) flek (+) jaringan (+) nyeri goyang (-)
3. Pemeriksaan penunjang : cek DL dan Hb (tanggal 20-11-2006/Jam19.00 wita)
Hasil : DL : leukosite : 16.000
Trombosit : 250.000
Hematokrit : 31,5
Hb : 11 gr %

II. INTERPRETASI DATA DASAR


DIAGNOSA : Abortus Inkomplit
Dasar : - Ibu mengatakan keluar darah bergumpal-gumpal sejak
pukul 18.30 wita (20-11-2006) dari jalan lahir.
- Insfeksi : flek (+), pembukaan (+), porsio pewarna livide
- VT flek (+), jaringan (+), nyeri goyang (-)
MASALAH : Kecemasan
Dasar : Ibu mengeluh keluar darah bergumpal-gumpal dari jalan
lahir sejak pukul 18.30 wita
KEBUTUHAN : Penjelasan mengenai kecemasan yang dialami ibu

III. DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Diagnosa / masalah potensial : Infeksi anemia, syok

IV. TINDAKAN SEGERA


1. Mandiri : tidak ada
2. Kolaborasi : konsul dengan dokter kandungan untuk persiapan kuretage
3. Rujukan : tidak ada

V. RENCANA TINDAKAN
1. Informasikan mengenai hasil pemeriksaan pada ibu
2. Observasi keadaan umum ibu, perdarahan
3. Kolaborasi dengan dokter untuk kuretase
4. Lakukan KIE pada ibu dan suami atau keluarga lainnya.
5. Imformed consent
6. Konseling KB
7. Siapkan alat kuret AVM
8. Siapkan pasien untuk kuretase
9. Lakuka kuretase AVM pada pasien
10.Berikan terapi obat

VI. PELAKSANAAN ASUHAN


(tgl 20 november 2006 / jam 19.30 wita )
1. Mengimpormasikan mengenai hasil pemeriksaan pada ibu
2. Mengobservasi keadaan umum ibu, perdarahan
3. Kolaborasi dengan dokter untuk kuretase
4. Melakukan kie pada ibu dan suami atau keluarga lainnya tentang tindakan yang
akan dilakukan
5. Menyiapkan alat kuret AVM
o Ranjang ginekologi dengan penopang kaki
o Meja dorong / meja instrumen
o Wadah instrumen khusus ( untuk prosedur AVM )
- AVM Kit (tabung, adaptor, dan kanula)
- Tenakulum (1)
- Spekullum cocor bebek (1) dan SIMS/L (2) ukuran S/M/L
- Klem ovum/fenster (1)
- Cunam tampon (1)
- Mangkok logam
- Sonde uterus
- Dilatator
o Lampu sorot
o Kain atas bokong dan penutup perut bawah
o Larutan anti septik (klorheksidin, povidon iodin, lkohol)
o Tensimeter dan stetoskop
o Sarung tangan DTT dan alas kaki
6. Menyiapkan pasien untuk kuret
o Persilahkan ibu berkemih dan membersihkan perut bawah, lipat paha, vulva, dan
perenium dengan air dan sabun (bila tidak memungkinkan, lakukan pengosongan
kandung kemih pada langkah E2)
o Baringkan pasien dalam posisi liototomi
o Pasang kain atas bokong dan penutup perut bawah
o Pastikan alur cairan dan darah, masuk pada tempatnya
o Pasang tensimeter, infu set dan cairannya, siapkan instrumen dan alat resisitasi (bila
diperlukan, beri analgesia secara intravena/intramuskuler)
o Siapkan tekanan negatif di dalam tabung AVM dengan jalan menutup klep atau
pengatur katup (valve) ke depan bawah, kemudian tarik tangkai toraks/plunger
hingga ganjal kiri dan kanan keluar dari tabung dan tertahan dengan baik di
belakang tabung (dilakukan setelah penolong menggunakan sarung tangan atau
disiapkan oleh asisten), letakkan kembali ke meja instrumen
o Dekatkan dan kaji ulang fungsi serta kelengkapan peralatan resusitasi
o Cuci tangan dan lengan dengan sabun, di bawah air mengalir.
o Keringkan tangan dan lengan dengan handuk bersih
o Pakai secara benar sarung tangan DTT
o Pasang adaptor pada kanula yang sesuai
7. Melakukan kuretase AVM pada pasien
o Beritahu pasien bahwa prosedur akan dimulai
o Bersihkan vulva, perinium, dan lipat paha dengan air dan sabun
- bila pengosongan kandung kemih tidak dapat dilakukan pada langkah
sebelum ini, lakukanlah kateterisasi (lihat prosedur kateterisasi kandung
kemih)
- cabut kateter setelah pengosongan kanung kemih selesai
o Lakukan tindakan aseptik-antiseptik pada dan sepertiga luar vagina
o Pasang spekulum bawah secara halus dan benar, lalu pasang spekulum atas
o Atur posisi spekulum atas dan bawah sedemikian rupa sehingga dapat
menampakkan dengan jelas, lumen vagina, serviks, dan forniks. Minta asisten
mempertahankan posisi kedua spekulum
o Usap serviks dan dinding vagina dengan larutan antiseptik. Perhatikan bukaan
serviks, sumber perdarahan, jaringan, sekret berbau atau trauma.
o Bersihkan darah dan gumpalannya, kemudian perhatikan kembali bukaan ostium
o Jepitkan gigi tenakulum pada bibir atas serviks (posisi jam atau 01.00)
Pegang gagang tenakulum dengan satu tangan
- bila bukaan serviks cukup besar, bibir atas serviks dijepit dengan klem ovum
atau klem transfer/foerster
o Lepaskan spekulum atas (masukkan dalam larutan klorin 0,5%)
o Ukur bukaan ostium dengan berbagai ukuran kanula yang tersedia, tentukan ukuran
yang sesuai.
- masukkan kanula bekas pengukur bukaan ostium (yang tidak terpakai) ke
dalam wadah yang berisi larutan klorin 0,5%
o Melalui ostium masukkan kanula (dengan gerakan rotasi) kedalam kavum uteri
- masukkan kanula bekas pengukur bukaan osium yang tidak terpakai ke dalam
wadah yang berisi larutan klorin 0,5%
o Dengan perlahan tarik tenakulum hingga serviks dan uterus pada posisi yang
sesuai, kemudian dorong kanula hingga mencapai fundus.
- perhatikan kedalaman kavum uteri (lihat bintik warna pada kanula)
o Pertahankan posisi ini, kemudian ambil tabung AVM yang sudah disisipkan
o Tarik sedikit ujung kanula dari fundus, pegang adaptor dengan ibu jari dan telunjuk
(jari-jari lain tetap memegang tenakulum atau klem ovum/fenser)
o Dengan tangan yang lain, ambil tabung AVM (yang telah disisipkan)
- posisinya sedemikian rupa sehingga ibu jari dan telunjuk tangan kanan
memegang bahu tabung, menopang pada telapak tangan dan lengan bawah
- jangan memegang pendorong karena ganjalnya dapat terlepas dan tekanan
negatifnya akan hilang
o Hubungkan adaptor dengan mulut tabung
ingat :... posisi lubang diujung kanula ( tunggal atau ganda )
... eratkan pertautan,
... hindarkan terdorongnya kanula/terlepasnya ganjal pendorong
o Buka katup pengtur tekanan denga jalan menekan katup kebawah belakang
- perhatiakan masuknya sebagian cairan darah atau jaringan
o Pegang pangkal kanula, dorong kanula hingga menyentu fundus kemudian
lakukan evakulasi sisi konsepsi dengan gerakan maju mundur sambil merotasikan
kanula dari kiri ke kanan ( antara jam 09.00-03.00 atau 180 derajat )
o Setelah semua permukaan dinding depan uterus dianggap cukup bersih rotasikan
mulut kanul;a kebelakang, gerakan kanula maju-mundur sambil dirotasikan
kearah kanan dan kiri (09.00-03.00/180 derajat)
o Lakukan secara sisitematik gerakan rotasi dan kraniokaudal ( meliputi semua area
dinding uterus ) sehingga terasa mulut kanula mengenai permukan yang kasar
(gritty sensation atau seperti mengerok sabut kelapa atau sisik ikan) pada
umumnya suara kerokan didaerah kasar tersebut dapat didengar)
o Apabila masa kehamila telah mengisi lebih dari setengah isi tabung, lepaskan
adaptor dari tabung (tutup dulu pengatur klep agar tidak terjadi percikan)
o Keluarkan isi tabung dalam tempat penampungan yang tersedia (untuk
pemeriksaan hasil evakuasi ) buka pengatur klep dan tekan pendorong (plunger)
o Bila evakuasi masih berlanjut, siapkan lagi tekanan negatif, sambungkan lagi
keadaptor yang masih terpasang (tidak dicabut pada saat sambungan di lepaskan)
buka katup pengatur tekanan negatif untuk melanjutkan proses evakuasi
o Bila masa kehamilan di dalam tabung tidak melebihi setengah dari volune tabung,
proses evakuasi telah selesai
o Keluarkan kanula dari cavum uteri. Bila perdarahan masih berlanjut, evakuasi
ulang untuk menentukan evakuasi ulangan, atau ada penyebab lainnya
- Bila kanula belum terkontaminasi, dapat digunakan untuk evakuasi ulangan
- Bila tidak memungkinkan, gunakan kanula steril/dtt yang baru
o Sambung kembali adaptor (dan kanula ) dengan tabung, hisap larutan 0,5 %
kedalam tabung, bilas berulang kali hingga bersih
o Lepaskan adaptor, kanula dan tabung, kemudian rendam dalam wadah
dekontaminasi.
o Bersihkan sisa darah dan jaringan dilumen vagina kemudian usapkan larutan
antiseptik pada serviks, forniks, dan dinding vagina kemudian lepasan jepitan
tenakulum.
- Bila pada bekas jepitan terjadi pendarahan, tekan denga kasa kering hingga
satu menit lakukan berulang kali hingga pendarahan berhenti.
o Putar gagang spekulum bawah ke lateral (90 derajat)hingga lebar bilah pada posisi
vertikal kemudian spekulum tersebut keluar
o Beritahukan pada pasien bahwa masih perlu dilakukan periksa dalam ulangan untuk
mengetahui besar dan konsistensi uterus atau kemungkinan adanya kelainan di
luar abortus inkomplit
o Lakukan pemeriksaan bimanual untuk mengetahui besar dan konsistensi uterus atau
kemungkinan adanya kelainan diluar abortus inkomplit
o Bila uterus masih terasa lunak dan pendarahan masih banyak pertimbangan untuk
evakuasi ulangan atau dirujuk
o Untuk evakuasi ulangan
o Apabila dari hasil pemeriksaan/evaluasi ulangan pasien harus dirujuk, biarkan infus
terpasang, buat surat rujukan, kirim ke RS rujukan dengan ditemani seorang
petugas
o Beritahukan bahwa prosedur evakuasi telah selesai, tanyakan keluha selama
tindakan atau saat ini. Tanggapi dan beritahukan masih ada observasi dan
perawatan lanjutan
o Dekontaminasi alat dan cuci tangan pasca tindakan
8. Memberikan terapi : amoksilin 3500 gram, asam metafenamat 3500
gram,SF 11

VII. EVALUASI
Tanggal 20-11-2006 /pukul 21.00 wita
1. Sudah dilakukan kuret AVM, keluar jaringan , perdarahan (+), cut baik
2. Keadaan umum ibu baik, TD : 110/80 mmHg, N :80 x/mnt, S :36.5 `C,
R :24x/mnt

Hari / Tanggal 20-11-2006 /pukul 22.00 wita


SUBJEKTIF :
OBJEKTIF :- Sudah dilakukan kuret AVM keluar jaringan, perdarahan tidak ada, cut
baik
- K/U bak, kesadaran komposmentis,TD : 110/80 mmhg, N : 80 x/mnt,
S:36.5 `C,R : 24 x/mnt
ASSESMENT : POST KURET
PLANNING :
1. Observasi 2 jam pos kuret, perdarahan
2. Lanjutkan obat per oral
3. Anjurkan makan dan minum
4. Jelaskan pada ibu untuk datang kepetugas kesehatan/rumah sakit bila
terjadi komplikasi kegawat daruratan
5. Anjurkan ibu untuk menggunakan kontrasepsi
6. Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang satu minggu lagi dan segera bila
ada keluhan
7. Jelaskan pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya
EVALUASI :
pukul 22.30 wita
1. K/U baik, kesadaran composmentis, TD:110/80 mmhg,N:80x/mnt,
S:36.5 `C, perdaraha tidak ada
2. Ibu mengerti dengan apa yang di jelaskan
3. Pukul 23.00 wita pasien boleh pulang