Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

PENGAMANATAN MIKROBA

Yang Di Bimbing Oleh Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes

Oleh

Kelompok 4 :

Anis Suhartatik (150341600910)

Deliar Nur afifah (150341601151)

Dhanial Fahira Yasmin (150341601023)

Dheka Sapti Iskandar (15034160 1703)

Megah Sri Retno Apriliana (150341608081)

Mery Susanti (150341603572)

Offering B

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2017
A. TOPIK:
1. Pengamatan koloni bakteri
2. Pewarnaan gram
3. Mengukur sel bakteri dan
4. isolasi bakteri

B. TUJUAN:
1. Memaparkan tentang bentuk koloni bakteri.
2. Memaparkan warna gram bakteri yang meliputi bakteri gram negatif dan
gram positif.
3. Mengetahui ukuran dari sel bakteri, dan
4. Memaparkan pertumbuhan mikroba melalui pengamatan bentuk-bentuk
dan sifat karakteristiknya jika ditumbuhkan dengan tekhnik-tekhnik
isolasi.

C. DASAR TEORI

Bakteri yang disebut juga sebagai mikroorganisme atau mikroba. Bakteri


merupakan jasad hidup yang memiliki ukuran yang sangat kecil (Kusnadi, 2003).
Bakteri ini termasuk dalam kelompok prokariotik yang berkembang biak secara
aseksual dengan pembelahan sel. jadi bakteri ini adalah mahluk atau jasad renik
yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Bakteri umumnya hidup bebas
diberbagai tempat atau habitat secara kosmopolitan dan biasanya dapat
berkembang biak atau tumbuh di tempat yang memadai untuk pertumbuhannya.
Sel-sel individu bakteri dapat berbentuk seperti elips, bola, batang (Volk dan wheeler, 1988).
Bakteri memiliki beragam variasi bentuk, seperti coccus, basil, dan spiral. Bakteri dapat hidup
soliter maupun berkoloni dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Bakteri
memiliki habitat yang bervariasi, dari air, tanah, udara,hingga dalam tubuh hewan,
misalnya dalam usus manusia. Bakteri ada yang dapat hidup secara anaerob murni dan
akan mati dengan adanya oksigen, ada yang bersifat aerob dan memerlukan oksigen untuk
metabolismenya, dan ada yang bersifar aerob fakultatif yaitu dapat hidup pada kondisi anaerob,
tapi bila ada oksigen, metabolismenya bersifat aerob (Betsy, 2005). Bentuk dan ukuran bakteri
dapat diamati dengan cara yaitu mengamati sel-sel dengan pewarnaan. Menurut Sutedjo (1991),
tujuan dari pewarnaan yaitu :

1. Untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop.


2. Memperjelas ukuran dan bentuk sel.
3. Melihat struktur luar dan dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola.
4. Menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat
warna.
Pewarnaan pada bakteri dapat juga melalui pewarnaan gram. Pewarnaan
gram adalah teknik pewarnaan diferensial yang paling banyak digunakan dalam
bakteriologi, pewarnaan ini memisahkan bakteri menjadi 2 kelompok yaitu gram
positif dan gram negatif. Bakteri gram positif adalah jenis bakteri dengan dinding
peptidoglikan yang tebal, sementara bakteri gram negatif adalah jenis bakteri
dengan dinding peptidoglikan yang tipis. Perbedaan ketebalan dinding ini
mengakibatkan perbedaan kemampuan aktifitas dengan pewarnaan gram (Savada,
2008). Sedangkan Pewarnaan negatif adalah pewarnaan yang tidak langsung
mewarnai bakteri, melainkan mewarnai latar belakang preparat bakteri tersebut
Pewarnaan gram terdiri dari 4 tahap, tahap pertama adalah melalui
pewarnaan Kristal violet, lalu kemudian diintensifkan menggunakan larutan iodin , tahap
ketiga menggunkan alkohol 95% untuk melisiskan fosfolipid dari bakteri tersebut , dan tahap
yang terakhir adalah pewarnaan dengan meneteskan safranin. Gram positif menunjukan
warna ungu sedangkan gram negatif menunjukan warna merah dari safranin. Kemudian
setelah proses pewarnaan yaitu pengukuran sel bakteri, dimana Jumlah koloni bakteri dapat di
ketahui melalui Reable Count atau disebut juga sebagai standar plate count didasarkan asumsi,
bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni
setelah diinkubasi dalam media biakan dan lingkungan yang sesuai. Setelah masa inkubasi,
jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah
mikroorganisme dalam suspensi tersebut (Bibiana, 2010).
Dari pengukuran sel bakteri barulah menuju pada proses isolasi bakteri, diamana pada
isolasi ini bakteri akan tumbuh atau berkembang biak selama kurang lebih 24 jam, isolasi sendiri
merupakan memindahkan mikrobia tersebut dari lingkungannya di alam dan dapat menjadi
suatu biakan murni. Isolasi bakteri ini dilakukan dengan Cara penggoresan, cara ini dilakukan
pada medium pembiakan padat yang berbentuk lempeng. Tujuannya penggoresan , yaitu untuk
membuat garis sebanyak mungkin pada permukaan lempeng medium pembiakan dengan ose
atau jarum bahan pemeriksaan yang terlepas pada garis-garis terakhir koloni-koloni bakteri yang
terbentuk akan terpisah agak jauh (Irianto, 2007).

D. ALAT DAN BAHAN


Alat

Inkubator Kawat Penyangga

Mikroskop Binokuler Pipet

Kaca benda Coloni Counter

Mangkuk Warna Botol penyemprot

Mikrometer okuler penggaris

Lampu spirtus Lab Meja

Jarum inokulasi ujung lurus Jarum inokulasi ujung bulat

Bahan

Aquades steril Biakan murni bakteri umur 1x24 jam

Larutan Ammonium Oksalat Kristal Violet Kertas pengisap

Korek Api Alkohol 95%

Lisol Sabun cuci

Larutan Safranin Larutan iodium

Medium miring Medium lempeng

Lap meja Tisu

Minyak imerse Xilol

E. PROSEDUR

Prosedur pengamatan morfologi bakteri


1. Membawa satu cawan petri yang berisi medium lempeng ketempat yang
telah ditentukan, kemudian membuka tutup cawan petri selama 10 menit
kemudian tutup kembali cawan petri.
2. Menginkubasi biakan pada medium lempeng tersebut pada suhu 37 derajat
selsius.
3. Setelah biakan berumur 1x24 jam melakukan pengamatan terhadap koloni
bakteri pada medium lempeng tersebut.
4. Menghitung jumlah koloni yang telah dipilih , sebelumnnya telah memilih
dua jenis bakteri yang berbeda.
5. Melakukan pengamatan morfologi bakteri dari dua macam koloni bakteri
yang meliputi
a. Warna koloni
b. Bentuk koloni
c. Tepi koloni
d. Elevasi ( kenaikan permukaan koloni)
e. Kepekatak koloni
f. Mengkilat atau suram
g. Diameter koloni

Prosedur isolasi bakteri

1. Menyediakan satu buah medium lempeng dan dua buah medium miring
2. Memilih dua macam koloni bakteri ( koloni yang diamati morofologinya),
tulislah nomor koloni pada medium lempeng dan medium miring.
3. Secara aseptik meinokulasikan bakteri ke medium miring, dengan arah
lurus mulai permukaan medium miring bagian bawah menuju atas.setiap
medium miring hanya satu macam koloni. Jangan sampai jarum menusuk
medium miring.
4. Menginkubasi biakan tersebut pada suhu 37 derajat selsius dan melakuka
pengamatan setelah biakan berusia 1x24 jam.
5. Mencatat bentuk koloni bakteri yang tumbuh pada medium miring.

Prosedur pewarnaan secara gram

1. Menyediakan kaca benda yang bersih, lalu melewatkan diatas api lampu
spirtus.
2. Meneteskan setetes aquades steril diatas kaca benda tersebut.
3. Secara aseptik mengambil inokulum bakteri yang aka diperiksa, lalu
meletakkan diatas tetesan aquades menggunakan jarum inokulasi ujung
runcing. Kemudian meratakan perlahan-lahan dan menunggu sampai
mengering.
4. Melakukan fiksasi dengan cara melewatkan sediaan tersebut diatas nyala
api lampu spirtus dengan cepat.
5. Meletakkan sediaan diatas kawat penyangga yang berada diatas mangkuk
pewarna. Lalu meneteskan larutan Ammonium Oksalat Kristal Violet
diatas sediaan tersebut. Menunggu selama satu menit ( dilakukan dengan
posisi kaca benda miring).
6. Membuang kelebihan zat warna tersebut ke dalam mangkuk dan membilas
sediaaan dengan air kran yang telah dimasukkan ke botol penyemprot
( dilakukan dengan posisi kaca benda miring 45 derajat).
7. Meneteskan larutan Iodium diatas sediaan, lalu menunggu selama dua
menit ( dilakukan dengan posisi kaca benda miring).
8. Membuang kelebihan larutan Iodium kedalam mangkuk lalu membilas
dengan air kran yang telah dimasukkan ke botol penyemprot ( dilakukan
dengan posisi kaca benda miring 45 derajat).
9. Meneteskan alkohol 95% diatas sediaan, lalu membiarkan selama satu
menit ( dilakukan dengan posisi kaca benda miring 45 derajat).
10. Membuang sisa alkohol ke dalam mangkuk dan membilas sediaan dengan
air kran yang telah dimasukkan ke botol penyemprot ( dilakukan dengan
posisi kaca benda miring 45 derajat).
11. Meneteskan larutan Safranin diatas sediaan, lalu membiarkan 30 detik.
12. Membuang kelebihan SafraninKer ke dalam mangkuk dan membilas
sediaan dengan air kran yang telah dimasukkan ke botol penyemprot
( dilakukan dengan posisi kaca benda miring 45 derajat).
13. Mengeringkan sediaan dengan hati-hati dengan kertas penghisap, lalu
memeriksa dibawah mikroskop binokuler.

Prosedur Mengukur sel Bakteri


1. Memasang sediaan bakteri yang telah di warnai tadi pada meja mikroskop
2. Memasang mikrometer okuler pada lensa okuler mikroskop. Kemudian
mengatur posisi bakteri agar tepat pada bidang skala mikrometer okuler.
3. Mengukur panjang bakteri berdasarkan harga setiap skala yang pernah
ditera, untuk 1 skala okuler pada pembesaran 1000x = 1 mikron.

F. HASIL PENGAMATAN
Pengamatan Bentuk Koloni Bakteri
Ciri Koloni I Koloni II Keterangan Gambar

Morfologi Koloni
a. Morfologi
Koloni Putih kuning Putih
mengkilap

Koloni 1 Koloni 2

Sumber : Hasil Pengamatan


b. Bentuk Bundar dengan Kompleks
koloni tepian timbul

Koloni 1

Koloni 2
( Sumber : Hasil pengamatan dan
Buku Petunjuk Praktikum )
c. Tepi Licin Seperti ikal rambut
koloni

Koloni 1

Koloni 2
d. Elevasi Timbul Berbukit-bukit
koloni

Koloni 1

Koloni 2

e. Mengkilat Mengkilat Suram -


/suram

f. Diameter 0,4 cm 0,3 cm -


koloni
g. Kepekata Tidak pekat Pekat -
n koloni
h. Jumlah 10 koloni 2 koloni -
koloni
i. Asal Kebun biologi Kebun biologi -
bakteri

Pengamatan Pewarnaan Gram


Koloni Bentuk Warna sel Sifat Gram Gambar
Sel bakteri
1 Bundar Putih kuning (+) Positif
dengan mengkilap berwarna
tepian ungu
timbul

Sumber : Hasil pengamatan perbesaran


1000x
2 Kompleks Putih (+) Positif
berwarna
ungu

Sumber : Hasil pengamatan perbesaran


1000x

Pengukuran Sel Bakteri


- Bakteri pada Koloni I ( perbesaran 1000x)
2 skala 2 x 1 = 2 mikrometer
Bentuk coccus
- Bakteri pada Koloni 2 ( perbesaran 1000x)
1 skala 1 x 1 = 1 mikrometer

Isolasi Bakteri
Pada koloni 1 , setelah adanya
isolasi bakteri Terdapat bentukan
menyerupai bentuk serupa pedang.

Pada koloni 2 , setelah adanya


isolasi bakteri Terdapat bentukan
menyerupai bentuk titik-titik.

Sumber : Hasil Pengamatan

G. ANALISIS DATA
Praktikum ini bertujuan untuk mengamati morfologi bakteri yang ada di
sekitar kampus. Pengambilan bakteri dilakukan di Kebun Biologi. Disediakan 3
cawan petri yang telah berisi medium. Bakteri diambil pada 3 posisi, yaitu bagian
atas (sejajar kepala), tengah (sejajar dada), dan bawah (tepat di atas tanah) yang
dilakukan selama 5 menit. Cara pengambilannya adalah dengan meletakkan
cawan petri di udara bebas. Setelah 5 menit, cawan petri ditutup kembali dan
dibawa ke laboratorium untuk diinkubasi selama 2 x 24 jam.

Pengamatan morfologi bakteri dilakukan dengan mengambil 2 koloni yang


berbeda pada masing-masing cawan petri. Pengamatan pertama dilakukan
pengamatan morfologi bakteri secara langsung dan pewarnaan gram. Pengamatan
kedua dilakukan pengamatan koloni dan pertumbuhan bakteri dalam medium
miring.

Pengamatan pertama, bakteri dari masing-masing cawan petri diamati


bentuk morfologinya yang meliputi warna koloni, bentuk koloni, tepi koloni,
elevasi koloni, diameter koloni, kepekatan koloni, dan jumlah koloni. Pada cawan
petri , koloni 1 berwarna putih mengkilap, bentuk koloni bundar dengan tepian
timbul, tepi licin, elevasi koloni dilihat dari sisi samping seperti timbul,
mengkilat.Diameter koloni pada cawan petri berukuran 0.4 cm. Koloni bakteri
bersifat tidak pekat yaitu saat bakteri diambil dengan jarum oase menunjukkan
tidak adanya serat seperti benang. Jumlah koloni bakteri pada cawan petri
sebanyak 10 koloni.

Koloni 2 pada cawan petri, warnanya putih , bentuk koloni kompleks, tepi
koloni seperti ikat rambut, elevasi koloni berbukit-bukit., suram.Diameter koloni
pada cawan petri berukuran 0.3 cm, koloni bakteri bersifat pekat yaitu saat bakteri
diambil dengan jarum oase menunjukkan adanya serat seperti benang. Jumlah
koloni bakteri pada cawan petri sebanyak 2 koloni.

Selanjutnya pada 2 koloni tersebut dilakukan pewarnaan gram. Masing-


masing koloni diambil dan diletakkan di atas kaca benda. Sebelumnya, kaca benda
disterilisasi dengan akohol 95% dan dipanaskan sebentar di atas spirtus. Reagen
yang digunakan untuk pewarnaan secara berurutan yaitu Amonium oksalat Kristal
violet, Iodium, Alkohol 95%, safranin. Masing-masing reagen diteteskan pada
kaca benda yang telah berisi bakteri dalam selang waktu yang berbeda.
Selanjutnya diamati di atas mikroskop perubaha warnanya. Pada koloni 1 dan 2,
setelah pewarnaan warna berubah menjadi ungu. Perubahan warna merah tersebut
menunjukkan bahwa koloni bakteri 1 dan koloni bakteri 2 merupakan bakteri
gram positif.

Pengamatan selanjutnya yaitu pengukuran sel bakteri dengan cara diamati


di bawah mikroskop dengan bantuan lenca okuler. Bakteri pada koloni 1dengan
skala 2, dikalikan dengan 1 ( ketetapan) yang menghasilkan 2 mikrometer .
Sedangkan bakteri pada koloni 2 dengan skala 1 , dikalikan dengan 1 ( ketetapan)
yang menghasilkan 1 mikrometer. Pengamatan selanjutnya isolasi bakteri. 2
koloni bakteri pada cawan petri diinokulasi terlebih dahulu dan didiamkan selama
1 x 24 jam. 2 koloni merupakan koloni yang sama pada pengamatan pertama,
Cara inokulasi (penanaman bakteri) adalah dengan mengambil bakteri dari cawan
petri dengan jarum oase dan memindahkannya pada medium. Penanaman bakteri
pada bidang miring dilakukan dengan pola zig-zag. Inokulasi dilakukan di dalam
LAF (Laminar Air Flow). Semua peralatan untuk inokulasi harus dalam keadaan
steril yaitu dipanaskan terlebih dahulu.

Setelah 1 hari, bakteri pada medium miring diamati. Pada koloni 1 ,


setelah adanya isolasi bakteri .Terdapat bentukan menyerupai bentuk serupa
pedang. Sedangkan Pada koloni 2 , setelah adanya isolasi bakteri terdapat
bentukan menyerupai bentuk titik-titik.

H. PEMBAHASAN

Pengamatan morfologi bakteri

Bakteri dapat ditumbuhkan dalam suatu medium agar dan akan


membentuk penampakan berupa koloni. Koloni sel bakteri merupakan
sekelompok masa sel yang dapat dilihat dengan mata langsung. Semua sel dalam
koloni itu sama dan dianggap semua sel itu merupakan keturunan (progeny) satu
mikroorganisme dan karena itu mewakili sebagai biakan murni (Kusnadi, 2003).
Penampakan koloni bakteri dalam media lempeng agar menunjukkan
bentuk dan ukuran koloni yang khas, dapat dilihat dari bentuk keseluruhan
penampakan koloni, tepi dan permukaan koloni. Koloni bakteri dapat berbentuk
bulat, tak beraturan dengan permukaan cembung, cekung atau datar serta tepi
koloni rata atau bergelombang dan sebagainya. Pada medium agar miring
penampakan koloni bakteri ada yang serupa benang (filamen), menyebar, serupa
akar dan sebagainya (Kusnadi, 2003).
Pada kali ini, kami melakukan pengamatan terhadap morfologi bakteri,
meliputi warna koloni, bentuk koloni, tepi koloni, elevasi koloni, mengkilat /
suram, diameter koloni, kepekatan koloni, jumlah koloni, dan asal bakteri.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan memilih dua koloni bakteri
yang telah kita dapatkan dan telah diinkubator selama 2 x 24 jam. Setelah
menemukan, selanjutnya adalah menemukan warna koloni. Dari praktikum yang
kami dapatkan, warna koloni 1 yaitu putih kuning mengkilap. Sedangkan warna
koloni 2 yaitu putih. Bentuk koloni 1 yaitu bundar dengan tepian timbul dan
bentuk koloni 2 yaitu kompleks. Hal ini sesuai dengan literatur Kusnadi (2003).
Tepi koloni 1 berbentuk licin dan koloni 2 yaitu seperti ikal rambut. Hal ini sesuai
dengan literatur Kusnadi (2003). Selanjutnya yaitu elevasi koloni. Pada koloni 1
yaitu timbul, pada koloni 2 yaitu berbukit-bukit. Hal ini sesuai dengan literatur
Kusnadi (2003).
Selanjutnya yaitu mengamati mengkilap atau tidaknya bakteri. Pada koloni
1 yaitu mengkilat dan pada koloni 2 yaitu suram / tidak mengkilap. Jumlah koloni
1 pada cawan petri berjumlah 10 koloni, sedangkan koloni 2 yaitu hanya terdapat
2 koloni dengan diameter koloni 1 sebesar 0,4 cm dan koloni 2 sebesar 0,3 cm.
Hal tersebut logis karena pada satu koloni terdapat jumlah bakteri yang sangatlah
banyak. Pada praktikum yang telah dilakukan sebelumnya hasilnya terdapat 8
koloni 1 dan 6 koloni 2, serta diameternya 0,5 dan 0,3 cm. Hal ini sedikit berbeda
karena lokasi pengambilan sampel bakteri berbeda. Koloni 1 bersifat tidak pekat
dan koloni 2 pekat ketika sampel diambil dari cawan petri menggunakan jarum
inokulum. Lokasi pengambilan sampel bakteri kelompok kami yaitu di kebun
biologi Universitas Negeri Malang. Tepatnya di area kotoran kambing. Kami
sengaja mencari lokasi yang kotor agar banyak bakteri yang menempel pada
cawan petri.

Pewarnaan Gram
Pada perwarnaan gram bakteri dilakukan dengan member warna bakteri
yang telah diambil menggunakan ammonium oksalat kristal violet awalnya,
kemudian iodium, alcohol 95%, dan terakhir safranin. Setiap setelah pemberian
larutan harus diguyur air perlahan terlebih dahulu. Masing-masing larutan
memiliki fungsi seperti ammonium oksalat Kristal violet sebagai perwarna utama,
alcohol 95% untuk melunturkan warna, safranin untuk menambah warna, dan
larutan iodium memperjelas warna (Pelczar & Chan, 2008). Hasil yang didapat
dari yang merupakan bakteri gram positif. Menurut Hastuti (2012) Bakteri gram
positif pada akhir perwarnaannya berwarna ungu, sedangkan bakteri gram
negative berwarna merah di akhir perwarnaan.
Bakteri Gram positif yang terlihat berwarna ungu. Pada bakteri gram
positif, kompleks dari ammonium oksalat kristal violet yodium tetap tertangkap
dalam dinding sel setelah perlakuan dengan etanol. Hal ini disebabkan oleh pori-
pori pada lapisan peptidoglikans mengecil. Pengecilan pori-pori ini terjadi karena
rendahnya kandungan lipid pada dinding sel bakteri gram positif sehingga pada
saat penambahan alkohol terjadi dehidrasi. Dengan demikian KV-1 tetap terikat
dan sel berwarna ungu (Darkuni, 2001).
Bakteri gram negative yang terlihat berwarna merah. Pada bakteri gram
negatif kandungan peptidoglikannya lebih rendah, tetapi kandungan lipidnya
tinggi. Kandungan lipid yang cukup tinggi ini dapat menyebabkan pembesaran
lubang pori-pori dan meningkatkan permeabilitas zat warna pada saat pencucian.
Pori-pori pada peptidoglikan bakteri ini cukup besar sehingga setelah perlakuan
dengan etanol kompleks KV-1 lepas (tidak terikat) dan sel akan mengikat zat
warna kedua (Darkuni, 2001).

Pengukuran Sel Bakteri

Bentuk dan ukuran sel bakteri bervariasi, ukurannya berkisar 0,4 2,0
mikrometer. Bentuk sel bakteri dapat terlihat di bawah mikroskop cahaya, dapat
berbentuk kokus (bulat), basil (batang), dan spiral. Bentuk sel kokus terdapat
sebagai sel bulat tunggal, berpasangan (diplokokkus), berantai (streptokokkus),
atau tergantung bidang pembelahan, dalam empat atau dalam kelompok seperti
buah anggur yang biasa disebu stafilokokkus (Kusnadi, 2003).

Pada pengukuran sel koloni 1, menggunakan mikroskop cahaya binokuler


dengan perbesaran 1000 kali yang harus ditambahkan minyak imersi dalam
penggunaannya. Hasilnya adalah 2 skala. Dikalikan dengan 1 (ketetapan) hasilnya
adalah 2 mikrometer dan bentuk selnya yaitu kokus. Hal ini sesuai dengan
literatur Kusnadi (2003). Selanjutnya yaitu pengukuran sel koloni 2,
menggunakan mikroskop cahaya binokuler dengan perbesaran 1000 kali yang
harus ditambahkan minyak imersi dalam penggunaannya. Hasilnya adalah 1 skala.
Dikalikan dengan 1 (ketetapan) hasilnya adalah 1 mikrometer dan bentuk selnya
kokus pula. Hal ini sesuai dengan literatur Kusnadi (2003) yang menyatakan
bahwa ukurannya berkisar antara 0,4 2,0 mikrometer.

Isolasi Bakteri
Isolasi bakteri merupakan memisahkan mikrobia tersebut dari
lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam
medium buatan. Isolasi dengan metode gores ini bertujuan untuk memisahkan
bakteri dengan sumbernya, sehingga didapatkan biakan bakteri murni (Sari,
2013). 2 koloni bakteri diinokulasikan terlebih dahulu di dalam LAF (Laminar Air
Flow) dengan cara menggoreskan zig-zag dan didiamkan 1x24 jam. Dalam
melakukan isolasi bakteri harus dalam keadaan steril baik praktikan maupun alat
dan bahannya, tujuannya untuk menghindari terkontaminasinya bakteri oleh
bakteri lainnya yang tidak dapat dipungkiri bakteri terdapat di mana-mana.
Hasil yang didapat pada koloni 1 terdapat bentukan menyerupai pedang
dan konloni 2 terdapat bentukan titik seperti tasbih. Bentukan sesuai literatur
menurut Putri (2012) bahwa bentuk koloni bakteri berbagai macam ada yang
serupa pedang, bertonjol-tonjol, tasbih berjonjot, serupa batang, serupa kawah,
pundit-pundi, mangkuk, dan corong.
Menurut Dwidjoseputro (2003) Faktor yang dapat mempengaruhi isolasi
mikroba untuk dapat tumbuh antara lain adalah:
1. Suhu
Reaksi enzimatis akan maksimum pada temperatur optimum dan di bawah
temperatur minimum dan di atas maksimum enzim menjadi tidak aktif.
2. Kelembapan relatif
Dalam suatu kondisi lembap, terdapat mikroorganisme yang akan mudah
hidup. Akan tetapi, kelembapan harus disesuaikan dengan karakteristik
mikroorganisme yang akan ditumbuhkan.
3. Cahaya
Sebagian besar mikroorganisme tidak dapat bertahan hidup dengan intensitas
cahaya yang besar.
4. Radiasi
Radiasi akan berdampak pada struktur sel pada bakteri atau mikroorganisme
lainnya.
5. pH
pH akan bekerja lebih baik pada nilai optimum. Nilai ini berlaku jika faktor
lingkungan lainnya relatif konstan seperti komposisi medium, temperatur inkubasi
dan tekanan osmotik. Konsentrasi ion hidrogen akan membatasi aktifitas enzim
pada organisme untuk mampu mensintesis protoplasma baru.

I. DISKUSI
1. Faktor- faktor apakah yang mempengaruhi jumlah dan macam bakteri pada suatu tempat?
Jelaskan!
Jawab:
a. Nutrisi
Mikroba memerlukan nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unur-
unsur yang diperlukan mikroba adalah karbon, nitrogeen, hidrogen, oksigen, sulfur,
fosfor, zat besi, dan sejumlah kecil logam lainnya.
b. pH
mikroba dapat tumbuh baik pada pH netral dan 4,6-7,0, hal ini karena merupakan
kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri.
c. Suhu
Setiap mikroba memepunyai kisaran suhu dengan suhu optimum tertentu untuk
peertumbuhannya , hal ini kareena pada suhu optimum bakteri dapat memeeperbanyak
diri dan tumbuh sangat cepat.
d. Oksigen
Kebutuhan oksigen pada masing-masing mikroba berbeda-beda , ada mikroba aerob
yang membutukan oksigen untuk pertumbuhannya sedangkan anaerob tidak
memeerlukan oksigen untuk memperleh energinya , karena pada bakteri anaerob ini
biasanya memperoleh energinya melalui proses perombakan senyawa organik tanpa
harus menggunakan oksigen. Sedangkan kita tahu bahwa oksigeen merupakan salah
satu faktor yang dapat meencukupi kebutuhan bakteri untuk tumbuh dan berkembang
lebih cepat.
2. Apakah kegunaan biakan murni bakteri?
Jawab: Kegunaannya supaya kita mendapatkan satu spesies saja dalam
satu piaraan dan bukan spesies yang bermacam-macam. Spesies itu
dipisahkan dari mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-
macam mikroba. Setelah itu dapat dipelajari morfologi, fisiologi, biokimia,
genetika, atau kegiatan apapun dari mikroba yang telah dibiakan murni
tersebut. Piaraan murni tersebut dapat disimpan, dan pada waktu
tertentu harus diadakan peremajaan dengan memindahkannya ke
medium baru. Piaraan-piaraan yang diperoleh dari piaraan murni pertama
dapat diambil dan dikembangbiakan lagi menjadi piaraan turunan
(sub-culture).

3. Mengapa terjadi perbedaan reaksi dan hasil peewarnaan antara bakteri


gram positif dan bakteri gram negatif? Jelaskan proses kimiawi yang
terjadi dalam proses pewarnaan gram?
Jawab: karena pewarnaan ini membedakan bakteri berdasarkan
karakteristik fisik dan kimia dinding selnya. Bakteri gram negatif adalah
bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses
pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan
mikroskop. Sedangkan gram positif akan akan berwarna ungu. Bakteri
gram positif hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi
dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 % dari dinding sel
tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul
lain bernama asam teikhoat. Di sisi lain, bakteri gram negatif memiliki
sistem membran ganda dimana membran plasmanya diselimuti oleh
membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa
peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luar.
Proses kimiawi dalam proses peewarnaan gram
Proses kimiawi yang terjadi yaitu, bakteri Gram negatif memiliki 3
lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid) akan
tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan
berwarna merah karena safranin masuk ke dalam sel. Bakteri Gram positif
memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. Setelah
pewarnaan dengan kristal violet, pori-pori dinding sel menyempit akibat
dehidrasi oleh alkohol sehingga membran sel tetap menahan warna biru
dan pewarnaan safranin tidak dapat masuk ke dalam sel, akhirnya bakteri
berwarna ungu.

4. Tulislah hasil perhitungan peneeraan harga skala mikrometer okuler pada


perbesaran 400x dan 1000x. Mengapa perlu dilakukan peeneraan pada
kedua macam pembeesaran tersebut?
Jawab:
Untuk perbesaran 400x
Objektif: 1
Okuler: 4
Skala objektif x 0,01= x 0,01= 0,0025/1000= 2,5m
Skala okuler

Untuk perbesaran 1000x


Objektif: 4
Okuler: 1
Skala objektif x 0,01= 4/21 x0,01= 0,0019047619 mm= 1,9 m
Skala okuker
Peneraan diperlukan untuk mengetahui seberapa besar ukuran bakteri
tersebut melalui perbesaran 400x dan 1000x, serta untuk melihat strutur
sel bakteeri tesebut agar lebih terlihat jelas.
5. Tulislah hasil pengukuran sel bakteri dalam 3 ulangan lalu hitunglah nilai
reratanya, mengapa bakteri yang berbentuk basil harus dihitung panjang
dan diameter selnya, sedangkan sel bakteri yang berbentuk kokus hanya
diukur diameter selnya saja?
Jawab:
Pada perbesaran 1000 x menghasilkan 2 skala dengan perhitungan
2 x 1 = 2 m, dengan bentuk bakteerinya coccus . Dan pada peerbesaran
1000 x menghasilkan 1 skala dengan perhitungan 1 x 1= 1 m dengan
bentuk bakteri basil.
Rerata nya yaitu :
2 x1 = 1 m , jadi rerata dari perhitungansel bakteri dalam 3 pengulangan
2 yaitu 1 m.
Pada bakteri bentuk basil harus dihitung panjang dan diameter
selnya karena bentuknya yang seperti batang dan bergandengan dua-dua
serta untuk mengetahui diameter dan panjan dari bakteri tipee basil,
sedangkan pada bakteri bentuk coccus bentuknya bulat atau seperti bola,
dan biasanya untuk mengukur bakteri coccus ini tidak begitu sulit.

J. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan mengenai bakteri diatas,
maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Bentuk koloni pada koloni 1 yaitu bewrwarna putih kuning mengkilap,


berbentuk bundar dengan tepian timbul, tepi licin, elevasi koloni timbul,
mengkilap, berdiameter 0,4 cm, tidak pekat, bejumlah 10 koloni. Bentuk
Pada koloni 2 yaitu berwarna putih, berbentuk kompleks, tepe koloni
seperti ikal rambut, elevasi koloni berbukit-bukit, suram, berdiameter 0,3
cm, pekat, berjumlah 2 koloni. Koloni-koloni tersebut berasal dari Kebun
Biologi.
2. Bakteri yang kami temukan merupakan bakteri gram positif karena
berwarna ungu.
3. Ukuran bakteri pada koloni 1 dengan perbesaran 1000x adalah 2
mikrometer, sedangkan pada bakteri pada koloni 2 dengan dengan
perbesaran 1000x adalah 1 mikrometer.
4. Hasil isolasi koloni 1 berbentuk serupa pedang, sedangkan koloni 2 serupa
tasbih berjonjot.

K. Daftar rujukan

Betsy, Tom. 2005. Microbiology Demystifed. USA: McGraw-Hill Publisher.


Biabiana, 2010. Analisis Mikrobia di Laboratorium. Jakarta: PT Raya Grafindo
Persada.
Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi (Bakteriologi, Virologi, dan Mikologi). Malang:
Universitas Negeri Malang.
Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Hastuti, Utami Sri. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Malang: UMM Press.
Irianto K., 2007. Mikrobiologi. Bandung: Yrama Widya.
Kusnadi, Peristiwati, Ammi S., Widi P., Diana R. 2003. Mikrobiologi. Bandung :
Universitas Pendidikan Indonesia

Kusnaidi, et al. 2003. Common Textbook Mikrobiologi. Malang: Imstep


Pelczar, Michael J. & Chan, E. C. S. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press.
Putri, W.D. 2012. Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Amilolitik Selama Fermentasi
Growol. Makanan Tradisional Indonesia. Jurnal Teknologi Pangan. (Online),
Savada, 2008. Bakteri. . Jakarta: Gramedia
Sutedjo, M.M., Kartajapoetra, S.A. 1991. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Penerbit
Rieka Cipta.
Volk, A.W dan Wheeler, M.F. 1988. Mikrobiologi Dasar jilid 1. Jakarta: Erlangga.
.

Anda mungkin juga menyukai