Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEBIDANAN

PADA BAYI Ny.A

DENGAN BAYI BARU LAHIR PREMATUR

DI RUANG PERINATOLOGI RSUD HASANUDDIN DAMRAH


MANNA

Hari/tanggal pengkajian: Kamis, 05 Maret 2015

Jam : 20.00 wib

Tempat : Ruang perinatologi RSUDHD Manna

Nama pengkaji :-

BIODATA:

Nama Ibu : Ny.A Nama Suami : Tn.B

Umur : 18 Tahun Umur : 19 Tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Swasta

Suku/Bangsa : Serawai/Indonesia Suku/Bangsa : Serawai/Indonesia

15
Alamat : Ds.Suka Negeri Alamat : Ds.Suka Negeri

S:Ibu mengatakan namanya Ny A umur 18 tahun bayinya lahir 16 hari yang lalu,
Jenis Kelamin bayinya lahir kurang bulan keadaan bayinya lemah

O: 1. Pemeriksaan umum

Keadaan umun : Lemah

Kesadaran : composmentis

TTV, pols : 156x/m Suhu : 36,4o c

RR : 54x/m

Antropometri

Berat badan : 1300 gr

Panjang badan : 40 cm

Lingkar kepala : 28 cm

Lingkar dada : 29 cm

Lila : 6 cm

A/S : 3/5

16
2. Pemeriksaan fisik

a) Kepala

Bentuk : simetris

Molase : ada

Cepal hematoma : tidak ada

Caput succedenum : tidak ada

b) Muka

Warna : tidak pucat

Kelainan : tidak ada

c) Mata

Bentuk : simetris

Sklera : an ikterik

Konjungtiva : an anemis

d) Hidung

Bentuk : simetris

Kebersihan : bersih

Pengeluaran : tidak ada

Kelainan : tidak ada

17
e) Mulut

Bentuk : simetris

Kelainan : tidak ada

f) Dada

Bentuk : simetris

Sesak : (+)

Pernapasan : tak teratur

g) Abdomen

Lembek saat tidak menangis : iya

h) Genitalia :Testis Belum turun dan lubang uretra ada

i) Ekstremitas

Atas :

Bentuk : simetris

Pengerakan : Lemah

Bawah

Bentuk : simetris

Pergerakan : Lemah

j) Reflek

Reflek Rooting : (+)

Reflek sucking : (+)

Reflek Moro : (+)

18
Reflek Plantar : (+)

Babynsky : (+)

A: Bayi Ny. A, Umur 16 hari , Jenis Kelamin , K/U Lemah dengan Bayi

Baru lahir spontan dirumah dengan prematur.

Masalah potensial: hipotermi, infeksi.

P:

1) Inform consent untuk melakukan pemeriksaan

(Ev: telah dilakukan pada pukul 19.40 wib)

2) Melakukan pemeriksaan dan menjelaskan K/U dan TTV bayi

(Hasil : K/U : Lemah , Pols: 156x/m, RR: 54x/m, Suhu: 36,4c, JK , BB:

1300gr, PB: 40 cm)

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang disampaikan)

3) Merawat bayi didalam inkubator dengan suhu 33,2 oC

(Ev: bayi sudah dirawat didalam inkubator dengan suhu 33,2oC)

4) Mengobservasi O2 1-2 L/m

(Ev: O2 terpasang 1 L/m)

19
5) Mengobservasi cairan infus IVFD 10% gtt 4 tts/m

(Ev: terpasang infus IVFD 10% gtt 4 tts/m)

6) Memberi Susu pada Bayi Via NGT 8 x 10 cc/3 Jam

(Ev:Telah dilakukan pukul: 20.00 wib)

7) Mengganti popok dan bedong bayi setiap kali BAB dan BAK

(Ev:Telah dilakukan)

8) Kolaborsi dengan dr.Sp.A

9) Memberikan injeksi.Amino 2x5mg

(Ev:Telah dilakukan pada pukul : 22.00 Wib)

10) Pendokumentasian tindakan

20
21
Hari/tanggal Perkembangan pasien

jam (Tindakan dan therapy)

OBSERVASI S:-Ibu dan Keluarga mengatakan keadaan bayinya masih

lemah.
Hari ke 1

Jumat, 06 O:1. Pemeriksaan umum


Maret 2015
K/U : Lemah
Pukul 05.00 wib
Sesak : (+)

TTV, Pols : 141x/m

RR : 55x/m

S : 36,8Oc

BB : 1400 gr

PB : 40 cm

A:Bayi Ny. A, Umur 17 hari , Jenis Kelamin , K/U

Lemah dengan Bayi Baru lahir spontan dirumah dengan

prematur.

P:1) Melakukan pemeriksaan K/U dan TTV bayi

(Ev:Tindakan telah dilakukan pada pukul 05.00 wib)

2) Menjelaskan pada ibu dan kelurga tentang keadaan

umum bayinya Lemah, dengan Pols :141x/m,55:x/m,

Suhu 36,8c, JK , BB : 1400gr, PB: 40 cm.


22

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang


Hari/tanggal Perkembangan pasien

Jam (Tindakan dan therapy)

OBSERVASI S:-Ibu dan Keluarga mengatakan keadaan bayinya masih

lemah.
Hari ke 2

Sabtu, 07 Maret O:1. Pemeriksaan umum


2015
K/U : Lemah
Pukul 07.40 wib
Sesak : (+)

TTV, Pols : 141x/m

RR : 55x/m

S : 36Oc

BB : 1300 gr

PB : 40 cm

A: Bayi Ny. A, Umur 18 hari , Jenis Kelamin , K/U

Lemah dengan Bayi Baru lahir spontan dirumah dengan

prematur.

P:1) Melakukan pemeriksaan K/U dan TTV bayi

23
(Ev:Tindakan telah dilakukan pada pukul 07.40 wib)

2) Menjelaskan pada ibu dan kelurga tentang keadaan

umum bayinya Lemah, dengan Pols :141x/m,55:x/m,

Suhu:36c, JK , BB : 1300gr, PB: 40 cm.

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang

disampaikan)

3) Merawat bayi didalam inkubator dengan suhu 33,2oC

(Ev: bayi sudah dirawat didalam inkubator dengan

suhu 33,2oC)

4) Mengobservasi O2 1-2 L/m

(Ev: O2 terpasang 1 L/m)

5) Mengobservasi cairan infus IVFD 10% gtt 4 tts/m

(Ev: terpasang infus IVFD 10% gtt 4 tts/m)

6) Memberi Susu pada Bayi Via NGT 8 x 10 cc/3 Jam

(Ev:Telah dilakukan pukul: 08.00 wib)

7) Mengganti popok dan bedong bayi setiap kali BAB

dan BAK

24
(Ev:Telah dilakukan)

8) Kolaborsi dengan dr.Sp.A

9) Memberikan injeksi.Amino 2x5mg

(Ev:Telah dilakukan pada pukul : 10.00 Wib)

10) Pendokumentasian tindakan

Hari/tanggal Perkembangan pasien

Jam (Tindakan dan therapy)

OBSERVASI S:-Ibu dan Keluarga mengatakan keadaan bayinya masih

lemah
Hari ke 3

Minggu , 08 O:1. Pemeriksaan umum


Maret 2015
K/U : Lemah
Pukul 05.00 wib
Sesak : (+)

25
TTV, Pols : 142x/m

RR : 54x/m

S : 36,6Oc

BB : 1500 gr

PB : 40 cm

A: Bayi Ny. A, Umur 19 hari , Jenis Kelamin , K/U

Lemah dengan Bayi Baru lahir spontan dirumah dengan

prematur.

P:1) Melakukan pemeriksaan K/U dan TTV bayi

(Ev:Tindakan telah dilakukan pada pukul 05.00 wib)

2) Menjelaskan pada ibu dan kelurga tentang keadaan

umum bayinya Lemah, dengan Pols :142x/m,54:x/m,

Suhu:36,6c, JK , BB : 1500gr, PB: 40 cm.

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang

disampaikan)

3) Merawat bayi didalam inkubator dengan suhu 33,2oC

26
(Ev: bayi sudah dirawat didalam inkubator dengan

suhu 33,2oC)

4) Mengobservasi O2 1-2 L/m

(Ev: O2 terpasang 1 L/m)

5) Mengobservasi cairan infus IVFD 10% gtt 4 tts/m

(Ev: terpasang infus IVFD 10% gtt 4 tts/m)

6) Memberi Susu pada Bayi Via NGT 8 x 10 cc/3 Jam

(Ev:Telah dilakukan pukul: 05.00 wib)

7) Mengganti popok dan bedong bayi setiap kali BAB

dan BAK

(Ev:Telah dilakukan)

8) Kolaborsi dengan dr.Sp.A

9) Memberikan injeksi.Amino 2x5mg

(Ev:Telah dilakukan pada pukul : 22.00 Wib)

10) Pendokumentasian tindakan

27
Hari/tanggal Perkembangan pasien

Jam (Tindakan dan therapy)

OBSERVASI S:-Ibu dan Keluarga mengatakan keadaan bayinya masih

lemah
Hari ke 4

Senin, 09 Maret O:1. Pemeriksaan umum


2015
K/U : Lemah
Pukul 05.00 wib
Sesak : (+)

TTV, Pols : 141x/m

RR : 54x/m

S : 36,6Oc

BB : 1500 gr

PB : 40 cm

A: Bayi Ny. A, Umur 20 hari , Jenis Kelamin , K/U

Lemah dengan Bayi Baru lahir spontan dirumah dengan

prematur.

28
P:1) Melakukan pemeriksaan K/U dan TTV bayi

(Ev:Tindakan telah dilakukan pada pukul 05.00 wib)

2) Menjelaskan pada ibu dan kelurga tentang keadaan

umum bayinya Lemah, dengan Pols :141x/m,54:x/m,

Suhu:36,6c, JK , BB : 1500gr, PB: 40 cm.

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang

disampaikan)

3) Merawat bayi didalam inkubator dengan suhu 33,2oC

(Ev: bayi sudah dirawat didalam inkubator dengan

suhu 33,2oC)

4) Mengobservasi O2 1-2 L/m

(Ev: O2 terpasang 1 L/m)

6) Memberi Susu pada Bayi Via NGT 8 x 10 cc/3 Jam

(Ev:Telah dilakukan pukul: 05.00 wib)

7) Mengganti popok dan bedong bayi setiap kali BAB

dan BAK

(Ev:Telah dilakukan)

29
8) Kolaborsi dengan dr.Sp.A

9) Pendokumentasian tindakan

Hari/tanggal Perkembangan pasien

Jam (Tindakan dan therapy)

OBSERVASI S:-Ibu dan Keluarga mengatakan keadaan bayinya masih

lemah
Hari ke 5

Selasa, 10 Maret O:1. Pemeriksaan umum


2015
K/U : Lemah
Pukul 05.00 wib
Sesak : (+)

TTV, Pols : 142x/m

RR : 55x/m

30
S : 36,2Oc

BB : 1400 gr

PB : 40 cm

A: Bayi Ny. A, Umur 21 hari , Jenis Kelamin , K/U

Lemah dengan Bayi Baru lahir spontan dirumah dengan

prematur.

P:1) Melakukan pemeriksaan K/U dan TTV bayi

(Ev:Tindakan telah dilakukan pada pukul 05.00 wib)

2) Menjelaskan pada ibu dan kelurga tentang keadaan

umum bayinya Lemah, dengan Pols :142x/m,55:x/m,

Suhu:36,2c, JK , BB : 1400gr, PB: 40 cm.

(Ev:Ibu dan keluarga mengerti atas penjelasan yang

disampaikan)

3) Merawat bayi didalam inkubator dengan suhu 33,2oC

(Ev: bayi sudah dirawat didalam inkubator dengan

suhu 33,2oC)

4) Mengobservasi O2 8 L/m (headbox)

31
(Ev: O2 terpasang 8 L/m (headbox)

5) Mengobservasi cairan infus IVFD 10% gtt 4 tts/m

(Ev: terpasang infus IVFD 10% gtt 4 tts/m)

6) Memberi Susu pada Bayi Via NGT 8 x 10 cc/3 Jam

(Ev:Telah dilakukan pukul: 05.00 wib)

7) Mengganti popok dan bedong bayi setiap kali BAB

dan BAK

(Ev:Telah dilakukan)

8) Kolaborsi dengan dr.Sp.A

9) Pendokumentasian tindakan

32
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pengkajian

Pada tanggal 05 Maret 2014 penulis melakukan pengkajian pada

Bayi Ny. A dengan kasus prematur Pols :156 x/menit, R : 54 x/menit,

S : 36,4C BB: 1300 gr, PB: 40cm, LK: 28cm, LD: 29cm, Lila: 6cm.

Dari data tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus di

lapangan.

B. Diagnosa

Bayi Ny A lahir dengan berat badan 1300 gr testis belum turun

dengan prematur dinyatakan sesuai dengan teori. Dan dari pemeriksaan

pada Bayi

Ny. A lahir dengan usia kandungan 28 minggu maka tidak ada kesenjangan

antara teori dan diagnosa di lapangan.

33
C. Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh

Pada tahap merencanakan asuhan yang menyeluruh berpedoman

pada teori yaitu dilakukan observasi keadaan umum bayi. Pada Bayi

Ny. A dilakukan sesuai dengan teori yaitu dilakukan observasi keadaan

umum bayi, melakukan pemeriksaan fisik dan dilakukan

penatalaksanan perawatan konserfatif karena keadaan bayi yang

lemah dan blm matangnya alat reproduksi. Dan perawatan bayi

dengan inkubator pada langkah ini dapat disimpulkan tidak ada

kesenjangan antara teori dan praktik.

D. Evaluasi

Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara tinjauan teori dan

tinjauan kasus. Pada tahap perencanaan semua intervensi pada tinjauan

teori dapat dilakukan pada tinjauan kasus tanpa ada hambatan sehingga

dalam hal ini tidak ada kesenjangan.

34
BAB V

PENUTUP

5.1. KESIMPULAN

Dari hasil pengelolaan data sekunder yang peneliti dapatkan

dilapangan pada by ny.A lahir prematur BB: 1300 gr testis belum turun di

RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA maret 2015, penulis dapat

menarik kesimpulan bahwa:

Pada kasus pematur init salah satunya sering terjadi pada primigravida dan

kehamilan multiple atau kembar. Pada kasus ini bayinya mengalami

prematuritas dimana dikatakan prematuritas terjadi karena usia

kehamilannya kurang dari 32-33 minggu dalam buku Obstetri fisiologis,

dikatakan premature bila usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat

badan bayi kurang dari 2500 gram (pada kasus ini terdapat kesesuaian

antara teori dan kasus)

35
5.2. SARAN

1. Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan

Melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar dapat mendeteksi dini

penyakit berdasarkan keluhan yang dirasakan ibu lebih awal, sehingga

dapat dicegah sedini mungkin.

2. Bagi rumah sakit

Melakukan penanganan bayi lahir prematur dengan tepat sehingga

dapat menurunkan kematian akibat kelahiran prematur tersebut.

3. Bagi ibu hamil

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal 4 kali selama

hamil untuk mendeteksi tanda bahaya sedini mungkin dan, menghindari

terjadinya kelahiran prematur.

36