Anda di halaman 1dari 57

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Pengertian Statistik dan Statistika

Demikian pentingnya peranan statistika dalam kehidupan ini, baik dalam kegiatan
pemerintahan, perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita juga
perlu mengetahui apa yang dimaksud statistika tersebut.

1. Secara etimologis kata statistika berasal dari kata status (bahasa latin) atau kata
staat (bahasa Belanda), dalam bahasa Indonesia kata tersebut diterjemahkan
menjadi negara.
2. Dalam kamus bahasa Indonesia:
a. Statistika sebagai ilmu statistika
b. Statistika sebagai ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel
3. Dalam arti sempit, statistika berarti statistik yang berarti sekumpulan data.
Misalnya statistik tentang penduduk, yang dimaksudkan adalah data atau
keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlahnya, rata-rata
umur, distribusinya, jumlah balita, jumlah angkatan kerja, jumlah usia sekolah,
distribusi pekerjaan, dsb).
4. Dalam arti luas, statistika berarti pengetahuan yang berhubungan dengan
pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penganalisaan data, serta
penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan secara logis dan rasional tentang
data tersebut.
5. Statistik adalah perhitungan atau rumus-rumus yang digunakan dalam pengolahan
data tersebut. Atau dapat diartikan sebagai. Sekumpulan data kuantitatif yang
tersaji dalam bentuk tabel, grafik, simbol, atau ukuran-ukuran
B. Klasifikasi Statistika
1. Berdasarkan cara pengolahan data statistika terbagi menjadi:
a. Statistika deskriptif atau deduktif, adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan sampai pada analisis data yang paling sederhana, bersifat memberi
gambaran suatu data apa adanya dan meringkas data agar mudah dibaca.

Contoh:

1) Sekurang-kurangnya 10% dari semua kebakaran dikota itu yang dilaporkan


setiap tahun diakibatkan tindakan sengaja.

1
2) Sebanyak 50% diantara semua pasien yang menerima suntikan obat tertentu,
ternyata menderita efek samping

Bahasan statistik deskritif mencakup:

1) Penyajian data dalam bentuk tabel seperti: tabel tunggal, tabel kontingensi,
tabel distribusi frekuensi
2) Penyajian data dalam bentuk grafik: diagram batang, diagram garis, diagram
lingkaran, diagram pencar, diagram peta, diagram simbol dll
3) Ukuran nilai pusat dan letak: rerata, median, modus, varian, simpangan baku,
kuartil, desil, persentil dll
4) Ukuran disperse atau simpangan: jangkauan, rerata simpangan, variansi,
simpangan baku dll
5) Model distribusi data: kemencengan dan keruncingan kurva distribusi
6) Angka indeks
7) Time series/deret waktu atau data berkala
b. Statistika inferensial atau induktif, adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan data sampai pada pengambilan kesimpulan secara logis dan rasional.
Statistika ini dilakukan untuk menentukan kebijakan atau penelitian.
Contoh;
1) Akibat penurunan produksi minyak oleh negara penghasil minyak dunia,
diramalkan harga minyak menjadi dua kali lipat
2) Dengan mengasumsikan kerusakan tanaman kopi Arabica kurang dari 30%
akibat musim dingin, maka harga kopi tersebut tidak lebih dari Rp 50.000 per
kilogramnya.

Bahasan statistik inferensial:

1) Uji persyaratan analisis: uji normalitas, uji homogenitas, uji kelinearitas,uji


multikolinearitas
2) Uji hipotesis asosiasi: uji korelasi, uji regresi, uji analisis jalur, uji kanonikal.
3) Uji hipotesis komparasi: ujit, uji tukey, ANAVA, ANAKOVA, MANOVA,
MANCOVA

2. Berdasarkan ruang lingkup penggunaannya


a. Statistik pendidikan
b. Statistik sosial
c. Statistik kesehatan
d. Statistik ekonomi
e. Statistik pertanian dll
3. Berdasar bentuk indikator yang dianalisis
a. Statistik parametrik
b. Statistik non parametrik

2
C. Karakteristik Statistik
1. Statistik selalu bekerja dengan angka disebut data kuantitatif, jika statistika
dipergunakan sebagai alat analisis data kualitatif, maka data tersebut harus dirubah
menjadi data kuantitatif.
2. Statistik bersifat obyektif yaitu kesimpulan yang dihasilkan berdasar angka yang
diolah tidak dipengaruhi dari luar subjektif
3. Statistik bersifat universal yaitu ruang lingkupnya luas dalam berbagai bidang
D. Peran, Fungsi Dan Guna Statistika
1. Peran Statistik sebagai berikut:
a. Dalam kehidupan sehari-hari
b. Dalam ilmu pengetahuan
c. Aktivitas penelitian ilmiah
2. Fungsi statistik menurut Hasan (2008) sebagai berikut:
a. Bank data
b. Alat pembantu standarisasi dan pengawas
c. Pemecahan masalah dan pembuatan keputusan serta penetapan kebijakan
3. Guna Statistik sebagai berikut:
a. Memberikan cara mencatat data secara sistematis.
b. Memberikan petunjuk pada penelitian supaya berpola pikir dan bekerja secara
pasti dan mantap.
c. Dapat meringkas data dalam bentuk yang mudah dianalisis.
d. Alat untuk memprediksi secara ilmiah dari suatu kejadian yang akan datang.
e. Dapat menyelesaikan suatu gejala sebab akibat yang rumit.

BAB II
STATISTIKA DESKRIPTIF

A. Penyajian Data

Data adalah sekumpulan keterangan yang dapat menjelaskan suatu hal. Tidak mungkin
ada kegiatan statistika tanpa adanya data, data tidak memiliki arti yang signifikan tanpa
adanya kegiatan statistika. Atau dengan kata lain data adalah kumpulan bahan yang
akan diolah dan akan menjadi informasi.

1. Syarat-syarat data yang baik


a. Data harus objektif, yaitu data harus apa adanya dan tidak adanya rekayasa.
b. Data harus representatif, yaitu data harus dapat mewakili dari keseluruhan objek
pengamatan.
c. Data harus reliabel, yaitu data yang memiliki kesalahan baku relatif kecil,
sehingga jika membuat suatu perkiraan selisih antara perkiraan dengan
sebenarnya sangat kecil.
d. Data harus relevan, yaitu data harus sesuai dengan penelitian yang dikehendaki.

3
e. Data harus up to date, yaitu data yang digunakan harus data terbaru atau terkini.
2. Penggolongan data
a. Data menurut susunannya, terbagi menjadi :
1) Data tunggal, yaitu data yang disajikan satu persatu.
2) Data kelompok, yaitu data yang disajikan berdasarkan interval tertentu
(dikelompok-kelompokkan).
Data kelompok, terbagi menjadi :
a) Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung, misalkan jumlah rata-
rata guru setiap SMK dipulau Jawa ada 30 orang.
b) Data kontinyu, yaitu data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalkan rata-rata
tinggi siswa SMK di DKI Jakarta adalah 160cm.
b. Data berdasarkan sifatnya
1) Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau bilangan.
2) Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka, melainkan hanya
keterangan, misalkan data tentang jenis kelamin, hobi, agama, dll.

c. Data berdasarkan waktu pengumpulan


1) Data berkala, yaitu data yang terkumpul dari waktu ke waktu.
2) Data cross section yaitu data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk
memberikan gambaran perkembangan keadaan pada waktu itu.
d. Data berdasarkan sumbernya :
1) Data internal, yaitu data yang diperoleh dari instansinya sendiri, misalkan
untuk keperluan identitas pegawai suatu perusahaan, diambil data tentang
personalia.
2) Data eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar instansinya sendiri.
e. Data berdasarkan sumber pengambilannya :
1) Data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari objeknya kemudian
diolah sendiri.
2) Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari data yang sudah dikelola pihak
lain yang sudah dipublikasikan.
f. Data berdasarkan skala pengukurannya :
1) Data nominal, yaitu data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak
menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau
kategori lainnya tetapi hanya sekadar label atau kode saja.
2) Data ordinal, yatu data yang penomoran objek atau kategorinya disusun
menurut besarnya yaitu tingkat terendah ketinggi dan sebaliknya
3) Data Interval, yaitu data dengan objek yang dapat dibedakan antara satu
dengan yang lainnya, dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut dan memiliki
jarak yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek yang sama.

4
4) Data Rasio, yaitu data yang memiliki sifat-sifat data nominal, ordinal, dan
interval dilengkapi dengan kepemilikan nilai atau titik nol absolute dengan
makna empirik
3. Cara pengumpulan data
a. Penelitian langsung dilapangan atau laboratorium.
b. Interview (wawancara).
c. Quisioner (angket).
4. Fungsi Data
yaitu untuk membuat keputusan sebagai dasar suatu perencanaan sesuai
dengan kemampuan yang ada dan sebagai alat pengendali terhadap pelaksanaan
serta sebagai dasar hasil evaluasi kerja akhir.
5. Penelitian
a. Pengertian Penelitian
Proses ilmiah untuk memperoleh fakta-fakta dengan mengumpulkan, mencatat,
dan menganalisa data yag dikerjakan secara sistematis, dalam rangka
memecahkan masalah dengan tujuan tertentu.
b. Klasifikasi penelitian
Yaitu ada penelitian kualitatif dan kuantitatif
6. Variabel penelitian
a. Definisi
Variabel adalah karakteristik yang akan diobservasi dari suatu pengamatan.
b. Jenis variabel
1)Variabel terikat
2)Variabel bebas
3)Variabel moderator
4)Variabel intervening
5)Variabel kontrol
6)Variabel pengganggu
7)Variabel antiseden
8)Variabel kovariat
7. Subjek penelitian
a. Populasi, yaitu objek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-
syarat tertentu berkaitan dengan masalah suatu objek penelitian atau suatu
keseluruhan data yang akan diteliti, atau data dalam bentuk sampel.
b. Sampel, yaitu bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan
tertentu yang akan diteliti.
8. Langkah penelitian
a. Perencanaan
b. Pengumpulan data
c. Pengolahan data
d. Penyajian data dalam bentuk tabel atau grafik
e. Analis data
f. Penyusunan laporan.

5
9. Tabel
Tabel yaitu angka yang disusun menurut kategori tertentu sehingga memudahkan
pembahasan dan analisisnya.
a. Tabel biasa, yaitu tabel untuk bermacam-macam keperluan bidang ekonomi,
sosial, budaya.
b. Tabel kontingensi, yaitu tabel yang digunakan khusus data yang terletak antara
baris dan kolom berjenis variabel kategori.
c. Tabel distribusi frekuensi, yaitu data yang disusun dalam bentuk kelompok baris
berdasarkan kelas-kelas interval dan menurut kategori tertentu.
10. Menurut sturges, ada beberapa langkah untuk menentukan kategori kelas:
a. Urutkan data dari yang terkecil sampai besar
b. Daerah jangkauan atau range (R).
Range adalah selisih antara data terbesar dengan data terkecil dengan rumus :
R = data terbesar data terkecil
c. Banyak kelompok atau kelas (K).
Untuk menghitung banyaknya kelompok atau interval kelas digunakan aturan
sturges:
K = 1 + 3,3 . Log n
d. Panjang interval kelas (I).
Dihitung dengan rumus :
R
I=
K

e. Batas kelas interval panjang kelas (P)


1) Batas atas dan batas bawah kelas.
Batas atas dan batas bawah dapat diambil dari data terkecil dan dari data
terbesar dari masing-masing kelas.
2) Tepi kelas atau batas kelas.
Tepi kelas dapat dihitung :
Tepi bawah kelas = batas bawah kelas 0,5
Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5
3) Titik tengah atau nilai tengah kelas
batas atas+batas bawah
Titik tengah( Xi)=
2

f. Buat tabel sementara dengan cara dihitung satu demi satu yang sesuai dengan
urutan interval kelas
g. Membuat tabel distribusi frekuensi dengan cara memindahkan semua angka
frekuensi
11. Berdasarkan bentuknya distribusi frekuensi terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu:
a. Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang dinyatakan dalam
prosentase

F ( mutlak ) kelasi
Frelatifkelas-i = x 100
n

6
b. Distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang dinyatakan dalam
prosentase adalah distribusi frekuensi yang nilai frekuensinya diperoleh dengan
cara menjumlahkan frekuensi yaitu ada dua cara kurang dari dan lebih dari.
c. Distribusi frekuensi relatif kumulatif adalah distribusi frekuensi yang nilai
frekuensi kumulatif diubah menjadi nilai %.
Fkum ( ) kelasi
Fkum(%)kelas-i= x 100
n

12. Grafik
a. Grafik Batang untuk menyajikan data yang bersifat kategori/data distribusi.
b. Grafik Garis untuk menggambarkan keadaaan yang berkesinambungan yaitu
dengan memplot frekuensi kelas terhadap titik tengah kelas dan kemudian
menghubungkan titik-titiknya berurutan
c. Grafik Lingkaran untuk menyatakan perbandingan jika data tersebut terdiri atas
beberapa kelompok
d. Grafik Pencar/sebaran adalah diagram yang menunjukkan gugusan titik-titik
setelah garis koordinat sebagai penghubung diputus.
e. Grafik Lambang/Piktogram adalah diagram yang menggambarkan simbol-
simbol dari data sebagai alat visual untuk orang awam. Misalkan data angkatan
kerja digambarkan orang.
f. Grafik/Diagram peta/kartogram yaitu diagram yang melukiskan fenomena
dihubungkan dengan tempat kejadian itu berada.
g. Grafik Histogram adalah grafik yang menggambarkan distribusi frekuensi
dengan bentuk kumpulan beberapa segi empat dari setiap kelas interval.
Histogram dan Poligon atau Histogram adalah grafik yang berbentuk empat
persegi panjang yang saling berhimpitan, Poligon Frekuensi adalah grafik garis
dari data dalam tabel distribusi frekuensi yang menghubungkan frekuensi setiap
nilai tengah interval kelas yang dimulai dari interval kelas nol sampai n+1,
Poligon adalah grafik yang menyerupai diagram garis yang diambil datanya dari

xi
titik tengah ( )
h. Grafik Ogive adalah grafik garis dari suatu data dalam distribusi frekuensi
kumulatif dengan nilai skala horizontalnya berupa nilai tepi kelas setiap interval
kelas dan nilai skala vertikalnya berupa frekuensi kumulatif.
13. Kurva ogive dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Ogive positif, yaitu kurva yang digambar dari frekuensi kumulatif yang
diambil dari tepi atas kelas, dengan garis dari bawah ke atas.
b. Ogive negatif, yaitu kurva yang digambar dari frekuensi kumulatif yang
diambil dari tepi bawah kelas, dengan garis dari atas ke bawah.

7
B. Ukuran pemusatan data
1. Mean (rata-rata)
x 1, x 2, x 3, x 4, , xn
Dari sekumpulan data ....... , maka rata-rata hitung dari data

tersebut adalah :
n=
xi
n
4 ++ x
3+ x data tunggal
2+ x
1+ x
x=x
fi
(. xi)
fi
4 ++ f n . x n=
3+ f 4 . x data kelompok
2+ f 3 . x
1+ f 2 . x
x=f 1. x

2. Median (nilai tengah)


Untuk data tunggal mencari nilai tengah diurutkan dahulu dari nilai terendah sampai
nilai tertinggi, jika banyak data ganjil ambil data paling tengah sebagai median.
Sedangkan data genap diambil dua angka di tengah, lalu dijumlah dan dibagi dua.
Contoh :
a. Tentukan median dari data 3 , 10 , 9 , 4 , 5 ,
8,8,4,6.
Jawab :
3,4,4,5, ,8 , 8 , 9 , 10
Jadi nilai median nya adalah 6
6
Note : Jika jumlah n nya ganjil maka akan langsung didepan median nya.
b. Tentukan median dari data 3 , 8 , 5 , 4 , 10 ,
8,4,6,9,5
Jawab :
3,4,4,5, , 8 , 8 , 9 , 10
5,6 5+ 6
=5,5
2

Jadi nilai mediannya adalah 5,5


Note : Jika n nya genap maka nilai tengahnya terdapat di dua tempat maka
dijumlahkan dan dibagi dengan dua.

Sedangkan median untuk data kelompok dengan rumus :

8
1
. nF
2
Me=b+ p .
f

Dengan keterangan :
b = batas bawah kelas median.
p = panjang interval kelas.
F = jumlah frekuensi sebelum median atau F.Kum sebelum median.
f = frekuensi median.
3. Modus (Mo)
Modus dari suatu data adalah data yang sering muncul atau data yang mempunyai
frekuensi tertinggi.
a. Modus data tunggal
Contoh :
Tentukan modus dari data dibawah ini :
1) 3 , 4 , 4 , 5 , 5 , 5 , 6 , 7
2) 5 , 6 , 6 , 6 , 7 , 7 , 7 , 8
3) 5 , 5 , 5 , 6 , 6 , 6 , 7 , 7 , 7
Jawab :
1) Modus datanya adalah 5
2) Modus datanya adalah 6 dan 7
3) Tidak mempunyai modus
b. Modus data kelompok
Untuk mempermudah mengingat, rumus disederhanakan sebagai berikut:
b1
Mo=b+ p .
b 1+b 2

Dengan keterangan :
b = batas bawah pada kelas modus (kelas dengan frekuensi tertinggi)
p = panjang interval kelas
b1 = selisih antara frekuensi modus dengan frekuensi sebelumnya
b2 = selisih antara frekuensi modus dengan frekuensi sesudahnya

4. Quartil (Q)
Quartil adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi empat bagian yang
sama, setelah bilangan-bilangan itu diurutkan.
Cara perhitungan quartil adalah sebagai berikut :
a. Data tunggal
1( n+1)
Quartil ke-1 = 4
2( n+1)
Quartil ke-2 = 4

9
3 (n+1)
Quartil ke-3 = 4
b. Data kelompok
Untuk data kelompok yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi,
digunakan rumus sebagai berikut :
1
nF
4
Q1=b+ p .
f
2
nF
4
Q2=b+ p .
f
3
nF
4
Q3=b+ p .
f

b = batas bawah kelas kuartil


p = panjang interval kelas.
F = jumlah frekuensi sebelum median atau F.Kum sebelumnya.
f = frekuensinya.
5. Desil (D)
a. Desil data tunggal
Kumpulan data yang dibagi menjadi sepuluh bagian yang sama, maka diperoleh
sembilan pembagi dan tiap pembagi dinamakan desil.
Desil 1, desil 2, ... , desil 9 dan untuk menyederhanakan disingkat dengan D1, D2, ... ,
D9.
Untuk mendapatkan desil-desil digunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Susunlah data menurut urutan nilai
2) Tentukan letak desilnya
3) Hitung nilai desilnya

Letak desil ke-i dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :


i (n+ 1)
Letak Di = 10 dengan i = 1, 2, ..., 9.

Contoh :
3 , 4 , 4 , 5 ,5, 6, 8 , 8 , 9 , 10
Tentukanlah Deseil ke 3 dan Desil ke 6
Jawab :
3 (10+1) 3 (11)
Posisi D3 = 10 = 10 = 3,3

Maka nilai D3 = X3 + 0,3 (X4 X3)

10
= 4 + 0,3(5-4)
= 4 + 0,3 = 4,3
b. Desil data kelompok
Data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dihitung dengan rumus
sebagai berikut :
i
nF
10
Di=b+ p .
f

6. Persentil (P)
Kumpulan data yang dibagi menjadi seratus bagian yang sama, maka diperoleh
sembilan puluh sembilan pembagi dinamakan persentil yaitu, persentil 1, persentil 2, ...,
persentil 99. Dan untuk menyederhanakan disingkat dengan P1, P2, ..., P99. Dan untuk
mendapatkan persentil digunakan langkah sebagai berikut:
a. Susunlah data menurut urutan nilainya
b. Tentukan letak persentilnya
c. Hitung nilai persentilnya
Letak persentil ke-i dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
i(n+ 1)
Letak Pi = 100 dengan i = 1, 2, ..., 99.

Contoh :
3 , 4 , 4 , 5 ,5, 6, 8 , 8 , 9 , 10
Tentukanlah Persentil ke 20 dan Persentil ke 75
Jawab :
20 (10+1) 20 (11)
Posisi P20 = 100 = 100 = 2,2

Maka nilai P20 = X2 + 0,2 (X3 X2)


= 4 + 0,2(4-4)
=4
Dengan rumus sebagai berikut :
i
nF
100
Pi=b+ p .
f

Dari sekumpulan data yang mempunyai P10 dan P90 dapat dihitung dengan jangkauan
persentil (JP).
JP = P90 P10
C. Ukuran Simpangan
1. Jangkauan (range), Rentang antar kuartil, Simpangan kuartil

11
Rentangan adalah data tertinggi dikurangi dara terkecil
(R= data tertinggi terkecil)
Rentang antar kuartil (RAK)== K3 K1
1
( K 3K 1)
Simpangan kuartil = 2

2. Varian
Barang kali ukuran simpangan yang paling banyak digunakan adalah simpangan
baku atau deviasi standar, karena mempunyai sifat-sifat matematik (mathematical
property) yang sangat penting dan berguna untuk pembahasan teori dan analisis

x 1, x 2, x 3, x 4, , xn
statistik. Selanjutnya, untuk sekumpulan data .......

1 x
yang mempunyai rata-rata x dan nilai kuadrat simpangan tiap data ( x ) , (

2 x 3 x 4 x n x
x ) , ( x ) , ( x ) , ... , ( x ) , Varian dirumuskan

sebagai berikut :
2
2 ( f i . xi )
f i . xi
2 n untuk data kelompok
s=
n1
X


2
untuk data tunggal

X 2
s2=
3. Simpangan Baku (Deviasi Standar) / Simpangan Standar (S)
Sedangkan untuk menacari Standar Deviasi atau Simpangan Baku adalah dengan
rumus Akar dari Varian.


2
( f i . xi )
f i . xi 2
S= n Untuk data kelompok
n1

12
X


2
S= Untuk data tunggal

X 2

Catatan : Rumus diatas jika kita menghitung varian dan simpangan baku dari
sampel. Jika kita menghitung untuk populasi maka kita menggunakan pembaginya
cukup dengan n bukan dengan n-1.
D. Model Populasi
1. Skewness / Kemencengan

Ukuran koefisien kemiringan ditentukan:


reratamodus
Kemiringan=
simpangan baku
x Mo
Sk =
s

Rumus empirik kemiringan:


3(reratamedian)
Kemiringan=
simpangan baku
x

(Me)
3
s
Sk =
Koefisien kemencengan (skewnesss) dapat ditentukan dengan rumus yaitu :
(Xi x )3
3 = n.S
3 Untuk data tunggal

fi( Xi x )3
3 = n.S
3 Untuk data kelompok

TINGKAT KEMENCENGAN (SKEWNESSS):


TK = 0 kurva simetris

13
TK > 0 kurva positif (menceng/landai ke kanan)
TK < 0 kurva negatif (menceng/landai ke kiri)
Jika -2 < TK < 2 maka distribusi Normal

2. Kurtosis / Keruncingan

( Xi x )4
4 = n . S4 Untuk data tunggal

fi( Xi x )4
4 = n . S4 Untuk data kelompok

4 > 3 kurva leptokurtis (meruncing)


4 < 3 kurva platykurtis (mendatar)
4 = 3 kurva mesokurtis (normal)

Contoh soal dan pembahasan:


1. Suatu data diperoleh dari nilai tes statistika dasar dari 40 mahasiswa sebagai berikut :
65 60 75 61 70 80 75 80
85 60 90 92 95 84 78 66
87 83 63 72 73 94 69 66
78 89 92 66 85 67 60 75
76 77 85 73 60 89 74 77
Maka tentukanlah Range, kelas, dan panjang interval kelas !
Jawab :
Diketahui banyak data adalah 40, maka log 40 = 1,60205999 1,6021
a. Range
R = data terbesar - data terkecil
= 95 60
= 35
b. Banyak kelompok / kelas
K = 1 + 3,3 . log n
= 1 + 3,3 . 1,6021
= 1 + 5,28693
= 6,28693 jadi banyaknya kelas antara 6 atau 7 yang diambil 6

14
c. Panjang interval kelas
R
I=
K
35

6

= 5,8 = 6
Kel Interv Frekue
as al nsi
1 60-65 7
2 66-71 6
3 72-77 10
4 78-83 5
5 84-89 7
6 90-95 5
50

2. Suatu data diperoleh dari umur 45 mahasiswa Universitas Indraprasta :


18 20 22 21 18 17 19 25 19
20 23 24 22 22 25 24 18 25
24 20 20 19 18 30 45 35 33
37 28 40 42 33 29 44 31 26
28 18 17 20 22 21 25 40 39
Maka tentukanlah Range, Kelas, Panjang interval kelas, Mean, Median, Modus, Q3, D8,
P40, simpangan baku, Histogram, Poligon, Kurva ogive, Varian dan Simpangan baku
serta Skewness dan kurtosis dari data di atas !
Jawab :
a. Range
R = data terbesar - data terkecil
= 45 17
= 28
b. Banyak kelompok / kelas
K = 1 + 3,3 . log n
= 1 + 3,3 . log 45 1,653
= 1 + 5,4549
= 6,4549 jadi banyak kelas 6 atau 7
c. Panjang Interval Kelas
R
I=
K
28

6

= 4,6 5

Kelas f F.Kum F.Kum Xi fi . Xi Xi fi . Xi

15
17 21 17 F 17 F 45 19 323 361 6137
mo
22 26 13 me, 30 F 28 24 312 576 7488
P40
27 31 5 35F 15 29 145 841 4205
Q3
32 36 3 38 10 34 102 1156 3468
D8
37 41 4 42 7 39 156 1521 6084
42 46 3 45 3 44 132 1936 5808
45 1170 33190

d. Mean
mean=
fi . xi = 1170 =26
fi 45

e. Median
1 1
. n= . 45=22,5
2 2

b = 22 0,5 = 21,5
p=5
f = 13
F = 17
1
. nF
2
Me=b+ p .
f
22,517
21,5+5 .
13

= 21,5 + 2,1
= 23,6
f. Modus
b1 = 17 0 = 17
b2 = 17 13 = 4
b = 17 0,5 = 16,5
p=5
b1
Mo=b+ p .
b 1+b 2
17
16,5+5 .
17+ 4

= 16,5 + 4
= 20,5
g. Q3

16
3 3
Q3= . n= .45=33,75
4 4

b = 27 0,5 = 26,5
p=5
F = 30
f=5
3
nF
4
Q3=b+ p .
f
33,7530
26,5+5 .
5

= 26,5 + 3,75
= 30,25
h. D8
i 8
. n= .45=36
10 10

b = 32 0,5 = 31,5
p=5
F = 35
f=3
i
nF
10
D 8=b + p .
f
3635
31,5+5 .
3

= 31,5 + 1,7
= 33,2
i. P40
i 40
. n= .45=18
100 100

b = 22 0,5 = 21,5
p=5
F = 17
f = 13
40
nF
100
P 40=b+ p .
f
1817
21,5+5 .
13

= 21,5 + 0,38
= 21,88
j. Simpangan Baku

17
x ( f i . x i)
2

i ( )
n
f i.
n1
S =

( 1170 )2
33190( )
45
S =
451
3319030420
S =
44
2770
S =
44
S =62,95

SB= 62,95
= 7,9
k. Histogram dan Poligon
18

16

14

12

10

0
16,5 (19) 21,5 (24) 26,5 (29) 31,5 (34) 36,5 (39) 41,5 (44) 46,5

Titik Tengah
l. Ogive positif dan negatif

18
Ogive Positif
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
21.5 26.5 31.5 36.5 41.5 46.5

Ogive Negatif
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
16.5 21.5 26.5 31.5 36.5 42.5

3. Tentukanlah Q1, Q2, Q3 untuk tiap rangkaian data berikut ini :


a. 2, 21, 11, 15, 18, 8, 16
b. 7, 16, 5, 12, 19, 14

Jawab :

a. Data sudah diurutkan menjadi : 2, 5, 8, 11, 16, 18, 21 n=7


1(7 +1)
Letak Q1 = =datake2( x 2 )
4

19
Nilai Q1 = 5
2( 7+1)
Letak Q2 = =datake4(x 4 )
4
Nilai Q2 = 11
3 (7+1)
Letak Q3 = =datake6 (x 6)
4
Nilai Q3 = 18
b. Data diurutkan menjadi : 5, 7, 12, 14, 16, 19 n=6
1(6+1)
Letak Q1 = =datake1,75(x 1,75 )
4
2 x 1
Nilai Q1 = x
x 1+0,75

= 5 + 0,75 (7-5)
= 5 + 0,75 (2)
= 6,5

2( 6+1)
Letak Q2 = =datake3,5( x3,5 )
4
4 x3
Nilai Q2 = x
x 3+ 0,5

= 12 + 0,5 (14 12)


= 12 + 0,5 (2)
= 13
3 (6+1)
Letak Q3 = =datake5,25 (x5,25 )
4
6 x 5
Nilai Q3 = x
x 5+ 0,25

= 16 + 0,25 (19 16)


= 16 + 0,25 (3)
= 16,75
4. Tentukan nilai D3 dan D7 dari data berikut :
10, 8, 15, 12, 8, 13, 14, 16, 17, 12, 8, 10, 11, 14
Jawab :
Data sudah diurutkan menjadi :
8, 8, 8, 10, 10, 11, 12, 12, 12, 13, 14, 14, 15, 16, 17 n = 15
3 (15+1)
Letak D3 = =4,8 Letak D3
10
Nilai D3 = 10

20
7 (15+1)
Letak D7 = =11,2 Letak D7
10
Nilai D7 = 14
5. Diketahui data tunggal sbb :

16 26 27
18 26 27
21 25 27
22 24 27
29 30 31
38 38 38
Tentukanlah :
a. Mean, median dan modus
b. Q1, Q2 dan Q3
c. D5 dan D8
d. P25 dan P70
e. Rentangan, rentang antar kuartil dan simpangan kuartil
f. Varian dan Standar Deviasi
g. Skewness (Kemencengan)
h. Kurtosis (Keruncingan)

Jawab :


No Xi 2
Xi Xi- X (Xi- X )3 (Xi- X )4
1 16 256 -11.220 -1412.468 15847.889
2 18 324 -9.220 -783.777 7226.428
3 21 441 -6.220 -240.642 1496.792
4 22 484 -5.220 -142.237 742.475
5 24 576 -3.220 -33.386 107.504
6 25 625 -2.220 -10.941 24.289
7 26 676 -1.220 -1.816 2.215
8 26 676 -1.220 -1.816 2.215
9 27 729 -0.220 -0.011 0.002
10 27 729 -0.220 -0.011 0.002
11 27 729 -0.220 -0.011 0.002
12 27 729 -0.220 -0.011 0.002
13 29 841 1.780 5.640 10.039
14 30 900 2.780 21.485 59.728
15 31 961 3.780 54.010 204.158
16 38 1444 10.780 1252.727 13504.392
17 38 1444 10.780 1252.727 13504.392
18 38 1444 10.780 1252.727 13504.392
490 14008 1212.189 66236.920

21
490
X = =27,22
a. Mean = 18
1 1
n= 18=9
Median = 2 2
X 9+ X 10 27+27
= =27
Nilai median nya = 2 2

Modus = 27 ada 4 kali muncul


i ( n+1 ) 1 ( 18+1 )
b. Posisi Q1 = = =4,75
4 4
X 4+ X 5 22+24
= =23
Nilai Q1 = 2 2

i ( n+1 ) 2 ( 18+1 )
Posisi Q2 = = =9,5
4 4
X 9+ X 10 27+27
= =27
Nilai Q2 = 2 2

Atau Nilai Q2 = Median

i ( n+1 ) 3 ( 18+1 )
Posisi Q3 = = =14,25
4 4

X 14 + X 15 30+31
= =30,5
Nilai Q3 = 2 2

i ( n+1 ) 5 ( 18+1 )
c. Posisi D5 = = =9,5
10 10

Nilai D5 = X9 + 0,5 (X10-X9) = 27 + 0,5 (27-27) = 27


i ( n+1 ) 8 (18+ 1 )
Posisi D8 = = =15,2
10 10

Nilai D8 = X15 + 0,2 (X16-X15) = 31 + 0,2 (38-31) = 31 + 1,4 = 32,4


i ( n+1 ) 25 ( 18+1 )
d. Posisi P25 = = =4,75
100 100

Nilai P25 = X4 + 0,75 (X5-X4) = 22 + 0,75 (24-22) = 22 + 1,5 = 23,5


i ( n+1 ) 70 ( 18+1 )
Posisi P70 = = =13,3
100 100

Nilai P70 = X13 + 0,3 (X14-X13) = 29 + 0,3 (30-31) = 29 + 0,3 = 29,3


e. Rentang = Datatertinggi Dataterendah = 38 16 = 22
Rentang Antar Kuartil = Q3 Q1 = 30,5 23 = 7,5
1 1
Q Q1 )= x 7,5=3,75
Simpangan Kuartil = 2 ( 3 2

22
f. Varian
( X)2
X 2 n
S2 =
n1

(490)2
14.008
S2 = 18
181
240.100
14.008
= 18
17
14.00813.338,89
= 17
669,11
= 17
S2 = 39,36
Jadi Varian nya adalah 39,36
Standar deviasi nya adalah akar dari varian
S = S = 39,36 = 6,27
2

Jadi Simpangan Baku atau Standar Deviasi nya adalah 6,27


g. Skewness (Kemencengan)
(Xi x )3
3 = n . S3
1.212,189
3 = 18.(6,27)
3

1.212,189
= 18.(246,50)
1.212,189
= 4.436,85

= 0,27
Karena TK = 0,27 dan -2 < 0,27 < 2 maka distribusi Normal
h. Kurtosis (Keruncingan)
( Xi x )4
4 = n.S
4

66.236,92
4 = 18.(6,27)
4

66.236,92
= 18.(1.545,5)

23
66.236,92
= 27.819,07

= 2,38
Karena 4 = 2,38 dan 4 < 3, Maka kurva mendatar (Platykurtik)

Latihan Soal

1. Diketahui data hasil ujian : 74, 81, 56, 96, 63, 55, 91, 93, 85, 51, 96, 69, hitunglah:
a. Mean, median, modus, Q3, P35, D6
b. Koefisien range, Range Inter Kuartil, Koefisien deviasi Kuartil
c. Varian dan Standar deviasi
d. Skewness dan Kurtosis

2. Daftar nilai ujian Bahasa Indonesia dari sebuah kelas disuatu kampus sebagai
berikut:

18 20 21 8 6 16
17 22 20 9 25 29
17 10 24 25 10 14
16 13 22 23 6 25
18 16 20 26 7 29
Buatlah daftar distribusi frekuensi, hitung mean, median, modus, Q3, D5, P70, Varian,
Standar Deviasi, Skewness dan Kurtosis

3. Diberikan data sebagai berikut:

Nilai f
14 - 15 3
12 - 13 8
10 - 11 12
8-9 15
6-7 2
Hitung mean, median modus,Q3, D8, P80, Varian, Standar Deviasi, Skewness dan
Kurtosis

4. Bilangan berikut merupakan konsumsi beras penduduk setiap bulan dalam satuan
liter buatlah:
a. Distribusi frekuensi
b. Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari
c. Buat Histogram, polygon dan ogive

36 52 53 32 32 29 29 29 32 33
34 35 40 43 43 47 49 55 56 34
35 35 30 39 40 40 40 59 60 61
50 53 36 27 28 30 31 44 45 45

24
46 32 50 50 56 56 58 58 67 29

5. Hitunglah mean, median, modus, Q1, Q3, D8, P60, Varian, Standar Deviasi, Skewness,
Kurtosis kemudian buatlah Histogram, polygon dan ogive

Tinggi Frekuensi
145-149 4
150-154 10
155-159 14
160-164 12
165-169 7
170-174 3
Jumlah 50
BAB III

ANALISIS REGRESI

Setiap analisis regresi pasti ada korelasinya, tetapi korelasi belum tentu dilanjutkan
dengan analisis regresi. Analisis korelasi yang dilanjutkan dengan analisis regresi yaitu
apabila korelasi mempunyai hubungan kausal (sebab-akibat) atau hubungan fungsional.
Untuk menetapkan dua variabel mempunyai hubungan kausal atau tidak, harus didasarkan
pada teori atau konsep-konsep tentang variabel tersebut.

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana pada variabel dependent


(kriteria) dapat diprediksikan melalui variabel independent (prediktor)

A. Regresi Linier Sederhana

Yaitu regresi linier dengan satu variabel bebas (prediktor)

Bentuk persamaan nya : Y^ =a+bx

Y^ = variabel dependent / kriteria /yang diprediksi

a= konstanta (harga Y untuk X=0)

b= angka arah (koefisien regresi) bila b positif (+), arah regresi naik dan bila n negative (-),
arah turun

x = variabel independent (prediktor)

25
Harga a dan b dapat ditentukan dengan rumus:

Sy
b=r a=Y bX
Sx dan

r = Koefisien korelasi product moment antara variabel X dengan Y

Sy= Simpangan baku variabel Y

Sx=Simpangan baku variabel X

Harga a dan b dapat pula ditentukan dengan rumus:

n XY X . Y
b=
n . X 2( X )2

2
Y X X . XY
a= 2 2
n . X ( X )

Berdasar nilai a dan b tersebut, selanjutnya dapat diketahui model persamaan regresi
^
linier Y =a+bx

1. Pengujian keberartian koefisien regresi linier sederhana dengan uji F


Hipotesis yang diuji untuk menguji keberartian koefisien regresi linier yaitu:
H0 : = 0 (koefisien regresi tidak berarti/tidak nyata)
H1 : 0 (koefisien regresi berarti nyata)
Untuk menguji hipotesis ini menggunakan uji F dengan rumus:
2
RJK Reg(b /a ) S Reg(b /a )
Fh = = 2
RJK Res S Res

RJK Reg (b/ a)


: rerata jumlah kuadrat regresi b/a (varian regresi b/a)
RJK Res : rerata jumlah kuadrat residu/sisa (varians residu/sisa)

Kriteria pengujian:
Terima H0 jika Fh<Ftabel dan
Tolak H0 jika Fh>Ftabel
Ftabel ditentukan dari tabel distribusi F untuk tertentu serta dk pembilang k=1 dan
dk penyebut = n-2 ( k = banyaknya variabel independent)
Untuk memudahkan perhitungan Fh, disajikan dalam tabel ringkasan ANAVA
seperti berikut.

26
Sumber Jumlah Rerata Jumlah
dk Kuadrat Fhitung Ftabel
Varian Kuadrat
(SV) (JK) (RJK)
2
Total N XY - - -

Regresi(a) 1 JKreg(a) RJKreg(a) RJK reg(b /a)


Regresi(b/a) 1 JKreg(b/a) RJKreg(b/a) RJK Res F(1-,dk1,dk2)
Residu n-2 JKRes RJKRes

Contoh Soal

Diadakan penelitian tentang pengaruh kompetensi kognitif matematika fungsi (X) terhadap
prestasi belajar matematika ekonomi (Y), dengan sampel seperti yang disajikan dalam
tabel berikut:

Matematika
Matematika Ekonomi
No Fungsi (X) (Y)
1 70 60
2 85 80
3 81 70
4 77 78
5 80 80
6 70 77
7 85 87
8 77 80
9 80 79
10 70 70

Penyelesaian:

a. Membuat tabel pertolongan menghitung regresi linier sederhana.

Matematik Matematik
a Fungsi a Ekonomi
No (X) (Y) X2 Y2 XY
1 70 60 4900 3600 4200
2 70 77 4900 5929 5390
3 70 70 4900 4900 4900

27
4 77 78 5929 6084 6006
5 77 80 5929 6400 6160
6 80 79 6400 6241 6320
7 80 80 6400 6400 6400
8 81 70 6561 4900 5670
9 85 80 7225 6400 6800
10 85 87 7225 7569 7395
775 761 60369 58423 59241

b. Menghitung konstanta dan koefisien arah regresi


Konstanta regresi yaitu:

Y X 2 X . XY
a= 2 2
n . X ( X )

761. 60369775.59241
a= =9,47
10. 60369(775)2

koefisien arah regresi

n XY X . Y
b=
n . X 2( X )2

10.59241775.761
b= =0,86
10.603396(775)2

c. Menghitung jumlah kuadrat setiap sumber varian:


( Y )2
1) JK reg =
n

( 761 )2
JK reg = =57912,10
10

2) [
JK reg(ba)=b XY
X .Y
n ]
[
JK reg(ba)=0,8597 59241
775.761
10 ]
JK reg ( b|a )=0,8597 [ 5924158977,5 ] =226,53

3) JK res = Y 2JK reg(a)JK reg (ba )

28
JK res =5842357912,10226,53 = 284,37

d. Menentukan derajat kebebasan (dk) setiap sumber varian.


reg ( a )= 1
1) dk
dk reg (b|a)
2) =k=1
dk res (a )
3) =nk-1
dk res (a )
= 10 1 1 = 8
e. Menghitung rerata jumlah kuadrat atau varian dari sumbervarian yang diperlukan:
JK reg(a)
reg ( a )=
1) 1
RJK
57912,10
reg ( a )= =57912,10
1
RJK
JK reg (ba )
2) RJK reg ( b|a )=
1
226,53
RJK reg ( b|a )= =226.53
3) 1
JK res
4) RJK res =
n2
284,367
RJK res = =35,55
102

f. Menghitung nilai Fhitung


RJK reg(ba )
Fh =
RJK res

226,53
Fh = =6,37
35,55

g. Menentukan nilai Ftabel


Untuk = 0,005 dk1 = 1 dan dk2 = 8
Maka diperoleh nilai Ftabel = 5,32
h. Hipotesis yang diuji
H0 : = 0
H1 : 0
Kriteria pengujian
Terima H0, jika Fh<Ft
Tolak H0, jika Fh>Ft
i. Pengujian hipotesis

29
Ternyata Fh>Ft (6,37 > 5,32) sehingga H0 ditolak, dan disimpulkan terdapat
pengaruh yang signifikan kompetensi kognitif matematika fungsi (X) terhadap
prestasi belajar matematika ekonomi(Y)
B. Regresi Linier Berganda

Regresi Linier berganda terdapat dua atau lebih variabel bebas dalam hal ini kita hanya
akan membahas dua variabel bebas (X1) dan (X2) serta variabel terikat (Y).

Contoh Soal:

Diadakan penelitian tentang pengaruh kebiasaan belajar (X1) dan Kecerdasan emosional
siswa (X2) terhadap prestasi belajar IPA (Y), diperoleh data sebagai berikut:

N X1Y X2Y X1X2


o X1 X2 Y X12 X22 Y2
1 54 53 65 2916 2809 4225 3510 3445 2862
2 54 53 67 2916 2809 4489 3618 3551 2862
3 55 53 63 3025 2809 3969 3465 3339 2915
4 55 55 60 3025 3025 3600 3300 3300 3025
5 55 55 62 3025 3025 3844 3410 3410 3025
6 63 62 67 3969 3844 4489 4221 4145 3906
7 63 62 69 3969 3844 4761 4347 4278 3906
8 63 62 70 3969 3844 4900 4410 4340 3906
9 65 63 70 4225 3069 4900 4550 4410 4095
1 4615 4615 4225
0 65 65 71 4225 4225 5041
11 65 65 70 4225 4225 4900 4550 4550 4225
1 4875 4875 4550
2 65 70 75 4225 4900 5625
1 5040 5040 4900
3 70 70 72 4900 4900 5148
1 5390 5390 5250
4 70 75 77 4900 5625 5929
1 5110 5110 5250
5 70 75 73 4900 5625 5929
93 93 103 5841 5947 7118 6441 6493 5890
2 8 1 4 8 5 1 2 2

1. Menentukan skor deviasi

30
x1


a. 2

x 21= x 21

2 9322
x
1 =58414 = 505,73
15
x2


i. 2

x 22= x 22

938 2

= 821,73
2
x 2=59478

Y


j. 2

y 2= Y 2

1031 2

= 458,33
y 2=71185

( X 1 ) ( Y )
k. x 1 y= X 1 Y n
( 932 ) (1031)
x 1 y=64411 15 = 351,53

( X 2 ) ( Y )
l. x 2 y= X 2 Y n
( 938 ) (1031)
x 2 y=640,32 15 = 460,13

( X 1 ) ( X 2 )
m. x 1 x 2= X 1 X 2 n

31
( 932 ) (938)
x 1 x 2=58902 15 = 620,93

2. Menentukan b1(koefisien regresi X1), b2(koefisien regresi X2) dan a(konstanta)


x
x 1 x2


b1 = ( x 21 )( x 22 )
( 22) ( x 1 y ) ( x 1 x 2 ) ( x 2 y)


620,93


(505,73 )( 821,73 ) = 0,11
(821,73) ( 351,53 ) ( 620,93 ) (460,13)


x
x1 x2


b2 = ( x 1 )( x 22 )
2

( 12) ( x 2 y ) ( x 1 x 2 ) ( x 1 y )


620,93


= ( 505,73 ) ( 821,73 ) = 0,48
(505,73) ( 460,13 )( 620,93 ) (351,53)

a=
Y
n
b1
X1
n [ ] [ ]
b2
X2
n

a=
1031
15
0,11
932
15 [ ]
0,48
938
15 [ ] = 31,9

Persamaan Regresi
X 1 + X2
Y=31,9+0,11 0,48
3. JK (Jumlah Kuadrat) dan RJK (Rerata Jumlah Kuadrat) tiap varian
1. JKTR=y2= 320,93
b x y +b2 X 2 y
2. JKReg= 1 1

JKReg= 0,11 ( 351,53 ) +0,48 ( 460,13 ) =259,53

32
3. JKRes= JKTR- JKReg = 320,93-259,53 = 61,40
JK Reg 259,53
4. RJKReg = k = 2 = 129,77

JK Res 61,4
5. RJKRes = nk 1 = 1521 = 5,12

4. Menentukan dk dan Fhitung


1. dkTR=n-1=15-1=14
2. dkReg=k=2
3. dkRes=n-k-1=15-2-1=12
RJK Reg 129,77
4. Fhitung = RJK Res = 5,12 = 25,35

5. Ftabel= 3,88, =0,05 dk1=2 dk2=12

Terima H0, jika Fh<Ft

Tolak H0, jika Fh>Ft

6. Kesimpulan: Fh>Ft, H0 ditolak


Terdapat pengaruh yang signifikan kebiasaan belajar (X1) dan kecerdasan
emosional (X2) secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPA(Y)

Latihan soal

1. Diadakan penelitian tentang pengaruh ketrampilan proses (X) terhadap prestasi


belajar siswa(Y), dengan sampel seperti yang disajikan dalam tabel berikut:

Ketrampilan Prestasi
No Proses (X) Belajar(Y)
1 85 85
2 68 50
3 87 90
8 89 90
5 78 75
6 81 95
7 84 85
8 78 80
9 70 65
10 96 10
11 84 75
12 75 65
13 79 80
14 72 80

33
15 82 80
16 89 95
17 78 80
18 87 95
19 75 75
20 89 85

Apakah terdapat pengaruh ketrampilan proses (X) terhadap prestasi belajar


siswa(Y) kerjakan dengan analisis regresi linier sederhana.
2. Perhatikan data yang menggambarkan tinggi badan anak laki-laki tertua yang dapat
diduga dengan mengetahui tinggi badan bapaknya sebagai berikut:

Tinggi Badan Tinggi Badan Anak Laki-


No Bapak(X) Laki Tertua(Y)
1 65 68,5
2 63 67,5
3 67 70
4 64 68
5 68 71,5
6 62 66
7 70 72

Apakah terdapat pengaruh antara tinggi badan bapak(X) dengan tinggi badan anak
laki-laki tertua (Y) kerjakan dengan analisis regresi linier sederhana.
3. Apakah terdapat pengaruh Pemupukan dalam kg (X) dengan hasil produksi Jagung
dalam kuintal per ha (Y), kerjakan dengan analisis regresi linier sederhana.

Pemupukan Produksi
No (X) Jagung (Y)
1 6 40
2 10 44
3 12 46
4 14 48
5 16 52
6 28 58
7 22 60
8 24 68
9 26 74
10 32 80

4. Berikut tabel dari variabel X dan Y, kerjakan dengan analisis regresi linier
sederhana.

No (X) (Y)

34
1 65 68
2 63 64
3 67 69
4 64 65
5 68 67
6 62 66
7 70 68
8 66 65
9 68 70
10 67 67

5. Sebuah penelitian menghasilkan data sebagai berikut:

No X1 X2 Y
1 15 12 32
2 20 20 33
3 15 23 35
4 16 25 38
5 9 11 32
6 17 25 32
7 16 24 34
8 20 22 36
9 15 24 34
10 17 26 39

a. Tentukan persamaan regresi ganda Y atas X1 dan X2 dan tafsirlah dari persamaan
regresi tersebut?
b. ujilah keberartian koefisien regresi ganda tersebut secara bersama-sama pada
= 0,01
6. Seorang mahasiswa ingin mencoba meneliti pengaruh dari seleksi (X1) dan
pelatihan (X2) terhadap produktifitas kerja (Y) sebuah bank. Responden yang
digunakan adalah 7 orang pegawai bank tersebut yang dipilih secara acak. Datanya
ditunjukkan seperti berikut ini:

No X1 X2 Y
1 65 64 63
2 65 65 63
3 66 65 65
4 66 65 67
5 66 67 67
6 69 69 68
7 69 70 71

35
a. Tentukan persamaan regresi ganda Y atas X1 dan X2 dan tafsirlah dari persamaan
regresi tersebut?
b. ujilah keberartian koefisien regresi ganda tersebut secara bersama-sama pada
= 0,05

BAB IV

ANALISIS KORELASI

Analisis Korelasi adalah cara untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan
antar variabel, misalnya hubungan dua variabel. Apabila terdapat hubungan antar variabel
maka perubahan perubahan yang terjadi pada salah satu variabel akan mengakibatkan
terjadinya perubahan pada variabel lainnya. Dari analisis korelasi, dapat diketahui
hubungan antar variabel tersebut yaitu merupakan suatu hubungan kebetulan atau memang
hubungan yang sebenarnya.

A. Korelasi Linier Sederhana


Ada beberapa teknik analisis korelasi bivariat antara lain:
1. Product Moment digunakan pada data interval/rasio dengan interval/rasio
2. Rank/Spearmen digunakan pada data ordinal dengan ordinal
3. Kendal Tau digunakan pada data ordinal dengan ordinal
4. Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (buatan)
5. Point Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (murni)
6. Koefisien Phi digunakan pada data dikotom dengan dikotomi
7. Koefisien Kontingensi digunakan pada data nominal (politomi) dengan nominal.
1. Korelasi Product Moment (Pearson)
Korelasi ini digunakan untuk data interval/rasio dengan data interval/rasio. Selain itu,
juga harus memenuhi syarat:
- Sampel diambil secara acak (random)
- Data setiap variabel berdistribusi normal
- Bentuknya regresi linier
- Rumus

36
n . XY X .Y
r xy=
[ n. X ( X) ] [ n . Y
2 2 2 2
( Y ) ]

Dimana

n = banyaknya pasang data (unit sampel)

X = variabel bebas

Y = variabel terikat

Ada tiga kemungkinan hipotesis yang diuji yaitu:

Hipotesis uji dua pihak


H0 : = 0
H1 : 0
b. Hipotesis satu pihak, uji pihak kanan
H0 : 0
H1 : > 0
c. Hipotesis satu pihak, uji pihak kiri
H0 : 0
H1 : < 0
Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan:
- Menggunakan tabel r product moment (untuk n besar) dengan dk = n
- Menggunakan tabel distribusi frekuensi (untuk n kecil) dengan dk= n-2

Kriteria pengujian (dengan tabel r)

- Terima H0 jika rhitung rtabel atau


- Tolak H0 jika rhitung > rtabel

Kriteria pengujian (dengan tabel distribusi t)

- Terima H0 jika thitung ttabel


- Tolajk H0 jika thitung >ttabel

Konversi nilai r manjadi t hitung menggunakan:

r n2
t=
1r 2

37
Contoh Soal

Ujilah koefisien korelasi hubungan antara kecerdasan intelektual (X) dengan hasil belajar

Matematika (Y) pada tabel dibawah ini:

No X Y XY X2 Y2
1 3 3 9 9 9
2 6 4 24 36 16
3 5 5 25 25 25
4 2 7 14 4 49
5 4 6 24 16 36
6 7 6 42 49 36
7 8 9 72 64 81
8 7 10 70 49 100
9 6 9 54 36 81
10 9 8 72 81 64
11 5 9 45 25 81
12 6 9 54 36 81
13 7 10 70 49 100
14 6 9 54 36 81
15 4 8 32 16 64
85 112 661 531 904

n . XY X .Y
r xy =
[ n. X ( X) ] [ n . Y
2 2 2
(Y )2 ]

15.66185.112
r xy = =0,455
[ 15. 531(85)2 ][ 15. 904(112)2 ]
Hipotesis:
H0 : 0
H1 : > 0
Pengujian menggunakan tabel distribusi t (jika n kecil) dengan dk = n-2
Rumus transformasi r ke t:

38
r n2
t=
1r 2

0,445 152
t= =1,842
10,4452

dari tabel distribusi t, untuk = 0,05 dan dk = n-2 = 13, diperoleh ttabel =
1,771 karena thitung lebih besar dari ttabel (1,842 > 1,771), maka H0 ditolak
sehingga disimpulkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara
kecerdasan intelektual (X) dengan hasil belajar matematika (Y)
2. Korelasi Rank/Spearmen
Korelasi ini digunakan untuk menganalisis koefisien korelasi data ordinal dengan
data ordinal.
Pengujian hipotesis ini biasa dilakukan dengan:
- Tabel rho/spearmen rank (dengan dk = n)
- Tabel distribusi t (dengan dk = n-2)

Rumus korelasi Spearmen/Rank, yaitu;

6 d2
xy =1
n(n21)

Kriteria pengujian (dengan tabel rho/spearmen Rank)

- Terima H0 jika rhohitung < rhotabel dan tolak H0 jika rhohitung >rhotabel

Kriteria pengujian dengan tabel t yaitu:

- Terima H0 jika thitung < ttabel dan tolak H0 jika thitung >ttabel

Konversi nilai rho menjadi thitung menggunakan rumus:

n2
t h=
12

39
Contoh soal

Hubungan antara penilaian juri X dengan juri Y dalam suatu Lomba Cepat tepat
Matematika

No Kontestan X Y d d2
1 Anggrek 3 4 -1 1
2 Anyelir 2 1,5 0,5 0,25
3 Bintaro 5,5 7 -1,5 2,25
Bougenvil
4 e 4 3 1 1
5 Dahlia 7 6 1 1
6 Edelwais 5,5 5 0,5 0,25
7 Flamboyan 1 1,5 -0,5 0,25
8 Kamboja 8 8 0 0
9 Kenanga 10 9 1 1
10 Lili 9 10 -1 1
8
2
6 d
xy =1 2
n( n 1)

6.8
xy =1 2
=0,951
10(10 1)

Hipotesis:
H0 : = 0 (tidak ada kesesuaian)
H1 : 0 (ada hubungan/kesesuaian)
Karena lebih dari 0, maka ada hubungan positif antara penilaian juri X dan Y
Pengujian keberartian koefisien korelasi tersebut menggunakan tabel distribusi t
yaitu:
Rumus transformasi r ke t:

n2
t h=
12

40
0,952 102
t h= =8,737
10,9522

Karena thitung = 8,737 dan ttabel pada dk = 10-2 = 8 dengan = 0,05 untuk uji dua
pihak yaitu 2,306. Dengan demikian, maka th>tt, sehingga H0 ditolak, artinya tidak
ada kesesuaian (korelasi) antara penilaian X dengan penilaian Y
B. Korelasi Linier Berganda

Koefisien korelasi linier berganda adalah indeks atau angka yang digunakan untuk
mengukur keeratan hubungan antara tiga variabel atau lebih.

Rumus:

Ry12=
r 2y1 +r 2y 22 r y 1. r y 2. r 12
1r 212

Keterangan:

Ry12= koefisien korelasi ganda antara X1 dan X2 bersama-sama dengan Y

ry1 = koefisien korelasi variabel Y dan X1

ry2 = koefisien korelasi variabel Y dan X2

r12 = koefisien korelasi variabel X1 dan X2

Contoh soal:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan positif antara pengeluaran,
pendapatan dan banyaknya anggota keluarga. Untuk keperluan tersebut diambil
sampel sebanyak 7 rumah tangga. Datanya adalah sebagai berikut:

Rumah Tangga

1 2 3 4 5 6 7

Pengeluaran( dlm ratusan ribu) 3 5 6 7 4 6 9

Pendapatan/bln(dlm ratusan ribu) 5 8 9 10 7 7 11

41
Jumlah Anggota(orang) 4 3 2 3 2 4 5

Tentukan koefisien korelasi bergandanya!

No Y X1 X2 Y2 X12 X22 X1Y X2Y X1X2


1 3 5 4 9 25 16 15 12 20
2 5 8 3 25 64 9 40 15 24
3 6 9 2 36 81 4 54 12 18
4 7 10 3 49 100 9 70 21 30
5 4 7 2 16 49 4 28 8 14
6 6 7 4 36 49 16 42 24 28
7 9 11 5 81 121 25 99 45 55
40 57 23 252 489 83 348 137 189

n X 1 Y ( Y ) ( X 1)
r y 1=
( n Y ( Y ) )( n X ( X ) )
2 2 2
1 1
2

7(348)( 40 ) (57)
r y 1=
( 7(252)(40) ) (7( 489)(57) )
2 2

156
r y 1= = 0,92
168,93

n X 2 Y ( Y ) ( X 2)
r y 2=
( n Y (Y ) )( n X ( X ) )
2 2 2
2 2
2

7(137)( 40 ) (23)
r y 2=
( 7(252)(40) ) (7( 83)(23) )
2 2

39
r y 2= = 0,42
92,35

n X 1 X 2( X 1 ) ( X 2)
r 12=
( n X 1
2
( X 1 )2)( n X 22( X 2 )2 )

7(189)( 57 ) (23)
r 12=
( 7( 489)(57) ) (7 (83)( 23) )
2 2

12
r y 2= = 0,13
95,12

42
ry12= r 2y1 +r 2y 22 r y 1 r y 2 r y2 r 12
1r 212

ry12= (0,92)2 +(0,42)22 ( 0,92 ) ( 0,42 ) (0,13)


1( 0,13)2

ry12= 0,94 = 0,97

R2 /k
Fh= 2
(1R )/(nk 1)

0,972 /2
Fh= (10.97 2)/( 721)

0,94 /2 0,47
Fh= (10,94 )/(721) = 0,015 = 31,3

Ftabel sig 0,05 dkpembilang =2 dkpenyebut = 7-2-1 = 5 adalah 5,78

Fh > Ftabel

Terdapat korelasi yang signifikan antara pendapatan, jumlah anggota


keluarga dengan pengeluaran

C. Korelasi Parsial

Koefisien korelasi parsial adalah indeks atau angka yang digunakan untuk mengukur
keeratan hubungan antara dua variabel, jika variabel lainnya konstan, pada hubungan
yang melibatkan lebih dari dua variabel.

a. Koefisiean korelasi parsial antara Y dan X1,


apabila X2 konstan dirumuskan:

r y 1r y 2 .r 12
rY1.2 =
( 1r 2
y2 )(1r 212)

43
b. Koefisiean korelasi parsial antara Y dan X2,
apabila X1 konstan dirumuskan:

r y 1r y 1 . r 12
rY2.1 =
( 1r 2
y1 )(1r 212)

c. Koefisiean korelasi parsial antara X1 dan X2,


apabila Y konstan dirumuskan:
r 12 r y 1 . r y 2
r12.Y =

( 1r 2 ) (1r 2 )
y1 y2

Dari contoh sebelumnya tentukan:


a. r Y1.2
b. r Y2.1
c. r 12.Y

Jawab
r y 1r y 2 .r 12 0,92( 0,42 ) (0,13)
a. rY1.2 = = = 0,96
( 1r 2
y2 )(1r 212) ( 1(0,42) ) (1(0,13) )
2 2

ry 1.2 n3 0,96 73
=
thY1.2 = 1r 2 = 10,96 2 6,85
y 1.2

= 0,05 dk=n-3 = 2,776


Th > Ttabel, H0 ditolak
Dengan mengendalikan jumlah anggota keluarga ada hubungan yang
signifikan antara pendapatan dengan pengeluaran.

r y 2r y 1 . r 12 0,42( 0,92 ) (0,13)


b. rY2.1 = = = 0,77
( 1r 2
y1 )(1r 2
12 ) ( 1(0,92) ) (1(0,13) )
2 2

ry 21 n3 0,77 73
=
thy21 = 1r2y 21 = 10,77 2 2,413

= 0,05 dk=n-3 = 2,776


Th < Ttabel, H0 diterima
dengan mengendalikan pendapatan per bulan tidak ada hubungan yang
signifikan antara jumlah anggota keluarga dengan pengeluaran.
r 12r y 1 . r 12 0,13( 0,92 ) (0,42)
=
c. y12.Y = ( 1r 2 )(1r 2 ) ( 1(0,92)2 ) (1(0,42)2) = -0,72

y1 12

Latihan soal

44
1. Hubungan antara variabel X dan variabel Y hitung koefisien korelasi dengan
korelasi Product Moment :

No X Y
1 1 2
2 2 6
3 4 8
4 5 10
5 7 14
6 8 16
7 10 20
8 11 22
9 14 28
10 16 32

2. Ujilah koefisien korelasi hubungan antara kecerdasan emosional (X) dengan


prestasi kerja (Y) pada tabel dibawah ini dengan product moment:

No X Y
1 136 56
2 136 45
3 132 76
4 130 55
5 124 69
6 120 65
7 115 60
8 111 80
9 110 43
10 107 38
11 102 50
12 100 55
13 98 40
14 96 67
15 90 67

3. Dua orang peneliti air mineral kemasan ingin menguji kadar mineral
didalamnya, hasilnya disajikan dalam tabel sebagai berikut kemudian tentukan
koefisien korelsi rank spearman

Merk Air Tn Tn
Mineral X Y
Aqua 9 7
Vit 8 7

45
Sanqua 6 8
PureLife 5 6
Gurih 7 8
MinuteMaid 6 5
Javana 5 6
Aquaria 7 9

4. Dua orang ibu RT diminta untuk mengemukakan pendapatnya mengenai bumbu


masak berbagai merk, hasilnya disajikan dalam tabel sebagai berikut kemudian
tentukan koefisien korelsi rank spearmen.

Merk Bumbu Ny Ny
Masak X Y
Sedap 4 6
Bagus 3 5
Enak 8 4
Cukup 5 3
Renyah 6 7
Gurih 7 8
Top 1 2
Senang 2 1
Mantap 9 10
Goyang Lidah 10 9

5. Sebuah penelitian ingin mengetahui hubungan antara kecerdasan numerik (X1)


dan kecerdasan emosional (X2) dengan konsistensi diri siswa (Y) data seperti
tabel berikut:

No X1 X2 Y
1 62 11 16
2 63 21 21
3 61 31 23
4 64 41 26
5 64 61 24
6 67 71 31
7 69 81 31
8 62 71 36
9 63 31 21
10 65 21 46
11 63 41 41
12 67 51 56

46
Tentukan koefisien korelasi ganda dan korelasi parsial pada = 0,05, dan
buatlah kesimpulan dari hasil tersebut.

6. Diketahui data penelitian sebagai berikut:

No X1 X2 Y No X1 X2 Y
1 8 10 9 5 10 13 15
2 6 11 9 6 14 17 16
3 8 9 12 7 11 15 15
4 12 10 10 8 12 18 18

Tentukan koefisien korelasi ganda dan korelasi parsial pada = 0,05, dan
buatlah kesimpulan dari hasil tersebut.

BAB V
DATA BERKALA
(Time Series)

A. Pengertian Data Berkala


Data berkala adalah data yang disusun berdasarkan urutan waktu atau data yang
dikumpulkan dari waktu ke waktu. Waktu yang digunakan berupa minggu, bulan,
tahun.
Guna data berkala adalah
a. 1. Pembuatan keputusan saat ini
b. 2. Peramalan keadaan perdagangan dan ekonomi masa datang
c. 3. Perencanaan kegiatan untuk masa depan

Perubahan yang terjadi dalam data statistik dalam sederetan waktu tertentu dapat
berbentuk:

1. Trend sekuler (T) adalah gerakan teratur atau gerakan rata-rata dalam jangka
waktu yang panjang, lebih dari 10 tahun.
2. Variasi siklis (C) adalah variasi yang berulang-ulang dan regular dengan periode
waktu yang panjang.
3. Variasi musim (S) adalah variasi yang berulang-ulang dan regular dengan
periode waktu yang pendek, satu tahun atau kurang
4. Variasi residu (I) adalah gerakan yang berbeda-beda dalam waktu yang singkat,
tidak diikuti pola teratur dan tidak dapat diperkirakan.
B. Penentuan Trend
1. Metode Tangan Bebas (Free Hand) adalah metode yang sangat sederhana dan
tidak memerlukan perhitungan-perhitungan dan biasanya digambarkan dalam
diagram pencar.

47
Contoh soal:
Penjualan roti dari perusahaan roti tahun 1990-1997 (dalam ratusan ribu)

Tahun 199 199 199 199 199 199 199 199


0 1 2 3 4 5 6 7
Penjuala 176 170 182 195 208 216 225 237
n

2. Metode setengah rata-rata adalah metode yang mencari rata-rata data setelah
data tersebut dibagi menjadi dua bagian.
Rumus: Y =a+bX
X = kode waktu (titik absis)
a,b = konstanta
Y = rata-rata semitotal data
Dibagi menjadi 2 bagian
1 = a+bX1.......1)
2= a+bX22)
Contoh soal
Tentukan nilai trend tahun-tahun bersangkutan dengan menggunakan persamaan
garis lurus/trend

Tahun X Y Rata-rata semi total


1989 0 176
1990 1 179
1991 2 182 930
1 = 5 =186

1992 3 197
1993 4 205
1994 5 212
1995 6 236
1996 7 225 1193
1 = 5 =238,6

1997 8 250
1998 9 270

1 = 186 X1 = 2
2 = 238,6 X2 = 7
186 = a+b(2).......1) -52,6 = -5b a = 164,96
238,6= a+b(7)2) b = 10,52
Persamaan trendnya Y = 164,96+10,52X
Trend tahun bersangkutan
1989 (x=0) Y89 = 164,96 + 10,52(0) = 164,96
1990 (x=1) Y90 = 164,96 + 10,52(1) = 175,48
1991 (x=2) Y91 = 164,96 + 10,52(2) = 186

48
1992 (x=3) Y92 = 164,96 + 10,52(3) = 196,52
1993 (x=4) Y93 = 164,96 + 10,52(4) = 207,04
1994 (x=5) Y94 = 164,96 + 10,52(5) = 217,56
1995 (x=6) Y95 = 164,96 + 10,52(6) = 228,08
1996 (x=7) Y96 = 164,96 + 10,52(7) = 238,6
1997 (x=8) Y97 = 164,96 + 10,52(8) = 249,12
1998 (x=9) Y98 = 164,96 + 10,52(9) = 259,64
Perkiraan tahun 2000 adalah Y2000 = 164,96 + 10,52(11) = 280,68
3. Metode rata-rata bergerak (Moving Average)
Adalah metode yang jika setelah rata-rata dihitung, diikuti gerakan satu periode
kebelakang
Contoh soal:

Buatlah trend dengan metode rata-rata bergerak dengan 3 tahun dan 5 tahun
rata-rata bergerak.

Tahun Produksi 3 Tahun 5 Tahun Rata2 bergerak 3 tahun Rata2 bergerak 5 tahun
1987 175,5 - - - -
1988 194,9 588,9 - 196,3 -
1989 218,5 616,3 1004,8 205,4 200,96
1990 202,9 634,4 1037,1 211,5 207,42
1991 213,0 623,7 1055,2 207,9 211,04
1992 207,8 633,8 - 211,3 -
1993 213,0 - - - -

Membuat perkiraan tahun berikut dengan menggeser angka rata-rata bergerak

Tahun Produksi 3 Tahun Rata2 bergerak 3 tahun


1987 175,5
C. Trend 1988 194,9 Linier
1. 1989 218,5 Metode
1990 202,9 588,4 196,3
1991 213,0 616,7 205,4 Kuadrat
1992 207,8 634,8 211,5 Terkecil
1993 213,0 623,8 207,9
(Least 1994 633,8 211,3 Square)
Rumus:

Y XY
Y =a+bX a= b=
n X2
Y= nilai data berkala tahun ganjil x=-3,-2,0,+1,+2,+3
n = jumlah periode waktu tahun genap x=-5,-3,-1,+1,+3,+5
X = tahun kode
Contoh soal
Dari data berkala berikut ini tentukan nilai a dan b dan buatlah trendnya.

49
Untuk n ganjil

Tahun 199 199 199 199 199


1 2 3 4 5
Penjuala 170 190 225 250 325
n

Untuk n genap

Tahun 199 199 199 199 199 199


0 1 2 3 4 5
Penjuala 150 170 190 225 250 325
n

Untuk n ganjil
Tahun Penjuala X XY X2 Trend
n (Y)
1991 170 -2 -340 4 158
1992 190 -1 -190 1 195
1993 225 0 0 0 232
1994 250 +1 250 1 369
1995 325 2 650 4 306
1160 0 370 10 1160

Y 1160 XY 370
a= a= =232 b= b=
n 5 X
2
10 = 37

persamaan trennya adalah Y =232+37 x

perhitungan

Y91 = 232 + 37(-2) = 158


Y92 = 232 + 37(-1) = 195
Y93 = 232 + 37(0) = 232
Y94 = 232 + 37(+1) = 269
Y95 = 232 + 37(+2) = 306

Untuk n genap
Tahun Penjualan (Y) X XY X2 Trend
1990 150 -5 -750 25 136,18
1991 170 -3 -510 9 169,04
1992 190 -1 -190 1 201,91
1993 225 +1 50 225 1 234,76
1994 250 +3 750 9 267,63
1995 325 +5 1625 25 300,48
1310 0 1150 70 1310,00
Y 1310 XY 1150
a= a= =218,33 b= b=
n 6 X2 70 = 16,43

persamaan trennya adalah Y =218,33+16,43 x

perhitungan

Y90 = 218,33 + 16,43(-5) = 136,18


Y91 = 218,33 + 16,43(-3) = 169,04
Y92 = 218,33 + 16,43(-1) = 201,91
Y93 = 218,33 + 16,43(+1) = 234,76
Y94 = 218,33 + 16,43(+3) = 267,62
Y95 = 218,33 + 16,43(+5) = 300,48
2. Metode Matematis
Y =a+bx Y =n. a+ b X XY =a X +b X 2

Tahun pertama x = 0 tahun kedua x = 1 dan seterusnya

Contoh soal

Data berkala hasil penjualan sepeda motor sebagai berikut:

Tahun 199 199 199 199 199


1 2 3 4 5
Penjualan 170 190 225 250 325
(Jutaan Rupiah)

Tentukan a dan b dan buatlah trend untuk tahun-tahun tersebut

Tahun X (Y) XY X2 Trend


1991 0 170 0 0 158
1992 1 190 190 1 195
1993 2 225 450 4 232
1994 3 250 750 9 369
1995 4 325 51 1300 16 306
10 1160 2690 30 1160
Y =n. a+ b X 1160=5a+10b 2320=10a+20b

2
XY =a X +b X 2690=10a+30b 2690=10a+30b

-370=-10b

b = 37 a = 158

persamaan trendnya Y =158+37 x

menghitung trend

Y91 = 158 + 37(0) = 158


Y92 = 158 + 37(1) = 195
Y93 = 158 + 37(2) = 232
Y94 = 158 + 37(3) = 269
Y95 = 158 + 37(4) = 306

D. Mengubah Bentuk Persamaan Trend


1. Trend rata-rata
Trend tahunan Y =a+bx
a b
Y= + x
Trend rata-rata setiap bulan 12 12
a b
Y= + x
Trend rata-rata setiap kuartal 4 4

Dari contoh sebelumnya buatlah trend rata-rata kuartalnya


Persamaan trend tahunan Y =158+37 x
158 37
Y= + x Y =39,5+ 9,25 x
Persamaan trend rata-rata kuartal 4 4

2. Trend bulanan
Trend tahunan Y =a+bx

52
a b
Y= + x
Trend bulanan 12 144
a b
Y= + x
Trend kuartalan 4 16

Dari contoh sebelumnya buatlah trend penjualan bulanan


Persamaan trend tahunan Y =158+37 x
158 37
Y= + x Y =13,17+ 0,26 x
Persamaan trend bulanan 12 144

3. Menggeser tahun dasar


Yang berubah nilai a, nilai b tetap
Contoh;
Persamaan trend hasil penjualan motor sbb
Y =158+37 x

Tahun dasar = 1991


Unit = jutaan rupiah
Jika ingin tahun 1994 sebagai tahun dasar, berarti maju 3 tahun
Y =a=158+37 ( 3 )=269

b = tetap
maka persamaan trend baru adalah
Y =269+37 x

Tahun dasar = 1994

Unit = jutaan rupiah

Contoh soal

Produksi padi pada suatu propinsi tahun 1985-1995

Tahun Produksi (juta ton)


1985 25,4
1986 28,1
1987 29,4
1988 29,2
1989 30,5
1990 30,5
1991 33,7
1992 34,4
1993 38,8
1994 42,9
1995 44,6

53
a. Buatlah persamaan trennya dan nilai trendnya dengan metode matematis
b. Buatlah persamaan trend rata-rata setiap bulan dan kuartal
c. Buatlah persamaan trend bulanan dan tahunan
d. Buatlah persamaan trend dengan tahun dasar 1990

Tahun X Y XY X2 Trend
1985 0 25,4 0 0 24,5
1986 1 28,1 28,1 1 26,24
1987 2 29,4 58,8 4 28,03
1988 3 29,2 87,6 9 29,82
1989 4 30,5 122,0 16 31,61
1990 5 30,5 152,5 25 33,40
1991 6 33,7 202,2 36 35,19
1992 7 34,4 240,8 49 36,98
1993 8 38,8 310,4 64 38,77
1994 9 42,9 386,1 81 40,56
1995 10 44,6 446,0 100 42,35
55 367,5 2034,5 385

Y =n. a+ b X 367,5=11a+55b 1837,5=55a+275b

XY =a X +b X 2 2034,5=55a+385b 2034,5=55a+385b

-197=-110b

b = 1,79 a = 24,45

a. Persamaan trendnya Y =24,45+1,79 x


Y85 = 24,5 + 1,79( 0) = 24,5
Y86 = 24,5 + 1,79( 1) = 26,29
Y87 = 24,5 + 1,79( 2) = 28,08
Y88 = 24,5 + 1,79( 3) = 29,87
Y89 = 24,5 + 1,79( 4) = 31,66
Y90 = 24,5 + 1,79( 5) = 33,45
Y91 = 24,5 + 1,79( 6) = 35,24
Y92 = 24,5 + 1,79( 7) = 37,03
Y93 = 24,5 + 1,79( 8) = 38,82
Y94 = 24,5 + 1,79( 9) = 40,61
Y95 = 24,5 + 1,79( 10) = 42,4
24,45 1,79
Y= + x Y =24,04 +0,15 x
b. Trend rata-rata setiap bulan 12 12

54
24,45 1,79
Y= + x Y =6,11 +0,45 x
Trend rata-rata setiap kuartal 4 4

24,45 1,79
Y= + x Y =2,04 +0,01 x
c. Trend bulanan 12 144

24,45 1,79
Y= + x Y =6,11 +0,11 x
Trend kuartalan 4 16

d. Persamaan trend hasil penjualan motor sbb:


Y =24,45+1,79 x

Tahun dasar = 1985


Unit = jutaan ton
Jika ingin tahun 1990 sebagai tahun dasar, berarti maju 5 tahun
Y =a=24,45+1,79 ( 5 )=33,40

b = tetap
maka persamaan trend baru adalah
Y =33,40+1,79 x

Tahun dasar = 1990

Unit = jutaan ton

Contoh soal latihan

1. Data nilai ekspor komoditas padi tahun 1985-1989

Tahun Eksport(Juta Rp) Tahun Eksport (Juta Rp)


1985 580 1990 836
1986 603 1991 875
1987 690 1992 899
1988 750 1993 945
1989 795 1994 990

Tentukan trendnya dengan metode setengah rata-rata


2. Data konsumsi suatu barang

Tahun Eksport(Juta Rp) Tahun Eksport (Juta Rp)


1980 16,86 1989 64,45
1981 18,91 1990 72,01
1982 19,50 1991 77,96
1983 23,45 1992 81,54
1984 28,93 1993 93,43
1985 35,64 1994 105,87
1986 47,75 1995 55 114,42
1987 45,37 1996 125,35
1988 52,82 1997 113,98
Hitung rata-rata bergerak 5 tahun dan 7 tahun

3. Data produksi sabun mandi selama 7 tahun, Hitung rata-rata bergerak 4 tahun

Tahun Produksi (ribu ton)


1990 185,5
1991 204,9
1992 228,5
1993 218,9
1994 223,0
1995 217,8
4. 1996 233,5
5.
4. Perkembangan nilai impor komoditas pada periode tahun 1985-1991 diperlihatkan pada
data berikut ini:

Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991


Nilai 22 20 21 33 35 28 26
impor
Dengan metode least square buatlah persamaan trend masing-masing.

5. Sebuah persamaan trend dari perkembangan nilai ekspor suatu komoditas periode 1989-
1995:
Y =13,57+ 1,14 x

Tahun dasar 1989


Unit : Miliaran Rupiah
a. Buatlah persamaan trend rata-rata setiap bulan dan trend rata-rata setiap kuartal
a. Buatlah persamaan trend bulanan dan trend kuartalan
b. Buatlah persamaan trend dengan tahun dasar 1994
6. Produksi padi pada suatu propinsi tahun 1990-1996 sebagai berikut:

Tahun Produksi (ribu ton)


1990 185,5
1991 204,9
1992 228,5
1993 218,9
1994 223,0
1995 217,8
1996 233,5

56
Buatlah persamaan trendnya dan nilai trendnya dengan metode matematis
Buatlah persamaan trend rata-rata setiap bulan dan kuartal
Buatlah persamaan trend bulanan dan tahunan
Buatlah persamaan trend dengan tahun dasar 1992

57