Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 10 MALANG


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/ Semester : XI (Sebelas) / 2
Pertemuan :3
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran
dan terapannya
Kompetensi Dasar :4.6 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi
berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan

I. Indikator Pencapaian Kompetensi


A. Kognitif
1. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama
B. Afektif
1. Mengajukan pertanyaan
2. Aktif mendengar
3. Mengajukan pendapat
4. Menjawab pertanyaan
5. Bekerja sama dalam kelompok
II. Tujuan Pembelajaran
A. Kognitif
Agar siswa dapat :
1. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan melalui percobaan
B. Afektif
1. Karakter
Siswa terlibat secara aktif pada proses belajar mengajar, dengan menunjukkan
kemajuan dalam rasa ingin tahu, sikap mandiri dalam mengkaji masalah yang
muncul, dan saling menghargai pendapat ketika berdiskusi dengan teman
sekelasnya.
2. Keterampilan Sosial
Siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar, dengan paling tidak
menunjukkan kemajuan dalam keterampilan sosial bertanya, menyumbang idea tau
berpendapat, menjadi pendengar yang baik, dan komunikatif.

III. Materi Ajar


1. Kelarutan elektrolit
IV. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
V. Metode Pembelajaran
Metode Diskusi
Metode Pemecahan Masalah

VI. Langkah-Langkah Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Komunikasi 10 menit
1. Memimpin doa (Meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
2. Mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan
perlengkapan dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa.

Apersepsi
1 Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami Menghitung
kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp
atau sebaliknya
2 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu
a Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan
data harga Ksp atau sebaliknya
Inti 1. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah: 70 menit
(a) Guru mengajukan masalah 2 air berklorin.
Guru memperlihatkan tangki air dan kolam renang serta pemanas
air yang menggunakan klorin di dalamnya.
(b) Guru membagikan referensi-2 yang berisi
tentang air berklorin. Guru meminta siswa mengamati (membaca)
dan memahami masalah secara individu dan mengajukan hal-hal
yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
(c) Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru
mempersilahkan siswa lain untuk memberikan tanggapan.
2. Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar
(a) Guru meminta siswa membentuk kelompok
heterogen sesuai pembagian kelompok yang telah ditentukan
sebelumnya.
(b) Guru memberikan worksheet-2 sebagai lembar
kerja yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang akan membimbing
siswa untuk memecahkan masalah pencemaran air yang
disebabkan oleh air berklorin. Masing-masing kelompok diarahkan
untuk saling bekerja sama dan bertukar pendapat dalam
menganalisis faktor penyebab terjadinya pencemaran air. Guru juga
membagikan handout-2 yang berisi materi kelarutan elektrolit yang
sukar larut sebagai sumber bacaan untuk menjawab pertanyaan
pada worksheet-2.
(c) Meminta siswa bekerja sama untuk
menghimpun berbagai pemahaman yang sudah dipelajari serta
memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna untuk
pemecahan masalah.
(d) Mendorong siswa agar bekerja sama dalam
kelompok.
3. Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.
(a) Guru berkeliling mencermati siswa bekerja
serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal
yang belum dipahami.
(b) Guru memberi bantuan berkaitan kesulitan
yang dialami siswa
4. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
(a) Masing-masing perwakilan kelompok diberi
kesempatan untuk mempresentasikan laporan hasil penyelidikan
kelompok mereka. Siswa lain diberi kesempatan untuk
menanyakan hal yang kurang mereka pahami pada kelompok yang
sedang memaparkan hasil kerjanya.
(b) Guru memberi penguatan kepada siswa yang
bertanya dan memberi jawaban.
5. Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah.
(a) Guru mendorong agar siswa secara aktif
terlibat dalam diskusi kelompok serta saling bantu untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
(b) Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru
memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi
(c) Salah satu kelompok diskusi diminta untuk
mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara
kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang
dipresentasikan.
(d) Guru meminta siswa untuk mengisi kolom
worksheet-2 pada SHS
(e) Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap
kelompok, worksheet-2, referensi-2, dan SHS.
(f) Dengan tanya jawab, guru mengarahkan
semua siswa pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebut.
Penutup a Siswa diminta menyimpulkan tentang menghitung kelarutan suatu 10 menit
elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau
sebaliknya.
b Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pelajaran hari apa
yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai cara menghitung
kelarutan suatu elektrolit sukar larut berdasarkan data harga Ksp
atau sebaliknya.
c Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk
tetap belajar.

VII. Alat, Bahan dan Sumber Belajar :


Sumber belajar : Buku Sains Kimia XI,referensi-1, handout
Alat : White board dan spidol, PPT, dan LCD, worksheet-1,SHS
Penilaian
Penilaian Kognitif
hasil diskusi dalam memahami materi dan mengerjakan worksheet, dan hasil
evaluasi masing-masing siswa setelah pembelajaran.

Penilaian Afektif
Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran
berlangsung dan penilaian berdasarkan angket.

Evaluasi

1. Jika konsentrasi AgCl yang terlarut telah mencapai maksimum , maka


persamaan tetapan kesetimbangan AgCl yaitu ..

Kc
Ag

Kc
AgCl Cl
a. AgCl Cl
c. Ag

Ag Cl

AgCl Ag
b.
Kc
AgCl d.
Kc
Cl

AgCl
e.
Kc
Ag Cl

2. Perhatikan kesetimbangan yang terjadi dalam larutan jenuh Ag2CrO4

Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)

Jika konsentrasi Ag2CrO4 dinyatakan dengan s, maka konsentrasi ion Ag+ dalam
larutan itu sama dengan 2s, dan konsentrasi ion CrO42- sama dengan s.
Di bawah ini pernyataan yang benar tentang hubungan nilai kelarutan (s) dengan
Ksp adalah
a. Ksp = s2 c. Ksp = 4s3
b. Ksp = s3 d. Ksp = 4s4
e. Ksp = 16 s4
3. Pada suhu tertentu tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) garam PbSO 4 = 1 x 10-8.
Besarnya tetapan kesetimbangan reaksi-reaksi sebagai berikut.
a. PbSO4 Pb2+ + SO42- K = 5 x 10-1
b. Pb2+ + CrO42- PbCrO4 K = 4 x 1012
c. PbS + CrO42- PbCrO4+S2- K = 8 x 10-8

4. Dari data di atas, tetapan hasil kali kelarutan garam PbS adalah ..
a. 4 x 10-28 c. 1,6 x 10-3
b. 1 x 10-6 d. 1600
e. 4 x 1028

Malang, . April 2014


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA 10 Malang Guru Bidang Studi

Putet Bambang R.P


LP 3 FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER

Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter, siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
1. A= Sangat Baik
2. B=Memuaskan
3. C=Menunjukkan Kemajuan
4. D=Memerlukan Perbaikan
No Nama Siswa PERILAKU BERKARAKTER
Mandiri Sopan Empati Rasa Ingin Tahu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33