Anda di halaman 1dari 2

Bipolar disorder pada orang dewasa

Bipolar disorder adalah penyakit kronis, yang mungkin memerlukan pengobatan seumur
hidup. Pasien akan menghabiskan 3-5 kali hari lebih tahap depresi daripada tahap manic.
Karena macam-macam tahapan inilah, polifarmasi digunakan cukup sering dalam praktek,
meskipun bukti untuk melakukan hal ini masih sangat terbatas. Banyak
hasil positif dan negatif dapat terjadi dari praktek ini. Gangguan bipolar adalah penyebab
keenam kecacatan utama di negara maju antara usia 15 dan 44 tahun. Serotonin adalah salah
satu neurotransmitter di otak, dan salah satu yang sangat mempengaruhi suasana hati
seseorang. Clozapine (Clozaril), olanzapine (zyperexa), risperidone (Risperdal), dan
ziprasidone (zeldox) dan clozapine yang dapat membantu menstabilkan suasana hati untuk
orang-orang yang tidak respon terhadap lithium dan antikonvulsan.
Kata kunci: bipolar disorder, Mania, Jenis bipolar disorder.

PENGANTAR
Gangguan bipolar ditandai dengan terjadinya setidaknya satu tahap manic atau mixed-manic
seumur hidup pasien. Kebanyakan pasien juga, di lain waktu, telah mengalami satu atau lebih
tahap depresi. Selama tahapan tahapan ini, kebanyakan pasien kembali ke keadaan normal
mereka. Demikian gangguan bipolar adalah penyakit "siklik" atau "periodik" ,dimana pada
siklus up pasien dalam tahap manic atau mixed-manic, kemudian pasien akan kembali ke
keadaan normal, dan pada siklus down mereka akan masuk kedalam tahap tertekan dimana
mereka sebenarnya akan ebih atau kurang pulih dari sebelumnya. Gangguan bipolar, juga
dikenal sebagai penyakit depresi manic, adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan
mood, energi, tingkat aktivitas dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dari hari ke hari.
Gangguan bipolar ditandai dengan ketidakteraturan pola perubahan suasana hati, energi, dan
berpikir. Gangguan biplar ini juga terkait dengan risiko kematian yang signifikan, dengan
sekitar 25% dari pasien mencoba bunuh diri dan 11% menyelesaikan. Gangguan bipolar juga
yang muncul dalam kehidupan dewasa awal sering didiagnosis dan gangguan bipolar
emosional yang sangat serius, gangguan bipolar juga masih belum bisa diobati, dengan pasien
yang menderita gejala seperti 31,9% dari waktu selama hampir 13 tahun penderita penyakit
ini menderita tahap tinggi, atau mood yang terangkat dan depresi. Paling banyak mengalami
baik tinggi dan rendah. Kadang orang bisa mengalamai campuran keduanya tinggi dan
rendah pada saat yang sama, atau berganti selama sehari. Depresi dan gabungan dukungan
bipolar telah berperan penting dalam mendidik pasien, keluarga mereka, tenaga medis dalam
bidang kesehatan mental profesional dan masyarakat luas tentang penyakit depresif manic.
Aliansi Nasional Gangguan Jiwa (NAMI) juga telah berupaya mencari informasi dengan
survei anggota keluarga tentang pemanfaatan dan pelayanan kesehatan mental.

Epidemiology
Gangguan bipolar adalah 6 penyebab utama dari cacat yang terjadi di negara maju antara usia
15-44 tahun. Angka bunuh diri diantara pasien dengan gangguan bipolar lebih besar
dibandingkan dengan pasien dengan polar. Analisis data terakhir dari komorbiditas nasional
amerika serikat yang kedua menemukan bahwa 1% termasuk kriteria bipolar I, 1,1% untuk
bipolar II, dan 2,4% untuk gejala ambang batas. Angka tersebut sama terjadi pada pria dan
wanita serta melampaui kultur dan kelompok etnik yang berbeda-beda. Penelitian 2000 oleh
WHO mengatakan bahwa kejadian bipolar disorder hampir sama diseluruh dunia. Pada
rentang umur yang lazim 100,000 dari 421.0 di asia selatan sampai 481.7 di afrika dan eropa
untuk laki2 dan dari 450.3 di afrika dan eropa sampai 491,6 di oceania untuk perempuan.
Namun, tingkatkan tersebut mungkin saja berbeda diseluruh dunia. Angka disabilitas,
contohnya, muncul lebih tinggi di negara berkembang dimana pengobatan mungkin lebih
tidak memadai dan kurangnya pengobatan yang tersedia. Masa akhir remaja dan masa awal
dewasa merupakan pncak dari terjadinya bipolar disorder. Replikasi survei komobiditas
nasional amerika serikat mengindikasikan bahwa bipolar disorder ternyata lebih biasa terjadi
dari apa yang telah dipikirkan. Umur hidup untuk gangguan bipolar 1 dan gangguan bipolar
II adalah 1.0% dan 11% untuk masing2. Bipolar disorder ini biasanya terjadi antara umur 17-
21 tahun. Ini merupakan penyakit yang melumpuhkan, dak faktanya penelitian yang
dilakukan WHO mengidentifikasikan gangguan bipolar. Angka bunuh diri diantara pasien
dengan gangguan bipolar lebih besar dibandingkan dengan pasien dengan depresi tinggi, dan
hingga 17% sampai 19% dari pasien akan meninggal bunuh diri. Kondisi yang parah, seperti
alkohol dan penyalahgunaan obat dan gangguan kecemasan menjadi hal umum dan
tambahan, kebanyakan penelitian pada keluaran pengobatan tidak disertakan pada kelompok
pasien ini.

Etiology dan pathohsyology


Penyebab gangguan bipolar adalah genetik atau keturunan, faktor neurokimia, dan faktor
lingkungan.
Faktor keturunan pada gangguan bipolar
Bipolar disorder cenderung lazim, dalam artian terjadi dalam keluarga. Skitar setengah dari
penderita bipolar disorder mempunya anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Seseorang
yang memiliki satu oranng tua dengan bipolar disorder memiliki 15 sampai 25 persen
kemungkinan mengalami kondisi yang sama. Seseorang yang mempunya kembar tidak
identik dengan penyakit ini memiliki 25 persen kemungkinan mengidap penyakit yang sama,
resiko yang sama juga dimiliki jika kedua orang tua memiiki bipolar disorder. Seseorangyang
memiliki saudara kembar dengan bipolar disorder (memiliki gen yang sama persis) bahkan
memiliki resiko yang lebih tinggi dalam mengembangkan penyakit ini hingga 8 kali lipat
resiko lebih tinggi dibandingkan dengan kembar tidak identik. Penelitian mengenai anak
kembar adopsi (dimana anak2 yang secara boilogis mempunyai keturuna penyakit yang
dibesarkan dalam keluarga yang tidak memiliki riwayat penyakit ini) telah membantu
peneliti. Penelitian menyimpilkan bahwa harapan hidup dari kembar identik (dari kembar
dengan bipolar) juga mengembangkan bipolar disorder kira2 40% sampai 70%. Pada
penelitian lain di universitas john hopkins, peneliti mewawancarai semua keluarga dekat
pasien dengan bipolar I dan bipolar II dan menyimpulkan bahwa bipolar disorder II
merupakan gangguan yang paling berdampak pada kedua keluarga. Peneliti menemukan
bahwa 40% dari keluarga dengan 47derajat pertama dari keluarga dengan 219 derajat pertama
dari bipolar I mengalami bipolar II. Penelitian di universitas stanford yang mengeksplorasi
tentang hubungan genetik dari bipolar disorder anak