Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR CHEMICAL PEELING

KLINIK MEDIKA ASYIFA


III. PERSIAPAN
1. Persiapan alat dan bahan
Siapkan dan cek kembaili alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan ,
Yaitu :

Persiapan alat
Spuit 3 cc anpa jarum untuk mengambil larutan asam glikolat 20-35%
Mangkuk sebagai wadah asam glikolat 20-35%
Kuas peeling/aplikator
Bandana
Handuk
Wadh instrument(stainless steel box dan tutup)
Wadah tempat sampah organic (misalnya mangkok ginjal)
Wadah air es untuk kompas kompres
Kipas angin
Lampu periksa
Timer

Persiapan bahan
Sarung tangan steril
Masker
Kasa steril
Kapas kompres
Kapas lembab untuk menutup mata pasien
Kapas kering untuk menutup lubang telinga pasien
Tisu
Lidi kapas
Air es
Cairan pre-peel yang berisi acetone
Bahan neutralizer
Vaseline album
Larutan asam glikolat 20-35%
Krim pelembab
Krim tahir surya
Krim kortikosteroid topical potensi ringan-sedang
2. Persiapan pasien
Pasien mencuci wajah menggunakan sabun
pasien tidur telentang dengan kepala elevasi 45
Bandana dipasangkan pada bagian keapala agar rambut tidak
mengenai wajah
Bagian leher dilindungi dengan handuk
Wajah pasien dibersihkan kembali dengan cairan pre-peel
Wajah daerah sudut mata, sudut hidung, dan sudut bibir dilindungi
dengan vaselin album menggunakan lidi kapaas kecil
Kedua mata ditutup dengan menggunakan kapas lebab dan kedua
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR CHEMICAL PEELING

KLINIK MEDIKA ASYIFA


telinga ditutup dengan kapas kering
Pasien diminta memegang kipas angin yang di arahkan ke wajah
3. Persiapan operator
Cuci tangan dengan 6 langkah cuci tangan
Gunakan sarung tangan
IV. PELAKSAAN BEDAH KIMIA SUPERFISIAL DENGAN ASAM
GLIKOLAT 20-35%
1. Cairan asam glikolat 20-35% diambil sengan menggunakan spuit tanpa
jarum sebanyak 1 cc, kemudian dituangkan ke mangkuk.
2. Cairan asam glikolat 20-35% diambil dengan menggunakan kuas
peeling/aplikator, kuas ditekan pada tepi mangkuk supaya tidak
menetes,
Menginstruksikan pada pasien agar menyalakan kipas angin,
Timer dinyalakan untuk 3 menit
3. Beritahu pasien bahwa pengolesan cairan bedah kimia asam glikolat 20-35%
akan dilakukan.
4. Pengolesan cairan dimulai dari daerah yang tidak sensitif yaitu dahi,
kemudian pipi kanan, pipi kiri, hidung, perioral, sampai kurang lebih 1cm
dari batas bawah dagu dan rahang bawah. pengolesan jangan sampai
mengenai bibir. Pengolesan dilakukan secara cepat selama 15-20 detik,
hanya satu lapis.
5. Amati wajah pasien, apakah ada hot spot (eritem) atau frosting.
Apabila terdapat satu area hot spot atau frostin, lakukan netralisasi pada
area tersebut saja, tetapi apabila terdapat tiga atau lebih hot spot atau
frosting, segera lakukan netralisasi pada seluruh wajah.
Apabila tidak terdapat hot spot (eritem) dan frosting, setelah tiga menit
dilakukan netralisasi dengan cara menyemprotkan cairan netralisir dari
dahi kea rah bawah wajah.
6. Untuk mencegah cairan masuk ke mata, mulut atau hidung, tangan kiri
pemeriksa dengan menggunakan kapas atau jaringan tangan menghapus
cairan setelah disemprotkan pada wajah
7. Kompres wajah pasien dengan kapas yang telah dibasahi air dingin,
kemudian dikeringkan dengan tisu
8. Lakukan pengambilan foto pasien seijin pasien dan sesuai etika setelah
dilakukan bedah kimia superficial asam glukolat 20-35%
9. Olesi wajah pasien dengan pelembab dan tabir surya(bila tindakan dilakukan
siang hari). Apabila terdapat daerah eritem, olesi krim kortikosteroid potensi
ringan-sedang.
Banda dan handuk dilepaskan.

V. PENJELASAN PERAWWATAN PASCATINDAKAN


1. Penjelasan bahwa obat-obat perawatan sebelumnya (seperti krim yang
mengandung hidrokuinon dan tretinon) dihentikan selama 3 hari pasca-
pengelupasan kimiawi superfisial.
2. Pengolesan tabir surya diulang setiap 2 jam, pada pagi hingga sore hari. Tabir
surya digunakan setelah mengoleskan pelembap.
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR CHEMICAL PEELING

KLINIK MEDIKA ASYIFA


3. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan selama masa penyembuhan,
meliputi :
Menghindari pajanan sinar matahari, dan ekspresi wajah berlebihan,
serta tdak boleh menggosok-gosok wajah.

V. PENUTUPAN BELAJAR UJI TEMPEL

Sebagai panduan untuk peserta didik.

NO. Langkah
I. PENILAIAN PASIEN

1. Sapa pasien dengan ramah dan sopan, perkenakan diri

2. Memastikan kesesuaian data rekam medis pasien

3. Lakukan wawancara awal untuk:


Memahami harapan pasien dan membina hubungan baik
Mengidentifikasi apa yang menjadi perhatian dan keluhan pasien
Mengidentifikasi adanya kontraindikasi (temasuk alergi) atau
keadaan yang menjadi perhatian khusus
Memastikan pasien tidak menggunakan obat-obat perawatan (seperti
krim yang mengandung hidrokuninon atay tretinoin) minimal satu
malam sebelum dilakukan tindakan bedah kimia superficial asam
glukolat 20-35%.
4. Jelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan, meliputi:
Tujuan dilakukan bedah kimia superficial dengan asam glukolat 20-
35%.
Penjelasan mengenai risiko/komplikasi dan keuntungannya.
Kemungkinan ketidaknyamanan pada saat dilakukan aplikasi larutan
asam glikolat 20-35% pada kulit wajah.
Informasi bagaimana keadaan kulit selama penyembuhan dan hal-hal
yang harus dihindari.
Informasi mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk
penyembuhan secara normal.
Instruksi yang terinci mengenai perawatan sesudahbedah kimia.
5. Evaluasi penerimaan pasien terhadap tujuan, tindakan, dan kemungkinan
risiko yang terjadi.

6. Meminta ijin kepada pasien untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto
yang bertujuan mengevaluasi hasil tindakan.

7. Lengkapi formulir informedconsent dan minta pasien unuk


menandatanganinya. Setelah itudokter dan perawat juga menandatanganii
sebagai saksi.

II. PENGAMBILAN FOTO PASIEN


PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR CHEMICAL PEELING

KLINIK MEDIKA ASYIFA

1. Lakukan pengambilan foto pasien seijin dan sesuai etika sebelum dilakukan
bedah kimia

Menghindari olahraga atau aktivitas yang mengeluarkan keringat


berlebih.
Menghindari posisi telungkup saat tidur.
Tidak boleh mengelupaskan kulit secara sengaja saat timbul
pengelupasan kulit pada wajah.
Tidak boleh menggunakan kosmetik selain pelembap dan tabir surya.
4. Tanyakan sekali lagi kepada pasien apakah semua penjelasan sudah
dimengerti dan apakah ada yang ingin ditanyakan.
Sampaikan bahwa apabila terjadi keadaan yang tidak diinginkan, asien
dianjurkan untuk segera kembali menemui dokter.