Anda di halaman 1dari 2

Good Corporate Culture Sebagai Inti Dari Good Corporate Governance

Good Corporate Culture (GCC) atau yang lebih populer dikenal sebagai Budaya
korporasi/budaya yaitu berkenaan dengan pengembangan dari yang berbudaya,
menjadi berbudaya kuat. Untuk menjadi perusahaan kelas dunia, tidak cukup hanya
dengan berbekal manajemen professional, melainkan budaya yang unggul. Banyak
contoh perusahaan kelas dunia yang menunjukkan keunggulannya karena di samping
kepiawaian manajemennya juga menjaga budaya perusahaannya secara konsisten.
Dalam budaya korporat yang kuat, hampir semua manajer menganut seperangkat nilai-
nilai dan metode menjalankan bisnis yang relatif konsisten. Atas dasar keadaan tersebut,
para karyawan dapat mengadopsi nilai-nilai ini dengan sangat cepat. Perusahaan dengan
budaya yang kuat biasanya dinilai dan dirasakan oleh pihak lain yang telah memiliki gaya
tertentu, misalnya cara melakukan segala sesuatu padaperusahaan semacam
Procter & Gamble , Toyota, Samsung, Johnson & Johnson. Mereka sering menjadikan nilai-
nilai yang dianut bersama itu semacam kredo atau pernyataan misi dan secara serius
mendorong para manajer mereka untuk mengikuti pernyataan tersebut. Selanjutnya,
gaya dan nilai-nilai suatu budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun
ada pergantianCEO karena akar-akarnya sudah mendalam.
Inti kemajuan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh budaya perusahaan yang
tertanam dalam diri setiap karyawan dari level atas hingga level bawah. Budaya
perusahaan adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota di dalam suatu
kelompok dan cenderung untuk menetap bahkan apabila anggota kelompok telah
berganti. Budaya menggambarkan pola perilaku atau gaya kerja di suatu perusahaan
yang secara otomatis dianjurkan oleh karyawan senior untuk diikuti oleh karyawan yang
baru. Budaya perusahaan meliputi:
- Peraturan-peraturan pokok perusahaan.
- Nilai-nilai dasar perusahaan.
- Motto perusahaan.
- Kinerja seseorang agar sukses diperusahaan.
- Sikap dan perilaku karyawan yang diinginkan perusahaan.
- Kesalahan yang tidak dapat dimaafkan perusahaan.
- Mitos, simbol, upacara sebagai ciri esensial perusahaan.
- Asumsi dasar pekerjaan, sifat, dan hubungan kerja.
Tiap-tiap perusahaan memiliki nilai budaya perusahaan masing-masing, berbeda antara
satu dengan yang lainnya. Karakteristik budaya perusahaan menurut Robbins, 2001
adalah:
- Berorientasi pada manusia.
- Berorientasi tim.
- Berorientasi pada hasil.
- Inovasi dan pengambilan risiko.
- Perhatian pada detail.
- Agresif.
- Stabil.
Budaya perusahaan haruslah budaya perusahaan yang baik, kuat, dan dapat diterapkan.
Budaya yang kuat adalah budaya yang mampu mengikat seluruh anggota organisasi,
menjadi sistem perekat, menjadi milik bersama. Kemudian nilai budaya harus bisa
diterapkan melalui konsistensi, disiplin, dirawat, diwariskan, dan diperkuat oleh sistem
dalam perusahaan tersebut.
Perusahaan yang didalamnya terdapat individu-individu memiliki sistem nilai yang
merekat dan membentuk budaya perusahaan (corporate culture). Budaya perusahaan
yang baik (Good Corporate Culture-GCC) akan mendorong individu-individu
menciptakan value atau sistem nilai dengan menerima, mendukung, dan melaksanakan
tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance-GCG). Good Corporate
Governance (GCG) diperlukan untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan berjalan
dengan baik. Manajemen diperlukan oleh organisasi untuk menciptakan nilai secara
efisien. Organisasi ada untuk menghasilkan nilai bagi lingkungannya sehingga dapat
tetap eksis dan survive.