Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Amilase merupakan salah satu kelompok enzim yang banyak digunakan dalam bidang
industri. Jadi produksi amilase sangat dibutuhkan pada proses industri. Pentingnya amilase
dan tingginya daya jual enzim ini, mendorong kami untuk mencari sumber-sumber amilase
baru yang bersifat produktif. Pada sisa kedelai dari limbah pembuatan tempe dapat
menyumbang pencemaran udara disekitar pabrik. Karena baunya yag kurang sedap sehingga
mengganggu masyarakat yang tinggal disekitar pabrik. Maka dari itu kami ingin
memanfaatkan limbah ini agar dapat lebih bermanfaat lagi. Didalam tanah disekitar
lingkungan pabrik banyak mengandung mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan, salah
satunya untuk diambil enzimnya. Dimana enzim itu dapat dimanfaatkan untuk proses
industri. Dimana kita dapat menguji tanah tersebut apakah mengandung amilase atau tidak
yaitu dengan cara memberikan warna biru dengan larutan iodine dan amilopektin
memberikan warna merah violet.

1.2. Perumusan masalah


Apakah bakteri yang ada pada limbah tempe yang menghasilkan amilase?

1.3. Tujuan masalah

1. Untuk dapat mengisolasi amilase yang diambil dari limbah pabrik tempe dengan baik.

2. Untuk mengetahui kandungan enzim amilase yang terdapat pada bakteri yang ada pada
limbah parik tempe.

1.4. Manfaat penelitian

Dengan penelitian ini Kita dapat mengolah limbah yang ada untuk dapat
dimanfaatkan. Dapat membuat isolasi bakteri yang dapat menghasilkan amilase, yang
nantinya akan diambil produknya yang dapat dimanfaatkan untuk proses industri.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Enzim adalah sebuah protein yang mempunyai fungsi khusus. Enzim berperan untuk
mengkatalisis proses kimia (biokimia) dalam makhluk hidup atau dalam system biologi.
Tanpa adanya enzim biasanya reaksi kimia akan berlangsung sangat lambat, bahkan mungkin
tidak dapat terjadi. Seperti telah disinggung didepan, kerja enzim sangat khusus dan spesifik.
Artinya, satu enzim hanya melakukan satu fungsi saja. Misalnya adlah enzim -Amylase
berperan dalam melakukan hidrolisis awal makanan terutama yang mengandung pati.
Enzim amilase dapat digunakan untuk menghilangkan kanji dalam buah-buahan dan
cocoa semasa pemprosesan jus buah-buahan dan coklat, dan sebagai bahan tambahan dalam
proses pencairan kanji sebelum penambahan malt dalam industri alkohol. -Amilase (E.C
3.2.1.1) menghidrolisis secara acak ikatan -1,4-O-glikosidik dari pati, glikogen, dan
polisakarida lain untuk menghasilkan dekstrin, oligosakarida, maltosa dan glukosa. Enzim ini
menyumbang sekitar 30% dari total produksi enzim dunia dan mempunyai aplikasi yang luas
di dalam industri. Beberapa industri yang menggunakan -amilase adalah industri pengolah
pati, makanan, pemeraman, deterjen, tekstil, dan kertas.Tiap aplikasi industri mensyaratkan
sifat yang khas dari -amilase terkait dengan spesifisitas, stabilitas, dan pengaruh suhu serta
pH terhadap aktivitasnya.Saat ini, hidrolisis enzimatis pati mentah sangat diperlukan untuk
menekan konsumsi energi di dalam industri yang berbasis pati. Eksplorasi sumber-sumber
baru penghasil -amilase dan karakterisasi -amilase yang dihasilkannya penting dilakukan
untuk memfasilitasi penemuan -amilase baru yang memenuhi persyaratan industri dengan
kemampuan yang lebih baik, terutama dalam mendegradasi pati mentah. Salah satu sumber
potensial penghasil -amilase yang belum banyak dieksplorasi adalah bakteri laut.Pada
industri pembuat pemanis misalnya, enzim amilase dan glucose isomerase hipertermofilik
akan sangat membantu proses pemecahan pati (starch) menjadi oligomer lalu menjadi
fruktusa atau glukosa dalam bentuk sirup. Karena proses ini semua dilakukan pada suhu
sangat tinggi dan ada pula proses pengadukan, sehingga menuntut enzim yang mendegradasi
pati atau mengubah gula oligomer menjadi glukosa atau fruktosa harus sangat stabil dan aktif
di suhu panas. Dalam keperluan proses kontrol produksi makanan jadi atau olahan misalnya,
kadar pelezat asam dalam bentuk monosodium glutamate (MSG) sangat penting. Karena
kadar MSG yang berlebihan dapat menyebabkan gejala sakit kepala yang dikenal dengan
Chinesefood syndrome.
Enzim dapat dihasilkan dari berbagai mikroorganisme. Di alam populasi mikroba
tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari campuran berbagai macam sel. Di
dalam laboratorium populasi bakteri ini dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari
satu jenis yang dapat dipelajari morfologi, sifat dan kemampuan biokimiawinya. Jika
mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah, maka cara
pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Kita ingin mengambil Rhyzopus
Oryzae, maka kita mengambil sampel tanah di sekitar pabrik pembuatan tempe dimana
terdapat sisa-sisa kedelai dari limbah pembuatan tempe.

Kehadiran mikroba di dalam tanah ada yang menguntungkan dan juga ada yang
merugikan . untuk mengetahui peranan mikroba tersebut, maka disamping melakukan analisa
kehadirannya, juga dilakukan percobaan terhadap sifat-sifatnya. Mikroba di dalam tanah
terdiri dari bakteri, actynomicetes, jamur, algae, virus, ragi, protozoa, nematode dan
antropoda memegang peran dalam menyuburkan tanah, penguraian sisa-sisa tumbuhan atau
hewan yang telah mati sampai menjadi mineral.
BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Alat dan Bahan

a. Pipet steril 1 ml
b. Tabung reaksi
c. Medium agar lempeng PDA/TEA/Na
d. Spatula
e. Api spritus
f. Tanah yang berasal dari sekitar pabrik tempe yang mengandung limbah 10 gram
g. Beaker glass
h. Jarum Ose
i. Alcohol 70 %

3.2. Prosedur
1) Timbang tanah yang berasal dari sekitar pabrik tempe yang mengandung limbah 10
gram, kemudian larutkan dalam air dalam beaker glass sebanyak 90 ml (10 ).
-1

2) Dari 10 (90 ml air + 10 gram tanah) diambil 10 ml kemudian tambahkan air kembali
-1

sebanyak 90 ml (10 ).
-2

3) Siapkan medium agar yang telah dibuat sebelumnya yaitu PDA, TEA, dan Na. masing-
masing rangkap dua, untuk sampel tanah dan air.
4) Lakukan pemindahan sampel yang berasal dari sekitar pabrik tempe yang mengandung
limbah yang telah dilakukan pengenceran (10 ) ke dalam media yang telah disediakan,
-2

pertama-tama tempat kerja kita semprotkan dengan alcohol 70 % dan lap dengan
menggunakan tisu.
5) Bagian mulut alat yang memungkinkan kontaminasi masuk dibakar/dilewatkan terlebih
dahulu dengan api spritus,
6) Tuangkan pengenceran secara aseptis, masukkan kedalam inkubasi selama 2 X 24 jam
7) Setelah itu pindahkan isolat dari cawan tuang kecawan gores.
6) Lakukan pemindahan didekat api spritus dengan menggunakan metode gores
menggunakan jarum ose.
7) Tutup kembali dan masukkan kedalam incubator selama satu hari.
8) Amati setelahnya.