Anda di halaman 1dari 17

STRATEGI LOKASI

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Operasional yang dibimbing
oleh :

Bpk. Aam Rahmat Mulyana,S.E

Disusun Oleh :

Widiarini Rindiawati (011303006)

Billy Wiliamka (011303009)

Ade Fitri Syarifah (011303012)

Riska Risnawati (011303025)

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

UNIVERSITAS WIDYATAMA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejumlah perusahaan di dunia menggunakan konsep dan tehnik yang dibahas dalam bab
ini yaitu tentang masalah lokasi,mengingat lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap
maupun biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan.sebagai contoh
biaya transportasi saja dapat mencapai 25% dari harga jual produk(tergantung pada produk dan
jenis produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berti seperempat total pendapatan perusahaan
mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan
produk jadi yang keluar dari perusahaan .biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi,antar lain
pajak,upah, biaya bahan mentah, dan sewa.
Keputusan mengenai lokasi harus diambil oleh perusahaan sesekali saja, biasanya karena
permintaan telah melebihi kapasitas pabrik yang sudah ada atau karena ada perubahan
produktifitas tenaga kerja, nilai tukar, biaya-biaya, dan sikap masyarakat setempat perusahaan
juga dapat memindahkan fasilitas manufaktur atau jasa mereka karena pergeseran demografi dan
permintaan pelanggan. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi, tidak pindah tetapi
memperluas fasilitas yang ada, mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain
di tempat lain, menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi yang lain.
Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis.untuk keputusan lokasi industri, strategi
yang di gunakan biasanya adalah strategi yang meminimalkan biaya meskipun inovasi dan
kreatifitas juga penting.untuk bisnis ecera dan jasa profesional,strategi yang digunakan
difokuskan pada memaksimalkan pendapatan. walaupun demikian strategi lokasi pemilihan
gudang dapat ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman.tujuan strategi
lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi poerusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pentingnya lokasi yang strategis ?
2. Apa Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan strategi lokasi ?
3. Apa metode evaluasi alternative lokasi ?
4. Apa strategi lokasi pada industry jasa ?
5. Sistem informasi geografis ?
1.3 Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui Apa Pentingnya lokasi yang strategis ?
2. Untuk mengetahui Apa Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan strategi lokasi ?
3. Untuk mengetahui Apa metode evaluasi alternative lokasi ?
4. Untuk mengetahui Apa strategi lokasi pada industry jasa ?
5. Untuk mengetahui Sistem informasi geografis ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENTINGNYA LOKASI YANG STRATEGIS


Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan
yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan
strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.
Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka
harus menempatkan operasi mereka.Aspek internasional keputusan ini adalah sebuah indikasi
bahwa keputusan lokasi bersifat global.Lokasi sangat memengaruhi biaya, baik biaya tetap
maupun biaya variabel.Lokasi sangat memengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara
keseluruhan.
Sebagai contoh, biaya transportasi saja bisa mencapai 25% dari harga jual produk
(tergantung kepada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti bahwa
seperempat total pendapatan perusahaan mungkin hanya dibutuhkan hanya untuk menutup biaya
pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan. Biaya
lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi antara lain adalah pajak, upah, biaya bahan mentah, dan
sewa.
Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
1. Tidak pindah, tetapi memperluas fasilitas yang ada;
2. Mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain di tempat lain;
3. Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.
Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis.Untuk keputusan lokasi industri, strategi
yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya meskipun inovasi dan
kreativitas juga penting.Untuk bisnis eceran dan jasa profesional, strategi yang digunakan
difokuskan pada memaksimalkan pendapatan.

Lokasi dan Biaya

Karena lokasi sangat memengaruhi biaya dan menentukan pendapatan, lokasi sepenuhnya
memiliki kekuatan untuk membuat (atau menghancurkan) strategi bisnis sebuah perusahaan.Saat
manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi
tetap dan sulit dikurangi. Sebagai contoh, jika sebuah lokasi pabrik baru berada dalam satu
daerah dengan biaya energi yang tinggi, bahkan manajemen yang baik dengan strategi penekanan
biaya energi yang luar biasa pun akan memulai dengan kerugian. Hal yang sama terjadi dengan
manajemen yang memiliki strategi sumber daya manusia yang baik jika pada lokasi yang dipilih,
biaya tenaga kerja mahal, kurang terlatih, dan memiliki etos kerja yang buruk. Dengan demikian,
kerja keras yng dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi fasilitas yang optimal merupakan
investasi yang baik.

Lokasi dan Inovasi

Ketika kreativitas, inovasi, dan investasi litbang (penelitian dan pembangunan) bersifat
pentingbagi strategi operasi, fokus kriteria lokasi dapat berubah dari semula, yaitu berfokus pda
biaya. Ketika inovasi menjadi fokus, tampaknya terdapat Empat sifat yang memengaruhi inovasi
dan daya saing secara keseluruhan:
1. Adanya input berkualitas tinggi dan khusus, seperti kemampuan ilmiah dan teknik;
2. Lingkungan yang kondusif bagi investasi dan persaingan lokal yang kuat;
3. Tekanan dan wawasan yang didapat dari pasar lokal yang berpengalaman;
4. Adanya industri lokal yang berhubungan dan mendukung.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN LOKASI


Memilih lokasi untuk fasilitas dibuat lebih rumit lagi dengan adanya globalisasi tempat
kerja. Globalisasi telah terjadi karena adanya perkembangan :
1. Ekonomi pasar;
2. Komunikasi internasional yang lebih baik;
3. Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan;
4. Kemudahan perpindahan arus modal antarnegara;
5. Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi.
Satu pendekatan untuk memilih sebuah negara adalah mengidentifikasi apa yang diyakini
oleh organisasi pusat sebagai faktor penentu keberhasilan (critical success factor CSF) yang
diperlukan untuk mencapai keunggulan bersaing.
Beberapa pertimbangan dan faktor yang memengaruhi keputusan lokasi:
a. Keputusan Negara
1. Risiko politik, persturan, sikap, insentif pemerintah.
2. Permasalahan budaya dan ekonomi.
3. Lokasi pasar.
4. Ketersediaan, sikap, produktivitas, dan upah tenaga kerja.
5. Ketersediaan pasokan, komunikasi, dan energi.
6. Risiko nilai tukar dan mata uang.

b. Keputusan Daerah/Komunitas
1. Keinginan perusahaan.
2. Segi-segi yang menarik dari daerah tersebut (budaya, pajak, iklim, dll).
3. Ketersediaan dan upah tenaga kerja, serta sikap mereka terhadap serikat pekerja.
4. Biaya dan ketersediaan layanan umum.
5. Peraturan lingkungan hidup setempat.
6. Insentif dari pemerintah.
7. Kedekatan pada bahan mentah dan pelanggan.
8. Biaya tanah atau pembangunan.

c. Keputusan Lokasi
1. Ukuran dan biaya lokasi.
2. Sistem transportasi udara, kereta, jalan tol, dan transportasi air lainnya.
3. Pembatasan daerah.
4. Kedekatan kepada jasa atau pasokan yang dibutuhkan.
5. Permasalahan dampak lingkungan hidup.

Setelah perusahaan memutuskan negara yang paling baik untuk lokasinya, selanjutnya,
perusahaan memusatkan perhatian pada sebuah wilayah dan sebuah komunitas dari negara yang
dipilih. Langkah akhir dari proses keputusan lokasi adalah memilih satu lokasi khusus dalam satu
komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling sesuai untuk pengiriman dan
penerimaan, batas zona, layanan umum, ukuran, serta biaya.
Disamping globalisasi, sejumlah faktor lain juga memengaruhi keputusan lokasi. Faktor-
faktor tersebut antara lain:
1. Produktivitas Tenaga Kerja
Saat memutuskan sebuah lokasi, manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah yang
rendah pada suatu daerah.Walaupun demikian, tingkat upah bukanlah satu-satunya dasar
pertimbangan.

2. Risiko Nilai Tukar dan Mata Uang


Nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang telah
dilakukan, walaupun tingkat upah buruh dan produktivitas dapat membuat sebuah negara terlihat
ekonomis.Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang
menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produknya ke negara
asing.Walaupun demikian, nilai mata uang asing hampir di semua negara terus berfluktuasi.

3. Biaya-biaya
Biaya lokasi terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
1. Biaya nyata (tangible costs) adalah biaya-biaya yang dapat diidentifikasi langsung dan
dihitung secara tepat. Biaya nyata meliputi biaya layanan umum (seperti listrik dan air),
tenaga kerja, bahan baku, pajak, penyusutan, serta biaya lainyang dapat diidentifikasi
oleh departemen akuntansi dan pihak manajemen. Selain itu, biaya-biaya seperti seperti
biaya pengiriman bahan mentah, pengantaran bahan jadi, dan pembangunan pabrik
merupakan faktor dari biaya lokasi secara keseluruhan.

2. Biaya tidak nyata (intangible costs) adalah biaya-biaya yang lebih sulit dihitung. Biaya
tidak nyata meliputi kualitas pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat
terhadap industri dan perusahaan, serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak
nyata juga meliputi variabel kualitas hidup seperti iklim dan kelompok yang dapat
memengaruhi proses rekrutmen pekerja.

4. Risiko Politik, Nilai, dan Budaya


Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah
nasional, negara bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual, penetapan zona,
kolusi, serta stabilitas ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat keputusan lokasi dibuat mungkin
tidak berlangsung lama.Walaupun demikian, pihak manajemen mungkin mendapati sikap ini
dapat dipengaruhi oleh pola kepemimpinan mereka sendiri.
Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain, daerah dengan daerah.
Pandangan pekerja mengenai proses regenerasi pekerja, serikat pekerja, dan tingkat kehadiran
merupakan faktor-faktor yang berkaitan. Di lain pihak, sikap ini dapat memengaruhi keputusan
perusahaan apakah akan memberikan penawaran pada pekerja yang ada sekarang jika
perusahaan pindah ke lokasi baru.
Tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan budayanegara
lain. Akibatnya, manajer operasi menghadapi tantangan berat saat membangun rantai pasokan
(supply chain) efektif yang meliputi perusahaan asing.

5. Kedekatan Terhadap Pasar


Bagi sejumlah perusahaan, berada di lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah sangat
penting.Organisasi jasa banyak berpendapat bahwa kedekatan dengan pasar merupakan faktor
lokasi utama, contohnya restoran, salon, toko obat, dll. Perusahaan manufaktur juga sependapat
dengan pernyataan diatas apabila terjadi pengiriman barang yang mahal yang sulit akan berbalik
menjadi lebih murah dan mudah apabila berdekatan dengan pelanggan.

6. Kedekatan pada Pemasok


Perusahaan menempatkan diri dekat dengan bahan mentah dan pemasok karena:
1. Barang-barang yang mudah busuk dapat teratasi apabila dekat dengan pemasok;
2. Biaya transportasi jadi lebih murah;
3. Lebih mudah apabila bahan mentah yang diperlukan berjumlah banyak.

7. Kedekatan pada Pesaing (Clustering)


Mungkin terasa sangat mengagetkan jika perusahaan-perusahaan juga senang berdekatan
dengan para pesaingnya. Kecenderungan atau yang biasa disebut pengelompokan
atau clustering ini sering terjadi apabila sumber daya utama ditemukan di wilayah
tersebut.Sumber daya ini meliputi sumber daya alam, informasi, modal proyek dan bakat.
Contohnya, sumber daya alam berupa tanah dan iklim mendorong para pembuat anggur
untuk berkumpul di Napa Valley di Amerika dan wilayah Bordeaux di Perancis.Pembuat mobil
balap dari seluruh dunia, berkumpul di daerah Huntington/North Hampton di Inggris, dimana
mereka mendapatkan banyak karyawan yang berbakat dan segudang informasi.

C. METODE EVALUASI ALTERNATIF LOKASI


Terdapat empat metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi, yaitu:
1. Metode Pemeringkatan Faktor
Terdapat banyak faktor, baik kualitatif maupun kuantitatif yang dipertimbangkan dalam
memilih sebuah lokasi. Beberapa faktor ini lebih penting dari faktor lainnya sehingga manajer
dapat menggunakan bobot untuk membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif.
Metode ini sering digunakan karena mencangkup beragam faktor, mulai dari pendidikan,
rekreasi, hingga keterampilan tenaga kerja.
Metode pemeringkatan faktor memiliki enam langkah berikut :
1. Membuat daftar faktor yang berhubungan yang disebut faktor penentu keberhasilan.
2. Memberikan sebuah bobot untuk setiap faktor untuk menggambarkan kepentingan relative dalam
tujuan perusahaan.
3. Membuat sebuah skala untuk setiap faktor (sebagai contoh: 1 hingga 10 atau 1 hingga 100 poin).
4. Meminta penilaian manajemen untuk setiap lokasi dan setiap faktor dengan menggunakan skala
pada langkah 3.
5. Kalikan nilai dengan bobot setiap faktor dan jumlahkan nilai total untuk setiap lokasi.
6. Membuat rekomendasi berdasarkan nilai poin maksimal yang juga mempertimbangkan hasil dari
pendekatan kuantitatif.

2. Analisis Titik Impas Lokasi


Analisis titik impas lokasi merupakan penerapan analisis biaya-volume produksi untuk
membuat suatu perbandingan ekonomis diantara alternatif lokasi yang ada.Dengan
mengidentifikasi biaya tetap dan biaya variabel serta membuat grafik-grafik biaya untuk setiap
lokasi, alternatif dengan biaya terendah dapat ditentukan.Analisis ini dapat dilakukan baik secara
matematis maupun grafis.Pendekatan grafis memiliki kelebihan karena memberikan rentang
jumlah volume dimana lokasi dapat dipilih.
Berikut tiga langkah analisis titik impas lokasi:
1. Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.
2. Petakan biaya untuk setiap lokasi dengan biaya pada sumbu vertikal dan jumlah produksi
tahunan pada sumbu horizontal.
3. Pilih lokasi dengan biaya total terendah untuk jumlah produksi yang diharapkan.

3. Metode Pusat Gravitasi


Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menentukan
lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi. Metode ini memperhitungkan
jarak lokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman
guna menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi.
Langkah pertama dalam metode gravitasi adalah menempatkan lokasi pada suatu sistem
koordinat.Titik asal sistem koordinat dan skala yang digunakan keduanya memiliki sifat
berubah-ubah, selama jarak relatif (antarlokasi) dinyatakan secara tepat.Hal ini dapat dikerjakan
dengan mudah dengan menempatkan titik-titik pada peta biasa.
Metode ini mengasumsikan biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang
dikirim.Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan
toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah kontainer yang
dikirim.

4. Model Transportasi
Model transportasi adalah sebuah teknik untuk menyelesaikan masalah sebagai bagian dari
pemrograman linier.
Tujuan model transportasi adalah menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik
pemasok (sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) sedemikian sehingga meminimalkan
biaya produksi dan transportasi total. Dengan suatu jaringan titik pasokan dan permintaan, setiap
perusahaan menghadapi permasalahan yang sama. Model transportasi memberikan solusi awal
yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal dicapai.

D. STRATEGI LOKASI PADA INDUSTRI JASA


Analisis lokasi di sektor industri terfokus pada minimalisasi biaya, sementara fokus pada
sektor jasa ditujukan untuk memaksimalkan pendapatan.Hal ini disebabkan karena perusahaan
manufaktur mendapati biaya cenderung sangat berbeda diantara lokasi-lokasi yang berbeda,
sementara perusahaan jasa mendapati lokasi sering berdampak terhadap pendapatan daripada
biaya.Oleh karena itu bagi perusahaan jasa, lokasi yang spesifik kerap lebih memengaruhi
pendapatan daripada memengaruhi biaya.Hal ini berarti fokus lokasi bagi perusahaan jasa
seharusnya adalah pada penetapan volume bisnis dan pendapatannya.
Terdapat delapan komponen utama volume dan pendapatan perusahaan jasa :
1. Daya beli di wilayah yang dapat menarik pelanggan.
2. Kesesuaian antara jasa dan citra perusahaan dengan demografi wilayah yang dapat menarik
pelanggan.
3. Persaingan di wilayah tersebut.
4. Kualitas persaingan.
5. Keunikan lokasi perusahaan dan pesaing.
6. Kualitas fisik fasilitas dan bisnis di sekitarnya.
7. Kebijakan operasional perusahaan.
8. Kualitas manajemen.
Analisis yang realistis dari faktor-faktor diatas dapat memberikan gambaran yang layak
mengenai pendapatan yang diharapkan.
Teknik-teknik yang digunakan dalam sektor jasa meliputi: analisis korelasi, perhitungan
lalu lintas, analisis demografis, analisis daya beli, metode pemeringkatan faktor, metode pusat
gravitasi, dan sistem informasi geografis.
Berikut adalah tabel yang merangkum strategi lokasi untuk organisasi jasa dan industri.

Lokasi Organisasi Jasa/Eceran/Profesional Lokasi Perusahaan Manufaktur


Fokus pada Pendapatan Fokus pada Biaya
Volume/pendapatan Biaya nyata
Lokasi yang menarik pelanggan; daya beli. Biaya pengiriman bahan mentah.
Persaingan; iklan/penentuan harga. Biaya pengantaran barang jadi.
Kualitas fisik Biaya energi dan layanan umum;
tenaga kerja; bahan mentah;
pajak, dan lain-lain.
Parkir/akses; keamanan/penerangan; Biaya tidak nyata dan akan segera
penampilan/citra. terjadi.
Penentu biaya Sikap terhadap serikat pekerja.
Sewa. Kualitas hidup.
Manajemen yang berkualitas. Biaya pendidikan yang ditanggung
oleh pemerintah negara bagian.
Kebijakan operasi (jam kerja, tingkat upah). Kualitas pemerintahan negara
bagian dan lokal.
Teknik Teknik
Model regresi untuk menetapkan kepentingan Metode transportasi.
beragam faktor yang ada.
Metode pemeringkatan faktor. Metode pemeringkatan faktor.
Analisis demografis lokasi yang menarik Analisis titik impas lokasi.
pelanggan.
Metode pusat gravitasi. Metode pusat gravitasi.
Asumsi Asumsi
Lokasi merupakan penentu utama Lokasi adalah penentu utama biaya.
pendapatan.
Permasalahan hubungan yang erat dengan Sebagian besar biaya utama dapat
pelanggan sangat penting. diidentifikasikan secara eksplisit
untuk setiap lokasi.
Biaya cenderung konstan pada daerah tertentu. Hubungan rendah dengan pelanggan
Oleh karena itu, fungsi pendapatan sangat memungkinkan perusahaan
penting. berfokus pada biaya yang dapat
diidentifikasi.
Biaya tidak nyata dapat dievaluasi.

E. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


Sistem informasi geografis (geographic information system GIS) marupakan satu alat
penting untuk membantu perusahaan membuat keputusan analitik yang berhasil.Dengan
mengombinasikan angka populasi, umur, pendapatan, arus lalu lintas, kepadatan penduduk,
dengan geografi, seorang pengusaha dapat menunjuk dengan tepat lokasi terbaik untuk usahanya.
Berikut ini adalah beberapa data geografis yang tersedia dalam GIS:
Data sensus menurut blok, bidang, kota, distrik, daerah metropolitan, negara bagian, dan
kode pos.
Peta dari setiap jalan, gang, jembatan, dan terowongan.
Peta fasilitas umum seperti saluran listrik, air, dan gas.
Semua sungai, gunung, danau, dan hutan.
Semua bandara besar, universitas, dan rumah sakit.
Sebagai contoh, perusahaan penerbangan menggunakan GIS untuk mengidentifikasi
bandara mana yang paling efektif untuk melakukan jasa landasan (ground service). Kemudian
informasi ini digunakan untuk membantu penjadwalan dan memutuskan di mana harus membeli
bahan bakar, makanan, dan jasa lainnya.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Lokasi dapat menentukan hingga 10% biaya total sebuah perusahaan industri. Lokasi juga
merupakan elemen penting dalam menentukan pendapatan perusahaan jasa, eceran, dan
profesional.Perusahaan industri perlu mempertimbangkan baik biaya nyata maupun tidak
nyata.Permasalahan lokasi perusahaan industri biasanya diatasi dengan metode pemeringkatan
faktor, analisis titik impas, metode pusat gravitasi, dan metode transportasi dari pemrograman
linier.
Untuk organisasi jasa, eceran, dan profesional, analisis biasanya dibuat dari berbagai
variabel, termasuk daya beli suatu daerah, persaingan, iklan dan promosi, kualitas fisik lokasi,
dan kebijakan operasional organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Heizer, Jay dan Barry Render. 2009. Manajemen Operasi, nine edition. Jakarta:
Salemba Empat.
http://ml.scribd.com/doc/46533147/strategi-lokasi. diakses tanggal 5 Oktober
2012 jam 11.00 WIB
Penentuan lokasi suatu perusahaan baik perusahaan manufaktur, maupun jenis lainnya dapat
dilakukan dengan menggunakan beberapa metoda di bawah ini:

1. Metode kualitatif : adalah menilai secara kualitatif baik buruknya suatu daerah untuk
perusahaan/pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga
perusahaan dapat membandingkan keadaan daerah satu dengan daerah lain.

2. Metode kuantitatif: adalah menilai secara kuantitatif, dengan mempertimbangkan jarak, dan
ongkos yang terjadi dari lokasi sumber ke tujuan.

3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut
pengiriman barang, dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Adapun dalam modul ini akan dibahas mengenai konsep penentuan lokasi dengan
menggunakan metoda kuantitatif yaitu metoda pusat gravitasi.

METODA PUSAT GRAVITASI

Metoda ini dipakai apabila alternatif-alternatif lokasi masih terbuka (belum ada), dan dipakai
untuk menentukan lokasi terdekat ke semua sumber dan tujuan

Perhitungan Center Of Gravity:

Titik Berat :


X
(Wi .Ci. Xi)
(Wi .Ci)
_
Y
(Wi .Ci.Yi )
(Wi .Ci)

Wi = Berat beban di-i

Ci = Ongkos dari/ke-i
Xi = Absis ke-i

Yi = Ordinat ke-i

Latihan Soal

1 Sebuah gudang antara digunakan untuk menampung produk dari pabrik di lokasi A
sebanyak 10ton dengan biaya Rp.5000/ton/km. Untuk kemudian didistribusikan ke-2
lokasi B dan C dengan jumlah masing-masing 2 ton dengan biaya Rp.8000/ton/km dan 8
ton dengan biaya Rp.4000/ton/km. Jika diketahui koordinat A,B,C adalah A(73,22),
B(95,84), dan C(118,41), Tentukan lokasi terbaik gudang antara tersebut bagi ke-3 lokasi
(pabrik dan 2 pasar).

Jawab:

Pabrik A (73,22), Weight A = 10ton, Cost = Rp.5000/ton/km

Pasar B (95,84), Weight B = 2ton, Cost = Rp.8000/ton/km

Pasar C (118,41), Weight C = 8ton, Cost = Rp.4000/ton/km

Lokasi Gudang Antara =


X
(Wi.Ci.Xi)
(Wi.Ci)
_
Y
(Wi.Ci.Yi)
(Wi.Ci)
(10 x5000 x73) (2 x8000 x95) (8 x 4000 x118)
X 91
(10 x5000) (2 x8000) (8 x 4000)
_
(10 x5000 x 22) (2 x8000 x84) (8 x 4000 x 41)
Y 38
(10 x5000) (2 x8000) (8 x 4000)

Jadi didapat lokasi gudang antara adalah di koordinat (91,38)