Anda di halaman 1dari 2

DESAIN HEMAT ENERGI

NAMA : Windra dwi saputra


NIM : I0214092
KELAS : B
Soal :
1. Buatlah diskripsi secara proporsional tentang pemahaman
relevansi / korelasi antara arsitektur sadar energi dengan disain
hemat energi.
2. Buatlah diskripsi secara proporsional tentang pemahaman ketika
esensi desain Hemat Energi digunakan sebagai strategi desain
rancang bangun arsitektur.

Jawab :

1. Relevansi/korelasi antara Arsitektur sadar energi dengan Disain Hemat


Energi ialah bahwa desain hemat energi merupakan bagian dari Arsitektur
sadar energi itu sendiri. Dimana inti dari desain hemat energi itu terletak
pada landasan pemikiran arsitektur sadar energi yang menekankan atau
meminimalisir penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi
suatu bangunan, kenyaman maupun produktifitas penghuninya.
Untuk mengaplikasikan landasan pemikiran arsitektur sadar energi
tersebut secara teknis maka disinilah korelasi dari desain hemat energi
tersebut, dengan cara memanfaatkan sains dan teknologi yang mutakhir
sehingga menciptakan desain yang mampu memanfaatkan energi secara

Arsitektur Sadar
Energi
efisien.

teoritis
Pencahayaan Penghawaan Sirkulasi udara
(buatan-alami) (buatan- alami) (buatan-alami)
teknis Desain Hemat Energi

Bentuk Ruang Tata massa Bukaan pada Material


dan Massa dan Tata Bangunan
Ruang

(Skema relevansi antara Arsitektur Sadar Energi dengan Desain


Hemat Energi)
2. Untuk mencapai strategi desain hemat energi pada rancang bangun
arsitektur maka yang perlu diperhatikan ialah hakikat dari desain hemat
energi itu sendiri. Hakikat dari desain hemat energi ialah memberikan
kesempatan bagi energi yang berasal dari alam untuk ikut serta dalam
memaksimalkan energi pada bangunan. Sehingga menjadikan energi pada
rancang bangun arsitektur menjadi lebih efisien.

(Penggunaan sumber energi alami demi menciptakan


konservasi energi pada bangunan)

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai strategi
desain hemat energi ialah dengan memaksimalkan bukaan pada
bangunan, memilih bahan bangunan dengan bijak misalnya dengan
memilih bahan bekas yang teruji kualitasnya, memperhitungkan peletakan
titik lampu , meminimalisir pendingin ruangan karena salah satu faktor
penyebab pemborosan energi.