Anda di halaman 1dari 2

Tulang

Definisi & Fungsi


Tak lepas kita ketahui bahwa tulang merupakan objek santapan kita setelah seluruh
daging telah habis kitamakan namun apakah kalian tahu tentang tulang lebih jauh
lagi, tak hanya sebagai sisa dari daging ataupun benda putih keras yang ada di tubuh
kita. Yuk kita pelajari tentang tulang

Tulang atau bone dalam bahasa inggris, merupakan salah satu bagian penting yang
memilki peranan yang luar biasa dalam keseharian kita. Tulang yang berwarna putih
dan keras ini merupakan suatu jaringan hidup yang terspesialisasi dan dibentuk oleh
bahan-bahan organik yaitu : sel dan protein penyusun tulang (kolagen, osteonektin,
dll). Tak hanya bahan organik saja, tulang juga tersusun atas bahan anorganik seperti
kalsium, posfat, magnesium, natrium, dan bahan anorganik lainnya. Jumlah kalsium
terbanyak pada tubuh tersimpan pada tulang.

Peran tulang dalam tubuh kita itu banyak loh, yaitu :

1. Suporter untuk tubuh dan organ lainnya

2. Protektor untuk struktur vital bagi diri kita, contoh : jantung

3. Menjadi dasar dalam mekanisme pergerakan tubuh kita

4. Tempat penyimpanan garam mineral, contoh : calcium

5. Tempat penghasil sel darah yang baru (tepatnya pada bagian sumsum tulang)

Sel-sel Penyusun tulang


Organ yang mengalami perkembangan terus menerus sejak kita dalam rahim ini
ternyata memiliki matriks atau substansi dasar atau bagian dalam suatu jaringan yang
memiliki peran dalam mencetak sesuatu hal dan matriks tulang ini tersusun atas 3
macam sel yaitu :

a. Osteosit : sel tulang dewasa yang telah mengalami kalsifikasi

b. Osteoblas : sel tulang muda yang dapat menghasilkan bahan organik

c. Osteoklas : sel tulang yang berperan dalam pengerusakan tulang dan


pembentukan tulang baru

Ketiga macam sel tersebut memilki peranan masing-masing dalam pengaturan fungsi
dari organ putih kita ini. Mau tau bagaimana ketiga sel tersebut bekerja???

Yang pertama kita bahas tentang osteoblas. Osteoblas merupakan sel tulang yang
berperan dalam menghasilkan bahan organik yang penting untuk menyusun tulang
kita, contoh bahan organik yang dibuat : kolagen tipe I, proteoglikan, dan osteonektin.
Osteoblas dapat berubah menjadi osteosit melalui proses yang tidak singkat, inti dari
proses ini osteoblas akan diselubungi oleh bahan yang diproduksi olehnya dan terjadi
pula kalsifikasi dimana ion kalsium akan berkumpul dan berikatan dengan sel
osteoblas tadi.
Akhirnya osteosit terbentuk. Osteosit ini adalah sel tulang dewasa yang berperan
sebagai sel yang menjaga matriks tulang. Sel ini akan mengalami kematian bila terjadi
resopsi tulang yang dilakukan oleh osteoklas

Resorpsi Tulang
Resorpsi tulang merupakan proses pendegradasian dari matriks tulang oleh osteoklas.
Resorpsi tulang ini dapat dikatakan pula suatu proses pengerusakan tulang oleh
osteoklas yang berdampak pada pengeluaran isi atau bahan pembentuk matriks
tulang. Osteoklas ini sejenis dengan makrofag yang khusus berada di tulang. Proses
resorpsi tulang ini bertujuan dalam mengatur kadar kalsium dalam tubuh dan tahapan
dalam bone remodelling atau pembaharuan matriks tulang yang rusak. Menariknya
proses ini diatur oleh berbagai macam komponen pendukung (inisiator) dan
penghambat (inhibitor). Kedua komponen ini pentingan agar resorpsi tulang dapat
terjadi dalam keadaan normal sehingga tidak menimbulkan masalah dalam tubuh kita.

Hormon Estrogen dan Osteoporosis

Estrogen merupakan hormon kelas steroid yang banyak diproduksi pada wanita.
Hormon ini berperan dalam mengatur siklus menstruasi wanita. Selain berperan dalam
bidang reproduksi, estrogen berperan dalam mengatur tulang, yaitu dengan
menghambat terjadinya resorpsi tulang. Oleh karena itu pada wanita yang telah
mengalami menopause dimana kadar hormon tersebut berkurang pesat produksinya,
degradasi tulang akan cepat terjadi sehingga menimbulkan keropos pada tulang yang
biasanya disebut osteoporosis. Dilihat dari penyebab penyakit ini, kita tak dapat
berasumsi dengan meningkatkan kadar asupan kalsium yang merupakan struktur
pembentuk tulang dapat mengobati penyakit ini. Masalah dari penyakit ini adalah
meningkatnya aktivitas osteoklas dalam tulang kita bukan kurangnya kadar kalsium
dalam diri kita. Osteoporosis dapat menyebabkan tulang mudah patah, biasanya
terjadi pada tulang belakang yang menyebabkan terjadinya pembungkukkan tubuh
serta nyeri punggung akibat tertekannya saraf, dan tulang panggul yang
menyebabkan kelainan dalam pengaturan berat tubuh kita sehingga terjadi kesulitan
dalam berjalan.