Anda di halaman 1dari 205

PAKET PEKERJAAN :

Supervisi Pengaman Pantai Padang


Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat
(Otsus Aceh)
a. Cover
b. Surat Penawaran
c. Daftar Isi

BAB
A. DATA ORGANISASI PERUSAHAAN
B. DAFTAR PEGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
C. URAIAN PEGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
D. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK
E. PENDEKATAN METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA
Lampiran : - Contoh Prosedur Mutu
- Daftar Acuan
- Daftar Simak
F. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
G. KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN
H. JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI
I. KUALIFIKASI TENAGA AHLI
Lampiran : - Surat Pernyataan Kesediaan Ditugaskan
- Daftar Riwayat Hidup
- Ijazah
- SKA
- Refrensi, dll
J. PRA RK3K
K. PENUTUP

LAMPIRAN :

COPY KONTRAK

PT. Citra Rancang Global

Buchari, ST
Direktur
PT. CITRA RANCANG GLOBAL
Management and Engineering Consultant
Jln. Dr. Mr. Mohammad Hasan No. 59 Banda Aceh 23248
Telp. 0651 32108 Fax. 0651 32108 E-mail, crg_consultant@yahoo.co.id

Nomor : 44/CRG/BNA/V/2015 Banda Aceh, 06 Mei 2015


Lampiran : 1 (satu) Berkas

Kepada Yth. :
POKJA Konsultansi - VII
Jl. T. Nyak Arief No. 219 Banda Aceh
di-
Banda Aceh

Perihal : Penawaran Administrasi, Teknis dan Biaya Pekerjaan Supervisi Pengaman


Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)

Sehubungan dengan Dokumen Pengadaan Nomor : 23/POKJA KONSUL VII/SS/2015


tanggal : 20 April 2015 dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan,
Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen Pemilihan], dengan ini kami
mengajukan penawaran Administrasi, Teknis dan Biaya untuk pekerjaan Supervisi
Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) dengan
Total Penawaran Biaya sebesar Rp.114.130.000,- (Seratus Empat Belas Juta Seratus Tiga
Puluh Ribu Rupiah).

Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut diatas.

Jangka waktu pelaksanan pekerjaan selama 168 (seratus enam puluh delapan ) hari
kalender.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai dengan
tanggal 04 Juli 2015

Sesuai dengan persyaratan, bersama ini kami lampirkan :

1. [Surat Perjanjian Kemitraan/ Kerja Sama Operasi, apabila ada]


2. Dokumen Penawaran Teknis, terdiri dari :
a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari :
1) Data Organisasi Perusahaan;
2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari:
1) Tanggapan Dan Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja;
2) Uraian Pendekatan, Metodologi, dan Program Kerja;
3) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan;
4) Komposisi Tim Dan Penugasan;
5) Jadwal Penugasan Tenaga Ahli;

c. Kualifikasi Tenaga Ahli, terdiri dari:


1. Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan;
2. Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari personil yang diusulkan;
d. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]
3. Dokumen Penawaran Biaya yang terdiri dari :
a. Rekapitulasi Penawaran Biaya
b. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration)
c. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost)
4. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Penyedia Jasa,
PT. Citra Rancang GlobaL

Buchari, ST
Direktur
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

A.1 Latar Belakang

PT. CITRA RANCANG GLOBAL didirikan tahun 2005, adalah sebuah


badan usaha jasa konsultan berstatus Perseroan Komanditer dengan
Akte Notaris No. 53 Tanggal 31 Desember 2005 oleh Notaris Azhar, SH
di Banda Aceh dan setelah berkiprah selama dua tahun seiring dengan
pesatnya kemajuan di bidang usaha jasa konsultan PT. CITRA
RANCANG GLOBAL telah meningkatkan status Badan Hukumnya
menjadi Perseroan Terbatas yang ditandai dengan keluarnya Surat
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor : AHU-0001043.AH.01.02.Tahun 2015 Tanggal 22 Januari 2015
Tentang Perubahan Anggaran Dasar PT. Citra Rancang Global dengan
Akte Notaris No.20 Tanggal 09 Januari 2015 oleh Nadia, SH.M.Kn
berkedudukan di Kota Banda Aceh.
Sejalan dengan berkembangnya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi) di Indonesia umumnya dan Aceh pada khususnya, maka PT.
Citra Rancang Global mengembangkan kegiatannya dengan jasa
konsultansi baik jasa konstruksi maupun jasa non konstruksi.
PT. CITRA RANCANG GLOBAL memberikan bantuan kerjasama Jasa
Manajemen dan Konsultansi kepada Instansi Pemerintah, Lembaga
Swasta dan Lembaga Kemasyarakatan serta masyarakat luas dalam
bidang-bidang yang berkaitan dengan Manajemen, Perencanaan,
Pengawasan, Prasarana dan Sarana Perkotaan/Perdesaan,
Pembangunan, Permukiman, Informatika, Pertambangan dan Energi,
Industri, Lingkungan Hidup, Pertanian, Perikanan, Ekonomi
Pembangunan, Survey dan Pemetaan serta Pengembangan Sumber
Daya Manusia.
Untuk menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, maka kami telah menyiapkan tenaga ahli - tenaga ahli yang
berpengalaman dalam bidangnya, tenaga ahli yang bergabung dengan
kami merupakan tenaga ahli gabungan senior dan yunior, sehingga
produk yang dihasilkannya sangat dinamis dan dapat mengikuti
perkembangan teknologi.

Beberapa proyek Pengawasan/ Perencanaan Gedung, Pengawasan /


Perencanan gedung Rumah Sakit, Teknis Jalan dan Jembatan,
lingkungan hidup, penelitian sumber-sumber air, studi perkotaan,
pertanian, dan proyek-proyek air minum telah dapat kami

USULAN TEKNIS
A-1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

rampungkan dengan baik. Pada saat ini kami berusaha terus


mengikuti pesatnya laju perkembangan industri dengan ikut
menciptakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kami
berusaha memberikan konsultansi teknis, baik dalam Pengawasan,
Perencanaan/Design Gedung, penyusunan Studi AMDAL, pembuatan
dan disain pengolahan limbah, perencanaan sumber air. Selain itu
kami telah membantu penyusunan perencanaan dan pembuatan
program-program software dan system pengolahan data. Dengan
demikian kami berusaha memberikan konstribusi yang positip dalam
pembangunan ini.

A.2 Data Organisasi Perusahaan


1. Nama Perusahaan : PT. Citra Rancang Global
2. Alamat Perusahaan : Jln. Dr. Mr. Muhammad Hasan No.
59/59, Blangcut, Batoh Kec. Lueng Bata
- Banda Aceh
3.Telp/Fax. : 0651 32108/32108
5. Direktur : Buchari, ST
6. SIUJK : No. 1-010749-1171-1-000994
(Perencanaan)
No. 1-010749-1171-1-000994
(Pengawasan)
7. SITU : No. 503/1676/KPPTSP/2015
8. TDP : No. 010117101362
9. NPWP : No. 02.561.798.6-101.000

USULAN TEKNIS
A-2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

A.3 Stuktur Organisasi Perusahaan

KOMISARIS DIREKTUR
MUSTAFA UMAR, ST BUCHARI, ST

SEKRETARIS
CUT BAINANA, SE

MANAGER TEKNIK MANAGER OFFICER MANAGER KEUANGAN


ABRAR, ST ZULKIFLI, SE BUKHARI, SE

BENDAHARA
FITRIANI, A. Md

MANAJEMEN TENDER TEKNOLOGI INFORMASI (IT)


MANAJER PROYEK IRVAN WAHYUDI, SE AYKAL HADDREVI
REZA FAHLEVI, ST

TEAM LEADER BAGIAN PERSONALIA


IR. ISMAIL SUFI IRMA SARI, SE

DIVISI SIPIL/STRUKTUR
MUNAWIR, ST

DIVISI TRANSPORTASI
JAMAN, ST
TENAGA AHLI

DIVISI ARSITEKTUR/PERENCANA
ANDIKA PERKASA, ST

DIVISI INTERIOR & LANDSCAPE


LISA KHALIDA, ST

DIVISI PEMETAAN/TATA RUANG


IR. HANRY KURNIA LASIFA, M.Sc

DIVISI TEKNIK LINGKUNGAN


RERY HIDAYAT, ST TENAGA PENDUKUNG

DIVISI SUPERVISI
SUHERI, ST

USULAN TEKNIS
A-3
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

A.4 Lingkup Layanan Perusahaan


Jenis Pelayanan Mencakup :
-Pengawasan
Supervisi Teknis Fase Kontruksi dan Instalasi Bangunan
Supervisi Teknis Fase Kontruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil
Tranportasi
Supervisi Teknis Fase Kontruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil
Keairan

-Perencanaan
Pelayanan Survey - Survai Topografi
- Photogrametry
- Kartografi
- Survai Geologi
- Survai Tanah
- Survai Sumber Daya
- Survai Hidrologi
Studi Makro - Studi Kebijaksanaan
- Rencana Pengembangan Regional
- Rencana Pengembangan Kota dan
- Pedesaaan
Studi Terinci - Studi Perencanaan
- Studi Kelayakan
- Studi Ekonomi
- Studi Lingkungan
Pelayanan Proyek - Perencana Konstruksi dan Pengawasan
Konstruksi
- Bantuan Teknis
Pelayanan Manajemen- Pemantapan Kelembagaan
- Pelayanan Manajemen
- Studi Pengembangan Organisasi

A.5 Layanan Keahlian Perusahaan


Spesialisasi Perusahaan adalah Sebagai berikut :
Sektor Lingkungan Hidup
Survai Analisa Dampak Lingkungan
Disain Waste Water Treatment
Supervisi Konstruksi Pengolahan Limbah
Sektor Pengembangan Pertanian dan Pedesaan
Survai Daya Dukung Tanah
Survai pengembangan Irigasi
Kehutanan

USULAN TEKNIS
A-4
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Sumber daya Air


Pencetakan Sawah
Sektor Transportasi
Fasilitas Transportasi Jalan
Fasilitas Transportasi Industri
Pelabuhan laut dan Sungai
Air port
Angkutan Ferry dan Penyeberangan
Sektor Pengembangan Perkotaan
Perc. Pengembangan Perkotaan (Tata Ruang/Master Plan)
Transportasi Perkotaan
Perencana Sipil
Perencana Arsitektur
Sektor Pengembagan Air Bersih dan Sanitasi
Air Bersih
Sanitasi dan Limbah
Persampahan
Sektor Teknologi Komunikasi dan Komputer
Survai Studi Kelayakan & informatika.
Perencanaan & Pembuatan Program
Software dan System Pengolahan data
Sistem Komunikasi dan Sistem Jaringan IT

USULAN TEKNIS
A-5
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

B. Daftar Pengalaman Perusahaan Sejenis

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya PT. Citra Rancang Global


telah banyak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sejenis.
Pengalaman PT. Citra Rancang Global dalam melaksanakan proyek-
proyek, disajikan secara berurutan pada halaman berikut, selain itu
akan disajikan pula daftar berbagai peralatan penunjang yang dimiliki
oleh PT. Citra Rancang Global.
Adapun Pengalaman perusahaan PT. Citra Rancang Global, yang sesuai
dengan pekerjaan ini disajikan pada Tabel dilengkapi dengan rincian
masing-masing proyek, sedangkan rekaman kontrak masing-masing
pekerjaan dapat dilihat pada lampiran tabel dibawah ini :

USULAN TEKNIS
B-1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pengguna Jasa/ Orang


No. Tahun Nama Paket Pekerjaan Lingkup Layanan Periode Nilai Kontrak Mitra Kerja
SumberDana Bulan

Dinas Bina Marga Dan Cipta


1 2014 Karya Kabupaten Bener Pengawasan Jalan DAK Pengawasan 114 (seratus empat belas) hari kalender 15 Rp. 501.710.000,- -
Meriah

Pengawasan Relokasi
Dinas Kesehatan Kota Banda
2 2014 Pembangunan UPTD Puskesmas Pengawasan 60 (enam puluh) hari kalender 3 Rp. 30.525.000,- -
Aceh
Ulee Kareng Tahap I

Dinas Pekerjaan Umum Pengawasan Teknis Konstruksi Jalan


3 2013 Pengawasan 60 (enam puluh) hari kalender 3 Rp. 47.855.000,- -
Kabupaten Calang (Kegiatan VI)

Biaya Pengawasan (Otsus)


Dinas Kesehatan Kabupaten
4 2012 Pembangunan Ruang Bersalin Pengawasan 60 (enam puluh) hari kalender 3 Rp. 30.500.000,- -
Pidie
RSIA Tahap II (Lanjutan)

Dinas Pekerjaan Umum Pengawasan Teknis Pengadaan


5 2011 Pengawasan 60 (enam puluh) hari kalender 5 Rp. 298.850.000,- -
Kabupaten Calang Konstruksi Jalan

Pemerintah Kabupaten Aceh Pengawasan Pembangunan Teknis


6 2009 Utara Provinsi Nanggroe Aceh Jalan Dan Jembatan Kabupaten Pengawasan 150 (seratus lima puluh) hari kalender 17 Rp. 600.105.000,- -
Darusslaam Aceh Utara

Pengawasan Lanjutan
Mahkamah Syar'iyah Provinsi Pembangunan Gedung Mahkamah
7 2008 Pengawasan 150 (seratus lima puluh) hari kalender 5 Rp. 205.000.000,- -
Nanggroe Aceh Darussalam Syar'iyah Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam

USULAN TEKNIS B-2


PT. CITRA RANCANG GLOBAL

C. Uraian Pengalaman Perusahaan Sejenis

Untuk pengalaman pekerjaan sejenis untuk kegiatan selama 10 (Sepuluh) tahun


terakhir ini PT. Citra Rancang Global pernah melaksanakan pekerjaan yang sejenis.
Konsultan akan mengorganisir suatu team yang terdiri dari personil yang berkualitas
dan dengan pengalaman yang ada dalam penanganan proyek - proyek sejenis.

Pada bagian ini terdapat penjelasan detail untuk masing-masing pekerjaan (major
work) yang dapat dilihat pada tabel Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (Sepuluh)
Tahun Terakhir di halaman berikut.

USULAN TEKNIS C-1


PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Dinas Bina Marga Dan Cipta Karya Kabupaten Bener Meriah
2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Jalan DAK
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kabupaten Bener Meriah
5. Nilai Kontrak : Rp. 501.710.000,-
6. No. Kontrak : 610.1/003/SPK/SS-DEDK/APBK/DBMCK-BM/2014
7. Waktu Pelaksanaan : 114 (seratus empat belas) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 15 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Site Engineer Sipil/Struktur 1
b. Chief Inspector / Quality Sipil/Struktur 1
Engineer
c. Quantity Engineer Sipil/Struktur 1
d. Inspector Sipil 3
e. Lab. Technical Sipil 2
f. Surveyor Sipil 2
g. Drafter Sipil 2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh


2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Relokasi Pembangunan UPTD Puskesmas Ulee Kareng
Tahap I
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kota Banda Aceh
5. Nilai Kontrak : Rp. 30.525.000,-
6. No. Kontrak : 440/3864.A/2014
7. Waktu Pelaksanaan : 60 (enam puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 3 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Chief Inspector Sipil/Struktur 1
b. Inspector Sipil 1
c. Operator Komputer / Cad Administrasi 1
d. - - 0
e. - - 0
f. - - 0
g. - - 0
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Calang


2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Konstruksi Jalan (Kegiatan VI)
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kabupaten Aceh Jaya
5. Nilai Kontrak : Rp. 47.855.000,-
6. No. Kontrak : 620/SPK-019/PU.KONS/BM/APBK/2013
7. Waktu Pelaksanaan : 60 (enam puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 3 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Chief Inspector Sipil/Struktur 1
b. Inspector Sipil 1
c. Operator Komputer / Cad Administrasi 1
d. - - 0
e. - - 0
f. - - 0
g. - - 0
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie


2. Nama Paket Pekerjaan : Biaya Pengawasan (Otsus) Pembangunan Ruang Bersalin RSIA Tahap II
(Lanjutan)
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kabupaten Pidie
5. Nilai Kontrak : Rp. 30.500.000,-
6. No. Kontrak : 620/068/DK/V/2012
7. Waktu Pelaksanaan : 60 (enam puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 3 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Chief Inspector Sipil/Struktur 1
b. Inspector Sipil 1
c. Operator Komputer / Cad Administrasi 1
d. - - 0
e. - - 0
f. - - 0
g. - - 0
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Calang


2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Pengadaan Konstruksi Jalan
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kabupaten Aceh Jaya
5. Nilai Kontrak : Rp. 298.850.000,-
6. No. Kontrak : 620/03/SPK/KONS.DPPID/2011
7. Waktu Pelaksanaan : 60 (enam puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 5 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Chief Inspector Sipil/Struktur 1
b. Inspector Sipil 3
c. Operator Komputer / Cad Administrasi 1
d. - - 0
e. - - 0
f. - - 0
g. - - 0
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh


Darusslaam
2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Pembangunan Teknis Jalan Dan Jembatan Kabupaten Aceh
Utara
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Kabupaten Aceh Utara
5. Nilai Kontrak : Rp. 600.105.000,-
6. No. Kontrak : 630/056/SPK/APBD/DBM/2009
7. Waktu Pelaksanaan : 150 (seratus lima puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 17 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Site Engineer Sipil/Struktur 1
b. Chief Inspector / Quality Sipil/Struktur 2
Engineer
c. Quantity Engineer Sipil/Struktur 1
d. Inspector Sipil 4
e. Lab. Technical Sipil 2
f. Surveyor Sipil 2
g. Drafter Sipil 2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

1. Pengguna Jasa : Mahkamah Syar'iyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam


2. Nama Paket Pekerjaan : Pengawasan Lanjutan Pembangunan Gedung Mahkamah Syar'iyah
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
3. Lingkup Produk Utama : Laporan Pengawasan, Pelaksaanaan PHO & FHO
4. Lokasi Kegiatan : Provinsi NAD
5. Nilai Kontrak : Rp. 205.000.000,-
6. No. Kontrak : W1-A/616/KS.01/VI/2008
7. Waktu Pelaksanaan : 150 (seratus lima puluh) hari kalender
8. Nama Pemimpin : -
Kemitraan (jika ada)
Alamat : -
Negara Asal : -
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing : 0 Orang/ Bulan
Tenaga Ahli : 5 Orang/ Bulan
Indonesia
10. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli Mitra Kerja
Asing Indonesia
a. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan
b. - 0 Orang/ Bulan 0 Orang/ Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi Keahlian Jumlah Orang Bulan
a. Chief Inspector Sipil/Struktur 1
b. Inspector Sipil 3
c. Operator Komputer / Cad Administrasi 1
d. - - 0
e. - - 0
f. - - 0
g. - - 0
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PDF Compressor Pro
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

A. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Secara umum, Kerangka Acuan Kerja Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet
(Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh), telah dapat dipahami dengan baik
Maksud dan tujuan kerja serta ruang lingkup pekerjaan yang dimuat dalam
Kerangka Acuan Kerja telah dapat dimengerti secara jelas.

Susunan Kerangka Acuan Kerja pun telah tersusun rapi sehingga urutan dan
keterkaitan antara latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, dan tenaga
ahli dapat dipahami dengan baik.
Demi tercapainya kesepahaman dengan pengguna jasa, kami memberi
pemahaman dan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja dalam usulan teknis
ini.Hal ini dimaksudkan agar mempermudah pengguna jasa dalam menyelesaikan
pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan tepat sasaran.

A. UMUM
Persyaratan umum yang tertuang dalam KAK yang harus dipenuhi oleh
Penyedia Jasa dalam pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet
(Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) berupa pemberian layanan oleh
Penyedia Jasa dimana Ketua Tim akan melaksanakan supervisi atau
pengawasan pekerjaan konstruksi dengan melakukan pemantauan atau
kemajuan pekerjaan dari sisi kualitas teknis pelaksanaan pekerjaan, review
semua usulan pekerjaan desain dan perubahan kontrak.
Pengawasan ini akan dilaksanakan bersama-sama dengan PPTK Pengawasan
Dinas Pengairan Aceh. Supervisi dari pekerjaan konsrtuksi akan
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sebagai wakil Direksi Teknik seperti yang
ditentukan dalam dokumen kontrak Pemimpin Pelaksanaan Kegiatan/

USULAN TEKNIS D- 1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pimbagpel akan dibantu oleh Team Supervisi Lapangan yang bertindak


sebagai Wakil Direksi seperti yang ditentukan dalam dokumen
kontrak.Kewenangan yang dilimpahkan Team Supervisi oleh Direksi Teknik
termasuk masalah-masalah teknis dan kontraktual yang secara jelas
disebutkan dalam dokumen kontrak dan tidak dapat dipermasalahkan oleh
kontraktor.

B. MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN


Maksud

Adapun maksud dari Jasa Pelayanan ini adalah membantu Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan (PPTK) dalam pekerjaan pengawasan Pengembangan permukiman
baik di perkotaan maupun di perdesaan pada hakekatnya adalah untuk
mewujudkan kondisi perkotaan dan perdesaan yang layak huni (liveable), aman,
nyaman, damai dan
sejahtera serta berkelanjutan. Pengembangan pembangunan
infrastuktur ini dibiayai oleh APBA tahun anggaran 2015.

Konsultan akan melaksanakan sepenuhnya kegiatan seperti yang


dimaksud diatas dengan berdasarkan pengalaman dalam menangani
pekerjaan sejenis.

Tujuan

Tujuan dari pekerjaan pengawasan teknik ini adalah:

1. Menjamin terlaksananya pekerjaan pengawasan teknik yang sesuai


rencana dengan menggunakan standar yang berlaku, agar pekerjaan
fisik dapat mencapai kualitas yang diinginkan.
2. Memperkenalkan pendekatan sistem mutu untuk mencapai mutu
pelaksanaan jasa konstruksi.
Konsultan menyadari bahwa tujuan utama dari kegiatan Pengawasan
Teknik adalah bertanggung jawab terhadap mutu hasil pekerjaan yang
dilakukan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang
berlaku.

USULAN TEKNIS D- 2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Sasaran

Sasaran dari pekerjaan Pengawasan ini adalah:

proyek yang meliputi pengendalian waktu, prosedur/metode


pelaksanaan, Kualitas dan kuantitas (bahan, tenaga kerja dan peralatan)
sehingga pelaksanaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan gambar-
gambarrencana dan spesifikasi yang telah ditentukan di dalam kontrak
pelaksanaan pekerjaan (pemborongan), sehingga menghasilkan proses
pembangunan yang efektif, efisien dan ekonomis.

C. LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup kegiatan yang akan dibahas dalam subbab ini menyangkut
pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan proyek selama masa
pelaksanaan fisik.

Sesuai dengan sasaran dari pekerjaan ini, Konsultan membantu Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas Pengairan Aceh untuk membantu
mengidentifikasikan setiap persoalan yang terjadi dilapangan sehubungan
dengan aktifitas kontraktor dan memberikan solusi terhadap masalah yang
dihadapi.

Konsultan akan membentuk sebuah organisasi yang disebut Supervisi Team


yang bertugas dalam jasa pelayanan Tim Pengawasan Teknis. Setiap
anggota team bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing, namun
tetap tidak terbatas pada aktivitas tersebut.

Lingkup Kegiatan Pengawasan Konstruksi Jalan dapat dibagi dalam


beberapa tahapan sebagai berikut :
Membantu Pengawasan Mutu.
Membantu melakukan Review Design.
Memeriksa ukuran volume pekerjaan apakah dilaksanakan dengan
benar, teliti dan sempurna.
Menjamin semua laporan (Report) dibuat sesuai aturan, teliti dan
memuat semua catatan kemajuan serta hal-hal lain yang berkaitan
dengan Pelaksanaan Pekerjaan serta diserahkan diserahkan tepat
pada waktunya.

USULAN TEKNIS D- 3
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Bekerjasama dengan staff PPTK dalam hal-hal yang menyangkut


masalah-masalah teknis.

D. MODIFIKASI DAN INOVASI


Dari hasil observasi di lapangan, dapat diamati bahwa banyak Pengaman
Pantai di Prov. Aceh mengalami dimana kondisi yang tidak berfungsi
penanganan yang memadai harus segera dilaksanakan mengingat hal ini
sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dalam Kelancaran
pembangunan demi percepatan pertumbuhan ekonomi dan sosial
masyarakat yang akan semakin membaik .

Penanganan yang dilakukan terhadap terhadap infrastuktur tersebut tidak


hanya mencakup perbaikan kerusakan secara menyeluruh namun juga
berupa penambahan kekuatan struktur sehingga dapat mendukung serta
peningkatan kapasitas yang memadai.

Nama kegiatan ini adalah paket Supervisi Pengaman Pantai Padang


Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh).

ORGANISASI HUBUNGAN KERJA

Pengguna Jasa, Penyedia Jasa dan Pelaksana Fisik Pekerjaan memiliki


hubungan kerja seperti yang digambarkan pada Gambar A.1 dibawah ini.

GAMBAR A.1 ORGANISASI HUBUNGAN KERJA

KEPALA DINAS PENGAIRAN ACEH

KPA DINAS PENGAIRAN ACEH

PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN


(PPTK)

KONSULTAN KONTRAKTOR

GARIS KOORDINASI

USULAN TEKNIS D- 4
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Penyedia Jasa akan selalu melakukan koordinasi secara berkala dengan


pihak-pihak terkait seperti yang tergambar pada bagan A.1 dalam
melaksanakan tugasnya mengawasi kegiatan Supervisi Pengaman Pantai
Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) ini. Hal ini
dilakukan demi terciptanya kesatuan semua aspek dan menghindari adanya
kesalahpahaman antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa Sehingga
Pengguna Jasa dapat memantau kemajuan yang terjadi di lapangan.

Kerjasama yang baik sangat diharapkan agar semua pekerjaan dapat


berjalan sesuai dengan rencana Oleh karena itu, pihak-pihak terkait
diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam kerjasama ini.
Dengan demikian, hambatan yang ditemui dapat diselesaikan bersama agar
pekerjaan yang dilakukan tidak tertunda dan dapat diselesaikan tepat pada
jangka waktu yang telah disepakati.

B. APRESIASI TERHADAP FILOSOFI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN


JALAN DAN JEMBATAN

Konsultan akan bekerja sesuai dengan kaidah filosofi dari program Dinas
Pengairan Aceh. Selain itu Konsultan juga akan meyakinkan kontraktor
terhadap filosofi yang dipegang dan metodologi yang digunakan serta
anggapan-anggapan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen
Pelelangan dan pekerjaan yang harus diawasinya.

Konsultan akan memberikan pengertian kepada semua personil yang terlibat


dilapangan bahwa Dokumen Kontrak untuk pekerjaan ini didasarkan pada
perencanaan yang disederhanakan, sebagian menggunakan gambar dan
potongan melintang serta detail-detail yang diperlukan untuk pekerjaan
ditempat-tempat dimana potongan melintang dan detail standar tidak bisa
dipakai dan pekerjaan lain yang ternyata belum tersedia dalam Dokumen
Kontrak. Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan data
lapangan yang diambil oleh konsultan yang merupakan kewajiban dari
kontraktor sesuai dengan isi kontrak pelaksanaan.

USULAN TEKNIS D- 5
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Jadwal mobilisasi staff dan kegiatan lainnya akan disusun oleh konsultan
sesegera mungkin sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan. Setelah itu,
pelaksanaan pekerjaan juga akan di laksanakan seoptimal mungkin di
lapangan. Anggaran yang digunakan juga akan diusahakan agar sesuai
dengan anggaran yang telah ditetapkan sehingga tidak membengkak diakhir
pekerjaan.

C. LINGKUP JASA YANG DISEDIAKAN KONSULTAN

Berikut ini merupakan tugas-tugas umum team pengawas teknis di


lapangan:

Membantu pengguna jasa / pemimpin bagian proyek fisik dalam


memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang
tercantum dalam dokumen kontrak, terutama sehubungan dengan
pemenuhan kewajiban dan tugas kontraktor.

Membantu pengguna jasa / pemimpin bagian proyek fisik dalam


melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam mengendalikan
pelaksanaan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan desain,
persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen
serta jadwal waktu yang telah ditetapkan.

Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan contract change order


dan addendum, sehingga perubahan-perubahan kontrak dapat
dibuat secara optimum dengan mempertimbangkan aspek dana yang
tersedia.

Mengumpulkan data yang dibutuhkan di lapangan secara detil


sehingga dapat mendukung peninjauan desain (review design),
menyusun perhitungan desain, membuat gambar desain dan
menyiapkan perintah-perintah kepada kontraktor sehingga perubahan
desain tersebut dapat dilaksanakan.

Melaksanakan pengecekan secara cermat terhadap semua


pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai
sebagai dasar pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan,

USULAN TEKNIS D- 6
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

perhitungan volume dan pembayaran berdasarkan ketentuan yang


tercantum dalam dokumen kontrak.

Melaporkan kepada pengguna jasa / pemimpin bagian proyek fisik


semua masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan,
termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-usaha
penanggulangan dan tindakan turun tangan yang diperlukan dengan
terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan pengguna jasa
pengawasan teknis Keciptakaryaan.

Melakukan monitoring dan pengecekan terus menerus terhadap segala


kegiatan yang berhubungan dengan pengendalian mutu dan volume
pekerjaan, serta menandatangani monthly certivicate (mc) apabila
mutu dalam pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi semua
persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar


terlaksana (as built drawing) yang menggambarkan secara terinci
setiap bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor, serta
membantu pemimpin bagian proyek fisik meneruskan gambar-gambar
tersebut kepada sub pengguna pekerjaan.

Menyusun laporan bulanan tentang kegiatan-kegiatan pelaksanaan


pekerjaan untuk disampaikan kepada pengguna jasa / pemimpin
bagian proyek fisik..

Menyusun laporan triwulan (quarterly report) yang mencakup laporan


kemajuan pekerjaan dan laporan keuangan serta masalah-masalah
yang ditemui di lapangan.

Membantu pengguna jasa / pemimpin bagian proyek fisik dalam


pelaksanaan provisional hand over dan final hand over, terutama
dalam menyusun daftar kerusakan dan penyimpangan yang perlu
diperbaiki.

Membantu dan bekerjasama dengan staff technical assistance


implementation quality improvement, terutama dalam hal

USULAN TEKNIS D- 7
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

mendapatkan data lapangan yang lengkap serta membantu


melaksanakan test-test yang diperlukan.

Secara lebih rinci, lingkup jasa konsultan dijelaskan pada uraian berikut :

A. Pelayanan Pra Konstruksi


Konsultan membantu Pemberi Tugas dalam mempersiapkan Kontrak Kerja
serta selama proses penandatangananan termasuk pemeriksaan
kelengkapan dokumen kontrak.
B. Jasa Selama Mobilisasi dan Konstruksi
i. Masa mobilisasi Kontraktor
- Memeriksa data survey yang akan digunakan
- Menyediakan titik data survey untuk Kontraktor
- Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan dan personil
yang akan didatangkan, fasilitas base camp dan lokasi penempatan
peralatan.
- Memberikan rekomendasi bagi Pemberi Tugas di dalam tahapan
kegiatan pelaksanaan.
- Membantu memeriksa dan memberi solusi terhadap masalah yang
mungkin akan muncul.
- Bertindak untuk menghindari timbulnya klaim dari Kontraktor.

- Mengecek dan mempersiapkan cara penghitungan kuantitas dan


prosedur pemeriksaan mutu (quality control).
- Mengecek dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan lalu lintas
di dalam proyek
- Mengecek pemasangan patok garis tengah jalan dan damija (ROW).
- Mengecek dan merekomendasikan bagi Pemberi Tugas, polis dan
batas lingkup asuransi dari Kontraktor.
- Mengecek dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu material yang
disediakan oleh Kontraktor.
- Menyiapkan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengawasan
pekerjaan.

USULAN TEKNIS D- 8
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

ii. Masa Konstruksi

- Mengecek data titik survey di lapangan


- Menyelenggarakan pengawasan secara terus menerus di lapangan
untuk mendapatkan kepastian bahwa semua pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan persyaratan di dalam dokumen
kontrak; pengendalian; sebab-sebab yang akan menimbulkan
keterlambatan; termasuk melengkapi data-data curah hujan dan
data lainnya yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek.
- Menjaga dan memperbaharui secara berkala daftar tenaga kerja dan
peralatan yang digunakan kontraktor dengan mengacu pada daftar
yang sudah disetujui oleh Pemberi Tugas saat pengajuan penawaran
- Menyelenggarakan laboratorium dan tes lapangan untuk pekerjaan
tanah, material yang akan digunakan dan metode kerja untuk
mendapatkan kepastian sudah sesuai dengan persyaratan.
- Memeriksa dan menyetujui semua gambar kerja dan detailnya yang
diajukan oleh Kontraktor, penyesuaian desain bila diperlukan, agar
sesuai dengan kebutuhan teknis
- Memeriksa dan menyetujui gambar terbangun (as built drawing) dan
manual pemeliharaan yang disiapkan oleh Kontraktor
- Menjaga rencana kemajuan pekerjaan yang terbaru berupa barchart
dan PDM / CPM yang digunakan sesuai dengan rencana kerja yang
sudah disetujui.
- Mengawasi dan mengevaluasi semua instalasi, laboratorium, gudang
peralatan dan barang-barang lainnya agar sesuai dengan acuan dan
kondisi dari dokumen kontrak
- Mempersiapkan semua perubahan (change orders) dan membantu
pemberi tugas pada saat negosiasi harga dan biaya konstruksi setiap
perubahan 2 bulan kedepan (jika ada)
- Memberikan Laporan Mingguan kalau diperlukan jika ada masalah
yang timbul, dan memberikan rekomendasi pemecahan
permasalahan
- Memberikan laporan secara tetap mengenai semua pengukuran
kuantitas dan kualitas pekerjaan yang sudah dites termasuk

USULAN TEKNIS D- 9
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

penggunaan dan kuantitas material, dengan menggunakan bentuk


yang sudah disetujui oleh Pemberi Tugas
- Membuat laporan bulanan, laporan khusus (triwulan atau berkala),
dan laporan akhir proyek seperti yang dikehendaki oleh Pemberi
Tugas untuk masalah-masalah konstruksi, geoteknik, pengaturan
lalulintas dan lain-lain, beserta pemecahan penanggulangannya.
- Menyediakan informasi yang diperlukan oleh pemberi tugas proyek,
menghadiri dan mencatat semua rapat / pertemuan dengan
Kontraktor, Pemilik Proyek, dan instansi pemerintah lain serta
menyediakan bantuan teknis bila dan kapan diperlukan dalam
kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah
kontrak.
- Menjamin penerimaan dan menjaga sebagai laporan tetap, semua
jaminan yang diperlukan di bawah syarat-syarat yang tercantum di
dalam dokumen kontrak untuk material dan peralatan yang
digunakan proyek. Semua material yang digunakan di proyek
termasuk sumbernya juga harus disetujui terlebih dahulu.
- Menyediakan informasi yang diperlukan oleh pemberi tugas proyek,
menghadiri dan mencatat semua rapat / pertemuan dengan
Kontraktor, Pemilik Proyek, dan instansi pemerintah lain serta
menyediakan bantuan teknis bila dan kapan diperlukan dalam
kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah
kontrak.
- Mencatat kondisi cuaca harian, kondisi di luar normal di lapangan,
peralatan kontraktor dan personil di lapangan serta peristiwa /
kejadian yang bisa mengakibatkan keterlambatan, dan langkah-
langkah yang diambil untuk mencegah keterlambatan tersebut.
- Mengevaluasi dan membuat rekomendasi bagi Pemberi Tugas dalam
bertindak atas klaim terhadap kontrak, perselisihan, penambahan
lingkup pekerjaan kontrak dan perubahan-perubahan lain diluar
lingkup pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak

USULAN TEKNIS D- 10
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

- Rancangan sertifikat pembayaran bulanan yang akan disertifikasikan


oleh Ketua Tim untuk mendapatkan persetujuan Pengguna Jasa,
termasuk perkiraan biaya akhir untuk konstruksi dan pengawasan.
- Menyediakan bantuan dan arahan pada saat yang tepat bagi
kontraktor didalam semua masalah yang ada hubungannya dengan
dokumen kontrak, pengecekan terhadap survey tanah dasar, test
pengawasan mutu dan masalah lain yang berhubungan dengan
dipenuhinya kontrak dan kemajuan pekerjaan
- Memberikan nasihat kepada pemberi tugas di dalam menyusun
kebijakan dan langkah untuk mencegah dan mengurangi klaim
- Perjanjian / perwasitan untuk klaim dari kontraktor
- Pemeriksaan Serah Terima Sementara termasuk penyiapan laporan
dan Berita Acara Serah Terima Sementara yang diperlukan dan
menerbitkan Sertifikat Penerimaan Sementara (Certificate of
Provisional Acceptance)
- Pemeriksaan Serah Terima Akhir termasuk penyiapan laporan dan
Berita Acara Serah Terima Akhir yang diperlukan dan menerbitkan
Sertifikat Penerimaan Akhir (Certificate of Final Acceptance).

USULAN TEKNIS D- 11
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

A. METODOLOGI

Konsultan akan memperhatikan Metodologi dalam pelaksanaan pekerjaan


terhadap lingkup pekerjaan/jasa layanan sesuai dengan Kerangka Acuan
Kerja (KAK).
Konsultan akan mempunyai pemahaman atas jasa layanan yang tercantum
dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) meliputi : pengertian terhadap tujuan
pekerjaan / kegiatan, lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan dan
pengenalan lapangan.
Konsultan akan memiliki kualitas Metodologi meliputi : Ketepatan
menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap
mengacu kepada persyaratan Kerangka Acuan Kerja (KAK), konsistensi
antara metodologi dengan rencana kerja, yang dapat dituangkan di dalam
laporan.

B. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan jasa Konsultasi ini berlangsung dalam periode selama 6,0 (enam
koma nol) bulan, bersamaan dengan dimulainya proyek fisik, yang mana
secara komulatif adalah dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.

Berdasarkan pengalaman konsultan dalam hal menangani pekerjaan sejenis,


waktu pelaksanaan dengan periode 6,0 (enam koma nol) bulan adalah waktu
yang cukup cepat sehingga agar dapat diantisipasi bila terjadi hal-hal yang
dapat mengakibatkan tidak tercapainya penyelesaian waktu pelaksanaan
seperti yang direncanakan.

Konsultan akan berupaya sekuat tenaga agar waktu pelaksanaan rencana


dapat tercapai seiring dengan terselesaikannya fisik pekerjaan konstruksi.

C. KELUARAN

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:


Laporan Kemajuan Proyek (Bulanan)
Paling lambat pada setiap tanggal 10 pada bulan yang bersangkutan,
konsultan harus menyerahkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

USULAN TEKNIS D - 12
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

(PPTK), dan PPTK fisik perihal laporan kemajuan proyek bulanan untuk
bulan sebelumnya.
Laporan tersebut berisi kemajuan proyek yang telah dicapai, masalah yang
timbul/dihadapi, cara penanggulangannya, penyimpangan jadwal,
termasuk didalamnya grafik-grafik dan foto-foto sebagai pendukung
laporan tersebut. Data laporan harus sesuai dengan kondisi aktual
lapangan yang diperoleh dari laporan lapangan dan tinjauan lapangan
yang dilakukan pada bulan tersebut.
Laporan Khusus
Laporan Khusus akan dikirimkan pada waktu-waktu yang dianggap perlu
oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bila adanya keterlambatan
yang disebabkan oleh hambatan teknis maupun kesulitan lainnya untuk
masing-masing paket kontrak.
Laporan tersebut berisi ringkasan kemajuan kontrak, semua variasi
kontrak dan perintah perubahan bahan (Change Order). Status dari
tuntutan kontrak, penjelasan ringkasan mengenai kesulitan teknis dan
kontraktual yang ditemui dan informasi lain yang diperlukan.

Justifikasi Teknik
Untuk setiap perubahan design team supervisi berkewajiban untuk
menyiapkan laporan detail design review berisi:
- Data asli sesuai dengan data waktu lelang.
- Catatan lengkap dari semua data design yang dipakai untuk review
design.
- Copy dari semua change order dan addendum yang telah disahkan
sebelumnya.
- Copy dari penawaran kontraktor, termasuk harga satuan lelang dan
detail analisaharga satuan.
- Catatan As-Built yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail dari
semua pekerjaanyang telah dilaksanakan sampai saatini.
- Deskripsi dari anggapan-anggapan yang dipakai dalam design apabila
dipakaianggapan yang lain dari standard Ditjen Bina Marga Departemen
Pekerjaan Umum.
- Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan
perubahan desain.

USULAN TEKNIS D - 13
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

- Daftar jadwal yang baru untuk kuantitas dan harga, sehubungan


dengan revisi designyang diusulkan.
- Gambar-gambar yang jelas yang menunjukkan design asli dan desigan
perbaikan yang diusulkan.
Laporan Akhir
Laporan akhir akan diberikan selambat-lambatnya satu bulan setelah
berakhirnya proyek. Laporan ini berisi pelaksanaan pekerjaan pengawasan
konstruksi jasa konsultasi termasuk di dalamnya laporan individual untuk
setiap paket proyek fisik yang direncanakan mencakup rangkuman
pekerjaan pengawasan yang dilaksanakan, yang ditujukan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK) maupun dengan PPTK fisik.
Keseluruhan laporan yang menjadi kewajiban Konsultan Pengawas
Pelaksanaan Konstruksi masing-masing dibuat sebanyak 5 (lima)
eksemplar untuk tiap-tiap PPTK Fisik.

D.2. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG


D.2.1. PERSONIL
Konsultan akan menyediakan jasa pekerjaan pengawasan teknik pelaksanaan
prasarana dan sarana dasar (PSD) Pengembangan permukiman baik di perkotaan
maupun di perdesaan pada hakekat mewujudkan kondisi perkotaan dan perdesaan
yang layak huni (liveable), aman, nyasejahtera serta berkelanjutan. Untuk menjamin
bahwa pelaksanaan pekerjaan mengikuti gambar rencana dan Dokumen Kontrak
lainnya. Untuk itu Konsultan menyediakan tenaga ahli, selain berpengalaman di
bidangnya, juga mempunyai kemampuan dalam pemakaian program komputer di
bidang manajemen proyek, design dan struktur atau segala sesuatu yang
mendukung Pengawasan Keciptakaryaan.

Jasa Konsultan
Konsultan akan menyelenggarakan jasa konsultan Pengawasan Teknik yang
baik, dengan ruang lingkup jasa konsultan seperti disebutkan pada
Kerangka Acuan.

USULAN TEKNIS D - 14
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Susunan Personil
Konsultan akan menyediakan semua tenaga ahli sesuai dengan jasa
pengawasan teknik yang diperlukan.

D.2.2. FASILITAS PENDUKUNG


1) Penyediaan oleh pengguna jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat
digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa :
a) Laporan, Data dan Gambar
Kumpulan laporan dan data seperti laporan yang menjadi tanggung
jawab pengawasan, data Station dan gambar atau hasil studi
terdahulu serta Peta Topografi hingga detail desain bila tersedia yang
dapat diperoleh pada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan
harus dipelihara dengan baik.
b) Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat
digunakan oleh penyedia jasa
Semua fasilitas data-data pendukung untuk keperluan pekerjaan
Jasa Konsultan untuk Professional Staff dilapangan disediakan oleh
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melalui kontrak layanan
jasa Konsultan pengawas.

2) Penyediaan oleh penyedia jasa


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan
peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan,
yaitu:
- Komputer + Printer + UPS + meja, Sewa Kantor Ketua Tim (Lengkap
Mobilair), Scanner, Camera digital, disediakan dengan cara sewa.
- Kendaraan roda-2, kendaraan roda-4 untuk Prof.Staff dan sub proff staff
disediakan dengan cara sewa.

D.2.3. MATERIAL
Pemilihan material sebaiknya disesuaikan dengan material yang tersedia
dilokasi dengan catatan masih sesuai dengan standar.Selain itu, material yang
dipilih juga harus merupakan bahan material kualitas terbaik yang tersedia
sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang kuat dan mampu bertahan

USULAN TEKNIS D - 15
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

lama sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat yang


menggunakannya.

D.2.4. PERALATAN

Konsultan telah menyiapkan berbagai peralatan kantor yang dapat


mendukung pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap -
III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) ini. Selain itu, Konsultan juga akan meminta
kontraktor untuk memenuhi peralatan survey dan peralatan lainnya yang
memadai demi menunjang pelaksanaan kerja sehingga diharapkan dapat
memenuhi waktu kerja yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak.
Dengan dukungan peralatan yang dimiliki oleh kontraktor pelaksana kami
pihak konsultan pengawasakan mampu mengontrol hasil pekerjaan fisik dan
akan dapat mencapai target waktu yang direncanakan sehingga pekerjaan yang
dilakukan dapat tercapai dengan baik dengan kualitas dan kualitas yang
memuaskan serta sesuai dengan tujuan dan sasaran pekerjaan yang
dimaksud.
Fasilitas dan dukungan peralatan yang dimaksud adalah:

A. Fasilitas dari Konsultan


Sebagai pendukung dalam melaksanakan Pekerjaan Supervisi Pengaman
Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) ini
konsultan telah memiliki berbagai peralatan baik peralatan kantor maupun
peralatan survey, dengan tersedianya dukungan peralatan yang memadai
diharapkan akan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan yang sudah
tercantum dengan KAK.
Dengan fasilitas dan dukungan peralatan yang dimiliki kami dari pihak
konsultan pengawasakan mampu untuk mencapai target waktu yang
direncanakan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat tercapai dengan
baik dengan kualitas yang memuaskan serta sesuai dengan tujuan dan
sasaran pekerjaan yang dimaksud.
Fasilitas dan dukungan peralatan yang dimaksud tercantum pada table
berikut:

USULAN TEKNIS D - 16
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

b. Peralatan Lapangan.
Peralatan Survey

No. Nama Peralatan Jumlah

1. Handy Talkie ICOM 02AT 2 Buah


2. Stopwatch OMEGA 2 Buah
3. Pita Ukur FUJITA (100 m) 4 Buah
4. Kompas OMEGA 2 Buah
5. Kamera Digital 3 Buah

Peralatan Pengukuran

No. Nama Peralatan Jumlah

1. Theodolite WILD T-0 2 Unit


2. Theodolite WILD T-2 2 Unit
3. Waterpass TOPCON 4 Unit
4. EDM WILD DI-4 1 Unit
5. Total Station WILD TC 500 1 Unit
6. GPS Garmin 1 Unit

c. Peralatan Kantor
Peralatan Gambar

No. Nama Peralatan Jumlah

1. Meja Gambar MUTOH dan Lokal 7 Buah


2. Rapidograph STAEDLER 6 Set
3. Plannimeter Manual A.OTT 3 Buah
4. Lettering Set KENT 4 Set
5. Kalkulator CASIO FX 3800 P, FX 8 Buah
880 P
6. Mallcircle KENT 3 Set
7. Mistar Skala CASTEL 3 Buah

USULAN TEKNIS D - 17
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Peralatan Administrasi

No. Nama Peralatan Jumlah

Komputer Intel Pentium IV 4-2,0


1. 6 Unit
GH / HD 80 G.Byte
Komputer Pentium III1 Athlon
2. 5 Unit
1500 HD 40 G.Byte
3. Acer Travelmate / Note Book 1 Unit
4. Printer EPSON LQ 1170 2 Unit
8. Printer HP DESKJET 660 C 2 Unit
9. Printer CANON BJ 330 1 Unit
10. Printer CANON BJC 5500 / A3 2 Unit
11. Printer CANON BJC 4310 SP 2 Unit
12. Printer CANON BJC 2100 SP 3 Unit
13. Plotter ENCAD Cadjet 2 1 Unit
14. Scanner UMAX Astra 2000 P 2 Unit
15. Mesin Tik Manual BROTHER 2 Buah
(Portable)
16. Meja Tulis OLYMPIC biro 20 Buah
17. Kursi Lipat CHITOSE 30 Buah
18. Mesin Hitung OLIVETTI 1 Buah
19. Lemari Arsip Lokal 6 Buah
20. Filling Cabinet 2 Buah
21. Kendaraan Roda-2 : HONDA GL 2 Unit
PRO 96
22. Kendaraan Roda4 : TOYOTA 2 Unit
Kijang 90

USULAN TEKNIS D - 18
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

I. URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA


Seperti sudah dijelaskan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR),

bahwa tujuan umum dari pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet

(Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) adalah untuk melaksanakan tugas

dengan tanggung jawab dalam rangka membantu Pejabat Pelaksana Teknis

Kegiatan untuk melakukan pengawasan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan

oleh Kontraktor sehingga didapat hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak

baik segi kualitas, kuantitas serta dapat diselesaikan dalam waktu dan biaya yang

sudah ditentukan, termasuk dalam hal ini melakukan review desain apabila

diperlukan.

Untuk dapat tercapainya hasil pekerjaan seperti yang disyaratkan dalam

Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR), akan mengerahkan Tim Supervisi yang sudah

berpengalaman luas bidang Supervisi Konstruksi, khususnya penanganan

pengawasan pekerjaan dalam bidang pembangunan sarana / prasarana bangunan

penampung air.

Tim supervisi lapangan akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan Field

Engineering selama waktu konstruksi dengan menggunakan data lapangan yang


diperoleh dari kontraktor di bawah Supervisi Konsultan. Hal ini harus sesuai

dengan yang disebut dalam spesifikasi Kontrak (Kontrak). Selain itu modifikasi

desain yang akan dilakukan oleh konsultan akan mengikuti standar yang telah

USULAN TEKNIS
E-1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

ditentukan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan maupun standar dan pedoman

lain yang berlaku di Indonesia.

Layanan pekerjaan juga mencakup supervisi dari semua aspek

pelaksanaan pekerjaan dan menjamin bahwa pekerjaan konstruksi sesuai dengan

spesifikasi teknis dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

Tim supervisi konsultan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara

terus-menerus tentang kemajuan pekerjaan, inspeksi dan pemeriksaan terhadap

seluruh hasil pekerjaan, pengendalian mutu dan volume pekerjaan serta masalah-

masalah yang berkaitan dengan progres penyelesaian konstruksi, ketepatan waktu

pelaksanaan, termasuk progress pembayaran pekerjaan kepada kontraktor.

Seperti yang telah disampaikan dalam Kerangka Acuan Kerja bahwa

lingkup kegiatan Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan Supervisi Pengaman

Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) adalah pelaksanaan

fungsi manajemen proyek yang meliputi pengendalian waktu, prosedur/ metode

pelaksanaan, volume dan kualitas (bahan, tenaga kerja dan peralatan), sehingga

pelaksanaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar rencana dan

spesifikasi yang telah ditentukan di dalam Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan

(pemborongan).

Supervisi proyek meliputi pengawasan pekerjaan di lapangan,

kontrol, dan inspeksi. Pengawasan bisa dilakukan dari level top manajer

sampai pekerjaan mandor dilapangan, sesuai dengan bidang-bidang pekerjaan

masing- masing.

Pengawasan dilakukan dengan menggunakan berita lisan, berita

berbentuk laporan tertulis ataupun melalui pandangan mata. Seorang

pengawas selalu mengadakan check dan recheck , review, evaluasi kemajuan

USULAN TEKNIS
E-2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

pekerjaan dan dengan memperbandingkan terhadap tolok ukur yang ada,

misalnya terhadap gambar kerja dan R.K.S, dan lain sebagainya.

Sebelum seorang pengawas memutuskan untuk menolak atau

menerima suatu hasil pekerjaan, diperlukan standar ukuran yang dapat

dijadikan pedoman.

Langkah-langkah penting dalam pekerjaan supervisi proyek antara

lain:

menetapkan tolok ukur yang akan digunakan

mengukur prestasi kerja

membandingkannya dengan prestasi yang seharusnya atau tolok

ukur yang ada.

menanggulangi terhadap prestasi yang kurang cukup atau tidak

memenuhi persyaratan.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan suatu pendekatan umum dan

metodologi pelaksanaan supervisi yang tepat sehingga pelaksanaan pembangunan

dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

A. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


1. Umum

Sebuah pengaman pantai memiliki fungsi, yaitu untuk melindungi tepi

daratan dari air Pengaman pantai juga dapat didefinisikan sebagai bangunan air

yang dibangun secara melintang laut, sedemikian rupa agar air laut di sekitarnya

tidak naik sampai ke daratan.

USULAN TEKNIS
E-3
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -1 Contoh gambar pengaman pantai

Suatu konstruksi sebuah pengaman pantai dapat dibuat dari urugan

tanah, pasangan batu kali, dan bronjong atau beton. Sebuah pengaman pantai

konstruksinya dibuat melintang laut dan fungsi utamanya adalah untuk

mempengaman pantai dari air laut naik ke permukaan daratan. Sebelum

membangun sebuah konstruksi pengaman pantai, terlebih dahulu ditentukan lokasi

atau di bagian laut mana pengaman pantai tersebut akan dibangun. Ini terkait

dengan wilayah daratan. Pemilihan lokasi pengaman pantai hendaknya

memperhatikan beberapa hal-hal seperti, wilayah atau topografi daerah yang akan

dialiri, topografi lokasi pengaman pantai, keadaan hidrolis aliran laut, keadaan

tanah pondasi, dan lain sebagainya. Selain hal-hal utama yang telah disebutkan

tadi, terdapat pula hal-hal khusus yang harus tetap diperhatikan sebelum

membangun sebuah konstruksi pengaman pantai, misalnya konstruksi pengaman

pantai harus direncanakan sedemikian rupa agar seluruh daerah dapat dialiri

secara proses gravitasi, tinggi pengaman pantai dari dasar laut tidak lebih dari

USULAN TEKNIS
E-4
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

tujuh meter, saluran induk tidak melewati trase yang sulit, letak bangunan

pengambilan (intake) harus di letakkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin

kelancaran masuknya air, sebaiknya lokasi pengaman pantai itu berada pada alur

laut yang lurus, keadaan pondasi cukup baik, tidak menimbulkan genangan yang luas

di udik pengaman pantai serta tanggul banjir sependek mungkin, dan pelaksanaan

tidak sulit dan biaya pembangunan tidak mahal. Untuk keperluan perencanaan dan

pembangunan suatu konstruksi pengaman pantai, diperlukan pula data-data yang

nanti akan dipergunakan untuk menentukan dimensi, luasan, dan bagian-bagian

pengaman pantai yang perlu dibangun. Data-data tersebut, misalnya data

topografi, data hidrologi, data morfologi, data geologi, data mekanika tanah,

standar perencanaan (PBI, PKKI, PMI, dll), data lingkungan, dan data ekologi.

Selain itu, diperlukan juga data-data terkait tentang curah hujan di derah

tersebut, data debit banjir, dan data-data lain yang terkait dengan keadaan

hidrologis daerah tersebut. Semua data-data ini dipergunakan untuk perencanaan

dan pembangunan sebuah konstruksi pengaman pantai.

Syarat-syarat konstruksi pengaman pantai harus memenuhi beberapa

faktor, yaitu :

1. Pengaman pantai harus stabil dan mampu menahan tekanan air pada

waktu air laut pasang.

2. Pembuatan pengaman pantai harus memperhitungkan kekuatan daya

dukung tanah di bawahnya.

3. Pengaman pantai harus dapat menahan bocoran (seepage) yang

disebabkan oleh aliran air laut dan aliran air yang meresap ke dalam

tanah.

USULAN TEKNIS
E-5
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

4. Tinggi ambang pengaman pantai harus dapat memenuhi tinggi muka

air minimum yang diperlukan untuk seluruh daerah irigasi.

5. Bentuk peluap harus diperhitungkan, sehingga air dapat membawa

pasir, kerikil dan batu-batu dari sebelah hulu dan tidak menimbulkan

kerusakan pada tubuh pengaman pantai.

Pemilihan lokasi pembangunan pengaman pantai harus didasarkan atas

beberapa faktor, yaitu :

1. Keadaan Topografi

Dalam hal ini semua rencana daerah irigasi dapat terairi, sehingga

harus dilihat elevasi sawah tertinggi yang akan diari.

Bila elevasi sawah tertinggi yang akan diairi telah diketahui maka

elevasi mercu pengaman pantai dapat ditetapkan.

2. Kondisi Hodrologi

Dalam pembuatan pengaman pantai, yang patut diperhitungkan juga

adalah faktor faktor hidrologinya, karena menentukan lebar dan

panjang pengaman pantai serta tinggi pengaman pantai tergantung

pada debit rencana. Faktor faktor yang diperhitungkan, yaitu

masalah banjir rencana, perhitungan debit rencana, curah hujan

efektif, distribusi curah hujan, unit hidrograf, dan banjir di site atau

pengaman pantai.

3. Kondisi Topografi

Ketinggian pengaman pantai tidak terlalu tinggi.

Trase saluran induk terletak di tempat yang baik.

4. Kondisi Hidraulik dan Morfologi

USULAN TEKNIS
E-6
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pola aliran laut meliputi kecepatan dan arahnya pada waktu debit

banjir.

Kedalaman dan lebar muka air pada waktu debit banjir.

Tinggi muka air pada debit banjir rencana.

Potensi dan distribusi angkutan sedimen.

5. Kondisi tanah pondasi

Pengaman pantai harus ditempatkan di lokasi dimana tanah

pondasinya cukup baik sehingga bangunan akan stabil. Faktor lain

yang harus dipertimbangkan pula yaitu potensi kegempaan dan

potensi gerusan karena arus dan sebagainya.

6. Biaya pelaksanaan

Biaya pelaksanaan pembangunan pengaman pantai juga menjadi salah

satu faktor penentu pemilihan lokasi pembangunan pengaman pantai.

Dari beberapa alternatif lokasi ditinjau pula dari segi biaya yang

paling murah dan pelaksanaan yang tidak terlalu sulit.

Bangunan yang terdapat pada pengaman pantai :

1. Tubuh pengaman pantai (weir)

Tubuh pengaman pantai merupakan struktur utama yang berfungsi

untuk mempengaman pantai laju aliran laut dan menaikkan tinggi muka

air laut dari elevasi awal. Bagian ini biasanya terbuat dari urugan

tanah, pasangan batu kali, dan bronjong atau beton. Tubuh pengaman

pantai umumnya dibuat melintang pada aliran laut. Tubuh pengaman

pantai merupakan bagian yang selalu atau boleh dilewati air baik

dalam keadaan normal maupun air banjir. Tubuh pengaman pantai

USULAN TEKNIS
E-7
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

harus aman terhadap tekanan air, tekanan akibat perubahan debit

yang mendadak, tekanan gempa,dan akibat berat sendiri.

2. Pintu air (gates)

Pintu air merupakan struktur dari pengaman pantai yang berfungsi

untuk mengatur, membuka, dan menutup aliran air di saluran baik

yang terbuka maupun tertutup. Bagian yang penting dari pintu air,

yaitu

Daun pintu (gate leaf)

Adalah bagian dari pintu air yang menahan tekanan air dan dapat

digerakkan untuk membuka, mengatur, dan menutup aliran air.

Rangka pengatur arah gerakan (guide frame)

Adalah alur dari baja atau besi yang dipasang masuk ke dalam

beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu

sesuai dengan yang direncanakan.

Angker (anchore)

Adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan

untuk menahan rangka pengatur arah gerakan agar dapat

memindahkan muatan dari pintu air ke dalam konstruksi beton.

Hoist

Adalah alat untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat dibuka

dan ditutup dengan mudah.

3. Pintu Pengambilan (intake)

Pintu pengambilan berfungsi mengatur banyaknya air yang masuk

saluran dan mencegah masuknya benda-benda padat dan kasar ke

dalam saluran. Pada pengaman pantai, tempat pengambilan bisa terdiri

dari dua buah, yaitu kanan dan kiri, dan bisa juga hanya sebuah,

USULAN TEKNIS
E-8
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

tergantung dari letak daerah yang akan diairi. Bila tempat

pengambilan dua buah, menuntut adanya bangunan penguras dua buah

pula. Kadang-kadang bila salah satu pintu pengambilam debitnya kecil,

maka pengambilannya lewat gorong-gorong yang di buat pada tubuh

pengaman pantai. Hal ini akan menyebabkan tidak perlu membuat dua

bangunan penguras dan cukup satu saja.

4. Pintu Penguras

Penguras ini bisanya berada pada sebelah kiri atau sebelah kanan

pengaman pantai dan kadang-kadang ada pada kiri dan kanan

pengaman pantai. Hal ini disebabkan letak daripada pintu

pengambilan. Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kiri

pengaman pantai, maka penguras pun terletak pada sebelah kiri pula.

Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kanan pengaman pantai,

maka penguras pun terletak pada sebelah kanan pula. Sekalipun

kadang-kadang pintu pengambilan ada dua buah, mungkin saja

bangunan penguras cukup satu hal ini terjadi bila salah satu pintu

pengambilan lewat tubuh pengaman pantai. Pintu penguras ini terletak

antara dinding tegak sebelah kiri atau kanan pengaman pantai dengan

pilar, atau antara pilar dengan pilar. Lebar pilar antara 1,00 sampai

2,50 meter tergantung konstruksi apa yang dipakai. Pintu penguras

ini berfungsi untuk menguras bahan-bahan endapan yang ada pada

sebelah udik pintu tersebut. Untuk membilas kandungan sedimen dan

agar pintu tidak tersumbat, pintu tersebut akan dibuka setiap

harinya selama kurang lebih 60 menit. Bila ada benda-benda hanyut

mengganggu eksploitasi pintu penguras, sebaiknya dipertimbangkan

USULAN TEKNIS
E-9
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

untuk membuat pintu menjadi dua bagian, sehingga bagian atas dapat

diturunkan dan benda-benda hanyut dapat lewat diatasnya.

5. Kolam Peredam energi

Bila sebuah konstruksi pengaman pantai dibangun pada aliran laut

baik pada palung maupun pada sodetan, maka pada sebelah hilir

pengaman pantai akan terjadi loncatan air. Kecepatan pada daerah itu

masih tinggi, hal ini akan menimbulkan gerusan setempat (local

scauring). Untuk meredam kecepatan yang tinggi itu, dibuat suatu

konstruksi peredam energi. Bentuk hidrolisnya adalah merupakan

suatu bentuk pertemuan antara penampang miring, penampang

lengkung, dan penampang lurus.

Secara garis besar konstruksi peredam energi dibagi menjadi 4

(empat) tipe, yaitu

Ruang Olak Tipe Vlughter

Ruang olak ini dipakai pada tanah aluvial dengan aliran laut tidak

membawa batuan besar. Bentuk hidrolis kolam ini akan dipengaruhi

oleh tinggi energi di hulu di atas mercu dan perbedaan energi di

hulu dengan muka air banjir hilir.

Gambar E -5 Ruang Olak Tipe Vlughter

USULAN TEKNIS
E - 10
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Ruang Olak Tipe Schoklitsch

Peredam tipe ini mempunyai bentuk hidrolis yang sama sifatnya

dengan peredam energi tipe Vlughter. Berdasarkan percobaan,

bentuk hidrolis kolam peredam energi ini dipengaruhi oleh faktor-

faktor, yaitu tinggi energi di atas mercu dan perbedaan tinggi

energi di hulu dengan muka air banjir di hilir.

Gambar E -6 Ruang Olak Tipe Schoklitsch

Gambar E -7 Grafik Tipe Schoklitsch

USULAN TEKNIS
E - 11
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Ruang Olak Tipe Bucket

Kolam peredam energi ini terdiri dari tiga tipe, yaitu solid bucket,

slotted rooler bucket atau dentated roller bucket, dan sky jump.

Ketiga tipe ini mempunyai bentuk hampir sama dengan tipe

Vlughter, namun perbedaanya sedikit pada ujung ruang olakan.

Umumnya peredam ini digunakan bilamana laut membawa batuan

sebesar kelapa (boulder). Untuk menghindarkan kerusakan lantai

belakang maka dibuat lantai yang melengkung sehingga bilamana

ada batuan yang terbawa akan melanting ke arah hilirnya.

Gambar E -8 Ruang Olak Tipe Bucket

USULAN TEKNIS
E - 12
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Ruang Olak tipe USBR

Tipe ini biasanya dipakai untuk head drop yang lebih tinggi dari 10

meter. Ruang olakan ini memiliki berbagai variasi dan yang

terpenting ada empat tipe yang dibedakan oleh rezim hidraulik

aliran dan konstruksinya. Tipe-tipe tersebut, yaitu ruang olakan

tipe USBR I merupakan ruang olakan datar dimana peredaman

terjadi akibat benturan langsung dari aliran dengan permukaan

dasar kolam, ruang olakan tipe USBR II merupakan ruang olakan

yang memiliki blok-blok saluran tajam (gigi pemencar) di ujung

hulu dan di dekat ujung hilir (end sill) dan tipe ini cocok untuk

aliran dengan tekanan hidrostatis lebih besar dari 60 m, ruang

olakan tipe USBR III merupakan ruang olakan yang memiliki gigi

pemencar di ujung hulu, pada dasar ruang olak dibuat gigi

penghadang aliran, di ujung hilir dibuat perata aliran, dan tipe ini

cocok untuk mengalirkan air dengan tekanan hidrostatis rendah,

dan ruang olakan tipe USBR VI merupakan ruang olakan yang

dipasang gigi pemencar di ujung hulu, di ujung hilir dibuat perata

aliran, cocok untuk mengalirkan air dengan tekanan hidrostatis

rendah, dan Bilangan Froud antara 2,5 - 4,5.

USULAN TEKNIS
E - 13
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -11 Ruang Olak Tipe USBR II

USULAN TEKNIS
E - 14
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -12 Ruang Olak Tipe USBR III

USULAN TEKNIS
E - 15
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -13 Ruang Olak Tipe USBR IV

USULAN TEKNIS
E - 16
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Ruang Olak Tipe The SAF Stilling Basin (SAF = Saint Anthony

Falls)

Ruang olakan tipe ini memiliki bentuk trapesium yang berbeda

dengan bentuk ruang olakan lain dimana ruang olakan lain

berbentuk melebar. Bentuk hidrolis tipe ini mensyaratkan Fr

(Bilangan Froude) berkisar antara 1,7 sampai dengan 17. Pada

pembuatan kolam ini dapat diperhatikan bahwa panjang kolam dan

tinggi loncatan dapat di reduksi sekitar 80% dari seluruh

perlengkapan. Kolam ini akan lebih pendek dan lebih ekonomis akan

tetapi mempunyai beberapa kelemahan, yaitu faktor keselamatan

rendah (Open Channel Hidraulics, V.T.Chow : 417-420)

USULAN TEKNIS
E - 17
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E-14 Ruang Olak Tipe The SAF

USULAN TEKNIS
E - 18
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

6. Kantong Lumpur

Kantong lumpur berfungsi untuk mengendapkan fraksi-fraksi sedimen

yang lebih besar dari fraksi pasir halus ( 0,06 s/d 0,07mm ) dan

biasanya ditempatkan persis disebelah hilir bangunan pengambilan.

Bahan-bahan yang telah mengendap dalam kantung lumpur kemudian

dibersihkan secara berkala melalui saluran pembilas kantong lumpur

dengan aliran yang deras untuk menghanyutkan endapan-endapan itu

ke laut sebelah hilir.

7. Bangunan Pelengkap

Terdiri dari bangunan-bangunan atau pelengkap yang akan

ditambahkan ke bangunan utama untuk keperluan :

Pengukuran debit dan muka air di laut maupun di saluran laut..

Pengoperasian pintu.

Peralatan komunikasi, tempat berteduh serta perumahan untuk

tenaga eksploitasi dan pemeliharaan.

Jembatan diatas pengaman pantai agar seluruh bagian bangunan

utama mudah dijangkau atau agar bagian-bagian itu terbuka untuk

umum.

USULAN TEKNIS
E - 19
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

2. Khusus

Untuk mencapai kerja yang maksimal dan dapat tercapai kondisi kerja

yang baik, maka diperlukan koordinasi yang baik antara konsultan supervisi dengan

lembaga-lembaga yang terkait dengan proyek itu, serta hubungan antara konsultan

dengan instansi lainnya yang membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

Konsultan sebagai pihak pengawas dan kontraktor sebagai pihak pelaksana, masing-

masing merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalam penentuan lancar tidaknya

pelaksanaan proyek. Selain itu Konsultan harus dapat bekerja sama sepenuhnya

dengan lembaga pemerintah lainnya yang terkait dengan pekerjaan.

Tugas-tugas yang akan didelegasikan adalah berupa tugas-tugas yang

berkaitan dengan masalah teknis dan kontrak, dimana tugas-tugas tersebut

diuraikan dalam sub bab lain dari dokumen usulan teknis ini.

Agar diperoleh hasil pengawasan pekerjaan yang maksimal dalam

pekerjaan Supervisi Konstruksi ini, Tim Supervisi akan melaksanakan sistem

pengawasan dan pembagian kerja yang sistematis dan terencana sebagaimana

prinsip-prinsip dalam manajemen konstruksi. Untuk itu pemilihan personil yang

berpengalaman dan pengelompokan personil dalam tim merupakan hal yang tak

dapat dipisahkan untuk mencapai sasaran diatas.

Pemahaman atas lingkup supervisi yang akan dilaksanakan sangat mutlak

diperlukan, khususnya jenis pekerjaan dalam kategori Task Concept.

Kategori Task Concept akan menuntut peranan dan tanggung jawab

Konsultan yang lebih mendalam dan berwenang penuh untuk penanganan supervisi

pelaksanaan pekerjaan mencakup diantaranya pekerjaan perencanaan dan review

design (jika diperlukan) berikut penyiapan gambar design dan estimasi biaya
konstruksinya serta terhadap pengawasan pekerjaan agar hasil akhir mutu

USULAN TEKNIS
E - 20
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan. Disamping itu pada akhir pekerjaan

menyiapkan manual operasi dan pemeliharaan (jika diperlukan).

Sedangkan kategori Assistance Concept, Konsultan cenderung akan lebih

banyak membantu Pihak Proyek untuk pekerjaan pengawasan / supervisi dalam

usaha menyelesaikan pekerjaan kontruksi sesuai dengan standar teknis yang

diinginkan.

Tugas / sasaran utama dalam pelaksanaan supervisi konstruksi adalah

mencapai sasaran yang diinginkan, yakni mencakup :

a. Tercapainya Kualitas Pekerjaan, dimana hasil pelaksanaan pekerjaan

sesuai dengan kualitas teknik yang diinginkan.

b. Fungsi Bangunan yang Optimal, dalam hal ini bangunan konstruksi yang

dibuat sesuai dengan dimensi yang direncanakan dan dapat berfungsi

sebagaimana yang diharapkan.

c. Pengendalian Ketepatan Waktu Pelaksanaan, dimana pelaksanaan

pekerjaan sesuai dengan jadwal kontrak yang telah ditetapkan.

d. Pengendalian Biaya Pekerjaan, dimana konsultan supervisi turut

mengendalikan sehingga biaya pekerjaan sesuai dengan kuantitas dan

kualitas bangunan yang dibuat dan secara keseluruhan tidak melampauai

dana yang telah disediakan.

e. Ketepatan Cara Pelaksanaan, dilakukan dengan cara yang tepat.

f. Terjaminnya Keselamatan Kerja, dapat terjaga dengan baik.

g. Hasil Akhir Pelaksanaan, diselesaikan dengan rapih.

h. Diterima Lingkungan, tidak mengganggu lingkungan.

Disamping tugas utama tersebut, konsultan supervisi juga akan

melaksanakan kegiatan :

review design (jika diperlukan),

USULAN TEKNIS
E - 21
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

on the job training kepada staff proyek (jika diperlukan),


checking gambar konstruksi yang dibuat kontraktor,

evaluasi BOQ dan estimasi biaya konstruksi,

monitoring kemajuan pekerjaan dan pembayaran,

checking as built drawing,


dokumentasi dan pengarsipan pelaksanaan konstruksi

dan lain-lain.

Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan Pengawasan /

supervisi adalah :

A Aspek Umum

1) Melakukan kaji ulang dan memberikan persetujuan terhadap semua

usulan rencana, jadual dan dokumen terkait pekerjaan konstrksi dan

pelaksanaan proyek yang telah dibuat oleh kontraktor.

2) Melakukan penngecekan untuk memastikan pertanggung jawaban

kontraktor terhadap jadual dan rencana kerja yang telah disetujui.

3) Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap desain

dan perhitungan desain yang disiapkan oleh kontraktor.

4) Melakukan pengecekan dan inspeksi kualitas dan kuantitas pekerjaan.

5) Melakukan pengawasan tambahan penyelidikan / penelitian lapangan

(sesuai dengan keperluan)

6) Memberikan saran dan persetujuan terhadap jadual pengadaan dan

jumlah bahan konstruksi seperti semen, dan lain-lain yang diusulkan oleh

kontraktor.

7) Meberikan saran dan persetujuan terhadap metode pengukuran dan

perhitungan volume pekerjaan dan membantu melakuka verifikasi

kemajuan kontrak dan pembayaran.

USULAN TEKNIS
E - 22
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

8) Melakukan inspeksi ke pabrik pembuat peralatan dan bahan-bahan

konstruksi (sesuai dengan keperluan bila diperlukan).

9) Menyiapkan laporan-laporan inspeksi dan kegiatan pegawasan

10) Melakukan pangawasan dan persetujuan gambar purna laksana (as built

drawing) yang telah dibuat dan diserahkan oleh kontraktor.

B Aspek Khusus (Modifikasi Desain)

Aspek khusus (modifikasi desain) bangunan yang perlu dikaji adalah :

1. Aspek Ukuran/ Dimensi Bangunan bangunan.

2. Aspek Pemilihan bahan / material yang digunakan.

3. Aspek Kekuatan konstruksi.

4. Aspek Stabilitas.

1. Siklus dalam Pekerjaan Pengawasan

Kegiatan pengawasan (supervisi) dapat digambarkan berupa siklus dari

suatu aktivitas ataupun sub aktivitas, seperti yang digambarkan dalam gambar

dibawah ini.

USULAN TEKNIS
E - 23
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Penjabaran Definisi
Pekerjaan Aktifitas
Evaluasi
Target Teknis dan
Dana, Metode
Waktu Pelaksanaan

Skema
Definisi Pendanaan
Sasaran Detail

Diagram Balok,
Perubahan Garis, Panah,
Perbaikan Precedence,
Pelaksanaan Skala Waktu

Analisis
Pengambilan Lintasan
Keputusan Kritis
Alternatif
Penanganan

Alokasi
Sumber
Laporan Daya

Metode
Kompresi
Analisis Jaringan
Kerja

Pengamatan Komputerisasi
dan
Pendataan Pengontrolan
Jadual Arus Dana
Logistik

Gambar E -1 Siklus dalam pekerjaan pengawasan yang berbasis pada fungsi

Manajemen Konstruksi

USULAN TEKNIS
E - 24
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

2. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konsultan Supervisi

Bagan alir (flow chart) pekerjaan Supervisi Konstruksi dari Konsultan disajikan

pada gambar dibawah ini.

Mulai

PEKERJAAN
PERSIAPAN
Persiapan Administrasi
Penyusunan Sistem Organisasi
Koordinasi Intern Tim Pelaksana
Penyusunan Rencana Kerja
Penempatan Tenaga Ahli
Dukungan Kantor Pusat
Ketepatan Waktu Pelaksanaan

PEKERJAAN
PENDAHULUAN

Pengumpulan data Kontrak dan


Dokumen Pelelangan

PENINJAUAN LOKASI/
FIELD ENGINEERING

Identifikasi jenis-jenis kegiatan yang perlu dilakukan


untuk masing-masing konstruksi
inventarisasi kondisi bangunan existing
TASK CONCEPT

Klarifikasi kebutuhan konstruksi yang diperlukan .


Review data dan masukan teknis dari SID
Klarifikasi modifikasi desain
Penajaman rencana kerja konsultan .
Rangkuman evaluasi
- sketsa desain
- estimasi kuantitas bahan
- estimasi biaya

EVALUASI DAN KAJI ULANG HASIL SID

Membandingkan kondisi di lapangan dengan hasil Survei ,


investigasi dan desain (SID)

Y
Perbedaan KOORDINASI DENGAN TIM
signifikan? TEKNIS

T PENENTUAN JENIS DAN


MACAM REVIEW DESAIN

v Penentuan dimensi dan analisa stabilitas struktur


v Penggambaran bangunan hasil review desain
v Perhitungan volume dan biaya pelaksanaan konstruksi
v Penyusunan spesifikasi teknis
v Usulan Addendum

PRA KONSTRUKSI

v Pre Construction Meeting


v Evaluasi Rencana Mutu Pekerjaan (RMP) atau Rencana Mutu Kontrak (RMK)
v Penyusunan Rencana Konstruksi (Construction Plan)
v Penyusunan Pedoman Kendali Mutu Pekerjaan
v Evaluasi Mutual Check 0% (MC-0).

PELAKSANAAN KONSTRUKSI
v Melakukan pengukuran / Uitzet
v Checking PM dan CP
v Evaluasi gambar kerja dan hasil analisis
v Check List Pengawasan Pekerjaan
v
ASSISTANCE CONCEPT

Pengendalian jadwal pelaksanaan


v Evaluasi rencana kerja dengan implementasi pelaksanaan
v Optimalisasi Volume dan biaya konstruksi
v Menyiapkan format Laporan Harian , Mingguan, Bulanan dan
Menetapkan metode
v testing material dan alat
v Inspeksi dan kontrol kualitas material dan peralatan
v Kontrol kualitas pekerjaan
v Mengevaluasi kerja tambah /kurang
v Memberikan peringatan/ teguran/ sangsi
v Evaluasi usulan pembayaran termyn
v On the job training thd staff proyek
v Menyiapkan laporan progress

RUNNING TEST

MUTUAL CHECK (MC) 100%

PEMELIHARAAN

v Supervisi selama masa pemeliharaan

SERAH TERIMA PEKERJAAN/ FINAL HAND OVER

Selesai

Gambar E -2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Supervisi

USULAN TEKNIS
E - 25
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

3. Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan persiapan merupakan tahap awal dari pelaksanaan pekerjaan

yang akan dilakukan oleh Konsultan Supervisi. Pekerjaan ini lebih bersifat intern

Konsultan dan dimaksudkan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang sekiranya

akan dapat mendukung kelancaran pekerjaan.

Pekerjaan persiapan ini diantaranya adalah :

a. Persiapan Administrasi

Persiapan administrasi merupakan kegiatan paling awal dari Konsultan

setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPK) / Kontrak dari Pemberi Kerja.

Persiapan administrasi tersebut mencakup :

pembuatan dokumen kontrak,

pengurusan surat ijin ke instansi terkait,

pembuatan surat tugas kepada personil yang akan terlibat dalam

penanganan proyek,

surat permohonan data dan sebagainya.

Persiapan administrasi tersebut diusahakan dapat diselesaikan sesegera

mungkin sehingga tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan berikutnya.

Pekerjaan persiapan ini akan dilaksanakan oleh seorang administrasi

teknik yang telah cukup berpengalaman dalam menangani pekerjaan yang sejenis,

sehingga diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang disediakan

untuk itu. Segala sesuatu yang terkait dengan masalah administrasi tersebut akan

selalu di bawah pengawasan Tim Leader yang bertanggung jawab atas penyelesaian

seluruh pekerjaan.

USULAN TEKNIS
E - 26
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

b. Sistem Pengorganisasian

Agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan dapat

mencapai target yang diinginkan, maka konsultan akan menyusun struktur

organisasi pelaksanaan pekerjaan yang mencerminkan :

Tugas dan tanggung jawab

Sistem koordinasi

Keterlibatan, maupun

Jalur komunikasi dan lain-lain

Dibawah pimpinan Tim Leader seluruh kegiatan diatur seefektif mungkin

sehingga tercipta tim work yang padu dan solid, serta bertanggung jawab penuh

terhadap semua hal yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan Supervisi Konstruksi

ini.

c. Koordinasi Intern Tim Pelaksana

Diskusi intern antar seluruh tim pelaksana dilakukan dibawah pimpinan

Tim Leader. Diskusi intern akan membahas :

Semua masalah yang ada

Kemungkinan masalah yang timbul

Merumuskan pemecahannya

Tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan

Prosedur pelaksanaan supervisi konstruksi serta menampung

usulan-usulan tim pelaksana sebagai bahan masukan dan evaluasi

pelaksanaan.

USULAN TEKNIS
E - 27
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

d. Penyusun Rencana Kerja

Tingkat keberhasilan suatu proyek tidak hanya tergantung atas

kemampuan dari para Tenaga Ahli yang menangani, akan tetapi faktor perencanaan

(kerja) akan memegang peranan kunci yang akan menentukan kelancaran dan

kesempurnaan hasil yang akan dicapai.

Dengan adanya rencana kerja diharapkan tidak ada kerancuan dan

tumpang tindih pelaksanaan kegiatan, sehingga dukungan dari masing-masing

personil akan memberikan hasil yang optimal.

Mengingat pentingnya rencana kerja ini, Tim Leader akan memimpin

langsung untuk membicarakan dan mendiskusikan masalah-masalah yang berkaitan

dengan :

Jadwal pelaksanaan supervisi pekerjaan

Jadwal penugasan masing-masing personil

Uraian tugas dari masing-masing personil

Hubungan kerja antar personil maupun dengan proyek dan kontraktor.

Peralatan yang akan dibutuhkan

Dukungan pendanaan

Dan sebagainya.

e. Penempatan Tenaga Ahli

Konsultan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menugaskan tenaga

ahli yang cukup berpengalaman sesuai dengan bidang disiplin ilmu masing-masing

untuk mengawasi, mengkoordinasi dan menganalisa aktivitas pekerjaan agar

diperoleh standar kualitas yang cukup tinggi.

USULAN TEKNIS
E - 28
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

f. Dukungan Kantor Pusat

Kantor pusat konsultan di Jakarta sepenuhnya akan mendukung

pelaksanaan pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab.

Aceh Barat (Otsus Aceh) dengan menyiapkan :

Tenaga ahli supervisi

Finansial yang memadai

Dukungan administrasi

Sistem komunikasi, dan lain-lain

g. Ketepatan Waktu Pelaksanaan

Evaluasi dan analisa semua aktivitas kegiatan pelaksanaan konstruksi

akan dilakukan konsultan supervisi secara kontinyu sehingga ketepatan waktu

pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang telah disediakan.

Mengingat pelaksanaan pekerjaan cukup padat yakni harus sudah dapat

diselesaikan dalam waktu 6,0 (enam koma nol) bulan, maka diperlukan suatu

menejemen pengelolaan yang cermat dengan memperhatikan faktor-faktor yang

dapat menghambat aktifitas pelaksanaan pekerjaan.

Pengenalan terhadap item-item pekerjaan serta urut-urutan kerja serta

keterkaitan item satu dengan yang lain harus dipahami. Dari hasil evaluasi dan

analisa semua aktivitas kegiatan selanjutnya dituangkan dalam jadwal pelaksanaan

pekerjaan.

4. Pekerjaan Pendahuluan

Dalam Pekerjaan Pendahuluan kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi

hal-hal sebagai berikut :

- Penyusunan Bagan Organisasi Pekerjaan Supervisi

USULAN TEKNIS
E - 29
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

- Pengumpulan data

- Peninjauan kondisi lapangan

- Evaluasi hasil Survai, Investigasi dan Desain (SID)

- Melakukan kajian ulang (review design) tahap awal

a. Penyusunan Bagan struktur Organisasi Pekerjaan Supervisi

Bagan struktur organisasi dimaksudkan agar semua pelaksanaan

pekerjaan dapat berjalan dengan baik karena telah terdifinisi masing-masing

tugas, wewenang dan tanggung jawab antara semua pihak yang terkait, dalam hal

ini pelaksanaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh

Barat (Otsus Aceh)


Secara garis besar, pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan

konstruksi ini adalah:

1. Kepala Pejabat Pembuat Irigasi dan Rawa II..

2. Instansi terkait

3. Konsultan Supervisi.

4. Kontraktor Pelaksana.

Bagan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan yang akan diusulkan oleh Konsultan

Supervisi dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagaimana ditunjukkan dalam Sub

Bab Organisasi dan Personil akan mencerminkan :

Hubungan kerja

Tugas, wewenang dan tanggung jawab

Mekanisme Kerja

Jalur instruksi

Jalur koordinasi

Jalur komunikasi

USULAN TEKNIS
E - 30
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

b. Hubungan Kerja dan koordinasi dengan Proyek

Tim Supervisi yang terdiri dari Ketua Tim, Inspector, Tenaga Teknis

(staff teknis) dan Tenaga Penunjang akan berada dan berkantor di dekat lokasi

pekerjaan sebagai upaya untuk dapat memonitor secara langsung dan terus

menerus mengenai perkembangan dan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan oleh

kontraktor serta mengupayakan agar segala pekerjaan yang dihasilkan sesuai

dengan standard mutu dan persyaratan/spesifikasi teknis yang ada. Tim supervisi

akan membuat laporan kemajuan yang akan disampaikan kepada Pemimpin Proyek

yang mencakup aktivitas konsultan sendiri maupun aktivitas Kontraktor sebagai

pelaksana fisik.

Pekerjaan-pekerjaan ini juga mencakup hal-hal seperti :

pembuatan rekayasa lapangan,

Contract Change Order,


Menganalisa klaim Kontraktor,

memeriksa pengajuan Sertifikasi Pembayaran Bulanan (Monthly

Certificate) lengkap dengan back up datanya,


serta penyiapan Professional Hand Over (PHO).

Disamping itu Konsultan Supervisi akan membantu Pemimpin Proyek

dalam menyelesaikan perbedaan pendapat yang mungkin timbul dengan Kontraktor

dan memberikan pendapat yang diminta atau tidak berdasarkan pertimbangan dan

analisa obyektif terhadap semua tuntutan yang mungkin diajukan oleh Kontraktor.

Koordinasi kegiatan Tim Pengawasan Lapangan akan dilaksanakan oleh Tim

Supervisi yang dalam hal ini akan diwakili oleh Ketua Tim bersama-sama dengan

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

USULAN TEKNIS
E - 31
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

c. Hubungan Kerja dan koordinasi dengan Kontraktor

Hubungan koordinasi dengan kontraktor dilakukan melalui Pemimpin

Proyek atau Direksi yang ditunjuk. Dalam hubungan ini konsultan bertindak sebagai

wakil dari Pengguna jasa atau biasa disebut dengan Engineer Representative.

Konsultan di dalam melaksanakan tugasnya akan memberikan saran-saran kepada

Kontraktor mengenai masalah-masalah yang berkaitan dan timbul di dalam

pelaksanaan pekerjaan.

Selain itu konsultan akan membantu kontraktor dengan memberikan

saran-saran mengenai metode kerja, organisasi pelaksanaan, pemilihan dan

penempatan staf/tenaga, pemilihan dan penempatan peralatan kerja yang

digunakan dan membantu monitoring pelaksanaan kerja dll.

Terhadap masalah-masalah yang diperkirakan akan timbul di dalam

pelaksanaan pekerjaan, akan didiskusikan secara bersama-sama antara konsultan,

kontraktor, dan direksi lapangan termasuk di dalamnya apabila diperlukan adanya

revisi desain (review design) ataupun design ulang. Konsultan akan memberikan

saran, alternatif pemecahan masalah serta rekomendasi di dalam upaya untuk

pengambilan keputusan, dimana keputusan ini nantinya harus disetujui oleh

Pengguna jasa (diwakili oleh Tim Teknis) sebelum dilaksanakan di lapangan.

Periodik meeting, sedikitnya dilakukan sekali dalam seminggu. Diadakan

bersama-sama dengan Kontraktor dan bilamana perlu dengan Pengguna jasa untuk

mengevaluasi pelaksanaan kerja minggu sebelumnya, serta membuat program kerja

minggu berikutnya.

USULAN TEKNIS
E - 32
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

d. Pengumpulan Data (Dokumen Kontrak dan dokumen lain) dan

Pendalaman terhadap Dokumen Kontrak dan Dokumen Lain yang

Terkait

Konsultan Supervisi akan melakukan pengumpulan data dan dokumen yang

terkait dengan pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini yang utama adalah dokumen

pelelangan dan dokumen kontrak.

Disamping itu Konsultan juga akan mengumpulkan pedoman-pedoman dan

standar pelaksanaan bangunan sipil dan perpipaan yang akan mendukung kelancaran

dan peningkatan kualitas pekerjaan.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah

memngumpulkan, memahami dan mempelajari:

1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai


Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)

2. Laporan hasil Soil Investigation dilokasi Pekerjaan Supervisi


Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus
Aceh)

3. Gambar Kerja, Spesifikasi Teknik Pekerjaan Supervisi Pengaman


Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)

Dokumen Perjanjian Pemborongan (Kontrak) pekerjaan fisik yang

menjadi lingkup tugasnya.

4. Dokumen-dokumen lain yang terkait.

5. Peninjauan Kondisi Lapangan / Field Engineering

Pada awal pelaksanaan pekerjaan, konsultan supervisi akan melaksanakan

Survei lapangan untuk mengetahui kondisi existing. Survei pendahuluan ini, disebut

sebagai Field Engineering atau Rekayasa Lapangan.

USULAN TEKNIS
E - 33
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rekayasa Lapangan oleh

tim supervisi diantaranya sebagai berikut :

- Melakukan identifikasi lapangan jenis-jenis kegiatan yang perlu

dilakukan untuk masing-masing konstruksi disesuaikan dengan hasil

SID

- Melakukan inventarisasi masalah-masalah di bangunan existing

(jika ada) serta melakukan klarifikasi terhadap kebutuhan

konstruksi yang diperlukan.

- Melakukan kajian kembali terhadap data dan masukan teknis dari

SID yang pernah dilakukan serta melakukan klarifikasi dengan

kondisi existing untuk dapat mengevaluasi apakah diperlukan

modifikasi desain atau tidak.

- Melakukan penajaman rencana kerja konsultan.

Selanjutnya Tim Supervisi akan membuat rangkuman evaluasi dengan

menampilkan sketsa desain serta estimasi kuantitas bahan yang diperlukan untuk

konstruksi termasuk estimasi biayanya.

6. Evaluasi Hasil SID

Berdasarkan hasil peninjauan kondisi lapangan yang dilengkapi dengan

catatan mengenai karakteristik konstruksi yang perlu dibangun untuk masing-

masing lokasi, selanjutnya dibandingkan dengan hasil Survei, investigasi dan desain

(SID) untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan yang cukup signifikan

sehingga diperlukan adanya review desain terhadap beberapa konstruksi yang

relatif vital.

USULAN TEKNIS
E - 34
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

7. Redesain / Kajian Ulang

Tim Supervisi akan berkoordinasi dengan Direksi untuk menentukan

jenis dan macam Review Desain yang akan dilakukan.

Tim Supervisi akan melaksanakan kegiatan Review Desain jika

didapatkan beberapa hal sebagai berikut :

- Jika jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan belum ada Survei,

investigasi dan desainnya.

- Jika terdapat perbedaan kondisi lapangan dengan data yang

terdapat dalam hasil SID.

- Jika dipandang perlu dilakukan perubahan type dan konstruksi

berdasarkan pertimbangan teknis.

Konsultan supervisi dalam melaksanakan review desain akan selalu

berkonsultasi dengan direksi (Tim Teknis) yang ditunjuk oleh Pejabat Pelaksana

Teknis Kegiatan.

a. Review Desain

Elevasi mercu pengaman pantai

Elevasi mercu pengaman pantai ditentukan berdasarkan muka air

rencana pada bangunan sadap. Disamping itu kehilangan tinggi energi

perlu ditambahkan untuk alat ukur, pengambilan, saluran primer dan

pada kantong Lumpur.

Lebar Efektif pengaman pantai

Lebar efektif pengaman pantai di sini adalah jarak antar pangkal-

pangkalnya (abutment), menurut kriteria lebar pengaman pantai ini

diambil sama dengan lebar rata-rata laut yang setabil atau lebar

USULAN TEKNIS
E - 35
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

rata-rata muka air banjir tahunan laut yang bersangkutan atau

diambil lebar maksimum pengaman pantai tidak lebih dari 1,2 kali

lebar rata-rata laut pada ruas yang stabil.

Berikut adalah persamaan lebar pengaman pantai :

Dimana :

Be = Lebar efektif pengaman pantai (m).

N = Jumlah pilar

Kp = Koefisien kontraksi pilar.

Ka = Koefisien kontraksi pangkal pengaman pantai

H1 = Tinggi energi diatas mercu (m).

Tabel E - 1 Harga-harga Koefisien kontraksi Pilar (Kp)

No Uraian Harga Kp
Untuk pilar segi 4 dengan sudut-sudut yang dibulatkan pada
1 0,02
jari-jari yang

2 Untuk pilar berujung bulat 0.01

3 Untuk pilar berujung runcing 0.00

USULAN TEKNIS
E - 36
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tabel E - 2 Harga-harga Koefisien kontraksi pangkal pengaman pantai (Ka)

No Uraian Harga (Ka)


Untuk pangkal tembok segi 4 dengan tembok hulu pada
1 0,2
90 kearah
Untuk pangkal tembok segi 4 dengan tembok hulu pada
2 0,1
90 kearah
Untuk pangkal tembok bulat dimana r>0,5 H1 dan tembok
3 0,00
hulu tidak

Tinggi Muka Air Banjir di Atas mercu Pengaman pantai

Persamaan tinggi energi di atas mercu (H1) menggunakan rumus

debit pengaman pantai dengan mercu bulat, yaitu :

Dimana :

Q = debit (m3/det)

Cd = koefisien debit

g = percepatan gravitasi (m/det2)

Be = lebar efektif pengaman pantai (m)

H1 = tinggi energi di atas mercu (m)

USULAN TEKNIS
E - 37
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tinjauan gerusan du Hilir pengaman pantai

Tinjauan terhadap gerusan pengaman pantai digunakan untuk

menentukan tinggi dinding halang (koperan) di ujung hilir pengaman

pantai. Untuk mengatasi gerusan tersebut dipasang apron yang berupa

pasangan batu kosong sebagai selimut lintang bagi tanah asli. Batu yang

dipakai untuk apron harus keras, padat, awet dan mempunyai berat jenis

2,4 Ton/m3. untuk menghitung kedalaman gerusan digunakan metode

Lacey.

Dimana :

R = kedalaman gerusan di bawah permukaan air banjir (m)

Dm = diameter rata-rata material dasar laut (mm)

Q = debit yang melimpah di atas mercu (m3/det)

f = faktor lumpur Lacey

Menurut Lacey, kedalaman gerusan bersifat empiris, maka dalam

penggunaannya dikalikan dengan angka keamanan sebesar 1,5.

Gambar E -20 sketsa gerusan di Hilir pengaman pantai

USULAN TEKNIS
E - 38
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Perhitungan Daya Dukung Tanah

Untuk menghitung daya dukung tanah digunakan Metode Terzaghi

dengan persamaan sebagai berikut :

Pondasi Menerus :

Qu = C.Nc. + D.Nq + 0,5. .B.N

Pondasi Bujur Sangkar :

Qu = 1,3 . C . Nc . + . D . Nq + 0,4 . . B . N

Qa = Qu / SF

dimana :

Qu = daya dukung tanah (ton/m2)

C = kohesi tanah (ton/m2)

= berat isi tanah efektif (ton/m3)

D = dalam pondasi (m)

B = lebar pondasi (m)

Nc, Nq, N = faktor daya dukung tanah

Qa = daya dukung yang diijinkan (ton/m2)

SF = faktor keamanan, diambil sebesar 3

Perhitungan daya dukung tanah ini untuk mengetahui apakah terjadi

keruntuhan atau tidak bila dibangun pintu, bangunan pompa, gorong-gorong,

jembatan dan tanggul.

Stabilitas Lereng

USULAN TEKNIS
E - 39
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Dalam analisa stabilitas lereng terhadap bahaya longsor (gelincir)

digunakan metode irisan bidang luncur, Methode Fellenius. Persamaan dari

Metode Fellenius ini dirumuskan sebagai berikut :

(c . l + (N U Ne) tan )
Fs =
( T + Te)

Fs > 1,1 (pembebanan tetap)


Fs > 1,2 (pembebanan sementara)
dengan :

Fs = faktor keamanan

N = beban komponen vertikal yang timbul dari berat setiap irisan

bidang luncur (ton/m)

T = beban komponen tangemsial yang timbul dari berat setiap irisan

bidang luncur (ton/m)

U = tekanan air pori yang bekerja pada setiap irisan bidang luncur

(ton/m)

Ne = komponen horisontal beban seismic yang bekerja pada setiap irisan

bidang luncur (ton/m)

Te = komponen tangensial beban seismic yang bekerja pada setiap irisan

bidang luncur (ton/m)

l = panjang busur (m)

= sudut geser dalam bahan yang membentuk dasar setiap irisan

bidang luncur

c = angka kohesi tanah pembentuk dasar setiap irisan bidang luncur

(ton/m3)

USULAN TEKNIS
E - 40
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

= berat isi dari setiap bahan pembentuk irisan bidang luncur (ton/m3)

Gambar E -21 Gaya-Gaya Yang Bekerja Pada Bidang Luncur

Ne dan Te bernilai 0 bila perhitungan dalam kondisi normal (tidak ada gempa).

Analisa Penurunan Tanah

Penurunan tanah (settlement) pada tanah dasar akibat dari adanya

beban diatas seperti tanggul, bangunan pompa dan lain-lain akan diestimasi dengan

menggunakan Rumus Terzaghi sebagai berikut :

h k +k
Z = Ln
C k

dimana :

Z = penurunan (m)

USULAN TEKNIS
E - 41
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

H = tebal lapisan yang dapat dimampatkan (m)

C = modulus kemampatan

K = tegangan butiran awal ditengah lapisan (kg/m2)

K = tambahan tegangan butiran akibat beban (kg/m2)

8. Tahap Pelaksanaan Supervisi Konstruksi

Tim supervisi yang dipimpin oleh Tim Leader akan secara kontinyu

melakukan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor,

dimana seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan yang disyaratkan di dalam

dokumen kontrak pekerjaan fisik (spesifikasi).

Sebelum pelaksanaan pekerjaan supervisi konstruksi dimulai, Konsultan

Supervisi terlebih dahulu akan membuat suatu pedoman dasar pelaksanaan

konstruksi agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi dapat berjalan lancar dan

sesuai dengan standar mutu yang diinginkan, hal ini mencakup antara lain :

a. Penyusunan Rencana konstruksi (Construction Plan)

Maksud dari penyusunan rencana konstruksi adalah agar pelaksanaan

konstruksi dapat berjalan lancar sesuai dengan schedule yang telah dibuat yang

didukung oleh :

Sarana jalan masuk dan jembatan yang memadai (kekuatan,

kapasitas maupun lebar jalan/jembatan) untuk transportasi bahan

dan peralatan konstruksi. Jika diperlukan rencana perbaikan yang

dibutuhkan.

Terdifinisinya lokasi, kuantitas dan kualitas material konstruksi

yang akan digunakan.

USULAN TEKNIS
E - 42
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tersedianya peralatan konstruksi yang diperlukan baik itu jenis,

kapasitas maupun jumlahnya.

Tersedianya sumber daya manusia (manpower) dalam jumlah yang

cukup serta mempunyai kemampuan teknis sebagaimana tuntutan

jenis pekerjaan yang akan ditangani.

Terdifinisinya bangunan sementara yang diperlukan.

Rencana Konstruksi ini akan dijabarkan lebih jauh dalam rangka membuat

Rencana perbaikan jalan dan jembatan yang diperlukan

Rencana pembuatan bangunan sementara yang diperlukan

Jadwal Pelaksanaan Konstruksi

Jadwal, Jumlah dan Jenis Peralatan yang akan digunakan

Rute/rencana jalur pengangkutan material konstruksi

Jadwal, Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Kerja yang dibutuhkan

Rencana Alokasi Pemakaian Bahan Konstruksi

Dengan adanya Rencana Konstruksi ini diharapkan dapat dihindari

berbagai hal mencakup :

Terkonsentrasinya puncak kegiatan konstruksi pada satu waktu

tertentu.

Terjadinya Idle peralatan konstruksi

Terlalu padatnya trafik pengangkutan material konstruksi

Dapat dihindari kerusakan jalan kerja serta gangguan terhadap

lingkungan.

Kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dapat direduksi sekecil

mungkin

USULAN TEKNIS
E - 43
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Dimungkinkan efisiensi biaya pelaksanaan konstruksi

Dan lain sebagainya.

b. Monitoring dan Kontrol Jadual Pelaksanaan Konstruksi

Pada saat ini dikenal beberapa cara untuk mengontrol dan memonitor

jadwal kemajuan proyek antara lain:

a) Diagram balok

b) Diagram garis

c) Teknik jaringan kerja

d) Kurva - S

e) Diagram skala waktu.

Beberapa cara tersebut dapat dipakai bersama-sama atau

dikombinasikan. Misalnya pembuatan master network plan cocok untuk kontrol

jadwal seluruh proyek, sedangkan diagram balok dan diagram garis dapat diper-

gunakan untuk aktivitas pekerjaan yang lebih mendetail dan terperinci. Variasi

penggunaan cara-cara tersebut diatas dapat dikembangkan secara optimal.

c. Monitoring dan Kontrol Jadual Keselamatan Kerja

Pencegahan kecelakaan perlu diperhatikan didalam manajemen

konstruksi. Tidak hanya keselamatan manusia saja tetapi juga terhadap kondisi

kerja yang mempengaruhi prestasi kerja dan pada akhirnya terhadap biaya proyek.

Di negara-negara yang sudah maju masalah keselamatan amat ditekankan

dan seringkali dicantumkan dalam spesifikasi oleh pihak pemilik.

Secara umum ada beberapa prinsip dasar yang dapat dipergunakan pada

setiap lokasi pekerjaan misalnya:

memakai mesin dan peralatan yang baik.

USULAN TEKNIS
E - 44
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

mempergunakan mesin/ peralatan yang sesuai dengan instruksi

pembuatnya/pabriknya, dan tidak membebani lebih dari kapasitasnya.

bekerja dengan teratur, hati-hati dan tidak simpang siur.

meyakinkan diri bahwa semua instruksi harus diberikan secara singkat,

jelas dan mudah dimengerti .

tidak memperkenankan pekerja melakukan kegiatannya ditempat yang

berbahaya tanpa alat peIindung/ pengamanan yang tepat.

memakai pertimbangan yang logis sebelum menugaskan suatu aktivitas

kepada bawahan.

mengadakan check dan recheck, apakah semua instruksi yang

diberikan sudah ditaati.

Atau dapat pula ditempatkan seorang Safety Engineer. Tugasnya ada-

lah mengamati dan melokalisir akan kemungkinan timbulnya bahaya, sebelum,

sedang dan sesudah pekerjaan selesai, misalnya untuk pekerjaan-pekerjaan yang

sifatnya sementara seperti konstruksi acuan, jembatan-jembatan penolong,

dimana para kontraktor cenderung sering mengabaikan kekokohannya. Kadang-

kadang konstruksi bangunan sementara tersebut runtuh atau rusak sehingga

dapat mengakibatkan kecelakaan. Disinilah peranan Safety Engineer diharapkan

dapat membantu mendeteksi dan melihat kemungkinankemungkinan akan bahaya

keruntuhan konstruksi. Untuk ini dipertimbangkan adanya Asuransi Tenaga

Kerja.

d. Monitoring dan Kontrol Tata letak dan ukuran konstruksi

Aspek ini mencakup dimana bangunan tersebut harus dibuat, apakah

titik tetap, koordinat dan levelnya sudah sesuai dengan rencana. Pengawasan

USULAN TEKNIS
E - 45
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

terhadap letak sesuatu bangunan/konstruksi bisa dari yang amat sederhana

sampai kepada yang paling rumit.

Dalam hal-hal yang khusus seperti ini peran ahli geodesi dan

topography sangat menentukan. Disamping itu bangunan-bangunan konstruksi

harus diperiksa kebenaran dimensi ukurannya. Apakah lebar, panjang dan

tingginya cocok dengan gambar kerja. Untuk pekerjaan yang memiliki unsur-

unsur bahan yang tak terlihat seperti ukuran ketebalan urugan.pasir,

diameter tulangan dan jarak jaraknya, seorang pengawas wajib meningkatkan

pengawasannya untuk mencegah "pencurian " ukuran. Pekerjaan yang sudah

selesai dan ternyata tidak cocok dengan bestek harus dibongkar. Disini

faktor integritas dari pengawas lapangan amat menentukan sekali.

e. Kontrol Kuantitas (Quantity Control) dan Pengerjaan (Workmanship)

Kontrol bahan mencakup produk-produk bahan dari alam maupun

produk produk bahan yang diolah oleh manusia (artificial). Semua persyaratan-

persyaratan bahan diuji kualitasnya terhadap spesifikasi yang telah ditentukan

dalam dokumen kontrol.

Bilamana hasilnya dibawah standar dari apa yang telah ditetapkan di

dalam dokumen kontrol, maka bahan produk pekerjaan seyogyanya tidak

diterima, dibongkar dan diulangi lagi sehingga memenuhi standar kualitas yang

seharusnya. Dalam hal ini para pengawas lapangan harus mempunyai angka

toleransi dalam melakukan Quantity control tersebut.

Batasan toleransi tersebut dapat diangkapkan kepada pihak

kontraktor atau dapat pula diatur secara tertulis, dimana pada periode-

periode tertentu batasan tersebut dapat ditinjau kembali.

USULAN TEKNIS
E - 46
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Quantity control akan dilakukan dengan pengujian bahan/ material


dilapangan atau pengujian-pengujian tersebut dapat pula diselenggarakan di

laboratorium dan akan dihadiri oleh pihak pengawas. Atau pengujian bahan/

material dapat pula dilakukan dengan peralatan-peralatan laboratorium yang

dapat dibawa ke lapangan. Pada umumnya pekerjaan-pekerjaan pengujian

diselenggarakan atas permintaan pihak pemilik pekerjaan. Seperti halnya

dengan aspek sebelumnya, integritas kontraktor dan pengawas merupakan

faktor yang paling utama dalam pengawasan ini.

f. Aspek Administratif

Selain pekerjaan pengawasan di lapangan, tim pengawas lapangan juga

akan mengatur dan menyusun pekerjaan administrasi di kantor. Pekerjaan pokok

di kantor adalah membuat laporan-laporan secara periodik dan tertulis sebagai

bahan untuk pertemuan dan bahan untuk pemecahan masalah.

Pada dasarnya ada beberapa bagian tata usaha administrasi yang perlu

ditangani, antara lain:

Meninjau dan menginterpretasikan gambar-gambar kerja dan membuat

koreksi seperlunya.

Mendokumentasikan pekerjaan tambah dan pekerjaan kurang.

Membuat laporan kemajuan pekerjaan secara berkala.

Memeriksa dan menyetujui permintaan pembayaran angsuran .

Mengadakan inspeksi total sebelum berita acara penyerahan .

Mengatur segala sesuatunya menjelang penyerahan akhir dan tindak

lanjut pada waktu masa pemeliharaan.

g. Kontrol yang Sistematis Terhadap Kegiatan di Lapangan

USULAN TEKNIS
E - 47
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Dalam konteks yang lebih luas, pekerjaan supervisi mengemban juga

fungsi kontrol manajamen proyek konstruksi. Sebelum memeriksa hasil

pekerjaan, perlu diperiksa dahulu persiapan kerjanya. Persiapan pekerjaan yang

dilakukan setengah-setengah atau dengan cara perencanaan yang mendadak akan

mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan. Untuk menanggulangi masalah ini,

diperlukan suatu kontrol yang sistimatik. Pengawas lapangan harus mengerti

bagaimana cara menerapkan sistim kontrol yang baik dilapangan.

Kontrol yang sistimatis terhadap kegiatan dilapangan memiliki tiga

tujuan yaitu:

Meninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan pada beberapa

bidang kegiatan pokok. Bilamana terdapat kekurangan yang terjadi,

maka harus dikembangkan sasaran jangka pendek dan program kerja

untuk mengatasinya.

Memastikan bahwa. pekerjaan pengawasan berjalan secara benar

sehingga peringatan secara dini dapat diberikan apabila terjadi suatu

kesalahan.

Mengamankan bahwa biaya yang sudah dianggarkan tidak dilampaui.

Informasi keuangan dari laporan proyek dapat memberikan indikasi

akan beres tidaknya pelaksanaan proyek di lapangan dan segi

pemakaian/ pengeluaran uang.

Bidang-bidang sasaran kegiatan pokok yang perlu dikontrol pada waktu

peninjauan dilapangan yaitu :

pencapaian target kemajuan fisik

pencapaian target keuangan

pengadaan dan pembelian barang, bahan dan peralatan.

USULAN TEKNIS
E - 48
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

penempatan dan peranan sub-kontraktor, perencanaan dan kontrol.

pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin efektivitas dan

efisiensi kerja lapaagan .

pemantapan kerja sama antar pekerja proyek dari seluruh bagian

hubungan dengan pihak pemilik

Tiap bidang tersebut diatas ditinjau apakah situasinya mantap, kurang

memadai atau menunjukkan tendensi yang tidak menggembirakan.

Apakah target yang ditentukan tiap bulannya terpenuhi atau tidak, salah

satu cara mengevaluasinya seperti dijabarkan dalam format pada Tabel dibawah ini

Format pada table dibawah ini dapat dipakai secara efektif bilamana

target yang ditentukan dapat dinyatakan dengan angka secara jelas. Tentunya

tidak semua hal dapat dikuantitatifkan seperti misalnya bidang sasaran kegiatan

pokok hubungan dengan pihak pemilik. Namun demikian pada kolom "Target Bulan

Ini" dapat disusun pertanyaan-pertanyaan, yang didisain sedemikian rupa


sehingga jawabannya bisa dikategorikan dari sangat baik, baik, sedang,

kurang dan akhirnya kurang baik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut didisain

sedemikian rupa dengan maksud mengemukakan kejadian aktual di lapangan.

Paling tidak pengungkapan status yang sebenarnya akan situasi dan keadaan

proyek dapat tergambarkan dengan jelas.

USULAN TEKNIS
E - 49
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tabel 2 - 3 Contoh Tabel Untuk Aktivitas di Lapangan

SASARAN POKOK DALAM RENCANA VS REALISASI UNTUK

BULAN:

No Uraian Terlaksana Target Realisasi Masalah Tindakan

sasaran bulan lalu bulan Pokok Rencana

bulan ini ini

Dengan mengetahui keadaan dan situasi masalahnya dengan benar,

maka langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya akan lebih tepat dan

efektif.

h. Alokasi Sumber Daya

Pelaksanaan suatu proyek umumnya terdiri dari beberapa atau banyak

aktivitas atau kegiatan, dimana semua aktivitas tersebut memerlukan waktu,

dana dan sumber-sumber daya. Sumber-sumber daya yang dimaksudkan dapat

merupakan tenaga manusia, alat-alat, bahan-bahan yang diperlukan dan lain-lain.

USULAN TEKNIS
E - 50
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pada umumnya dalam suatu jaringan kerja dimana penentuan lintasan

kritisnya berdasarkan pada kendala waktu, masih diperlukan adanya pengaruh

alokasi sumber daya tadi, sehingga mungkin dapat mempengaruhi lintasan kritis.

Sebagai contoh suatu jadwal aktivitas-aktivitas menurut dasar mulai

yang paling awal (earliest Start) dapat dilihat bahwa untuk setiap periode waktu

terdapat satu atau beberapa aktivitas yang harus dilaksanakan. Oleh karena

aktivitas itu aktivitas tersebut membutuhkan waktu dan sumber daya, maka

pada setiap periode waktu di dalam jadwal dibutuhkan pula sumber daya yang

dibutuhkan oleh semua aktivitas yang harus dilaksanakan pada periode waktu

tersebut.

Bila terdapat konflik (kebutuhan somber melampaui kemampuan

penyediaannya) antara aktivitas A dan B, maka antara kedua aktivitas tersebut

ditambahkan hubungan ketergantungan, dimana satu aktivitas bergantung

pada aktivitas yang lain. Jika terdapat lebih dari dua aktivitas yang

konflik, maka dipilih dua buah aktivitas saja yang harus ditambahkan hubungan

ketergantungannya. Bilamana hal ini belum juga teratasi, maka cara tersebut

diulang beberapa kali sampai tidak ada lagi aktivitas-aktivitas yang mengalami

konflik. Dengan demikian penambahan waktu akibat alokasi somber terbatas tadi

dapat diminimumkan.

Misalnya pertambahan waktu penyelesaian proyek yang diakibatkan

pertambahan hubungan ketergantungan diantara dua aktivitas yang mengalami

konflik adalah IPD (Increase In Project Duration) maka IPDAB dapat dihitung

sebagai berikut
IPD AB = EFA + DB LFB

= EFA (LFB DB )

USULAN TEKNIS
E - 51
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Atau

IPD AB = EFA LS B

Iterasi diatas dilakukan :

i) bila IPDAB = x > 0, berarti waktu penyelesaian proyek akan

bertambah selama periode x.

ii) bila IPDAB = x < 0, berarti waktu penyelesaian proyek tidak

bertambah, karena kelonggaran waktu dari aktivitas B belum

terlampaui.

Secara logika dapat dicari IPDAB yang minimum, apabila :

a) EFA minimum dan

b) LSB maksimum

Oleh karena itu dipilih aktivitas A yang mempunyai EFA yang minimum

dan aktivitas B yang mempunyai LSB maksimum; kemudian ditentukan bahwa

aktivitas B bergantung pada aktivitas A atau aktivitas A harus dilaksanakan

mendahului aktivitas B.

Untuk jelasnya perlu diberikan contoh sederhana alokasi sumber-daya

terbatas ini dengan menuliskan terlebih dahulu langkah-langkah pelaksanaannya

sebagai berikut :

1) Menyusun jadwal dasar proyek dengan EF dan LS tiap-tiap aktivitas

2) Menentukan harga EFmin dan LSmaks dari aktivitas-aktivitas yang

mengalami konflik, dan menambahkan hubungan ketergantungan

diantara kedua aktivitas yang bersangkutan.

3) Menyusun network yang baru dengan memperhatikan pula tambahan

USULAN TEKNIS
E - 52
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

hubungan ketergantungan seperti tersebut pada butir 2.

4) Menyusun jadwal yang baru berdasarkan network yang telah disusun

pada langkah 3 menurut jadwal dasarnya

5) Jika masih terdapat aktivitas yang konflik, langkah butir 2 sampai

dengan 4 diulangi kembali sampai teratasi seluruhnya yang berarti

alokasi sumber terbatas ini telah mencapai optimum

i. Analisa Time Cost Trade Off

Pada sub bab diatas telah diuraikan bagaimana membuat jadwal alokasi

sumber daya dihubungkan dengan jaringan kerja yang direncanakan, namun

belurn mengetengahkan masalah hubungan antara waktu dengan biaya (cost).

Dalam bab ini akan dikemukakan di dalam perencanaan awal suatu

proyek di samping varlabel waktu dan sumber daya, maka variabel biaya (cost)

tak dapat dilupakan peranan pentingnya. Biaya (cost) merupakan salah satu

aspek yang penting dalam manajemen, dimana biaya yang mungkin timbul harus

dikendalikan seminimum mungkin. Pengendalian biaya harus memperhatikan

faktor waktu, karena terdapat hubungan yang erat antara waktu penyelesaian

proyek dengan biaya-biaya proyek yang bersangkutan atau aktivitas pendukung-

nya.

Sering terjadi suatu proyek harus diselesaikan lebih cepat daripada

waktu normalnya dalam hal ini pengawas dihadapkan kepada masalah bagaimana

mengawasi penyelesaian proyek dengan biaya yang minimal. Oleh karena itu perlu

dipelajari terlebihb dahulu hubungan antara waktu dan biaya (cost)/(time cost

relation ship). Dan analisa mengeanai pertukaran antara waktu dan biaya disebut
analisa pertukatran waktu dan biaya (Cost)/(Time Cost Trade Off Analysis atau

disingkat TCTO analysis).

USULAN TEKNIS
E - 53
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

a) Hubungan antara Waktu (Time) dan Biaya (Cost)

Seperti telah kita kenal ada dua macam biaya proyek yaitu :

a. Biaya langsung (Direct Cost) yaitu semua biaya yang dapat

dinyatakan keterlibatannya secara langsung didalam aktivitas-

aktivitas proyek seperti biaya bahan, pekerja dan peralatan.

b. Biaya tak langsung (Indirect Cost) yaitu semua biaya proyek

yang tidak dapat dinyatakan ketsrlibatannya secara langsung

didalam aktivitas-aktivitas pendukung proyek seperti upah/ gaji,

bunga investasi, bonus dan lain-lain.

Gambar E -22 Hubungan Antara Waktu Dengan Biaya

Apabila waktu penyelesaian suatu aktivitas dipercepat, maka biaya

langsung akan bertambah sedangkan biaya langsung akan berkurang.

Hubungan antara Waktu dan Biaya

USULAN TEKNIS
E - 54
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pertambahan biaya langsung (direct cost) untuk mempercepat suatu

aktivitas persatuan waktu disebut Cost-slope sehingga :

Cost Slope = biaya ( cost ) per satu satuan waktu, untuk memperpendek

penyelesaian proyek/ aktivitas

= perbandingan antara pertambahan biaya dengan percepatan waktu

penyelesaian

crash cost - normal cost


=
normal duration - crash duration

C
Cost Slope =
t

b) Hal-hal khusus mengenai hubungan antara waktu dan biaya (cost)

Gambar dibawah ini menunjukkan perilaku hubungan antara waktu dan

biaya. Dalam hal ini kurva perkiraan digambarkan sebagal suatu garis lurus dan

kurva yang sebenarnya digambarkan sebagai suatu garis yang terputus-putus.

Dalam hal ini waktu dapat dikurangi dengan tambahan biaya yang relatif rendah.

Waktu yang dibutuhkan untuk proyek ini dapat dikurangi dari titik L meajadi

titik Vu, sedangkan biaya naik dari titik P hingga titik Q.

USULAN TEKNIS
E - 55
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -23 Hubungan Antara Waktu Dengan Biaya, Dimana waktu Dapat

Dikurangi Dengan Penambahan Biaya Yang relative rendah

Untuk menentukan bentuk kurva waktu dan biaya yang sebenarnya

(yang digambarkan oleh garis putus-putus) terutama dalam proyekproyek yang

mempunyai ribuan aktivitas adalah rumit. Berdasarkan alasan ini maka

dipergunakanlah garis perkiraan linier, yaitu garis lurus yang menghubungkan

titik normal (normal point) dengan titik cepat/jenuh (crash point). Meskipun hal

ini mengandung ketidak tepatan kesalahan ini tidak besar artinya .

Gambar E.23 memberikan perilaku hubungan waktu dan biaya yang

sebaliknya dari yang ditunjukkan dalam Gambar E.22. Disini pengurangan waktu

dari titik L menjadi titik K hanya dapat dicapai dengan menambah biaya dari

titik P hingga titik Q. Biaya dalam hal ini bertambah dengan jumlah yang relatif

lebih besar jika dibasdingkan dengan berkurangnya waktu. Jadi dapat dikatakan

bahwa biaya untuk mempercepat selesainya aktivitas ini cukup mahal.

Gambar E -24 Hubungan Waktu Dengan Biaya, Dimana Waktu Dapat

Dikurangi Dengan Penambahan Biaya Yang Relatif Tinggi

USULAN TEKNIS
E - 56
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Bila dalam suatu proyek diharuskan mempercepat waktu

penyelesaiannya dari waktu normalnya dimana aktivitas-aktivitas yang

digambarkan dalam Gambar E.22 dan Gambar E.23 merupakan sebagian dari

jalur kritisnya, maka pertama-tama usaha yang harus dilakukan adalah

mempercepat aktivitas yang diperlihatkan dalam Gambar E.22 karena dengan

demikian dapat mengurangi waktu dengan biaya yang relatif tidak mahal.

Sebaliknya tindakan yang diperlihatkan dalam Gambar E.23 baru dipergunakan

apabila semua aktivitas-aktivitas lain yang mempunyai kurva hubungan waktu dan

biaya yang lebih menguntungkan telah dipercepat maksimum.

c) Pertukaran Waktu dan Biaya (Cost)

Dalam proses mempercepat penyelesaian proyek dengan melakukan

penekanan (kompresi) waktu aktivitas, diusahakan agar pertambahan biaya

(cost) yang ditimbulkan seminimum mungkin. Pengendalian biaya disini ditujukan

pada biaya langrung (direct cost) karena biaya inilah yang akan bertanbah.

Diaemping itu hanus diperhatikan pula bahwa kompresi hanya dilakukan pada

aktivitas-aktifitas yang berada didalam lintasan kritis.

Apabila kompresi dilakukan pada aktivitas yang tidak berada dilintasan

kritis maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan tidak akan

berkurang. Kompresi dilakukan lebih dahulu pada aktivitas-aktivitas yang punyai

cost slope terendah pada lintasan kritis. Selanjutnya langkah-langkah kompreai


dapat dituliskan sebagai berikut :

1. Susunlah jaringan kerja proyek dengan nuliskan cost slope dari

masing-masing aktivitas.

2. Lakukan kompresi pada aktivitas yang ada pada lintasan kritis dan

yang mempunyai cost slope terendah.

USULAN TEKNIS
E - 57
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

3. Susunlah kembali jaringan kerjanya.

4. Ulangi lagi langkah kedua.

Langkah kedua akan berhenti bila terjadi tambahan lintasan kritis

dan bila terdapat lebih dari satu lintasan kritis, maka langkah kedua

dilakukan secara serentak pada semua lintasan kritis dan

perhitungan cost slopenya dijumlahkan.

5. Langkah keempat dihentikan bila terdapat salah satu lintasan kritis

dimana aktivitas-aktivitasnya telah jenuh seluruhnya (tidak mungkin

dikompres lagi) sehingga pengendalian biaya telah optimum (crash).

Ada beberapa macam sistem Analisa TCTO (Time Cost Trade Off)

yang dikenal yaitu :

Penekanan waktu dan biaya sistem Jalur Kritis.

Penekanan waktu dan biaya sistem Cut Set

Penekanan waktu dan biaya sistem Pegas

yang kesemuanya bertujuan sama yaitu untuk memperoleh penyelesaian

proyek menjadi lebih cepat dengan penambahan biaya yang minimum (optimum

duration with minimum cost).

j. Pengontrolan Proyek

Rencana dan membangun adalah suatu aktivitas yang dinamis, yang

dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Karena itu pekerjaan (Work) yang

telah selesai dan disetujui sebagai pegangan untuk pelaksanaan harus secara

periodik dichek kembali ;

1) apakah waktu yang direncanakan telah ditepati.

2) akan ditepati atau dalam jangka panjang atau segera.

3) nantinya akan ditepati ( jangka panjang ).

USULAN TEKNIS
E - 58
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Network memberikan keuntungan dalam hal melaksanakan

pengontrolan ini, tidak hanya waktu di ruang-ruang aktivitas yang dicheck,

melainkan juga ketergantungan/relasi antar aktivitas dapat dichek, di mana bila

perlu dapat diadakan perubahan baru untuk mengendalikan jalannya proyek

seperti yang dikehendaki.

a) Jarak Waktu Kontrol

Jarak waktu kontrol dapat dibedakan menjadi 2 macam rentang

waktu yaitu

a. 1 sampai dengan 2 minggu untuk aktivitas-aktivitas yang kritis atau

yang mendekati kritis.

b. 2 sampai dengan 4 minggu untuk aktivitas-aktivitas yang tidak

kritis.

b) Cara MengontroL

Dibedakan 3 cara mengontrol dan disajikan flow chart langkah-

langkah cara mengontrol sebagai berikut :

Cara mengontrol untuk sebuah aktivitas yang akan dimulai


Cara mengontrol untuk sebuah aktivitas yang akan dimulai seperti pada

gambar dibawah ini :

Dapatkah pekerjaan
ya Ok
ini dimulai?

Alasannya?
tidak Solusi Pemecahan
Ada Keterlambatan?

Gambar E -25 FlowChart Cara Kontrol Untuk Sebuah Aktifitas Yang Akan

Dimulai

USULAN TEKNIS
E - 59
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Cara mengontrol untuk sebuah aktivitas yang seharusnya sudah


dimulai

Pekerjaan yang
seharusnya
sudah mulai

Apakah Pekerjaan Kenapa tidak mulai? Berapa lama


sesuai termin Tidak terlambat?
Apa keterlambatannya
mulainya dapat dikejar? Ada Float?

tidak
ya

Tangani
Berapa lama terlambat?
Kenapa? Apa
OK
prestasinya sampai
waktu kontrol tercapai?

ya tidak

OK Apa prestasinya
bisa dikejar?

ya tidak

OK Berapa lama
perpanjangan?
Ada Float?

Tangani

Gambar E -26 FlowChart Untuk Mengontrol Sebuah Aktifitas Yang

Seharusnya Sudah Mulai

USULAN TEKNIS
E - 60
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Cara mengontrol untuk sebuah aktivitas yang seharusnya sudah


Sudah Selesai

Apakah pekerjaan
yang seharusnya
selesai sudah
terselesaikan?

ya tidak

Ok Sisa waktu sampai


dengan terselesaikan?
Alasan keterlambatan?

Solusi Pemecahan

Gambar E -27 FlowChart Untuk Mengontrol Sebuah Aktifitas Yang

Seharusnya Sudah Selesai

c) Penanganan (Replanning)

Penanganan (Replanning) harus dilakukan bila hasil test negatif. Dengan

dasar bahwa akhir proyek tak dapat diubah atau tak boleh sampai terganggu

terdapat 2 cara penanganan yaitu :

Replanning dengan Percepatan


Replanning dengan Perubahan
Dalam praktek biasanya replanning ini tak dapat dilaksanakan hanya

dengan instruksi saja, melainkan sehubungan dengan ketergantungan yang komplek

satu sama lain antara semua bagian dan personalia yang terlibat dalam

USULAN TEKNIS
E - 61
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

perencanaan dan pelaksanaan proyek. Semua yang berkepentingan dengan proyek

harus diikutsertakan.

Rapat koordinasi proyek diadakan 1 kali seminggu dan bila perlu diadakan

2 kali seminggu tergantung jenis pekerjaan dan kompleksitas pekerjaan.

Sebelum rapat perlu disiapkan semua data-data kemajuan fisik sampai

saat terakhir harus lengkap. Data yang akurat menghasilkan decision yang jitu

Replanning dengan Percepatan


Tujuan - dalam proses yang tidak diubah, termin-termin pekerjaan yang

belum selesai harus dikejar, dengan :

Meningkatkan Kapasitas

o menambah mesin-mesin/ peralatan

o menambah orang.

Prestasi Tambahan

o Iemburan

o kerja di hari libur

o kerja around the clock

Replanning dengan Perubahan


Replanning dengan perubahan yaitu dengan mengubah jaringan kerjanya

sejauh seara teknis memungkinkan :

o beberapa aktivitas bisa dilakukan dalam waktu bersamaan

o aktivitas yang bukan penghalang bisa dilaksanakan lebih dahulu

o pekerjaan yang telah jadi routine dapat dipercepat.

d) Kurva-S (S- Curve)

Beberapa cara pemantauan (monitoring) yang telah diuraikan sebelumnya

menitik beratkan kepada pemantauan (monitoring) aktivitas, prestasi yang

USULAN TEKNIS
E - 62
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

dihubungkan dengan variabel waktu. Sedangkan pemakaian diagram Kurva-S lebih

menitik beratkan untuk pemantauan pelaksanaan proyek ditinjau dari segi biaya

dan prestasi kerja.

Sumbu X merupakan skala waktu, sedang pada sumbu Y merupakan skala

biaya/ prestasi. Diagram kurva-S merupakan representasi dari sebuah proyek,

sub proyek atau kumpulan aktivitas yang dapat dibuatkan kurva-S nya. Cara

membuatnya adalah selalu dikaitkan dengan jadwal aktivitas. Apabila kurva-S ini

dikaitkan dengan Diagram Skala Waktu (TSD/ Time Scaled Diagram), maka

keduanya merupakan alat yang paling efektif untuk memonitor besaran waktu yang

telah dipakai, prestasi kerja yang telah dicapai dan yang telah dibelanjakan.

Kurva-S bisa ditampilkan dengan kurva SD (Saat Dini) atau Earliest Cost

Curve dan dengan kurva SL (Saat Lambat) atau Latest Cost Curve. Kedua kurva-S
itu berfungsi membatasi perilaku kurva-S yang sebenarnya, yang berarti kurva-S

yang sebenarnya akan terletak diantara kurva SD dan SL. Bila aktivitas-aktivitas

dalam proyek banyak float-nya, maka bentuk kedua kurva SD dan SL akan makin

berjauhan. Sebaliknya bila float-nya makin sedikit, maka bentuk kurva SD dan SL

makin mendekati dan bila semua aktivitas kritis (artinya tak ada float sama sekali

= semua kritis) maka kurva SD dan SL menjadi satu-S saja. Disini perilaku

perkembangan proyek dapat dilihat kecenderungannya secara dini. Sehingga

berguna untuk pengawas di dalam mengevaluasi Proyek.

USULAN TEKNIS
E - 63
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

S-CURVE
100

90

80
Biaya/ Nilai Kumulatif (%)

70

60

50

40

30

20

10

0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Waktu (Minggu)

Kurva Saat Lambat (SL) Kurva Saat Dini (EL) Nilai Aktual Biaya Aktual

Gambar E -28 Konstrol Dengan S-Curva

Bila terlihat kurva-S yang sebenarnya cenderung keluar batas SD dan

SL, maka pengawas sudah dapat mengambil langkah-langkah penanganannya

k. Penyusunan Pedoman kendali Mutu Pekerjaan

Guna memperoleh mutu yang handal dari pembangunan infrastruktur,

diperlukan langkah-langkah pendekatan terhadap segala aspek yang akan

mempengaruhi tercapainya kehandalan mutu tersebut. Beberapa system standar

yang diperlukan dalam rangka pencapaian kehandalan mutu konstruksi adalah :

Quality Assurance

Quality Control Circle

ISO 9000 & SNI terkait

Total Quality Management

Sistem Mutu menurut spesifikasi teknik

USULAN TEKNIS
E - 64
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan besarnya cakupan sektor yang harus ditangani dan

ditetapkan indikatornya, dalam hal ini Konsultan akan membatasi pada

pengendalian mutu pekerjaan konstruksi.

Diagram penilaian dan pencapaian mutu konstruksi dapat dilihat pada

gambar dibawah ini.

DIREKTORAT JENDERAL DILINGKUNGAN DEPARTEMEN PU

KONTRAK
PHO FHO

Kegiatan Pengendalian Mutu


Spesifikasi &
Gambar

PRODUKSI
Spesifikasi KEGIATAN KONSTRUKSI KONSTRUKSI
Pengendalian & Mutu
BERMUTU

Sistem QA

Tim Penilai Mutu

Sistem Penilaian Mutu Konstruksi

Gambar E -29 Diagram Penilaian dan Pencapaian Mutu

Penerapan system pengendalian mutu konstruksi dilakukan dengan

membuat model sebagai checklist yang memuat semua aspek terkait, seperti tabel

di bawah ini:

USULAN TEKNIS
E - 65
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tabel E - 4 Checklist yang memuat semua aspek terkait Penerapan system

pengendalian mutu konstruksi

No ASPEK SISTEM PENILAIAN MUTU BOBOT Nilai

. KONSTRUKSI ( % ) Bobot

Item ( %

Bk Bi Mi

DATA UMUM

A SISTEM MANAJEMEN MUTU 20%

a1 Sertifikat ISO 9000 (SNI) 25

a2 Sistem Perencanaan Manajemen Mutu 20

a3 Sistem Pengarsipan Kontrol Mutu 10

a4 Sistem Keselamatan Kerja 10

a5 Sistem penanganan Pekerjaan yg Tidak 10

a6 Memenuhi 25

Hasil Audit Mutu

B 20%

b1 ALAT UJI MUTU 25

b2 Alat uji mutu bahan dasar 25

b3 Alat uji mutu percobaan campuran 25

b4 Alat uji mutu bahan jadi 25

Uji tera peralatan laboratorium

USULAN TEKNIS
E - 66
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

No ASPEK SISTEM PENILAIAN MUTU BOBOT Nilai

. KONSTRUKSI ( % ) Bobot

Item ( %

Bk Bi Mi

C 20%

c1 SISTEM SELEKSI PERSONIL 30

c2 Petugas inti kontraktor 10

c3 Keterlibatan kantor pusat/cabang 10

c4 Petugas monitoring manajemen mutu 20

c5 Petugas pengendali mutu 20

c6 Operator alat berat 10

Tenaga teknisi lainnya

D 20%

d1 ALAT-ALAT BERAT 30

d2 Kelengkapan alat berat 40

d3 Kondisi alat berat 30

Jumlah dan jenis alat berat

E 10%

e1 DOKUMEN PROYEK DAN 30

e2 PERUBAHANNYA 25

e3 Dokumen kontrak 25

e4 Gambar Desain 10

e5 Spesifikasi Teknik 10

USULAN TEKNIS
E - 67
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

No ASPEK SISTEM PENILAIAN MUTU BOBOT Nilai

. KONSTRUKSI ( % ) Bobot

Item ( %

Bk Bi Mi

Contract Change Order

F Addendum 10%

GANGGUAN/HAMBATAN DARI LUAR

TOTAL

100

Indikasi penerapan mutu dalam pelaksanaan konstruksi akan diperoleh

dari penilaian kinerja system mutu di atas yaitu :

NKM = mi x Bi x Bk

Dimana :

o NKM dibawah 50 % : kurang baik

o NKM diantara 50 % - 75 % : baik

o NKM diatas 75 % : sangat baik

USULAN TEKNIS
E - 68
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

l. Aktivitas Pelaksanaan Supervisi

Kegiatan supervisi pelaksanaan konstruksi yang akan dilakukan oleh

Konsultan Supervisi mencakup :

A) Kegiatan Pra-Konstruksi

Kegiatan pra-konstruksi yang akan dilaksanakan pada umumnya menyangkut

kegiatan proses tender kontraktor meliputi kegiatan penyiapan paket-paket

pekerjaan; penyiapan dokumen lelang termasuk penyiapan gambar konstruksi,

spesifikasi teknik maupun BOQ; prakualifikasi kontraktor; penjelasan pekerjaan;

evaluasi calon pemenang serta penyiapan dokumen kontrak.

B) Kegiatan Saat Pelaksanaan Konstruksi

Selama pelaksanaan konstruksi, Konsultan akan melaksanakan aktivitas

supervisi konstruksi pada umumnya mencakup kegiatan-kegiatan :

- Evaluasi jadwal pelaksanaan konstruksi yang telah disusun oleh

kontraktor, sehingga ketepatan waktu pelaksanaan dapat

dikendalikan.

- Meneliti dan mengevaluasi semua usulan rencana kerja dan

dokumen-dokumen yang berhubungan dengan implementasi

proyek dan pekerjaan konstruksi yang diserahkan kontraktor

untuk disetujui.

- Mengoptimasikan volume dan biaya pelaksanaan konstruksi agar

diperoleh biaya pekerjaan yang paling ekonomis.

- Meneliti gambar konstruksi dan perhitungan yang disiapkan oleh

kontraktor.

USULAN TEKNIS
E - 69
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

- Menyiapkan format Laporan Harian, Mingguan, Bulanan dan

Check List Pengawasan Pekerjaan, dalam hal ini dapat diterapkan


Rencana Mutu Pekerjaan (RMP) atau disebut juga Rencana Mutu

Kontrak (RMK).

- Menetapkan cara kerja test bahan konstruksi dan mengevaluasi

hasil tesnya.

- Meneliti dan menginspeksi kualitas material/bahan dan peralatan

yang dipakai oleh kontraktor.

- Memeriksa spesifikasi teknis untuk setiap kegiatan pelaksanaan

konstruksi.

- Mengevaluasi dan meneliti pekerjaan tambah/kurang jika

diperlukan.

- Memberikan pengarahan pada rencana pengadaan dan kuantitas

dari bahan konstruksi.

- Melakukan inspeksi ke pabrik penyalur bahan konstruksi dan

peralatan jika diperlukan.

- Menyiapkan laporan inspeksi, test dan aktivitas supervisi.

- Pengawasan yang teliti dalam pelaksanaan konstruksi.

- Terhadap Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai

dengan isi SPK atau Surat Perjanjian Kontrak (SPK) dikenakan

sanksi atau teguran atau peringatan. Sebelum teguran

dikeluarkan, Konsultan membuat surat pemberitahuan/instruksi

kepada Kontraktor dan tembusan kepada Pemimpin Proyek.

Apabila Kontraktor tidak melaksanakan isi surat

pemberitahuan/instruksi dari Konsultan, maka Pemimpin Proyek

akan mengeluarkan Surat Teguran I. Apabila Surat Teguran I

USULAN TEKNIS
E - 70
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

tidak dilaksanakan oleh Kontraktor dalam waktu 3 (tiga) hari

kerja, maka Konsultan membuat rekomendasi kepada Pemimpin

Proyek untuk dikeluarkan Surat Teguran II.

- Mengevaluasi usulan dokumen pembayaran bulanan yang diajukan

oleh kontraktor.

- Memeriksa gambar terlaksana (as-build drawing) kontraktor.

- On the job training kepada staff proyek dalam pelaksanaan

kegiatan supervisi konstruksi.

- Membuat progress pekerjaan kontraktor dalam bentuk audio

visual.

Penjabaran lebih lanjut terhadap pelaksanaan supervisi konstruksi

tersebut diuraikan dalam penjelasan berikut :

a). Evaluasi Jadwal Kerja Kontraktor

Tim supervisi akan mengevaluasi rencana kerja (Schedule) kontraktor untuk

disesuaikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi seperti waktu yang

tersedia, kondisi cuaca, ketersediaan peralatan, ketersediaan tenaga kerja

dan material. Selain itu urutan-urutan pekerjaan juga harus diperhatikan di

dalam penyusunan rencana kerja yang akan dimintakan persetujuan kepada

direksi yang nantinya dapat dipakai sebagai dasar rencana kerja secara

keseluruhan agar dapat diperoleh cara kerja yang efektif dan efisien.

Jadwal Kerja Kontraktor yang dibuat juga tidak terlepas dari pedoman

dasar yang telah dibuat yakni Rencana Konstruksi (Construction Plan).

Monitoring terhadap pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja ini harus

terus menerus dilakukan untuk dapat tercapainya jadwal seperti yang

diinginkan. Pada evaluasi jadwal kerja ini dapat dilakukan revisi-revisi dan

USULAN TEKNIS
E - 71
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

perubahan atau pembaharuan apabila timbul keterlambatan pelaksanaan,

untuk dapat dikejar dari sisa waktu yang telah disediakan.

b). Evaluasi Perhitungan dan Gambar Konstruksi

Tim supervisi akan mengevaluasi analisis perhitungan selama desain atau

desain rehabilitasi, serta gambar rencana konstruksinya sebelum

kontraktor memulai pelaksanaannya. Evaluasi ini dilakukan agar dalam

pelaksanaannya sudah tidak ada kesalahan, baik daftar keamanan

konstruksi, efisiensi biaya maupun kelayakan konstruksi. Tidak menutup

kemungkinan pada tahapan evaluasi ini akan dilakukan koreksi, revisi

modifikasi desain, agar didapatkan hasil yang lebih baik.

Tim supervisi akan selalu melakukan koordinasi dengan Direksi untuk

mendapatkan persetujuan hasil evaluasi.

c). Tes Material

Tim supervisi, selain melaksanakan pengawasan pekerjaan lapangan secara

visual, juga akan melakukan pengawasan kualitas material di laboratorium.

Pengawasan ini dimaksudkan agar seluruh material yang dipakai untuk

pekerjaan ini sesuai dengan persyaratan seperti yang diuraikan di dalam

dokumen kontrak, khususnya spesifikasi teknik. Teknisi laboratorium

beserta Supervisor Konstruksi akan memonitor pekerjaan-pekerjaan

laboratorium seperti :

analisa test,

gradasi material,

USULAN TEKNIS
E - 72
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

test stability,

test kompaksi/kepadatan,

analisa formula campuran,

soundness test untuk agregat, dan


test-test laboratorium lainnya.

d). Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Pekerjaan

Tim leader supervisi akan secara rutin dan terus-menerus melakukan

pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan

kontraktor.

Dalam pengawasan kualitas pekerjaan, konsultan akan melakukan

checking terhadap metodologi pelaksanaan, kualitas bahan-bahan dan

campuran yang dilakukan.

Untuk beberapa pekerjaan khususnya konsultan akan meminta kepada

kontraktor untuk melakukan test material maupun test laboratorium untuk

mengetahui kekuatan material. Dan selanjutnya konsultan akan mengevaluasi

hasil test laboratorium tersebut.

Sedangkan untuk pengawasan kuantitas pekerjaan, konsultan

supervisi akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

melakukan pemeriksaan kuantitas material

melakukan pemeriksaan terhadap pengukuran yang dilakukan baik

sebelum maupun sesudah pelaksanaan konstruksi (joint

measurement).

USULAN TEKNIS
E - 73
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

e). Supervisi Konstruksi

Pengawasan merupakan bagian pokok dari program kerja konsultan

yakni berupa monitoring secara kontinyu segala pekerjaan kontraktor serta

hasilnya. Metode pelaksanaan kerja kontraktor dimonitor agar sesuai

dengan persyaratan yang dikehendaki di dalam spesifikasi, dan apabila

terdapat cara pelaksanaan yang menyimpang dari ketentuan yang ada,

kontraktor harus dapat menjelaskan dan memberikan argumentasi bahwa

metode pekerjaan yang diterapkan tidak akan mengurangi kualitas

pekerjaan. Inspektor ataupun anggota tim supervisi yang lain akan membuat

laporan harian mengenai pelaksanaan konstruksi, tenaga kerja yang ada,

peralatan yang dipakai, estimasi kuantitas hasil pekerjaan dan bilamana

perlu konsep dan sket gambar serta ukuran, serta total kuantitas, kondisi

cuaca serta kondisi lokasi pekerjaan. Pekerjaan pengawasan akan dilakukan

secara teliti dan terkendali untuk masing-masing item pekerjaan dengan

menggunakan prosedur pengawasan yang lazim digunakan dan dengan

menggunakan tata cara dan flow chart yang berlaku. Pengawasan detail akan

dilakukan terhadap pekerjaan utama.

Selama kontraktor melaksanakan pekerjaan, tim supervisi akan selalu

memonitor mengenai pembuatan profil konstruksi (Uitzet), pengukuran-

pengukuran awal, kualitas material, pemadatan, kadar air material, gradasi

material, pekerjaan shoulder (bahu jalan), saluran tepi dan lain-lain. Tim

supervisi akan secara bersama memonitor, memberikan saran-saran teknis

apabila diperlukan dan tindakan alternatif yang biasa ditempuh apabila

terdapat kesulitan-kesulitan pelaksanaan pekerjaan. Untuk pekerjaan

struktur akan dilakukan monitoring terhadap kestabilannya, pelaksanaan

campuran dan komposisi campuran dan lain-lain.

USULAN TEKNIS
E - 74
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Hasil pemantauan pekerjaan akan selalu dicatat dalam catatan Buku

Harian Lapangan (BHL) yang dilakukan baik pada saat awal, selama dan

setelah pekerjaan dilaksanakan. Pengukuran kuantitas hasil pekerjaan akan

dilakukan bersama-sama Konsultan, Kontraktor dan pihak Pemimpin

proyek/bagian proyek dimana pengukuran ini dilakukan setelah pekerjaan

tersebut dan dapat diterima baik dari segi hasil pekerjaan (performance)

maupun mutu, pelaksanaan pekerjaan. Prosedur pembayaran yang dilakukan

akan mengikuti ketentuan yang disebutkan didalam dokumen kontrak,

terutama menginduk pada spesifikasi (persyaratan khusus) atau pada buku

dokumen Kontrak fisik. Bagan alir (flow chart) Proses Bagan Alir Kerja

Lapangan tim supervisi disajikan pada gambar dibawah ini.

USULAN TEKNIS
E - 75
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Gambar E -30 Bagan Alir Pekerjaan Lapangan

USULAN TEKNIS
E - 76
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Tahapan dan Prosedur pengawasan dan pelaksanaan supervisi konstruksi

untuk berbagai jenis kegiatan pekerjaan lapangan adalah sebagai berikut:

Pre Construction Meeting


Penyelenggaraan pre construction meeting, dimaksudkan untuk mempelajari

lebih dalam hal-hal yang kurang atau tidak jelas tentang isi dokumen

kontrak beserta kelengkapannya serta penjelasan dari kontraktor atas

Rencana Mutu Pekerjaan (RMP) atau Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang

dianggap belum jelas. Dengan demikian keraguan atau beda pendapat dalam

penafsiran pasal-pasal dokumen kontrak dapat dihindari, demikian pula

ketidak jelasan tentang Rencana Mutu Pekerjaan (RMP) atau Rencana Mutu

Kontrak (RMK) yang dibuat oleh kontraktor dapat dipahami sehingga

terdapat kesamaan dalam pemahaman. Disamping itu dalam pertemuan

tersebut kontraktor diminta untuk menjelaskan program kerja pelaksanaan,

struktur organisasi kerja di lapangan dan mekanisme kerja, efisiensi dan

efektivitas program kerja yang telah disusun serta bagian-bagian pekerjaan

yang akan diserahkan kepada sub-kontraktor.

Dalam membuat RMP atau RMK kontraktor sekurang-kurangnya menjelaskan

tentang uraian singkat pekerjaan, organisasi pelaksana kontraktor, rencana

kerja pelaksanaan oleh kontraktor dilengkapi dengan bagan alurnya, standar

prosedur dan standar desain yang akan digunakan, inspeksi dan test yang

akan dikerjakan.

Pekerjaan Persiapan

Dalam pekerjaan persiapan ini, Konsultan akan melakukan pengawasan dan

pemeriksaan terhadap kegiatan kontraktor menyangkut :

USULAN TEKNIS
E - 77
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Penyiapan Kantor Lapangan Kontraktor, termasuk system

sanitasi, penerangan, gudang penyimpanan material

konstruksi dan bengkel peralatan.

Ruang kerja pengawas (Direksikeet)

Penyiapan papan nama proyek.

Penyiapan jalan kerja dan bangunan sementara.

Mobilisasi peralatan dan SDM.

Penyiapan gambar kerja.

Pengadaan dan pengujian bahan konstruksi.

Pekerjaan Pengukuran Lapangan (Uitzet)

Pekerjaan pengukuran ini dilakukan baik untuk pengukuran ulang maupun

pengukuran tambahan untuk memperoleh gambaran yang lebih realistis atas

keadaan lapangan kondisi terakhir. Sebelum melaksanakan pengukuran,

kontraktor harus mendapat persetujuan dari Direksi/Pengawas Pekerjaan

untuk memulai pekerjaan.

Kontraktor harus memelihara benchmark (BM) yang telah ditunjuk dan

bilamana diperlukan harus membuat penambahan patok-patok tetap sebagai

patok bantu dalam melakukan kegiatan pengukuran.

Kegiatan pengecekan patok benchmark serta kegiatan pengukuran,

termasuk metode perhitungan hasil ukur maupun hasil gambar harus

dilakukan sesuai dengan pedoman atau standar prosedur pengukuran yang

berlaku dan disetujui.

Selanjutnya hasil dari pengukuran ini akan digunakan untuk pembuatan

Gambar Kerja serta pembuatan Mutual Check 0% (MC0).

USULAN TEKNIS
E - 78
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pembuatan dan Pemeriksaan Gambar Kerja

Yang dimaksud dengan Gambar Kerja adalah gambar dari bagian-bagian

disain konstruksi yang dibuat lebih jelas dengan skala gambar yang lebih

besar, sehingga dapat memperlihatkan bagian-bagian yang terkecil, yang

harus dikerjakan dan dapat digunakan secara langsung sebagai tuntunan

para tenaga kerja trampil untuk melaksanakan pekerjaannya.

Gambar Kerja yang dibuat harus mengikuti ketentuan atau mengacu pada

pedoman membuat gambar teknik yang berlaku (bentuk simbol-simbol

gambar, ukuran huruf dan angka, maupun tanda-tanda lainnya).

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, Gambar Kerja tersebut harus

mendapat persetujuan terlebih dahulu dari direksi pekerjaan.

Penyiapan Buku Harian Lapangan, Buku Pengawasan

Yang dimaksud dengan Buku Harian Lapangan (BHL) adalah buku yang

disediakan oleh Kontraktor yang digunakan untuk mencatat kegiatan,

peristiwa, kejadian yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan, yang terjadi

setiap hari di lapangan pekerjaan.

Yang dimaksud dengan Buku Pengawasan adalah buku yang disediakan oleh

Kontraktor yang digunakan oleh Pengawas Pekerjaan untuk mencatat

kegiatan, peristiwa atau kejadian yang menyangkut pengawasan pekerjaan

yang terjadi setiap hari di lapangan. Termasuk disini adalah pemberian

petunjuk dan pengarahan dari Konsultan agar pelaksanaan pekerjaan benar-

benar berlangsung sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan dapat

dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelaksanaan.

Dalam Buku Harian, Kontraktor harus mencatat semua kegiatan, diantaranya

adalah:

USULAN TEKNIS
E - 79
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Penerimaan material konstruksi

Kegiatan pekerjaan konstruksi yang dilakukan

Penggunaan alat-alat kerja

Jumlah tenaga kerja

Progres pekerjaan yang telah dicapai

Kejadian-kejadian baik yang mengganggu maupun yang tidak

mengganggu kegiatan lapangan

Keadaan cuaca atau hari hujan

Dan lain-lain kegiatan

Dalam Buku Pengawasan, Pengawas Pekerjaan/Konsultan akan mencatat

semua kegiatan atau peristiwa yang berkaitan dengan pengawasan dan

pengendalian pekerjaan, diantaranya adalah:

Persetujuan rencana kerja kontaktor yang rinci, metode

pelaksanaan, setting out/uitzet, pekerjaan yang selesai dan

memenuhi persyaratan.

Petunjuk atau arahan bagi pelaksana pekerjaan, agar

pelaksanaan pekerjaan atau mutu pekerjaan jangan sampai

menyimpang.

Teguran atau peringatan kalau terjadi penyimpangan atau

keterlambatan.

Penolakan terhadap bahan material yang akan digunakan atau

hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan persyaratan.

Disamping hal tersebut diatas, Konsultan akan menyiapkan format Laporan

harian, Mingguan, Bulanan maupun checklist Pengawasan Pekerjaan untuk

USULAN TEKNIS
E - 80
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

diisi oleh Kontraktor maupun Pengawas Pekerjaan, termasuk komentar

Konsultan.

Pekerjaan Sementara atau Darurat

Konsultan supervisi akan melakukan pengawasan dan pengarahan kepada

Kontraktor atas pekerjaan sementara atau darurat yang dilaksanakan.

Berbagai pekerjaan sementara yang mungkin terjadi diantaranya adalah:

Pekerjaan dewatering atau pengeringan

Pembuatan saluran pengelak

Pembuatan tanggul pengelak

Pembuatan/perbaikan jalan/jembatan

Pembuatan kerangka penyangga atau perancah

Dan lain-lain.

Penempatan dan Pengujian Bahan Konstruksi

Supervisi yang dilaksanakan Konsultan dalam kegiatan ini adalah agar

Kontraktor dalam menempatkan/menyimpan bahan konstruksi pada tempat

yang memenuhi persyaratan, sebelum bahan tersebut digunakan yakni aman,

tidak mengganggu lingkungan dekat dengan tempat penggunaan bahan

tersebut dan terlindung dari gangguan hujan dan sebagainya.

Sedangkan pengujian bahan konstruksi dengan cara menerapkan tatacara

dalam standar prosedur pengujian yang telah disepakati. Bahan yang akan

digunakan harus lulus dari pengujian mutu bahan dan hasil pengujian dicatat

dan disimpan dengan baik dan tertib karena akan menjadi bagian dari bukti

pelaksanaan pekerjaan.

USULAN TEKNIS
E - 81
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pemeriksaan dan Pemasangan Setting Out(Uitzet)

Konsultan akan melakukan supervisi terhadap pemasangan profil yang dibuat

dari kayu dan papan, disekitar atau dekat dengan rencana tapak bangunan

yang menunjukkan araah sumbu atau trase dari bangunan yang akan

dibangun, dan atau kedudukan elevasi tertentu sebagai pembanding elevasi

bangunan yang akan dibangun, serta menunjukkan rencana bentuk

bangunannya.

Pemasangan setting out/uitzet ini didasarkan pada gambar situasi dan

denah serta gambar potongan dari bangunan yang akan dibangun. Kontraktor

harus selalu memelihara kedudukan setting out/uitzet yang telah didirikan

dan telah disetujui Pengawas Pekerjaan.

Pekerjaan Pondasi

Yang dimaksud dengan pekerjaan pondasi adalah konstruksi bangunan yang

terletak dibagian bawah yang merupakan bangunan yang menyangga

konstruksi diatasnya. Pada umumnya konstruksi pondasi terletak dibawah

permukaan tanah.

Mengingat pada pekerjaan pengairan konstruksi pondasi banyak yang

terletak dibawah permukaan air, maka Konsultan akan memberi perhatian

tersendiri terhadap pembangunan pondasi yang terletak dibawah air.

Peletakan konstruksi pondasi harus benar-benar memperhatikan kondisi

tanah setempat sesuai dengan hasil penyelidikan geoteknikal sebelumnya.

Apabila ditemui bahwa kondisi tanah untuk peletakan pondasi berbeda

dengan hasil penyelidikan tanah sebelumnya, Kontraktor diwajibkan

melaporkan kepada Pengawas Pekerjaan dan konsultan untuk dilakukan

tindakan seperlunya.

USULAN TEKNIS
E - 82
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Bilamana diperlukan, Kontraktor harus membuat bangunan sementara yang

dibutuhkan (misal: dewatering, tanggul sementara, dll).

Apabila ada penggalian tanah dan atau dewatering, Kontraktor harus

menempatkan hasil galian dan pembuangan air sedemikian rupa sehingga

tidak mengganggu lingkungan setempat.

Dilihat dari bentuk konstruksi pondasi, pada umumnya terdiri dari :

trapezium, plat beton (bentuk T terbalik), tiang pancang, sumuran, tiang

strauss. Sedangkan dari jenis konstruksinya, pada umumnya terdiri dari:

pasangan batu kali, konstruksi beton bertulang, konstruksi beton siklop.

Untuk menjaga dan memelihara mutu pelaksanaan untuk setiap jenis

konstruksi pondasi, Kontraktor harus melakukan tindakan :

Pondasi Pasangan Batu, mengikuti standar prosedur untuk:

Pembuatan campuran spesi

Penyusunan pasangan batu

Pondasi Konstruksi Plat Beton Bertulang, sesuai standar

prosedur untuk:

Pembuatan campuran beton

Pengadukan campuran beton

Pengecoran beton

Pengujian mutu beton

Pembuatan cetakan beton

Pemasangan besi beton

Pembongkaran cetakan beton

Pemeliharaan beton setelah dicor.

USULAN TEKNIS
E - 83
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pondasi Tiang Pancang Beton, sesuai dengan prosedur untuk:

Pembuatan tiang pancang beton bertulang

Pengangkutaan tiang pancang beton

Pemancangan tiang pancang beton

Pemasangan atau instalasi peralatan pancang

Penggunaan atau pengoperasian peralatan pancang

Pemotongan sisa tiang pancang

Uji beban tiang pancang

Pondasi Tiang Pancang Strauss Beton, sesuai dengan prosedur


untuk:
Pembuatan beton bertulang

Pembuatan sumuran dengan mesin bor

Standar prosedur penggunaan peralatan bor tanah

Pondasi Sumuran, sesuai dengan prosedur untuk :

Pembuatan sumuran dalam tanah

Pembuatan dinding sumuran

Pemasangan dinding sumuran ke dalam sumur tanah

Pembuatan dan pengecoran beton siklop

Penggunaan atau pengoperasian peralatan untuk pengangkatan

dan pemasangan dinding sumuran.

USULAN TEKNIS
E - 84
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pekerjaan Galian Tanah

Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah penggalian tanah yang berada

tidak didalam air, termasuk didalamnya galian tanah untuk penempatan

suatu bangunan.

Pengawasan yang dilakukan Konsultan dalam tahap persiapan mencakup

kegiatan:

Melakukan pemeriksaan terhadap metode pelaksanaan yang disiapkan

oleh Kontraktor, termasuk urutan dan jenis kegiatan yang akan

dilakukan serta jadwal pelaksanaan pekerjaan.

Melakukan pemeriksaan gambar kerja Kontraktor

Memeriksa kesiapan peralatan Kontaktor yang akan dipakai untuk

menggali, mengangkut dan membuang hasil galian (excavator, bulldozer,

dumptruck, dll).
Melakukan pemeriksaan setting out/uitzet.

Memeriksa pekerjaan sementara (jika diperlukan).

Memeriksa rencana lokasi tempat pembuangan hasil galian.

Selama pelaksanaan pekerjaan penggalian, Konsultan akan melakukan

supervisi dengan berpedoman atas standar prosedur yang berlaku mencakup

kegiatan:

Galian tanah biasa, pasir atau lumpur

Peledakan atau pemecahan batu, termasuk perijinan dari instansi

terkait.

Pengambilan dan pengangkutan hasil galian

Pengoperasian masing-masing peralatan yang digunakan

Penempatan hasil galian di tempat buangan.

USULAN TEKNIS
E - 85
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Kemajuan pekerjaan yang dilakukan dibandingkan dengan metode

pelaksanaan yang telah disusun dalam tahap persiapan dan apabila

terjadi keterlambatan, Kontraktor diminta untuk melakukan revisi

terhadap jadwal pekerjaan dalam rangka mengejar keterlambatan yang

terjadi.

Apabila pekerjaan penggalian dilakukan dengan tenaga manusia,

Konsultan akan mengawasi agar tenaga yang dipekerjakan memang cukup

terampil untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Hasil kerja penggalian harus sesuai dengan gambar kerja seperti yang

telah direncanakan.

Apabila pengangkutan hasil galian menggunakan jalan umum, Konsultan

akan selalu mengawasi agar Kontraktor selalu memelihara jalan umum

tersebut dan hasil galian tidak tercecer di jalan.

Melakukan pemeriksaan terhadap Buku Harian Lapangan (BHL) yang

dibuat oleh Kontraktor.

Pekerjaan Pemasangan Pipa

Yang dimaksud dengan pekerjaan pipa adalah pekerjaan pemasangan pipa

untuk keperluan saluran air, termasuk perlengkapannya (sambungan, valve,

dll).

Untuk pekerjaan pemasangan pipa, Konsultan akan melakukan supervisi

terhadap Kontraktor meliputi:

Bahwa pipa dan perlengkapan yang digunakan harus sesuai dengan

standar yang disetujui.

Metode pemotongan dan penyambungan pipa harus dikerjakan sesuai

dengan standar yang berlaku.

USULAN TEKNIS
E - 86
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Penyetelan pipa harus sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknik

yang disetujui.

Penempatan dan pemasangan pipa di tempat yang telah direncanakan

harus sesuai dengan kedudukan setting out/uitzet dan gambar kerja.

Pipa yang telah dipasang harus dipelihara sesuai dengan standar yang

berlaku.

Bilamana pipa dan perlengkapannya adalah merupakan produk

manufaktur, harus disertakan sertifikasi dari manufakturingnya.

Spesifikasi teknik yang disebutkan dalam sertifikat manufakturingnya

telah memenuhi ketentuan dalam spesifikasinya (ukuran atau dimensi

baik kapasitas dan tipenya, jenis bahan yang digunakan).

Kedatangan pipa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Pondasi pipa telah dinyatakan benar dan siap dibebani.

Pemasangan angker atau jangkar dalam pondasi telah sesuai dengan

gambar kerja.

Prosedur pengangkutan pipa sesuai dengan prosedur yang telah

ditetapkan.

Pemasangan pipa dan sambungannya memerlukan kecermatan sekali,

maka prosedur pemasangannya harus sesuai dengan metode pemasangan

dan spesifikasi teknik dan gambar kerja yang telah disetujui.

Pekerjaan Timbunan Tanah

Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah pemilihan jenis bahan timbunan,

pengambilan tanah dari sumbernya (borrow area), pemindahan atau

transportasi tanah dari sumbernya ke tempat penimbunan, pemadatan tanah

USULAN TEKNIS
E - 87
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

hingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan (tanggul, pengaman pantai

saluran irigasi, tanggul banjir, dll).

Dalam pekerjaan timbunan tanah, Konsultan akan melakukan supervisi

mencakup hal-hal sebagai berikut:

Agar kontraktor melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-

ketentuan yang tercantum dalam pedoman spesifikasi teknik,

khususnya untuk pekerjaan bidang pengairan yang berlaku.

Agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan disain/gambar

konstruksinya.

Pemadatan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan pemadatan baik

tingkat pemadatan maupun tebal masing-masing lapisan tanah timbunan

yang diijinkan ataupun ketentuan stripping dan clearing sebelum

dilakukan pemadatan.

Jika diperlukan, dilakukan trial test pemadatan lapangan dengan

menerapkan standar prosedur pemadatan yang berlaku.

Uji mutu pemadatan di lapangan maupun di laboratirium.

Apabila Kontraktor menggunakan jalan umum untuk pengangkutan

bahan timbunan, Konsultan akan selalu memonitor penggunaan jalan

umum tersebut sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan tidak

mengganggu lalu lintas.

Untuk menjaga atau memelihara mutu pekerjaan timbunan tanah,

Konsultan akan melakukan tindakan/petunjuk kepada Kontraktor,

yaitu:

Sebelum dilakukan penimbunan tanah perlu dilakukan

pengambilan contoh tanah dari borrow area untuk

dilakukan pengujian mutu bahan timbunan.

USULAN TEKNIS
E - 88
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Agar diperkirakan bahwa volume yang terdapat dalam

borrow area yang disiapkan telah mencukupi sesuai


dengan yang dibutuhkan.

Kontraktor agar selalu menjaga mutu bahan timbunan

khususnya kandungan airnya, agar dihindari terkena air

hujan yang berlebihan atau terlalu lama terkena sinar

matahari.

Apabila pelaksanaan pekerjaan timbunan tanah

dilakukan oleh tenaga manusia, maka kontraktor harus

mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki

keterampilan dalam bidang pengambilan, perataan dan

pemadatan timbunan.

Apabila pelaksanaan pekerjaan timbunan tanah

dilakukan dengan menggunakan peralatan berat, maka

kontraktor agar menjaga kesiapan peralatan yang

digunakan sesuai dengan manual OP peralatan tersebut.

Pemadatan timbunan yang dilakukan didekat bangunan

atau struktur harus dulakukan dengan berhati-hati

sekali.

Pekerjaan Bangunan Konstruksi

Yang dimaksud dengan bangunan konstruksi disini antara lain adalah:

Konstruksi pasangan batu

Konstruksi beton siklop

Konstruksi beton bertulang

Konstruksi bronjong

USULAN TEKNIS
E - 89
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Sebelum pelaksanaan pekerjaan bangunan konstruksi, Konsultan akan

memeriksa kesiapan pelaksanaan Kontraktor mencakup:

Jadwal Pelaksanaan pekerjaan yang lebih rinci.

Metode pelaksanaan untuk setiap kegiatan, khususnya

kesiapan penggunanaan peralatan, ketersediaan bahan

konstruksi, ketersediaan tenaga kerja yang trampil

agar tercapai hasil yang optimal.

Kesiapan Gambar Kerja yang detail lengkap dengan

gamabar penjelasan dari bagian-bagian konstruksi yang

akan dikerjakan.

Kesiapan bangunan sementara (jika diperlukan)

Setting out/uitzet, telah dipasang dan telah sesuai


dengan posisi atau elevasi seperti dalam gambar

rencana.

dan lain-lain.

Selama pelaksanaan konstruksi, Konsultan akan melakukan supervisi

konstruksi antara lain adalah :

Untuk Konstruksi Pasangan Batu

Dijaga agar Kontraktor dalam membuat perbandingan

campuran spesi sesuai dengan spesifikasi teknik yang

dipersyaratkan.

Ukuran dan pemasangan batu sesuai dengan standar

prosedur yang berlaku dan sesuai dengan ganbar kerja

maupun bentuk profil yang disiapkan.

USULAN TEKNIS
E - 90
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Apabila dibuat siaran atau plesteran, campuran spesi

untuk siaran atau plesteran sesuai dengan spesifikasi

teknik dan pengerjaannya secara rapih dan bersih.

Untuk Konstruksi Beton Bertulang

Pembuatan cetakan beton harus memenuhi ketentuan

dalam Gambar Kerja, dari bahan yang telah ditentukan

dan dengan dimensi seperti dalam Gambar Rencana dan

harus dipasang sesuai dengan setting out/uitzet yang

telah disetujui.

Apabila harus menggunakan Perancah, maka konstruksi

perancah ini harus cukup kuat.

Pemotongan, penyambungan dan pembengkokan besi

beton harus dikerjakan sesuai dengan gambar kerja

pembesian yang telah disetujui.

Penyetelan, pemasangan dan pengikatan besi beton

harus dikerjakan secara rapih, sesuai dengan petunjuk

dalam gambar kerja pembesian serta sesuai dengan

standar desain pemasangan besi beton yang berlaku.

Kontraktor agar selalu menjaga perbandingan campuran

beton sesuai dengan spesifikasi teknik, dan selalu

melakukan test atau pengujian campuran beton pada

waktu yang ditentukan dengan menggunakan metode

pengujian seperti yang ditentukan dalam spesifikasi

teknik.

USULAN TEKNIS
E - 91
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pengangkutan, pengadukan dan pengecoran beton harus

dilakukan dengan secepatnya dan disuahakan dengan

cara yang paling efektif.

Apabila harus dilakukan penghentian pengecoran

sebelum cetakan beton terisi penuh harus ditempat

pemberhentian menurut standar yang berlaku.

Penggetaran beton harus dilakukan secara merata di

semua bagian dan dengan menggunakan alat penggetar

yang telah disetujui.

Kontraktor harus melakukan pemeliharaan setelah

pengecoran beton dilakukan dengan cara selalu

membasahi dengan air.

Pembongkaran cetakan beton dan perancah dilakukan

setelah betonnya cukup keras dan cukup umur sesuai

dengan metode pembongkaran yang berlaku.

Untuk Konstruksi Bronjong

Pembuatan anyaman kawat bronjong agar supaya sesuai

dengan gambar kerja.

Penempatan atau pemasangan bronjong kawat ditempat

pekerjaan sesuai dengan profil yang telah dipasang.

Pengisian batu dalam bronjong harus dikerjakan secara

efektif dan sesuai dengan spesifikasi teknik.

Penutupan dan pengikatan bronjong harus dikerjakan

sesuai dengan standar yang berlaku.

USULAN TEKNIS
E - 92
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pekerjaan Hidro Mekanikal

Yang dimaksud dengan pekerjaan hidro mekanikal adalah pekerjaan besi

profil atau baja untuk keperluan bangunan pengaman pantai dan jaringan

irigasi

Untuk pekerjaan besi profil atau baja, Konsultan akan melakukan supervisi

terhadap Kontraktor meliputi:

Bahwa profil yang digunakan harus sesuai dengan standar

besi yang disetujui.

Metode pemotongan dan penyambungan profil besi (keeling

atau las) harus dikerjakan sesuai dengan standar yang

berlaku.

Penyetelan (montage) kerangka besi harus sesuai dengan

gambar kerja dan spesifikasi teknik yang disetujui.

Penempatan dan pemasangan kerangka besi di tempat yang

telah direncanakan harus sesuai dengan kedudukan setting

out/uitzet dan gambar kerja.

Kerangka besi yang telah dipasang harus dipelihara sesuai

dengan standar yang berlaku.

Bilamana peralatan hidromekanikal adalah merupakan

produk manufaktur, harus disertakan sertifikasi dari

manufakturingnya.

Standar prosedur pemasangan peralatan hidromekanikal

harus diikuti

USULAN TEKNIS
E - 93
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Untuk pekerjaan pompa air, Konsultan akan melakukan supervisi dan

pemeriksaan terhadap kebutuhan pompa air mencakup hal-hal sebagai

berikut:

Spesifikasi teknik yang disebutkan dalam sertifikat

manufakturingnya telah memenuhi ketentuan dalam

spesifikasinya (ukuran atau dimensi baik kapasitas dan

tipenya, jenis bahan yang digunakan serta alat

penggeraknya).

Kedatangan pompa air sesuai dengan jadwal yang telah

ditetapkan.

Pondasi serta rumah pompa telah dinyatakan benar dan siap

dibebani pompa air.

Pemasangan angker atau jangkar dalam pondasi telah sesuai

dengan gambar kerja.

Prosedur pengangkutan pompa air sesuai dengan prosedur

yang telah ditetapkan.

Pemasangan pompa dan motornya memerlukan kecermatan

sekali, maka prosedur pemasangannya harus sesuai dengan

metode pemasangan dan spesifikasi teknik dan gambar

kerja yang telah disetujui.

Bilamana pemasangan pompa air dilengkapi dengan rumah

pompa, maka dalam rumah pompa ini harus disediakan

peralatan pengangkat atau alat katrol (baik yang

digerakkan secara manual atau tenaga listrik).

USULAN TEKNIS
E - 94
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

On The Job Training kepada Staff Proyek

Pelatihan ini akan dilakukan oleh Konsultan Supervisi pada saat pelaksanaan

konstruksi dan langsung dilakukan dilapangan. Hal ini menyangkut cara

pengawasan konstruksi, prosedur pemeriksaan mutu konstruksi, dan lain

sebagainya.

9. Tahap Setelah Konstruksi

Setelah pelaksanaan pekerjaan konstruksi selesai dikerjakan oleh

Kontraktor, tugas dan tanggung jawab Konsultan Supervisi mencakup hal-hal

sebagai berikut :

a. Perhitungan Progres Pekerjaan Selesai (MC.100)

Evaluasi progress pekerjaan yang terakhir atau MC-100, dilakukan bersama-

sama antara Pihak Proyek, Konsultan maupun Kontraktor dengan melakukan

peninjauan lapangan terlebih dahulu dan setelah itu dilakukan pembahasan atas

progress yang telah dicapai.

Dalam MC-100 hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

Kemungkinan adanya kelebihan/kekurangan volume pekerjaan

pada bagian pekerjaan tertentu.

Kemungkinan adanya keterlambatan waktu penyelesaian

pekerjaan.

Kemungkinan adanya bagian pekerjaan yang belum selesai 100 %,

tetapi telah dianggap selesai.

Kemungkinan adanya pekerjaan yang telah selesai, tetapi belum

dapat diterima Pengawas Pekerjaan, tetapi telah dihitung

volumenya.

USULAN TEKNIS
E - 95
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Kebersihan dan kerapihan lapangan yang dipersyaratkan belum

terpenuhi.

Kemungkinan adanya pembongkaran dan pembersihan pekerjaan

sementara yang belum dilakukan atau diselesaikan.

Kemungkinan adanya klaim sub-kontraktor yang belum

diselesaikan oleh Kontraktor.

b. Pemeriksaan As Built Drawing

Setelah pelaksanaan konstruksi selesai dikerjakan, sebagaimana

mestinya kontraktor menyiapkan as-built drawings dari masing-masing bangunan.

Dalam hal ini Konsultan supervisi akan melakukan pemeriksaan terhadap as-built

drawings tersebut agar benar-benar sesuai dengan kondisi bangunan dilapangan

baik itu mencakup dimensi, posisi, elevasi maupun detail-detail bagian bangunan

lainnya. As-built drawings yang dibuat akan berperanan cukup penting karena akan

dipakai sebagai dasar untuk pembayaran maupun keperluan dimasa mendatang.

c. Pekerjaan dalam Masa Pemeliharaan

Yang dimaksud dengan Pekerjaan dalam masa pemeliharaan adalah:

kegiatan yang harus dilakukan oleh Kontraktor, selama masa pemeliharaan yang

bertujuan untuk tetap menjaga atau memelihara agar supaya bangunan beserta

kelengkapannya yang telah diserahkan dalam tahap pertama, tetap dalam kondisi

yang baik sesuai dengan yang telah disetujui.

Selama masa ini Konsultan supervisi akan melakukan kegiatan-kegiatan:

Melakukan pemeriksaan untuk semua pekerjaan yang perlu

diperlihara dan dicatat hal-hal yang ada perubahan bentuk,

USULAN TEKNIS
E - 96
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

misalnya retak-retak, penurunan, longsor pengapuran atau

pengecatan yang mengelupas.

Membuat catatan-catatan agar Kontraktor melakukan perbaikan

atau penyempurnaan atau penggantian bagian-bagian yang

dianggap mengalami kerusakan atau perubahan atau yang belum

sempurna dan harus diperbaiki selama masa pemeliharaan.

Membantu Pemimpin Proyek dalam menyusun dokumen

penyerahan pekerjaan.

Sebelum dilakukan penyerahan kedua, kondisi bangunan dan

kelengkapannya harus dalam kondisi masih baik tanpa ada

perubahan atau kerusakan.

d. Penyerahan Pekerjaan Konstruksi (Provesional Hand Over)

Pada akhir pekerjaan konstruksi, maka kontraktor akan mengajukan

permintaan PHO (Provesional Hand Over) kepada Kepala Satker Sementara

(Pengguna Jasa), Ketelibatan Tim Supervisi dalam hal ini adalah membantu

memberikan penjelasan-penjelasan teknis mengenai pekerjaan, saran-saran teknis,

informasi mengenai test laboratorium, kuantitas pekerjaan, gambar-gambar

desain/revisi desain dll. Di samping itu Tim Supervisi juga akan membuat usulan

pekerjaan-pekerjaan yang perlu diperbaiki oleh kontraktor dalam bentuk daftar

keruasakan yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor selama periode

pemeliharaan atau biasa disebut Defect and Defeciacies dan penyerahan

berkas-berkas teknis dan administrasi kepada Pemimpin Proyek.

e. Serah terima Akhir (FHO) Pekerjaan

USULAN TEKNIS
E - 97
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Sebagai tahap akhir pelaksanaan konstruksi adalah Serah Terima Akhir

Pekerjaan (FHO) yang akan dilakukan dari Kontraktor kepada Pemimpin Proyek

setelah masa pemeliharaan selesai. Sebelum dilakukan Serah Terima Akhir

Pekerjaan (FHO), Konsultan Supervisi akan menyusun dokumen penyerahan

pekerjaan yang telah sempurna dilaksanakan oleh Kontraktor, termasuk

perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan.

f. Administrasi

Seperti halnya pekerjaan pengawasan, pekerjaan administrasi harus

diselenggarakan dengan tertib, karena prosedurnya administrasi ini sangat penting

artinya didalam mendapatkan catatan-catatan secara tertulis mengenai pekerjaan

yang sedang dilaksanakan. Dalam kaitan ini, Tim Supervisi berkewajiban membuat

seluruh prosedur pekerjaan fisik mengikuti dan mempunyai catatan-catatan baik

pada saat pengajuan pekerjaan oleh kontraktor (Request of Work), catatan-

catatan hasil pengawasan pengawasan baik secara visual di lapangan maupun hasil

test laboratorium, termasuk juga perhitungan quantitas hasil pekerjaan sebagai

bahan pembayaran, dimana catatan-catatan ini harus disimpan dan diarsipkan

dengan tertib. Surat-menyurat dengan Kontraktor/Bagian Proyek baik yang

menyangkut administrasi biasa maupun administrasi teknis akan diselenggarakan

dengan baik dan tertib sesuai dengan ketentuan didalam Dokumen kontrak.

Pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate) oleh kontraktor akan

dicocokkan dan dipelajari dengan melihat catatan-catatan harian inspektor

lapangan dan hasil pengukuran dan perhitungan bersama (joint measurement).

Diagram alir pengajuan dana pembayaran oleh kontraktor disajikan pada gambar

dibawah ini.

USULAN TEKNIS
E - 98
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Mulai

Pembuatan
as-built Drawing

HARGA SATUAN VOLUME

PERHITUNGAN BIAYA

PERSETUJUAN DIREKSI

BERITA ACARA

PENGAJUAN DANA
PEMBAYARAN

Selesai

Gambar E -31 Diagram alir pengajuan dana pembayaran oleh kontraktor

Pembuatan Contract Change Order (perubahan Kontrak) akan disiapkan

dan dibuat sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi yang dilengkapi alasan-

alasan dan argumen tasi dilakukan perubahan, perhitungan-perhitugan,

sket/gambar-gambar, dan usulan mengenai perpanjangan waktu (apabila

diperlukan) yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Seluruh dokumen kontrak,

gambar-gambar hasil survei, gambar desain/redesain serta gambar-gambar kerja

USULAN TEKNIS
E - 99
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

dan gambar terlaksana, catatan-catatan hasil pekerjaan pengawasan, test

laboratorium, akan disimpan rapi di kantor Tim Leader dan dapat dilihat apabila

diperlukan setiap saat.

Setiap klaim yang diajukan oleh kontraktor, seperti permintaan

perpanjangan waktu pelaksanaan, permintaan pembayaran atas hasil pekerjaan

akan selalu dipelajari dan dichek terhadap hasil monitoring pekerjaan, serta

didiskusi terlebih dahulu sebelum diambil keputusan. Saran-saran teknis,

rekomendasi, serta alternatif-alternatif terhadap pemecahan setiap masalah yang

timbul, akan selalu diberikan oleh Tim supervisi kepada Pejabat Pelaksana Teknis

Kegiatan baik secara lisan maupun tertulis. Semua dokumen administrasi baik

dokumen administrasi biasa maupun administrasi teknis termasuk kelengkapan-

kelengkapannya akan diserahkan kepada Kepala Satuan Kerja pada akhir dari masa

layanan konsultasi pekerjaan Tim Supervisi. Bagan Aliran (flow chart) Prosedur

Perubahaan Kontrak (CCO) seperti terlihat pada gambar dibawh ini.

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Mulai

PELAKSANAAN
KONTRAK AWAL
PEKERJAAN

PERHITUNGAN
KOMPARASI BIAYA
PEKERJAAN

TIDAK ADA T Ada


PERUBAHAN Perbedaan?
KONTRAK

PERSETUJUAN
KONSULTAN

PERSETUJUAN
PROYEK

BERITA ACARA

KONTRAK BARU

Selesai

Gambar E -32 Bagan Alir Prosedur Perubahan Kontrak

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Mulai

Pelaksanaan Pekerjaan
Jadwal
Perencanaan Awal

KOMPARASI

T
Tidak Ada
Ada Perbedaan?
Perpanjangan Waktu

Perhitungan Sisa Volume Pekerjaan

Penyusunan Jadwal Perpanjangan Waktu

Permohonan Perpanjangan Waktu :


- Alasan
- Jadwal

Persetujuan Oleh Konsultan

T
Sesuai?

Selesai

Gambar 2.26 Bagan Alir Prosedur Perpanjangan Waktu Pelaksanaan


Gambar E -43 Bagan Alir Prosedur Perpanjangan Waktu Pelaksanaan

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

g. Alih teknologi

Konsultan diharapkan dapat memberikan dukungan untuk alih teknologi

dan meningkatkan kemampuan propesional Proyek dengan mengadakan kegiatan-

kegiatan antara lain sebagai berikut :

Pelatihan manajemen pelaksanaan proyek

Mengadakan pendidikan teknis praktis untuk supervisi konstruksi

Mengadakan pendidikan teknis praktis untuk pelaksanaan konstruksi

Pelatihan dan pendidikan untuk pengoperasian dan pemeliharaan

fasilitas bangunan pengendali banjir pengaman pantai dan jaringan

irigasi.

B. PROGRAM KERJA

a. Pola Kerja

Seperti yang telah disampaikan dalam Kerangka Acuan Kerja bahwa

lingkup pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat

(Otsus Aceh) meliputi aspek Umum Pengawasan dan Aspek Khusus Pengawasan

(Modifikasi Disain). Untuk mendukung kedua fungsi ini maka tim diklasifikasikan

menjadi Tim Disain dan Tim Lapangan.

Secara umum rencana kerja konsultan pengawas harus berbasis pada

Kerangka Acuan yang diberikan yaitu:

Menyiapkan organisasi dan pengisian personil lapangan (tenaga ahli dan

tenaga pembantu) sesuai dengan kriteria KAK untuk bisa melaksanakan

fungsi manajemen proyek secara efektif.

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Melakukan pengendalian dan pengawasan pekerjaan secara terus-menerus

melalui koordinasi yang meliputi approval, disapproval dan koreksi terhadap

pelaksanaan kontrakator melalui mekanisme pelaporan progress pekerjaan.

b. Pola Kerja Tim Desain

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai tim desain, yaitu dengan tugas

melakukan konfirmasi desain terhadap pekerjaan/ perubahan lapangan serta

memecahkan berbagai masalah desain struktur/ konstruksi yang digunakan di

lapangan dan jika diperlukan suatu perubahan yang signifikan, maka Konsultan

harus memberikan rekomendasi disertai alasan-alasan yang mendukungnya.

Selanjutnya Konsultan juga harus merekomendasikan terhadap desain bangunan-

bangunan utama yang telah dilakukan, disertai dengan alasan teknis yang

mendukung.

Untuk dapat melakukan hal tersebut, langkah yang harus dilakukan adalah:

Pengumpulan data perencanaan

Mereview :

o Gambar rencana

o Kriteria desain

o Dokumen perhitungan dan analisis

Melakukan redrawing usulan perubahan

Selanjutnya jika usulan perubahan desain (Modifikasi Desain) disetujui oleh pihak

pemberi tugas, maka hal ini harus disampaikan kepada pihak kontraktor untuk

didiskusikan terkait dengan kemungkinan adanya pekerjaan tambah/ kurang.

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

Pola Kerja Tim Pengawasan (Supervisi)

Pengawasan bisa dilakukan dengan menggunakan berita lisan, berita

berbentuk laporan tertulis ataupun melalui pandangan mataya sendiri. Seorang

pengawas selalu mengadakan check dan recheck, review, evaluasi kemajuan

pekerjaan dan dengan memperbandingkan terhadap tolok ukur yang ada, misalnya

terhadap gambar kerja dan R.K.S, dan lain sebagainya. Sebelum seseorang

pengawas memutuskan untuk menolak atau menerima suatu hasil pekerjaan,

diperlukan standar ukuran yang dapat dijadikan pedornan. Langkah-langkah

penting dalam pekerjaan supervisi proyek antara lain:

menetapkan tolok ukur yang akan digunakan

mengukur prestasi kerja

membandingkannya dengan prestasi yang seharusnya atau tolok ukur yang

ada.

menanggulangi terhadap prestasi yang kurang cukup atau tidak memenuhi

persyaratan.

c. Rencana kerja

Dalam meyelesaikan pekerjaan Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet

(Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh) ini Tim Konsultan akan menyusun langkah-

langkah yang sesuai dengan persyaratan dalam KAK dan lebih mendetailkannya

pada aplikasi lapangan. Adapun langkah / rencana kerja yang akan dilaksanakan

meliputi:

1. Persiapan

a. Penyusunan RMK dan Konsultasi Awal dengan Tim Teknis.

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

b. Persiapan Personil Kantor dan Perlengkapannya.

c. Mobilisasi dan Pengujian peralatan.

2. Pekerjaan Pendahuluan

a. Pengumpulan data Kontrak dan Dokumen Pelelangan.

3. Peninjauan Lokasi / Field Engineering

a. Identifikasi jenis-jenis kegiatan konstruksi.

b. Inventarisasi kondisi bangunan eksisting.

c. Klarifikasi modifikasi desain.

d. Penajaman rencana kerja.

4. Evaluasi dan Kajian Ulang SID

a. Membandingkan kondisi di lapangan dengan hasil SID.

5. Redesign

a. Review Desain.

b. Review Metode Konstruksi.

6. Tahap Pre Konstruksi

a. Pre Construction Meeting.

b. Evaluasi RMK.

c. Construction Plan.

d. Penyusunan Kendali Mutu.

e. Evaluasi Mutual Chek 0% (MC-0).

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

7. Tahap Pelaksanaan Konstruksi

a. Pengawasan Lapangan

b. Kontrol Kuantitas

c. Kontrol Kualitas (mutu bahan, mutu konstruksi, dll)

d. Rapat Evaluasi Mingguan

e. Rapat Evaluasi Bulanan

f. Koordinasi Internal Team (Pemecahan Masalah)

g. Sertifikat pembayaran prestasi pekerjaan

h. Penyiapan gambar hasil pelaksanaan

8. Tahap dan Pelaporan dan Diskusi

Pada tahap ini konsultan menyerahkan laporan sesuai dengan jadwal

waktu yang telah ditetapkan dan jumlah laporan masing-masing sesuai persyaratan.

Selain deliverable laporan juga dilakukan presentasi/diskusi hasil pekerjaan.

C. ORGANISASI DAN PERSONIL


Keberhasilan pencapaian sasaran pekerjaan ini ditentukan oleh

organisasi personil pelaksana yang tepat, terkoordinasi, dan proporsional sesuai

wewenang dan tanggung jawab masing-masing pelaksana. Dilain pihak juga harus

berlangsung koordinasi yang baik antara pihak pelaksana dengan pihak pemilik

pekerjaan. Team Leader sebagai koordinator harus mampu mengkoordinasi dan

memberikan peranan yang seimbang kepada semua anggota tim selama peleksanaan

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

pekerjaan. Sedangkan disisi lain Team Leader bertanggung jawab secara langsung

terhadap kemajuan pekerjaan. Oleh karena itu, perlu ditentukan lingkup penugasan

serta tanggung jawab yang jelas pada masing-masing personil pelaksana. Demikian

pula perlu dirumuskan struktur organisasi pelaksana yang tepat untuk mendukung

kelancaran pekerjaan. Hal ini secara rinci diuraikan dibawah ini dan struktur

organisasi pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dari diagram tersebut terlihat bahwa hubungan antara pemilik proyek

dengan Konsultan yang diwakili oleh Team Leader, merupakan hubungan antara

pemilik/pemberi pekerjaan dengan yang melaksanakan pekerjaan, sehingga

merupakan suatu garis komando.

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

STRUKTUR PELAKSANAAN PEKERJAAN

Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)

USULAN TEKNIS
E-
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

F.1. JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

pada tahap ini Konsultan telah menyusun jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
menggambarkan uraian kegiatan dan jadwal waktu pelaksanaan setiap kegiatan
dalam pekerjaan ini. Seperti telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja, jangka
waktu pelaksanaan keseluruhan pekerjaan adalah selama 6,0 (enam koma nol) bulan
terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pemberi
Tugas.

Dalam pengaturan jadwal waktu pelaksanaan tersebut, Konsultan sudah


memperhitungkan setiap jenis dan tahapan kegiatan seperti telah diuraikan diatas,
serta jumlah dan kemampuan sumber daya yang tersedia.
Secara rinci Jadwal yang akan dilaksanakan oleh Konsultan dapat dilihat pada Tabel
berikut :

USULAN TEKNIS F-1


JADWAL WAKTU PELAKSANAAN

USULAN TEKNIS F-2


PT. CITRA RANCANG GLOBAL

G.1 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PERSONIL

UMUM

Sesuai dengan lingkup kerja yang terkandung dalam maka dibutuhkan personil
tenaga ahli sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman.
Penempatan tenaga ahli tersebut berdasarkan kemampuan dan pengalamannya,
sehingga akan menjamin terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.

Agar pekerjaan berjalan lancar dan terarah maka setiap tenaga ahli yang terlibat
dalam pekerjaan ini, harus memahami tugas dan tanggung jawabnya

G.2 URAIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TENAGA AHLI

Adapun tenaga-tenaga yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas ini adalah


sebagai berikut :

USULAN TEKNIS
G-1
Tenaga Ahli (Personil Inti)

Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
1 Ir. Djoko PT. Citra Rancang Lokal / Ahli Pantai Ketua Tim a. Bertanggung jawab atas semua layanan jasa 1/6
Santosa Global Nasional konsultansi sesuai dengan kerangka acuan
kerja
b. Mengkoordinasikan semua komunikasi baik
lisan atau tertulis dengan Pemberi Tugas
sehubungan aspek teknis yang berkaitan.
c. Mengasistensikan laporan-laporan serta
semua dokumen sesuai dengan Kerangka
Acuan Kerja
d. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari
semua pengukuran/rekayasa lapangan yang
dilakukan Kontraktor sehingga dapat
memudahkan Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan mengambil keputusan-keputusan
yang diperlukan serta rekayasa terperinci
lainnya.
e. Melakukan pengawasan secara teratur dan
memeriksa pekerjaan pada semua lokasi di
lapangan dimana pekerjaan konstruksi
sedang dilaksanakan serta memberi
penjelasan tertulis kepada Kontraktor
mengenai apa yang sebenarnya dituntut

USULAN TEKNIS G-2


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
dalam pekerjaan tersebut, bila dalam
kontrak hanya dinyatakan secara umum.
f. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami
dokumen Kontrak secara benar,
melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan
spesifikasi serta gambar-ganbar, dan
kontraktor menerapkan teknik pelaksanaan
konstruksi yang tepat/cocok dengan
keadaan lapangan untuk berbagai macam
kegiatan pekerjaan.
g. Membuat rekomendasi untuk disampaikan
kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
untuk menerima atau menolak pekerjaan
dan material.
h. Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai
kontraktor pada lembar kemajuan
pekerjaan (progress schedule) yang telah
disetujui.
i. Memonitor secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya
segera/ tepat waktu bila kemajuan
pekerjaan terlambat sebagaimana
tercantum pada buka Spesikasi Umum dan
hal itu benar - benar berpengaruh terhadap
jadual penyelesaian yang direncanakan.
Dalam hal demikian, maka juga membuat

USULAN TEKNIS G-3


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
rekomendasi secara tertulis bagaimana
caranya untuk mengejar keterlambatan
tersebut.

j. Menjamin bahwa sebelum kontraktor


diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan
berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan
sebelumnya yang akan tertutup atau
menjadi tidak tampak harus sudah
diperiksa/diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

k. Membuat rekomendasi untuk disampaikan


kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
menyangkut mutu dan jumlah pekerjaan
yang telah selsesai dan memeriksa
kebenaran dari setiap sertifikat
pembayaran bulanan kontraktor.

l. Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa


yang benar untuk bahan Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan
Keciptakaryaan Provinsi Aceh pada tiap
akan memerintahkan perubahan pekerjaan.
m. Mengawasi dan memeriksa pembuatan
GambarSebenarnya Terbangun/ Terpasang
(as built drawing) dan megupayakan agar
semua gambar tersebut dapat diselesaikan
sebelum Penyerahan Pertama Pekerjaan

USULAN TEKNIS G-4


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
(PHO).

n. Memeriksa dengan teliti/ seksama setiap


gambar-gambar kerja dan
analisa/perhitungan-perhitungan
konstruksinya dan kuantitasnya, yang
dibuat oleh kontraktor sebelum
pelaksanaan.
o. Menyusun/memelihara arsip korespondensi
proyek, laporan harian, laporan mingguan,
bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran,
gambar-gambar dan lainnya.

p. Membuat laporan-laporan mengenai


kemajuan fisik dan keuangan proyek yang
ada dibawah wewenangnya dan menyerahkan
kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
serta instansi lain yang terkait tepat pada
waktunya.

2 To be Name PT. Citra Rancang Lokal / Pengawasan Inspector a. Melakukan pengawasan pelaksanaan 1/6
Global Nasional lapangan konstruksi fisik di lapangan.

b. Melakukan koordinasi dengan Quantity


Engineer mengenai pelaksanaan kemajuan
pekerjaan di lapangan.
c. Mempersiapkan data-data lapangan yang
sesuai dengan kemajuan pelaksanaan
pekerjaan untuk diteruskan kepada

USULAN TEKNIS G-5


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
Quantity Engineer sebagai materi bahan
pelaporan.
d. Bertanggung jawab terhadap semua
pengukuran kuantitas dan pekerjaan
sementara seta membuat catatan untuk
semua pengukuran, perhitungan kuantitas
dan sertifikasi pembayaran untuk
memastikan kontraktor dibayar sesuai
dengan kontrak.
e. Mengawasi survey teknik lapangan yang
dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dengan akurat telah mewakili
kuantitas untuk plembayaran sertifikat
bulanan atau untuk pembayaran akhir
(final).

f. Membantu dan berhubungan dengan tim


supervisi dalam sumua hal yang
berhubungan dengan pengukuran kuantitas.
g. Menyelesaikan atau memeriksa perhitungan
kuantitas kontraktor.

h. Mencatat rencana kemajuan yang terbaru


dan membantu Pengguna Jasa dalam
penyerahan data fisik dan keuangan
(finansial) pada waktu yang diperlukan.

i. Membuat laporan harian untuk kemajuan

USULAN TEKNIS G-6


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
pekerjaan, terdiri dari cuaca, material yang
datang (termasuk), perubahan bentuk dan
ukuran dari pekerjaan, peralatan
dilapangan, kuantitas dari pekerjaan yang
telah diselesaikan, pengukuran dilapangan
dan kejadian-kejadian khusus.

j. Membuat catatan lengkap dengan peralatan,


tenaga kerja, dan material yang digunakan
dalam setiap pekerjaan yang merupakan
atau mungkin akan menjadi pekerjaan
tambahan (extra).

k. Membantu Pengguna Jasa dalam


melaksanakan dan melaporkan serah terima
pekerjaan sementara (PHO).
l. Bertanggung jawab kepada Ketua Tim
untuk mengawasi kualitas dari pada
konstruksi dan memastikan berdasarkan
basis harian bahwa pekerjaan dilakssanakan
sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gmbar-gambar kerja yang disahkan oleh
Ketua Tim .
m. Mengawasi semua pengambilan contoh
materil dan pengadaan transpotasi ke
laboratorium untuk dites, setelah dites
Inspector harus menginformasikan kepada
kontraktor tentang hasil pengujian dan

USULAN TEKNIS G-7


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
setiap perbaikan yang dibutuhkan.

n. Membuat catatan harian tentang aktivitas


kontraktor dan engineer dengan format
laporan standar dan memberitahukan
kontraktor secara tertulis terhadap
penyimpangan-penyimpangan yang
dilakukannya.
o. Menggambarkan kemajuan harian yang
dicapai kontraktor pada grafik (chart) yang
telah disetujui.
p. Membantu Pengguna Jasa dalam membuat
laporan dan serah terima sementara seta
pemeriksaan kulitas di lapangan.

q. Memonitor dan melaporkan setiap kejadian


(kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain) serta
ketidak beresan di lapangan kepada Ketua
Tim.

3 Tobe NAme PT. Citra Rancang Lokal / Survey Surveyor a. Mengikuti petunjuk ketua tim dalam 1/ 1,5
Global Nasional melaksanakan tugas.
b. Melakukan Survey
c. Membuat gambar kerja yang diperlukan
dalam proyek.

USULAN TEKNIS G-8


Jumlah
Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
No. Nama Personil Perusahaan Orang
Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
4 Tobe NAme PT. Citra Rancang Lokal / - Tenaga a. Malakukan surat-menyusurat dan 2/ 1,5
Global Nasional Lokal pendokumentasian yang diperlukan dalam
proses pelaksanaan.
b. Membuat laporan keuangan.
c. Mengetik Laporan Mingguan dan Laporan
Bulanan.
d. Mengetik dokumen proyek dan pendataan.
e. Mengetik laporan-laporan.

USULAN TEKNIS G-9


PT. CITRA RANCANG GLOBAL

H. Keterlibatan Tenaga Ahli

Masing-masing tenaga ahli berkewajiban memberikan input keahlian sesuai


dengan bidangnya masing-masing pada setiap kegiatan sebagai berikut :

USULAN TEKNIS
H-1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

JADWAL PENUGASAN PERSONIL

USULAN TEKNIS
H-2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

I. KUALIFIKASI TENAGA AHLI

Bagian ini berisi Daftar Riwayat Hidup masing-masing tenaga ahli yang diusulkan konsultan
serta surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari masing-masing tenaga ahli tersebut.

Setiap tenaga ahli yang diusulkan konsultan, susunannya sebagai berikut :


Daftar Riwayat Hidup
Sertifikat Keahlian (SKA)
Surat Referensi Kerja dari Pengguna Jasa

USULAN TEKNIS C-1


PT. CITRA RANCANG GLOBAL
Management and Engineering Consultant
Jln. Dr. Mr. Mohammad Hasan No. 59 Banda Aceh 23248
Telp. 0651 32108 Fax. 0651 32108 E-mail, crg_consultant@yahoo.co.id

PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ir. Djoko Santosa


Alamat : Perum Permata Blok D/8, RT/RW 001/005, Kel. Mlajah, Kec.
Bangkalan Kan. Bangkalan, Jawa Timur

Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk melaksanakan paket pekerjaan jasa
konsultansi Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh
Barat (Otsus Aceh), Lokasi : Kabupaten Aceh Barat untuk Penyedia Jasa Konsultansi
PT. Citra Rancang GlobaL sesuai dengan usulan jadwal penugasan saya dari bulan Juli
2015 sampai dengan bulan Desember 2015, dengan posisi sebagai Ketua Tim.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung
jawab.

Menyetujui : Banda Aceh, 06 Mei 2015


PT. Citra Rancang GlobaL Yang Membuat Pernyataan

Buchari, ST Ir. Djoko Santosa


Direktur
PT. CITRA RANCANG GLOBAL
Management and Engineering Consultant
Jln. Dr. Mr. Mohammad Hasan No. 59 Banda Aceh 23248
Telp. 0651 32108 Fax. 0651 32108 E-mail, crg_consultant@yahoo.co.id

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : KETUA TIM


2. Nama Perusahaan : PT. CITRA RANCANG GLOBAL
3. Nama Personil : Ir. Djoko Santosa
4. Tempat / Tanggal Lahir : Tulung Agung, 06 Mei 1965
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan,
Tempat dan tahun tamat belajar
dilampirkan rekaman ijazah) : Sarjana Teknik Pengairan UNIBRAW
Malang, 14 Agustus 1991
6. Sertifikat Keahlian yang dimiliki : Ahli Sumber Daya Air-Muda, Intakindo 11
Januari 2015
7. Pendidikan Non Formal : -
8. Penguasaan Bahasa Inggris dan
Bahasa Indonesia : Sangat Baik / Aktif
9. Pengalaman Kerja :

TAHUN 2014
a. Nama Proyek : Pengawasan Pembangunan Embung Desa
Calok Kec. Mamplam Kabupaten Bireuen
b. Lokasi Proyek : Kabupaten Bireuen - Aceh
c. Pengguna Jasa : Kuasa Pengguna Anggaran Program
Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/
Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman
Pangan Aceh
d. Nama Perusahaan : CV. Alif Colsultant
e. Uraian Tugas :
Mengkaji data sekunder dan data primer untuk selanjutnya mengkompilasi data
Menganalisis dan menetapkan lokasi, elevasi dan dimensi bangunan utama.
Penentuan Struktur Bangunan dan Perhitungan Struktur Bangunan
Menyusun BOQ dan RAB
Membuat laporan Bulan
PHO
f. Waktu Pelaksanaan : Juni 2014 s/d Desember 2014
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan : Pegawai Tidak Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

Ir. Heru Gunawan - 1


TAHUN 2009
a. Nama Proyek : Pengawasan Waduk Lapangan Cibantarua
(Paket 13)
b. Lokasi Proyek : Propinsi Jawa Barat
c. Pengguna Jasa : Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan
dan Program Satker BBWS Citarum
d. Nama Perusahaan : PT. Geodinamik Konsultan
e. Uraian Tugas :
Mengkaji data sekunder dan data primer untuk selanjutnya mengkompilasi data
Menganalisis dan menetapkan lokasi, elevasi dan dimensi bangunan utama.
Penentuan Struktur Bangunan dan Perhitungan Struktur Bangunan
Membuat laporan Bulan
PHO
f. Waktu Pelaksanaan : Maret 2009 Nopember 2009 (9 bulan)
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air/Bendungan
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan : Pegawai Tidak Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

TAHUN 2008
a. Nama Proyek : Pengawasan DAM SWS Bengawan Solo
b. Lokasi Proyek : Propinsi Jawa Tengah
c. Pengguna Jasa : PPK Pengawasan dan Program Satker Balai
Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
d. Nama Perusahaan : PT. Multimera Harapan
e. Uraian Tugas :
Mengkaji data sekunder dan data primer untuk selanjutnya mengkompilasi data
Menganalisis dan menetapkan lokasi, elevasi dan dimensi bangunan utama.
Penentuan Struktur Bangunan dan Perhitungan Struktur Bangunan
Membuat laporan Bulan
PHO
f. Waktu Pelaksanaan : 7 Juli 2008 4 Desember 2008 (6 Bulan)
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air
h. Status Kepegawaian Pada Perusahaan : Pegawai Tidak Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

TAHUN 2005
a. Nama Proyek : Pengawasan Pembangunan Embung/
Waduk Sarwadadi/ Kedondong Kabupaten
Cirebon
b. Lokasi Proyek : Propinsi Jawa Barat

Ir. Heru Gunawan - 2


c. Pengguna Jasa : SKS Pengembangan dan Pengelolaan
Sumber Air Cimanuk-Cisanggarung
d. Nama Perusahaan : PT. Geodinamik Konsultan
e. Uraian Tugas :
Menganalisa perhitungan perkuatan beton dan tulangan yang digunakan
Analisa dan perhitungan Struktur Bangunan
Menentukan tata letak Bangunan Air
Melaksanakan perhitungan stabilitas Bangunan Air
Pembuatan Nota Desain
Membuat laporan Bulan
PHO
f. Waktu Pelaksanaan : Juli 2005 Desember 2005 (5 bulan)
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air/Bendungan
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan : Pegawai Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

TAHUN 2004
a. Nama Proyek : Pengawasan Bendung Buntal dan Headrace
Canal
b. Lokasi Proyek : Kabupaten Manggarai Propinsi NTT
c. Pengguna Jasa : Proyek Irigasi Nusa Tenggara Timur
d. Nama Perusahaan : PT. Maha Charisma Adiguna
e. Uraian Tugas :
Menentukan tata letak Bangunan Air
Melaksanakan perhitungan stabilitas Bangunan Air
Analisa dan perhitungan Struktur Bangunan
Pembuatan Nota Desain
Pembuatan BOQ dan RAB
Membuat laporan Bulan
PHO
f. Waktu Pelaksanaan : 2 Juni 2004 15 Desember 2004 (6 Bulan)
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air
h. Status Kepegawaian Pada Perusahaan : Pegawai Tidak Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

TAHUN 2003
a. Nama Proyek : Pengawasan Pengendalian Banjir dan
Review Desain Program Mendesak Air
Bengkulu
b. Lokasi Proyek : Propinsi Bengkulu
c. Pengguna Jasa : Proyek Pengendalian Banjir dan
Pengamanan Pantai Bengkulu

Ir. Heru Gunawan - 3


d. Nama Perusahaan : PT. Satyakarsa Mudatama
e. Uraian Tugas :
Melakukan desain rinci dari tipe bangunan yang diusulkan termasuk menganalisa
kemungkinan lainnya yang berhubungan dengan aspek bangunan air.
Menyiapkan kriteria desain dan spesifikasi teknis berdasarkan buku standar yang
berlaku dan penyesuaian dengan kondisi lapangan.
Mengikuti diskusi-diskusi dan asistensi
f. Waktu Pelaksanaan : Juni 2003 - Des. 2003 (6 Bulan)
g. Posisi Penugasan : Ahli Bangunan Air
h. Status Kepegawaian Pada Perusahaan : Pegawai Tidak Tetap
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : Terlampir

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab.
Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya
diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses seleksi atau dikeluarkan jika sudah
dipekerjakan.

Banda Aceh, 06 Mei 2015


Mengetahui
PT. Citra Rancang lobal

(Buchari, ST) ( Ir. Djoko Santosa )


Direktur

Ir. Heru Gunawan - 4


SURAT KETERANGAN
Nomor : 15/SK/JK-1.793.11/2010

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Kepala Bidang Pengelolaan SDA Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta Selaku Kuasa
Pengguna Anggaran menyatakan bahwa :

Nama : Ir. Djoko Santosa


Jabatan dalam Proyek : Ahli Bangunan Air
Lama Penugasan : 6 (enam) bulan kalender dari tanggal 22 Maret 2010 s/d 22
September 2010
Alamat Perusahaan : Margahayu Raya Barat G-II No. 32 Bandung

Adalah benar telah melaksanakan pekerjaan pada :

Program : Pengendalian Banjir


Kegiatan : Pengawasan Teknis Tata Air (X-I) Tahun 2010
Konsultan : PT. GEODINAMIK KONSULTAN
No. Kontrak : 190B/JK-1.793.11
Tanggal Kontrak : 22 Maret 2010
Biaya Kontrak : Rp. 810.407.000
Tahun Anggaran : 2010

Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 4 Oktober 2010

Kepala Bidang Pengelolaan SDA


Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran

FAKHRURRAZI
NIP. 19580118 198503 1 003
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

USULAN TEKNIS
J-1
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

BAGIAN J :
URAIAN DOKUMEN PRA RENCANA
KESELAMATAN & KESEHATAN
KERJA KONTRAK
Ref : PERMEN PU NO 09/PRT/M/2008

DOKUMEN
PRA RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONTRAK
(PRA RK3K)

USULAN TEKNIS
J-2
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

1. KEBIJAKAN K3
Dalam era globalisasi penampilan K3 sudah menjadi kebutuhan dan persyaratan global, termasuk
Indonesia. Setiap perusahaan wajib dan di tuntut menerapkan sistem manajemen K3. Yang mana
Sistem Manajemen K3 ini lebih berguna untuk mencegah kerugian akibat kecelakaan, kebakaran
juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing bagi perusahaan.
Persyaratan penilaian keselamatan dan keselamatan kerja ini memuat persyaratan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar organisasi (PT. CITRA RANCANG
GLOBAL) mampu mengendalikan resiko-resiko K3 dan dapat meningkatkan kinerja K3 nya.
Manajemen puncak harus menetapkan dan mengesahkan kebijakan K3 dan menjamin bahwa
kebijakan tersebut:
a. Sesuai dengan sifat dan skala resiko K3 yang ada di organisasinya masing-masing
b. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan dan berkurangnya kesehatan secara
berkelanjutan meningkatkan sistem manajemen K3 dan kinerja K3.
c. Mencakup komitmen untuk paling tidak sesuai persyaratan legal yang berlakudan dengan
persyaratan lain
d. Memberi kerangka untuk penetapan dan peninjauan sasaran K3;
e. Di dokumentasikan, diterapkan dan dipelihara
f. Di komunikasikan ke semua orang yang bekerja dibawah kontrol organisasi agar mereka
menyadari kewajiban individual mereka terkait K3;
g. Terbuka bagi pihak-pihak yang berkepentingan; dan
h. Di tinjau secara berkala untuk menjamin bahwa kebijakan tersebut masih relevan dan tepat
bagi organisasi
Sistem Manajemen K3
Bagian dari sistem manajemen organisasi untuk membangun dan menerapkan kebijakan K3 dan
mengelola resiko resiko K3.
- Sistem manajemen adalah sekumpulan elemen yang berkaitan yang digunakan untuk
menetapkan kebijakan dan sasaran dan untuk mencapai sasaran tersebut.
- Sistem manajemen mencakup struktur organisasi, aktifitas perencanaan (termasuk, sebagai
contoh, penilaian resiko dan penetapan sasaran), tanggung jawab, praktek-praktek, prosedur-
prosedur, proses-proses dan sumber daya.
- Sasaran terkait dengan kinerja K3 yang ditetapkan organisasi untuk dicapai.
1. Sasaran harus quantitatif sejauh memungkinkan.
2. Sasaran K3 konsisten dengan kebijakan K3.

Kinerja K3
Hasil terukur dari pengelolaan organisasi terhadap resiko-resiko K3.
- Pengukuran Kinerja K3 mencakup pengukuran dan efektifitas dari pengendalian yang dilakukan
organisasi.
- Dalam konteks sistem manajemen K3, hasil dapat diukur terhadap kebijakan K3, Sasaran K3
dan persyaratan kinerja K3 yang lain.

USULAN TEKNIS
J-3
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

2. PENGAWASAN
1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko Bahaya
Identifikasi Jenis Bahaya & Pengendalian Resiko K3
No Jenis Type Pekerjaan
Resiko Bahaya /Metode Kendali
1 2 3 4
1. Pengawasan Konstruksi Jenis bahaya : Terseret arus Menyediakan perlengkapan
air, Tertimpa material untuk keperluan pengawasan
Risiko : Luka Berat/Meninggal
2. Mengecek mutu Jenis bahaya : Tertimpa - Memastikan perlengkapan,
konstruksi Material, Tertimbun Longsor, memakai helm
Risiko : Luka Berat/Meninggal - Membuat landasan Rig yang
kuat

2) Pemenuhan Perundang Undangan Dan Persyaratan Lainnya


Peraturan yang akan diikuti adalah sesuai dengan perundangan dan persyaratan K3 mencakup :
1. UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. UU No 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
3. PerMen PU No 09/PRT/M2008 tentang Pedoman Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3)
4. Peraturan lainnya yang terkait
3) Identifikasi bahaya, penilaian resiko dan penetapan kontrol
Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur-prosedure untuk identifikasi
bahaya secara berkelanjutan, penilaian resiko dan penentuan kontrol-kontrol yang diperlukan.
4) Prosedur-prosedur untuk identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus mempertimbangkan:
a. Aktifitas rutin dan non-rutin
b. Aktifitas dari semua orang yang mempunyai akses ke lokasi kerja (termasuk
masyarakat sekitar)
c. Perilaku orang, kemampuan dan faktor-faktor manusia lainnya.
d. Bahaya yang telah teridentifikasi yang berasal dari luar lokasi kerja yang dapat
merugikan kesehatan dan keselamatan orang-orang di lokasi kerja.
e. Bahaya bagi lingkungan sekitar lokasi kerja yang dihasilkan oleh aktifitas-aktifitas
dari lokasi kerja
(Lebih tepat bila bahaya seperti diatas dinilai sebagai Aspek Lingkungan)
f. Infrastruktur, peralatan dan material di lokasi kerja, baik yang dihasilkan oleh
organisasi maupun oleh pihak lain;
g. Perubahan-perubahan / rencana perubahan dalam organisasi, aktifitas / material.
h. Perubahan dari sistem manajemen K3, termasuk perubahan sementara dan akibat
dari perubahan tersebut bagi operasi, proses dan aktifitas;
i. Semua persyaratan legal terkait dengan penilaian resiko dan penerapan kontrol yang
diperlukan;
j. Rancangan area kerja, proses, instalasi, peralatan, prosedur operasional dan
pengaturan kerja, termasuk penyesuaiannya dengan kemampuan manusia

USULAN TEKNIS
J-4
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

5) Metodologi untuk identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus:


a. Ditentukan lingkupnya, sifatnya, waktunya untuk menjamin agar identifikasi bahaya
dan penilaian resiko dilakukan secara pro-aktif, bukan reactif; dan
b. Memberi panduan untuk identifikasi, prioritasisasi dan dokumentasi resiko, dan
penerapan kontrol dengan layak.
Untuk mengatur perubahan, organisasi harus mengidentifikasi bahaya K3 dan resiko K3 yang
berhubungan dangan perubahan-perubahan dalam organisasi, sistem manajemen atau aktifitas
sebelum perbuahan-perubahan tersebut diberlakukan.
Organisasi PT. CITRA RANCANG GLOBAL menjamin bahwa hasil dari penilaian dipertimbangkan
dalam menentukan kontrol.Ketika menentukan kontrol, atau ingin merubah kontral yang sudah ada,
harus dipertimbangkan untuk menurunkan resiko menurut hirarki sebagai berikut:
a. Penghilangan
b. Penggantian
c. Kontrol secara teknis
d. Pemberian tanda dan/atau kontrol administatif
e. Pemakaian peralatan pelindung
Organisasi harus mendokumentasikan hasil dari identifikasi bahaya, penilaian resiko dan kontrol yang
ditentukan dan menjaga dokumentasi tersebut tetap up-to-date.
Organisasi harus menjamin agar resiko K3 dan kontrol yang telah ditentukan dipertimbangkan dalam
menngembangkan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen K3.

6) Organisasi K3 PT. CITRA RANCANG GLOBAL


Oraganisasi yang akan disiapkan oleh PT. CITRA RANCANG GLOBAL adalah sebagai berikut :
1. Penanggung Jawab K3
2. Emergency Kedaruratan
3. P3K
4. Kebakaran

Organisasi K3 :
Menyediakan Petugas K3 sesuai dengan Struktur Organisasi, seperti terlihat pada gambar
dibawah ini :

USULAN TEKNIS
J-5
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

PENANGGUNG JAWAB
K3

EMERGENCY/ P3K KEBAKARAN


KEDARURATAN

Banda Aceh, 06 Mei 2015


PT. CITRA RANCANG GLOBAL

USULAN TEKNIS
J-6
PT. CITRA RANCANG GLOBAL

K. PENUTUP
Bersama ini kami PT. CITRA RANCANG GLOBAL mengucapkan terima
kasih kepada POKJA Konsultansi - VII Jl. T. Nyak Arief No. 219 Banda Aceh
telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelelangan ini.

Dokumen Teknis ini kami susun sebagai mana mestinya untuk dijadikan
bahan penilaian Panitia dengan harapan agar Dokumen ini dapat meloloskan
perusahaan kami ke dalam penentuan peringkat selanjutnya.

Atas perhatian dan kerjasamanya, sekali lagi diucapkan banyak terima


kasih.

USULAN TEKNIS
K-1
R PAKET PEKERJAAN :

Supervisi Pengaman Pantai Padang


Seurahet (Tahap - III) Kab. Aceh Barat
(Otsus Aceh)
REKAPITULASI DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

SKPA : Dinas Pengairan


Kegiatan : Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai
Nama Pekerjaan : Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap-III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)
lokasi/Provinsi : Kabupaten Aceh Barat/ Provinsi Aceh
Tahun Anggaran : 2015

JUMLAH HARGA
NO URAIAN
Rp

I. BIAYA LANGSUNG PERSONIL Rp 90.150.000


A. TENAGA AHLI Rp 49.200.000
B. TENAGA PENDUKUNG Rp 40.950.000

II. BIAYA LANSUNG NON PERSONIL Rp 13.610.000


A. BIAYA KANTOR Rp 2.300.000
B. BIAYA PERLENGKAPAN Rp 5.330.000
C. BIAYA PELAPORAN Rp 5.980.000

JUMLAH (I + II) Rp 103.760.000


PPN 10% Rp 10.376.000
TOTAL Rp 114.136.000
DIBULATKAN Rp 114.130.000
TERBILANG : Seratus Empat Belas Juta Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah

Banda Aceh, 06 Mei 2015


PT. Citra Rancang GlobaL

Buchari, ST
Direktur
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
SKPA : Dinas Pengairan
Kegiatan : Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai
Nama Pekerjaan : Supervisi Pengaman Pantai Padang Seurahet (Tahap-III) Kab. Aceh Barat (Otsus Aceh)
lokasi/Provinsi : Kabupaten Aceh Barat/ Provinsi Aceh
Tahun Anggaran : 2015

HARGA SATUAN JUMLAH


URAIAN SATUAN VOLUME
(Rp) HARGA (Rp)

I. BIAYA LANGSUNG PERSONIL


A TENAGA AHLI
1 Ketua Tim (Ahli Pantai) S1 (3 th) 1 Org x 6,00 Bln OB 6,00 8.200.000,00 49.200.000,00

B BIAYA TENAGA PENDUKUNG

1 Inspector (Pengawas Lapangan) SMK (3 Th)) 1 Org x 6,00 Bln OB 6,00 5.000.000,00 30.000.000,00
2 Surveyor SMK (3 Th)) 1 Org x 1,50 Bln OB 1,50 3.300.000,00 4.950.000,00
3 Tenaga Lokal 2 Org x 1,50 Bln OB 3,00 2.000.000,00 6.000.000,00

II. BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL


A. BIAYA KANTOR
1 Alat Tulis Kantor Ls 1,00 2.300.000,00 2.300.000,00

B. BIAYA PERLENGKAPAN
1 Water Pass (Sewa) 1 Unit x 1,50 Bln Unit.Bln 1,50 500.000,00 750.000,00
2 Patok Kayu Btg 154,00 20.000,00 3.080.000,00
3 Perlengkapan Lapangan Ls 1,00 1.500.000,00 1.500.000,00

C. BIAYA PELAPORAN
1 Rencana Mutu Kontrak Buku 2,00 270.000,00 540.000,00
2 Laporan Bulanan Buku 6,00 250.000,00 1.500.000,00
3 Draft Laporan
- Laporan Akhir Buku 1,00 250.000,00 250.000,00

4 Final Laporan
- Laporan Pendahuluan Buku 2,00 250.000,00 500.000,00
- Laporan Akhir (Cover Exlusive) Buku 3,00 300.000,00 900.000,00

5 Shop dan As Built Drawing (A3) Buku 3,00 300.000,00 900.000,00


6 Lporan Hasil Pengukuran MC (Awal & Akhir) Buku 3,00 250.000,00 750.000,00
7 DVD-R Gambar Hasil Pelaksanaan dan Laporan-Laporan Bh 3,00 80.000,00 240.000,00
8 Album Foto Dokumentasi Album 2,00 200.000,00 400.000,00