Anda di halaman 1dari 2

Biografi Louis Pasteur

Add Comment
Biografi Ilmuan
Thursday, March 24, 2011

Biografi Louis Pasteur. Louis Pasteur (27 Desember 1822 28 September

1895) adalah seorang ahli mikrobiologi dan ahli kimia


Perancis. Ia dikenal masyarakat umum karena mengembangkan inokulasi kuman
penyakit yang melahirkan vaksin pertama yaitu rabies. Namun penemuan
terbesar Pasteur dibidang kimia adalah molekul asimetris dan polarisasi
cahaya. Louis Pasteur memulai kariernya sebagai ahli fisika di sebuah
sekolah lanjutan atas. Pada usia 26 tahun ia sudah menjadi profesor di
Universitas Strasbourg, kemudian ia pindah ke Universitas Lille dan di sana
pada tahun 1856 ia melakukan penemuan yang berarti sangat besar bagi bidang
kedokteran.
Dalam penelitian di bidang kimia, ia menguraikan permasalahan sifat asam
tartrat(1849). tesis doktor-Nya kristalografi menjadikannya profesor
kimia di universitas Strasbourg. Pada 1854, ia diangkat Dekan Fakultas
Sains di Lille University. Pada tahun 1857, ia diangkat menjadi direktur
ilmiah studi tentang cole Normale Suprieure.
Selain itu, Pasteur juga meneliti berbagai jenis minuman yang
terkontaminasi mikroorganisme. Ia berhasil menemukan cara mematikan bakteri
yang ada di susu melalui proses pemanasan. Dia dan Claude Bernard
menyelesaikan tes pertama 20 April 1862. Proses ini dikenal dengan istilah
pasteurisasi. Pasteur mengusulkan cara mencegah masuknya mikroorganisme ke
dalam tubuh manusia dengan mengembangkan metode antiseptik.
Pada 1870-an ia menerapkan metode imunisasi untuk penyakit anthrax,
sehingga membangkitkan minat para ilmuwan lain dalam memerangi penyakit
lain yang bersifat endemic. Pasteur juga menyempurnakan vaksin rabies yang
sebelumnya diciptakan Emile Roux. Vaksin ini pertama kali digunakan pada
Joseph berusia 9 tahun Meister pada 6 Juli 1885 setelah anak itu parah
dianiaya oleh anjing gila. Hal ini dilakukan pada beberapa risiko pribadi
untuk Pasteur, karena ia bukan berlisensi dokter dan bisa menghadapi
tuntutan untuk mengobati anak itu. Untungnya, pengobatan terbukti sukses
spektakuler sehingga Pasteur dipuji sebagai pahlawan dan tidak mendapat
tuntutan hukum. Keberhasilan pengobatan ini meletakkan dasar untuk
pembuatan banyak vaksin untuk berbagai penyakit seperti polio, cacar dan
tetanus.
Pada hari ulang tahunnya yang ke 70 para dokter dan ilmuwan dari seluruh
dunia berkunjung ke Paris untuk menghormatinya. Sejak tahun 1888 karya
Pasteur dilanjutkan di Institut Pasteur di Paris. Kini institut itu
mempunyai cabang di 60 negara. Makamnya terdapat di bawah Institut
tersebut, jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati terbuat dari marmer dan
granit.