Anda di halaman 1dari 154

1

ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN


KERJA (K3) SERTA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. SINAR
SOSRO TANJUNG MORAWA MEDAN

TESIS

Oleh

YUIS NURMALINDA
067019134/IM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
2

ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN


KERJA (K3) SERTA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. SINAR
SOSRO TANJUNG MORAWA MEDAN

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains


dalam Program Studi Ilmu Manajemen pada
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

YUIS NURMALINDA
067019134/IM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
3

Judul Tesis : ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA (K3) SERTA LINGKUNGAN
KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA
KARYAWAN PT. SINAR SOSRO TANJUNG
MORAWA MEDAN
Nama Mahasiswa : Yuis Nurmalinda
Nomor Pokok : 067019134
Program Studi : Ilmu Manajemen

Menyetujui,
Komisi Pembimbing

(Dr. Rismayani, SE, MS) (Drs. Syahyunan, M.Si)


Ketua Anggota

Ketua Program Studi, Direktur,

(Dr. Rismayani, SE, MS) (Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B., M.Sc)

Tanggal lulus : 17 Desember 2008

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
4

Telah diuji pada:


Tanggal 17 Desember 2008

PANITIA PENGUJI TESIS


Ketua : Dr. Rismayani, M.Si.
Anggota : 1. Drs. Syahyunan, M.Si.
2. Prof. Dr. Syaad Afifuddin, M.Ec.
3. Drs. H. B. Tarmizi, SU.
4. Dra. Nisrul Irawati, MBA.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
5

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis yang berjudul :

ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

(K3) SERTA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS

KERJA KARYAWAN PT. SINAR SOSRO TANJUNG MORAWA MEDAN

Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh

siapapun sebelumnya.

Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara

benar dan jelas.

Medan, 17 Desember 2008


Yang membuat pernyataan,

Yuis Nurmalinda

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
6

ABSTRAK

Produktivitas kerja karyawan merupakan faktor utama bagi suatu perusahaan


dalam mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Ada beberapa faktor yang
berpengaruh pada peningkatan produktivitas kerja karyawan, antara lain: keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja. Dengan memperhatikan keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja diharapkan dapat meningkatkan
produktivitas kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) serta lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Sinar
Sosro Tanjung Morawa Medan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui
apakah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja berhubungan dengan peranan
pimpinan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja, Teori Tentang Lingkungan Kerja, dan Teori Tentang
Produktivitas Kerja Karyawan yang berkaitan dengan Manajemen Sumber Daya
Manusia.
Pendekatan penelitian ini adalah survei. Jenis penelitian adalah deskriptif
kuantitatif. Sifat penelitian adalah eksplanatori, dimana seluruh variabel diukur
dengan skala likert. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive
sampling, dengan sampel 34 responden. Pengujian hipotesis pertama menggunakan
analisis regresi linier berganda, dengan uji serempak (uji F) dan uji parsial (uji t) pada
tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Sedangkan hipotesis kedua menggunakan analisis
Korelasi Rank Spearman.
Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan (K3) serta
lingkungan kerja secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar
0,000. Koefisien determinasi (R2) variabel independen terhadap variabel dependen
sebesar 0,916 yang berarti keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan
kerja berpengaruh sebesar 91,6% dan sisanya 8,4% dijelaskan oleh faktor lain yang
tidak diikutkan dalam penelitian ini. Hasil uji parsial keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) memiliki pengaruh positif (7,873) dan lebih dominan dibandingkan dengan
lingkungan kerja yang memiliki pengaruh positif (5,329) terhadap produktivitas kerja
karyawan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
serta lingkungan kerja berpengaruh highly significant terhadap produktivitas kerja
karyawan dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja(K3) berhubungan sedang
dengan peranan pimpinan.

Kata kunci : keselamatan kesehatan, lingkungan kerja, produktivitas

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
7

ABSTRACT

The employees productivity is a primary factor for a company in reaching its


goals. There are some factors that can influence the employee to increase their
productivity such as: healthy safety work (K3) and environmental work. By giving a
healthy safety work (K3) and environmental work, its expected that the employees
will improve their productivity in carrying out their duties.
The cases in this research are how healthy safety work (K3) and
environmental work influence the employees productivity at PT. Sinar Sosro
Tanjung Morawa Medan and wich factor is the most dominant. Besides, the
objectives of this research is to prove whether the application of healthy safety work
related to the role of management.
The theories used in this research are the Healthy Safety Work Theory,
Environmental Work Theory, and Theory about the Employees Productivity that
related to Human Resource Management.
The approach of this research uses the survey method with quantitive
characteristic. This research constitutes explanatory and all of variable is measured by
likert scale. The method to getting sample uses purposive sampling method, with 34
respondent. The first hyphothesis test uses linier multiple regression analysis, with
F-test and t-test on significant level 95% (=0,05). The second hypothesis uses
Spermans Rank Correlation test.
The result of this research show that healthy safety (K3) and environmental
work simultaneously have a significant influence is equal to 0,000. The coefficient
determination (R2) independent variable to dependen variable is 0,916 that means
healthy safety (K3) and environmental work related 91,6% and the residue 8,4% is
explained by the other variables. The result of healty safety (K3) parsial test have a
positive correlation (7,873) more dominant compare to the environment work that
have positive correlation (5,329) to the employees productivity. The result of Rank
Spearman analysis show that the application of healthy safety (K3) have a medium
correlation with the rule of management in PT.Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.
The condusion of this research are the healthy safety work (K3) and
environmental work related highly significant to the employees productivity and the
application of healthy safety (K3) have a medium correlation with the rule of
management.

Key words : healthy safety, environmental work, productivity.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
8

KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan berkah-Nya kepada penulis sehingga penulis selama masa proses

menuntut ilmu dan menyelesaikan tugas akhir penulisan tesis ini.

Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Magister Ilmu

Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Judul penelitian yang

dilakukan penulis adalah : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K3) serta Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar

Sosro Tanjung Morawa Medan.

Selama menyelesaikan tesis ini maupun selama mengikuti proses

perkuliahan, penulis banyak memperoleh bantuan moril dan materil dari berbagai

pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima

kasih yang tulus kepada :

1. Bapak Prof. Chairuddin P. Lubis, DTM&H, Sp. A (K)., selaku Rektor

Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B., M.Sc., selaku Direktur Sekolah

Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Hj. Rismayani, MS., selaku Ketua Program Studi Ilmu Manajemen dan

juga selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan

pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
9

4. Bapak Drs. Syahyunan, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Manajemen

dan juga selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan

pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

5. Bapak Prof. Dr. Syaad Afifuddin, MEc, Ibu Dra. Nisrul Irawati, MBA, dan

Bapak Drs. H.B. Tarmizi, SU selaku Komisi Pembanding yang telah banyak

memberikan masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen serta Pegawai di Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah

Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

7. Bapak Fahrurrozi Parinduri, M.Si selaku Diputi, Bapak Indra Siregar selaku

Manajer Personalia dan Umum, dan Bapak Putu Karyana selaku Manajer

Produksi dan maint yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian

serta seluruh karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan yang bersedia

memberikan informasi dalam menyelesaikan tesis ini.

8. Seluruh sahabat Angkatan XI Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah

Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dan seluruh pihak yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu yang selalu memotivasi dan memberikan semangat

dalam penyelesaian tesis ini.

9. Sahabat-sahabat penulis yang terbaik: Mustiqo, Serly, Tuti, Pika, Noni, Bang

Azi, Bang Syahri, Yudi dan Yayan yang selalu memberikan motivasi, semangat

dan meluangkan waktunya bagi penulis dalam penyelesaian tesis ini.

10. Khususnya kepada kedua Orang Tua penulis yang tercinta Drs. Parlindungan

Parinduri, dan Marlaini Lubis, SE, terima kasih atas kasih sayang, doa, motivasi,
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
10

dan dukungan yang diberikan baik secara moril maupun materil sehingga

penulis dapat melanjutkan dan menyelesaikan jenjang pendidikan Strata dua.

11. Juga teristimewa kepada Abang penulis yang tersayang Iskandar Zulkarnain, ST,

dan kedua adik penulis Eka Ratna Puri, AM.Keb, dan Julianti Aisyah atas segala

dukungan dan doanya.

Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada

semua pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada penulis baik

ketika masa kuliah maupun saat penulisan tesis. Penulis menyadari tesis ini belum

sempurna, namun demikian diharapkan nantinya dapat berguna bagi banyak pihak,

khususnya bagi penelitian di bidang sumber daya manusia.

Medan, 17 Desember 2008


Penulis,

Yuis Nurmalinda

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
11

RIWAYAT HIDUP

Yuis Nurmalinda Parinduri lahir di Medan tanggal 19 Oktober 1981, anak

kedua dari empat bersaudara dari Bapak Drs. Parlindungan Parinduri dan Ibunda

Marlaini Lubis, SE.

Pendidikan dimulai pada tahun 1986 di Taman Kanak-Kanak (TK) Swasta

Amir Hamzah Medan dan selesai pada tahun 1987. Tahun 1987 di Sekolah Dasar

(SD) Negeri 064981 Medan dan lulus tahun 1993. Kemudian melanjutkan ke Sekolah

Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Medan, lulus tahun 1996. Selanjutnya tahun

1996 meneruskan pendidikan ke Sekolah Menegah Umum (SMU) Negeri 18 Medan,

lulus tahun 1999. Tahun 1999 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas

Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) jurusan Ekonomi Manajemen, lulus tahun

2003 dan tahun 2006 melanjutkan ke Strata-2 Program Studi Ilmu Manajemen

Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.

Bekerja sebagai Pegawai Administrasi pada SMP Negeri 37 Medan sejak

tahun 2007 sampai sekarang.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
12

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ......................................................................................................... i

ABSTRACT ....................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii

RIWAYAT HIDUP ............................................................................................ vi

DAFTAR ISI ...................................................................................................... vii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xii

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

I.1 Latar Belakang ................................................................................... 1

I.2 Perumusan Masalah ........................................................................... 6

I.3 Tujuan Penelitian ............................................................................... 7

I.4 Manfaat Penelitian ............................................................................. 7

I.5 Kerangka Berpikir ............................................................................. 8

I.6 Hipotesis ............................................................................................ 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 13

II.1 Penelitian Terdahulu ........................................................................ 13

II.2 Teori Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) .................. 14

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
13

II.2.1 Pengertian dan Syarat-Syarat Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (K3) ................................................................ 14

II.2.2 Tujuan dan Manfaat Keselamatan dan Kesehatan


Kerja (K3).................................................................................. 15

II.3 Teori Tentang Lingkungan Kerja ..................................................... 18

II.3.1 Pengertian Lingkungan Kerja ................................................... 18

II.3.2 Jenis Lingkungan Kerja ............................................................ 20

II.3.3 Promosi Kesehatan di Tempat Kerja ........................................ 20

II.3.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja ............ 22

II.3.5 Pemantauan Lingkungan Kerja ................................................ 23

II.4 Teori Tentang Kecelakaan Kerja ..................................................... 24

II.4.1 Pengertian Kecelakaan Kerja dan Kerugian Akibat


Kecelakaan Kerja ...................................................................... 24

II.4.2 Pencegahan Kecelakaan Kerja................................................... 28

II.5 Teori Tentang Produktivitas Kerja.................................................... 28

II.5.1 Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Produktivitas Kerja .................................................................... 28

II.5.2 Ukuran-Ukuran Produktivitas Kerja.......................................... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 33

III.1 Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 33

III.2 Metode Penelitian ............................................................................. 33

III.3 Populasi dan Sampel ........................................................................ 34

III.4 Metode Pengumpulan Data ............................................................... 35

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
14

III.5 Jenis dan Sumber Data ..................................................................... 36

III.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................... 36

III.6.1 Hasil Uji Validitas Instrumen .................................................. 37

III.6.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen .............................................. 39

III.7 Hipotesis Pertama ............................................................................ 40

III.7.1 Identifikasi Variabel ............................................................... 40

III.7.2 Definisi Operasional Variabel ............................................... 40

III.7.3 Metode Analisis Data ............................................................ 42

III.7.3.1 Uji Regresi Linier Berganda .......................................... 42

III.7.3.2 Uji Serempak (Uji F) ..................................................... 42

III.7.3.3 Uji Parsial (Uji T) ......................................................... 43

III.7.4 Pengujian Asumsi Klasik ....................................................... 44

III.7.4.1 Uji Normalitas Data ....................................................... 44

III.7.4.2 Uji Multikolinieritas ..................................................... 45

III.7.4.3 Uji Heteroskedastisitas ................................................. 46

III.8 Hipotesis Kedua .............................................................................. 46

III.8.1 Identifikasi Variabel .............................................................. 46

III.8.2 Definisi Operasional Variabel ............................................... 47

III.8.3 Metode Analisis Data ............................................................ 48

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 50

IV.1 Hasil Penelitian ............................................................................... 50

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
15

IV.1.1 Gambaran Umum PT. Sinar Sosro .......................................... 50

IV.1.2 Visi dan Misi PT. Sinar Sosro.................................................. 54

IV.1.3 Struktur Organisasi PT. Sinar Sosro ....................................... 54

IV.1.4 Jumlah Tenaga Kerja Dan Jam Kerja....................................... 63

IV.1.5 Unsur-Unsur Biaya Produksi PT. Sinar Sosro ........................ 65


IV.1.6 Uraian Proses Produksi ........................................................... 68

IV.1.7 Proses Pengisian Dalam Botol ................................................. 70

IV.1.8 Hasil Produksi ......................................................................... 71

IV.2 Karakteristik Responden .................................................................. 72

IV.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ............................ 72

IV.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan ....................... 73

IV.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ................. 73

IV.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa kerja ................. 74

IV.3 Analisis Deskripsi Variabel ............................................................. 75

IV.3.1 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Keselamatan


dan Kesehatan Kerja (K3) ....................................................... 75

IV.3.2 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Lingkungan


Kerja ...................................................................................... 84

IV.3.3 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Produktivitas


Kerja ...................................................................................... 89

IV.3.4 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Penerapan


Keselamatan dan Kesehatan Kerja .......................................... 94

IV.3.5 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Peranan


Pimpinan ................................................................................ 97

IV.4 Pembahasan ......................................................................................101


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
16

IV.4.1 Hasil Uji Asumsi Klasik .........................................................101

IV.4.1.1 Hasil Uji Normalitas Data ..............................................101

IV.4.1.2 Hasil Uji Multikolinieritas ..............................................103

IV.4.1.2 Hasil Uji Heterokedastisitas ............................................104

IV.4.2 Hasil Uji Hipotesis Pertama .....................................................105

IV.4.2.1 Hasil Uji Regresi Linier Berganda .................................105


IV.4.2.2 Hasil Uji Serempak (Uji F) .............................................106

IV.4.2.3 Hasil Uji Parsial (Uji T) .................................................107

IV.4.3 Hasil Uji Hipotesis Kedua........................................................111

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................114

V.1 Kesimpulan......................................................................................114

V.2 Saran ...............................................................................................114

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................116

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
17

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

I.1 Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan ....... 2

II.1 Tanggung Jawab Umum Terhadap Kesehatan dan Keselamatan


Kerja ..................................................................................................... 17

II.2 Keuntungan Promosi Kesehatan Bagi Perusahaan dan Bagi


Pekerja di Tempat Kerja ....................................................................... 21

II.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas ................................ 31

III.1 Penentuan Sampel Penelitian ................................................................ 35

III.2 Hasil Uji Validitas Instrumen ............................................................... 38

III.3 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ........................................................... 39

III.4 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama ................................ 41

III.5 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua ................................... 47

III.6 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ............. 49

IV.1 Perincian Tenaga Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa


Medan ................................................................................................... 63

IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ......................................... 72

IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan ..................................... 73

IV.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ............................... 74

IV.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja .............................. 74

IV.6 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov ...........................................................103

IV.7 Hasil Uji Multikolinieritas ....................................................................103

IV.8 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ........................................................105


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
18

IV.9 Hasil Uji Determinasi ...........................................................................105

IV.10 Hasil Uji Serempak (Uji F) ...................................................................106

IV.11 Hasil Uji Parsial (Uji T).........................................................................107

IV.12 Hasil Uji Korelasi Rank Spearman .......................................................111

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
19

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

I.1 Kerangka Berpikir Hipotesis Pertama .................................................. 11

I.2 Kerangka Berpikir Hipotesis Kedua ..................................................... 12

II.1 Nilai Ambang Batas (Nilai Tertinggi Yang Masih Aman Bagi
Pekerja) ................................................................................................. 27

IV.1 Struktur Organisasi PT. Sinar Sosro...................................................... 55

IV.2 Proses Persiapan Air ............................................................................. 68

IV.3 Proses Pencampuran TCP dan Sirup Gula ............................................ 69

IV.4 Proses Pengisian Teh Botol Sosro ........................................................ 70

IV.5 Grafik Normal Plot ............................................................................... 101

IV.6 Grafik Histogram .................................................................................. 102

IV.7 Grafik Hasil Uji Heterokedastisitas ...................................................... 104

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
20

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

I Tabulasi Jawaban Responden untuk Uji Validitas dan Reliabilitas ........119

II Hasil Uji Validitas ..................................................................................120

III Hasil Uji Reliabilitas ...............................................................................125

IV Karakteristik Responden...........................................................................127

V Tabulasi Jawaban Responden...................................................................128

VI Hasil Tanggapan Responden ..................................................................129

VII Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan
Tahun 2005-2007......................................................................................134

VIII Perjanjian Kerja Sama PT. Sinar Sosro Cabang Deli Serdang-Medan
Dengan Federasi Serikat Pekerja..............................................................135

IX Surat Permohonan Izin Penelitian ...........................................................139

X Surat Pemberian Izin Penelitian ..............................................................140

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
21

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Di awal abad 21 ini, Indonesia menghadapi banyak tantangan yang tidak dapat

dihindari yaitu terjadinya arus globalisasi yang ditandai dengan adanya pasar bebas,

perkembangan teknologi dan lain sebagainya yang tiada batasnya melanda seluruh

dunia pada saat ini, dimana seluruh masyarakat dapat merasakan dampaknya.

Perkembangan teknologi canggih ini menyebabkan terjadinya revolusi industri yang

berperan dalam mengubah kondisi dunia saat ini, juga berperan dalam peningkatan

kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja terkait dengan kemajuan pesat

teknologi yang mulai diterapkan untuk produksi secara besar-besaran dengan mesin.

Hal ini merupakan produk revolusi industri yang disatu pihak mencerminkan

kemajuan yang sangat gemilang, namun disisi lain memiliki dampak terhadap

permasalahan sosial yang ada.

Dari tahun 2002 hingga tahun 2005 terjadi 78.000 kecelakaan kerja di

Indonesia. Tingkat keselamatan kerja di Indonesia masih tergolong sangat rendah.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) RI,

dalam satu hari lima orang pekerja meninggal dunia saat melakukan pekerjaannya

(Pikiran Rakyat, 2007).

Budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia masih rendah, bahkan

menurut survey ILO (International Labour Organitation), Indonesia masih berada

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
22

pada peringkat dua terendah dalam program keselamatan dan kesehatan kerja. Pada

hal berdasarkan hasil konvensi ILO No. 187/2006 tentang promotional frame work

for occupational safety and health, semua negara harus melaksanakan keselamatan

dan kesehatan kerja, terang Toris (Republika On Line, 2007).

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan adalah perusahaan yang memproduksi

minuman teh dalam kemasan. Perusahaan dalam proses produksinya menggunakan

beberapa mesin dan peralatan. Mesin dan peralatan yang digunakan kemungkinan

besar dapat menyebabkan bahaya kecelakaan bagi pekerja apabila tidak digunakan

secara tepat yang dapat mempengaruhi produktivitas kerjanya.

Kecelakaan kerja berhubungan dengan hubungan kerja diperusahaan.

Hubungan kerja disini dimaksudkan adalah kecelakaan kerja yang terjadi dikarenakan

oleh pekerja atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Ada banyak faktor dalam

hubungannya dengan pekerjaan yang dapat mendatangkan bahaya kecelakaan bagi

pekerja selain mesin dan peralatan yang digunakan, antara lain adalah bahan dan cara

pengolahan, keadaan tempat kerja, dan lingkungan serta cara melakukan pekerjaan

tersebut.

Tabel I.1 Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan
Tahun Jumlah Kecelakaan Kerja Keterangan
2005 9 Luka pada mata, kaki, dan kepala
Luka pada kaki, jari tangan, dahi, pergelangan tangan,
2006 19 hidung, telapak tangan, bibir, wajah, mata, dan
punggung.
2007 7 Jari tangan, kaki, dan tangan
Jumlah 35
Sumber : PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Tahun 2005-2007

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
23

Informasi seputar kecelakaan kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan

dapat dilihat pada Tabel I.1. Pada tahun 2006 terjadi peningkatan jumlah kecelakaan

kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2007 terjadi penurunan

jumlah kecelakaan kerja dimana jumlah kecelakaan kerja mengalami penurunan lebih

dari 100%. Kecelakaan kerja yang terjadi sebagian besar pada saat proses produksi.

Perusahaan telah menetapkan angka kecelakaan yang terjadi pada setiap bagian

dipabrik yaitu satu kecelakaan kerja yang terjadi. Perusahaan juga mengharapkan

sekali tidak terjadinya kecelakaan kerja di bagian manapun di dalam pabrik, karena

kecelakaan kerja yang terjadi dapat menyebabkan waktu kerja hilang sehingga

produktivitas kerja menurun.

Lingkungan kerja yang berupa penerangan, kebisingan dan getaran, radiasi,

suhu udara ditempat kerja dan lain sebagainya juga sangat mempengaruhi karyawan

dalam melaksanakan pekerjaannya dan berdampak pada hasil kerja karyawan

tersebut.

Untuk meningkatkan produktivitas kerja, pekerjaan harus dilakukan dengan

cara dan lingkungan kerja yang memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan. Jika

persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka terjadi ketidaknyamanan kerja, gangguan

kesehatan, dan daya kerja, penyakit dan kecelakaan. Sehingga penerapan keselamatan

dan kesehatan kerja tidak hanya sekedar bertujuan meraih tingkat keselamatan dan

kesehatan kerja yang tinggi atau hanya untuk mencegah kemungkinan terjadinya

kecelakaan kerja, maupun penyakit akibat kerja, tetapi lebih jauh lagi keselamatan

dan kesehatan kerja memiliki visi dan misi jauh kedepan yaitu mewujudkan tenaga
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
24

kerja yang sehat, selamat, produktif serta sejahtera dan juga menciptakan

perlindungan kepada pengusaha dan perusahaan.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya undang-undang ketenagakerjaan di

Indonesia yang memberikan perlindungan atas keselamatan, kesehatan, lingkungan

kerja, pemeliharaan moral kerja, dan perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia

dan moral agama upaya untuk mengurangi angka kecelakaan kerja di Indonesia.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 tentang keselamatan kerja, menetapkan

syarat-syarat yang harus dipenuhi perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan

di tempat kerja, yaitu : a) mencegah dan mengurangi kecelakaan; b) mencegah,

mengurangi dan memadamkan kebakaran; c) mencegah dan mengurangi bahaya

peledakan; d) memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu

kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya; e) memberi pertolongan pada

kecelakaan; f) memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja; g) mencegah

dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran,

asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan getaran; h) mencegah

dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis,

keracunan, infeksi dan penularan; i) memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;

j) menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik; k) menyelenggarakan

penyegaran udara yang cukup; l) memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;

m) memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses

kerjanya; n) mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang,

tanaman atau barang; o) mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
25

p) mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan

penyimpanan barang; q) mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;

r) menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya

kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Pendidikan dan Pelatihan di bidang keselamatan dan kesehatan sangat penting

dilaksanakan agar karyawan mengenal dan mengetahui kondisi tempatnya bekerja

sehingga dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja diperusahaan. Dimana

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan harus membuat perencanaan anggaran

khusus untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keselamatan dan

kesehatan kerja karena biaya pendidikan dan pelatihan di bidang keselamatan dan

kesehatan kerja sangat mahal.

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja adalah salah satu bentuk upaya

untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran

lingkungan, sehingga dapat menekan serendah mungkin resiko kecelakaan dan

penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan

efisiensi. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan tidak terlepas dari peranan pimpinan. Hal ini sesuai dengan

perjanjian kerja bersama PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Cabang Deli

Serdang-Medan Dengan Federasi Serikat Pekerja Bab VIII tentang keselamatan dan

kesehatan kerja dalam pasal 38 mengenai keselamatan kerja yang berisi pengusaha

dan pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan kesehatan kerja,

karena kedua belah pihak akan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah dan
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
26

menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan sakit akibat

hubungan kerja yang menimpa pekerja.

Untuk menghindari tidak diterapkannya undang-undang keselamatan dan

kesehatan kerja, PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan membuat aturan dalam

bekerja dan pemberian sanksi yang dikenakan pada setiap pelanggaran dari kebijakan

keselamatan dan kesehatan kerja. Aturan dan sanksi-sanki tersebut tercantum dalam

perjanjian kerja bersama PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Cabang Deli

Serdang Medan dengan Federasi Serikat Pekerja yang terdapat pada Bab III dan

Bab IV (Lampiran VIII).

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dirumuskan sebagai

berikut :

1. Sejauhmana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan

kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan?

2. Bagaimana hubungan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan

peranan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan?

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
27

I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja

(K3) serta lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT.Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan penerapan keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) dengan peranan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan

I.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah :

1. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan dalam menerapkan dan melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja

serta memperhatikan lingkungan kerja yang lebih baik lagi untuk meningkatkan

produktivitas kerja karyawannya.

2. Sebagai tambahan khasanah penelitian bagi Program Studi Ilmu Manajemen

Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

3. Sebagai tambahan pengetahuan dan memperluas wawasan bagi penulis dalam

bidang ilmu manajemen, khususnya yang berhubungan dengan bidang

keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja dan pengaruhnya

terhadap produktivitas kerja karyawan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
28

4. Sebagai referensi dan rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam penelitian-

penelitian lebih lanjut, khususnya tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

serta lingkungan kerja dan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan.

I.5 Kerangka Berpikir

Karyawan merupakan salah satu faktor produksi yang terpenting dalam suatu

perusahaan, tanpa mereka betapa sulitnya perusahaan dalam mencapai tujuan,

merekalah yang menentukan maju mundurnya suatu perusahaan. Dengan memiliki

karyawan yang terampil berarti perusahaan telah mempunyai aset yang sangat mahal

yang sulit dinilai dengan uang, karena merekalah kunci utama kesuksesan perusahaan

dimasa sekarang dan mendatang. Karena hal inilah perusahaan perlu mengadakan

perencanaan dan penanganan yang baik terhadap karyawan, baik yang sudah ada

maupun untuk masa yang akan datang.

Dibandingkan dengan faktor produksi lainnya, faktor tenaga kerja adalah yang

paling unik dan spesifik sekali karena manusia memiliki perilaku dan perasaan,

memiliki akal budi dan mempunyai tujuan-tujuan pribadi. Bila manajemen

perusahaan mampu mengelola dengan baik, mendayagunakan secara optimal,

karyawan akan termotivasi dan akan mencapai produktivitas yang tinggi sehingga

pada akhirnya akan mencapai tujuan yang diharapkan manajemen perusahaan.

Sumarsono (2003) menyatakan bahwa, Produktivitas merupakan perbandingan


antara hasil yang dapat dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan
persatuan waktu. Peningkatan produktivitas tenaga kerja merupakan sasaran yang
strategi karena peningkatan produktivitas faktor-faktor lain sangat tergantung pada
kemampuan tenaga manusia yang memanfaatkannya.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
29

Produktivitas kerja dapat tercapai bila karyawan termotivasi, sehingga

karyawan akan memanfaatkan waktu kerja dan sumber daya yang ada dengan sebaik

mungkin.

Sedarmayanti (2004) menyatakan bahwa,Produktivitas tenaga kerja


dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: a) pendidikan; b) keterampilan;
c) disiplin; d) sikap dan etika kerja; e) motivasi; f) gizi dan kesehatan; g) tingkat
penghasilan; h) jaminan sosial; i) lingkungan dan iklim kerja; j) teknologi sasaran
produksi; k) manajemen; l) kesempatan kerja dan kesempatan berprestasi dan lain-
lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan pada tiap

perusahaan pada dasarnya berbeda-beda, karena faktor tersebut berasal dari dalam

diri karyawan dan dari luar karyawan seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

serta lingkungan kerja. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan

menuntut peran manajemen yang lebih besar melalui pendekatan yang memberikan

perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang efektif dan lingkungan

kerja yang baik yang diharapkan ada di dalam suatu perusahaan.

Faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bisa mendorong dan menyalurkan

perilaku/sikap dan tindak-tanduk dengan kemauan keras seorang karyawan untuk

berbuat dan bekerja lebih baik lagi untuk mencapai tujuan organisasi, akan tetapi

karyawan akan bekerja semaksimal mungkin bila perusahaan memperhatikan

keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya di waktu melaksanakan pekerjaan.

Health, which refers to a general state of physical, mental, and emotional

well-being. Safety refers to protecting the physical well-being of people, (Mathis dan

Jackson, 2003)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
30

Intinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bermaksud melindungi atau

menjaga pekerja dari kejadian atau keadaan perburuhan yang merugikan keselamatan

dan kesehatan pekerja dalam hal melakukan pekerjaan, karena karyawan yang

melaksanakan pekerjaannya dengan baik otomatis akan meningkatkan produktivitas

kerjanya.

Faktor kesehatan dan keselamatan kerja sangat mempengaruhi terbentuknya


SDM yang terampil, profesional dan berkualitas dari tenaga kerja itu sendiri. K3
tampil sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan-
kecelakaan akibat kerja, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan, dan gizi tenaga
kerja, perawatan dan mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga manusia,
pemberantasan kelelahan kerja dan penglipat ganda kegairahan serta kenikmatan
kerja, (BUMN Online, 2006).

Hukum dan legalitas yang berlaku di Indonesia juga memberikan perlindungan

menyeluruh kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia, yang terdapat dalam Undang-

Undang No. 1 Tahun 1970 yang kemudian diperbaharui dalam Pasal 86 ayat (1)

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 disebutkan bahwa setiap pekerja/buruh

mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :

a. Keselamatan dan kesehatan kerja

b. Moral kesusilaan, dan

c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama

(Husni, 2005)

Pemberlakuan undang-undang ini diharapkan dapat membantu mengurangi

tingkat kecelakaan ditempat kerja dan membuat perusahaan wajib memperhatikan

keselamatan pekerjanya sehingga tidak terjadi atau paling tidak mengurangi resiko

kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian bagi karyawan.


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
31

Disamping faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dapat

mempengaruhi produktivitas kerja dalam mencapai tujuan organisasi, faktor lain yang

perlu diperhatikan adalah lingkungan kerja yang aman dan sehat juga mempengaruhi

produktivitas kerja.

Slemania (2008) menyatakan bahwa,Tinggi rendahnya produktivitas tenaga


kerja dipengaruhi oleh semangat dan faktor kenyamanan kerja yang mana hal itu juga
dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja. Ketidaknyamanan saat bekerja merupakan
kondisi yang sangat tidak baik bagi tenaga kerja dalam beraktivitas, karena pekerja
akan melakukan aktivitasnya yang kurang optimal dan akan menyebabkan
lingkungan kerja yang tidak bersemangat dan membosankan, sebaliknya apabila
kenyamanan kerja tercipta saat pekerja melakukan aktivitasnya maka pekerja akan
melakukan aktivitasnya dengan optimal, dikarenakan kondisi lingkungan pekerjaan
yang sangat baik dan mendukung.

Lingkungan kerja yang cukup memuaskan para karyawan perusahaan akan

mendorong para karyawan tersebut untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, sehingga

pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan

dengan baik pula, sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan.

Kerangka berpikir hipotesis pertama dapat dilihat pada Gambar I.1 berikut:

Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3)
Produktivitas Kerja
Karyawan

Lingkungan Kerja

Gambar I.1 Kerangka Berpikir Hipotesis Pertama

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja tidak akan berhasil tanpa adanya

peranan dari pimpinan.


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
32

Nasution (2005) menyatakan bahwa, keselamatan kerja harus dimulai dari


atas, menunjukkan betapa pentingnya peranan pimpinan perusahaan bagi
keberhasilan program keselamatan dan kesehatan kerja. Ketua atau pengawas
kelompok tenaga kerja, ahli keselamatan dan kesehatan kerja tidak akan pernah
berhasil menjalankan program keselamatan dan kesehatan kerja, kalau pimpinan tidak
ambil bagian dalam program keselamatan dan kesehatan kerja. Tugas pimpinan
adalah meningkatkan dan mempertahankan standar yang tinggi untuk keselamatan
dan kesehatan kerja guna mendukung lingkungan kerja dan pengelolaan kerja dalam
perusahaan.

Kerangka berpikir hipotesis kedua dapat dilihat pada Gambar I.2 berikut:

Penerapan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Peranan Pimpinan
(K3)

Gambar I.2 Kerangka Berpikir Hipotesis Kedua

I.6 Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran, maka hipotesis dari penelitian ini adalah:

1. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja berpengaruh

terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

2. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berhubungan dengan peranan

pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
33

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Penelitian Terdahulu

Khaerurahman (2003), meneliti dengan judul Pengaruh Program Keselamatan

dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Sinar Sosro

Cabang Gresik. Hasil perhitungan adalah sebesar 0,967 yang berarti bahwa

hubungan antara program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas

kerja karyawan cukup baik sehingga apabila program keselamatan dan kesehatan

kerja baik maka produktivitas kerja karyawan juga akan baik. Produktivitas kerja

karyawan (Y) adalah sebesar 121,67 pada kategori skor 103-133 yang berarti bahwa

produktivitas kerja karyawan yang ada pada PT. Sinar Sosro Cabang Gresik adalah

tinggi.

Iskandar (2008) meneliti dengan judul Pengaruh Program Keselamatan dan

Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Unit UTPK Belawan. Hasil uji F menunjukkan

bahwa Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Kerja

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan sebesar

24,044. Hasil uji T menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja

berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 4,259 dan

lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja sebesar 2,487.

Kosefisien determinasi (R Square) hasil regresi adalah 0,381 menunjukkan bahwa

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
34

variabel bebas (keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan kerja) dapat

menjelaskan 38,1% terhadap variabel terikat (produktivitas kerja).

II.2 Teori Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

II.2.1 Pengertian dan Syarat-Syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perhatian dan perlindungan

yang diberikan perusahaan kepada seluruh karyawannya. Bambang (2006)

menyatakan keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja,

bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja, dan lingkungannya, serta cara-cara

karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian Husni (2005) menyatakan

bahwa kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga

kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna baik fisik, mental, maupun

sosialnya sehingga memungkinkan karyawan dapat bekerja secara optimal.

Bagi tenaga kerja keselamatan diri di dalam bekerja adalah hal yang sangat

penting. Mereka berupaya semaksimal mungkin agar terhindar dari kecelakaan dalam

melaksanakan pekerjaannya, sehingga dapat dikatakan keselamatan dan kecelakaan

kerja mempunyai hubungan.

Husni (2005) menyatakan bahwa,keselamatan kerja bertalian dengan


kecelakaan kerja yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau dikenal dengan
istilah kecelakaan industri. Kecelakaan industri ini secara umum dapat diartikan suatu
kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses
yang telah diatur dalam suatu aktivitas.

Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap karyawan ini

bertujuan agar tidak terjadi kecelakaan ditempat kerja atau paling tidak mengurangi

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
35

tingkat kecelakaan di tempat kerja, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan

semestinya.

Bambang (2006) menyatakan bahwa,kesehatan dan keselamatan kerja

merupakan suatu upaya untuk menekan atau mengurangi risiko kecelakaan dan

penyakit akibat kerja yang pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan antara

keselamatan dan kesehatan.

Selanjutnya Yusra (2008) mendefenisikan kesehatan dan keselamatan kerja atau


K3, adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha
sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat
hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang
berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dan
tindakan antisipatif bila terjadi hal yang demikian.

Perhatian yang diberikan perusahaan atas kesehatan dan keselamatan kerja

karyawan dapat menurunkan terjadinya kecelakaan akibat kerja dimana tidak terjadi

kehilangan jam kerja sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik.

II.2.2 Tujuan dan Manfaat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Tujuan utama dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sedapat mungkin

memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat kepada setiap karyawan dan

untuk melindungi sumber daya manusianya.

Husni (2005) menyatakan bahwa,tujuan kesehatan kerja adalah:


a) meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-
tingginya baik fisik, mental, maupun sosial; b) mencegah dan melindungi tenaga
kerja dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja;
c) menyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaan atau pekerjaan dengan tenaga kerja;
d) meningkatkan produktivitas.

Dengan demikian maksud dan tujuan tersebut adalah bagaimana melakukan

suatu upaya dan tindakan pencegahan untuk memberantas penyakit dan kecelakaan
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
36

akibat kerja, bagaimana upaya pemeliharaan serta peningkatan kesehatan gizi, serta

bagaimana mempertinggi efisiensi dan produktivitas kerja karyawan sehingga tujuan

perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Menurut Hasibuan (2000),Keselamatan dan kesehatan kerja harus ditanamkan


pada diri masing-masing individu karyawan, dengan penyuluhan dan pembinaan yang
baik agar mereka menyadari pentingnya keselamatan kerja bagi dirinya maupun
untuk perusahaan. Apabila banyak terjadi kecelakaan, karyawan banyak yang
menderita, absensi meningkat, produksi menurun, dan biaya pengobatan semakin
besar. Ini semua akan menimbulkan kerugian bagi karyawan maupun perusahaan
bersangkutan, karena mungkin karyawan terpaksa berhenti bekerja sebab cacat dan
perusahaan kehilangan karyawannya.

Apabila perusahaan dapat melaksanakan program keselamatan dan kesehatan


kerja dengan baik, maka perusahaan akan mendapat manfaat-manfaat sebagai berikut:
1. Meningkatkan produktivitas kerja sehingga menurunnya jumlah hari kerja yang
hilang.
2. Meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih berkomitmen dalam
bekerja.
3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi.
4. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung lebih rendah karena
menurunnya pengajuan klaim.
5. Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya
partisipasi dan rasa memiliki,
6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan,
dan
7. Meningkatkan keuntungannya secara substansial (Rivai, 2004)

Tujuan dan manfaat dari keselamatan dan kesehatan kerja ini tidak dapat

terwujud dan dirasakan manfaatnya, jika hanya bertopang pada peran tenaga kerja

saja tetapi juga perlu peran dari pimpinan.

Ivancevich (2001) menyatakan bahwa,top management must support safety


and health with an adequate budget. Managers must give it their personal support by
talking about safety and health with everyone in the firm. Acting on reports about
safety is another way top managers can be involved in these efforts. Without this
support, the effort to ensure safety and health is hampered. Some organizations have
responded to the environmental problems that can increase accidents, deaths, and

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
37

disabilities by placing the responsibility for employees health and safety with the
chief executive officer of the organization.

Menurut Mathis dan Jackson (2003) tanggung jawab umum perusahaan yang

terdiri dari unit sumber daya manusia dan manajer dapat dilihat pada Tabel II.1.

Tabel II.1 Tanggung Jawab Umum Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja
HR Unit Managers
- Coordinates health and safety - Monitor health and safety of employees
programs daily
- Develops safety reporting system - Coach employees to be safety
- Provides accident investigation conscious
expertise - Investigate accidents
- Provides technical expertise on - Observe health and safety behavior of
accident prevention employees
- Develops restricted-access - Monitor workplace for security
procedures and employee problems
identification systems - Communicate with employees to
- Trains managers to recognize identify potentially difficult employees
and handle difficult employee - Follow security procedures and
situations recommend changes as needed

Sumber : Mathis dan Jackson, 2003

Menurut Siagian (2002) ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan
keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu :
1. Apa pun bentuknya berbagai ketentuan formal itu harus ditaati oleh semua
organisasi.
2. Mutlak perlunya pengecekan oleh instansi pemerintah yang secara fungsional
bertanggung jawab untuk itu antara lain dengan inspeksi untuk menjamin
ditaatinya berbagai ketentuan lain dengan inspeksi untuk menjamin ditaatinya
berbagai ketentuan formal oleh semua organisasi.
3. Pengenaan sanksi yang keras kepada organisasi yang melalaikan kewajibannya
menciptakan dan memelihara keselamatan dan kesehatan kerja.
4. Memberikan kesempatan yang seluas mungkin kepada para karyawan untuk
berperan serta dalam menjamin keselamatan dalam semua proses penciptaan dan
pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja dalam organisasi.
5. Melibatkan serikat pekerja dalam semua proses penciptaan dan pemeliharaan
kesehatan dan keselamatan kerja.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
38

Sistem imbalan yang efektif termasuk perlindungan karyawan ditempatnya

berkarya, kiranya jelas terlihat bukan imbalan dalam bentuk uang saja hal yang sangat

penting, tetapi perlindungan terhadap karyawan juga tidak kalah pentingnya.

II.3 Teori Tentang Lingkungan Kerja

II.3.1 Pengertian Lingkungan Kerja

Pada peningkatan produktivitas kerja karyawan perlu diperhatikan lingkungan

kerja yang mendukung dan memadai sehingga pekerja merasa nyaman dan dapat

bekerja secara sungguh-sungguh. Kesuksesan organisasi sangat tergantung pada

lingkungan kerja di dalam organisasi karena para anggota yang melakukan kegiatan

operasional merasa betah dan menyukai lingkungan tempat bekerja. Lingkungan

kerja merupakan salah satu faktor pendukung keselamatan dan kesehatan karyawan

dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Nitisemito dalam Intanghina (2000) menyatakan,Lingkungan kerja adalah

segala sesuatu yang berada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya

dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan.

Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja mencakup

aspek yang luas, tidak hanya meliputi aspek tempat pegawai atau karyawan

melaksanakan pekerjaanya tetapi juga aspek sarana dan prasarana yang mendukung

karyawan tersebut melaksanakan pekerjaannya seperti peralatan dan pekerjaan yang

mendukung. Lingkungan kerja di dalam organisasi mutlak untuk diperhatikan dan

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
39

sangat menentukan dalam segala kegiatan perusahaan baik itu perusahaan pemerintah

maupun perusahaan swasta.

Ichsan (2006) menyatakan lingkungan kerja yang manusiawi dan lestari akan
menjadi pendorong bagi kegairahan dan efisiensi kerja. Sedangkan lingkungan kerja
yang melebihi toleransi kemampuan manusia tidak saja menurunkan produktivitas
kerjanya, tetapi juga menjadi sebab terjadinya penyakit atau kecelakaan kerja.

Selanjutnya Carlaw, eds (2003) menyatakan bahwa,the physical environment


of your contact center impacts two major factors of your employeeswork life: their
motivation and their productivity. An environment that is clean, comfortable, well lit,
and not overly noisy will go a long way toward making people want to work. And we
all know that when this happens, quality and productivity improve.

Bekerja dengan tubuh dan lingkungan yang sehat, aman serta nyaman

merupakan hal yang diinginkan oleh semua pekerja. Lingkungan fisik tempat kerja

dan lingkungan organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi

sosial, mental dan fisik dalam kehidupan pekerja. Lingkungan tempat kerja yang

sehat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan pekerja, seperti

peningkatan moral pekerja, penurunan absensi dan peningkatan produktivitas.

Sebaliknya tempat kerja yang kurang sehat atau tidak sehat (sering terpapar zat yang

bahaya mempengaruhi kesehatan) dapat meningkatkan angka kesakitan dan

kecelakaan, rendahnya kualitas kesehatan pekerja, meningkatnya biaya kesehatan dan

banyak lagi dampak negatif lainnya (www.promosikesehatan.com, 2007).

Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan

dimana karyawan tidak akan mungkin dapat melakukan pekerjaan sebagaimana yang

diharapkan tanpa ditunjang lingkungan kerja yang mendukung dan kenyamanan

karyawan di dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari sangat tergantung pada

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
40

lingkungan tempat mereka bekerja. Jika ada hal-hal yang mengganggu pada

lingkungan tempat karyawan tersebut bekerja secara langsung akan berdampak buruk

pada konsentrasi bekerja para karyawan yang akhirnya berpengaruh terhadap

produktivitas kerja karyawan tersebut.

II.3.2 Jenis Lingkungan Kerja

Sedarmayanti dalam Intanghina (2001) menyatakan bahwa secara garis besar,


jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 (dua) yakni : (a) lingkungan kerja fisik, dan
(b) lingkungan kerja non fisik.
a. Lingkungan kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di
sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung
maupun secara tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua
kategori, yakni : 1). Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan
(Seperti: pusat kerja, kursi, meja dan sebagainya); dan 2). Lingkungan perantara
atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi
kondisi manusia, misalnya:temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan,
kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain.
Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap karyawan, maka
langkah pertama adalah harus mempelajari manusia, baik mengenai fisik dan
tingkah lakunya kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik
yang sesuai.
b. Lingkungan Kerja Non Fisik
Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan
dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama
rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. Lingkungan non fisik ini juga
merupakan kelompok lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan.

II.3.3 Promosi Kesehatan di Tempat Kerja

Promosi kesehatan di tempat kerja merupakan upaya untuk mendapatkan

lingkungan kerja yang aman. Promosi kesehatan adalah upaya memberdayakan

karyawan untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatan dirinya serta

lingkungan tempat karyawan bekerja.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
41

ILO/WHO menyatakan bahwa,Occupational health should aim at: the


promotion and maintenance of the highest degree of physical, mental and social well-
being of workers in all occupations; the prevention amongst workers of departures
from health caused by their working conditions; the protection of workers in their
employment from risks resulting from factors adverse to health; the placing and
maintenance of the worker in an occupational environment adapted to his
physiological and psychological capabilities; and, to summarize,the adaptation of
work to man and of each man to his job, (www.wikipedia.com, 2008)

Promosi Kesehatan di tempat kerja akan menghasilkan keuntungan baik bagi

perusahaan dan bagi pekerja, hal ini dapat dilihat pada Tabel II.2.

Tabel II.2 Keuntungan Promosi Kesehatan Bagi Perusahaan dan Bagi Pekerja di
Tempat Kerja
Bagi Perusahaan Bagi Pekerja
Meningkatnya lingkungan tempat kerja Lingkungan tempat kerja menjadi
yang sehat dan aman serta nyaman. lebih sehat
Meningkatnya percaya diri
Citra perusahaan positif
Menurunnya stress
Meningkatkan moral Staf
Meningkatnya semangat kerja
Menurunkan angka absensi
Meningkatnya kemampuan
Meningkatkan produktivitas
Menurunkan biaya kesehatan atau biaya Meningkatnya kesehatan
asuransi
Pencegahan terhadap penyakit Lebih sehatnya keluarga dan
masyarakat

Sumber : www.promosikesehatan.com, 2007

Para pekerja di semua tingkatan dalam perusahaan hendaknya terlibat secara

aktif mengidentifikasi masalah kesehatan yang dibutuhkan untuk pencegahannya dan

meningkatkan kondisi lingkungan kerja yang sehat. Partisipasi para pengambil

keputusan di tempat kerja merupakan hal yang sangat mendukung bagi para pekerja

untuk lebih percaya diri dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam merubah

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
42

gaya hidup dan mengembangkan kemampuan pencegahan dan peningkatan terhadap

penyakit serta terciptanya lingkungan kerja yang aman dari kecelakaan kerja

(www.promosikesehatan.com, 2007).

II.3.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja

Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga

dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi

lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila

manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.

Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang

lama. Lebih jauh lagi, Keadaan lingkungan yang kurang baik dapat menuntut tenaga

dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem

kerja yang efisien. Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi

lingkungan kerja.

Sumamur (1996) menyatakan bahwa suatu pekerjaan biasanya dilakukan


dalam suatu lingkungan atau situasi yang mempengaruhi karyawan, yaitu:
1. Faktor Fisik, yang meliputi : penerangan, suhu udara, kelembapan, cepat rambat
udara, suara, vibrasi mekanis, radiasi dan tekanan udara.
2. Faktor Kimia, yaitu : gas, uap, debu, kabut, asap, awan, cairan, dan benda padat.
3. Faktor Biologi, faktor biologi ini terdiri dari golongan tumbuhan dan hewan.
4. Faktor Fisiologis, yaitu : konstruksi mesin, sikap, dan cara kerja.
5. Faktor Mental-psikologis, yaitu : suasana kerja, hubungan antara pekerja atau
dengan pengusaha, pemilihan kerja dan lain-lain.

Faktor-faktor tersebut dalam jumlah yang kurang cukup atau berlebih dapat
mengganggu daya kerja seorang tenaga kerja, yaitu :
1. Penerangan yang kurang cukup intensitasnya adalah sebab kelelahan mata.
2. Kegaduhan mengganggu daya mengingat, konsentrasi pikiran, dan berakibat
kelelahan psikologis.
3. Gas-gas dan uap diserap tubuh lewat pernafasan dan mempengaruhi berfungsinya
berbagai jaringan tubuh dengan akibat penurunan daya kerja.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
43

4. Debu-debu yang dihirup ke paru-paru mengurangi penggunaan optimal alat


pernafasan untuk mengambil zat asam dari udara.
5. Parasit-parasit yang masuk tubuh akibat higene di tempat kerja yang buruk
menurunkan derajat kesehatan dan juga daya kerjanya.
6. Sifat badan yang salah mengurangi hasil kerja, menyebabkan timbulnya kelelahan
atau kurangnya fungsi maksimal alat-alat tertentu.
7. Hubungan kerja tidak sesuai adalah sebab bekerja secara lamban atau setengah-
setengah.

Sebaliknya, apabila faktor-faktor tersebut dicari manfaatnya, dapat diciptakan


suasana kerja yang lebih serasi, misalnya :
1. Penggunaan musik di tempat kerja,
2. Penerangan yang diatur intensitas dan penyebarannya,
3. Dekorasi warna ditempat kerja,
4. Bahan-bahan yang beracun dalam keadaan dikendalikan biayanya,
5. Penggunaan suhu yang nikmat untuk kerja,
6. Perencanaan manusia dan mesin yang sebaik-baiknya,
7. dan lain sebagainya.

II.3.5 Pemantauan Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja dapat mendorong kegairahan karyawan dalam melaksanakan

pekerjaannya. Lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman merupakan syarat

penting sehingga karyawan dapat mengerjakan pekerjaanya dengan kondisi yang

prima, untuk menjamin kearah ini diperlukan pemantauan terhadap lingkungan

tempat kerja.

Menurut Ichsan (2006) pemantauan lingkungan kerja terhadap semua unit


perusahaan bertujuan untuk :
1. Memastikan apakah lingkungan kerja (tempat kerja) tersebut telah memenuhi
persyaratan K3,
2. Sebagai pedoman untuk bahan perencanaan dn pengendalian terhadap bahaya
yang ditimbulkan oleh faktor-faktor yang ada di setiap tempat kerja,
3. Sebagian data pembantu untuk mengkorelasikan hubungan sebab akibat
terjadinya suatu penyakit akibat kerja maupun kecelakaan,
4. Bahan dokumen untuk mengembangkan program-program K3 selanjutnya.

Selanjutnya untuk mengantisipasi dan mengetahui kemungkinan bahaya di


lingkungan kerja ditempuh tiga langkah utama, yakni :
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
44

1. Pengenalan lingkungan kerja


Pengenalan lingkungan kerja ini biasanya dilakukan dengan cara melihat dan
mengenal, dan ini merupakan langkah dasar yang pertama kali dilakukan dalam
upaya mewaspadai faktor bahaya.
2. Evaluasi lingkungan kerja
Merupakan tahap penilaian karakteristik dan besarnya potensi-potensi bahaya
yang mungkin timbul, sehingga bisa untuk menentukan prioritas dalam mengatasi
permasalahan.
3. Pengendalian lingkungan kerja.
Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan untuk mengurangi atau
menghilangkan keadaan berbahaya di lingkungan kerja. Kedua tahapan
sebelumnya, pengenalan dan evaluasi, tidak dapat menjamin sebuah lingkungan
kerja yang sehat. Jadi hanya dapat dicapai dengan teknologi pengendalian yang
memadai untuk pencegahan yang dapat merugikan karyawan (Anies, 2005)

II.4 Teori Tentang Kecelakaan Kerja

II.4.1 Pengertian Kecelakaan Kerja dan Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja

Menurut Bambang (2006) kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak

terduga dan yang tidak diharapkan terjadi yang dapat menimpa karyawan. Tidak

terduga karena dilatar belakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih-

lebih lagi dalam bentuk perencanaan. Tidak diharapkan oleh karena peristiwa

kecelakaan disertai kerugian materil maupun penderitaan yang paling ringan sampai

kepada yang paling berat yang tidak diinginkan.

Hariandja (2002) menyatakan pada prinsipnya faktor penyebab kecelakaan


kerja, berkisar pada :
a. Faktor Manusia
Pekerja tentu saja memiliki keterbatasan-keterbatasan misalnya merasa lelah,
lalai, atau melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa disebabkan oleh berbagai
persoalan pribadi atau keterampilan yang kurang dalam melaksanakan
pekerjaannya. Untuk mengatasi hal ini, maka perusahaaan harus melakukan
pelatihan-pelatihan dalam melakukan pekerjaan secara baik, membuat pedoman
pelaksanaan kerja secara tertulis, meningkatkan disiplin, melakukan pengawasan
oleh atasan langsung, dan mungkin dapat memberikan reward bagi mereka yang
mengikuti prosedur dengan benar.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
45

b. Faktor Peralatan Kerja


Peralatan kerja atau pelindung bisa rusak atau tidak memadai. Untuk
mengatasinya perusahaan harus memperhatikan kelayakan setiap peralatan yang
dipakai dan melatih para karyawan untuk memahami karakteristik setiap peralatan
dan mekanisme kerja peralatan tersebut.
c. Faktor Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja bisa menjadi tempat yang tidak aman, sumpek dan terlalu
penuh, penerangan dan ventilasinya tidak memadai. Selain itu, iklim psikologis
diantara pekerja juga bisa kurang baik, misalnya tidak ada interaksi yang saling
membantu diantara para pekerja. Untuk ini perusahaan harus membangun tim
kerja yang baik melalui berbagai macam program. Kecelakaan juga bisa terjadi
akibat kondisi jalan yang tidak baik, tanda peringatan yang tidak lengkap dan
jelas, serta sikap yang hanya mementingkan diri sendiri.

Dijabarkan lebih rinci oleh Desler (Panggabean, 2004) yang mengemukakan


bahwa,ada tiga penyebab utama kecelakaan, yaitu secara kebetulan (chance
occurance), kondisi yang tidak aman (unsafe condition), dan sikap yang tidak
diinginkan (unsafe acts on the part of employee).
a. Secara kebetulan (chance occurance)
Kecelakaan dapat terjadi secara kebetulan, misalnya seorang pekerja terkena
pecahan kaca pada saat melintas di suatu tempat dimana ada kaca jendela yang
jatuh.
b. Kondisi tidak aman (unsafe condition)
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak aman adalah : alat
pengaman yang tidak sempurna; alat dan peralatan yang sudah tidak layak atau
rusak; terjadi kemacatan (congestion); prosedur yangbberbahaya di dalam, di atas
atau disekitar peralatan dan mesin; tempat penyimpanan yang tidak aman;
kurangnya pencahayaan dan ventilasi yang kurang ataupun berlebihan; bising,
radiasi, tempat penyimpanan yang tidak aman; kondisi suhu yang membahayakan
terpapar gas dll; alat penjaga/pengaman gedung kurang dari estndar; ada api
ditempat yang berbahaya; sistem peringatan yang berlebihan (In adequate
warning system). Disamping itu, kecelakaan dapat terjadi karena pekerjaan itu
sendiri, skedul kerja, dan iklim psychological ditempat kerja.
c. Sikap yang tidak diinginkan (unsafe acts on the part of employee), yaitu:
menjalankan pekerjaan tanpa mempunyai kewenangan (bekerja bukan pada
kewenangannya); gagal dalam menciptakan keadaan yang baik sehingga menjadi
tidak aman atau memanas; menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai dengan
kecepatan geraknya; memakai alat pelindung diri (APD) atau safety hanya
berpura-pura; menggunakan peralatan yang tidak layak; pengrusakan alat
pengaman peralatan yang digunakan untuk melindungi manusia; bekerja
berlebihan/melebihi jam kerja ditempat kerja; mengangkat/mengangkut beban
yang berlebihan; menggunakan tenaga yang berlebihan/tenaganya hanya untuk
main-main; peminun/pemabuk/mengkonsumsi NARKOBA.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
46

Garis besar kecelakaan yang terjadi pada karyawan dapat dilihat dari: kapasitas

kerja dan beban kerja yang merupakan komponen utama dalam kesehatan dan

keselamatan kerja, dimana hubungan interaktif dan serasi antara komponen tersebut

akan menghasilkan kesehatan kerja yang baik dan optimal dan dapat mengurangi

terjadinya kecelakaan kerja.

Kapasitas kerja yang baik seperti status kesehatan kerja, gizi kerja serta

kemampuan fisik yang prima diperlukan agar seorang pekerja dapat melakukan

pekerjaannya dengan baik. Kondisi atau tingkat kesehatan pekerja sebagai modal

awal seseorang untuk melakukan pekerjaan harus pula mendapat perhatian.

Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Dimana pola kerja yang

berubah-ubah dapat menyebabkan kelelahan yang meningkat, akibat terjadinya

perubahan pada bioritmik (irama tubuh). Faktor lain yang turut memperberat beban

kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja yang masih relatif

rendah, yang berdampak pekerja terpaksa melakukan kerja tambahan secara

berlebihan. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stress.

Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat

mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja.

Menurut Husni (2005) akibat dari kecelakaan kerja atau industri ini dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Kerugian yang bersifat ekonomis, antara lain:
a. Kerusakan/kehancuran mesin, peralatan, bahan, dan bangunan.
b. Biaya pengobatan dan perawatan korban akibat dari kecelakaan.
c. Tunjangan kecelakaan.
d. Hilangnya waktu kerja
e. Menurunnya jumlah maupun mutu produksi.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
47

2. Kerugian yang bersifat non ekonomis :


Pada umumnya berupa penderitaan manusia yaitu tenaga kerja yang
bersangkutan, baik itu merupakan kematian, luka/cedera berat, maupun luka
ringan.

Menurut Adnan (2008) Keadaan aman yang masih wajar di dalam perusahaan

terdapat pada gambar berikut ini :

Batas Homeostatis
Toleransi

Stimulus Teknologi
Lingkungan
Kerja
Tidak Adaptasi
Ditoleransi
Stress
Penyakit akibat
Efek kerja dan
Lanjut Kecelakaan
Pencemaran
Lingkungan kerja
Kerja

Sumber : Adnan (2008)

Gambar II.1 Nilai Ambang Batas (Nilai Tertinggi yang Masih Aman Bagi Pekerja)

Batas toleransi ialah pada homeostatis dan yang tidak dapat ditoleransi adalah

teknologi yang tidak sesuai dengan sumber daya manusia dan stress. Stress

diakibatkan kurangnya karyawan beradaptasi dengan lingkungan kerja serta efek

lanjut diakibatkan lingkungan kerja dan mengarah pada penyakit akibat kerja dan

kecelakaan kerja.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
48

II.4.2 Pencegahan Kecelakaan Kerja

Kecelakaan menelan biaya yang sangat banyak. Dari segi biaya saja dapatlah

dipahami, bahwa kecelakaan harus dicegah. Manajemen sumber daya manusia,

khususnya fungsi perawatan, perlu memperhatikan tindakan preventif agar

kecelakaan kerja tidak terjadi.

Menurut Sastradipoera (2002) ada beberapa tindakan preventif yang dianjurkan,


yaitu:
1. Perhatian ditujukan kepada setiap faktor keselamatan pada saat perencanaan
pembangunan sistem keamanan.
2. Penelitian dan penganalisisan terhadap peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan
kecelakaan dan kerusakan dan pengambilan prakarsa untuk mengurangi dan
menghilangkannya.
3. Pembentukan rancangan perlengkapan dan pertimbangan keselamatan kerja dan
penyediaan pakaian pengaman yang memenuhi standar.
4. Pembentukan dan pengembangan organisasi kesehatan dan keselamatan kerja.
5. Penyelenggaraan pendidikan dan latihan keselamatan kerja dan metode untuk
menghindari kecelakaan yang teratur dan bersinambung.
6. Pendokumentasian dan perawatan warkat-warkat dan statistik dan sekaligus
penentuan bagian-bagian yang berbahaya.
7. Pendokumentasian dan penganalisisan peristiwa-peristiwa kecelakaan kerja di
organisasi-organisasi lain melalui jurnal-jurnal yang relevan dan hasil-hasil riset
ilmiah mengenai hal yang sama.
8. Pengawasan yang teratur dengan cara memonitor setiap gerakan karyawan
(khususnya yang dianggap berbahaya) dan mengoreksinya jika dianggap perlu.

II.5 Teori Tentang Produktivitas Kerja

II.5.1 Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja

Produktivitas berasal dari kata product yang berarti hasil. Hasil dari kegitan

atau proses memproduksi sesuatu (the act of producing), dan Productive adalah kata

sifat yang diberikan kepada sesuatu yang mempunyai kekuatan dan kemampuan

untuk memproduksi sesuatu.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
49

Sedarmayanti (2004) menyatakan bahwa, produktivitas berarti kekuatan atau


kemampuan menghasilkan sesuatu, karena di dalam organisasi kerja yang akan
dihasilkan adalah perwujudan tujuannya, maka produktivitas berhubungan dengan
sesuatu yang bersifat material dan non material, baik yang dapat dinilai dengan uang
maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Produktivitas merupakan gambaran tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan

organisasi kerja, diantaranya dapat diperhitungkan baik secara meterial dan non

material yang dapat dinilai dengan uang. Disamping itu terdapat juga yang tidak

dapat diukur karena hasilnya bersifat non material yang tidak dapat dinilai dengan

uang.

Produktivitas bukan ukuran produksi ataupun yang diproduksi, tetapi

produktivitas merupakan ukuran seberapa baik karyawan menggunakan sumber daya

dalam mencapai hasil yang diinginkan. Hasil yang diperoleh berhubungan dengan

efektivitas dalam mencapai prestasi, sedangkan sumber daya yang dipergunakan

berhubungan dengan efisiensi dalam mendapatkan hasil dengan menggunakan

sumber daya minimal.

Umar (2005) menyatakan bahwa,produktivitas mengandung arti sebagai


perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya
yang dipergunakan (input) memiliki dua dimensi, Dimana dimensi pertama, adalah
efektivitas yang mengarah kepada pencapaian unjuk kerja yang maksimal yaitu
pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Yang kedua,
yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi
penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

Untuk menentukan produktivitas, orang harus memperhatikan dua hal yaitu

apakah hasil yang diinginkan telah dicapai (menyangkut hasil guna atau efektivitas),

serta sumber apa yang digunakan untuk mencapai hasil-hasil tersebut (menyangkut

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
50

daya guna dan efisiensi). Hasil guna dihubungkan dengan hasil sedangkan daya guna

dihubungkan dengan pemanfaatan sumber-sumber.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas itu beraneka

ragam yang dapat dibedakan atas strata atau tingkatan, dimana produktivitas yang

paling bawah adalah produktivitas individu (tenaga kerja). Akan tetapi strata ini

memegang peranan paling penting untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Perusahaan harus menetapkan peningkatan produktivitas disetiap fungsi sebagai

satu kesatuan dari masing-masing bidang yang ada dalam perusahaan. Oleh karena

itu, sering dikatakan bahwa produktivitas sangat diperlukan karena manfaat

produktivitas dapat dirasakan oleh semua pihak baik pihak perusahaan maupun

karyawan.

Menurut Simanjuntak dalam Ndraha (2007),produktivitas kerja dipengaruhi

oleh faktor : 1) kualitas dan kemampuan fisik karyawan; 2) sarana pendukung;

3) supra sarana.

Kemampuan dan kualitas sumber daya manusia ini terangkum di dalam konsep

human resource capability. Konsep capability mengandung capacity dan ability,

capacity menyangkut competence, status dan peran. Orang yang berada dalam

kondisi disable adalah orang yang kehilangan atau kekurangan kemampuan yang

memerlukan sarana pendukung. Jadi dalam konsep ability terkandung kemampuan

fisik dan sarana penunjang yang terdapat pada Tabel II.3.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
51

Tabel II.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Pembagian
1. Kualitas dan kemampuan fisik karyawan - Pendidikan Pelatihan
- Etos kerja
- Motivasi kerja
- Sikap mental
- Kondisi fisik
2. Sarana pendukung - Lingkungan kerja
- Keselamatan kerja
- Kesehatan kerja
- Sarana Produksi
- Teknologi
- Upah/Gaji
- Jamsostek
- Sekuriti
3. Supra sarana - Kebijaksanaan Pemerintah
- Hubungan Industrial
- Manajemen
Sumber : Simanjuntak dalam Ndraha (2007)

Siagian (2002) menyatakan masalah produktivitas kerja dapat dilihat sebagai


masalah keperilakuan, tetapi juga dapat mengandung aspek-aspek teknis. Untuk
mengatasi hal inilah perlu adanya pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor
penentu keberhasilan meningkatkan produktivitas kerja. Faktor-faktor tersebut
adalah:
a. Perbaikan terus-menerus
Dalam hal ini diharapkan tidak adanya titik jenuh dalam upaya meningkatkan
produktivitas kerja, salah satu implikasinya ialah bahwa seluruh komponen
perusahaan harus melakukan perbaikan secara terus-menerus.
b. Peningkatan Mutu Hasil Pekerjaan
Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara terus-menerus ialah
peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh semua orang dan komponen perusahaan.
Jika secara tradisional ditekankan pentingnya orientasi hasil untuk dianut oleh
manajemen, dewasa ini lebih ditekankan lagi orientasi hasil kerja dengan mutu
yang semakin tinggi
c. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan unsur yang paling strategik di dalam organisasi.
Tidak ada pilihan lagi bagi manajemen kecuali menerima hal ini. Memberdayakan
manusia dengan berbagai kiat seperti: mengangkat harkat dan martabat manusia,
manusia mempunyai hak-hak yang bersifat asasi dan tidak ada manusia lain
termasuk manajemen yang dibenarkan untuk melanggar hak-hak tersebut. Suatu
kiat yang terbukti ampuh dalam pemberdayaan sumber daya manusia dalam

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
52

organisasi ialah penerapan gaya manajemen yang berpartisipatif melalui proses


demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi, dan pemerkayaan mutu kekaryaan.

II.5.2 Ukuran-Ukuran Produktivitas Kerja

Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berhubungan

dengan tenaga kerja itu sendiri, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan

dan lingkungan perusahan.

Produktivitas adalah lebih dari sekedar ilmu, teknologi dan teknik-teknik

manajemen. Produktivitas mengandung pola filosofi dan sikap mental yang

didasarkan pada motivasi yang kuat untuk secara terus-menerus berusaha mencapai

mutu kehidupan yang lebih baik.

Menurut Schuler dan Jackson (1996), beberapa ukuran dari produktivitas antara

lain: kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu penyelesaian tugas, kehadiran,

dan kerjasama dengan yang lain.

Relevan dengan ukuran-ukuran di atas, Mangkunegara (2000) mengemukakan


beberapa faktor ukuran produktivitas kerja, antara lain :
a. Kualitas kerja, yaitu : ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan.
b. Kuantitas kerja, yaitu : output, dan penyelesaian kerja dengan ekstra.
c. Keandalan, yaitu : mengikuti instruksi, inisiatif, kehati-hatian, dan kerajinan.
d. Sikap, yaitu : sikap terhadap perusahaan dan pimpinan, sikap terhadap karyawan
lain, sikap terhadap pekerjaan, sikap kerja sama.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
53

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan yang

beralamat di jalan Raya Tanjung Morawa Kilometer 14,5. Penelitian ini dimulai dari

bulan Juni 2008 sampai dengan bulan Desember 2008.

III.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan survei yang dilakukan pada karyawan

yang bekerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Survei adalah penelitian

yang mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai

alat pengumpulan data yang pokok dan secara umum menggunakan metode statistik

(Singarimbun dan Effendy, 1995).

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu untuk mengetahui

pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja terhadap

produktivitas kerja karyawan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Penelitian deskriptif kuantitatif meliputi pengumpulan data untuk diuji hipotesisnya

atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian (Kuncoro,

2003).

Adapun sifat penelitian ini adalah deskriptif eksplanatory, yaitu penelitian yang

bermaksud menjelaskan kedudukkan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan

antara satu variabel dengan variabel yang lain (Sugiono, 2005).


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
54

III.3 Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah karyawan pabrik PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan yang berjumlah 137 orang. Menurut Arikunto (2006), apabila

subjeknya kurang dari 100, sampel lebih baik diambil semuanya. Selanjutnya jika

subjeknya lebih besar dari 100, maka sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-

25% atau lebih. Karena subjek dari penelitian ini lebih besar dari 100 maka sampel

dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 25% dari jumlah populasi. Dengan

demikian sampel dalam penelitian ini adalah 25% x 137 orang = 34.3 orang, maka

dibulatkan menjadi 34 orang. Selanjutnya jumlah sampel dalam penelitian ini akan

ditentukan dengan metode purposive sampling.

Menurut Sugiono (2005),metode purposive sampling adalah teknik penentuan

sampel dengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini yang dijadikan sampel

adalah karyawan pada PT. Sinar Sosro yang dikhususkan pada karyawan pabrik yang

berhubungan langsung dengan masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Untuk menentukan karyawan yang dijadikan responden penelitian dilakukan

dengan cara sampel random sederhana yang diproporsionalkan, yakni dimana seluruh

elemen memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel (Kuncoro,

2003).

Untuk memproporsionalkan sampel digunakan rumus sebagai berikut :

Ni
ni = n (Umar, 2005)
N

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
55

Dimana :

ni = Jumlah sampel ke-i

Ni = Jumlah populasi ke-i

N = Jumlah total populasi

n = Jumlah sampel total yang diinginkan

Sesuai dengan rumus di atas maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut, seperti terlihat pada Tabel III.1.

Tabel III.1 Penentuan Sampel Penelitian


No. Bagian Populasi Sampel
1 Formasi A 21 5
2 Formasi B 21 5
3 Formasi C 21 5
4 Formasi D 20 5
5 Formasi E 20 5
6 Pem-Mek 7 2
7 Spearpart Bahan/Pem. Umum 9 3
8 Kitchen & Water 18 4
Jumlah 137 34
Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)

III.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Wawancara (interview), yaitu melakukan tanya jawab langsung dengan pihak

yang berhak dan berwenang untuk memberikan informasi dan keterangan

sehubungan dengan penelitian di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

2. Daftar Pertanyaan (Questionaire), yaitu Pertanyaan-pertanyaan yang disusun oleh

peneliti dengan menyediakan lima pilihan jawaban. Selanjutnya, daftar

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
56

pertanyaan diberikan kepada karyawan bagian operasional/pabrik PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan yang menjadi responden penelitian, untuk memilih salah

satu jawaban kemudian memberikan penjelasan singkat mengapa memilih

jawaban tersebut.

3. Studi Dokumentasi yaitu dengan melakukan pengumpulan dan mempelajari

dokumen-dokumen pendukung yang diperoleh secara langsung dari PT.Sinar

Sosro Tanjung Morawa Medan, seperti sejarah singkat berdirinya perusahaan,

struktur organisasi perusahaan, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

III.5 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah :

1. Data Primer diperoleh langsung melalui wawancara (interview) dan melalui

penyebaran daftar pertanyaan (questionaire) kepada karyawan bagian

operasional/pabrik PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

2. Data Sekunder diperoleh dari PT.Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan berupa

dokumen-dokumen untuk dipelajari dan kemudian dijadikan bahan pendukung

dalam masalah yang diteliti.

III.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Ketepatan pengujian suatu hipotesis tentang hubungan variabel penelitian

sangat tergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut.

Pengujian hipotesis penelitian tidak akan mengenai sasarannya bilamana data yang

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
57

dipakai tidak reliabel dan tidak menggambarkan secara tepat konsep yang diukur.

Oleh karena itu, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen.

Pengujian validitas dan reliabilitas untuk instrumen dalam penelitian ini

dilakukan pada 30 (tiga puluh) responden yang tidak termasuk ke dalam sampel

penelitian. Menurut Singarimbun dan Effendi (1995), jumlah responden yang

digunakan untuk pengujian validitas dan reliabilitas instrumen minimal 30 orang,

maka distribusi skor (nilai) lebih mendekati kurva normal. Uji validitas dan

reliabilitas dilakukan dengan bantuan program Software Statistical Package For

Social Sciences (SPSS) versi 14.0.

III.6.1 Hasil Uji Validitas Instrumen

Untuk mendapatkan data yang lebih akurat terlebih dahulu dilakukan uji

validitas internal, yaitu menguji validitas setiap butir pertanyaan (content validity).

Pengujian validitas dalam penelitian ini dengan mengambil 30 responden yang tidak

termasuk dalam sampel penelitian.

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya atau valid tidaknya

suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner

mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut.

Dalam bidang ilmu sosial, alat ukur tersebut dapat berupa angket (kuesioner) maupun

seperangkat alat tes.

Menurut Sugiono (2005), bahwa jika nilai validitas setiap pertanyaan lebih

besar dari 0,30 maka butir pertanyaan dianggap sudah valid.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
58

Hasil dari uji validitas instrument dapat dilihat pada Tabel III.2.

Tabel III.2 Hasil Uji Validitas


Corrected Item
No. Variabel Sig. (1-tailed) Keterangan
Total Correlation
1 Faktor Keselamatan dan Pertanyaan 1 0,722 0,000 Valid
Kesehatan Kerja/K3 Pertanyaan 2 0,737 0,000 Valid
Pertanyaan 3 0,446 0,007 Valid
Pertanyaan 4 0,841 0,000 Valid
Pertanyaan 5 0,781 0,000 Valid
Pertanyaan 6 0,781 0,000 Valid
Pertanyaan 7 0,675 0,000 Valid
Pertanyaan 8 0,814 0,000 Valid
Pertanyaan 9 0,707 0,000 Valid
Pertanyaan 10 0,839 0,000 Valid
Pertanyaan 11 0,602 0,000 Valid
Pertanyaan 12 0,572 0,000 Valid
2 Faktor Lingkungan Kerja Pertanyaan 1 0,638 0,000 Valid
Pertanyaan 2 0,686 0,000 Valid
Pertanyaan 3 0,819 0,000 Valid
Pertanyaan 4 0,805 0,000 Valid
Pertanyaan 5 0,456 0,006 Valid
Pertanyaan 6 0,474 0,004 Valid
Pertanyaan 7 0,397 0,015 Valid
Pertanyaan 8 0,785 0,000 Valid
Pertanyaan 9 0,656 0,000 Valid
Pertanyaan 10 0,710 0,000 Valid
3 Faktor Produktivitas Pertanyaan 1 0,735 0,000 Valid
Kerja Pertanyaan 2 0,763 0,000 Valid
Pertanyaan 3 0,629 0,000 Valid
Pertanyaan 4 0,832 0,000 Valid
Pertanyaan 5 0,877 0,000 Valid
Pertanyaan 6 0,777 0,000 Valid
Pertanyaan 7 0,746 0,000 Valid
Pertanyaan 8 0,843 0,000 Valid
Pertanyaan 9 0,653 0,000 Valid
4 Faktor Penerapan Pertanyaan 1 0,706 0,000 Valid
Keselamatan dan Pertanyaan 2 0,661 0,000 Valid
Kesehatan Kerja Pertanyaan 3 0,774 0,000 Valid
Pertanyaan 4 0,667 0,000 Valid
5 Faktor Peranan Pimpinan Pertanyaan 1 0,778 0,000 Valid
Pertanyaan 2 0,611 0,000 Valid
Pertanyaan 3 0,668 0,000 Valid
Pertanyaan 4 0,425 0,010 Valid
Pertanyaan 5 0,528 0,001 Valid
Pertanyaan 6 0,383 0,018 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 ( Data Diolah)

Berdasarkan hasil pengujian validitas instrumen dengan software pengolahan

data Statistical Package For Social Sciences (SPSS) versi 14.0 nilai validitas yang

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
59

terdapat pada kolom corrected item total correlation dari variabel keselamatan dan

kesehatan kerja/K3, lingkungan kerja, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja

dan peranan pemimpin lebih besar dari 0.30, dengan kata lain seluruh pertanyaannya

dikatakan valid.

III.6.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui konsistensi hasil sebuah jawaban

tentang tanggapan responden. Hasil uji Realibilitas dapat dilihat dari nilai cronbach

alfa realibilitas yang baik adalah yang makin mendekati 1.

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan

indikator dari variabel. Suatu kuisioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban

seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dan stabil dari waktu ke waktu.

Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One Shot atau pengukuran sekali saja

dan uji statistik yang digunakan yang dipakai adalah Cronbach Alfa, dimana suatu

variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alfa > 0,60 (Ghozali,

2005).

Hasil pengujian reliabilitas variabel dapat dilihat pada Tabel III.3.

Tabel III.3 Hasil Uji Reliabilitas


Variabel Cronbach's Alpha
Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3 0.930
Lingkungan Kerja 0.852
Produktivitas Kerja Karyawan 0.920
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3 0.634
Peranan Pimpinan 0.603
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 ( Data Diolah)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
60

Setelah dilakukan pengujian, diketahui hasil pengujian reliabilitas variabel

keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan kerja, produktivitas kerja karyawan,

penerapan K3 dan lingkungan kerja, dan peranan pimpinan dari perangkat lunak

Statistical Package For Social Sciences (SPSS) versi 14.0 nilai reliabilitas yang

terdapat pada tabel Reliability Statistics yang dilihat pada Cronbachs Alpha > 0.6

variabel-variabel tersebut dinyatakan reliabel.

III.7 Hipotesis Pertama

III.7.1 Identifikasi Variabel

Berdasarkan perumusan masalah, kerangka berfikir dan hipotesis yang diajukan

maka variabel-variabel dalam penelitian ini untuk hiptesis pertama diidentifikasikan

sebagai berikut :

1. Variabel bebas (independent variable) dengan simbol X, yaitu faktor-faktor yang

mempengaruhi produktivitas kerja karyawan pada PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan, terdiri dari :

X1 = keselamatan dan kesehatan kerja/K3, dan

X2 = lingkungan kerja

2. Variabel terikat (dependent variable) dengan simbol Y, yaitu produktivitas kerja

karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

III.7.2 Definisi Operasional Variabel

Pada penelitian ini terdapat tiga variabel penelitian yang diukur untuk menguji

hipotesis pertama, yaitu :

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
61

1. Variabel keselamatan dan kesehatan kerja/K3 (X1)

Perlindungan terhadap kondisi fisik, mental dan stabilitas emosi serta

kesejahteraan fisik karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.

2. Variabel Lingkungan kerja (X2)


Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan pada

saat bekerja, baik yang berbentuk fisik ataupun non fisik, langsung atau tidak

langsung, yang dapat mempengaruhi dirinya dan pekerjaannya saat bekerja. yang

berbentuk fisik ataupun non fisik, langsung atau tidak langsung, yang dapat

mempengaruhi dirinya dan pekerjaanya saat bekerja.

3. Variabel Produktivitas Kerja Karyawan (Y)

Kekuatan dan kemampuan masing-masing karyawan dalam menghasilkan sesuatu

dengan memanfaatkan waktu seefektif mungkin.

Tabel III.4 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama


No. Variabel Definisi Indikator Skala
1. Keselamatan Perlindungan terhadap kondisi 1. Pengetahuan Tentang Keselamatan Skala Likert
dan Kesehatan fisik, mental dan stabilitas dan kesehatan kerja
kerja/K3 (X1) emosi serta ke sejahteraan fisik 2. Sasaran Keselamatan dan kesehatan
karyawan dalam melaksanakan kerja
pekerjaannya 3. Beban kerja
4. Kapasitas kerja
5. Jaminan Keselamatan dan kesehatan
kerja
6. Ketersediaan alat pelindung

2. Lingkungan Lingkungan kerja merupakan 1. Penerangan Skala Likert


Kerja segala sesuatu yang ada di 2. Ruang gerak
sekitar karyawan pada saat 3. Pengaturan tempat kerja
bekerja, baik yang berbentuk 4. Perlengkapan kerja
fisik ataupun non fisik, 5. Suhu udara
langsung atau tidak langsung, 6. Kebisingan dan getaran
yang dapat mempengaruhi 7. Radiasi
dirinya dan pekerjaanya saat 8. Sikap
bekerja. 9. Hubungan sesama karyawan
10. Kondisi mesin

3. Produktivitas Kekuatan dan kemampuan 1. Kuantitas output Skala Likert


Kerja masing-masing karyawan 2. Kualitas output
dalam menghasilkan sesuatu 3. Jangka waktu output
dengan memanfaatkan waktu 4. Kehadiran ditempat kerja
seefektif mungkin.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
62

III.7.3 Metode Analisis Data

III.7.3.1 Uji Regresi Linier Berganda

Analisis data pada hipotesis pertama untuk mengetahui pengaruh keselamatan

dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, maka maka

peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dengan

persamaan sebagai berikut:

= B0 + B1X1 + B2X2+ e

Dimana :

= Produktivitas kerja karyawan

X1 = Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

X2 = Lingkungan kerja

B0 = Intercept Y

B1 = Koefisien variabel X1

B2 = Koefisien variabel X2

e = Variabel yang tidak diteliti

Pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen diuji dengan tingkat

kepercayaan (confidence interval) 95% atau =5%.

III.7.3.2 Uji Serempak (Uji F)

Uji serempak atau uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua

variabel independen (keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja) yang

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
63

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap

variabel dependen (produktivitas).

Kriteria pengujian hipotesis untuk uji serempak, adalah :

Ho : B1, B2 = 0, artinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja

tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan.

Ha : B1, B2 0, artinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja

berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan

Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakan

statistik F (uji F), dengan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% dengan =

0,05. Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan jika F hitung >

F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

III.7.3.3 Uji Parsial (Uji T)

Uji Parsial atau uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh

pengaruh variabel independen (keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan

kerja) secara parsial (individual) mempengaruhi veriabel dependen (produktivitas).

secara parsial kriteria pengujian hipotesisnya adalah :

Ho : B1 = 0, artinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak berpengaruh terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
64

Ha : B1 0, artinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpengaruh terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Ho : B2 = 0, artinya lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja

karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Ha : B2 0, artinya lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja

karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakan

statistik t (uji t). Apabila hasil uji t dengan tingkat kepercayaan (confidence interval)

95 % dengan = 0,05 dimana Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak,

sedangkan jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pengujian-pengujian

di atas dilakukan dengan menggunakan software Statistical Package for Social

Sciences (SPSS) dengan versi 14.0.

III.7.4 Pengujian Asumsi Klasik

III.7.4.1 Uji Normalitas Data

Menurut Ghozali (2005) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti

diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi

normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk

jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi

normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
65

a. Analisis Grafik

Salah satu cara untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik

normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi

normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data

residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual

normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis

diagonalnya.

b. Analisis Statistik

Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati secara

visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Uji statistik yang

dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-

parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).

III.7.4.2 Uji Multikolinieritas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji multikolinieritas bertujuan untuk

menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas

(variabel independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di

antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka

variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel

independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.

Kriteria pengambilan keputusan :

Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 10 maka terjadi multikolinieritas.

Tolerance Value > 0,1 atau VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
66

III.7.4.3 Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas betujuan menguji

apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut

heteroskedastisitas.

Ada beberapa cara untuk mendateksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas,

antara lain dengan cara melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen

dengan residualnya. Dasar analisisnya : 1) jika ada pola tertentu, seperti titik-titik

yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian

menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas, dan 2) jika tidak

ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada

sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

III.8. Hipotesis Kedua

III.8.1 Identifikasi Variabel

Berdasarkan perumusan masalah, kerangka berfikir yang diajukan maka

variabel-variabel dalam penelitian ini untuk hiptesis kedua diidentifikasikan sebagai

berikut :

1. Variabel bebas (independent variable) dengan simbol X, yaitu penerapan

keselamatan dan kesehatan kerja/K3.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
67

2. Variabel terikat (dependent variable) dengan simbol Y, yaitu peranan pimpinan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

III.8.2 Definisi Operasional Variabel

Pada penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yang diukur untuk menguji

hipotesis kedua, yaitu :

1. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja/K3 (X).

Upaya-upaya yang dilakukan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan dalam membuat kebijakan dan mengkomunikasikan keselamatan dan

kesehatan kerja (K3).

2. Peranan Pimpinan (Y)

Kompetensi pimpinan dalam membuat kebijakan dan mengkomunikasikan

keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga mampu memotivasi karyawan

untuk mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan.

Tabel III.5 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua


No. Variabel Definisi Indikator Pengukuran
1. Penerapan Upaya-upaya yang dilakukan 1. Komunikasi Skala
Keselamatan pimpinan pada PT. Sinar 2. Sosialisasi Likert
dan Kesehatan Sosro Tanjung Morawa
Kerja/K3 Medan dalam membuat
Terhadap kebijakan dan
Karyawan (X) mengkomunikasikan
keselamatan dan kesehatan
kerja (K3).
2. Peranan Kompetensi pimpinan dalam 1. Kebijakan Skala
Pimpinan (Y) membuat kebijakan dan 2. Perlindungan Likert
mengkomunikasikan terhadap karyawan
keselamatan dan kesehatan 3. Penghargaan
kerja (K3) sehingga mampu terhadap karyawan
memotivasi karyawan untuk 4. Pengakuan prestasi
mencapai tujuan yang kerja karyawan
diharapkan perusahaan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
68

III.8.3 Metode Analisis Data

Hipotesis kedua bertujuan untuk melihat hubungan penerapan keselamatan dan

kesehatan kerja/K3 (variabel X) dengan peranan pimpinan (variabel Y) pada

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan sehingga dipergunakan Uji Spearmans

Rank Correlation Test.

Rumus Spearmans Rank Correlation Test adalah sebagai berikut Sulaiman

(2005):

6 d2
rs = 1
(
n n 2 1)
Dimana :

rs = koefisien korelasi Spearman

d = beda urutan dalam satu pasangan data

n = banyaknya pasangan data

Kriteria pengujian hipotesis analisis korelasi Rank Spearman, adalah :

Ho : rs = 0 (artinya tidak ada hubungan antara penerapan keselamatan dan kesehatan

kerja/K3 dengan peranan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan).

Ha : rs 0 (artinya ada hubungan antara penerapan keselamatan dan kesehatan

kerja/K3 dengan peranan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan).

Nilai koefisien korelasi Spearman (rs) perlu diuji untuk mengetahui tingkat

signifikansinya dengan cara membandingkan nilai statistik kritis Spearman (to)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
69

dengan nilai tabel kritis Spearman (s). Rumus nilai statistik kritis Spearman (to)

adalah sebagai berikut Sulaiman (2005):

rs n - 2
to =
2
1 rs

Dimana :

to = nilai statistik kritis Spearman

rs = koefisien korelasi Spearman

n = jumlah sampel penelitian

Menurut Sulaiman (2005), Kriteria pengambilan keputusan pada analisis

korelasi Rank Spearman dengan dua arah (two-tailed), yaitu :

Ho diterima jika nilai statistik kritis Spearman lebih kecil daripada dengan nilai

tabel kritis Spearman (to < s).

Ho ditolak (Ha diterima) jika nilai statistik kritis Spearman lebih besar daripada

dengan nilai kritis Spearman (to > s).

Untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya hubungan maka dapat

digunakan pedoman seperti yang tertera pada Tabel III.6.

Tabel III.6 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi


Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199 Sangat rendah
0,20 - 0,399 Rendah
0,40 - 0,599 Sedang
0,60 - 0,799 Kuat
0,80 - 1,00 Sangat kuat
Sumber : Sugiono (2005)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
70

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Penelitian

IV.1.1 Gambaran Umum PT. Sinar Sosro

Merek Sosro yang sudah dikenal masyarakat sebenarnya merupakan singkatan

dari nama keluarga Sosrodjojo. Pendiri awal bisnis ini adalah Bapak Sosrodjojo dan

disebut sebagai Generasi I. Beliau mengawali usaha teh wangi pada tahun 1940 di

kota Slawi, Jawa Tengah. Teh wangi yang diperkenalkan pertama kali itu diberi

merek Cap Botol. Produk teh wangi ini dikemas dengan kertas dan ada gambar botol

yang sederhana.

Pada tahun 1965, tanpa sengaja keluarga Sosrodjojo membaca artikel ilmiah

mengenai manfaat teh. Dari artikel tersebut terungkap bahwa ternyata teh mempunyai

banyak khasiat terutama dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit dan

terdapat khasiat kosmetik juga. Dari pemahaman tersebut terpikir oleh keluarga

Sosrodjojo, apabila bangsa Indonesia dapat membudayakan kebiasaan minum teh

sejak dini, tentunya ketahanan tubuh terhadap penyakit akan semakin tangguh.

Apalagi perkebunan teh di Indonesia sangat luas. Hanya saja waktu itu, orang

cenderung lebih menyukai minuman import dengan salah satu alasan bahwa teh harus

diseduh terlebih dahulu sehingga tidak praktis dan kesegarannya hanya mampu

bertahan 2-3 jam saja.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
71

Alasan tersebut membuat keluarga Sosrodjojo bertekad membuat minuman teh

asli siap minum yang segar setiap saat. Tekad tersebut kemudian diwujudkan dengan

dibangunnya pabrik teh botol I di dunia dengan nama PT. Sinar Sosro di Jakarta.

Merek yang dipakai adalah Teh Botol Sosro (TBS). Nama TBS ini menggeser

ketenaran Teh Cap Botol yang waktu itu sangat terkenal.

Cara memperkenalkan teh wangi cap botol di Jakarta, tahun 1965, adalah

dengan menggunakan teknik promosi yang dinamakan dengan strategi promosi

Cicip Rasa, dimana secara rutin dikoordinir oleh Bapak Soetjipto Sosrodjojo

mendatangi tempat-tempat keramaian dengan menggunakan mobil dan alat-alat

propaganda seperti memutar lagu untuk menarik perhatian dan mengumpulkan

penonton. Setelah berhasil, penonton tersebut dibagikan contoh teh wangi merek Cap

Botol secara cuma-cuma. Teknik ini sekarang dikenal dengan teknik sampling.

Setelah itu, staf yang ada mendemonstrasikan cara menyeduh teh wangi merek Cap

Botol yang kemudian dibagikan agar dapat dicicipi langsung oleh penonton. Cara ini

membuat penonton yakin bahwa ramuan teh wangi merek Cap Botol adalah teh yang

memiliki kualitas yang baik.

Proses ini ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga

menimbulkan kendala. Penonton tidak sabar dan banyak yang meninggalkan area

demo sebelum sempat mencicipi seduhan teh tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut,

teh wangi merek Cap Botol diseduh terlebih dahulu dikantor kemudian dimasukkan

ke dalam panci dan dibawa dengan kenderaan menuju keramaian. Teknik kedua ini

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
72

menghadapi kendala juga karena air teh yang dibawa di dalam panci banyak tumpah

selama perjalanan karena kondisi jalan di Jakarta yang belum sebaik sekarang.

Akhirnya ditempuh cara lain yaitu air teh yang telah diseduh di kantor

kemudian ditaruh di dalam botol-botol bekas limun atau kecap yang dibersihkan, dan

dibawa ke tempat-tempat keramaian untuk kegiatan cicip rasa. Setelah bertahun-

tahun melakukan teknik promosi cicip rasa akhirnya tahun 1969 muncul gagasan

menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol. Desain

botol pertama kali muncul tahun 1970, desain II tahun 1972, dan pada tahun 1974

seiring dengan didirikannya pabrik di Ujung Menteng Bekasi, maka desain botol

tidak berubah dan bertahan sampai sekarang.

Generasi II Sosro dimulai dengan inovasi teh siap minum dengan

pendistribusian secara nasional dan mempunyai kantor di daerah Cakung, suatu

daerah perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi. Pada saat Sosro memasuki

Generasi III (1990), dimulai pengembangan usaha minuman ke berbagai variasi cita

rasa, target, segmen, benefit dan kemasan. Cakupan distribusi produk telah

menambah kawasan internasional dan tetap menempati kantor usaha di wilayah

Cakung. Salah satu dari beberapa pabrik Teh Botol Sosro yang berada di bawah

Sosro Group adalah PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Perusahaan ini

merupakan perusahaan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang bergerak di

bidang minuman ringan yang tidak menggunakan bahan pengawet dan zat pewarna.

Perusahaan ini diresmikan pengoprasiannya pada tanggal 28 Juli 1984 dengan nama

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
73

PT. Toba Sosro Kencono oleh Gubernur Sumatera Utara yang pada waktu itu adalah

Bapak Kaharuddin Nasution.

Pada tanggal 2 Januari 1995, perusahaan ini berganti nama dari PT. Toba Sosro

Kencono menjadi PT. Reksobudi Adijaya. Hal ini terjadi karena adanya pergantian

mesin produksi, dimana mesin milik PT. Sinar Sosro Kencono dibawa ke Unggaran

(Jawa Tengah) sedangkan mesin penggantinya dibawa dari Jakarta, sehingga

PT. Sinar Sosro Kencono berpindah alamat ke Unggaran. Perpindahan mesin ini

didasarkan pada kapasitas produksi dan permintaan konsumen.

PT. Reksobudi Adijaya hanya 5 tahun beroperasi, karena pada tanggal 1 Januari

2000 terjadi penggabungan (merger) dari seluruh pabrik/perusahaan yang berada di

bawah Sosro Group. Penggabungan ini bertujuan untuk memperkuat aset dan bisnis

dibidang minuman ringan dalam rangka menghadapi era globalisasi perdagangan

pasar bebas, sehingga PT. Reksobudi adijaya berganti nama menjadi PT. Sinar Sosro

dengan status cabang di setiap unit pabrikan, sedangkan kantor pusat tetap berada di

Cakung Jakarta Timur.

Pabrik Teh Botol Sosro yang berada di bawah Sosro Group, yaitu :

1. PT. Sinar Sosro Cakung (kantor pusat), Cakung Jakarta Timur

2. PT. Sinar Sosro Cabang Tambun, Bekasi Jawa Barat

3. PT. Sinar Sosro Cabang Gresik, Surabaya Jawa Timur

4. PT. Sinar Sosro Cabang Pandeglang, Banten

5. PT. Sinar Sosro Cabang Unggaran, Semarang Jawa Tengah

6. PT. Sinar Sosro Cabang Gianyar, Gianyar Bali


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
74

7. PT. Sinar Sosro Cabang Deli Serdang, Tanjung Morawa Sumatera Utara

8. PT. Sinar Sosro Cabang Cibitung, Jawa Barat

9. PT. Sinar Sosro Palembang

Sehubungan dengan semakin besarnya permintaan pasar terhadap hasil

produksi maka tanggal 7 Juni 2000, diresmikan pemakaian mesin produksi yang baru

(lini II) di PT. Sinar Sosro Cabang Deli Serdang dengan kapasitas mesin produksi

yang lebih besar yaitu 22.500 botol/jam. Mesin ini menggantikan mesin lama yang

mempunyai kapasitas produksi yang mempunyai kapasitas produksi 18.000

botol/jam.

IV.1.2 Visi dan Misi PT. Sinar Sosro

Visi PT. Sinar Sosro adalah menjadi perusahaan minuman yang dapat

melepaskan rasa dahaga konsumen kapan saja, dimana saja serta memberikan nilai

tambah kepada semua pihak terkait.

Misi PT. Sinar Sosro adalah membangun merek sosro sebagai merek teh yang

alami, berkualitas dan unggul. Melahirkan merek dan produk baru, baik yang berbasis

teh, dan menjadikannya pemimpin pasar dalam kategorinya masing-masing,

membangun dan memimpin jaringan distribusi.

IV.1.3 Struktur Organisasi PT. Sinar Sosro

PT. Sinar Sosro Deli Serdang yang beralamat di jalan Tanjung Morawa Medan

kilometer 14,5 menggunakan struktur organisasi yang cukup sederhana yaitu struktur

organisasi yang berbentuk garis dapat dilihat pada Gambar IV.1.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
75

STRUKTUR ORGANISASI PT. SINAR SOSRO

General Manager

Sekretaris

Mgr. QC Mgr. Prod & Pem Mgr. Fin & Acc Mgr. Personalia &
Umum

Spv. QC Spv. Personalia


Adm. Prod Spv. Log & Spv. Prod. Spv. Prod. Spv. Prod Spv. Prod. Spv. Acc Spv. Spv. & Umum
S. Part Bottling Line Bottling Line OWP AMDK Pembelian PB/PI
2 3
Payroll
Adm. QC

Ka. Gd. PI Ka. Gd.


Analis Kimia PB Koord.
Umum

Inc. Material Kasir


Operator Adm. Pers.
& Umum

Field Inspector Adm.


Acc Adm. Gd. Satpam
PB/PI
Ka. Gd. Ass. Spv. W.
Analis Mikro
Logistik Operator Shop & Utility Off. Boy &
Off. Girl
Selektor
Petugas Kompos Adm. Log/ Mekanik
Selektor
S. Part Bengkel
Adm.
Petugas Gd. BS
Petugas Gd. Cleaner Pembelian
Op. Work Shop
Log./S. Part
Petugas Kompos

Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)


Gambar IV.1 Struktur Organisasi PT. Sinar Sosro

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
76

Dalam organisasi yang berbentuk garis ini, wewenang dan tanggung jawab

masing-masing departemen atau divisi langsung kepada direktur.

Direktur Operasi PT. Sinar Sosro Deli Serdang mengawali semua divisi yang

ada di perusahaan. Adapun tugas, wewenang dan tanggungjawab dari divisi-divisi

yang ada di perusahaan adalah:

1. General Manager, merupakan pimpinan tertinggi perusahaan yang mempunyai

tugas sebagai berikut :

a. Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja perusahaan

b. Bertanggung jawab ke dalam dan kantor pusat

c. Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan

d. Menyebarkan dan menerapkan kebijakan serta mengawasi pelaksanaannya

e. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar

f. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang dideligasikan kepada tiap

manager dan menjalin hubungan kerja yang baik

g. Bersama manager lain membuat rencana produksi per triwulan

1. Sekretaris, mempunyai tugas dan wewenang antara lain :

a. Menyelenggarakan surat menyurat berhubungan dengan perusahaan

b. Mengatur hubungan dengan pihak luar dan tamu

c. Menyusun dokumentasi

d. Bertanggungjawab kepada general manager

2. Manager Quality Control, mempunyai tugas dan wewenang antara lain :

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
77

a. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk untuk memastikan

bahwa produk-produk yang dihasilkan secara konsisten memenuhi standard

mutu yang berlaku.

b. Memberikan saran kepada bagian produksi atau General Manager mengenai

mutu produk

3. Manager Produksi dan Maintenance, bertugas mengawasi semua kegiatan yang

berlangsung di pabrik baik kegiatan produksi, pengendalian mutu maupun

gudang. Adapun perincian tugasnya adalah sebagai berikut :

a. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi agar tidak terjadi kekurangan

dan kelebihan persediaan

b. Mengadakan pengendalian produksi agar produksi sesuai dengan spesifikasi

dan standar mutu yang ditentukan

c. Membuat laporan produksi secara periodik mengenai pemakaian bahan dan

jumlah produksi

d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui

kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan

e. Mengupayakan terlaksananya keselamatan dan kesehatan kerja

f. Mengatur jadwal pemeliharaan mesin

g. Bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan mesin dan peralatan

pendukung

4. Manager Work Shop dan Utility, mempunyai tugas dan wewenang antara lain:

a. Mengkoordinir dan mengawasi perbaikan-perbaikan peralatan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
78

b. Mengatur jadwal pemeliharaan peralatan

c. Bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi

dan peralatan pendukung

5. Manager Accounting dan Financial, mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala tentang keluar

masuknya uang

b. Mengendalikan budget pendapatan dan belanja perusahaan sesuai dengan

hasil yang diharapkan

c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti biaya produksi

dan biaya administrasi.

6. Manager Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepada General Manager

atas segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang bersifat umum yang

berhubungan ke luar dan ke dalam perusahaan. Adapun perincian tugasnya adalah

sebagai berikut :

a. Membantu General Manager dalam hal kegiatan administrasi

b. Mengawasi penggunaan dana, barang dan peralatan pada masing-masing

departemen

c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan perusahaan

d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari kepala-kepala bagian

e. Mengerjakan administrasi kepegawaian

7. Supervisor Quality Control, memiliki tugas sebagai berikut :

a. Mengawasi pengendalian mutu produk di lapangan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
79

b. Memberikan laporan yang dibutuhkan manager QC mengenai mutu produk

c. Bertanggung jawab penuh terhadap masalah yang muncul atas mutu produk

yang dihasilkan

8. Supervisor Logistik, memiliki tugas dan wewenang antara lain :

a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persedian bahan baku

b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan baku

c. Mengontrol persediaan bahan

d. Memesan bahan bila telah habis

9. Supervisor Produksi, bertanggung jawab mengawasi dan mengendalikan produksi

pada shiftnya. Adapun uraian tugasnya adalah sebagai berikut :

a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi

b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi mengenai data

produksi, jumlah produksi, pemakaian bahan dan lain-lain

c. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul di kemudian hari atas

produk yang dihasilkan

d. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi yang dipimpinnya

10. Supervisor Accounting dan Financial, memiliki tugas sebagai berikut :

a. Mengendalikan keluar masuknya uang kas

b. Menyiapkan laporan keuangan secara berkala kepada manager accounting

mengenai keluar masuknya uang

11. Supervisor Pembelian, memiliki tugas sebagai berikut :

a. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelian


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
80

b. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian

c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen lain

12. Supervisor Gudang, mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku

b. Membuat laporan permintaan, persediaan , dan pengeluaran bahan

c. Mengontrol persediaan bahan

d. Memesan bahan bila telah habis

13. Supervisor Personalia dan Umum, memiliki tugas dan wewenang antara lain :

a. Mengatur segala kegiatan administrasi kantor

b. Membuat laporan administrasi ke manager personalia dan umum

c. Membantu manager personalia dalam mengerjakan administrasi kepegawaian

14. Tugas Staff Accounting dan Staff Finance dan Adm ACC adalah sebagai berikut :

a. Melaksanakan kegiatan administrasi mengenai keluar masuknya uang

b. Membuat laporan keuangan kepada Supervisor Accounting dan Financial

15. Tugas Asisten Supervisor Work Shop & Utility

a. Mengawasi keadaan mesin-mesin dan keadaan produksi serta fasilitas

perusahaan

b. Mengkoordinir penjadwalan pemeliharaan mesin dan peralatan

16. Tugas Administrasi Pembelian adalah sebagai berikut :

a. Membuat laporan persediaan barang produksi dan pembelian

b. Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan pembelian barang-barang

produksi.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
81

c. Memeriksa laporan operator setiap hari

17. Tugas Administrasi Umum adalah sebagai berikut :

a. Membuat surat antara divisi ke divisi lain

b. Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan tentang produksi

18. Tugas dari Kepala Gudang adalah sebagai berikut :

a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku

b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan-bahan.

c. Mengontrol persediaan bahan

d. Memesan bahan bila telah habis

19. Analisis Kimia, berfungsi untuk :

a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum di proses maupun setelah

di proses

b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan atas pengukuran

mutu

20. Analisis Mikro bertugas untuk :

a. Melaksanakan analisis mikro dari produk untuk mengetahui mutu produk

b. Melakukan sanitasi terhadap peralatan-peralatan dalam laboratorium

21. Tugas Operator adalah sebagai berikut :

a. Membantu mengendalikan mesin di pabrik dalam proses produksi

b. Memberikan laporan dan masukan pada supervisor atas masalah yang terjadi

dalam proses produksi di pabrik

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
82

22. Tugas Kasir adalah sebagai berikut :

a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan kegiatan

produksi maupun tidak

b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran perusahaan

yang berhubungan dengan keuangan

23. Tugas Selektor adalah sebagai berikut :

a. Melihat dan mengawasi bila ada proses produksi yang macet atau rusak di

pabrik

b. Mengawasi jalannya proses produksi secara langsung dan melaksanakan

perbaikan langsung jika dibutuhkan

24. Tugas Mekanik adalah sebagai berikut :

a. Bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi dan

peralatan pendukung lainnya

b. Bertanggung jawab langsung kepada manager Preventive Engineering

Maintenance.

25. Tugas Cleaner, Off. Boy, Off. Girl, dan Supir

a. Merawat, memelihara kebersihan dan keindahan di dalam perusahaan.

b. Mengantar karyawan dan surat-surat yang hendak dikirim

26. Tugas Keamanan adalah sebagai berikut :

a. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi

maupun tidak

b. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung.


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
83

IV.1.4 Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

a. Jumlah Tenaga Kerja

Tabel IV.1 Perincian Tenaga Kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan
Jumlah Jumlah
No. Jabatan No. Jabatan
SDM SDM
1 Vice General Manager 1 34 Kepala Gudang PI 1
2 Accounting & Finance Manager 1 35 Kepala Gudang PB 1
3 Asst. Accounting & Finance 1 36 Administrasi Gudang PB 2
Manager
4 Asst. Accounting Supervisor 1 37 Administrasi Gudang PI 1
5 Administrasi Accounting 4 38 Pengawas Muat PI 2
6 Kasir 1 39 Petugas Sortir Botol PI 2
7 Manager Personalia 1 40 Operator Forklift PI 3
8 Supervisor Personalia 1 41 Operator Forklift PB 3
9 Sekretaris 1 42 Selektor PB 10
10 Pay Roll 2 43 Asst. Supervisor Produksi TBS 3
11 Administrasi Personalia 2 44 Supervisor Trainee 1
12 Receptionist 1 45 Administrasi Produksi 2
13 Satpam 14 46 Supervisor Logistik & Sp. Part 1
14 Supir 2 47 Administrasi Logistik 1
15 Office Boy 6 48 Administrasi Spare Part 1
16 Manager QC 1 49 Petugas spare Part 3
17 Asst. Supervisor QC 1 50 Petugas Logistik 3
18 Administrasi QC 1 51 Operator Utility/PS 3
19 Analis QC 4 52 Operator Mesin TBS 35
20 Inspector 5 53 Asst. Operator 21
21 Incoming Material 1 54 Selektor TBS 52
22 Petugas BS 2 55 Cleaner TBS 3
23 Operator WWTP 3 56 PEM Elektrik 3
24 Petugas Vermi Kompas 1 57 Supervisor AMDK 1
25 Supervisor Purchasting 1 58 Operator AMDK 2
26 Administrasi Purchasting 2 59 Selektor AMDK 10
27 Asst. Utilities & Workshops 1 60 Supervisor TWA&Freso 1
Supervisor
28 Mekanik 1 61 Operator TWA 3
29 Tukang Las 1 62 Selektor TWA 2
30 Tukang Bangunan 1 63 Cleaner TWA 3
31 Petugas CW 1 64 Operator Freso 6
32 Kenek Tukang 1 65 Selektor Freso 2
33 Supervisor PB/PI 1 66 Cleaner Freso 15
Jumlah A 68 Jumlah B 202
Jumlah A+B 270
Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)

Tenaga kerja di PT. Sinar Sosro direkrut dari tenaga kerja dalam negeri, dan

sebagian besar bertempat tinggal di sekitar pabrik. Jumlah tenaga kerja PT. Sinar

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
84

Sosro Tanjung Morawa Medan sampai bulan Agustus 2007 sebanyak 270 orang

dapat dilihat pada Tabel IV.1.

b. Jam Kerja

Agar perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai maka

diperlukan pengaturan jam kerja yang baik. Sesuai dengan ketentuan DEPNAKER

bahwa jam kerja seorang karyawan adalah 40 jam/minggu selebihnya sebagai lembur.

Maka dari itu, jam kerja PT. Sinar Sosro dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

1. Day Time

Waktu day time ini berlaku di PT. Sinar Sosro untuk karyawan yang bekerja di

kantor (administrasi), dengan waktu kerja sebagai berikut:

Waktu kerja:

Senin Kamis = 08.00 12.00 WIB ; 13.00 16.00 WIB

Jumat = 08.00 12.00 WIB ; 13.30 16.00 WIB

2. Shift

Waktu shift ini berlaku untuk karyawan pabrik. Waktu kerja shift dibagi atas 3,

yaitu:

Shift I jam 00.00 08.00

Shift II jam 08.00 16.00

Shift III jam 16.00 24.00

Untuk setiap shift diberlakukan jam istirahat selama 1 jam. Dengan hari kerja

selama 25 hari dan pergantian shift dilakukan setiap 1 minggu sekali. Namun jika

terjadi hal-hal diluar jam kerja yang mengharuskan seorang karyawan untuk bekerja,
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
85

maka waktu penambahan ini dihitung sebagai lembur dan akan mendapat upah kerja

lembur.

Kapasitas produksi yang digunakan merupakan kapasitas optimal tanpa

menambah shift kerja (lembur). Perhitungan waktu kerja per minggu adalah sebagai

berikut:

Jam kerja efektif satu hari = 23 jam dan 1 jam daily maintenance

Jumlah Produksi = 1 minggu = 7 hari kerja x 23 jam/hari

= 161 jam/minggu

IV.1.5 Unsur-Unsur Biaya Produksi PT. Sinar Sosro

Proses produksi adalah segala kegiatan yang dilakukan dari awal produksi yang

menghasilkan produk yang dapat dipakai dalam hal ini proses produksi yang terjadi

pada PT. Sinar Sosro berarti kegiatan dari awal pengolahan air (pemurnian) kemudian

pembuatan sirup gula serta penyeduhan teh sampai pembuatan teh cair manis (TCM)

lalu dilanjutkan dengan pembotolan dan siap dipasarkan.

1. Bahan Baku

Untuk proses produksi Teh Botol Sosro (TBS) di PT. Sinar Sosro digunakan

bahan baku sebagai berikut :

a. Air sebagai bahan utama diperoleh dengan mengeksplorasi dan men-treatment

sendiri dari sumur yang kedalamannya kira-kira 200 m dan dibuat memenuhi

standar perusahaan sehingga layak untuk digunakan. Air ini digunakan untuk

proses produksi di PT. Sinar Sosro sebagai bahan baku pembuatan TBS dan juga

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
86

bahan pendukung proses seperti sanitasi tangki, boiler, mesin washer (pencuci

botol) dan sanitasi filter.

b. Gula berfungsi sebagai pemanis, standar gula yang digunakan untuk pembuatan

TBS mempunyai tingkat kemanisan sekitar > 90 brix (0 brix merupakan persentase

sukrosa yang terkandung pada gula). Produk gula ini dipasok dari Inggris, Afrika

Selatan atau Korea.

c. Teh yang digunakan untuk pembuatan TBS adalah Teh Wangi Melati (Jasmine

Tea), teh wangi dibuat dari daun teh dan dicampur dengan bunga melati. Teh ini

merupakan racikan dari teh hijau (Amelia Sinensis) yang dicampur dengan bunga

melati sehingga menimbulkan aroma atau wangi yang khas. Teh wangi

sepenuhnya didatangkan dari Slawi, Tegal dan Jawa Tengah oleh satu unit usaha

group Sosro yaitu PT. Gunung Slamat, kualitas tehnya selalu terjamin dengan

pengawasan yang ketat serta tempat penyimpanan yang khusus dengan gudang

kedap air dan udara.

2. Bahan Pembantu

a. Larutan Soduim Hyphclorite (NaOCL), berfungsi untuk mengurangi

microorganisme yang ada dalam air

b. Causti Soda (NaOH), berfungsi untuk sanitasi peralatan, penghilang bau, rasa,

lemak dan kotoran lain pada botol saat pencucian botol di washer machine

c. Garam (NaCl), berfungsi sebagai alat penetral dalam proses pemurnian air

(regenasi softener) dan juga untuk mengaktifkan atau menetralkan kesadahan

air yang diperlukan untuk bahan baku TBS


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
87

d. Resin, berfungsi untuk menurunkan kesadahan air

e. Kaporit, untuk pemberih di dalam pemurnian air dalam bak reservoar

3. Bahan Kemasan

a. Krat, berfungsi sebagai media penampungan botol yang memudahkan

penyimpanan dan handling sewaktu diangkat/dipindahkan sekaligus sebagai

media pelindung produk

b. Botol, sebagai penampung produk atau penyimpanan teh air manis. Botol juga

berfungsi sebagai pengenal produk

c. Crown Cork, berfungsi sebagai penutup botol yang mampu melindungi teh air

manis dari pengaruh udara luar atau oksidasi dan masuknya mikroorganisme

d. Ink Solution, berfungsi sebagai bahan untuk mencetak kode produksi untuk

setiap botol

4. Mesin-mesin Produksi

a. Power Station, berfungsi sebagai penghasil tenaga listrik yang sangat

diperlukan untuk menggerakkan unti-unit lainnya

b. Boiler, berfungsi sebagai penghasil uap

c. Decrater, berfungsi untuk mengangkat botol kosong dari krat

d. Bottle Washer, berfungsi untuk mencuci kembali botol-botol yang telah

kembali dari pasar agar dapat digunakan kembali untuk diisi ulang dengan teh

cair manis

e. Light Inspection, berfungsi untuk menyortir botol-botol.

f. Optiscan, untuk menyeleksi benda-benda asing yang terdapat dalam botol


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
88

g. Filler, berfungsi untuk mengisi teh cair manis ke dalam botol

h. Video Jet, berfungsi untuk mencetak tanggal kode kadaluarsa dan produksi

i. Crate Washer, berfungsi untuk membilas dan mencuci krat yang kotor

j. Crater, memasukkan botol yang telah berisi dan tertutup ke dalam krat.

IV.1.6 Uraian Proses Produksi

1. Proses Persiapan Air


Air Tanah

Bak Reservoir

Sand Filter

Carbon Filter Buffer Tank I

Buffer Tank II Softener Tank

Buffer Tank III

Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)

Gambar IV.2 Proses Persiapan Air

Air dipompa dari sumur bor yang kedalamannya 125-200m ke bak

penampungan (Reservoir Tank), air diclorinasi untuk mematikan bakteri yang ada, di

saring untuk menghilangkan warna, bau, rasa, menyaring lumpur, dan tingkat

kesadahan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
89

2. Penyeduhan Teh

Teh wangi melati (Jasmine Tea) diseduh dalam Tanki Ekstraksi dengan air

mendidih yang sudah melalui proses filterasi dan pemanasan. Teh Cair Pahit (TCP)

hasil seduhan dilewatkan ke filter Filtrox dan ditampung di Mixing Tank.

3. Pelarutan Gula (Tahap III)

Gula pasir putih dilarutkan sampai menjadi sirup gula, kemudian disaring untuk

menghilangkan kotoran sirup gula tersebut dipompa ke dalam Buffer Tank.

4. Pencampuran TCP dan Sirup Gula

Pelarutan Gula Penyeduhan Teh Wangi

Niagara Filter Penyaringan Kasar

Cosmos Filter Niagara Filter

Tanki Buffer Larutan Filtrox Filter


Gula

Tanki Pencampuran (Mix Tank)

Pasteurisasi

Proses billing (Pembotolan)

Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)


Gambar IV.3 Proses Pencampuran TCP dan Sirup gula

Sirup gula dipompa ketanki pencampuran hingga kadar gula mencapai standar

yang telah ditentukan. TCP dialirkan ketanki pencampuran secara bersamaan.


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
90

Kemudian dilanjutkan ke proses pasteurisasi (pemanasan) dimana TCM dipanaskan

dengan Heat Excanger (pemanasan tidak langsung)pada temperatur diatas 900C.\

IV.1.7 Proses Pengisian Dalam Botol

Depalletizing Pallet

Decrating Crate Washing

Bottle Washing

Empity Bottle Inspection

Light Inspection (Pos 2)

TCM Filling

Crown Cork Crowning

Printing

Light Inspection (Pos 3)

Crating

Palletizing

Inkubasi
Sumber : PT. Sinar Sosro (2008)

Gambar IV.4 Proses Pengisian Teh Botol Sosro

TCM dipompa ke pengisian botol. Di stasiun ini TCM dengan temperatur 900C

diisi ke dalam botol yang telah dibersihkan dengan Bottle Washer.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
91

IV.1.8 Hasil Produksi

Sosro saat ini sudah memiliki beberapa jenis produk dan kemasan dari Teh

Seduh, Teh Celup, Teh Siap Minum sampai Teh Siap Minum Bercita Rasa Buah.

Karena mendapat dukungan dari sistem distribusi yang canggih maka produk-produk

Sosro berhasil menjangkau konsumen di seluruh pelosok Indonesia. Menghadapi era

globalisasi, Sosro sudah siap berekspansi ke pasar Internasional karena produk-

produknya telah memenuhi kualitas Internasional seperti negara-negara ASEAN,

Australia dan wilayah Timur Tengah sebagai tujuan ekspor produk Sosro.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar mendapatkan produk terbaik

dengan mututetap terjaga, maka Sosro melakukan langkah sertifikasi produk. Saat

ini,setiap produk Sosro dijamin HALAL oleh Departemen Agama RI dan dengan

standar higienis yang dijamin oleh Departemen Kesehatan. Adapun kualitas

pengolahan dan produknya terjaga melalui sertifikasi ISO 9001: 2000. Kualitas

produk Sosro tetap akan terjaga apabila dihasilkan dari lingkungan yang baik.

Tanggung jawab Sosro terhadap lingkungan dilakukan melalui Analisis Mengenai

Dampak Lingkungan (AMDAL) yang selalu dilakukan pada saat membangun pabrik

baru atau menambah kapasitas yang ada. Sistem Waste Water Treatment yang

canggih juga dibangun, sehingga air yang dibuang aman untuk lingkungan.

Pada PT. Sinar Sosro KPB Deli Serdang menghasilkan beberapa jenis produk

yang dikeluarkan oleh peruahaan tersebut antara lain :

1. Teh Botol Sosro (TBS)

2. Fruit Tea Botol


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
92

3. Fruit Tea Genggam (Tetra Pak)

4. Freso

5. Air Mineral Prim-A

IV.2 Karakteristik Responden

IV.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia pada PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan dapat dilihat pada Tabel IV.2.

Tabel IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia


Usia (Tahun) Jumlah Orang (%)
20 - 25 9 26
26 - 30 13 38
31 - 35 8 24
36 - 40 4 12
Jumlah 34 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Tabel IV.2 menunjukkan sebagian besar responden berusia 26-30 tahun

sebanyak 13 responden (38%). Selanjutnya 20-25 tahun sebanyak 9 responden (26%),

31-35 tahun sebanyak 8 responden (24%) dan 36-40 sebanyak 4 responden (12%).

Mayoritas responden berusia 26-30 tahun, hal ini berarti karyawan PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan termasuk kelompok usia produktif dan dewasa.

Produktivitas karyawan juga sangat dipengaruhi oleh tingkatan usia karena pada

tingkat usia produktif dan dewasa itulah karyawan bekerja secara optimal karena

kondisi fisik yang mendukung sehingga berdampak positif terhadap pekerjaan dan

hasil kerjanya.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
93

IV.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan

Karakteristik responden berdasarkan jabatan dapat dilihat pada Tabel IV.3.

Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan


No. Jabatan Jumlah (Orang) (%)
1. Assistant Operator Kitchen 1 2.9
2. Assistant Operator Produksi 6 17.6
3. Cleaner 1 2.9
4. Kepala Regu Kitchen 1 2.9
5. Operator Forklift 1 2.9
6. Operator Kitchen 2 5.9
7. Operator Produksi 7 20.6
8. Operator Water treatment 1 2.9
9. Petugas Selektor Produksi 14 41.2
Total 34 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Tabel IV.3 menunjukkan sebagian besar responden menduduki jabatan petugas

selektor produksi sebanyak 14 responden (41.2%). Sebanyak 7 responden (20.6%)

sebagai operator produksi, sebanyak 6 responden (17.6%) sebagai assistant operator

produksi, sebanyak 2 responden (5.9%) sebagai operator kitchen, dan selebihnya

masing-masing 1 responden (2.9%) sebagai assisten operator kitchen, cleaner, kepala

regu kitchen, operator forklift, dan operator water treatmen. Masing-masing

responden yang menduduki berbagai jabatan memiliki pendidikan dan keahliannya

masing-masing.

IV.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan pada PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan dapat dilihat pada Tabel IV.4.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
94

Tabel IV.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan


Pendidikan Terakhir Jumlah (Orang) (%)
SMP 1 3
SMK 4 12
STM 19 56
SMU 8 24
Diploma-I 1 3
Diploma-III 1 3
Jumlah 34 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Tabel IV.4 menunjukkan sebagian besar responden berasal dari STM Sebanyak

19 responden (56%), selanjutnya SMU sebanyak 8 responden (24%), SMK sebanyak

4 responden (12%), dan 1 responden (3%) berasal dari SMP, Diploma-1 dan

Diploma-III. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan memiliki karakteristik pendidikan yang memiliki keterampilan teknis

yang akan membuat karyawan lebih dapat berfikir dan bekerja secara efisien dan

efektif.

IV.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Karakteristik responden berdasarkan masa kerja pada PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan dapat dilihat pada Tabel IV.5.

Tabel IV.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja


Masa Kerja (Tahun) Jumlah (Orang) (%)
1-5 13 38
6 - 10 14 41
11 - 15 5 15
16 - 20 2 6
Jumlah 34 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
95

Tabel IV.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden masa kerjanya 6-10

tahun sebanyak 14 responden (41%), 1-5 tahun sebanyak 13 responden (38%), 11-15

tahun sebanyak 5 responden (15%), dan 16-20 tahun sebanyak 2 responden (6%). Hal

ini menunjukkan bahwa masa kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan lebih banyak diatas 6 tahun, sehingga dengan tingkat masa kerja yang cukup

lama maka produktivitas kerjanya menjadi tinggi karena sudah berpengalaman dan

memahami berbagai persoalan yang terjadi dilingkungan kerjanya.

IV.3 Analisis Deskripsi Variabel

Pada penelitian ini, hipotesis pertama variabel terikat (dependent variabel) yang

diamati hanya satu variabel saja yaitu produktivitas kerja karyawan (Y), dan dua

variabel bebas (independent variabel) yang terdiri dari : keselamatan dan kesehatan

kerja (X1) serta lingkungan kerja (X2), dan selanjutnya pada hipotesis kedua variabel

penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja (X) dan variabel

peranan pimpinan (Y).

IV.3.1 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (K3)

Berikut ini dideskripsikan sebanyak 12 item tentang jawaban responden atas

pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Penjelasan responden atas pemahaman terhadap keselamatan dan kesehatan

kerja, menunjukkan sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab memahami

keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden memahami keselamatan dan

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
96

kesehatan kerja karena responden mendapat pengetahuan tentang keselamatan dan

kesehatan kerja tidak hanya dari perusahaan tetapi dari berbagai media. Selebihnya,

sebesar 16 responden (47.1%) kurang memahami keselamatan dan kesehatan kerja,

dan sebanyak 3 responden (8.8%) tidak memahami sama sekali keselamatan dan

kesehatan kerja. Hasil tersebut menjelaskan bahwa responden kurang memahami

keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden kurang memahami

keselamatan dan kesehatan kerja karena masih terdapatnya karyawan yang tidak

mengetahui tentang K3.

Penjelasan responden atas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja,

menunjukkan sebanyak 14 responden (41.2%) menjawab pelaksanaan keselamatan

dan kesehatan kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan efektif. Penjelasan

responden atas pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan efektif karena karena karyawan selalu diberi himbauan dan

perlengkapan keselamatan kerja berdasarkan bidangnya masing-masing. Selebihnya,

sebesar 13 responden (38.2%) menjawab pelaksanaan keselamatan dan kesehatan

kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan kurang efektif, dan sebesar

7 responden (20.6%) menjawab pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan tidak efektif sama sekali. Hasil tersebut

menjelaskan bahwa responden menjawab pelaksanaan keselamatan dan kesehatan

kerja di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan kurang efektif. Penjelasan

responden menjawab pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Sinar

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
97

Sosro Tanjung Morawa Medan kurang efektif karena karyawan merasa kurang puas

atas pelaksanaan Keselamatan dan kesehatan kerja selama ini.

Penjelasan responden atas jumlah kecelakaan kerja, menunjukkan bahwa

sebanyak 17 responden (50.0%) menjawab jumlah kecelakaan kerja sangat banyak

sekali, sebanyak 15 responden (44.1) menjawab banyak sekali, dan 1 responden

(2.9%) menjawab jumlah kecelakaan kerja banyak. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa jumlah kecelakaan kerja sangat banyak sekali. Penjelasan responden

menjawab jumlah kecelakaan kerja sangat banyak sekali karena kecelakaan kerja

yang sering terjadi pada bagian perebusan botol. Selebihnya sebanyak 1 responden

(2.9%) menjawab sangat sedikit. Penjelasan responden menjawab sangat sedikit

karena jarang terjadi kecelakaan kerja pada bagian lain.

Penjelasan responden atas kesesuaian antara kemampuan dan keterampilan

dengan beban kerja yang diberikan, menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden

(58.8%) menjawab kemampuan dan keterampilan dengan beban kerja yang diberikan

sesuai, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab kemampuan dan keterampilan

dengan beban kerja yang diberikan sangat sesuai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

kemampuan dan keterampilan dengan beban kerja yang diberikan sesuai. Penjelasan

responden menjawab kemampuan dan keterampilan dengan beban kerja yang

diberikan sesuai karena kemampuan dan keterampilan yang dimiliki karyawan di

sejajarkan dengan pekerjaan yang diberikan. Selebihnya sebanyak 11 responden

(32.4%) menjawab kemampuan dan keterampilan dengan beban kerja yang diberikan

kurang sesuai, dan 2 responden (5.9%) menjawab kemampuan dan keterampilan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
98

dengan beban kerja yang diberikan tidak sesuai sama sekali. Penjelasan responden

menjawab kemampuan dan keterampilan dengan beban kerja yang diberikan kurang

sesuai karena responden merasa pekerjaannya berat.

Penjelasan responden tentang kepedulian PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan atas kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi karyawannya, menunjukkan

bahwa sebanyak 14 responden (41.2%) menjawab PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan peduli atas kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi karyawannya, dan

sebanyak 3 responden (8.8%) menjawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan

sangat peduli atas kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi karyawannya. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan peduli atas kondisi

kesehatan dan pemenuhan gizi karyawannya. Penjelasan responden menjawab

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan peduli atas kondisi kesehatan dan

pemenuhan gizi karyawannya karena selalu diberikannya extra podding bagi

karyawan setiap bulannya. Selebihnya, sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan kurang peduli atas kondisi kesehatan dan

pemenuhan gizi karyawannya, dan sebanyak 6 responden (17.6) menjawab PT. Sinar

Sosro Tanjung Morawa Medan tidak peduli peduli sama sekali atas kondisi kesehatan

dan pemenuhan gizi karyawannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa PT. Sinar

Sosro Tanjung Morawa Medan kurang peduli atas kondisi kesehatan dan pemenuhan

gizi karyawannya karena ada responden yang bekerja sampai 3 shift.

Penjelasan responden atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, menunjukkan bahwa sebanyak


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
99

19 responden (55.9%) menjawab puas atas prosedur pelayanan kesehatan yang

diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, dan sebanyak 5 responden

(14.7%) menjawab sangat puas atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

responden puas atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan. Penjelasan responden puas atas prosedur pelayanan

kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan karena adanya

jamsostek dan perusahaan siap membantu bila ada masalah pada prosedur pelayanan

yang diberikan klinik/rumah sakit yang ditunjuk. Selebihnya sebanyak 9 responden

(26.5%) menjawab kurang puas atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, dan 1 responden (2.9%) menjawab tidak

puas sama sekali atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden kurang puas

atas prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan. Penjelasan responden kurang puas atas prosedur pelayanan kesehatan yang

diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan karena responden harus

melengkapi banyak surat-surat yang merupakan persyaratan yang harus dipenuhi.

Penjelasan responden atas pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan, menunjukkan sebanyak 16 responden (47.1%) menjawab

puas atas pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan, dan sebanyak 9 responden (26.5%) menjawab sangat puas atas pelayanan

kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Hasil tersebut
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
100

menunjukkan bahwa responden puas atas pelayanan kesehatan yang diberikan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Penjelasan responden puas atas pelayanan

kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan karena PT. Sinar

Sosro Tanjung Morawa Medan selalu membantu bila karyawan membutuhkan

pertolongan. Selebihnya, sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab kurang puas atas

pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, dan

sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab tidak puas sama sekali atas pelayanan

kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden kurang puas atas pelayanan kesehatan yang diberikan

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Penjelasan responden kurang puas atas

pelayanan kesehatan yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan karena

terkadang dokternya tidak berada ditempat.

Penjelasan responden atas tindakan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat

kerja, menunjukkan sebanyak 17 responden (50.0%) menjawab puas atas tindakan

pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja, dan sebanyak 3 responden (8.8%)

menjawab sangat puas atas tindakan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat

kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden puas atas tindakan pencegahan

penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Penjelasan responden puas atas tindakan

pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja karena adanya tanda-tanda

peringatan bahaya dan diberikannya check up rutin bagi karyawan sebagai tindakan

pencegahan penyakit. Selebihnya, sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab kurang

puas atas tindakan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja, dan sebanyak
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
101

3 responden (8.8%) menjawab tidak puas sama sekali atas tindakan pencegahan

penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden

kurang puas atas tindakan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja karena

masih ada terjadi kecelakaan kerja.

Penjelasan responden atas tindakan perawatan dan penyembuhan yang

diberikan kepada karyawan, menunjukkan sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab

puas atas tindakan perawatan dan penyembuhan yang diberikan kepada karyawan,

dan sebanyak 7 responden (20.6%) menjawab sangat puas atas tindakan perawatan

dan penyembuhan yang diberikan kepada karyawan. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa responden puas atas tindakan perawatan dan penyembuhan yang diberikan

kepada karyawan. Penjelasan responden puas atas tindakan perawatan dan

penyembuhan yang diberikan kepada karyawan karena kepedulian perusahaan sampai

pada karyawan diberikan tunjungan berupa dana untuk berobat di luar jamsostek.

Selebihnya, sebanyak 10 responden (29.4%) menjawab kurang puas atas tindakan

perawatan dan penyembuhan yang diberikan kepada karyawan, dan sebanyak

2 responden (5.9%) menjawab tidak puas sama sekali atas tindakan perawatan dan

penyembuhan yang diberikan kepada karyawan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

responden kurang puas atas tindakan perawatan dan penyembuhan yang diberikan

kepada karyawan. Penjelasan responden kurang puas atas tindakan perawatan dan

penyembuhan yang diberikan kepada karyawan, karena waktu perawatan dan

penyembuhan yang diberikan sangat terbatas.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
102

Penjelasan responden atas peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang

tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, menunjukkan bahwa sebanyak

17 responden (50.0%) menjawab peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang

tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan lengkap, sebanyak 3 responden

(8.8%) menjawab peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan sangat lengkap, dan sebanyak 1 responden

(2.9%) menjawab peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan sangat lengkap sekali. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan lengkap. Penjelasan responden atas

peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan lengkap karena karena adanya kotak obat P3K pada setiap pimpinan

tingkat supervisor yang bertanggung jawab dan peralatan K3 diberikan kepada

masing-masing karyawan. Selebihnya, sebanyak 7 responden (20.6%) menjawab

peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan kurang lengkap, dan sebanyak 6 responden (17.6%) menjawab

peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan tidak lengkap sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan kurang lengkap. Penjelasan atas peralatan keselamatan dan kesehatan

kerja yang tersedia di PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan kurang lengkap

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
103

karena responden merasa perlu adanya penambahan peralatan keselamatan dan

kesehatan kerja.

Penjelasan responden atas pemahaman menggunakan alat keselamatan kerja,

menunjukkan sebanyak 19 responden (55.9%) menjawab memahami menggunakan

alat keselamatan kerja. Penjelasan responden memahami menggunakan alat

keselamatan kerja karena perusahaan memberikan pengarahan tentang penggunaan

alat keselamatan kerja. Selebihnya, 10 responden (29.4%) menjawab kurang

memahami menggunakan alat keselamatan kerja, dan 5 responden (14.7%) menjawab

tidak memahami sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden kurang

memahami menggunakan alat keselamatan kerja karena belum mendapat pengarahan

tentang penggunaan alat keselamatan kerja.

Penjelasan responden atas tingkat keamanan yang dirasakan saat bekerja

dengan menggunakan alat pelindung yang disediakan, menunjukkan bahwa sebanyak

16 responden (47.1%) menjawab merasa aman saat bekerja dengan menggunakan alat

pelindung yang disediakan, dan sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab merasa

sangat aman saat bekerja dengan menggunakan alat pelindung yang disediakan. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa responden merasa aman saat bekerja dengan

menggunakan alat pelindung yang disediakan. Penjelasan responden menjawab

merasa aman saat bekerja dengan menggunakan alat pelindung yang disediakan

karena karena alat pelindung yang disediakan cukup melindungi saat melakukan

pekerjaan. Selebihnya, sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab merasa kurang

aman saat bekerja dengan menggunakan alat pelindung yang disediakan, dan
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
104

sebanyak 3 responden (8.8%) menjawab tidak aman sama sekali. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden merasa kurang aman saat bekerja dengan

menggunakan alat pelindung yang disediakan karena alat pelindung diri yang

disediakan dirasakan kurang nyaman dipakai.

IV.3.2 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Lingkungan kerja

Berikut ini dideskripsikan sebanyak 10 item tentang jawaban responden atas

pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang lingkungan kerja.

Penjelasan responden atas kondisi penerangan, menunjukkan sebanyak

14 responden (41.2%) menjawab kondisi penerangan baik. Penjelasan responden

menjawab kondisi penerangan baik karena setiap bagian diberikan penerangan.

Selanjutnya, sebanyak 14 responden (41.2%) menjawab kondisi penerangan kurang

baik, dan sebanyak 9 responden (26.5%) menjawab kondisi penerangan tidak baik

sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi penerangan kurang baik.

Penjelasan responden menjawab kondisi penerangan kurang baik karena lampu yang

tersedia kurang terang.

Penjelasan responden atas ruang gerak, menunjukkan sebanyak 12 responden

(35.3%) menjawab ruang gerak yang tersedia sesuai, dan sebanyak 4 responden

(11.8%) menjawab ruang gerak yang tersedia sangat sesuai. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa ruang gerak yang tersedia sesuai. Penjelasan responden

menjawab ruang gerak yang tersedia sesuai karena cukup untuk melakukan aktivitas

kerja. Selanjutnya, sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab ruang gerak yang

tersedia kurang sesuai, dan sebanyak 3 responden (8.8%) menjawab ruang gerak yang
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
105

tersedia tidak sesuai sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ruang gerak

yang tersedia kurang sesuai. Penjelasan responden atas ruang gerak yang tersedia

kurang sesuai karena sempitnya ruang gerak pada saat melakukan pekerjaan dimana

responden merasa kurang leluasa.

Penjelasan responden atas tata letak peralatan dan mesin, menunjukkan bahwa

sebanyak 16 responden (47.1%) menjawab tata letak peralatan dan mesin sesuai, dan

sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab sangat sesuai. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa tata letak peralatan dan mesin sesuai. Penjelasan responden atas jawaban tata

letak peralatan dan mesin sesuai karena mesin diletakkan pada tempat yang tepat dan

peralatan kerja diletakkan sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya, sebanyak

12 responden (35.3%) menjawab tata letak peralatan dan mesin kurang sesuai, dan

sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab tata letak peralatan dan mesin tidak sesuai

sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tata letak peralatan dan mesin kurang

sesuai. Penjelasan responden atas jawaban tata letak peralatan dan mesin kurang

sesuai karena perlu lebih ditata dengan baik lagi.

Penjelasan responden atas persediaan perlengkapan kerja, menunjukkan bahwa

sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab persediaan perlengkapan kerja lengkap,

dan sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab persediaan perlengkapan kerja sangat

lengkap. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persediaan perlengkapan kerja lengkap.

Penjelasan responden atas jawaban persediaan perlengkapan kerja lengkap pada

setiap bagian diletakkan perlengkapan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Selanjutnya, sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab persediaan perlengkapan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
106

kerja kurang lengkap, dan sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab persediaan

perlengkapan kerja tidak sesuai sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

persediaan perlengkapan kerja kurang lengkap. Penjelasan responden atas jawaban

persediaan perlengkapan kerja kurang lengkap karena ada perlengkapan kerja yang

rusak dan perlu diganti.

Penjelasan responden atas kondisi suhu udara, sebanyak masing-masing

15 responden (44.1%) menjawab kondisi suhu udara sangat baik, dan kondisi suhu

udara baik, sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab kondisi suhu udara sangat baik

sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi suhu udara sangat baik. Penjelasan

responden atas jawaban kondisi suhu udara sangat baik karena sirkulasi udara yang

ada memadai. Selebihnya, sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab kondisi suhu

udara kurang baik, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab kondisi suhu udara

tidak baik sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi suhu udara kurang

baik. Penjelasan responden atas kondisi suhu udara yang kurang baik, karena suhu

udara di pabrik sangat panas sekali.

Penjelasan responden atas kebisingan dan getaran terhadap hasil kerja,

sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab kebisingan dan getaran berpengaruh

terhadap hasil kerja, dan 4 responden (11.8%) menjawab kebisingan dan getaran

sangat berpengaruh terhadap hasil kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

kebisingan dan getaran berpengaruh terhadap hasil kerja. Penjelasan responden atas

jawaban kebisingan dan getaran berpengaruh terhadap hasil kerja karena mengurangi

daya dengar dan konsentrasi sehingga dapat mempengaruhi hasil kerja. Selebihnya,
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
107

sebanyak 11 responden (32.4%) responden menjawab kebisingan dan getaran kurang

berpengaruh terhadap hasil kerja, dan sebanyak 4 responden menjawab kebisingan

dan getaran tidak berpengaruh sama sekali terhadap hasil kerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa kebisingan dan getaran kurang berpengaruh terhadap hasil kerja.

Penjelasan responden atas jawaban kebisingan dan getaran kurang berpengaruh

terhadap hasil kerja karena diberikan alat pelindung untuk telinga.

Penjelasan responden atas pengaruh radiasi terhadap hasil kerja, menunjukkan

bahwa sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab radiasi berpengaruh terhadap hasil

kerja, sebanyak 10 responden (29.4%) menjawab radiasi sangat berpengaruh terhadap

hasil kerja, dan sebanyak 5 responden (14.7%) menjawab radiasi sangat berpengaruh

sekali terhadap hasil kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa radiasi berpengaruh

terhadap hasil kerja. Penjelasan responden atas jawaban radiasi berpengaruh terhadap

hasil kerja karena dapat menyebabkan hasil kerja rusak. Selebihnya, sebanyak

4 responden (11.8%) menjawab radiasi kurang berpengaruh terhadap hasil kerja

karena radiasi yang ada masih dapat ditolerir.

Penjelasan responden atas kepedulian dalam menghindari kecelakaan kerja,

sebanyak 10 responden (29.4%) menjawab peduli dalam menghindari kecelakaan

kerja, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab sangat peduli dalam menghindari

kecelakaan kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden peduli dalam

menghindari kecelakaan kerja. Penjelasan responden atas jawaban responden peduli

dalam menghindari kecelakaan kerja karena karyawan menggunakan alat pelindung

diri yang disediakan dalam melakukan pekerjaan. Selebihnya, sebanyak 18 responden


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
108

(52.9%) menjawab kurang peduli dalam menghindari kecelakaan kerja, dan

sebanyak 5 responden (14.7%) menjawab tidak peduli sama sekali dalam

menghindari kecelakaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden kurang peduli

dalam menghindari kecelakaan kerja. Penjelasan responden atas jawaban kurang

peduli dalam menghindari kecelakaan kerja karena masih terdapatnya karyawan yang

tidak menggunakan alat pelindung diri saat melakukan pekerjaan.

Penjelasan responden atas pelaksanaan komunikasi antar karyawan, sebanyak

16 responden (47.1%) menjawab komunikasi antar karyawan terlaksana, dan

sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab komunikasi antar karyawan sangat

terlaksana. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antar karyawan

terlaksana. Penjelasan responden atas jawaban komunikasi antar karyawan terlaksana

karena sering diadakannya kegiatan-kegiatan untuk mempererat hubungan antar

karyawan. Selebihnya, sebanyak 9 responden (26.5%) menjawab komunikasi antar

karyawan kurang terlaksana, dan 8 responden (23.5%) menjawab komunikasi antar

karyawan tidak terlaksana sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

komunikasi antar karyawan kurang terlaksana karena dalam di dalam bekerja

karyawan jarang berkomunikasi.

Penjelasan responden atas kondisi mesin, sebanyak 18 responden (52.9%)

menjawab kondisi mesin baik, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab kondisi

mesin sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi mesin baik. Penjelasan

responden atas jawaban kondisi mesin baik karena mesin selalu dirawat dan bila

rusak diperbaiki. Selebihnya sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab kondisi


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
109

mesin kurang baik, dan sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab kondisi mesin tidak

baik sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi mesin kurang baik

karena sesekali mesin mengalami kerusakan.

IV.3.3 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Produktivitas Kerja

Berikut ini dideskripsikan sebanyak 9 item tentang jawaban responden atas

pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang variabel produktivitas kerja.

Penjelasan responden atas hasil kerja, menunjukkan sebanyak 18 responden

(52.9%) menjawab puas atas hasil kerja yang diperoleh selama ini, dan sebanyak

2 responden (5.9%) menjawab sangat puas atas hasil kerja yang diperoleh selama ini.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden puas atas hasil kerja yang diperoleh

selama ini. Penjelasan responden puas atas hasil kerja yang diperoleh selama ini

karena responden sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan

pekerjaannya. Selebihnya, sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab kurang puas atas

hasil kerja yang diperoleh selama ini, dan sebanyak 6 responden (17.6%) menjawab

tidak puas sama sekali atas hasil kerja yang diperoleh selama ini. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden kurang puas atas hasil kerja yang diperoleh selama

ini. Penjelasan responden kurang puas atas hasil kerja yang diperoleh selama ini

karena responden selalu ingin lebih baik lagi dalam melaksanakan pekerjaannya.

Penjelasan responden atas ketepatan dalam menghasilkan jumlah out dengan

target PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, sebanyak 15 responden (44.1%)

menjawab sering mencapai target yang ditetapkan, dan sebanyak 1 responden (2.9%)

menjawab sangat sering mencapai target yang ditetapkan. Hasil tersebut


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
110

menunjukkan bahwa responden sering mencapai target yang ditetapkan. Penjelasan

responden atas jawaban sering mencapai target yang ditetapkan karena responden

selalu berusaha untuk mencapai target yang ditetapkan. Selebihnya, sebanyak

10 responden (29.4%) menjawab sangat jarang sekali mencapai target yang

ditetapkan, dan sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab jarang mencapai target

yang ditetapkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden sangat jarang sekali

mencapai target yang ditetapkan. Penjelasan responden atas jawaban sangat jarang

sekali mencapai target yang ditetapkan karena biasanya pada shift malam responden

jarang mencapai target yang ditetapkan.

Penjelasan responden atas ketepatan menghasilkan jumlah output dengan waktu

yang ditetapkan perusahaan, menunjukkan sebanyak 11 responden (32.4%)

menjawab sering menghasilkan jumlah output dengan waktu yang ditetapkan

perusahaan, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab sangat sering menghasilkan

jumlah output dengan waktu yang ditetapkan perusahaan. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden sering menghasilkan jumlah output dengan waktu

yang ditetapkan perusahaan. Penjelasan responden atas jawaban sering menghasilkan

jumlah output dengan waktu yang ditetapkan perusahaan karena output yang

dihasilkan memuaskan. Sebaliknya, sebanyak 16 responden (47.1%) menjawab

jarang menghasilkan jumlah output dengan waktu yang ditetapkan perusahaan, dan

sebanyak 6 responden (17.6%) menjawab sangat jarang sekali menghasilkan jumlah

output dengan waktu yang ditetapkan perusahaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

responden jarang menghasilkan jumlah output dengan waktu yang ditetapkan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
111

perusahaan. Penjelasan responden atas jawaban jarang menghasilkan jumlah output

dengan waktu yang ditetapkan perusahaan responden menyatakan walaupun jarang

menghasilkan jumlah output dengan waktu yang ditetapkan perusahaan tapi

perusahaan puas atas jumlah output yang dihasilkan.

Penjelasan responden atas ketelitian dalam melakukan pekerjaan, menunjukkan

bahwa sebanyak 12 responden (35.3%) menjawab responden teliti di dalam

melakukan pekerjaan . Penjelasan responden teliti di dalam melakukan pekerjaan

karena karyawan selalu berusaha sebaik mungkin dalam mengawasi dan memeriksa

produk . Selebihnya, sebanyak 12 responden (35.3%) menjawab responden kurang

teliti di dalam melakukan pekerjaan, dan sebanyak 10 responden (29.4%) menjawab

tidak teliti sama sekali di dalam melakukan pekerjaan.. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa responden kurang teliti di dalam melakukan pekerjaan karena masih ada

responden yang lalai dalam melaksanakan pekerjaannya.

Penjelasan responden atas kemampuan untuk tidak melakukan banyak

kesalahan dalam hasil kerjanya, menunjukkan sebanyak 15 responden (44.1%)

menjawab responden mampu untuk tidak melakukan banyak kesalahan dalam hasil

kerjanya. Penjelasan responden atas jawaban mampu untuk tidak melakukan banyak

kesalahan dalam hasil kerjanya karena responden selalu berusaha untuk

meminimalkan kesalahan dalam melakukan pekerjaan . Selebihnya, sebanyak

11 responden (32.4%) menjawab kurang mampu untuk tidak melakukan banyak

kesalahan dalam hasil kerja, dan sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab tidak

mampu sama sekali untuk tidak melakukan banyak kesalahan dalam hasil kerja. Hasil
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
112

tersebut menunjukkan bahwa responden kurang mampu untuk tidak melakukan

banyak kesalahan dalam hasil kerja. Penjelasan responden atas jawaban untuk tidak

melakukan banyak kesalahan dalam hasil kerja karena masih terdapat beberapa

kesalahan dalam hasil kerja.

Penjelasan responden atas pemanfaatan waktu dalam menghasilkan output,

sebanyak 12 responden (35.3%) menjawab memanfaatkan waktu dalam

menghasilkan output. Penjelasan responden atas jawaban memanfaatkan waktu dalam

menghasilkan output karena karyawan hanya memiliki waktu satu jam untuk istirahat

dan makan. Selebihnya, sebanyak 14 responden (41.2%) menjawab kurang

memanfaatkan waktu dalam menghasilkan output, dan sebanyak 8 responden (23.5%)

menjawab tidak memanfaatkan waktu sama sekali dalam menghasilkan output. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa responden kurang memanfaatkan waktu dalam

menghasilkan output. Penjelasan responden atas jawaban kurang memanfaatkan

waktu dalam menghasilkan output karena masih ada yang mengulur waktu di dalam

melakukan pekerjaan.

Penjelasan responden atas kesediaan untuk menyelesaikan pekerjaan diluar jam

kerja normal, sebanyak 9 responden (26.5%) menjawab bersedia menyelesaikan

pekerjaan diluar jam kerja normal. Penjelasan responden bersedia menyelesaikan

pekerjaan diluar jam kerja normal karena pekerjaan diluar jam kerja normal dihitung

lembur. Selebihnya, sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab kurang bersedia

menyelesaikan pekerjaan diluar jam kerja normal, dan sebanyak 10 responden

(29.4%) menjawab tidak bersedia sama sekali menyelesaikan pekerjaan diluar jam
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
113

kerja normal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden kurang bersedia

menyelesaikan pekerjaan diluar jam kerja normal. Penjelasan responden atas jawaban

kurang bersedia menye lesaikan pekerjaan diluar jam kerja normal karena konfirmasi

lembur tiba-tiba.

Penjelasan responden atas kesediaan untuk masuk dan keluar kerja tepat waktu,

menunjukkan sebanyak 7 responden (20.6%) menjawab bersedia untuk masuk dan

keluar kerja tepat waktu. Penjelasan responden atas jawaban bersedia untuk masuk

dan keluar kerja tepat waktu karena perusahaan tegas menetapkan disiplin waktu.

Selebihnya, sebanyak 16 responden (47.1%) menjawab kurang bersedia untuk masuk

dan keluar kerja tepat waktu, dan sebanyak 11 responden (32,4%) menjawab tidak

bersedia sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden kurang bersedia

untuk masuk dan keluar kerja tepat waktu.

Penjelasan responden untuk tidak absen bekerja, menunjukkan sebanyak

10 responden (29.4%) menjawab bersedia untuk tidak absen bekerja, dan sebanyak

1 responden (2.9%) menjawab sangat bersedia sekali. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa responden bersedia untuk tidak absen bekerja. Penjelasan responden atas

jawaban bersedia untuk tidak absen bekerja karena itu merupaka kewajiban dalam

melaksanakan pekerjaan. Selebihnya, sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab

kurang bersedia untuk tidak absen bekerja, dan sebanyak 8 responden (23.5%)

menjawab tidak bersedia sama sekali untuk tidak absen bekerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden kurang bersedia untuk tidak absen bekerja karena

terkadang ada hal-hal yang penting yang menyebabkan tidak dapat hadir.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
114

IV.3.4 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Penerapan Keselamatan


dan Kesehatan Kerja

Berikut ini dideskripsikan sebanyak 4 item tentang jawaban responden atas

pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang variabel penerapan keselamatan dan

kesehatan kerja.

Penjelasan responden atas pelaksanaan komunikasi antara pimpinan dengan

karyawan, sebanyak 19 responden (55.9%) menjawab komunikasi antara pimpinan

dengan karyawan terlaksana, dan sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab

komunikasi antara pimpinan dengan karyawan sangat terlaksana. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa komunikasi antara pimpinan dengan karyawan terlaksana.

Penjelasan responden atas jawaban komunikasi antara pimpinan dengan karyawan

terlaksana karena pimpinan sering memberikan pengarahan. Selebihnya, sebanyak

9 responden (26.5%) menjawab komunikasi antara pimpinan dengan karyawan

kurang terlaksana, dan sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab komunikasi antara

pimpinan dengan karyawan tidak terlaksana sama sekali. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa komunikasi antara pimpinan dengan karyawan kurang terlaksana. Penjelasan

responden atas jawaban komunikasi antara pimpinan dengan karyawan kurang

terlaksana karena pimpinan jarang memberikan pengarahan.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan mengkomunikasikan

peraturan-peraturan yang berlaku, sebanyak 20 responden (58.8%) menjawab

pimpinan mampu mengomunikasikan peraturan-peraturan yang berlaku. Penjelasan

responden atas jawaban pimpinan mampu mengomunikasikan peraturan-peraturan

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
115

yang berlaku karena peraturan-peraturan yang berlaku diinformasikan kepada seluruh

karyawan. Selebihnya 14 responden (41.2%) menjawab kurang mampu

mengkomunikasikan peraturan-peraturan yang berlaku. Penjelasan responden atas

jawaban kurang mampu mengkomunikasikan peraturan-peraturan yang berlaku

karena karyawan mencari tau sendiri informasi tentang peraturan-peraturan yang

berlaku.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan mengkomunikasikan visi dan

misi keselamatan dan kesehatan kerja, menunjukkan bahwa sebanyak 12 responden

(35.3%) menjawab pimpinan mampu mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan

dan kesehatan kerja, sebanyak 4 responden (11.8%) menjawab pimpinan sangat

mampu mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja, dan

sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab pimpinan sangat mampu sekali

mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan mampu mengkomunikasikan visi

dan misi keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden atas jawaban

pimpinan mampu mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja

karena responden tahu mengenai visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja.

Selebihnya, sebanyak 14 responden (41.2%) menjawab pimpinan kurang mampu

mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja, dan sebanyak

2 responden (5.9%) menjawab pimpinan tidak mampu sama sekali

mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan kurang mampu


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
116

mengkomunikasikan visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan

responden atas jawaban pimpinan kurang mampu mengkomunikasikan visi dan misi

keselamatan dan kesehatan kerja karena masih ada karyawan yang tidak tahu tentang

visi dan misi keselamatan dan kesehatan kerja.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan mengkomunikasikan tujuan

keselamatan dan kesehatan kerja, menunjukkan bahwa masing-masing sebanyak

16 responden (47.1%) menjawab pimpinan mampu mengkomunikasi kan tujuan

keselamatan dan kesehatan kerja, sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab pimpinan

sangat mampu mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja, dan

sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab pimpinan sangat mampu sekali

mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan mampu mengkomunikasikan tujuan

keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden atas jawaban pimpinan

mampu mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja karena

responden mengetahui tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. Selebihnya,

sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab pimpinan kurang mampu

mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan kurang mampu

mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden

atas jawaban pimpinan kurang mampu mengkomunikasikan tujuan keselamatan dan

kesehatan kerja karena masih ada karyawan yang tidak tahu tujuan keselamatan dan

kesehatan kerja.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
117

IV.3.5 Penjelasan Jawaban Responden Atas Variabel Peranan Pimpinan

Berikut ini dideskripsikan sebanyak 6 item tentang jawaban responden atas

pertanyaan-pertanyaan berkaitan tentang variabel peranan pimpinan.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan menetapkan kebijakan

keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan, sebanyak 16 responden (47.1%)

menjawab pimpinan mampu menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja

terhadap karyawan, dan sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab pimpinan sangat

mampu menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan mampu menetapkan

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan. Penjelasan responden

atas jawaban pimpinan mampu menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan

kerja terhadap karyawan karena karyawan mematuhi kebijakan kesehatan dan

keselamatan kerja tersebut. Selebihnya, sebanyak 10 responden (29.4%) menjawab

pimpinan kurang mampu menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja

terhadap karyawan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan

kurang mampu menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap

karyawan. Penjelasan responden atas jawaban pimpinan kurang mampu menetapkan

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan karena masih terdapat

karyawan yang melalaikan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja tersebut.

Penjelasan responden terhadap kemampuan pimpinan meninjau kembali

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, masing-masing sebanyak 14 responden

(41.2%) menjawab pimpinan mampu meninjau kembali kebijakan keselamatan dan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
118

kesehatan kerja serta sangat mampu meninjau kembali kebijakan keselamatan dan

kesehatan kerja, dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab pimpinan sangat

mampu sekali meninjau kembali kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil

tersebut menjelaskan bahwa responden merasa pimpinan mampu meninjau kembali

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja. Penjelasan responden atas jawaban

pimpinan mampu meninjau kembali kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja

karena pimpinan akan melakukan perbaikan pada kebijakan yang ada jika tidak

berjalan efektif. Selebihnya, sebanyak 5 responden (14.7%) menjawab pimpinan

kurang mampu meninjau kembali kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Penjelasan responden atas jawaban pimpinan kurang mampu meninjau kembali

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja karena kebijakan yang ada perlu lebih

ditingkatkan lagi.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan menerapkan kebijakan

menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sebanyak 16 responden (47.1%)

menjawab pimpinan mampu menerapkan kebijakan menciptakan lingkungan kerja

yang sehat dan aman, sebanyak 8 responden (23.5%) menjawab pimpinan sangat

mampu menerapkan kebijakan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,

dan sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab pimpinan sangat mampu sekali

menerapkan kebijakan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa responden merasa pimpinan mampu menerapkan

kebijakan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Penjelasan responden

atas jawaban pimpinan mampu menerapkan kebijakan menciptakan lingkungan kerja


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
119

yang sehat dan nyaman karena lingkungan perusahaan bersih dan nyaman.

Selebihnya, sebanyak 9 responden (26.5%) menjawab pimpinan kurang mampu

menerapkan kebijakan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman karena

masih terdapat sampah di lingkungan tempat kerja.

Penjelasan responden atas kemampuan pimpinan memberikan sanksi kepada

karyawan yang melanggar peraturan, sebanyak 15 responden (44.1%) menjawab

pimpinan mampu memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar peraturan,

dan sebanyak 2 responden (5.9%) menjawab pimpinan sangat mampu memberikan

sanksi kepada karyawan yang melanggar peraturan. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa responden merasa pimpinan mampu memberikan sanksi kepada karyawan

yang melanggar peraturan. Penjelasan responden atas jawaban pimpinan mampu

memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar peraturan karena pimpinan

konsekwen atas peraturan yang telah ditetapkan. Selebihnya, sebanyak 1 responden

(2.9%) menjawab pimpinan tidak mampu sama sekali memberikan sanksi kepada

karyawan yang melanggar peraturan. Penjelasan responden atas jawaban tidak

mampu sama sekali karena masih ada karyawan yang tidak terjangkau telah

melakukan pelanggaran dan kesalahan.

Penjelasan responden atas tingkat kepentingan memberikan penghargaan bagi

karyawan yang diberikan pimpinan kepada yang berprestasi, sebanyak 18 responden

(52.9%) menjawab tingkat kepentingan memberikan penghargaan bagi karyawan

yang diberikan pimpinan kepada yang berprestasi adalah penting, dan sebanyak

8 responden (23.5%) menjawab tingkat kepentingan memberikan penghargaan bagi


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
120

karyawan yang diberikan pimpinan kepada yang berprestasi sangat penting. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepentingan memberikan penghargaan bagi

karyawan yang diberikan pimpinan kepada yang berprestasi adalah penting.

Penjelasan responden atas jawaban tingkat kepentingan memberikan penghargaan

bagi karyawan yang diberikan pimpinan kepada yang berprestasi adalah penting

karena setiap karyawan yang berprestasi mendapat penghargaan dari pimpinan.

Selebihnya, sebanyak 1 responden (2.9%) menjawab tingkat kepentingan

memberikan penghargaan bagi karyawan yang diberikan pimpinan kepada yang

berprestasi adalah tidak penting sama sekali. Penjelasan responden atas jawaban tidak

penting sekali karena responden tidak pernah mendapat penghargaan.

Penjelasan responden atas tingkat pembinaan yang dilakukan kepada karyawan,

sebanyak 16 responden (47.1%) menjawab tingkat pembinaan yang dilakukan kepada

karyawan membina, dan sebanyak 6 responden (17.6%) menjawab tingkat pembinaan

yang dilakukan kepada karyawan sangat membina. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa responden merasa tingkat pembinaan yang dilakukan kepada karyawan

membina. Penjelasan responden atas jawaban tingkat pembinaan yang dilakukan

kepada karyawan membina karena pimpinan sering melakukan pembinaan terhadap

karyawan. Selebihnya, sebanyak 11 responden (32.4%) menjawab tingkat pembinaan

yang dilakukan kepada karyawan kurang membina, dan sebanyak 1 responden (2.9%)

menjawab tingkat pembinaan yang dilakukan kepada karyawan tidak membina sama

sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat pembinaan yang dilakukan kepada

karyawan kurang membina. Penjelasan responden atas jawaban tingkat pembinaan


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
121

yang dilakukan kepada karyawan kurang membina karena jarang dilakukannya

pembinaan kepada karyawan.

IV.4 Pembahasan

1V.4.1 Hasil Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis dari penelitian ini, terlebih dahulu

dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi berganda

dapat dilakukan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji

statistik regresi linier berganda dapat digunakan. Dalam penelitian ini, pengujian

asumsi klasik ini hanya dipergunakan untuk hipotesis pertama.

IV.4.1.1 Hasil Uji Normalitas Data

a. Analisis Grafik

Hasil analisis grafik normal plot dapat dilihat pada Gambar IV.5.

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja


1.0

0.8
Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
Observed Cum Prob

Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Gambar IV.5 Grafik Normal Plot


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
122

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan analisis grafik histogram

dapat dilihat pada Gambar IV.6.

Histogram

Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja

6
Frequency

Mean = 8.66E-16
Std. Dev. = 0.969
0 N = 34
-2 -1 0 1 2
Regression Standardized Residual

Sumber : Hasil Penelitian, 2008 ( Data Diolah)

Gambar IV.6 Grafik Histogram

Dari Gambar IV.5 dan Gambar IV.6 dapat dilihat bahwa data menyebar di

sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya

menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi

normalitas.

b. Analisis Statistik

Hasil uji normalitas data diperoleh dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov

Test yang dapat dilihat pada Tabel IV.6.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
123

Tabel IV.6 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov


Standardized Residual
N 34
Normal Parameters(a,b) Mean .0000000
Std. Deviation .96922337
Most Extreme Differences Absolute .104
Positive .104
Negative -.062
Kolmogorov-Smirnov Z .604
Asymp. Sig. (2-tailed) .859
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Dari Tabel IV.6 diketahui bahwa nilai kolmogorov-smirnov Z sebesar 0.604

dan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0.859 > (0.05), maka nilai residual terstandarisasi

dapat dikatakan menyebar secara normal.

IV.4.1.2 Hasil Uji Multikolinieritas

Multikolinieritas terjadi apabila nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan

VIF > 10.

Tabel IV.7 Hasil Uji Multikolinieritas


Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3) .450 2.225
Faktor lingkungan kerja .450 2.225
a Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Dari Tabel IV.7 di atas menunjukkan bahwa tidak ada variabel independen

yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar

variabel independen. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga

menunjukkan hal yang sama tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
124

VIF lebih besar dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas

antar variabel independen dalam model regresi pada penelitian ini.

IV.4.1.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dapat dilihat pada

Gambar IV.7.

Scatterplot

Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja


Regression Studentized Residual

-1

-2

-1 0 1 2
Regression Standardized Predicted Value

Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Gambar IV.7 Hasil Uji Heterokedastisitas

Pada hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS 14.0, jelas terlihat

bahwa pola penyebaran titik titik di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y tidak

membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian

menyempit), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
125

IV.4. 2 Hasil Uji Hipotesis Pertama

IV.4.2.1 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil regresi dari data primer yang diolah menggunakan SPSS

14.0, diperoleh hasil regresi linier berganda pada Tabel IV.8.

Tabel IV.8 Hasil Uji Regresi Linier Berganda


Unstandardized Standardized
Model T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.544 1.732 2.046 .049
Faktor kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) .462 .059 .610 7.873 .000
Faktor lingkungan kerja .383 .072 .413 5.329 .000

Sehingga diperoleh persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

= 3.544+ 0.462X1 + 0.383X2

Berdasarkan persamaan regresi diatas, diketahui bahwa koefisien regresi setiap

variabel bertanda positif yang berarti bahwa perubahan kenaikan yang terjadi pada

nilai Y searah dengan nilai X atau sebaliknya.

Untuk menganalisis dan mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor

yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan, maka dapat dilihat koefisien

determinasi pada Tabel IV.9.

Tabel IV.9 Hasil Uji Determinasi


Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .957a .916 .911 1.50794


a. Predictors: (Constant), faktor lingkungan kerja, faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
b. Dependent Variable: faktor produktivitas kerja
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
126

Berdasarkan Tabel IV.9, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R2)

sebesar 0.916. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas faktor keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) dan faktor lingkungan kerja, menjelaskan 91.6% terhadap

variabel terikatnya (faktor produktivitas kerja). Sedangkan sisanya sebesar 8.4%

dijelaskan oleh variabel-variabel bebas lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini.

IV.4.2.2 Hasil Uji Serempak (Uji F)

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen diuji dengan tingkat

kepercayaan (confidence interval) 95 % atau = 5 %.

Kriteria pengujian hipotesis untuk uji serempak (bersama-sama) dapat dilihat pada

Tabel IV.10.

Tabel IV.10 Hasil Uji Serempak (Uji F)


Sum of
Model df Mean Square F Sig.
Squares
1 Regression 772.128 2 386.064 169.782 .000(a)
Residual 70.490 31 2.274
Total 842.618 33
a Predictors: (Constant), Faktor lingkungan kerja, Faktor keselamatan dan kesehatan kerja /K3
b Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Berdasarkan Tabel IV.10 diperoleh nilai Fhitung (169.782) lebih besar

dibandingkan dengan nilai nilai Ftabel (3.31) dengan signifikansi (0.000a) lebih kecil

dari alpa 5% (0.05). Hal ini mengidentifikasikan bahwa hasil penelitian Ho ditolak

dan sebaliknya Ha diterima. Dengan demikian secara serempak keselamatan dan

kesehatan kerja/K3 serta lingkungan kerja berpengaruh highly significant terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
127

Perolehan adanya pengaruh dari keselamatan dan kesehatan kerja terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa, hal ini menunjukkan

bahwa perlindungan terhadap kondisi fisik, mental dan stabilitas emosi serta

kesejahteraan fisik karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya serta lingkungan

kerja yang ada di sekitar karyawan pada saat bekerja baik yang berbentuk fisik

ataupun non fisik, langsung atau tidak langsung yang mempengaruhi karyawan dan

pekerjanya akan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.

Hasil Penelitian ini sejalan dengan teori yang dinyatakan oleh Sedarmayanti

(2004) menyatakan bahwa Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh berbagai

faktor, antara lain: a) pendidikan; b) keterampilan; c) disiplin; d) sikap dan etika

kerja; e) motivasi; f) gizi dan kesehatan; g) tingkat penghasilan; h) jaminan sosial;

i) lingkungan dan iklim kerja; j) teknologi sasaran produksi; k) manajemen;

l) kesempatan kerja dan kesempatan berprestasi dan lain-lain.

IV.4.2.3 Hasil Uji Parsial (Uji T)

Uji pengaruh variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen)

secara parsial dengan kriteria pengujiannya dapat dilihat pada Tabel IV.11.

Tabel IV.11 Hasil Uji Parsial (Uji T)


Standardized
Model Unstandardized Coefficients T Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.544 1.732 2.046 .049
Faktor keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) .462 .059 .610 7.873 .000
Faktor lingkungan kerja .383 .072 .413 5.329 .000
a Dependent Variable: Faktor produktivitas kerja
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
128

Berdasarkan Tabel IV.11, nilai thitung untuk variabel bebas keselamatan dan

kesehatan kerja/K3 (X1) sebesar 7.873 dengan sinifikansi 0.000 dan tingkat

kepercayaan 95% ( = 0.05) dan nilai thitung untuk variabel bebas lingkungan kerja

(X2) sebesar 5.329 dengan sinifikansi 0.000 dan tingkat kepercayaan 95% ( = 0.05)

maka nilai ttabel (0.05:31) = 1.70.

Maka hasil pengaruh parsial keselamatan dan kesehatan kerja/K3 (X1)

terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) diperoleh dengan nilai thitung > ttabel yaitu

7.873 > 1.70. Dengan demikian Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Sehingga

dapat disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja/K3 berpengaruh high

significant terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan.

Perolehan atas pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja/K3 terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan menunjukkan

bahwa keselamatan dan kesehatan kerja/K3 mempengaruhi hasil kerja karyawan

dalam melaksanakan pekerjaannya. Pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan

kerja, sasaran keselamatan dan kesehatan kerja, beban kerja yang diberikan, kapasitas

kerja, dan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, serta ketersediaan alat pelindung

diri yang diberikan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan mampu mendorong dan

menyalurkan perilaku/sikap dan tindak-tanduk dengan kemauan keras seorang

karyawan untuk berbuat dan bekerja lebih baik lagi dan semaksimal mungkin

sehingga meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
129

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa Faktor

kesehatan dan keselamatan kerja sangat mempengaruhi terbentuknya SDM yang

terampil, profesional dan berkualitas dari tenaga kerja itu sendiri. K3 tampil sebagai

upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat

kerja, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan, dan gizi tenaga kerja, perawatan dan

mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga manusia, pemberantasan

kelelahan kerja dan penglipat ganda kegairahan serta kenikmatan kerja (BUMN

Online, 2006).

Kemudian pengaruh parsial variabel lingkungan kerja (X2) terhadap

produktivitas kerja karyawan (Y) diperoleh dengan nilai thitung > ttabel yaitu 5.329 >

1.70. Dengan demikian Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh high significant terhadap

produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Perolehan atas pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja

karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan menunjukkan bahwa lingkungan

kerja juga mempengaruhi hasil kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.

Penerangan, ruang gerak, pengaturan tempat kerja, perlengkapan kerja, suhu udara,

kebisingan dan getaran, radiasi, sikap, hubungan sesama karyawan dan kondisi mesin

yang aman dan nyaman memberikan semangat dalam bekerja, sehingga pelaksanaan

proses produksi di perusahaan akan berjalan dengan baik sehingga meningkkatkan

produktivitas kerja karyawan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
130

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Slemania (2008)

menyatakan bahwa Tinggi rendahnya produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh

semangat dan faktor kenyamanan kerja yang mana hal itu juga dipengaruhi oleh

faktor lingkungan kerja. Ketidaknyamanan saat bekerja merupakan kondisi yang

sangat tidak baik bagi tenaga kerja dalam beraktivitas, karena pekerja akan

melakukan aktivitasnya yang kurang optimal dan akan menyebabkan lingkungan

kerja yang tidak bersemangat dan membosankan, sebaliknya apabila kenyamanan

kerja tercipta saat pekerja melakukan aktivitasnya maka pekerja akan melakukan

aktivitasnya dengan optimal, dikarenakan kondisi lingkungan pekerjaan yang sangat

baik dan mendukung.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah faktor keselamatan dan kesehatan

kerja/K3 (X1) serta lingkungan kerja (X2) berpengaruh high significant terhadap

produktivitas kerja (Y) karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Penjelasan dari hasil penelitian ini bahwa keselamatan dan kesehatan kerja di

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan berjalan efektif dimana perusahaan selalu

memberikan informasi, pengetahuan dan penyuluhan mengenai keselamatan dan

kesehatan kerja kepada karyawannya. Penciptaan lingkungan kerja yang aman dan

nyaman pun telah diusahakan oleh PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan (hal ini

berdasarkan jawaban responden pada kuisioner penelitian yang diberikan). Kemudian

didukung dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa

Medan Cab. Deli Serdang-Medan dengan Federasi Serikat Pekerja Bab VIII Pasal 39

(Lampiran VIII).
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
131

IV.4.3 Hasil Uji Hipotesis Kedua

Hipotesis kedua menyatakan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan

kerja/K3 (variabel X) mempunyai hubungan dengan peranan pimpinan (variabel Y)

pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan dengan menggunakan korelasi Rank

Spearman yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel IV.12.

Tabel IV.12 Hasil Uji Korelasi Rank Spearman


Faktor Faktor peranan
penerapan K3 pimpinan
Spearman's Faktor penerapan K3 Correlation Coefficient 1.000 .572**
rho Sig. (2-tailed) . .000
N 34 34
Faktor peranan Correlation Coefficient .572** 1.000
pimpinan Sig. (2-tailed) .000 .
N 34 34
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

Berdasarkan Tabel IV.12, diperoleh nilai koefisien korelasi Spearman

(rs) = 0,572 sehingga nilai statistik kritis Spearman (to) dapat dihitung, yaitu:

rs n - 2
to =
2
1 rs

0,572 34 - 2
to =
1 (0,572 )
2

3,236
to =
0,820
t o = 3,946

Nilai statistik kritis Spearman (to) diperoleh sebesar 3,946.

Nilai tabel kritis Spearman (s) dengan taraf signifikansi () sebesar 5%, maka

s = t0.05:31 = 1.70 (dari tabel distribusi t). Oleh karena to > s yaitu 3.946 > 1.70, maka

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
132

Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan

antara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja/K3 (X) dengan peranan

pimpinan (Y).

Dari Tabel IV.12 diperoleh informasi nilai korelasi Spearman antara penerapan

keselamatan dan kesehatan kerja/K3 (X) dengan peranan pimpinan (Y) sebesar 0.572.

Menurut Sugiono (2005) bahwa apabila nilai korelasi 0.40 sampai dengan 0.5999

maka menunjukkan adanya hubungan sedang (Tabel III.6). Korelasi Spearman yang

diperoleh sebesar 0.572 berarti terdapat hubungan korelasi sedang antara variabel X

(penerapan keselamatan dan kesehatan kerja/K3) dengan variabel Y (peranan

pimpinan) pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan.

Perolehan adanya pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja/K3

dengan peranan pimpinan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan menunjukkan

bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja/K3 yang dilaksanakan dan

peranan pimpinan di dalam keselamatan dan kesehatan kerja ini sudah sangat baik.

Tetapi peranan pimpinan saja tidak cukup tanpa adanya peran serta karyawan dalam

mendukung pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja, karena kesadaran dan

kemauan keras karyawan untuk mewujudkannya merupakan kunci dalam

keberhasilan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Nasution (2005)

bahwa keselamatan kerja harus dimulai dari atas, menunjukkan betapa pentingnya

peranan pimpinan perusahaan bagi keberhasilan program keselamatan dan kesehatan

kerja. Ketua atau pengawas kelompok tenaga kerja, ahli keselamatan dan kesehatan
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
133

kerja tidak akan pernah berhasil menjalankan program keselamatan dan kesehatan

kerja, kalau pimpinan tidak ambil bagian dalam program keselamatan dan kesehatan

kerja. Tugas pimpinan adalah meningkatkan dan mempertahankan standar yang

tinggi untuk keselamatan dan kesehatan kerja guna mendukung lingkungan kerja dan

pengelolaan kerja dalam perusahaan.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
134

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

1. Secara serempak variabel keselamatan dan kesehatan kerja/K3 serta lingkungan

kerja berpengaruh highly significant terhadap produktivitas kerja karyawan pada

PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Secara parsial masing-masing variabel

yaitu keselamatan dan kesehatan kerja/K3 serta lingkungan kerja berpengaruh

high significant terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Sinar Sosro

Tanjung Morawa Medan.

2. Dengan Rank Spearmans Korelation Test diketahui bahwa penerapan

keselamatan dan kesehatan kerja/K3 mempunyai hubungan sedang dengan

peranan pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan. Keberhasilan

penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Sinar Sosro Tanjung

Morawa Medan tidak terlepas dari peranan pimpinannya. Tetapi peranan

pimpinan juga tidak cukup dalam pencapaian keberhasilan penerapan

keselamatan dan kesehatan kerja tanpa didukung oleh peran serta karyawannya.

V.2 Saran

1. PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan perlu memberikan perhatian lebih

terhadap Keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja untuk

meningkatkan produktivitas kerja karyawannya.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
135

2. Pimpinan pada PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan perlu memprioritaskan

perhatiannya pada keselamatan dan kesehatan kerja dengan memberikan

informasi yang lebih banyak lagi tentang keselamatan dan kesehatan kerja,

penggunaan alat-alat keselamatan kerja, dan memberikan pelatihan mengenai

keselamatan dan kesehatan kerja. Memberikan pemahaman dan menumbuhkan

kesadaran bagi karyawan untuk berperan serta dalam pelaksanaan keselamatan

dan kesehatan kerja di dalam pelaksanaannya.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
136

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Anies. 2005. Penyakit Akibat Kerja. Cetakan Pertama. PT. Elex Media Komputindo:
Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi


Revisi. Rineka Cipta : Jakarta.

Carlaw, Malcolm., Peggy Carlaw, eds. 2003. Managing and Motivating Contact
Center Employees : Tools and Techniques for Inspiring outstanding
performance from your Frontline Staff. The Mc. Graw-Hill Companies, Inc:
New York.

Ghazali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan
Penerbit Universitas Diponegoro : Jakarta.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia:


Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan
Produktivitas Pegawai. Grasindo : Jakarta.

Hasibuan, Malayu S.P. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama.
Bumi Aksara : Jakarta.

Husni, Lalu. 2005. Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Edisi Revisi. Cetakan


Kelima. RajaGrafindo Persada : Jakarta.

Ivancevich, John M. 2001. Human Resource Management. Eighth Edition. The Mc.
Graw-Hill Companies, Inc : New York.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Kumpulan Makalah Seminar K3


RS. Persahabatan Tahun 2000&2001. 2006. UI-Press : Jakarta.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi : Bagaimana
Meneliti & Menulis Tesis?. Erlangga : Jakarta

Malthis, Robert. L., dan Jhon H. Jackson. 2003. Human Resource Management.
Tenth Edition. Thomson : United States of America.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.


Rosda Karya : Bandung.
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
137

Nasution, Mulia. 2005. Manajemen Personalia : Aplikasi Dalam Perusahaan.


Cetakan Kedua. Djambatan : Jakarta.

Ndraha, Taliziduhu. 2007. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia.


Rineka Cipta : Jakarta.

Panggabean, Mutiara S. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Kedua.


Ghalia Indonesia : Jakarta.

Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan Dari
Teori Ke Praktik. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Sastradipoera, Komaruddin. 2002. Menejemen Sumber Daya Manusia : Suatu


Pendekatan Fungsi Operatif. Edisi 1. Kappa-Sigma : Bandung.

Schuller, Randall., Jackson., and Susan E. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia
Menghadapi Abad ke-21. Jilid 2. Edisi keenam. Penterjemah : Erlangga:
Jakarta.

Sedarmayanti. 2004. Pengembangan Kepribadian Pegawai. Cetakan Pertama.


Mandar Maju : Bandung.

Siagian, Sondang P. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Cetakan Pertama.


Rineka Cipta : Jakarta.

Singarimbun dan Effendi. 1995. Metode Penelitian Survei, Cetakan Kedua. Jakarta:
PT. Pustaka LP3ES Indonesia.

Sugiono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kedelapan. CV. Alfabeta:


Bandung.

Sumarsono, Sony. 2003. Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia dan


Ketenagakerjaan. Cetakan Pertama. Graha Ilmu : Yogyakarta.

Sumamur. 1996. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Cetakan Ketigabelas.


PT. Toko Gunung Agung : Jakarta.

Umar, Husein. 2005. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Cetakan
Ketujuh. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Sulaiman, Wahid. 2005. Statistik Nonparametrik : Contoh Kasus Dan Pemecahannya


Dengan SPSS. Edisi Kedua. Andi : Yogyakarta

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
138

B. Bukan Buku

Adnan, Zulkifli. 2008. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja dan Peran Dokter Kesehatan
Kerja. Learning & sharing 2 HR com.
Aris. 2007. Penegakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
<http://arialat.multiply.com/journal/item/6> Diakses 29 Juni 2008

BUMN Online, 2006. UTPK Belawan Pilot Project Pembangunan & Implementasi
SMK3 Di Lingkungan Pelabuhan 1. <http://members.bumn.go.id/pelabuhan
I/news.html> Diakses 5 Juni 2008

Intanghina. 2008. Pengaruh Budaya Perusahaan dan Lingkungan Kerja Terhadap


Kinerja Karyawan. <http://Intanghina.wordpress.com/2008/04/28/pengaruh-
budaya-perusahaan-danlingkungan-kerja-terhadapkinerjakaryawan/>

Iskandar, Rizal. 2008. Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Pelabuhan
Indonesia I (Persero) Unit UTPK Belawan. Tesis. Universitas Sumatera Utara.

Khaerurahman, Riza. 2003. Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. PT. Sinar Sosro Cabang Gresik.
Tesis. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Occupational safety and health. 2008. <http://en.wikipedia.org/wiki/occupational


safetyandhealth> Diakses 5 April 2008.

Pikiran Rakyat On Line. 2007. Lima Orang Pekerja Meninggal Setiap Hari.
<http://www.ppk.lipi.go.id> Diakses 5 April 2008.

Promosi Kesehatan di tempat kerja. 2007 <www.promosikesehatan.com>. Diakses


29 Mei 2008.

Republika On Line. 2007. Disiplin Baru : Kesehatan dan Keselamatan kerja.


<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=320289&kat_id=6&kat.idI=&
kat-cu>. Diakses 17 Maret 2008.

Slemania. 2008. Analisis Faktor-Faktor Lingkungan Kerja Terhadap Kenyamanan


Kerja Karyawan di PT. Mebel Mulya Abadi Sukoharjo.

Yusra, Dhoni. 2008. Pentingya Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Dalam Perusahaan. <http://www.indonesia.ac.id/home/index>. Diakses 26
April 2008.

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
139

LAMPIRANI
TABULASIJAWABANRESPONDENUNTUKUJIVALIDITASDANRELIABILITAS


LAMPIRANII

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
140

HASILUJIVALIDITAS
Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3

Faktor Lingkungan Kerja

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
141

Faktor Produktivitas Kerja

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
142

Faktor Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3


Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
143

Correlations
Kemampua Kemampua
n pimpinan n pimpinan
Pelaksanaan mengkomu mengkomu
komunikasi Kemampua nikasikan nikasikan
antar n pimpinan visi, misi, Tujuan K3
pimpinan mengkomu K3
dengan nikasikan
karyawan peraturan Total
Spearman's rho Pelaksanaan komunikasi Correlation Coefficient 1.000 .498** .195 .228 .706**
antar pimpinan dengan Sig. (1-tailed) . .003 .151 .113 .000
karyawan
N 30 30 30 30 30
Kemampuan pimpinan Correlation Coefficient .498** 1.000 .369* .188 .661**
mengkomunikasikan Sig. (1-tailed) .003 . .022 .159 .000
peraturan
N 30 30 30 30 30
Kemampuan pimpinan Correlation Coefficient .195 .369* 1.000 .567** .774**
mengkomunikasikan visi, Sig. (1-tailed) .151 .022 . .001 .000
misi K3
N
30 30 30 30 30

Kemampuan pimpinan Correlation Coefficient .228 .188 .567** 1.000 .667**


mengkomunikasikan Sig. (1-tailed) .113 .159 .001 . .000
Tujuan K3
N 30 30 30 30 30
Total Correlation Coefficient .706** .661** .774** .667** 1.000
Sig. (1-tailed) .000 .000 .000 .000 .
N 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

LAMPIRANIII
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
144

HASILUJIRELIABILITAS

Warnings
The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or
used in the analysis.

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Variabel Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.930 12

Variabel Faktor Lingkungan Kerja


Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.852 10

Variabel Faktor Produktivitas Kerja


Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.920 9

Variabel Faktor Penerapan K3

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
145

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.634 4

Variabel Faktor Peranan Pimpinan


Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.603 6

LAMPIRANIV
KARAKTERISTIKRESPONDEN
Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
146

Pendidikan
RESPONDEN

Usia
Jabatan Masa Kerja
(Thn)
Jenjang Jurusan (Thn)

1 Assistant Operator Produksi 24 SMK Teknik Industri 4


2 Petugas Selektor Produksi 24 SMK Otomotif 3
3 Operator Produksi 30 STM Otomotif 12
4 Petugas Selektor Produksi 27 SMK Otomotif 4
5 Operator Kitchen 29 STM Otomotif 8
6 Petugas Selektor Produksi 34 STM Tek. Peng. Logam 9
7 Petugas Selektor Produksi 27 SMU IPS 3
8 Operator Produksi 31 STM Listrik 12
9 Petugas Selektor Produksi 28 STM Perabot Kayu 4
10 Petugas Selektor Produksi 26 D1 Pertanian 3
11 Operator Produksi 38 SMU IPS 18
12 Assistant Operator Produksi 25 SMU IPA 4
13 Operator Produksi 38 STM Listrik 9
14 Assistant Operator Produksi 39 SMP - 17
15 Cleaner 23 SMU IPS 3
16 Petugas Selektor Produksi 24 STM Mesin Produksi 7
17 Petugas Selektor Produksi 29 STM Otomotif 8
18 Assistant Operator Produksi 32 STM Tek. Peng. Logam 6
19 Operator Produksi 32 STM Otomotif 11
20 Assistant Operator Produksi 30 STM Bangunan 8
21 Petugas Selektor Produksi 27 STM Elektronika 8
22 Operator Produksi 31 STM Mesin Produksi 11
23 Operator Forklift 39 STM Tek. Peng. Logam 7
24 Petugas Selektor Produksi 25 SMU IPA 4
25 Operator Produksi 26 D3 Teknik Mesin 3
26 Operator Kitchen 24 SMK Teknik Mekanik 6
27 Petugas Selektor Produksi 30 STM Listrik 5
28 Operator Water treatment 29 SMA IPS 9
29 Assistant Operator Produksi 34 SMA IPS 9
30 Kepala Regu Kitchen 31 SMA IPS 10
31 Petugas Selektor Produksi 23 STM Otomotif 4
32 Petugas Selektor Produksi 23 STM Otomotif 4
33 Assistant Operator Kitchen 32 STM Otomotif 11
34 Petugas Selektor Produksi 30 STM Teknik Mekanik 8
















LAMPIRANV
TABULASIJAWABANRESPONDEN

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
147

LAMPIRANVI
HASILTANGGAPANRESPONDEN

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
148

Pemahaman K3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Memahami 15 44.1 44.1 44.1
Kurang memahami 16 47.1 47.1 91.2
Tidak memahami sama sekali 3 8.8 8.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Keefektifan pelaksanaan K3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Efektif 14 41.2 41.2 41.2
Kurang Efektif 13 38.2 38.2 79.4
Tidak Efektif sama sekali 7 20.6 20.6 100.0
Total 34 100.0 100.0

Jlh. Kecelakaan kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat banyak sekali 17 50.0 50.0 50.0
Banyak sekali 15 44.1 44.1 94.1
Banyak 1 2.9 2.9 97.1
Sangat sedikit 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Beban Kerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sesuai 1 2.9 2.9 2.9
sesuai 20 58.8 58.8 61.8
Kurang sesuai 11 32.4 32.4 94.1
Tidak sesuai sama sekali 2 5.9 5.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kapasitas Kerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat peduli 3 8.8 8.8 8.8
peduli 14 41.2 41.2 50.0
Kurang peduli 11 32.4 32.4 82.4
Tidak peduli sama sekali 6 17.6 17.6 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepuasan atas prosedur pelayanan kesehatan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat puas 5 14.7 14.7 14.7


puas 19 55.9 55.9 70.6
Kurang puas 9 26.5 26.5 97.1
Tidak puas sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepuasan atas pelayanan kesehatan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat puas 9 26.5 26.5 26.5
puas 16 47.1 47.1 73.5
Kurang puas 8 23.5 23.5 97.1
Tidak puas sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepuasan tindakan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat puas 3 8.8 8.8 8.8
puas 17 50.0 50.0 58.8
Kurang puas 11 32.4 32.4 91.2

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
149

Tidak puas sama sekali 3 8.8 8.8 100.0


Total 34 100.0 100.0

Kepuasan tindakan perawatan dan penyembuhan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat puas 7 20.6 20.6 20.6
puas 15 44.1 44.1 64.7
Kurang puas 10 29.4 29.4 94.1
Tidak puas sama sekali 2 5.9 5.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kelengkapan peralatan K3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat lengkap sekali 1 2.9 2.9 2.9
Sangat lengkap 3 8.8 8.8 11.8
lengkap 17 50.0 50.0 61.8
Kurang lengkap 7 20.6 20.6 82.4
Tidak lengkap sama sekali 6 17.6 17.6 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pemahaman penggunaan alat keselamatan kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Memahami 19 55.9 55.9 55.9
Kurang memahami 10 29.4 29.4 85.3
Tidak memahami sama sekali 5 14.7 14.7 100.0
Total 34 100.0 100.0

Keamanan yang dirasakan saat bekerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat aman 4 11.8 11.8 11.8
aman 16 47.1 47.1 58.8
Kurang aman 11 32.4 32.4 91.2
Tidak aman sama sekali 3 8.8 8.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kondisi penerangan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 11 32.4 32.4 32.4
Kurang baik 14 41.2 41.2 73.5
Tidak baik sama sekali 9 26.5 26.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kesesuaian ruang gerak


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sesuai 4 11.8 11.8 11.8
sesuai 12 35.3 35.3 47.1
Kurang sesuai 15 44.1 44.1 91.2
Tidak sesuai sama sekali 3 8.8 8.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kesesuaian tata letak peralatan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sesuai 2 5.9 5.9 5.9
sesuai 16 47.1 47.1 52.9
Kurang sesuai 12 35.3 35.3 88.2
Tidak sesuai sama sekali 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

persediaan perlengkapan kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat lengkap 4 11.8 11.8 11.8
lengkap 15 44.1 44.1 55.9
Kurang lengkap 11 32.4 32.4 88.2
Tidak lengkap sama sekali 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kondisi suhu udara


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat baik sekali 1 2.9 2.9 2.9
Sangat baik 15 44.1 44.1 47.1

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
150

Baik 15 44.1 44.1 91.2


Kurang baik 2 5.9 5.9 97.1
Tidak baik sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pengaruh kebisingan dan getaran


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat berpengaruh 4 11.8 11.8 11.8
berpengaruh 15 44.1 44.1 55.9
Kurang berpengaruh 11 32.4 32.4 88.2
Tidak berpengaruh sama sekali 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pengaruh radiasi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat berpengaruh sekali 5 14.7 14.7 14.7
Sangat berpengaruh 10 29.4 29.4 44.1
berpengaruh 15 44.1 44.1 88.2
Kurang berpengaruh 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepedulian dalam menghindari kecelakaan kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat peduli 1 2.9 2.9 2.9
peduli 10 29.4 29.4 32.4
Kurang peduli 18 52.9 52.9 85.3
Tidak peduli sama sekali 5 14.7 14.7 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pelaksanaan komunikasi antar karyawan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat terlaksana 1 2.9 2.9 2.9
terlaksana 16 47.1 47.1 50.0
Kurang terlaksana 9 26.5 26.5 76.5
Tidak terlaksana sama sekali 8 23.5 23.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kondisi mesin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat baik 1 2.9 2.9 2.9
Baik 18 52.9 52.9 55.9
Kurang baik 11 32.4 32.4 88.2
Tidak baik sama sekali 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepuasan atas hasil kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat puas 2 5.9 5.9 5.9
Puas 18 52.9 52.9 58.8
Kurang puas 8 23.5 23.5 82.4
Tidak puas sama sekali 6 17.6 17.6 100.0
Total 34 100.0 100.0

Ketepatan menghasilkan jumlah output


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sering 1 2.9 2.9 2.9
Sering 15 44.1 44.1 47.1
Jarang 8 23.5 23.5 70.6
Sangat jarang sekali 10 29.4 29.4 100.0
Total 34 100.0 100.0

Ketepatan waktu menghasilkan produk


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sering 1 2.9 2.9 2.9
Sering 11 32.4 32.4 35.3

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
151

Jarang 16 47.1 47.1 82.4


Sangat jarang sekali 6 17.6 17.6 100.0
Total 34 100.0 100.0

Ketelitian
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid teliti 12 35.3 35.3 35.3
Kurang teliti 12 35.3 35.3 70.6
Tidak teliti sama sekali 10 29.4 29.4 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan untuk tidak melakukan banyak kesalahan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid mampu 15 44.1 44.1 44.1
Kurang mampu 11 32.4 32.4 76.5
Tidak mampu sama sekali 8 23.5 23.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pemanfaatan waktu
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid memanfaatkan 12 35.3 35.3 35.3
Kurang memanfaatkan 14 41.2 41.2 76.5
Tidak memanfaatkan sama sekali 8 23.5 23.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Penyelesaian pekerjaan di luar jam kerja


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Bersedia 9 26.5 26.5 26.5
Kurang bersedia 15 44.1 44.1 70.6
Tidak bersedia sama sekali 10 29.4 29.4 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kesediaan masuk dan keluar kerja tepat waktu


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid bersedia 7 20.6 20.6 20.6
Kurang bersedia 16 47.1 47.1 67.6
Tidak bersedia sama sekali 11 32.4 32.4 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kesediaan untuk tidak absen


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat bersediasekali 1 2.9 2.9 2.9
Bersedia 10 29.4 29.4 32.4
Kurang bersedia 15 44.1 44.1 76.5
Tidak bersedia ama sekali 8 23.5 23.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Pelaksanaan komunikasi antar pimpinan dengan karyawan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat terlaksana 2 5.9 5.9 5.9
terlaksana 19 55.9 55.9 61.8
Kurang terlaksana 9 26.5 26.5 88.2
Tidak terlaksana sama sekali 4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan mengkomunikasikan peraturan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid mampu 20 58.8 58.8 58.8
Kurang mampu 14 41.2 41.2 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan mengkomunikasikan visi, misi k3


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu sekali 2 5.9 5.9 5.9
Sangat mampu 4 11.8 11.8 17.6

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
152

mampu 12 35.3 35.3 52.9


Kurang mampu 14 41.2 41.2 94.1
Tidak mampu sama sekali 2 5.9 5.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan mengkomunikasikan tujuan k3


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu sekali 1 2.9 2.9 2.9
Sangat mampu 2 5.9 5.9 8.8
mampu 16 47.1 47.1 55.9
Kurang mampu 15 44.1 44.1 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan menetapkan K3


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu 8 23.5 23.5 23.5
Mampu 16 47.1 47.1 70.6
Kurang mampu 10 29.4 29.4 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan meninjau K3


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu sekali 1 2.9 2.9 2.9
Sangat mampu 14 41.2 41.2 44.1
Mampu 14 41.2 41.2 85.3
Kurang mampu 5 14.7 14.7 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan menetapkan kebijakan menciptakan ling. kerja yang sehat dan aman
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu sekali 1 2.9 2.9 2.9
Sangat mampu 8 23.5 23.5 26.5
Mampu 16 47.1 47.1 73.5
Kurang mampu 9 26.5 26.5 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kemampuan pimpinan memberi sanksi kepada karyawan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat mampu 2 5.9 5.9 5.9
Mampu 15 44.1 44.1 50.0
Kurang mampu 16 47.1 47.1 97.1
Tidak mampu sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Kepentingan memberi penghargaan


Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat penting 8 23.5 23.5 23.5
penting 18 52.9 52.9 76.5
Kurang penting 7 20.6 20.6 97.1
Tidak penting sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

Tingkat pembinaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat membina 6 17.6 17.6 17.6
Membina 16 47.1 47.1 64.7
Kurang membina 11 32.4 32.4 97.1
Tidak membina sama sekali 1 2.9 2.9 100.0
Total 34 100.0 100.0

LAMPIRANVII

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
153

DATAKECELAKAANKERJAPT.SINARSOSROTANJUNGMORAWAMEDAN
TAHUN20052007

Tabel Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Tahun 2005

KECELAKAAN KERJA
BULAN JABATAN BAGIAN JLH KETERANGAN
TANGGAL TEMPAT
Januari Op. Washer Prod. & PEM 03-01-05 Ruang Produksi 1 Mata kemasukan pecahan botol kaca halus.
Februari Selektor Prod. & PEM 18-02-05 Ruang Produksi 1 Kaki luka memar akibat terjepit palet.
Maret - - - - - -
April Selektor Prod. & PEM 11-04-05 Ruang Produksi 1 Kepala memar akibat terbentur plat stainless steel support conveyer
Mei Pet. GD. PI PB/PI 07-04-05 Gudang 1 Kaki memar dan retak akibat terjepit hand pallet
Juni - - - - - -
Juli MT Prod. & PEM 19-07-05 Ruang Produksi 1 Kepala luka sobek, akibat terbentur plat stainless steel Support conveyer
Agustus - - - - - -
September Cleaner Prod. & PEM 27-09-05 Lingkungan Pabrik 1 Kaki luka akibat terlindas roda hand pallet
Oktober - - - - - -
Nopember Spv. Produksi Prod. & PEM 20-11-2005 Gudang 1 Kepala terbentur garpu forklift
Desember 1. Spv. Produksi 1. Prod. & PEM 1. 20-12-2005 1. Gudang 1. Kepala terbentur garpu forklift
2
2. Selektor 2. PB/PI 2. 30-12-2005 2. Lingkungan Pabrik 2. Kaki luka terinjak paku
Total 9

Tabel Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Tahun 2006

KECELAKAAN KERJA
BULAN JABATAN BAGIAN JLH KETERANGAN
TANGGAL TEMPAT
Januari 1. Selektor 1. Gudang 1. 03-01-06 1. Lingkungan Pabrik 1. Kaki luka sobek terkena pecahan botol
2. Operator 2. Prod. & PEM 2. 12-01-06 2. Lingkungan Pabrik 2 2. Jari tangan luka akibat terjepit motor conveyor
Februari 1. Selektor 1. Produksi 1. 13-02-06 1. Ruang Produksi 1. Jari tangan luka sobek akibat terkena botol pecah
2. Selektor 2. Gudang 2. 18-02-06 2. Teras Gudang 2. Kaki luka terinjak paku
3. Ass. Operator 3. Prod. & PEM 3. 21-02-06 3. Lingkungan Pabrik 3. Dahi luka sobek terkena pecahan botol
4. Selektor 4. Prod. & PEM 4. 27-02-06 4. Ruang Produksi 4 4. Jari tangan luka sobek akibat terkena botol pecah
Maret Operator Prod 15-03-06 Ruang Kerja Jari tangan sobek terkena serpihan dinding kaca
April - - - - - -
Mei Ast. Op. BW Prod. & PEM 06-05-06 Ruang Produksi Pergelangan tangan luka sobek tertimpa ujung poket
Juni 1. Selektor 1. AMDK 1. 05-06-06 1. Ruang Produksi 1. Kaki memar terlindas hand pallet
2. Elektrik PEM 2. Prod. & PEM 2. 07-06-06 2. Ruang Produksi 2. Hidung Luka dalam akibat tertimpa krat TBS
3. ST 3. Prod. & PEM 3. 25-06-06 3. Lingkungan Pabrik 3 3. Kaki luka sobek terkena pecahan botol
Juli 1. Cleaner 1. Prod. & PEM 1. 20-07-06 1. Ruang Produksi 1. Jari tangan luka sobek terjepit mesin filling
2. Operator 2. Prod. & PEM 2. 24-07-06 2. Lingkungan Pabrik 2 2. Telapak tangan luka lecet karena terjatuh dari sepeda motor
Agustus 1. Selektor 1. Prod. & PEM 1. 18-08-06 1. Ruang Produksi 1. Bibir luka sobek terkena pukul kunci pipa
2. Ast. Op 2. Prod. & PEM 2. 26-08-06 2. Ruang Produksi 2 2. Seluruh wajah luka bakar karena tersiraam air panas yang tumpah
September 1. Operator 1. Prod. & PEM 1. 03-09-06 1. Ruang Produksi 1. Bola mata terkena serpihan mesin gerenda
2. Operator 2. QC 2. 20-09-06 2. Ruang Produksi 2. Pergelangan tangan luka sobek terkena seng
3. Selektor 3. QC 3. 28-09-06 3. Ruang Produksi 3. Kaki memar terlindas roda ban forklift
4. Operator 4. Prod. & PEM 4. 30-09-06 4. Ruang Produksi 4 4. Punggung badan cedera tertimpa trakker reducer yang jatuh
Oktober Op. Kitchen Prod. & PEM 14-10-06 Ruang Produksi 1 Wajah dan mata tersiram air panas
Nopember - - - - - -
Desember Operator Prod. & PEM 19-12-06 Ruang Kitchen 1 Tangan luka sobek akibat terjatuh dari tangga
Total 19

Tabel Data Kecelakaan Kerja PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan Tahun 2007

KECELAKAAN KERJA
BULAN JABATAN BAGIAN JLH KETERANGAN
TANGGAL TEMPAT
Januari - - - - - -
Februari Pet. Sortir PB/PI 02-02-07 Lingkungan Pabrik 1 Jari dan kepala luka akibat tertimpa pintu besi truk
Maret 1. Ast. Operator 1. Produksi 1. 15-03-07 1. Ruang Produksi 1. jari Luka dan memar akibat tertimpa besi
2. Pet. Sortir 2. PB/PI 2. 15-03-07 2. Lingkungan Pabrik 2 2. Jari luka sobek terkena pagar seng
April - - - - - -
Mei - - - - - -
Juni 1. Ast. Operator 1. P & M 1. 03-06-07 1. Lingkungan Pabrik 1. Jari luka karena terjepit infeed pusher bottle washer
2. Ast. Operator 2. P & M 1. 11-06-07 2. Lingkungan Pabrik 2 2. Jari luka karena terjepit infeed pusher bottle washer
Juli Op. Decrater P&M 21-07-07 Lingkungan Pabrik Jari luka sobek terkena pecahan botol
Agustus 1. Selektor 1. P & M 1. 16-08-07 1. Lingkungan Pabrik 1. Kaki terkena percikan air panas
2. Operator 2. P & M 2. 20-08-07 2. Lingkungan Pabrik 2 2. Tangan terjepit Infeed Pusher.
September - - - - - -
Oktober - - - - - -
Nopember - - - - - -
Desember - - - - - -
Total 7



LAMPIRANVIII

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008
154

PERJANJIANKERJASAMAPT.SINARSOSROCAB.DELISERDANGMEDAN
DENGANFEDERASISERIKATPEKERJA

Yuis Nurmalinda : Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan, 2008
USU Repository 2008