Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM KEMUDI, REM DAN SUSPENSI

REM TROMOL

Disusun oleh:
1. Aditya Dwi Nugroho NIM : 14509134021
2. Khoirul Umam Fannani NIM : 14509134022
3. Saiful Hanafi NIM : 14509134023
4. Yudi Kurniawan NIM : 14509134024
5. Rafi Eka Wibowo NIM : 14509134025
6. Fachrudin NIM : 13509134033

KELAS B

TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
I. Kompetensi
1. Membongkar dan memasang rem tromol dengan prosedur yang benar.
2. Menganalisa kondisi benda kerja yang dugunakan untuk praktikum.
II. Sub Kompetensi
Setelah selesai praktikum mahasiwa dapat :
1. Mengidentifikasi komponen-komponen rem tromol dan fungsinya.
2. Menyebutkan tipe rem tromol yang dipraktikan dan menjelasakan cara kerjanya.
3. Membongkar dan memasang kembali unit rem tromol pada kendaraan dengan
prosedur yang benar.
4. Memeriksa, mengukur dan menganalisa kerusakan yang terjadi dan memberikan
solusi berbaikan.

III. Alat dan Bahan


1. Unit rem tromol pada kendaraan.
2. Alat-alat tangan/kunci yang diperlukan.
3. Jangka sorong

IV. Keselamatan Kerja


1. Menggunakan alat sesuai denga fungsinya.
2. Bekrja dengan hati-hati dan teliti.
3. Jangan menekan pedal rem jika rem tromol dilepas.
4. Rem tangan jangan diaktifkan jika tromol roda belakang akan dilepas.

V. Dasar Teori

Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan/memperlambat laju kendaraan


dan memungkinkan kendaraan dapat berhenti dengan aman. Sistem rem sangatlah
penting bagi keselamatan suatu kendaraan dan bagi para pengemudi serta
penumpangnya terutama ketika kendaraan sedang melaju. Di samping itu sistem rem
sangat penting untuk menjaga keamanan mengemudi. Pada mobil biasanya terdapat
dua sistem rem yakni rem hidraulis dan rem kabel. Pada sistem rem hidraulis ini
mempunyai syarat agar rem dapat bekerja dengan baik, salah satunya adalah di
dalam sistem rem hidraulis tidak boleh terdapat udara, ataupun tidak boleh ada
kebocoran minyak rem di dalam sistem rem tersebut.

Prinsip kerja rem

Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (eneri gerak) untuk
menggerakkan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik kembali
menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya, rem bekerja
disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar.
Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan
antara dua objek.
Macam Macam Rem

1. Rem Cakram
Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat dari
besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal
ini disc pad) yang mendorong da menjepit cakram. Daya pengereman
dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram.
2. Rem Tromol
Rem tromol adalah salah satu konstruksi rem yang cara pengereman kendaraan
dengan menggunakan tromol rem (brake drum), sepatu rem (brake shoe), dan
silider roda (wheel cylinder). Pada rem tipe tromol, kekuatan tenaga
pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol
bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Karena self
energizing action ditimbulkan oleh teanga putar tromol dan tenaga
pengereman yang besar diakibatkan usaha pedal yang kecil.

Macam-macam rem tromol :


a. Tipe leading dan tipe trailing
Pada tipe ini terdapat satu wheel silinder dengan dua piston yang akan
mendorong bagian tas dari tromol rem..Sepatu bagian kiri disebut leading shoe
dan sepatu kanan disebut trailing shoe. Leading shoe lebih cepat aus dari pada
trailing shoe
Tipe ini digunakan pada rem belakang kendaraan penumpang dan kendaraan
jenis komersil.
b. Tipe two leading
Tipe two leading shoe dibagi menjadi 2 : single action dan double action. Tipe
single action two leading shoe mempunyai dua silinder roda yang masing-
masing mempunyai satu piston pada tiap sisinya.

Tipe ini digunakan pada rem depan kendaraan penumpang dan niaga. Tipe
double action two leading mempunyai dua silinder roda, dan pada setiap sisinya
terdapat dua torak.

c. Tipe uni-servo
Tipe uniservo mempunyai silinder roda tunggal dengan satu piston saja, dan
penyetelannya berhubungan dengan sepatunya.

d. Tipe duo servo


Tipe ini merupakan versi penyempurnaan uni-servo yang mempunyai dua piston
pada setiap silinder rodanya. Selama silinder roda menekan sepatu rem selama
bekerja, maka tipe ini mempunyai gaya pengereman yang tinggi terhadap
tromol tanpa terpengaruh oleh gerak putaran roda.

VI. Langkah Kerja


1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Mengendorkan baut roda ( hanya dikendorkan sedikit saja, tidak sampai lepas ).
Dongkrak mobil dan pasang jack stand pada bagian yang aman di dekat roda
yang akan dilepas.
3. Melepaskan roda dan tromolnya. Gunakan alat bantuan dengan baut untuk
melepas tromol, jika perlu!
4. Membersihkan debu dan tromolnya yang ada dengan udara tekan dan majun.
5. Melepaskan sepatu rem dengan melepas penguncinya terlebih dahulu. Jangan
membongkar silinder roda, jika tidak bocor, macet atau korosi.
6. Melakukan pemeriksaan terhadap sepatu rem, tromol, kondisi karet penutup debu
wheel silinder, kebocoran wheel silinder dan keausan/kerusakan gigi penyetel dan
alurnya.
7. Mendiskusikan mengenai komponen, kemungkinan penyebab kerusakan,
kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan dibiarkan.
8. Melakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang dibongkar secra
efektif dan efisien.
9. Mengembalikan alat dan bahan serta membersihkan tempat praktikum.

VII. Data Praktikum


1. Pemeriksaan

No Uraian Pemeriksaan/Hasil Pengukuran


1 Kondisi kampas Tidak rata, terdapat banyak goresan
2 Kondisi tromol Terdapat korosi, permukaan agak bergelombang
3 Kondisi pegas Agak renggang ( harus diganti )
4 Kondisi mekanisme penyetel Masih bagus, dipasang pada bagian kampas agak
manual kocak
5 Kondisi mekanisme penyetel
otomatis
6 Ketebalan rata-rata kampas 5,05 mm
rem sisi depan
7 Ketebalan rata-rata kampas 4,60 mm
rem sisi belakang
8 Keovalan tromol 228,55 228,5 = 0,5 mm
VIII. Pembahasan
1. Membongkar dan Memasang Rem Tromol
Cara membongkar rem tromol :
a. Mengangkat mobil menggunakan car lift atau dongkrak.
b. Melepaskan roda belakang.

c. Membuka tromol rem.


Tromol dapat dilepas dengan cara memasangkan baut pada lubang lubang
ulir yang tersedia (pada tromol) untuk pelepasan, kemudian memutar baut
secara bergantian setiap satu putaran kedalam sampai tromol terlepas.

d. Melepas kanvas rem dengan cara :


Melepas pengunci kanvas rem

Melepas pegas pembalik


Melepas pegas penyetel rem
Melepas kabel handrem dan tuas handrem.
Melepas penahan sepatu, sehingga sepatu rem/kanvas dapat terlepas.

Cara merakit rem tromol :


a. Memberi vet/grease pada permukaan backing plate yang bersinggungan
dengan sepatu rem.
b. Memasangkan spatu rem dan kanvas rem pada backing plate.
c. Memasang pegas penahan sepatu rem, pen dan dua buah mangkuk untuk
mengikat sepatu rem dengan backing plate supaya posisi pemasangan sepatu
rem tidak berubah.
d. Memasang tuas hand rem dan kabel handrem pada sepatu rem.
e. Memasang pegas penyetel rem sekaligus penyetelnya.
f. Memasang pegas pengembali sepatu rem.
g. Memasang tromol rem
h. Menyetel jarak kanvas rem dngan tromol, dengan cara :Penyetelan dilakukan
dengan cara memutar mur penyetel melalui lubang kecil yang terdapat pada
backing plate. Kemudian mengembangkan sepatu rem dengan memutar mur
penyetel sampai kira kira kanvas rem bersinggungan dengan tromol rem.
Untuk mengetahui kanvas rem telah bersinggungan dengan tromol yaitu
dengan cara memutar tromol rem, bila putaran tromol agak serat maka
penyetelan sudah cukup.

2. Pemeriksaan dan Pengukuran Komponen Rem Tromol


Setelah rem tromol dibongkar, kemudian komponen rem tromol dilakukan
pemeriksaan dan pengukuran untuk menentukan kondisi rem tromol tersebut.
Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa kondisi kampas rem sudah tidak
rata dan terdapat banyak goresan. Kondisi tromol juga tidak rata/bergelombang
dan sudah terdapat korosi. Kondisi kampas rem dan tromol yang tidak rata
diakibatkan karena kampas rem bergesekan dengan tromol. Untuk kondisi
pegasnya sudah renggang dan sebaiknya harus diganti, supaya kerja rem menjadi
maksimal.
Untuk hasil pengukurannya didapatkan hasil :
a. Pengukuran ketebalan kampas rem
Untuk ketebalan rata-rata kampas rem sisi depan didapatkan hasil 5,05 mm
dan ketebalan rata-rata kampas rem sisi belakang : 4,60 mm. Untuk standar
minimum ketebalannya yaitu : 1,5 mm. Jadi kondisi kampas rem masih
bagus/dalam batas spesifikasi dan tidak perlu adanya penggantian.
b. Pengukuran diameter tromol
Hasil pengukuran diameter tromol didapatkan hasil 228,5 mm. Untuk
diameter maksimal/spesifikasi diameter tromol yaitu 230,6 mm. Jadi kondisi
tromol masih baik, karena diameter tromol masih dalam batas spesifikasi dan
tidak perlu adanya penggantian. Untuk keovalan tromol didapatkna hasil :
228,55 228,50 mm = 0,5 mm.

3. Komponen-Kompenen Rem Tromol

Komponen-komponen rem tromol terdiri dari :

1. Tromol ( brake drum )


Tromol rem berputar bersamaan dengan putaran roda, dan akan bergesekan
dengan kanvas pada sepatu rem untuk menghasilkan gaya pengereman.

2. Backing plate
Backing plate adalah landasan untuk penempatan wheel cylinder dankampas
rem.
3. Wheel cylinder
Wheel sylinder adalah komponen rem tromol yang berguna sebagai ruang
gerak piston rem dalam melakukan penekan terhadap kampas rem. Wheel
cylinder ini berisi minyak rem yang berguna untuk melakukan penekanan
terhadap piston rem.

4. Piston rem
Piston rem adalah komponen dalam wheel cylinder yang menerima tekanan
dari minyak rem untuk diteruskan menekan kampas rem guna melakukan
pengereman.
5. Sepatu Rem dan Kanvas Rem (Brake shoe and lining)
Brake shoes berfungsi sebagai tempat kanvas yang nantinya bersama sama
dengan tromol rem menghasilkan gaya pengereman melelaui geskean yang
dibuat oleh keduanya.Kampas rem adalah komponen rem yang melakukan
gesekan terhadap tromol rem guna mengurangi kecepatan putaran dari tromol
rem.

6. Penyetel rem
Penyetel rem adalah komponen rem yang berguna mengatur jarak antara
tromol dengan kampas rem.
7. Tension spring
Tension spring adalah pegas yang berguna untuk merapatkan kampas rem
depan dan belakang agar tidak bergesekan dengan tromol terus menerus
setelah pengereman dihentikan.
8. Spring retainer
Spring retainer adalah komponen rem yang berguna mengkaitkan kampas
rem ke backing plate.

4. Cara Kerja Rem Tromol

Rem tromol yang kami praktikan adalah jenis leading and trilling. Untuk cara
kerjanya yaitu :

a. Sebelum rem bekerja.


Pada saat tuas rem belum di tarik / di injak maka rem belum bekerja. Di antara
tromol dan kanvas rem masih ada celah dan tidak bersinggungan. Per pengembali
kanvas masih belum meregang.

b. Rem Bekerja
Ketika pedal dinjak maka gaya hydraulic dari master silinder akan disalurkan
melaui pipa, selang dan melewati proportioning valve dan tekanan akan sampai
ke masing-masing rem di roda belakang. Tekanan hydraulic tadi akan membuat
piston di dalam wheel cylinder bergerak ke arah luar, gerakan piston tersebut
selanjutnya akan menekan kampas untuk terbuka melebar sehingga bergesekkan
dengan mangkuk/rumah teromol yang ikut berputar bersama roda. penekanan
pada kanvas rem dengan tromol kuat sehingga dengan adanya gaya gesekan yang
kuat akan mampu menghentikan putaran tromol. Per pengembali juga meregang
maksimal. Gesekkan tersebut itulah yang akhirnya membuat mobil dapat
berhenti.

c. Pelepasan Rem
Saat pelepasan rem adalah dimana tuas dilepas dan kembali pada posisi semula.
Per pengembali kanvas bekerja untuk mengembalikan kedudukan kanvas seperti
pada saat belum bekerja. Gesekan antara kanvas dan tromol tidak ada.

5. Cara Kerja Rem Tangan/Parkir


Mekanisme kerja pada rem parkir pada dasarnya untuk tipe rem parkir
belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir ditempatkan berdekatan dengan
tempat duduk pengemudi. Dengan menarik tuas rem parkir, maka rem akan bekerja
melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas.
Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet untuk mengatur tuas rem pad
posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelnya dekat denga tuas
rem, dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah disetel.
Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly.
Pada rem parkir roda belakang, dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk
menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda

Cara kerja rem parkir yaitu : Tongkat rem tangan ditarik dan gaya tarik diteruskan ke
tuas penghubung penyeimbang > kawat rem > sepatu rem > Roda blokir macet
( terjadi pengereman )

IX. Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :
1. Mahasiswa dapat membongkar dan merakit rem tromol dengan benar. Dalam
melakukan pembongkaran harus dilakukan secara urut supaya dalam
perakitannya bisa dilakukan dengan mudah dan tidak merusak komponen rem
tromol.
2. Dari hasil pemeriksaan dan pengukuran komponen rem tromol, dapat diketahui
bahwa kondisi kampas rem masih bisa digunakan karena ketebalan kampas rem
masih dalam batas spesifikasi, akan tetapi kondisi komponen lain, seperti pegas
perlu adanya penggantian.
3. Rem tromol yang kami praktikan adalah tipe leading and trilling. Rem tromol
bekerja pada saat piston menekan kampas untuk terbuka melebar sehingga
bergesekkan dengan mangkuk/rumah teromol yang ikut berputar bersama roda.
penekanan pada kanvas rem dengan tromol kuat sehingga dengan adanya gaya
gesekan yang kuat akan mampu menghentikan putaran tromol. Gesekkan
tersebut itulah yang akhirnya membuat mobil dapat berhenti.