Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Ekofisiologi

TUMBUHAN JAMBU AIR (Syzygium samarangense)


DAN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra) SEBAGAI
RESEPTOR ELEKTROMAGNET

Disusun oleh:
Asti Wulansari 14030244010
Laila Alvi Nurin 14030244028
Radhin Fatharani 14030244035
Rizky Aprilianti 12030244021

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
PRODI BIOLOGI
2017
A. Judul Praktikum : Tumbuhan Jambu Air (Syzygium samarangense)
dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) sebagai Reseptor Elektromagnet

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep reseptor gelombang elektromagnet pada tumbuhan
jambu air (Syzygium samarangense) dan kayu putih (Melaleuca
leucadendra)?
2. Organ tubuh dan sel aksesori pada tumbuhan jambu air (Syzygium
samarangense) dan kayu putih (Melaleuca leucadendra) manakah yang
mampu berfungsi sebagai reseptor gelombang elektromagnetik?
3. Bagaimanakah bentuk respon tumbuhan jambu air (Syzygium
samarangense) dan kayu putih (Melaleuca leucadendra) terhadap
gelombang elektromagnetik?

C. Tujuan
1. Memahami konsep reseptor gelombang elektromagnet pada tumbuhan
jambu air (Syzygium samarangense) dan kayu putih (Melaleuca
leucadendra).
2. Menentukan organ dan sel aksesori pada tumbuhan jambu air (Syzygium
samarangense) dan kayu putih (Melaleuca leucadendra) yang mampu
berfungsi sebagai reseptor gelombang elektromagnetik.
3. Mendeskripsikan berbagai bentuk respon pada tumbuhan jambu air
(Syzygium samarangense) dan kayu putih (Melaleuca leucadendra)
terhadap gelombang elektromagnetik.

D. Dasar Teori
Derivat epidermis pada tumbuhan merupakan jaringan terluar pada
tumbuhan baik pada bagian akar maupun batang dan daun yang telah
mengalami perubahan struktur epidermis dan berubah pula fungsinya.
Telepon genggam, bisa juga disebut telepon seluler (ponsel) atau
handphone, sekarang merupakan bagian yang penting dari kehidupan yang
modern ini (Evaraert & Bauwens, 2007). Penggunaan ponsel yang meluas
telah diikuti dengan peningkatan pemasangan antena-antena stasiun pangkal
pada tiang-tiang maupun gedung-gedung (Evaraert & Bauwens, 2007).
Secara umum sistem yang digunakan handphone terbagi menjadi dua yaitu
GSM, yang menggunakan frekuensi 800 MHz, 900 MHz dan 1800 MHz, dan
CDMA yang menggunakan frekuensi 450 MHz, 800 MHz, dan 1900 MHz
(Mahardika, 2009).

E. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Mikroskop
b. Object glass
c. Cover glass
d. Silet
e. Handphone
f. Alat tulis
2. Bahan
a. Daun dan batang dari tanaman kayu putih
b. Daun dan batang dari tanaman jambu air
c. Air
F. Rancangan Percobaan

Kekuatan sinyal di bawah kedua Daun dan petiolus dari masing-


jenis pohon diamati masing pohon diambil

Ditutupi dengan kaca Daun dan petiolus dari masing-


Sayatan daun dan
penutup masing pohon disayat dengan silet
petiolus diletakkan di
atas kaca objek dan
ditetesi air

Preparat diamati di Penampang sayatan didokumentasi


bawah mikroskop dan diamati derivat epidermisnya

Gambar 1. Rancangan Percobaan Tumbuhan Jambu Air (Syzygium


samarangense) dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) sebagai Reseptor
Elektromagnet
G. Langkah Kerja
1. Ditentukan dua pohon yang akan dijadikan
sebagai pengamatan.
2. Diamati signal yang muncul pada masing-
masing pohon dan diukur menggunakan handphone dan dicatat hasilnya.
3. Diambil bagian pohon yaitu daun dan petiolus
dari kedua jenis pohon.
4. Dibuat preparat masing-masing daun dan
petiolus dari masing-masing pohon.
5. Diamati di bawah mikroskop.
6. Dilakukan pengamatan pada bagian epidermis
dan asesoris sel yang terdapat pada bagian daun maupun petiolus.
7. Dibandingkan anatomi epidermis dan sel
asesoris yang menyusun masing-masing organ dari kedua pohon.

H. Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan signal di bawah berbagai jenis pohon yang
digunakan, maka diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 1. Hasil Pengamatan Kekuatan Sinyal Operator ketika Berada di Bawah


Berbagai Jenis Pohon (Data Kelas)
Kekuatan Sinyal
No. Nama Pohon
Indosat Tri (3) Xl Axis Telkomsel
1. Jambu air +++ ++++ +++
2. Sawo ++ ++++
3. Karetan ++++ ++++
4. Mengkudu ++++ ++++ ++++
5. Kayu putih +++ ++++ +++ +++
6. Cerme ++ +++
7. Kersen ++++ ++++ ++++
8. Angsana ++++ ++++
9. Jambu biji +++ +++ ++++ ++++
Belimbing
10. +++ ++++ ++++
wuluh
11. Terong ++++ +++
12. Ketapang ++++ +++
13. Nangka ++++ ++++

Keterangan :
+ = sangat lemah
++ = lemah
+++ = kuat
++++ = sangat kuat

Berdasarkan hasil pengamatan penampang sayatan daun dan petiolus


tumbuhan jambu air dan kayu putih, maka diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Pengamatan Derivat Epidermis pada Tumbuhan Jambu Air


(Syzygium samarangense) dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
No Nama Bagian
Gambar Anatomi Keterangan
. Pohon Pohon
1. Stomata
1

Perbesaran:
1040
Daun

1. Jambu air 1. Epidermis


1
2. Korteks

2 3. Berkas
pembuluh
3
4. Stele
Petiolus
4
Perbesaran:
1040

1. Stomata
2. Trikom

1
Perbesaran:
Daun 1040

Kayu
2.
putih 1 1. Epidermis
2 2. Korteks
3 3. Berkas
pembuluh
4
Petiolus 4. Stele
5 5. Trikom

Perbesaran:
1040
I. Analisis Data
J. Pembahasan
K. Kesimpulan
L. Daftar Pustaka
Everaert, J. and D. Bauwens. 2007. A possible effect of electromagnetic radiation from
mobile phone
base stations on the number of breeding house sparrows (Passer domesticus).
Electromagnetic Biology and Medicine 26:63-72.
LAMPIRAN

Gambar 1. Proses penyayatan daun dan petiolus tanaman kayu putih dan jambu air

Gambar 2. Penampang sayatan daun dan petiolus jambu air

Gambar 3. Penampang sayatan daun dan petiolus tanaman kayu putih