Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH PROVINSI

DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PAKET

PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGAWASAN


PEMBANGUNAN TROTOAR DAN BANGUNAN PELENGKAP JALAN
JAKARTA SELATAN

TAHUN ANGGARAN 2017

DINAS BINA MARGA PROVINSI DKI JAKARTA


Jl. Taman Jatibaru No. 1 Jakarta Pusat
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

I. Latar Belakang Koridor jalan merupakan suatu lorong ataupun penggal jalan yang
menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain dan mempunyai
batasan fisik satu lapis bangunan dari jalan. (kamus tata ruang,1997).
Dalam koridor jalan terdapat adanya jalur pejalan kaki atau trotoar
yang terletak disisi kanan dan kiri jalan yang berfungsi sebagai jalur
untuk berjalan kaki untuk berpindah dari satu tempat ketempat lain.
Jalur pejalan kaki atau Pedestrian itu sendiri tentunya tidak bisa lepas
dari karakteristik aktifitas atau fungsi guna lahan dan bangunan yang
ada di sepanjang sisi jalur pejalan kaki. Selain itu faktor kelengkapan
dan kondisi elemenelemen pendukung (street furniture) juga
berperan penting dalam kenyamanan jalur pejalan kaki, oleh karena itu
penataan jalur pejalan kaki atau pedestrian tidak hanya sebagai
pelengkap pembangunan suatu kota akan tetapi perlunya penataan
pedestrian yang nyaman.

Pedestrian yang nyaman menyangkut diantaranya keamanan pejalan


kaki dimana pejalan kaki dapat menggunakan pedestrian tanpa
khawatir kecelakaan lalu lintas. Hal lainnya adalah aspek lingkungan
yaitu berupa suara menggangu, polusi kesesakan dan kerusakan
material dari pedestrian itu sendiri, juga mempengaruhi kenyamanan
pejalan kaki. Kemudian aspek vegetasi, kepadatan pejalan kaki,
bentuk fisik trotoar maupun kebebasan bergerak antar pejalan kaki
dan pengguna pedestrian lainnya juga mempengaruhi kenyamanan.

Oleh karena itu Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melalui
Program Pembangunan/Peningkatan Jalan dan Jembatan akan
melaksanakan kegiatan Pembangunan Trotoar dan Bangunan
Pelengkap Jalan Jakarta Selatan pada tahun anggaran 2017. Kegiatan
ini bertujuan untuk menata kembali trotoar, memberikan kenyamanan
bagi pejalan kaki dan mengakomodir kebutuhan akan penempatan
kelengkapan prasarana jalan dan jaringan utilitas umum.

Untuk itu Dinas Bina Marga Provinsi DKI membutuhkan penyedia jasa
konsultan pengawasan yang kompeten untuk melakukan pengawasan
secara penuh waktu dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli
pengawasan dilapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas
pekerjaan, agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan
sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung tepat mutu,
tepat waktu, tepat biaya dan tertib administrasinya.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan jasa konsultansi pengawasan


ini disajikan sebagai dasar acuan bagi para penyedia jasa dalam
mengajukan penawaran.

II. Maksud dan Tujuan Maksud pengadaan penyedia jasa konsultansi pengawasan teknis ini
adalah :
Membantu Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta di dalam
melakukan pengawasan teknis terhadap kegiatan pekerjaan
konstruksi di lapangan yang dilakukan oleh Kontraktor
Pelaksana berhubung adanya keterbatasan tenaga satuan
kerja yang bersangkutan baik dari segi jumlah maupun dari
segi kualifikasi;
Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi
oleh Kontraktor Pelaksana di lapangan dalam menerapkan
desain yang memenuhi persyaratan spesifikasinya;
Memberi kepastian dan jaminan kepada pihak Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) bahwa pekerjaan yang dilakukan
oleh Kontraktor Pelaksana sesuai dengan spesifikasi dan
persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak;
Membantu menyelesaikan revisi desain dan perubahan
perhitungan volume, bilamana terdapat perbedaan antara
desain awal dengan kondisi lapangan;

Tujuan dilaksanakannya jasa konsultansi pengawasan teknis ini,


adalah sebagai pengawas pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk
mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang memenuhi persyaratan
yang tercantum di dalam spesifikasi (tepat mutu), dan dilaksanakan
secara tepat biaya dan tepat waktu.

III. Referensi Hukum - Undang Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
dan Standar Teknis
- Undang Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
- Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan
- Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang
Disabilitas
- Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana
dan Lalu Lintas Jalan
- Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan
Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
- Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi beserta seluruh perubahannya
- Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang
Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi
- Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan
- Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
- Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah beserta seluruh perubahannya
- Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2013 Tentang Sistem dan
Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah
- Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 161 Tahun 2014
Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun
2013 Tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan
Daerah
- Surat Edaran Sekda Provinsi DKI Jakarta Tanggal 23 April 2008
Nomor 21/SE/2008 Hal : Biaya Langsung Personil dan Non
Personil untuk Jasa Konsultansi di Provinsi DKI Jakarta
- Surat Edaran Nomor : 06/SE/M/2010 Kementerian Pekerjaan
Umum
- Peraturan LPJK No. 6 Tahun 2013 tentang Tata Cara Registrasi
Ulang, Perpanjangan Masa Berlaku Dan Permohonan Baru
Sertifikat Tenaga Kerja Ahli Konstruksi.
- Rencana Kerja dan Syarat; Umum, Administrasi dan Teknis yang
akan dicantumkan dalam Kontrak.
Dalam pekerjaan jasa konsultansi pengawasan teknis ini agar
memperhatikan Spesifikasi Teknis yang merupakan bagian dari
dokumen teknis kegiatan pelaksanaan fisik.
IV. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai adalah tercapainya hasil pekerjaan
konstruksi sesuai dengan isi kontrak, sehingga diharapkan trotoar
dapat memberikan layanan terhadap kebutuhan pejalan kaki dan
penyandang disabilitas secara maksimal.

Disamping itu sebagian tugas pengawasan lapangan khususnya


dalam hal menyangkut masalah pengendalian teknis di lapangan dan
administrasi teknik pada umumnya dilimpahkan kepada penyedia jasa
ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan dituntut untuk dapat memenuhi kriteria


sebagai berikut :
IV.1 Terawasinya pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
IV.2 Terkendalinya waktu pelaksanaan pekerjaan fisik sesuai jadwal
dan biaya sebagaimana tertera dalam kontrak.
IV.3 Diterimanya laporan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) dari Jasa Konsultansi Pengawasan tentang kemajuan
pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
IV.4 Terusulkannya rencana perubahan-perubahan serta
penyesuaian-penyesuaian pekerjaan di lapangan kepada pihak
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
IV.5 Terperiksanya gambar shop drawing dan as built drawing yang
diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.
IV.6 Terperiksanya dan tertandatanganinya Berita Acara Bobot
pekerjaan yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana sesuai
prestasi pekerjaan yang telah dicapai.
IV.7 Terselenggaranya rapat-rapat koordinasi teknis dilokasi proyek
secara berkala (mingguan) dan insidentil sesuai kebutuhan.
IV.8 Tercatatnya usulan perubahan serta penyesuaian pekerjaan
dilapangan yang akan dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana
dalam Buku Harian Lapangan (BHL) oleh konsultan pengawas.

IV.9 Tercatatnya daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima


pertama, mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaannya.

V. Lokasi Kegiatan Kawasan Blok M

VI. Nama Organisasi SKPD : Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta
Pengadaan Barang PA : Kepala Dinas Bina Marga
dan Jasa KPA : Kepala Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan
Jaringan Utilitas
PPK : Kepala Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan
Jaringan Utilitas
PPTK : Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan
Kelengkapan Prasarana Jalan
POKJA : Pokja UPPBJ Balaikota
PPHP : PPHP Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta

VII. Anggaran VII.1 Sumber Pendanaan Kegiatan ini dibiayai dari sumber
Pelaksanaan pendanaan : APBD Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta
Tahun Anggaran 2017 :
Organisasi : 1.03.013 Dinas Bina Marga
Program : 1.03.01 Program Pembangunan
/Peningkatan Jalan dan Jembatan
Kegiatan : 1.03.01.013 Pembangunan Trotoar
dan Bangunan Pelengkap Jalan
Jakarta Selatan
Lokasi Kegiatan : Provinsi DKI Jakarta
Kode Rekening : 5.2.3.21.09
Tahun Anggaran : 2017

VII.1 Besarnya biaya Pengadaan Jasa Konsultansi Pengawasan ini,


mengacu kepada ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 161 Tahun 2014
Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 142
Tahun 2013 Tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan
Keuangan Daerah dan Pedoman Standar Minimal Tahun 2013,
Biaya Langsung Personil (Remuneration/Billing Rate) dan
Biaya Langsung Non Personil (Direct Cost) kegiatan jasa
konsultansi yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Nasional
Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO).

Perkiraan biaya untuk Jasa Konsultansi Pengawasan sesuai


dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Bina
Marga Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2017 adalah
sebesar Rp. 437.712.000,00 (empat ratus tiga puluh tujuh juta
tujuh ratus dua belas ribu rupiah).

VII.2 Metode Pembayaran


Tata cara pembayaran Jasa Konsultansi Pengawasan ini
adalah sekaligus.

VIII. Ruang Lingkup VIII.1 Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik yang
disusun oleh Kontraktor Pelaksana, yang meliputi program-
program pencapaian sasaran fisik, penyediaan dan
penggunaan sumber daya berupa: tenaga kerja, peralatan dan
perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana, program
Quality Assurance /Quality Control, dan program kesehatan
dan keselamatan kerja (K3);

VIII.2 Mengawasi program pelaksanaan konstruksi fisik, yang


meliputi sumber daya, biaya, waktu, sasaran fisik (kualitas dan
kuantitas) hasil konstruksi, perubahan pekerjaan, tertib
administrasi, serta kesehatan dan keselamatan kerja;

VIII.3 Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis


dan manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan
tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi teknis bila
terjadi penyimpangan;

VIII.4 Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam


pelaksanaan konstruksi fisik;

VIII.5 Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:


i. Memeriksa dan mempelajari kondisi lahan dan dokumen
untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar
dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
ii. Mengawasi dan menyetujui pemakaian bahan, peralatan,
tenaga kerja, dan metoda dan produk pelaksanaan, serta
mengawasi ketepatan waktu, mutu dan biaya pekerjaan
konstruksi.
iii. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume / realisasi
fisik.
iv. Mengeluarkan instruksi atau teguran apabila pelaksanaan
tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja
baik dari segi mutu, waktu dan biaya.
v. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan
konstruksi.
vi. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala,
membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan
pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat
lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan
pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor
Pelaksana.
vii. Memeriksa dan menyetujui program kerja
harian/mingguan dan gambar-gambar pelaksanaan (Shop
Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.
viii. Memberikan justifikasi teknis atas perubahan pekerjaan
ataupun pekerjaan tambah kurang (apabila ada).
ix. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan
pelaksanaan (As-built Drawings) sebelum serah terima
pertama.
x. Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum serah terima
pertama, mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaan, dan laporan akhir pekerjaan pengawasan.
xi. Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan
sebagai kelengkapan untuk pembayaran angsuran
pekerjaan konstruksi.
xii. Menyusun laporan akhir pekerjaan konsultansi
pengawasan.

Tanggung Jawab Pengawasan


1) Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional
atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan
kode tata laku profesi yang berlaku.

Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal


sebagai berikut :
i.) Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen
kontrak yang dijadikan pedoman, serta peraturan,
standar dan pedoman teknis yang berlaku.
ii.) Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja
pengawasan yang berlaku, baik kualitas dan kuantitas
Tenaga Ahli maupun laporan-laporan yang disyaratkan.
iii.) Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang
ditimbulkan

2) Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak


hanya konsultan sebagai suatu perusahaan, tetapi juga bagi
para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat.

IX. Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan


Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat
perjanjian, yang minimal meliputi :
1) Laporan harian, berisi keterangan tentang :
a. Rencana Kerja Harian
b. Tenaga Kerja,
c. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak,
d. Alat-alat,
e. Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan,
f. Waktu pelaksanaan pekerjaan.
2) Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan
harian.
3) Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran
angsuran.
4) Laporan rapat di lapangan (site meeting).
5) Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan.

X. Proses Pekerjaan 1) Pekerjaan Persiapan


Pengawasan
a) Melaksanakan survey awal (MC0) bersama pihak Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), Kontraktor Pelaksana dan
Perencana.
b) Mereview program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi
pekerjaan yang diajukan Kontraktor Pelaksana.
c) Memeriksa Time Schedule / S-Curve yang diajukan oleh
Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan
kepada pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk
mendapatkan persetujuan.

2) Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan


a) Melaksanakan tugas pengawasan secara umum,
pengawasan lapangan dan koordinasi dengan pihak
terkait.
b) Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas
terhadap bahan, alat dan tenaga kerja selama
pelaksanaan dilapangan.
c) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil
tindakan yang tepat dan cepat, agar batas waktu
pelaksanaan dapat dipenuhi minimal sesuai dengan
jadwal yang ditetapkan.
d) Memberikan masukan/pendapat teknis tetang
penambahan dan pengurangan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta
berpengaruh pada persyaratan kontrak, yang mana
perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari
pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
e) Memberikan petunjuk, perintah dan persetujuan mutu
bahan, sejauh tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak
menyimpang dari kontrak, dimana perubahan tersebut
dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor
Pelaksana, dengan pemberitahuan tertulis serta
tembusan pemberitahuan kepada pihak Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)

3) Konsultasi
a) Melakukan konsultasi dengan pihak Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) untuk membahas segala masalah dan
persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan.
b) Mengadakan rapat lapangan secara berkala, sedikitnya
dua kali dalam sebulan, dengan pihak Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK), Perencana dan Kontraktor Pelaksana
dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan
persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, untuk
kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan
kepada semua pihak yang bersangkutan, serta sudah
diterima paling lambat 1 minggu kemudian.
c) Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila
dianggap mendesak

4) Laporan
a) Memberikan laporan dan pendapat administrasi dan
teknis kepada pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
mengenai volume, prosentase dan nilai bobot bagian-
bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh
Kontraktor Pelaksana.
b) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata
dilaksanakan, dan dibandingkan dengan jadwal yang
telah disetujui.
c) Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah
tenaga kerja, alat yang digunakan, dan mutu hasil
pelaksanaan.
d) Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat
oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan
tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan juga
perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh
Kontraktor Pelaksana (Shop Drawings).

5) Dokumen.
a) Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan
dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta untuk
keperluan pembayaran angsuran.
b) Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai
pekerjaan, serta penambahan atau pengurangan
pekerjaan guna keperluan pembayaran.
c) Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan
bulanan, Berita Acara kemajuan pekerjaan, penyerahan
pertama dan kedua.

XI. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan Pengawasan selama 6 bulan (180 hari
Pelaksanaan kalender) / mengikuti selama pelaksanaan Konstruksi Fisik
berlangsung, terhitung sejak terbit SPMK dan jika terjadi perpanjangan
waktu pelaksanaan fisik, maka konsultan tetap wajib melaksanakan
pengawasan tanpa tambahan biaya pengawasan.

XII. Metode Metode pelelangan yang diusulkan dalam pengadaan jasa konsultansi
Pelelangan pengawasan ini adalah menggunakan Seleksi Umum Prakualifikasi
dengan metode evaluasi kualitas dan biaya.

Jenis Kontrak adalah memakai kontrak harga satuan.

XIII. Persyaratan a. Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Ijin Usaha Jasa Konstruksi
Penyedia Jasa (IUJK) Klasifikasi Pengawasan Rekayasa Sub klasifikasi Jasa
Konsultansi Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi
Pengawasan (RE202) yang masih berlaku;
b. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Klasifikasi Pengawasan
Rekayasa Sub klasifikasi Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi
Teknik Sipil Transportasi (RE202) yang masih berlaku;
c. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan
manajerial untuk menyediakan Jasa Konsultansi Pengawasan
Rekayasa;
d. Memperoleh paling kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai Penyedia
Barang/Jasa dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir baik
dilingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman
subkontrak;
e. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf d, dikecualikan
bagi Penyedia Barang/Jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga)
tahun;
f. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa akan melakukan kemitraan,
Penyedia Barang/Jasa harus mempunyai perjanjian kerja sama
operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan
perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
g. Sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun
terakhir.
h. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan
jasa pengiriman (dibuktikan dengan surat keterangan Domisili);

i. Penyedia Barang/Jasa harus membuat surat pernyataan tidak


menuntut apabila pekerjaan fisik tidak dilaksanakan/dibatalkan.

XIV. Tenaga Ahli yang Dibutuhkan

XIV.1. Personil
Jabatan Jumlah Pengalaman Sertifikat
No. MM Pendidikan Keterangan
Personil Personil (tahun) Keahlian
Tenaga Ahli :
Melampirkan
SKA
-Daftar Riwayat
S1 Arsitek
TEAM LEADER Hidup (CV)
Arsitektur atau atau
1 Tenaga Ahli 1 6 5 - SKA
S1 Arsitektur SKA Ahli
Muda Gol. II A - Ijazah
Lansekap Arsitektur
- KTP / NPWP
Lansekap
- SPTA
SKA Ahli Melampirkan
Keselamat -Daftar Riwayat
AHLI JALAN S1
an Jalan Hidup (CV)
Tenaga Ahli Teknik Sipil atau
2 1 6 3 atau - SKA
Pratama S1 Teknik
SKA Ahli - Ijazah
Gol. I C Lingkungan
Teknik - KTP / NPWP
Jalan - SPTA
Tenaga Sub
Profesional :
Melampirkan
D3 -Daftar Riwayat
INSPEKTUR
Teknik Sipil/ Hidup (CV)
3 (Pengawas 4 6 3 Berijazah
Arsitektur/ -Copy Ijazah
Lapangan)
Bangunan -Copy KTP /
NPWP
Tenaga
Pendukung :
Melampirkan
-Daftar Riwayat
Computer SMA/Sederajat
4 1 6 2 Berijazah Hidup (CV)
Operator/Typist Semua Jurusan
-Copy Ijazah
-Copy KTP /
NPWP

XIV.2. Non Personil (Data Penunjang)

No. Uraian Volume Satuan Buku

Cetak / Penggandaan Dokumen

a. Laporan Bulanan 6 set 4


1

b. Laporan Akhir 1 set 4

XV. Peralatan Guna menunjang kelancaran pekerjaan dan menjamin hasil dengan
Penyedia Jasa mutu yang tinggi, Konsultan minimal menggunakan peralatan kerja
sebagai berikut :

No Peralatan Jumlah Status Kepemilikan *


1. Camera Drone 1 set Dukungan/ Sewa / Milik
2. Komputer / Laptop 2 pcs Milik
3. Printer 2 pcs Milik
4. Meteran 4 pcs Milik
5. Kamera Digital 2 pcs Milik
*Status Kepemilikan dibutktikan dengan tanda bukti kepemilikan atau
surat dukungan atau perjanjian sewa

XVI. Personil XVI.1 Team Leader (Arsitek atau Ahli Arsitektur Lansekap)

Posisi ini mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas


sebagai berikut :
1) Membantu tugas-tugas Kepala Bidang Kelengkapan
Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga
Provinsi DKI Jakarta dalam menjamin pekerjaan konstruksi
sesuai dengan dokumen kontrak;
2) Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan lapangan;
3) Menelaah gambar dan desain yang ada dan memantau
penerapannya;
4) Menelaah dan mengevaluasi program, jadwal dan kemajuan
pekerjaan serta kinerja Kontraktor Pelaksana;
5) Menelaah, mengevaluasi dan merekomendasikan persetujuan
terhadap usulan pengggunaan bahan, peralatan dan
pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana;
6) Membantu pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam
perubahan pekerjaan (Contract Change Orders) dengan
pihak perencana untuk mendapat persetujuan dalam bentuk
Justifikasi Teknis;
7) Membantu pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas
keberatan, permintaan perubahan dan klaim pekerjaan yang
diajukan oleh Kontraktor Pelaksana dalam bentuk Justifikasi
Teknis;
8) Bertangggung jawab terhadap pengendalian mutu yang
dilakukan oleh Tenaga Pendukung;
9) Memantau kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan
mempersiapkan Laporan Bulanan (Fisik dan Keuangan), hasil
pengujian mutu dan masalah-masalah yang dialami oleh
Kontraktor Pelaksana;
10) Mempersiapkan notulen rapat;

11) Melaporkan kepada pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


terhadap Critical Path, mengevaluasi penyebab-penyebab
terjadi keterlambatan dan memberikan saran tindakan yang
harus diambil agar kemajuan kegiatan tetap terjaga;
12) Membantu dan membuat rekomendasi tanggal PHO dan
masa Jaminan Pemeliharaan serta mempersiapkan daftar
kekurangan dan kerusakan pekerjaan (Defect List) yang harus
diperbaiki;

XVI.2 Ahli Jalan (Ahli Keselamatan Jalan atau Ahli Teknik Jalan)

Posisi ini mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas


sebagai berikut :
1) Membantu tugas-tugas Team Leader dalam menjamin
pelaksanaan konstruksi sesuai dengan kaidah keselamatan
dan struktural;
2) Bertanggung jawab terhadap aspek struktural dan aspek K3 di
lapangan;
3) Menelaah gambar dan disain yang ada dan memantau
penerapannya;
4) Menelaah, mengevaluasi dan merekomendasikan persetujuan
terhadap usulan pengggunaan bahan, peralatan dan
pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana;
5) Bertangggung jawab terhadap pengendalian mutu yang
dilakukan oleh Tenaga Pendukung;
6) Memantau hasil pengujian mutu;
7) Melaporkan kepada Team Leader terhadap metode
pelaksanaan dan K3 dan memberikan saran tindakan yang
harus diambil;
8) Membantu Team Leader mempersiapkan daftar kekurangan
dan kerusakan pekerjaan (Defect List) yang harus diperbaiki;

XVI.3 Tenaga Sub Professional : Inspector (Pengawas Lapangan)

Posisi ini mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas


sebagai berikut :
1) Bertanggung jawab menjaga mutu pekerjaan dan menjamin
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kontrak;
2) Memeriksa pekerjaan sementara, peralatan dan metoda kerja
Kontraktor Pelaksana;
3) Membantu melaksanakan instruksi pihak Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan;
4) Membantu melaksanakan instruksi pihak Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) berkaitan dengan manajemen mutu;
5) Memeriksa dan memastikan kelengkapan peralatan
laboratorium dan kalibrasi peralatan Kontraktor Pelaksana;
6) Mengawasi pengambilan semua contoh bahan dan
membawanya ke laboratorium untuk diuji. Memberikan saran
atas hasil ukuran yang tidak memenuhi kepada Kontraktor
Pelaksana, melalui Tenaga Ahli;
7) Menyimpan catatan kegiatan Kontraktor Pelaksana serta
memperingatkan Kontraktor Pelaksana secara tertulis apabila
pekerjaan yang kurang bagus;
8) Memplot kemajuan harian Kontraktor Pelaksana pada bagan
yang telah disetujui;
9) Memantau dan melaporkan kecelakaan dan penyimpangan
yang terjadi di lapangan;
10) Memelihara catatan kemajuan harian, mencatat cuaca,
pengiriman bahan, perubahan ukuran dan dukungan tenaga
kerja, peralatan di lapangan, kuantitas pekerjaan yang telah
selesai, pengukuran lapangan dan kejadian-kejadian khusus
atau pekerjaan tambahan;
11) Bertanggung jawab mengukur semua kuantitas dan pekerjaan
sementara serta menyimpan semua catatan pengukuran,
perhitungan kuantitas dan sertifikat pembayaran; menjamin
bahwa Kontraktor Pelaksana dibayar sesuai dengan kontrak;
12) Mengawasi survey-survey lapangan yang dilakukan oleh
Kontraktor Pelaksana untuk menjamin ketepatan pengukuran
kuantitas yang tergambarkan dalam setiap sertifikat
pembayaran (bobot);
13) Melaksanakan atau memeriksa perhitungan kuantitas
Kontraktor Pelaksana dan semua sertifikat pembayaran
(bobot);
14) Mencatat jadwal progress yang up to date dan membantu pihak
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan data pembayaran
dan fisik pada saat diperlukan;
15) Membantu Team Leader membuat laporan dan sertifikat
pembayaran untuk semua kuantitas dan pekerjaan sementara
dan PHO.

XVI.4 Tenaga Pendukung : Operator Komputer

Posisi ini mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas


sebagai berikut : Membantu team leader dan inspector dalam
melaksanakan tugas administrasi sesuai dengan tugas dan
kebutuhan.

XVII. Pelaporan Dalam melaksanakan pekerjaan tiap penyedia jasa konsultansi harus
mempunyai laporan dan menyampaikan kepada pihak Pejabat
Pembuat Komitmen sesuai yang dipersyaratkan pada setiap periode
yang telah ditetapkan yakni sebagai berikut :

1) Laporan Bulanan (sebanyak 4 set X 6 bulan)


Berdasarkan kemajuan progres pekerjaan tiap minggu
kemudian dikompilasikan dalam laporan bulanan sehingga
laporan bulanan ini merupakan rangkuman kegiatan
mingguan yang antara lain berisi:
Laporan Mingguan berisikan antara lain:
a) Laporan Umum
Menerangkan tentang evaluasi pelaksanaan pekerjaan
pada minggu yang bersangkutan, laporan mengenai
prestasi yang dapat dicapai pada minggu bersangkutan,
aktifitas kegiatan dalam periode 1 (satu) minggu serta
masalah-masalah dan saran-saran Konsultan kepada
Penyedia Jasa Konstruksi agar tidak terjadi
keterlambatan kegiatan.
b) Laporan Kemajuan Kegiatan
Dari laporan mengenai prestasi yang diterangkan dalam
laporan Umum diatas, kemudian di break down (diperinci)
lebih lanjut bobot prestasi tiap uraian pekerjaan, sehingga
akan didapat prestasi kumulatif pada minggu
bersangkutan, serta prestasi yang dicapai yaitu prestasi
pelaksanaan dikurangi prestasi perencanaan (Time
Schedule).
c) Laporan Pemasukan Bahan
Konsultan membuat laporan mengenai barang-barang
yang ada di lapangan baik dari volume maupun mutu /
kualitasnya.
d) Laporan Pemakaian Alat
Konsultan membuat laporan mengenai jenis peralatan
yang ada di lapangan baik yang dipakai maupun yang
rusak, serta memberikan saran-saran pemakaian alat
yang lebih cocok (efektif dan efisien) untuk dipakai pada
pekerjaan yang bersangkutan.
e) Laporan Jumlah Tenaga Kerja
Dalam laporan ini harus mencakup jumlah tenaga kerja,
dari mulai Pelaksana Kegiatan (Site Manager) sampai
dengan tukang, serta mengevaluasi jumlah tenaga kerja
yang dibutuhkan sesuai dengan jenis kegiatan yang
sedang dilaksanakan.
Begitu juga untuk jenis pekerjaan yang dicapai oleh
Kontraktor Pelaksana dalam periode 1 (satu) minggu.

Dari hasil Laporan Mingguan jika digabungkan akan menjadi


suatu Laporan Bulanan terdiri dari 4 (empat) rangkap,
sehingga dalam Laporan Bulanan ini, tidak berbeda dengan
Laporan Mingguan, yaitu berisi antara lain :
a) Laporan Umum beserta permasalahannya;
b) Laporan Kemajuan Pekerjaan dalam perode 1 (satu)
bulan;
c) Time Schedule berupa realisasi pelaksanaan dan
rencana;
d) Laporan Pemakaian Alat dan Bahan dan Tenaga Kerja;
e) Laporan hasil pemeriksaan Laboratorium;
f) Laporan hasil rapat (risalah/notulen rapat).

2) Laporan Akhir (sebanyak 4 set)


Pada akhir kegiatan Konsultan membuat Laporan Akhir dari
keseluruhan pelaksanaan yang dilengkapi dengan gambar-
gambar realisasi pelaksanaan di lapangan (As Built Drawing)
dengan jumlah 5 (lima) rangkap.
Adapun Laporan Akhir ini berisikan :
1. Pendahuluan
Berisi gambar kegiatan pembangunan yang
dilaksanakan.
2. Uraian umum kegiatan :
a) Lokasi kegiatan
b) Gambar peta situasi, potongan melintang dan
memanjang (alinyemen vertikal dan horizontal)
c) Administrasi kontrak
d) Data kegiatan
e) Bar chart dan time schedule
f) Hal-hal khusus yang terjadi selama pelaksanaan
3. Laporan Laboratorium
a) Kualitas/quality control (jika ada/perlu)
b) Uitzet / peil pengukuran (jika ada/perlu)
c) Kuantitas / Quantity Control (jika ada/perlu)

4. Keadaan cuaca
5. Organisasi kegiatan
a) Perincian tugas dan kewajiban, wewenang dan
tanggung jawab staf pengawasan
b) Struktur organisasi
c) Daftar sub penyedia jasa konstruksi (jika ada)
6. Pernyataan biaya:
a) Biaya total
b) Tahapan persentase termin (sesuai yang diatur
dalam dokumen kontrak)
7. Foto-foto pelaksanaan pekerjaan (0%, 50% dan 100%)

8. Kesimpulan.

3) Technical Report, ,meliputi antara lain :


a) Justifikasi teknis dalam hal perubahan pekerjaan
(tambah/kurang);
b) Benefit/Cost Ratio analysis (jika diperlukan)

XVIII. Produksi Dalam Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja
Negeri (KAK) ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia
dan diharuskan menggunakan produksi dalam negeri yang dalam
penggunaannya merupakan bahan material yang kokoh dan kuat yang
sesuai dengan SNI.

XIX. Persyaratan Dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis, Konsultan


Kerjasama Pengawasan harus memenuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh
pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) baik secara lisan maupun
tertulis dan berpedoman pada Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah.

Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan orang-


bulan (Man-Month). Bagi Konsultan yang melaksanakan pekerjaan
tidak sesuai dengan peraturan maupun ketentuan tersebut, akan
dikenakan sanksi berupa teguran, peringatan, denda dan
pembatalan/pencabutan SPK atau Surat Perjanjian/Kontrak.

Semua hasil laporan-laporan harus disimpan dalam Compact Disc


(CD) atau flash disk serta diserahkan sebagai produk Konsultan yang
bersangkutan.

XX. Pedoman Kepala Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas
Pengumpulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 1 (satu) berkas yang
Data Lapangan berisi data dan informasi yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja
(KAK) ini, Rencana Kerja dan Syarat yang akan menjadi lampiran
Kontrak.

Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyediakan fasilitas


pelayanan semaksimal mungkin kepada Konsultan Pengawas, seperti
dalam hubungannya dengan Laboratorium Dinas Bina Marga Provinsi
DKI Jakarta untuk Quality Control dan sebagainya.

XXI. Penutup 1. Apabila terdapat hal yang bertentangan dengan ketentuan,


peraturan, pedoman dan kebijakan pemerintahan yang berlaku
maka segala sesuatu yang termaksud di dalam Kerangka Acuan
Kerja (KAK) ini diteliti dan ditinjau kembali.

2. Hal-hal yang belum diatur dalam KAK ini akan ditetapkan lebih
lanjut.

3. Demikian KAK ini dibuat untuk dipergunakan sebagai acuan dalam


pengadaan jasa konsultansi pengawasan bidang Kelengkapan
Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Provinsi DKI Jakarta ini.

Kepala Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan


dan Jaringan Utilitas
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta
Selaku
Kuasa Pengguna Anggaran/
Pejabat Pembuat Komitmen

Muhammad Najib
NIP 196209041997031002