Anda di halaman 1dari 3

12

III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual

Pertumbuhan pada krustase, termasuk lobster air tawar terbatasi oleh

exoskeleton (kutikula). Untuk dapat tumbuh menjadi ukuran lebih besar, lobster

air tawar harus melakukan molting. Dalam persiapan molting, lobster mengurangi

asupan pakan dan aktivitas. Pada awalnya, lapisan bawah kutikula terdisosiasi

melepaskan kandungan kalsium untuk meningkatkan fleksibilitas serta

menipiskan eksoskeleton (Reynolds 2002).

Antara 10% hingga 20% kandungan kalsium yang dibutuhkan untuk

mengeraskan exoskeleton baru didapatkan dari gastrolith (Taughbol et al, 1996).

Ketika kutikula telah dilepaskan, gastrolith akan turun menuju bagian foregut

perut lobster dimana gastrolith akan diurai untuk memungkinkan penyerapan

kalsium selanjutnya. Kalsium ini digunakan untuk me-kalsifikasi kembali bagian

tubuh lobster sehingga aktivitas makan dapat dilakukan. Karena hanya sebagian

kecil kalsium yang dapat disimpan dalam gastrolith, maka kebutuhan kalsium

tinggi untuk menggantikan kalsium yang terbuang. Hal ini menjadi penyebab

lobster memakan kutikula lamanya (Reynolds, 2002). Pengerasan kutikula baru

menjadi faktor penting dalam pertumbuhan lobster karena akan membuat hewan

ini melanjutkan aktivitas makan dan terhindar dari kanibalisme (Stein, 1977).

3.2 Hipotesis Penelitian


13

H0 : Penambahan kalsium pada pakan komersil dapat meningkatkan laju

pertumbuhan lobster air tawar red claw (Cherax quadricarinatus)

Ha : Penambahan kalsium pada pakan komersil dapat meningkatkan efesiensi

pakan lobster air tawar red claw (Cherax quadricarinatus)


14

Budidaya Lobster Air Pertumbuhan Kebutuhan Kalsium


Tawar Red Claw (moulting)

Benih Pakan Lingkungan

Rekayasa Pakan

Pakan Komersil +
Kalsium(Ca)

Pertumbuhan Lobster
Air Tawar Red Claw

Efesiensi Pakan Frekuensi Kecepatan


Lobster Air Tawar Red Moulting
Claw

Meningkatkan
Produksi

Gambar 3. Bagan Konsep Penelitiana


Keterangan :

: Aspek yang Tidak Diteliti


: Aspek yang Diteliti