Anda di halaman 1dari 6

INDUSTRI KECIL

Disusun Oleh :

Jendri Arianto Sitorus (12.30.0247)

PROGRAM STUDI MANAGEMENT


FAKULTAS MANAGEMENT DAN BISNIS
UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2015
A. DATA RESPONDEN

1. Nama : Vidi Aldiana Suningrum


Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 27
Pekerjaan : SPG Rokok
Pendidikan Terakhir : Perguruan Tinggi

2. Nama : Fransiskus Santo Situmorang


Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 38
Pekerjaan : Kariyawan Bank
Pendidikan Terakhir : Perguruan Tinggi

B. KARAKTERISTIK PRODUK PANGAN


1. Produk pangan (makanan dan minuman) harus menggunakan bahan yang tidak
mengandung zat kimia dan aditif lainnya.
Dengan menganalisa jawaban para responden tersebut, merek sangat setuju dengan
ini. Karena, mereka sangat mengerti dengan efek atau dampak yang disebabkan
produk pangan yang mengndung zat kimia dan aditif.
2. Produk pangan (makanan dan minuman) harus diproses dengan menggunakan prinsip
Good Manufacturing Practice/GMP (terutama kebersihan dan kesehatan).
Dari data responden, mereka sangat setuju dengan hal ini. Karena mereka tau tentang
kebaikan makanan yang sehat dan kebersihan makanan yang sangat terjaga membuat
mereka bisa hidup dengan sehat.
3. Kemasan produk pangan (makanan dan minuman) harus menggunakan bahan yang
ramah lingkungan.
Jawaban para responden adalah sangat setuju. Karena mereka sadar akan dengan
lingkungan yang saat ini sangat kotor akan sampah-sampah kemasan produk yang
tidak ramah lingkungan. Pada umumnya, saat ini semua orang tidaklah perduli akan
lingkungan. Maka dari itu ramah lingkungan bias terjadi bila para konsumen atau
perusahaan perduli dengan akan hal itu (semua orang).

C. SIKAP TERHADAP PRODUK PANGAN


1. Seberapa sering para responden membeli bahan pangan organik, jawaban kedua
responden ada perbedaan yang sangat nampak. Yaitu dimana responden yang wanit
lebih sering membeli ketimbang yang peria. Peria terkadang membeli produk pangan
organik dikarenakan kebiasaan yang membeli kebutuhan pangan adalah istri yang
memperhatikan kesehatan dalam hidupnya. Sedangkan wanita lebih sering
dikarenakan ia tau memilih kebutuuhan pangan yang sehat bagi tubuhnya sendiri dan
lebih percaya dengan pilihannya sendiri.

2. Seberapa sering anda mengkonsumsi bahan pangan organik.


Jawabn responden wanita adalah sering, dikarenakan dengan mengkonsumsi
makanan organik maka kesehatan dan kebersihan produk tersebut sangat terjamin
bagi tubuh.
Sedangkan jawaban dari respondent pria adalah kadang-kadang. Dikarenakan
ia jarang terlalu banyak berpikir untuk mengkonsumsi makanan yang dapat
menggangu pekerjaannya atau tidak mengkonsumsi makanan selain makan kebutuhan
energy tubuhnya. Seperti makan nasi, sayur-sayuran, buah-buahan yang diberi oleh
istrinya.
3. Seberapa sering anda mengkonsumsi pangan organik siap konsumsi.
Dari jawaban kedua responden tersebut dapat disimpulkan bahwa keduanya
sering membeli walaupun jarang. Dikarenakan beberapa factor, yaitu kesibukan kerja
salah satunya dan faktor pengiritan ongkos. Dimana faktor ongkos atau pendapan
juga mempengaruhi untuk membeli membeli produk pangan organik siap konsumsi.
4. Seberapa sering anda membeli pangan organik siap konsumsi.
Tidak jauh dengan pendapat dari jawban nomor tiga, dimana kedua responden
tersebut sering dan terkadang mengkonsumsi maka dari itu juga dengan membeli.
Terkecuai dengan responden peria yang membeli seorang istrinya kemungkinan
istrinya lebih sering ketimbang dirinya.
5. Menurut anda harga bahan pangan organik dan pangan organik siap konsumsi
Kedua responden ini terlihat memiliki perbedaan. Dimana mereka menjawab
pertanyaan ini bedasarkan faktor pendapan gaji mereka. Untuk yang wanita yang
gajinya pas-pasan buat memenuhi kebutuhan hidup beranggapan bahwa keseringan
membeli akan menyebabkan banyknya pengeluaran sehingga taka da pemasukkan
yang ia dapat dari hasil kerjanya selama ini. Maka dari itu ia beranggapan bahwa
harga untuk bahan pangan organik dan pangan organik yang siap konsumsi mahal.
Sedangkan untuk pria yang memiliki gaji yang sedikit banyak dan mampu
memenuhi kebutuhan rumah tangganya ia beranggapan kalo harga itu murah. Disi
dapat kita lihat perbandingan setatus gaji dapat mempengaruhi kemampuan seseorang
untuk membeli suatu kebutuhan.
6. Apakah anda memiliki daya beli terhadap bahan pangan organik dan pangan organik
siap konsumsi.
Dari data responden mereka semua memiliki daya beli. Cuma, yang
membedakan adalah dimana banyaknya jumlah pembelian bahan pangan organik dan
pangan organik siap konsumsi. Diaman perbedaan ini dikarnakan pendapan yang
berbeda dan tingkat kebutuhan sehari-hari yang berbeda. Untuk pria Ia harus membeli
lumayan banyak karna dihitung dengan anak dan istri. Sedangkan untuk respondent
wanita Ia hanya membeli untuk memenuhi kebutuhan hidupanya sehari-hari.
7. Apakah anda melakukan proses pengolahan bahan pangan menjadi pangn siap
konsumsi dengan menggunakan prinsip GMP.
Untuk jawaban responden pria, Ia jarang melaukan pengolahan dikarnakan Ia
hanya mengurusi pekerjaan dan sedangkan yang mengolah bahan pangan menjadi
siap konsumsi adalah istrinya. Berbeda dengan responden wanita, Ia selalu
melakukannya karena hidup mandiri adalah salah satu faktor utama yang
menyebabkan Ia harus bias mengolah pangan untuk hidupnya. Kedua Ia harus benar-
benar bias mengatur sistemm keuangan untuk mencukupi hidupnya dengan gaji yang
tidak terlalu tinggi.
8. Apakah anda menyarankan anggota keluarga melakukan proses pengolahan bahan
pangan menjadi pangan siap konsumsi dengan menggunakan prinsip Good
Manufaturing Practice.
Dari pengamatan jawaban kedua responden tersebut meraka sebenarnya lebih
memperhatikan ini apalagi wanita, Ia selalu mengarahkan kepada keluarganya untuk
mengolah bahan pangan sendiri karna lebih terpacaya mengolah sendiri ketimbang
harus beli yang siap konsumsi. Jadi lebih terjamin kesehatan dan kebersihan
mengolah sendiri ketimbang harus membeli pangan siap konsumsi. Sedangkan yang
pria terkadang mengingatka sang istri untuk mengolah sendiri bahan pangan
ketimbang harus membeli yang siap konsumsi. Tetapi jika terpaksa maka membeli
yang siap konsumsi kepada langganan keluarga yang sudah terpercaya mutu dari
pengolahan bahan pangan tersebut. Tidak sembarangan membeli dan mengkonsumsi
pangan yang sudah siap saji.
9. Apakah anda memberi pengaruh terhadap pihak lain (anggota keluarga, teman, orang
lain) untuk membeli dan mengkonsumsi bahan pangan organik dan pangan organik
siap konsumsi.
Pada umumnya setiap orang selalu dapat mempengaruhi orang-orang
bterdekatnya untuk membeli dan mengkonsumsi suatu barang dan jasa. Dan ini
terlihat pada kehidupan kita sehari-hari. Seperti itu juga terhadap kedua responden ini
dimana keduanya terkadang mempengaruhi orang-orang terdekatnya untuk membeli
dan mengonsumsi mana yang menurut meraka baik dan sehat. Apalagi responden
wanita juga selalu mengingatkan dan mempengaruhi orang-orang terdekatnya untuk
membeli dan mengkonsumsi pangan organik yang menurutnya baik untuk kesehatan
tubuh.
10. Apa yang anda lakukan dengan kemasan produk pangan yang terbuat dari bahan yang
tidak ramah lingkungan (plastik, Styrofoam, dll).
Untuk jawabn responden wanita Ia mmelakukan membuang sampah kemasan
produk ketempat sampah dan memilah mana yang sampah organik atau pun non
organik. Pada dasarnya di tempat umum tempat sampah ada dua jenis mana sampah
organik dan mana sampah non organik. Itu harus pas kita membuangnya pada tempat
dan nama sampah tersebut.
Sedangkan untuk hasil responden pria, Ia kurang memperhatikan lingkungan
sehingga Ia membuang sampah begitu saja. Walau Ia sadar apa yang dia lakukan
salah dan dapat mencemari lingkungan dalam kata lain tidak ramah lingkungan.
11. Apa pendapat anda mengenai kemasan produk pangan yang terbuat dari bahan yang
tidak ramah lingkungan (plastic, Styrofoam, dll)
Penjelasan untuk responden pria : Dengan kemasan yang tidak ramah
lingkungan sebenarnya memiliki dampak bagi kesehatan dan lingkungan kita. Namun
di jaman sekarang banyak yang tidak perduli dengan itu semua, karena jaman
sekarang semua orang lebih suka pada yang praktis.
Penjelasan untuk responden wanita : Dengan menggunakan bahan dari yang
tidak ramah lingkungan tentunya membuat berbagai dampak bagi kesehatan dan
lingkungan. Maka, sebaiknya produk-produk pangan seperti itu tidak menggunakan
bahan kemasan produk seperti plastic atau Styrofoam.

D. KESIMPULAN

Dari data responden tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita seharusnya
dapat mengerti mana produk pangan yang baik untuk kesehatan dan juga produk yang
ramah lingkungan. Semua makanan yang mengandung zat kimia dan zat aditif tidaklah
layak konsumsi. Karna dengan mengkonsumsi zat-zat berbahaya tersebut kita dapat
terserang berbagai penyakit yang dapat mengancam kehidupan kita.
Untuk perusahan seharusnya sudah memperhatikan kesehatan konsumen dan
memperhatikan lingkungan yang berdampak besar bagi dunia ini. Untuk produk yang
menggunakan prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) dan menerapkan prinsip
green manufacturing adalah langkah yang sangat dibutuhkan dan sangat baik untuk
kelangsungan ekosistem lingkungan. Makan dari itu kesadaran dari dalam diri para setiap
manusia sangatlah berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup dan lingkungan kita
ini. bukan hanya memikirkan diri sendiri kita juga harus memikirka kelangsungan hidup
bagi penghuni bumi ini. Dampak yang sangat besar terjadi bila kita tidak memikirkan
kelangsungan lingkungan dan kehidupan dunia ini. Maka kesehatan dan juga lingkungan
yang nyaman kita yang menciptakannya, bukan merusak yang hanya kita dapat lakukan.