Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 3

BLOK KURATIF DAN REHABILITATIF III

Perawatan Periodontal Fase 1I

KELOMPOK 4

Afthin Maritta Noviyanti 141610101001


Fadhilah Rusmaputeri 141610101008
Erlita Prestiandari 141610101016
Tazqia Jamil Pratami 141610101020
Paramita Rachmawati Z 141610101023
Larasati Puspitaningrum 141610101028
An Nisaa Dejand F 141610101034
Qurrotulaini Wahyu Pratiwi 141610101035
Heni Jayanti 141610101062
Tutor :

drg. Erawati Wulandari, M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JEMBER

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan tutorial yang
berjudulPerawatan Periodontal Fase 1. Laporan ini disusun untuk memenuhi hasil
diskusi tutorial kelompok IV pada skenario ketiga blokBlok Kuratif Dan
Rehabilitatif III.

Penulisan makalah ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh
karena itu penyusun ingin menyampaikan terimakasih kepada:
1. drg. Erawati Wulandari, M.Kes.selaku tutor yang telah membimbing
jalannya diskusi tutorial kelompok IV Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Jember dan telah memberikan masukan yang membantu bagi
pengembangan ilmu yang telah kami dapatkan.
2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan
dalam perbaikanperbaikan di masa mendatang demi kesempurnaan laporan ini.
Semoga laporan ini dapat berguna bagi kita semua.

Jember, Maret 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................
i

Daftar isi.....................................................................................................................
ii

SKENARIO 3.............................................................................................................
1

STEP 1.Definisi Kata Sulit.............................................................................


2

STEP 2.RumusanMasalah..............................................................................
2

STEP 3.PembahasanRumusanMasalah..........................................................
3

STEP 4.PetaKonsep........................................................................................
7

STEP 5.TujuanPembelajaran..........................................................................
8

STEP 7.PembahasanTujuanPembelajaran......................................................
8

Daftar pustaka............................................................................................................
27
Skenario :

Perawatan Periodotal Fase II

Pasien perempuan usia 20 tahun datang ke RSGM UNEJ untuk


pemeriksaan dan perawatan gusi rahang bawah depan. Pasien mengeluh
pembengkakan pada gusi, perdarahan saat menyikat gigi sejak kurang lebih 1
tahun yang lalu, tidak sakit dan belum pernah melakukan perawatan sebelumnya.
Pemeriksaan klinis menunjukkan vebagai berikut : 1) kebersihan mulut
pasien buruk dan akumulasi plak pada gigi-gigi kedua rahang. 2) kalkulus pada
permukaan lingual gigi-gigi rahang bawah dan kalkulus subgingiva di semua
regio. 3) kehilangan perlekatan pada 11, 12, 21, dan 22 dengan probing depth
antara 3,5-5,5 mm; 4) perdarahan saat probing dan edema gingiva pada semua
regio ; 5) pembesaran gingiva pada gingiva labial 31, 33, 41, 42, dan 43; 6)
halitosis. Pemeriksaan radiografi menunjukkan resorbsi tulang alveolar pola
horizontal kurang dari panjang akar pada gigi-gigi 11, 12, 21, 22.
Pasien setelah perawatan fase I dilanjutkan perawatan bedah periodontal
sederhana pada regio anterior rahang bawahnya.

Step 1
1. Perawatan periodontal fase II :
Perawatan lanjutan setelah fase evaluasi perawatan periodontal fase 1 yang
berupa pembedahan, atau nama lainnya yaitu fase bedah periodontal.
2. Resorbsi tulang alveolar pola horizontal :
Penurunan tulang alveolar dari puncak tulang ke arah margin.
3. Probing depth 3,5-5,5 mm :
Pemeriksaan kedalaman poket gingiva dari puncak ke dasar sulkus.
Normalnya 2-3mm.
4. Edema gingiva:
Pembekakan gingiva karena inflamasi dengan tanda klinis adanya
pembesaran dan kemerahan pada gingiva.
5. Kehilangan perlekatan :
Keadaan dimana gingiva tidak melekat dengan gigi, sehingga membentuk
suatu poket patofisiologi / poket periodontal.
6. Halitosis :
Keadaan bau mulut, bila dalam keadaan patologis bisa dikarenakan OH
buruk serta akumulasi plak dan kalkulus.

Step 2
1. Apa diagnosis pada RA dan RB pasien di skenario?
2. Apa etiologi pada regio anterior RA dan RB pasien?
3. Tindakan apa yang dilakukan dokter gigi untuk memperbaiki RA dan
RB pasien?
4. Apa indikasi dan kontra indikasi dari perawatan periodontal fase II?
5. Apa saja macam, instrumentasi, dan teknik perawatan periodontal fase
II?
6. Mengapa pada pasien tersebut hanya RB yang dilakukan perawatan
fase II?
7. Apakah etiologi dari halitosis pada pasien?
8. Mengapa kelainan pada RA bisa menyebabkan resorbsi tulang alveolar
horizontal, sedangkan yang RB tidak?
9. Apa ada perawatan pasca fase II?

Step 3

1. Diagnosis RA : Periodontitis kronis


Diagnosis RB : gingivitis hiperplastik (sementara, dibahas lagi di LO)
2. Etiologi pada RA : akumulasi plak, kalkulus subgingiva.
Etiologi pada RB : diagnosa masih belum jelas, tapi kemungkinan etiologi
bisa dikarenakan oleh akumulasi plak, kalkulus, dan OH pasien yang
buruk.
3. Rencana perawatan pada RA :
- Kuretase, untuk mengambil jaringan granulasi, menghilangkan probing
depth, menambah perlekatan, memperbaiki estetis.
- Scaling dan root planing, tergantung hasil evaluasi dari perawatan
periodontal fase I
- Bone graft, untuk memperbaiki resorbsi tulang alveolar.
Rencana Perawatan pada RB : (diagnosis belum dipastikan)
4. Indikasi perawatan periodontal fase II :
- Poket periodontal > 4mm
- Inflamasi berkelanjutan setelah evaluasi fase I
Kontra indikasi perawatan periodontal fase II :
- Kelainan sistemik
5. Macam, instrumen, dan teknik perawatan periodontal fase II :
a. Kuretase , yaitu pengerokan dari jaringan granulasi. Bisa dilakukan pada
supragingiva dan subgingiva. Alat yang digunakan adalah kuret (universal
dan gracey. (Teknik akan dibahas di LO)
b. Gingivectomy, yaitu eksisi dari gingiva. Instrumen yang dipakai
diantaranya ada pocket marker, alat ultrasonik, pisau periodontal
(krirkland dan orkland knife). Teknik nya bisa dengan teknikmterputus
yaitu eksisi dilakukan per gigi atau dengan teknik langsung.
6. Sebaiknya, perawatan fase II dilakukan pada kedua rahang dan yang
dilakukan terlebih dahulu yaitu pada RB karena merupakan keluhan
utama. Dengan melakukan perawatan fase I kemungkinan pada RA telah
mengalami perbaikan jaringan, sehingga yang dilakukan perawatan pada
RB terlebih dahulu karena kemungkinan etiologi RB bukan karena
akumulasi plak.
7. Halitosis bisa karena fisiologis maupun patologis. Bila itu keadaan
patologis, maka etiologinya bisa karena OH buruk , akumulasi plak,
maupun akumulasi dari keadaan rahang yang memang keseluruhan terjadi
suatu patologis.
8. Hanya RA yang mengalami resorbsi tulang karena tulang maksila lebih
spongius daripada mandibula yang kompak. Dan kemungkinan karena RA
yang didiagnosis periodontitis kronis tipe localized sehingga terjadinya
resorbsi tulang hanya secara lokal di RA.
9. Evaluasi pasca perawatan fase II bisa ditunjang dengan foto rontgen pada
fase pemeliharaan agar kita tahu bagaimana perkembangan jaringan yang
telah dilakukan perawatan.
Ada pula beberapa instruksi yang perlu diberitahukan kepada pasien agar
keberhasilan perawatan terjadi secara optimal , diantaranya :
- tidak berkumur selama 24 jam setelah pembedahan
- tidak makan makanan yang lengket, keras, dan pedas.
- Pemakaian anti inflamasi dan antibiotik bila diperlukan
- Pemakaian periodontal dressing selama 1 minggu.
- Tidak menyikat gigi pada area yang diberi periodontal dressing

Step 4
MAPPING
Pemeriksaan

Diagnosis

Etiologi Rencana Perawatan RA ; RB

Perawatan Periodontal Fase I

Evaluasi

Perawatan Periodontal Fase II

Indikasi dan Macam Teknik dan


Instrumen
Kontra Indikasi Prosedur
Evaluasi

Perawatan pasca bedah Instruksi

Keberhasilan Perawatan

Step 5
Mampu mengetahui, memahami, dan menjelaskan :
1. Diagnosa, etiologi, dan rencana perawatan RB
2. Macam, prosedur, instrumentasi, dan teknik perawatan periodontal fase
II
3. Indikasi dan kontra indikasi dari perawatan periodontal fase II
4. Tindakan (instruksi) pasca perawatan periodontal fase II
5. Evaluasi perawatan periodontal fase II