Anda di halaman 1dari 6

KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN

MASYARAKAT
Posted by (ecky) Kamis, 30 Desember 2010 0 comments

KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN


MASYARAKAT

Konsep:

Sistem sosial/masyarakat

Partisipasi masyarakat

Perubahan sosial/masyarakat

Sistem sosial:

Komunitas sebagai sistem:

Menyeluruh

Batas

Organisasi

Terbuka

Feedback

Partisipasi masyarakat:

Ada 2 pendekatan:

Pendekatan Partisipasi:

o Komunitas dilibatkan dalam perencanaan, penyelesaian masalah

o Proses berubah lambat

o Kelompok/masyarakat merasa memiliki komitmen u/ berubah dalam jangka


panjang

Pendekatan langsung:

o Proses berubah ditentukan oleh kekuatan luar

o Proses berubah berjalan lebih cepat

o Masyarakat merasa tidak memiliki peran dalam perubahan dalam jangka


pendek.
Perubahan sosial:

Teori berubah Kurt Lewin (1990), ada 3 tahap perubahan sosial:

1. Unfreezing

Perubahan nilai dan tradisi

2. Changing

Identifikasi mengenal nilai baru dalam masyarakat dan tradisi

3. Refreezing

Integrasi nilai baru dalam masyarakat dan tradisi

Dalam komunitas, ada 2 kekuatan yang mempengaruhi proses perubahan:

1. faktor pendorong

2. faktor penghambat

Pengertian Pengorganisasian Masyarakat:

Proses memberi dukungan terus-menerus dalam hal:

mendidik untuk tahu dan sadar secara kritis situasi yang ada

bekerja sama mengumpulkan data dan mengidentifikasi masalah

menggerakkan dan mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah.

Partnership (Kemitraan)

Peran serta/keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan tanggung jawab


masyarakat terhadap kesehatan sendiri.

PHC, Self reliance

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

1. informed : tahu persepsi, hak dan tanggungjawabnya dengan anggota lain

2. fleksibel : mengakui keunikan dan kesamaan dari peserta

3. negociated : kontribusi bervariasi dari peserta dan situsi perlu negosiasi kekuatan dari
semua peserta.

Model Pengorganisasian Masyarakat

Social Planning

Keputusan komunitas didasarkan pada:


o Fakta/data yang dikumpulkan

o Keputusan secara rasional.

Penekanan penyelesaian masalah bukan proses

harus cepat

tujuan/hasil

Pendekatan langsung perintah untuk mengubah masyarakat dengan penekanan pada


perencanaan.

Peran :

o Fasilitator

o Pengumpul data/fakta

o Analisa

o Program implementation mengimplementasikan program dari pemerintah.

Contoh: JPS, KB, Imunisasi, Bidan Desa.

Note: Program dari pusat, penyelesaian masalah sebagai fokus (bukan proses) tanpa
melibatkan masyarakat secara langsung.

Social Action:

Merubah komunitas:

o Polarisasi/pemusatan

o Issue yang ada dikomunikasikan dengan konflik/konfrontasi antara penduduk


dan pengambil keputusan/kebijakan

Fokus: transfer kekuatan pada tingkat kelompok

Social action

o Revolusioner

o Evolusioner

Peran :

o Aktivis

o Penggerak
o Negosiator

Contoh:

Waduk Kedung Ombo konflik tidak terselesikan karena masyarakat tidak tahu
fungsi/manfaat, kepentingannya terganggu/dirugikan dsb.

TPA Sampah Keputih konflik kebijakan dalam masyarakat.

Locality Development:

Prinsip: keterlibatan langsung, melayani sendiri, membantu diri sendiri penyelesaian


masalah secara swadaya.

Prinsip praktek yang baik pada masyarakat rendah negara berkembang (tidak pada
negara maju, masyarakatnya lebih menyukai hal-hal yang sifatnya praktis)

Peran :

o Pendukung

o Fasilitator

o Pendidik

Keuntungan:

o Biaya murah

o Masyarakat lebih dapat diajak menyelesaikan masalah melayani diri sendiri.

Jadi 3 model tersebut pada prinsipnya sebagai berikut:

1. Locality development peran serta seluruh masyarakat untuk mandiri

2. Social planning rencana para ahli dalam sistem birokrasi

3. Social action fokus pada korban.

Tahap-tahap Pengorganisasian Masyarakat:

(Fleksibel, Kreatif dan Inovatif)

Fase persiapan

Fase pengorganisasian

Fase edukasi dan latihan

Fase formasi kepemimpinan

Fase koordinasi lintas sektoral

Fase akhir
(1) Fase persiapan

membina rasa percaya

Memilih area

Memilih cara kontrak

Mempelajari masyarakat

Integrasi dengan masyarakat:

o Kunjungan

o Partisipasi dalam kegiatan sosial

o Sesuai dengan gaya hidup masyarakat

o Tinggal di masyarakat

(2) Fase pengorganisasian

Sosialisasi tercapai saling percaya

Pembentukan pokja kes

o Rapat/musyawarah desa (RT/RW, Lurah, aparat ormas, tokoh masy, kader,


Puskesmas)

o Pemilihan kelompok inti (partisipatif, pengendalian oleh masyarakat, struktur


sederhana)

Pengakuan/pengesahan kelompok kerja kesehatan oleh Lurah (Penguasa Wilayah)


penting untuk legalitas

(3) Fase edukasi dan latihan

Pertemuan teratur

Definisi masalah

Kajian dan analisa

Menetapkan tujuan

Rencana tindakan dan pengkajian sumber pendukung

Edukasi dan latihan pelayanan

Marketing (pemasaran)

Evaluasi

(4) Fase formasi kepemimpinan


Kembangkan kemampuan:

Kepemimpinan

Pengorganisasian masyarakat

Pendanaan masyarakat

(5) Fase koordinasi lintas sektoral

Kerjasam lintas sektor-lintas program

Menetapkan jalur kerjasama

(6) Fase akhir

Rencana perubahan bertahap

o Aksi massal (gebrakan)

o Pembinaan membina sehingga mendapat bekal u/ melanjutkan program


setelah ditinggalkan

o Pengembangan mengembangkan kemampuan individu dan keluarga

Pengendalian dan pengontrolan perlu dibentuk Badan Konsultasi Keperawatan


Komunitas.