Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

PELAYANAN apotek saat ini telah berubah orientasi dari drug oriented menjadi
patient oriented dengan berasaskan pharmaceutical care. Kegiatan pelayanan farmasi
yang awalnya hanya berfokus pada pengelolaan obat diubah menjadi pelayanan
menyeluruh yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien (1).
Salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang mengacu pada konsep
pharmaceutical care secara nyata dapat dilihat dari kualitas pelayanan informasi obat
di apotek(2). Obat merupakan produk khusus yang memerlukan keamanan yang
tinggi bagi pemakainya, sehingga pasien sebagai pengguna obat sangat perlu dibekali
informasi yang memadai tentang obat yang dikonsumsinya(3). Selain itu, bagi
apoteker, pelayanan informasi obat dapat digunakan untuk mengidentifikasi,
memecahkan, dan mencegah terjadinya masalah yang berhubungan dengan obat
(drug related problems) sehingga tujuan terapi yaitu kesembuhan pasien dapat
tercapai(4).
Pelayanan informasi obat yang ada saat ini masih berupa cara dan aturan pakai
obat(5,6). Selain itu, tingkat kepuasan terendah pada pelayanan kefarmasian di apotek
adalah atribut pemberian informasi saat obat diserahkan ke pasien(7). Apoteker
bertanggung jawab dalam pelayanan informasi obat belum melaksanakannya dengan
baik(2).
Dalam pelayanan informasi obat ini, peran apoteker sangatlah penting. Bila peran
dan tanggung jawab ini dijalankan dengan benar, akan membentuk suatu penilaian di
mata masyarakat. Salah satu bentuk penilaian tersebut dapat dilihat dari tingkat
kepuasan pasien yang dapat dijadikan sebagai indikator dalam evaluasi mutu
pelayanan, khususnya pelayanan informasi obat(3,8).
potek merupakan suatu sarana tempat pekerjaan kefarmasian dilakukan dan sarana
tempat penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Tugas dan fungsi apotek
adalah tempat pengabdian apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan, sarana
farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan
penyerahan obat, dan sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan
obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata (Peraturan Pemerintah
No.25 tahun 1980).

Penanggung jawab apotek adalah apoteker, yaitu sarjana farmasi yang telah lulus
ujian apoteker dan mengucapkan sumpah profesi. Apoteker berkewajiban menjamin
pasien yang berkunjung ke apotek mengerti dan memahami serta mematuhi cara
menggunakan obat sehingga diharapkan penggunaan obat secara rasional dapat
ditingkatkan (Binfar Depkes RI, 2006). Pelayanan kefarmasian yang baik akan
mendukung keberhasilan suatu terapi. Keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan
oleh diagnosis dan pemilihan obat yang tepat, tetapi juga oleh kepatuhan
(compliance) pasien untuk mengikuti terapi yang ditentukan. Kepatuhan pasien antara
lain ditentukan oleh pelayanan informasi obat yang diberikan (Binfar Depkes RI,
2006).

Salah satu fungsi dan tanggung jawab apoteker adalah memberikan informasi
obat kepada pasien yang berkunjung ke apotek untuk meningkatkan kepatuhan agar
tujuan terapi. Persepsi pengunjung apotek terhadap sehat-sakit berhubungan erat
dengan perilaku pencarian informasi pengobatan sehingga akan mempengaruhi
efektivitas pelayanan informasi obat di apotek (Notoadmodjo, 2007).

Pelayanan informasi obat adalah kegiatan penyediaan dan pemberian informasi,


rekomendasi obat yang independen, akurat, komprehensif dan terkini oleh apotker
kepada pasien dan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan informasi obat adalah
meningkatkan keberhasilan terapi, memaksimalkan efek terapi dan meminimalkan
resiko efek samping. Manfaat pelayanan informasi bagi apoteker adalah menjaga citra
profesi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan, mewujudkan pelayanan kefarmasian
sebagai tanggung jawab profesi, menghindari medication error dan pelayanan untuk
menarik pelanggan dalam upaya memasarkan pelayanan (Binfar, 2006)
Studi Siregar (2006), menunjukkan bahwa intervensi pelayanan informasi obat
oleh apoteker, menggunakan informasi lisan dan tertulis pada permulaan terapi obat,
menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam kepatuhan pengunjung apotek.
Pelayanan informasi obat bagi pengunjung apotek merupakan salah satu bagian dari
pelayanan farmasi, karena baik tenaga farmasi maupun pengunjung apotek
memperoleh keuntungan dari kegiatan informasi. (Allen, 1994).

Ada 30 50% kasus ketidakpatuhan terjadi yang dilakukan oleh pengunjung


apotek yang menerima obat. Penyebab kegagalan obat yang demikian bersifat
multifokus, antara lain adalah karena kurangnya edukasi, berkaitan dengan terapi
sampai pada hambatan finansial yang menghalangi pembelian obat. Pada penelitian
Arhayani (2007) ditemukan bahwa hanya 2,81% pengunjung apotek menjadikan
apoteker sebagai sumber informasi obat, dan 6,17% pengunjung apotek mendapatkan
informasi obat dari apoteker.

Persepsi pengunjung apotek terhadap pelayanan informasi obat yang diberikan


oleh apoteker masih belum diketahui dengan jelas. Sebaliknya, apoteker juga belum
mengetahui apa yang diharapkan pengunjung apotek mengenai informasi obat. Untuk
itu diperlukan suatu analisis kebutuhan pelayanan informasi obat yang dilakukan
apoteker dalam upaya memenuhi kebutuhan pengunjung apotek. Kebutuhan
seseorang dipresentasikan dalam bentuk tindakan, yang antara lain dipengaruhi oleh
pengetahuan dan sikapnya. Pengetahuan yang tinggi dan sikap yang positif terhadap
informasi obat diharapkan akan meningkatkan kebutuhan terhadap informasi obat
yang diperlukan (Martin, 2005).

Masalah penelitian adalah belum diketahui deskripsi pengetahuan, sikap dan


kebutuhan pengunjung apotek terhadap pelayanan informasi obat oleh apoteker di
apotek, dan hubungan antara pengetahuan, sikap dan kebutuhan pengunjung apotek
terhadap pelayanan informasi obat di apotek. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan deskripsi pengetahuan, sikap dan kebutuhan pengunjung apotek tentang
pelayanan informasi obat di apotek, dan mengetahui hubungan antara pengetahuan,
sikap dan kebutuhan pengunjung apotek dalam pelayanan informasi obat. Manfaat
penelitian antara lain adalah informasi dalam upaya meningkatkan peran apoteker
dalam pelayanan informasi obat di apotek.
TUGAS COMPOUNDING DAN DISPENSING

(Dosen : Priyanggo M.Farm.,APT)

OLEH :

DELISA CAHYANINGTYAS (1543700346)

KELAS APOTEKER B PAGI