Anda di halaman 1dari 4

22 Maret 2017

Mengenal Kritik Sumber

Metode Penelitian Sejarah

Tahap Heuristik mendapatkan sumber Sumber tertulis,


sumber lisan.

Sumber tertulis : Primer dan Sekunder.

Verifikasi (kritik atau penulisan kembali). Ekstern,


Intern.

Ekstern : Ontentitas, Orsinilitas, Integritas.

Intern : Sumber resmi formal, Sumber tidak secara formal.

Interpretasi (pendataan terhadap sastra peristiwa)

Historiografi (penulisan sejarah).

Kritik adalah kerja intelektual dan rasional yang mengikuti


metodologi sejarah guna mendapat objektivitas suatu kejadian.

Secara operasional, Kritik merupakan produk proses ilmiah


yang dapat adipertanggungjawabkan dan agara terhindar dari
fantasi, manipulasi atau fabrikasi (membuat-buat). Sumber-
sumber pertama harus dikritik. Sumber harus diverifikasi atau
diuji kebenarannya dan diuji akurasinya atau ketepatannya.

Metodologi Sejarah memikirkan, bagaimana menguji


sumber-sumber itu agar menghasilkan fakta keras (hard
fact)?

Kriteria Sumber :

1. Dapat Dipercaya (Credible).

2. Penguatan saksi mata (Eyewitness).


3. Benar (Truth).

4. Tidak dipalsukan (Unfabricrated).

5. Handal (Reliable).

Tujuan Kritik Sumber

1. Otentitas (authenticity), sumber dilaporkan dengan


benar sesuai dengan yang senyatanya.

2. Asli (Genuine), Sumber yang tidak dipalsukan.

3. Kredibilitas (Credibility), bisa diandalkan.

4. Integritas (Integrity)-Terjaga dari proses pencatatan.

Jenis Kritik Sumber

1. Eksternal _ Otentisitas, Originalitas dan Integritas


Sumber.

2. Internal _ Reliabilitas dan Kredibilitas Sumber.

Eksternal adalah usaha mendapatkan otentisitas


sumber dengan melakukan penelitian fisik terhadap
suatu sumber.

Kritik Eksternal mengarah pada pengujian terhadap aspek luar


dari sumber.

Otentisitas mengacu pada materi sumber yang sezaman


meliputi nama pengarang, tanggal penulisan, tempat
penulisan, dan orisinalitas penulisan.

Otentisitas melalui deteksi kepalsuan sumber dengan


memeriksa aspek fisik sumber, kotakan dokumen atau arsip,
adalah ditulis tangan atau ketik (termasuk ketik komputer),
kertas atau bukan termasuk dengan jenis, ukuran, bahan,
kualitas, dan lain-lain.

Selain itu diperiksa juga tintanya (bagus atau isi ulang), gaya
tulisannya, bahasanya, kalimatnya, ungkapannya, kata-
katanya, hurufnya.

Selain kepada dokumen tertulis, juga kepada artifak, sumber


lisan, dan sumber kuantitatif, kita harus membuktikan
keasliannya.

Lima petanyaan Utama

1. Siapakah yang mengatakan itu?

2. Apakah dengan satu atau dua cara lain kesaksia itu telah
diubah?

3. Apakah yang dimaksud oleh orang itu dengan kesaksiannya?

4. Apakah orang yang memberikan kesaksian itu seorang saksi


mata (eyewitness) yang kompeten yang mengetahui fakta itu>

5. Apakah saksi itu mengatakan yang sebenarnya (truth) dan


memberikan fakta yang diketahuinya?

Internal

Kritik Internal adalah kritik yang mengacu pada


kredibilitas sumber (apakah isi dokumen ini terpercaya,
tidak dimanipulasi, mengandung bias, dikecahkan, dan
lain-lain?

Kritik Internal ditujukan untuk memahami isi teks guna


mengetahui latar belakang pikiran dan budaya penulisnya. Hal
itu bertujuan untuk bisa memahami apa yang tersurat dengan
apa yang tersirat. Inilah yang dimaksud dengan pemahaman
dari dalam. (from within).

Isi teks sering multi interpretable. Dalam teks itu banyak hal
yang tersembunyi dan tidak disampaikan dalam bahasa lugas,
tetapi dalam bahasa tertutup.