Anda di halaman 1dari 7

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

Nomor : /HRD/KHPTEX/JKT/III/2017

Pada hari . tanggal : _____/____________/______, telah dibuat dan dilakukan kesepakatan untuk
melakukan Perjanjian Kerja Waktu tertentu antara :

Nama : Drs.Dedi Adrian


Jabatan : Kepala Bagian HRD PT. Kahaptex
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Kahaptex yang berkedudukan di Jalan. Prapatan
Kedep, Desa Tlanjung Udik Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor yang memiliki lokasi
pendistribusian di Jakarta, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PEMBERI KERJA.

Nama :
Jenis Kelamin :
Tempat/Tgl Lahir :
Alamat :
Nomor KTP :
Pendidikan & Jurusan :
No. Telp. / Hp. :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut
PIHAK PEKERJA

Dengan ini menyatakan bahwa Pihak Pemberi Kerja dan Pihak Pekerja telah sepakat dan setuju untuk
mengikatkan diri dalam suatu perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat
sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :

Pasal 1
TUGAS, TANGGUNG JAWAB, PENEMPATAN DAN LOKASI KERJA
1. Pihak Pekerja harus melaksanakan tugas dan kewajiban melaksanakan pekerjaan pada bagian
yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya mengikuti prosedur, petunjuk dan ketentuan
Pemberi Kerja.
2. Pihak Pekerja, dalam menjalankan tugas harus berperilaku yang baik, menjunjung tinggi nilai-
nilai moral dan etika dan mentaati semua peraturan dan hukum yang berlaku.

1 of 7
3. Pihak Pekerja, didalam melaksanakan pekerjaan harus mengutamakan keselamatan baik untuk
diri sendiri, pekerja lainnya, atasan dan pimpinan perusahaan.
4. Pihak Pekerja akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencurahkan tenaga dan pikiran
mendukung perusahaan untuk lebih baik dan maju.
5. Pihak Pekerja menyatakan bersedia untuk ditempatkan pada Perusahaan-Perusahaan yang
bekerjasama dengan PT. Kahaptex dan dipindahkan atau dimutasikan pada bagian lain,
bilamana terdapat kebutuhan untuk itu, yang disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan dimana
Pihak Pekerja ditempatkan.

Pasal 2
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
1. Perjanjian kerja ini dibuat untuk jangka waktu selama 3 bulan, terhitung mulai . /. /. s/d
. /_. /_ .
2. Bilamana perjanjian waktu tertentu ini telah berakhir sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditetapkan, maka dengan sendirinya hubungan kerja putus demi hukum, dan Pihak Pemberi
Kerja tidak dibebani kewajiban untuk memberikan kompensasi atau kebijaksanaan dalam
bentuk apapun kepada pihak Pekerja, dan Pihak Pekerja tidak akan melakukan tuntutan apapun
kepada Pihak Pemberi Kerja.
3. Bilamana diperlukan, maka perjanjian kerja sebagaimana dimaksud di atas dapat diperpanjang.

Pasal 3
PERPANJANGAN KONTRAK
Apabila setelah perpanjangan kontrak kerja, baik sehari, seminggu, atau sebulan masa kerja dst,
sebelum kontrak kerja berakhir pihak Pekerja tidak melakukan pekerjaan dengan baik, tidak disiplin
atau tidak mematuhi peraturan perusahaan maka pihak Pemberi Kerja akan mengadakan pemutusan
hubungan kerja dengan pihak Pekerja, dan pihak Pemberi Kerja terbebas dari segala macam tuntutan
oleh pihak Pekerja.

Pasal 4
WAKTU KERJA & CUTI
1. Waktu mulai dan berakhir jam kerja waktu istirahat diatur oleh pihak Pihak Pemberi Kerja.
2. Pekerja wajib mencatat kehadiran/finger print pada waktu masuk, dan saat pulang kerja.
3. Ketentuan masuk kerja, 15 (lima belas) menit sebelum waktu mulai bekerja, maka Pihak
Pekerja harus sudah berada di tempat kerja dan tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja
sebelum waktunya selesai bekerja sesuai waktu yang ditetapkan.
4. Waktu kerja tergantung pada kebutuhan Pekerjaan / bagian dan tidak ada kompensasi untuk
setiap jam kerja lembur, kecuali untuk Bagian D/O,Surat Jalan,Gudang dan Bagian Spare part.
2 of 7
5. Pemberi Kerja mempunyai wewenang untuk menentukan Jadwal Cuti Bersama.
6. Apabila Pekerja Sakit dapat diberikan Cuti Sakit dengan memberikan Surat Keterangan Sakit
yang sah dari Rumah Sakit,atau Dokter.
7. Untuk Cuti melahirkan dapat diberikan ke Pihak Pekerja apabila Pekerja telah masuk tahun ke
-3 bekerja, bila belum tahun ke - 3 maka pekerja diberi izin cuti selama 2 bulan tanpa
kompensasi gaji selama cuti.

Pasal 5
GAJI DAN TUNJANGAN
1. Perusahaan membayar gaji Pihak Pekerja setiap bulannya.
2. Waktu pembayaran ditentukan oleh Pihak Pemberi Kerja.
3. Komponen Gaji, tunjangan diatur oleh Pemberi Kerja.
4. Pihak Pekerja yang bekerja kurang dari satu tahun masa kerja, kompensasi gaji tidak dibayarkan
secara penuh, dalam hal ini termasuk hari libur/cuti bersama (gaji hanya di bayarkan sesuai
dengan hari masuk kerja)
5. Pemberi Kerja memberikan tujangan Kebijakan Bonus Tahunan (KBT) setelah Pekerja telah
bertugas masuk bulan ke-4 dihitung secara Proposional dan sesuai dengan prestasi kerja dari
pihak Pekerja.

Pasal 6
TATA TERTIB DISIPLIN KERJA DAN SANKSI-SANKSI
1. Pihak Pekerja wajib untuk mematuhi keseluruhan peraturan dan tata tertib serta disiplin kerja
yang berlaku sebagaimana yang telah diatur oleh Pihak Pemberi Kerja.
2. Pihak Pekerja apabila tidak masuk kerja karena sakit, maka harus ada Surat Keterangan sakit
dari Dokter yang disetujui/ditandatangani oleh Perusahaan, demikian tidak masuk kerja karena
ada keperluan lain, harus ada surat izin yang disetujui oleh atasan dan Pihak Pemberi Kerja, bila
tidak ada surat sebagaimana yang telah dijelaskan, maka dianggap mangkir.
3. Pihak Pekerja wajib mentaati tata tertib kerja sesuai yang diatur dalam perjanjian kerja dan tata
tertib yang berlaku.
4. Pihak Pekerja bersedia diambil tindakan-tindakan disiplin dan dikenakan sanksi-sanksi yang
dapat berakibat sampai pemutusan hubungan kerja apabila melakukan pelanggaran-
pelanggaran.
5. Bila pihak Pekerja mengundurkan diri sebelum berakhir kontrak kerja atau melakukan suatu
tindakan yang merugikan perusahaan/memberikan keterangan palsu/melanggar tata tertib dan
peraturan yang berlaku yang telah ditanda tangani kedua belah pihak, Pemberi Kerja tidak

3 of 7
mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti rugi apapun juga kepada pihak Pekerja dan
dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja tanpa Syarat.
6. Pihak Pekerja bersedia diberikan Surat Peringatan (SP) I, II, dan III bila melanggar tata tertib
pihak Pemberi Kerja yang telah ditandatangani oleh Pihak Pekerja dalam surat pernyataan
mematuhi tata tertib sebagai berikut :
a) Surat peringatan (SP) tidak harus diberikan secara berurutan, akan tetapi dapat langsung
diberikan surat peringatan III (terakhir), surat peringatan ini diberikan tergantung kepada
berat ringannya kesalahan/pelanggaran yang dilakukan pihak Pekerja.
b) Apabila pihak Pekerja telah mendapatkan Surat Peringatan (SP) III (terakhir) dan
pekerja masih melakukan kesalahan/pelanggaran (saat waktu SP III masih berlaku)
maka pihak Pemberi Kerja dapat memutuskan hubungan kerja tanpa syarat kepada pihak
Pekerja dan pihak Pemberi kerja dibebaskan dari segala tuntutan ganti rugi apapun.

Pasal 7
Pengakhiran Hubungan Kerja
1. Hubungan kerja akan berakhir dengan sendirinya pada saat perjanjian kerja ini berakhir.
2. Hubungan kerja akan berakhir dengan sendirinya apabila Pihak Pekerja mendapat Surat
Peringatan (SP) III dan masih melakukan pelanggaran saat Surat Peringatan (SP) masih berlaku,
mengacu pada perjanjian ini.
3. Pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan dan tanpa tuntutan ganti rugi dari pihak Pekerja
kepada pihak Pemberi Kerja, tanpa harus menunggu berakhirnya masa kontrak kerja, bilamana
sewaktu-waktu pihak Pekerja melakukan pelanggaran sebagai berikut :
a. Memberi Riwayat hidup atau keterangan-keterangan data pribadi yang tidak
sebenarnya/palsu.
b. Memberikan keterangan palsu/yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan.
c. Melakukan penipuan/pencurian atau ikut terlibat pencurian/pengelapan uang/ barang
milik perusahaan atau segala perbuatan yang melanggar hukum.
d. Memberikan keterangan palsu, menghasut sesama pekerja atau pihak lainnya untuk
merencanakan dan atau melaksanakan perbuatan-perbuatan yang dapat menggangu
ketentraman, keamanan dan kelangsungan proses produksi.
e. Merusak dengan sengaja atau dengan kecerobohannya, barang dan atau benda lainnya
yang mengakibatkan kerugian materi dan non materi bagi Perusahaan atau pihak lain.
f. Perlakuan anarkis dilingkungan perusahaan.
g. Berkelahi/terlibat dalam perkelahian/memukul teman kerja/atasan/Pimpinan Perusahaan.
h. Mabuk akibat minum-minuman keras, bahan-bahan terlarang narkotika dan sejenisnya.
i. Berjudi di lingkungan perusahaan.
4 of 7
j. Membawa/mengedarkan/menyewakan gambar/kaset/video porno di lingkungan
perusahaan.
k. Mengkonsumsi dan menjual minuman keras dan obat-obatan terlarang.
l. Menghina, mecemarkan nama baik atau kewibawaan pimpinan maupun keluarganya
serta sesaman pekerja dan Perusahaan.
m. Menolak atau dengan sengaja melalaikan tugas atau perintah yang diberikan oleh
Perusahaan dimana pihak Pekerja ditempatkan.
n. Bertindak atau melakukan asusila.
o. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau rahasia rumah tangga
pimpinan perusahaan.
p. Pencemaran nama baik Perusahaan dan Pimpian Perusahaan.
q. Menghasut para pekerja lainnya untuk melakukan pemogokan baik secara lisan,melalui
perangkat komunikasi (HP), elektronik, pamplet/tulisan dll.
r. Mengadakan rapat/pertemuan liar baik dilingkungan perusahaan maupun di luar
lingkungan perusahaan tanpa seijin/sepengetahuan perusahaan untuk tujuan tertentu
yang berhubungan dengan perusahaan.
s. Menggunakan sarana kerja Perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa seijin Pimpinan
Perusahaan.
t. Memalsukan tandatangan orang lain untuk kepentingan sendiri.
u. Dengan ceroboh dan sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan
bahaya di tempat kerja.
v. Melakukan tindakan atau perbuatan dengan maksud untuk mencari keuntungan pribadi
dengan menerima uang atau barang sehingga perusahaan dirugikan karenanya.
w. Membuat/menyebarkan/menempel/di papan pengumuman/membagi selebaran yang
isinya membuat resah pekerja lainnya dan merugikan perusahaan tanpas seijin Pimpinan
Perusahaan.
x. Membawa senjata api/senjata tajam atau bahan-bahan/benda-benda berbahaya ke dalam
lingkungan perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan tugas dan tanggung jawab
kerjaan.
y. Tidak masuk kerja selama 5 hari berturut-turut dan 7 hari tidak berturut-turut dalam satu
bulan tanpa keterangan tertulis atau alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
z. Tidak mampu melakukan pekerjaan sesuai standar dan waktu yang diberikan.
aa. Berulangkali terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya meskipun sudah
diberikan surat peringatan.
bb. Tidak masuk kerja selama 3 (tiga) hari berturut-turut

5 of 7
cc. Telah dijatuhi sanksi peringatan selama tiga kali berturut-turut dan tidak ada usaha untuk
memperbaiki diri.
dd. Bila menurut penilaian atasan saya dianggap tidak cakap dalam menjalankan tugas serta
tidak disiplin dalam bekerja, maka dengan suka rela saya akan mengundurkan diri tanpa
tuntutan ganti rugi sebagaimana tertuang dalam perjanjian ini.
ee. Menolak dimutasi kebagian lain sesuai kebutuhan perusahaan.
ff. Terlibat tindak pidana baik yang berhubungan dengan perusahaan maupun dengan
kepentingan umum (di luar perusahaan).
gg. Dilarang Merokok di Area Kerja (Ruangan Tertentu)
hh. Menyalahgunakan jabatan atau fasilitas yang tersedia dimana Pihak Pekerja ditempatkan
untuk kepentingan Pribadi.
ii. Pelanggaran-pelanggaran berat lainnya yang diatur dalam peraturan Perusahaan dimana
Pihak Pekerja ditempatkan.
jj. Bila mana pihak Pekerja menurut penilaian perusahaan kurang atau tidak memenuhi
kualifikasi yang telah di tetapkan, maka pihak ke dua di akhiri hubungan kerjanya
dengan pihak pertama

Pasal 8
Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja
1. Selama Perjanjian kerja ini berlangsung, maka hubungan kerja dapat diakhiri tanpa syarat dan
setiap saat oleh masing-masing pihak
2. Hubungan kerja ini akan berakhir atau dilakukannya pemutusan hubungan kerja oleh Pihak
Pemberi Kerja apabila Pihak Pekerja melakukan pelanggaran sebagaimana disebut dalam pasal
7 perjanjian ini.
3. Pihak Pemberi Pekerja dibebaskan untuk memberikan-kompensasi atau kebijaksanaan dalam
bentuk apapun sebagai akibat Pemutusan Hubungan Kerja yang diakibatkan oleh pelangaran-
pelanggaran berat seperti yang tertuang pada pasal 7 ayat 3 dalam perjanjian ini.

Pasal 10
Sisa Kontrak
Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan/ Penurunan Produksi/ Pengurangan Karyawan/ Bangkrut
pada Pihak Pemberi Kerja maka Pihak Pemberi Kerja tidak dibebankan untuk membayar gaji dari sisa
kontrak yang ada.

6 of 7
Pasal 11
Penutup
1. Bilamana terdapat kekeliruan didalam ketentuan-ketentuan perjanjian kerja ini, akan dilakukan
perubahan dan perbaikan seperlunya.
2. Bilamana dikemudian hari timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, maka Pihak
Pemberi Kerja dan Pihak Pekerja sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah
kekeluargaan, tanpa mengesampingkan kemungkinan penyelesaian melalui prosedur dan
ketentuan hukum yang berlaku.
3. Sebelum ditanda tangani oleh pihak Pekerja, maka perjanjian kerja ini terlebih dahulu
disampaikan kepada pihak Pekerja untuk dibaca, dimengerti dan difahami isinya.

Demikian perjanjian kerja waktu tertentu ini dibuat oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani, tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun dan akan dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.
PIHAK PEMBERI KERJA PEKERJA

Materai 6000

( _____________ )
( _____________ )

7 of 7