Anda di halaman 1dari 4

Essay Jika Aku Menjadi

Partanu Ardi Aksa


140310120053
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Desa Babakan Jaya adalah desa yang terletak di


Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu Jawa barat.
Daerah desa ini seluas 629,127 Hektar didalamnya terdiri dari 3
Dusun, 3 Rukun Warga (RW) dan 10 Rukun Tetangga (RT). Dusun
pertama bernama Kandang Haur yang terdiri dari lima RT (RT 01
RT 05), desa yang kedua bernama Babakan Dampyang yang
terdiri dari tiga RT (RT 06 RT 08) dan desa yang ketiga bernama
Dangder Karangturi yang terdiri dari dua RT (RT 09 RT 10).
Karena wilayahnya didominasi oleh area persawahan,
masyarakat di desa ini pada umumnya bekerja sebagai
petani/buruh tani yang jumlahnya sekitar 80%. Sisanya dengan
jumlah 20% ada yang menjadi buruh pabrik, membuka usaha
warung, bekerja sebagai PNS, dll.

Tata kelola masyarakat desa sampai saat ini bisa dikatakan


bagus, hanya saja ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki.
Pembangunan infrastruktur seperti jalan sudah bagus dan cepat
dilaksanakan. Dilihat dari pembangunan desa sudah termasuk
bagus, tetapi pembangunan sarana prasarana pendukung
masyarakat desa tidak begitu baik misalnya kurangnya jumlah
perangkat kesehatan seperti puskesmas yang ada di desa.
Padahal jika dilihat dari sumber daya masyarakat yang cukup
banyak, hal ini bisa diperbaiki dengan cepat. Kabupaten
Indramayu merupakan salah satu wilayah yang cukup besar
potensinya terkena wabah penyakit Demam Berdarah, namun
penanganan di desa Babakanjaya masih tidak cepat karena
terbatasnya fasilitas yang tersedia.
Dari bidang perekonomian masyarakat ternyata situasi di
lapangan, desa Babakanjaya menunjukan keadaan yang kurang
memprihatinkan dikarenakan keterbatasan lapangan kerja dan
jumlah pencari kerja yang cukup bannyak. Banyaknya
pengangguran adalah akibat penambahan tenaga kerja baru
yang lebih baik dari luar dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebagian kecil para pemuda/pemudi ada yang menjadi Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) diluar negeri.

Dari segi Pendidikan sudah tertata dengan baik dengan


diadakannya lembaga pendidikan yang memadai di Desa
Babakan Jaya. Pendidikan Formal di desa ini terdiri dari 1 Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMPN), 3 Sekolah Dasar (SD) dan 1
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 1 Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), dan beberapa lembaga pendidikan Madrasah yang
tersebar di desa Babakan Jaya.

Namun proses berjalannya pendidikan di desa ini perlu


diperhatikan lebih lanjut. Pasalnya, banyak dari sekolah-sekolah
yang disebutkan diatas tidaklah sepenuhnya menunjang proses
berlangsungnya kegiatan di sekolah. Contohnya yaitu
kekurangan ruang kelas atau ruang kelas yang tidak layak
digunakan sebagai tempat belajar. Sarana pendukung kegiatan
belajar mengajar seperti buku paket sangatlah kurang mengingat
buku adalah jendela dunia menuju kehidupan yang lebih baik.
Buku yang tersedia hanyalah buku dari Bantuan Operasional
Sekolah dan tidak bisa digunakan untuk belajar dirumah oleh
pelajar sehingga para murid tidak mempunyai bahan bacaan
untuk dipelajari di rumah. Contoh lainnya yaitu masalah
kekurangan sumber daya manusia di beberapa sekolah misalnya
guru Bahasa Inggris, guru Pendidikan Jasmani, Pembina
Ekstrakurikuler, dll. Sehingga dalam waktu satu bulan kegiatan
mahasiswa yaitu menutupi kekurangan guru di beberapa sekolah
yang memiliki masalah tersebut. Bukan hanya kekurangan,
kedisiplinan guru pun patut menjadi sorotan dikarenakan
banyaknya frekuensi guru yang tidak masuk sekolah dengan
berbagai alasan. Meskipun beberapa dari wali murid sudah
pernah ada yang mengeluhkan hal ini ke para kepala sekolah,
belum ada tanggapan positif dari hasil perundingan ini hingga
akhirnya sampai ke telinga para mahasiswa. Kapasitas
mahasiswa disini sudah tidak lagi memiliki wewenang untuk ikut
campur ke dalam sistem dikarenakan akan menyalahi etika
sehingga hal terbaik yang hanya bisa dilakukan mahasiswa
adalah mengisi kekosongan kelas yang ditinggalkan para guru.
Hal ini dirasa sangat disayangkan dikarenakan semangat belajar
para pelajar di desa Babakan jaya ini sangatlah baik ditandai
dengan keaktifan pelajar saat belajar bersama dengan para
mahasiswa.

Terlepas dari pendidikan yang diberikan oleh lembaga


formal, pendidikan yang diterima dari lingkungan sehari-hari pun
sangat memprihatinkan. Ditemukan berbagai fakta dilapangan
bagaimana para pelajar tidak mematuhi peraturan yang sudah
dibuat oleh pemerintah misalkan larangan menggunakan
kendaraan bermotor sebelum cukup umur dan memiliki surat izin
mengemudi, kebut-kebutan di jalan sehingga menimbulkan
keresahan warga setempat, berkendara tanpa menggunakan
pelindung kepala (helm), dan masih banyak lagi. Desas-desus
yang sampai ke telinga mahasiswa bahkan para remaja belia ada
yang menggunakan pil koplo yang seperti kita ketahui jika
berlebihan akan berdampak kecanduan bahkan kematian.

Banyak hal yang perlu diperhatikan di desa Babakan Jaya


ini, maka dari itu dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu
mengelola desa dengan baik. Oleh karena itu, JIKA AKU MENJADI
KEPALA DESA di desa Babakan Jaya saya akan lebih
memperhatikan sistem pendidikan mulai dari sejak dini agar para
anak-anak di desa Babakan Jaya ini mendapatkan kehidupan
yang lebih baik dari para pendahulunya. Mendidik anak sejak dini
tentang dunia luar, pendidikan yang lebih tinggi dari sekedar
pendidikan wajib 9 tahun, memastikan agar mereka memperoleh
masa depan cerah, adalah cara terbaik untuk memperbaiki masa
depan desa Babakan Jaya. Dengan cara ini diharapkan tidak
hanya dari segi pendidikan, masa depan perekonomian,
kesadaran kesehatan, perawatan lingkungan hidup juga akan
terdorong maju dikarenakan pentingnya hal-hal tersebut sudah
ditanamkan pada anak-anak dari sejak dini.