Anda di halaman 1dari 20

Ronaldo Tempone

INDONESIA SEBAGAI NEGARA HUKUM

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara hukum Indonesia sudah berdiri sejak lebih dari tujuh puluh

tahun lamanya. Kualifikasinya sebagai Negara hukum pada tahun 1945

terbaca dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar. Dalam penjelasan

mengenai Sistem Pemerintahan Negara dikatakan Indonesia ialah Negara

yang Berdasar atas Hukum (Rechtsstaat) . Selanjutnya di bawahnya

dijelaskan , Negara Indonesia berdasar atas hukum (Rechtsstaat) ,tidak

berdasar kekuasaan belaka (Machtsstaat). Sekian puluh tahun kemudian ia

lebih dipertegas melalui amandemen keempat (2002) dan dimasukkan ke

dalam batang tubuh konstitusi, yaitu Bab I tentang Bentuk dan

Kedaulatan. Dalam Pasal 1 ayat 3 ditulis Negara Indonesia adalah Negara

hukum.

Negara hukum sudah merupakan tipe negara yang umum dimiliki oleh

bangsa-bangsa di dunia dewasa ini. Ia meninggalkan tipe negara yang


Ronaldo Tempone

memerintah berdasarkan kemauan sang penguasa. Sejak perubahan tersebut,

maka negara diperintah berdasarkan hukum yang sudah dibuat dan

disediakan sebelumnya dan penguasa pun tunduk kepada hukum tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Negara hukum?
2. Apa Unsur-unsur, Ciri-ciri, dan Tujuan Hukum?
3. Bagaimana Konsep Dasar Negara Hukum Indonesia?
4. Bagaimana Indonesia sebagai Negara Hukum?

C. Tujuan
1. Mengetahui Defenisi Negara Hukum.
2. Mengetahui Unsur-unsur, Ciri-ciri, dan Tujuan Hukum.
3. Mengetahui Konsep Dasar Negara Hukum Indonesia.
4. Mengetahui Indonesia sebagai Negara Hukum?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Negara Hukum


Ronaldo Tempone

Defenisi Negara

Negara bisa dimaknai dalam dua arti. Pertama, Negara adalah

masyarakat atau wilayah yang merupakan satu kesatuan politis. Kedua,

Negara adalah lembaga pusat yang menjamin kesatuan politis ,yang menata

dan dengan demikian menguasai wilayah itu.

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya

baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh

pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara adalah

pengorganisasian masyarakat suatu wilayah tersebut dengan sejumlah orang

yang menerima keberadaan organisasi ini.

Defenisi Hukum

Hukum sebagai sarana untuk melakukan kontrol sosial, yaitu suatu

proses memengaruhi orang-orang untuk untuk bertingkah laku sesuai dengan

harapan masyarakat. Maka pengontrolan oleh hukum itu dijalankan dengan


Ronaldo Tempone

berbagai cara dan melalui penbentukan badan-badan yang dibutuhkan.

Dalam hubungan ini, maka hukum biasa disebut sebagai suatu sarana untuk

melakukan kontrol sosial yang bersifat formal.

Defenisi Negara Hukum

Aristoteles, merumuskan negara hukum adalah Negara yang berdiri di

atas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya. Keadilan

merupakan syarat bagi tercapainya kebahagiaan hidup untuk warga Negara

dan sebagai daripada keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap

manusia agar ia menjadi warganegara yang baik. Peraturan yang sebenarnya

menurut Aristoteles ialah peraturan yang mencerminkan keadilan bagi

pergaulan antar warga negaranya. maka menurutnya yang memerintah

Negara bukanlah manusia melainkan pikiran yang adil. Penguasa hanyalah

pemegang hukum dan keseimbangan saja.

Penjelasan UUD 1945 mengatakan, antara lain, Negara Indonesia

berdasar atas hukum (Rechtsstaat), tidak berdasar atas kekuasaan belaka

(machsstaat). Jadi jelas bahwa cita-cita Negara hukum (rule of law) yang

terkandung dalam UUD 1945 bukanlah sekedar Negara yang berlandaskan

sembarang hukum. Hukum yang didambakan bukanlah hukum yang


Ronaldo Tempone

ditetapkan semata-mata atas dasar kekuasaan, yang dapat menuju atau

mencerminkan kekuasaan mutlak atau otoriter. Hukum yang demikian

bukanlah hukum yang adil (just law), yang didasarkan pada keadilan bagi

rakyat.

Menurut Brian Z. Tamanaha, Negara hukum itu berkisar pada tiga

kelompok pengertian (cluter of meaning). yaitu :

Bahwa pemerintah itu dibatasi oleh hukum. Dalam pemahaman yang

pertama ini, Negara hukum melindungi masyarakat dari penekanan

(oppression) oleh pemerintah, baik yang bersifat komunitarian maupun

individual. Ia juga melindungi masyarakat dalam keadaan pluralism.

Khususnya bagi Negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Negara

hukum akan melindungi masyarakat dari transformasi suatu tipe barat ke

dalam masyarakat timur, yang memiliki kosmologi yang berbeda.

Negara hukum dipahami secara legalitas formal. Disini ia dipahami

sebagai sesuatu yang sangat bernilai (supremely valuable good), tetapi belum

tentu memiliki nilai kemanusiaan yang bersifat universal (universal human

good)pula. Di sini orang tidak dapat berpikir bahwa peraturan sebagai inti

dari legalitas formal, berlaku untuk segala keadaan. Legalitas formal berjalan

baik pada ranah kehidupan sosial, dimana dijumpai keadaan yang netral ,
Ronaldo Tempone

seperti perdagangan, penghukuman terhadap orang yang melakukan

kekerasan criminal dan terhadap orang yang mengganggu kepemilikan orang

lain.

Pengaturan yang didasarkan pada hukum (rule of law), bukan orang

(rule of man). Menurut Tamahana, keadaan tersebut dapat dicapai manakala

dapat dicapai keseimbangan antara keduanya, yang intinya adalah

pengendalian diri (self-restraint).

B. Unsur-unsur, Ciri-ciri, dan Tujuan Hukum

Unsur-unsur Negara Hukum

1. Hak asasi manusia dihargai sesuai dengan harkat dan martabatnya

sebagai manusia.
2. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak

itu.
Ronaldo Tempone

3. Pemerintahan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan.


4. Adanya peradilan administrasi dalam perselisihan antara rakyat dengan

pemerintahannya.

Ciri-ciri Negara Hukum

1. Kekuasaan dijalankan sesuai dengan hukum positif yang berlaku


2. Kegiatan negara berada dibawah kontrol kekuasaan kehakiman yang

efektif
3. Berdasarkan sebuah undang-undang yang menjamin HAM
4. Menuntut pembagian kekuasaan

Di dalam ilmu hukum disebutkan bahwa tujuan hukum adalah

menciptakan ketertiban dan keadilan. Dalam membahas masalah tujuan

hukum, banyak pendapat dikemukakan oleh para sarjana. Namun demikian

secara umum dapat dikemukakan bahwa tujuan hukum adalah sesuatu yang

ingin dicapai oleh hukum. Menurut L. J. Van Apeldoorn, tujuan hukum

adalah untuk memepertahankan ketertiban masyarakat. Dalam

mempertahankan ketertiban tersebut hukum harus secara seimbang

melindungi kepentingan-kepentingan yang ada dalam masyarakat. Mengenai

kepentingan-kepentingan yang ada dalam masyarakat ini, Roscoe Pond

membedakan antara kepentingan pribadi, kepentingan publik, dan


Ronaldo Tempone

kepentingan sosial. Apabila pandangan Van Apeldoorn dikaitkan dengan

pandangan Roscoe Pond tersebut, berarti dalam mempertahankan ketertiban

masyarakat, hukum harus mampu menyeimbangkan kepentingan-

kepentingan pribadi, publik, dan sosial. Pengaturan yang didalamnya

terdapat keseimbangan antara kepentingan-kepentingan tersebut oleh Van

Apeldoorn dikatakan sebagai pengaturan yang adil.

Keadilan menurut Ulpianus adalah Justitia est perpetua et constans

voluntas jus suum cuique tribuendi yang kalau diterjemahkan secara bebas

keadilan adalah suatu keinginan yang terus menerus dan tetap untuk

memberikan kepada orang apa yang menjadi haknya. Ini berarti keadilan

bahwa keadilan harus senantiasa mempertimbangkan kepentingan yang

terlibat di dalamnya.

Konsep Dasar Negara Hukum Indonesia

Konsep rechtsstaat mengutamakan prinsip wetmatigheid yang kemudian

menjadi rechtmatigheid.

Unsur-unsur rechtsstaat :

1. Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia (HAM).


2. Adanya pemisahan dan pembagian kekuasaan negara untuk menjamin
3. Perlindungan HAM,
4. pemerintahan berdasarkan peraturan,
5. adanya peradilan administrasi; dan
Ronaldo Tempone

Dari uraian unsur-unsur rechtsstaat maka dapat dikaitkan dengan

konsep perlindungan hukum, sebab konsep rechtsstaat tersebut tidak lepas

dari gagasan untuk memberi pengakuan dan perlindungan terhadap hak

asasi manusia. Dengan demikian rechtsstaat memiliki inti upaya memberikan

perlindungan pada hak-hak kebebasan sipil dari warga negara, berkenaan

dengan perlindungan terhadap hak-hak dasar yang sekarang lebih populer

dengan HAM, yang konsekuensi logisnya harus diadakan pemisahan atau

pembagian kekuasaan di dalam negara. Sebab dengan pemisahan atau

pembagian kekuasaan di dalam negara, pelanggaran dapat dicegah atau

paling tidak dapat diminimalkan.

Di samping itu, konsep rechtsstaat menginginkan adanya perlindungan

bagi hak asasi manusia melalui pelembagaan peradilan yang independen.

Pada konsep rechtsstaat terdapat lembaga peradilan administrasi yang

merupakan lingkungan peradilan yang berdiri sendiri.

Negara Anglo Saxon tidak mengenal Negara hukum atau rechtstaat,

tetapi mengenal atau menganut apa yang disebut dengan The Rule Of The

Law atau pemerintahan oleh hukum atau government of judiciary.

Menurut A.V.Dicey, Negara hukum harus mempunyai 3 unsur pokok :

Supremacy Of Law
Ronaldo Tempone

Dalam suatu Negara hukum, maka kedudukan hukum merupakan posisi

tertinggi, kekuasaan harus tunduk pada hukum bukan sebaliknya hukum

tunduk pada kekuasaan, bila hukum tunduk pada kekuasaan, maka

kekuasaan dapat membatalkan hukum, dengan kata lain hukum dijadikan

alat untuk membenarkan kekuasaan. Hukum harus menjadi tujuan untuk

melindungi kepentingan rakyat.

Equality Before The Law

Dalam Negara hukum kedudukan penguasa dengan rakyat dimata hukum

adalah sama (sederajat), yang membedakan hanyalah fungsinya, yakni

pemerintah berfungsi mengatur dan rakyat yang diatur. Baik yang mengatur

maupun yang diatur pedomannya satu, yaitu undang-undang. Bila tidak ada

persamaan hukum, maka orang yang mempunyai kekuasaan akan merasa

kebal hukum. Pada prinsipnya Equality Before The Law adalah tidak ada

tempat bagi backing yang salah, melainkan undang-undang merupakan

backine terhadap yang benar.


Ronaldo Tempone

Human Rights

Human rights, meliputi 3 hal pokok, yaitu :

1. The rights to personal freedom ( kemerdekaan pribadi), yaitu hak untuk

melakukan sesuatu yang dianggap baik bagi dirinya, tanpa merugikan

orang lain.
2. The rights to freedom of discussion ( kemerdekaan berdiskusi), yaitu hak

untuk mengemukakan pendapat dan mengkritik, dengan ketentuan yang

bersangkutan juga harus bersedia mendengarkan orang lain dan bersedia

menerima kritikan orang lain.


3. The rights to public meeting ( kemerdekaan mengadakan rapat),

kebebasan ini harus dibatasi jangan sampai menimbulkan kekacauan atau

memprovokasi.

Persamaan Negara hukum Eropa Kontinental dengan Negara hukum

Anglo saxon adalah keduanya mengakui adanya Supremasi Hukum.

Perbedaannya adalah pada Negara Anglo Saxon tidak terdapat peradilan

administrasi yang berdiri sendiri sehingga siapa saja yang melakukan

pelanggaran akan diadili pada peradilan yang sama. Sedangkan negara

hukum Eropa Kontinental terdapat peradilan administrasi yang berdiri

sendiri.
Ronaldo Tempone

Indonesia sebagai Negara Hukum

Negara Hukum Indonesia diilhami oleh ide dasar rechtsstaat dan rule of

law. Langkah ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa negara hukum

Republik Indonesia pada dasarnya adalah negara hukum, artinya bahwa

dalam konsep negara hukum Pancasila pada hakikatnya juga memiliki

elemen yang terkandung dalam konsep rechtsstaat maupun dalam konsep

rule of law.

Mr. M. Yamin menjelaskan pengertian Negara hukum dalam penjelasan

UUD 1945, yaitu dalam Negara dan masyarakat Indonesia, yang berkuasa

bukannya manusia lagi seperti berlaku dalam Negara-negara Indonesia lama

atau dalam Negara Asing yang menjalankan kekuasaan penjajahan sebelum

hari proklamasi, melainkan warga Indonesia dalam suasana kemerdekaan

yang dikuasai semata-mata oleh peraturan Negara berupa peraturan

perundang-undangan yang dibuatnya sendiri.

Indonesia berdasarkan UUD 1945 berikut perubahan-perubahannya

adalah negara hukum artinya negara yang berdasarkan hukum dan bukan

berdasarkan kekuasaan belaka. Negara hukum didirikan berdasarkan ide

kedaulatan hukum sebagai kekuasaan tertinggi.


Ronaldo Tempone

Menurut Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH ada dua belas ciri penting dari

negara hukum diantaranya adalah :

1. Supremasi hukum
2. Persamaan dalam hukum
3. Asas legalitas
4. Pembatasan kekuasaan
5. Organ eksekutif yang independent
6. Peradilan bebas dan tidak memihak
7. Peradilan tata usaha negara
8. Peradilan tata negara
9. Perlindungan hak asasi manusia
10.Bersifat demokratis
11.Sarana untuk mewujudkan tujuan negara
12.Transparansi dan kontrol sosial.

Sedangkan menurut Prof. DR. Sudargo Gautama, SH. mengemukakan 3

ciri-ciri atau unsur-unsur dari negara hukum, yakni:

Terdapat pembatasan kekuasaan negara terhadap perorangan

Maksudnya negara tidak dapat bertindak sewenang-wenang. Tindakan

negara dibatasi oleh hukum, individual mempunyai hak terhadap negara atau

rakyat mempunyai hak terhadap penguasa.


Ronaldo Tempone

Azas Legalitas

Setiap tindakan negara harus berdasarkan hukum yang telah diadakan

terlebih dahulu yang harus ditaati juga oleh pemerintah atau aparaturnya.

Pemisahan Kekuasaan

Agar hak-hak azasi itu betul-betul terlindung adalah dengan pemisahan

kekuasaan yaitu badan yang membuat peraturan perundang-undangan,

melaksanakan dan mengadili harus terpisah satu sama lain tidak berada

dalam satu tangan.

Namun apabila dikaji secara mendalam bahwa pendapat yang menyatakan

orientasi konsepsi Negara Hukum Indonesia hanya pada tradisi hukum Eropa

Continental ternyata tidak sepenuhnya benar, sebab apabila disimak

Pembukaan UUD 1945 alinea I (satu) yang menyatakan Bahwa

sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka

penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan

perikemanusiaan dan perikeadilan menunjukkan keteguhan dan kuatnya

pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan melawan

penjajahan. Dengan pernyataan itu bukan saja bangsa Indonesia bertekad


Ronaldo Tempone

untuk merdeka, tetapi akan tetap berdiri di barisan yang paling depan dalam

menentang dan menghapuskan penjajahan di atas dunia.

Alinea ini mengungkapkan suatu dalil objektif, yaitu bahwa penjajahan tidak

sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan dan oleh karenanya harus

ditentang dan dihapuskan agar semua bangsa di dunia ini dapat menjalankan

hak atas kemerdekaan sebagai hak asasinya. Di samping itu dalam Batang

Tubuh UUD 1945 naskah asli, terdapat pasal-pasal yang memuat tentang hak

asasi manusia antara lain: Pasal 27, 28, 29, 30, dan 31. Begitu pula dalam

UUD 1945 setelah perubahan pasal-pasal yang memuat tentang hak asasi

manusia di samping Pasal 27, 28, 29, 30 dan 31 juga dimuat secara khusus

tentang hak asasi manusia dalam Bab XA tentang Hak Asasi Manusia yang

terdiri dari Pasal 28A, 28B, 28C, 28D, 28E, 28F, 28G, 28H, 28I dan Pasal 28J.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam konsep negara hukum Indonesia juga

masuk di dalamnya konsepsi negara hukum Anglo Saxon yang terkenal

dengan rule of law.

Dari penjelasan dua konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep negara

hukum Indonesia tidak dapat begitu saja dikatakan mengadopsi konsep


Ronaldo Tempone

rechtsstaat maupun konsep the rule of law, karena latar belakang yang

menopang kedua konsep tersebut berbeda dengan latar belakang negara

Republik Indonesia, walaupun kita sadar bahwa kehadiran istilah negara

hukum berkat pengaruh konsep rechtsstaat maupun pengaruh konsep the

rule of law.

Selain istilah rechtstaat, sejak tahun 1966 dikenal pula istilah The rule of law

yang diartikan sama dengan negara hukum.

Dari berbagai macam pendapat, nampak bahwa di Indonesia baik the rule of

law maupun rechtsstaat diterjemahkan dengan negara hukum. Hal ini

sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar, sebab sejak tahun 1945 The rule

of law merupakan suatu topik diskusi internasional, sejalan dengan gerakan

perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Dengan demikian, sulitlah

untuk saat ini, dalam perkembangan konsep the rule of law dan dalam

perkembangan konsep rechtsstaat untuk mencoba menarik perbedaan yang

hakiki antara kedua konsep tersebut, lebih-lebih lagi dengan mengingat

bahwa dalam rangka perlindungan terhadap hak-hak dasar yang selalu

dikaitkan dengan konsep the rule of law, Inggris bersama rekan-rekannya


Ronaldo Tempone

dari Eropa daratan ikut bersama-sama menandatangani dan melaksanakan

The European Convention of Human Rights.

Dengan demikian, lebih tepat apabila dikatakan bahwa konsep negara hukum

Indonesia yang terdapat dalam UUD 1945 merupakan campuran antara

konsep negara hukum tradisi Eropa Continental yang terkenal dengan

rechtsstaat dengan tradisi hukum Anglo Saxon yang terkenal dengan the rule

of law. Hal ini sesuai dengan fungsi negara dalam menciptakan hukum yakni

mentransformasikan nilai-nilai dan kesadaran hukum yang hidup di tengah-

tengah masyarakatnya. Mekanisme ini merupakan penciptaan hukum yang

demokratis dan tentu saja tidak mungkin bagi negara untuk menciptakan

hukum yang bertentangan dengan kesadaran hukum rakyatnya. Oleh karena

itu kesadaran hukum rakyat itulah yang diangkat, yang direfleksikan dan

ditransformasikan ke dalam bentuk kaidah-kaidah hukum nasional yang

baru.

Apabila dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 naskah asli, tidak

secara eksplisit terdapat pernyataan bahwa Indonesia adalah negara hukum,

lain halnya dalam Konstitusi Republik Indonesia Serikat (KRIS). Dalam


Ronaldo Tempone

KRIS dinyatakan secara tegas dalam kalimat terakhir dari bagian

Mukadimah dan juga dalam Pasal 1 ayat (1) bahwa Indonesia adalah negara

hukum.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Negara Indonesia adalah Negara hukum, begitu yang dinyatakan dalam

UUD Negara Republik Indonesia 1945 pasal 1 ayat (3) yang dirumuskan

dalam amandemennya yang ketiga ,Agustus 2001 yang lalu. Sehingga

seharusnya seluruh sendi kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara

harus berdasarkan pada norma-norma hukum. Artinya hukum harus

dijadikan panglima dalam penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan

dengan individu ,masyarakat dan Negara.

Norma hukum bukanlah satu-satunya kaidah yang bersifat regulatif

(mengatur) terhadap manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia.


Ronaldo Tempone

Disamping norma hukum,ada norma sosial, kesusilaan dan agama .Ketiga

norma (kaedah) terakhir memiliki aturan sanksi yang lunak jika

dibandingkan dengan aturan sanksi pada norma hukum yang keras, sebab

hukum memiliki alat perlengkapan yaitu Negara.

Hukum dipandang sebagai sesuatu yang luas, besar , dan agung. Hukum

tidak dibuat tetapi hidup, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat.

Walaupun pada kenyataannya hukum merupakan produk politik dimana

hukum tergantung pada konfigurasi politik yang sedang berlangsung seperti

yang dikatakan oleh Mahfud MD, namun seharusnya hukum harus tetap

memuat nilai-nilai ideal yang harus dijunjung tinggi dan ditegakkan oleh

segenap elemen masyarakat.


Ronaldo Tempone

DAFTAR PUSTAKA

Zoelva, Hamdan.2011.Pemakzulan Presiden di Indonesia.Sinar

Grafika:Jakarta

Soedjati, Djiwantono, J.1955.Setengah Abad Negara Pancasila. Centre for

Strategic and International Studies(CSIS): Jakarta

Budiarjo, Miriam.2008.Dasar-dasar Ilmu Politik.Gramedia:Jakarta

bem-umk13.blogspot.com//makalah-implementasi-negara-hukum

Maulidiyah, Najiziyah Rizqi.Makalah Indonesia Sebagai Negara Hukum

http://najiyah-rizqi-maulidiyah-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-78872-

PPKN-Indonesia%20Sebagai%20Negara%20Hukum.html

Triharso, Ajar. Buku Modul Kuliah Kewarganegaraan. 2013. Surabaya:

Universitas Airlangga

Anda mungkin juga menyukai