Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara (ASN) disebutkan bahwa fungsi PNS adalah sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis
untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesinal adalah Diklat
Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan untuk membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS,
kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu
PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik yang saat ini sangat
dibutuhkan untuk mengelola segala prakondisi dan sumber daya pembangunan yang ada,
seorang PNS yang profesional harus memiliki nilai-nliai dasar profesi PNS sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat sehingga
dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa.
Tidak terkecuali juga di dalam bidang pelayanan kesehatan. Pengetahuan masyarakat
akan kesehatan semakin meningkat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
informasi yang berbanding lurus juga dengan sikap kritis masyarakat. Untuk menghadapi hal
tersebut seorang PNS, khususnya PNS di bidang kesehatan wajib mengembangkan serta
mengaktualisasikan diri. Sehingga PNS di bidang kesehatan mampu memenuhi standar
kompetensi jabatan dan melaksanakan tugas jabatanya secara efektif dan efisien.
Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal diperlukan pelayanan
kesehatan yang cepat tepat dan bermutu yang berdasarkan ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Karena dengan memahami
kelima nilai dasar tersebut sangat berperan penting dalam menuntun PNS untuk menjadi
pelayan masyarakat yang profesional. Kelima nilai dasar inilah, selain perlu
diinternalisasikan ke dalam diri tiap-tiap individu ASN perlu juga untuk diaktualisasikan.
Aktualisasi ini dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menjadikan kelima nilai dasar
tersebut aktual/nyata/terjadi/sesungguhnya ada. Semua aktualisasi nilai-nilai dasar tersebut
bertujuan untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas pelayanan kepada
masyarakat yang berada di tangan seorang PNS.

1.2 Tujuan

1
Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar adalah terbentuknya pribadi PNS yang memilki
lima nilai-nilai dasar profesi PNS yakni 1.Mampu mewujudkan akuntabilitas dalam
melaksanakan tugas jabatannya, 2.Mampu mengedepankan kepentingan nasional dalam
pelaksanaan tugas jabatannya, 3.Mampu menjunjung tinggi standar etika publik dalam
pelaksanaan tugas jabatannya, 4.Mampu berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan
tugas jabatannya, dan 5.Mampu untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan
pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya. Dengan terwujudnya lima nilai dasar
profesi PNS tersebut maka diharapkan akan terbentuk PNS yang beritegritas tinggi dan
memiliki jiwa melayani dan mengabdi kepada masyarakat.

1.3 Lokus Aktualisasi


Kegiatan aktulaisasi nilai-nilai dasar PNS ini dilakukan di tempat tugas saya sendiri
yaitu Puskesmas Seririt II yang beralamat di Jalan Raya Seririt-Gilimanuk, Banjarasem,
Singaraja mulai tanggal 3 September sampai dengan 26 September 2016.

BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

2
2.1 Profil Lokus
Pusat kesehatan masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif,
untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya di wilayah kerjanya.
Puskesmas Seririt II merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dimana wilayah kerjanya
mewilayahi 7 Desa, 35 Posyandu, 3 Pustu dan 7 Poskesdes, 9 TK, 18 SD/MI, 3 SLTP, 3
SLTA/SMK dengan jumlah penduduk 33.905 jiwa.

2.1.1 Visi Puskesmas Seririt II


Visi dari Puskesmas Seririt II adalah Menjadikan Puskesmas Seririt II sebagai
Tempat Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama yang Utama bagi Masyarakat di
Wilayahnya menuju Masyarakat Buleleng yang Sehat Mandiri dan Sejahtera tahun
2013 - 2017
Visi adalah harapan yang hendak diwujudkan pada masa yang akan datang atau
periode 5 tahun mendatang, visi tersebut harus mampu mengilhami semua anggota organisasi
dan mampu memotivasi serta membangkitkan semangat dan rangsangan bagi seluruh
anggotanya untuk dapat meraih atau mencapainya.
2.1.2 Strategi Puskesmas Seririt II
Untuk dapat mewujudkan visi tersebut dibutuhkan strategi dalam pelaksanaannya.
Strategi tersebut yaitu :
1. Meningkatkan Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor yang
terkait.
2. Menyelenggarakan program upaya peningkatan kesehatan masyarakat
melalui kegiatan pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat meliputi
promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan,
perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga termasuk KB dan pengobatan
dasar serta upaya kesehatan masyarakat lainnya sesuai kebutuhan.
3. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan petugas
dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat.
4. Berupaya melengkapi dan meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan
[Ty
melalui perencanaan yang matap dan mengusulkannya ke kabupaten.
pe a

3
5. Berupaya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan yang bermutu,
merata dan terjangkau melalui pelayanan rawat jalan di Puskesmas,
Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
6. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
Masyarakat dengan memelihara dengan memberdayakan UKBM : Posyandu
Balita, Posyandu Lansia, Posbindu yang ada di masing-masing Desa.

2.1.3 Misi Puskesmas Seririt II


Dari visi tersebut diatas dijabarkan kedalam misi sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang lebih bermutu sesuai dengan
standar sehingga dapat memuaskan masyarakat termasuk kelompok penduduk
yang rentan terhadap masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
Serirt II

2. Ikut mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Seririt II

3. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat


beserta lingkungannya di wilayah kerja Puskesmas Seririt II.

4
2.1.4 Struktur Organisasi Puskesmas Seririt II
Puskesmas Seririt II yang merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten Buleleng dalam menyelenggarakan
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL pembangunan kesehatannya terdiri dari 35 staf dan 1 dokter. Adapun struktur organisasi
DOKTER DOKTER
UMUM GIGI
Puskesmas KEPALA
Seririt IIPUSKESMAS
dapat dilihat pada bagan berikut:
BIDAN PERAWAT
PENYULUH ANALIS I MATRA,S.KEP.Ns
ASISTEN
NUTRISIONIS
APOTEKER
KA.SUBAG.TU
KADEK DWI RESTU

PELAKSANA PELAKSANA KIA PELAKSANA KB PELAKSANA GIZI PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA P2M
PENGOBATAN PROMKES KESLING
GA SRI HARYANI PUTU
dr.PT.SURYA SUPARNINGSIH KRISTINADEWI,S SUDIARMIKA
DARMITI.AMd.Keb
SUJANA DENI A.Md,KEB A.Md.Gz KM

N K PUSPAWATI.
A.Md.Kep

PELAKSANA PELAKSANA PELAKSAN PELAKSAN PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA PELAKSAN PELAKSANA PELAKSANA
PKPR/KESOR ANAK/UKS A KES.GIGI A LAB MATA/TELINGA SP2TP KES.JIWA A LANSIA PPTM HIV
GA IMUNISASI
DESY A.S.ST KT SRIADI W
DRG.WIDYA GORSIKA BETRIANI SUASTIKA RIA MULIANI KRISNA
RIANG, S.ST SAMININGSI
G M DWI A.Md.Kep WATI
H A.Md.Keb

PUSTU DAN BIDES PUSTU DAN BIDES PUSTU DAN BIDES POSKESDES POSKESDES POSKESDES POSKESDES
LOKAPAKSA UNGGAHAN ULARAN UMEANYAR BANJARASEM KALISADA PANGKUNG PARUK

KM KARSENI SUTIANINGGSIH ARIASTRIMIATI


TITIK M.A.Md.Keb A.Md.Keb A.Md.Keb
KM IWAN MAHANDI LUH ANTARI.A.Md.Keb FITRI A.Md.Keb SINTA A.Md.Keb
2.2 Profil Diri
Berikut adalah profil diri dan uraian tugas penulis :

Nama Gusti Made Dwi Pratiwi Cintia, A.Md Kg


NIP 19880726 201503 2 005
Pangkat / Golongan Pengatur / II/c
Tempat/Tanggal Lahir Buleleng / 26 Juli 1988
Banjar Dinas Asah Badung, Desa Sepang Kelod,
Alamat
Busungbiu
Unit kerja Puskesmas Seririt II
Instansi Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Buleleng
1. Melakukan penyuluhan pelayanan asuhan kesehatan
gigi dan mulut
2. Melakukan demonstrasi sikat gigi massal/bersama
3. Melakukan pencabutan gigi sulung goyang derajat 2
4. Melakukan komunikasi terapeutik
Uraian Tugas 5. Melakukan tugas sebagai asisten pelayanan medik gigi
dan mulut
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan
asuhan kesehatan gigi dan mulut

2.2 Tugas Pokok dan Fungsi


Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
22/KEP/M.PAN/4/2001 tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan Angka Kreditnya Bab I
Pasal 1 yaitu perawat Gigi adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tanggung jawab,
wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan
pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut. Dan Bab II pasal 4 dimana Tugas pokok Perawat
Gigi adalah melaksanan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di Unit
Pelayanan Asuhan Kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Poliklinik.

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS


Setelah memahami nilai-nilai dasar profesi PNS melalui pemahaman, maka disusunlah
rancangan aktualisasi kegiatan di Puskesmas Seririt II. Daftar kegiatan yang akan dilakukan
dalam rancangan aktualisasi nilai dasar PNS :
1. Menyiapkan alat atau hand instrument dioagnostik set
2. Melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2
3. Melakukan komunikasi terapeutik
4. Melakukan tugas sebagai asisten (pencabutan gigi permanen)
5. Melakukan pencatatan pada register harian poli gigi
6. Melakukan sterilisasi alat
7. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar
8. Melakukan demonstrasi sikat gigi massal/bersama pada siswa sekolah dasar
9. Melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut balita pada kelompok
ibu balita
Rincian rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut :
Tabel 3.1Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS di Puskesmas Seririt II

NO KEGIATAN NILAI TEKNIK RENCANA


DASAR PELAKSANAAN
AKTUALISASI

1. Menyiapkan Akuntabilitas Bertanggung jawab atas 3 September


alat atau hand tersedianya alat sampai dengan 26
instrument diagnostik set di meja September 2016
diagnostik set dental unit
Menyiapkan alat
Nasionalisme
diagnostik set dengan
ikhlas dan semangat
Menyiapkan alat
Etika Publik
diagnostik set dengan
tidak ragu dan sesuai
dengan komposisi alat
diagnostik set
Menyiapkan alat
Komitmen
doagnostik set dengan
Mutu
cermat, tepat dan teliti

Anti Korupsi Menyiapkan alat


diagnostik set secara
mandiri dan bertanggung
jawab
Melakukan Bertanggung jawab
2. Akuntabilitas 3 September
Pencabutan gigi terhadap pencabutan gigi sampai dengan 26
sulung derajat 2 sulung pasien September 2016
Memberi pelayanan
Nasionalisme
tidak membeda-bedakan
pasien
Etika Publik Menjelaskan kepada
pasien dan orang tua
pasien bahwa

7
pencabutan gigi sulung
ini harus dilakukan dan
tidak akan terasa sakit
Tercabutnya gigi sulung
Komitmen
pasien dengan maksimal
Mutu

Anti Korupsi Menggunakan bahan


sesuai dengan
kegunaannya
Melakukan
3. Akuntabilitas Bertanggung jawab atas 3 September
komunikasi penjelasan yang sampai dengan 26
terapeutik diberikan kepada pasien September 2016

Nasionalisme Memberikan penjelasan


yang sejelas-jelasnya
tanpa membeda-bedakan
pasien
Melakukan komunikasi
Etika Publik
dengan sopan dan ramah
Memberikan penjelasan
Komitmen
dengan efektif dan
Mutu
efisien
Menjelaskan keadaan
Anti Korupsi
kesehatan gigi dan mulut
pasien dengan jujur
sesuai dengan kondisi
klinisnya
4. Melakukan Akuntabilitas Bertanggung jawab 3 September
tugas sebagai dalam proses asistensi sampai dengan 26
asisten pencabutan gigi September 2016
(Pencabutan permanen
gigi permanen)

Nasionalisme melakukan tindakan


asisteni dengan tidak
membeda-bedakan
pasien
Melakukan tindakan
Etika Publik
asistensi dengan sopan
terhadap pasien
Komitmen Melakukan tindakan
Mutu asistensi secara efektif
agar hasil pencabutan
maksimal

Anti Korupsi menyiapkan alat dan

8
bahan secara mandiri
Melakukan Bertanggung jawab pada
5. Akuntabilitas 3 September
Pencatatan pada pencatatan hasil sampai dengan 26
Register Harian pemeriksaan di buku September 2016
poli gigi register harian poli gigi
Pencatatan menggunakan
Nasionalisme
bahasa indonesia yang
baik dan benar
Menulis hasil
Etika Publik
pemeriksaan dan tindakan
sesuai dengan kolom
tindakan
Efektif dan efisien dalam
Komitmen
menggunakan buku
Mutu
register.
Anti Korupsi Pencatatan di buku
register sesuai dengan
hasil pada kartu status
pasien

6. Melakukan Akuntabilitas Bertanggung jawab atas 3 September


sterilisasi alat sterilnya alat sampai dengan 26
September 2016
Menjaga dan memelihara
Nasionalisme
aset (alat) milik
puskesmas
Menata alat di sterilisator
Etika Publik
dengan rapi dan
dikelompokkan sesuai
dengan jenisnya
Komitmen Melakukan sterilisasi
Mutu sesuai SOP agar
terhindar dari infeksi
silang
Menggunakan bahan
Anti Korupsi
sesuai dengan
kegunaannya
Melakukan Bertanggung jawab
7. Akuntabilitas 19, 21, dan 23
penyuluhan dalam memberikan September 2016
kesehatan gigi informasi tentang
dan mulut pada kesehatan gigi dan mulut
siswa sekolah
Nasionalisme Memberikan informasi
dasar
yang sama kepada
seluruh peserta
penyuluhan
Bersikap ramah dan
Etika Publik
sopan serta menggunakan

9
bahasa indonesia yang
baik dan benar
Dengan menggunakan
Komitmen
alat peraga penyuluhan
Mutu
menjadi lebih efektif
Anti Korupsi Adanya kepedulian
terhadap kesehatan gigi
dan mulut siswa sekolah
dasar
Adanya hubungan
8. Melakukan Akuntabilitas 20, 22, dan 24
dengan siswa saat
demonstrasi September 2016
melakukan demonstrasi
sikat gigi
sikat gigi bersama
bersama pada
siswa sekolah Memberikan informasi
Nasionalisme
dasar yang sama pada seluruh
peserta demontrasi sikat
gigi bersama
Bersikap ramah dan
Etika Publik
sopan dan
menggunakan bahasa
yang baik dan benar
Dengan menggunakan
alat peraga kegiatan
Komitmen demonstrasi sikat gigi
Mutu bersama menjadi lebih
efektif
Anti Korupsi Adanya kepedulian
terhadap kesehatan gigi
dan mulut siswa
adanya hubungan
9. Melakukan Akuntabilitas 10, 13, dan 15
dengan kelompok ibu
penyuluhan September 2016
balita
tentang
kesehatan gigi
dan mulut Nasionalisme Memberikan informasi
balita pada secara merata pada
kelompok ibu seluruh peserta
balita penyuluhan
Berpenampilan rapi
Etika Publik
serta bersikap ramah
dan sopan
Dengan menggunakan
Komitmen
leaflet penyuluhan
Mutu
menjadi lebih efektif
Anti Korupsi membagikan laeflet
secara adil bagi para
peserta penyuluhan

10
11
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI

3.1 CAPAIAN AKTUALISASI

Dalam kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS, seluruh kegiatan yang telah
dirancang dapat terlaksana dari tanggal 3 September sampai dengan 26 September 2016 dan
telah didokumentasikan. Nilai-nilai dasar profesi PNS terkandung pada setiap kegiatan yang
dilakukan di Puskesmas Seririt II. Adapun deskripsi capaian kegiatan aktualisasi nilai-nilai
dasar profesi PNS diuraikan sebagai berikut:

Kegiatan 1 Menyiapkan alat atau hand instrument diagnostik set


Tanggal 3 September 2016 sampai dengan 26 September 2016
Tersedianya alat atau hand instrument di atas meja dental unit
Output
sehingga pasien dapat terlayani dengan cepat.
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam pelaksanaan medik yaitu mengecek kesiapan alat diagnostik
set dalam keadaan bersih dan steril kemudian menghidupkan dental unit dan menata
alat diagnostik set di meja dental unit.

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut di ruang gigi menyiapkan alat atau hand instrument diagnostik set
merupakan tanggung jawab perawat gigi sehingga ini merupakan wujud nyata dari
nilai Akuntabilitas. Perawat gigi dalam menyiapkan alat diagnostik set selalu dalam
keadaan bersemangat karena kegiatan ini adalah kegiatan pertama di ruang gigi jadi
dengan adanya semangat maka untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya akan terasa
lebih mudah dan ringan, ini menggambarkan nilai Nasionalisme. Alat atau hand
instrument diagnostik set terdiri dari empat jenis alat yaitu kaca mulut, sonde, pinset
dan excavator. Jadi dalam penyiapan alat ini tidak boleh ada satu alat yang tertinggal
sehingga sesuai dengan komposisi alat diagnostik set. Tentu saja ini menggambarkan
nilai Etika Publik. Dengan adanya kecermatan, ketepatan dan ketelitian dalam
menyiapkan alat diagnostk set maka semua tahapan yang dilakukan dalam pelayanan
medis gigi dan mulut dilakukan sesuai dengan SOP sebagaimana yang terkandung
dalam nilai Komitmen Mutu. Kemandirian adalah salah satu unsur yang terkandung
dalam kegiatan menyiapkan alat atau hand instrument diagnostik set, ini sebagai
wujud nilai dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi Lampiran 04

12
Kegiatan

Kegiatan 2 Melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2


Tanggal 9, 13, 14, 19, 20, dan 23 September 2016
Terlaksananya pencabutan gigi sulung yang goyang dimana gigi
Output
tersebut akan digantikan dengan tumbuhnya gigi permanen
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2 yakni
menyiapkan alat pemeriksaan, menganamnesa keluhan utama pasien dan riwayat
penyakit pasien, mencuci tangan, memakaian masker dan sarung tangan ( alat
perlindungan diri ) kemudian melakukan pemeriksaan dan pencatatan keadaan klinis
gigi pasien, memberikan informed consend untuk diisi oleh orang tua pasien,
mempersiapkan alat dan bahan pencabutan gigi sulung, kemudian melakukan asepsis
( mensterilkan ) daerah sekitar gigi yang akan di cabut,serta menganastesi topikal dan
melakukan pencabutan, memasang tampon bethadine pada bekas pencabutan dan
memberi intruksi pasien, dan terakhir mencuci tangan

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan pencabutan gigi sulung

13
derajat 2 terdapat hubungan antara pasien dan perawat gigi, dimana perawat gigi
bertanggung jawab atas semua tindakan medis dilakukan, ini merupakan keterkaitan
dengan nilai Akuntabilitas. Dalam pelayanan tidak membeda-bedakan pasien dan
tidak bersifat diskriminatif ini menggambarkan nilai Nasionalisme.Menjelaskan
kepada pasien dan orang tua pasien bahwa pencabutan gigi sulung ini harus dilakukan
dan tidak akan terasa sakit, ini menggambarkan nilai Etika Publik. Tindakan
pencabutan gigi sulung ini dilakukan sesuai dengan SOP sehingga gigi sulung pasien
dapat tercabut dengan maksimal sebagaimana yang terkandung dalam nilai Komitmen
Mutu. Dengan menggunakan bahan sesuai dengan kegunaannya pada saat tindakan
pencabutan gigi sulung, ini sebagai wujud nilai dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 05
Kegiatan

Kegiatan 3 Melakukan komunikasi terapeutik


Tanggal 5, 9, 14, 15, 19, 20, 21, 22, dan 24 September 2016
Tersampaikannya masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami
Output pasien serta diketahuinya tindakan yang harus dilakukan untuk
memperbaiki dan menjaga kesehatan gigi dan mulutnya
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan komunikasi terapeutik yaitu menyiapkan alat
pemeriksaan, menganamnesa keluhan utama pasien dan riwayat penyakit pasien,
mencuci tangan, memakaian masker dan sarung tangan ( alat perlindungan diri )
kemudian melakukan pemeriksaan dan pencatatan keadaan klinis gigi pasien,
menjelaskan masalah gigi dan mulut yang dialami pasien, dan menjelaskan tindakan
yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan gigi dan mulut pasien
dan terakhir mencuci tangan

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan komunikasi terapeutik


perawat gigi bertanggung jawab atas semua penjelasan yang diberikan kepada pasien,
ini merupakan keterkaitan dengan nilai Akuntabilitas. Memberikan penjelasan kepada
pasien dengan jelas dan tidak membeda-bedakan pasien serta tidak bersifat

14
diskriminatif saat memberikan penjelasan ini menggambarkan nilai Nasionalisme.
Melakukan komunikasi terapeutik dengan sopan dan ramah merupakan nilai Etika
Publik. Memberikan penjelasan dengan efektif dan efisien sebagaimana yang
terkandung dalam nilai Komitmen Mutu. Menjelaskan keadaan kesehatan gigi dan
mulut pasien dengan jujur sesuai dengan kondisi klinisnya, ini sebagai wujud nilai
dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 06
Kegiatan

Kegiatan 4 Melakukan tugas sebagai asisten ( pencabutan gigi permanen )


Tanggal 3, 9, 13, 14, 23, dan 24 September 2016
Output Terlaksananya tugas asistensi pencabutan gigi permanen
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan tugas asitensi yaitu menyiapkan alat pemeriksaan,
menganamnesa keluhan utama pasien dan riwayat penyakit pasien, mencuci tangan,
memakaian masker dan sarung tangan ( alat perlindungan diri ) kemudian melakukan
pemeriksaan dan pencatatan keadaan klinis gigi pasien, melaporkan kepada dokter gigi
tentang keadaan klinis pasien, setelah dokter memeriksa dan mengintruksikan untuk ,
kemudian menyerahkan informed consend pada pasien, setelah pasien mengisi
informed consend disiapkan alat dan bahan pencabutan gigi kemudian melakukan
kegiatan asistensi dokter gigi selama kegiatan pencabutan permanen, setelah selesai
pencabutan diberikan intruksi post pencabutan dan yang terakhir mencuci tangan

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan tugas sebagai asisten yaitu
dimana perawat gigi bertanggung jawab dalam proses asistensi pencabutan gigi
permanen ini menggambarkan nilai Akuntabilitas. Dalam melakukan tindakan
asistensi dengan tidak membeda-bedakan pasien serta tidak bersifat diskriminatif ini
merupakan nilai Nasionalisme. Melakukan tindakan asistensi dengan sopan dan
ramah merupakan nilai Etika Publik. Melakukan tindakan asistensi secara efektif dan
efisien sehingga hasil pencabutan maksimal sebagaimana yang terkandung dalam nilai
Komitmen Mutu. Menyiapkan alat dan bahan secara mandiri, ini sebagai wujud nilai
15
dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 07
Kegiatan

Kegiatan 5 Melakukan pencatatan pada register harian poli gigi


Tanggal 3 September sampai dengan 26 September 2016
Output Adanya catatan hasil pemeriksaan di buku register harian poli gigi
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan pencatatan pada rigister harian poli gigi yakni
memeriksa kartu status pasien apakah sudah lengkap atau belum dan kemudian
mencatat ke buku register harian poli gigi

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan pencatatan pada register
harian poli gigi yaitu bertanggung jawab pada pencatatan hasil pemeriksaan di buku
register harian ini menggambarkan nilai Akuntabilitas. Pencatatan menggunakan
bahasa indonesia yang baik dan benar merupakan nilai Nasionalisme. Dengan menulis
hasil pemeriksaan dan tindakan sesuai dengan kolom tindakan ini merupakan nilai
Etika Publik. Dengan melakukan pencatatan secara efektif dan efisien yaitu dalam
menggunakan buku register merupakan nilai Komitmen Mutu. Pencatatan di buku
register sesuai dengan hasil pada kartu status pasien sebagai wujud nilai dasar Anti
Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 08
Kegiatan

16
Kegiatan 6 Melakukan sterilisasi alat
Tanggal 3 September sampai dengan 26 September 2016
Output Alat menjadi steril dan siap digunakan kembali
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan sterilisasi alat yakni pertama mencuci tangan,
pemakaian sarung tangan dan masker ( alat perlindungan diri ), kemudian
mengumpulkan alat-alat yang telah digunakan dan mencuci alat-alat tersebut,
merendam alat di dalam larutan desinfektan, Alat-alat diangkat dan dikeringkan,
setelah itu alat-alat dimasukan ke sterilisator dan sterilisator dihidupkan dan yang
terakhir mencuci tangan

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan sterilisasi yaitu


bertanggung jawab atas sterilnya alat-alat ini menggambarkan nilai Akuntabilitas.
Dengan melakukan sterilisasi maka perawat gigi juga ikut menjaga dan memelihara
aset (alat-alat kedokteran gigi) milik puskesmas ini menggambarkan nilai
Nasionalisme. Alat-alat yang di sterilisasi diletakkan dengan rapi dan dikelompokkan
sesuai dengan jenisnya tindakan ini merupakan nilai Etika Publik. Melakukan
kegiatan sterilisasi sesuai dengan SOP sehingga perawat gigi maupun dokter gigi dan
pasien terhindar dari infeksi silang merupakan nilai Komitmen Mutu. Dalam kegiatan
ini perawat gigi menggunakan bahan-bahan sesuai dengan kegunaannya ini
merupakan wujud nilai dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 09
Kegiatan

17
Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa
Kegiatan 7
sekolah dasar
Tanggal 20, 21, dan 22 September 2016
Terlaksananya penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa
Output
sekolah dasar
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa
sekolah dasar yakni mempersiapkan alat dan bahan, mempersiapkan ruangan yang
akan digunakan untuk penyuluhan, mengumpulkan siswa didalam ruangan, kemudian
memulai penyuluhan dengan melakukan pembukaan terlebih dahulu (pengenalan diri),
menyajikan materi penyuluhan dengan metode ceramah menggunakan alat bantu
phantom, sikat gigi dan poster, kemudian melakukan sesi tanya jawabdan evaluasi dan
yang terakhir menyimpulkan materi penyuluhan dan menutup penyuluhan

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan penyuluhan kesehatan gigi
dan mulut pada siswa sekolah dasar yaitu bertanggung jawab dalam memberikan
informasi tentang kesehatan gigi dan mulut ini menggambarkan nilai dasar
Akuntabilitas. Dalam melakukan penyuluhan perawat gigi memberikan informasi
yang sama kepada seluruh peserta penyuluhan ini menggambarkan nilai dasar
Nasionalisme. Perawat gigi dalam memberikan penyuluhan bersikap ramah dan sopan
serta menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga peserta penyuluhan
dapat mengerti tentang materi panyuluhan ini merupakan nilai dasar Etika Publik.
Dengan menggunakan alat bantu peraga maka penyuluhan menjadi lebih efektif dan
cepat dipahami oleh peserta penyuluhan hal ini menggambarkan nilai dasar Komitmen
Mutu. Dengan melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut maka hal ini
membuktikan adanya kepedulian perawat gigi terhadap kesehatan gigi dan mulut
peserta penyuluhan dalam ini siswa sekolah dasar ini merupakan wujud nilai dasar
Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 10
Kegiatan

18
Melakukan demonstrasi sikat gigi bersama pada siswa sekolah
Kegiatan 8
dasar
Tanggal 20, 21, dan 22 September 2016
Terlaksananya demostrasi sikat gigi bersama dengan cara menyikat
Output
gigi yang baik dan benar
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan demonstrasi sikat gigi bersama pada anak sekolah
dasar yakni pertama mempersiapkan alat dan bahan, mengumpulkan siswa di lapangan,
kemudian memulai dengan pembukaan (pengenalan diri), memperagakan cara
menyikat gigi yang baik dan benar, membagikan pasta gigi dan air pada siswa,
kemudian mengajak siswa menyikat gigi secara bersamaan dan mengawasi saat
pelaksaan sikat gigi bersama serta yang terakhir mengadakan evaluasi dan penutup.

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan demonstrasi sikat gigi
bersama pada anak sekolah dasar yaitu adanya hubungan antara perawat gigi dan
siswa dimana perawat gigi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan ini hal
ini menggambarkan nilai dasar Akuntabilitas. Dalam melakukan kegiatan ini perawat
gigi memberikan informasi yang sama kepada seluruh peserta demonstrasi sikat gigi
bersama ini menggambarkan nilai dasar Nasionalisme. Perawat gigi bersikap ramah
dan sopan serta menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga peserta
dapat mengerti tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar ini merupakan nilai
dasar Etika Publik. Dengan menggunakan alat bantu peraga maka kegiatan menjadi
lebih efekti dan cepat dipahami oleh peserta hal ini merupakan perwujudan nilai dasar
Komitmen Mutu. Dengan melakukan demonstrasi sikat gigi bersama pada anak
sekolah das ar maka hal ini membuktikan adanya kepedulian perawat gigi terhadap
kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar ini merupakan wujud nilai dasar Anti
Korupsi.

Dokumentasi
Lampiran 11
Kegiatan

19
Melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut balita
Kegiatan 9
pada kelompok ibu balita
Tanggal 10, 13 dan 15 September 2016
Terlaksananya penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut balita
Output
pada kelompok ibu balita
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan dalam melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut
balita pada kelompok ibu balita yakni pertama menyiapkan alat dan bahan dimana
salah satu alat bantunya adalah leaflet, leaflet ini dibuat pada tanggal 3 September
2016 dan telah mendapat persetujuan dari Dokter Gigi dan kepala Puskesmas Seririt II,
setelah semua alat dan bahan siap ibu balita dikumpulkan dalam hal ini perawat gigi
bekerjasama dengan petugas posyandu di Puskesmas Seririt II dan kader-kader di desa
binaan, apabila ibu balita telah berkumpul perawat gigi menyerahkan daftar hadir
kepada iu balita untuk diisi, dan penyuluhan kemudian dimulai dengan pembukaan
acara, membagikan leaflet, menyajikan materi penyuluhan dengan metode ceramah
menggunakan alat bantu leaflet dan melakukan sesi tanya jawab dan terakhir evaluasi
serta penutup.

Keterkaitan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam melakukan penyuluhan tentang


kesehatan gigi dan mulut balita pada kelompok ibu balita yaitu adanya hubungan
antara perawat gigi dan kelompok ibu balita dimana perawat gigi bertanggung jawab
terhadap pelaksanaan kegiatan ini hal ini menggambarkan nilai dasar Akuntabilitas.
Dalam melakukan kegiatan ini perawat gigi memberikan informasi secara merata
kepada seluruh peserta penyuluhan ini menggambarkan nilai dasar Nasionalisme.
Perawat gigi berpenampilan rapi serta bersikap ramah dan sopan dalam menyampaikan
materi penyuluhan ini merupakan nilai dasar Etika Publik. Dengan menggunakan alat
bantu yaitu leaflet maka penyuluhan menjadi lebih efektif dan cepat dipahami oleh
peserta hal ini merupakan perwujudan nilai dasar Komitmen Mutu. Dalam kegiatan
ini perawat gigi membagikan laeflet dan membagikan leaflet secara adil dan merata
kepada ibu-ibu balita ini merupakan wujud nilai dasar Anti Korupsi.
Dokumentasi
Lampiran 12
Kegiatan

4.2 Kendala-Kendala
Dalam melakukan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ada beberapa kendala yang
ditemukan di Puskesmas Seririt II yaitu :

20
a. Untuk beberapa kegiatan seperti melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2,
melakukan komunikasi terapeutik dan melakukan tugas sebagai asisten hanya bisa
dilaksanakan apabila ada pasien yang datang dengan kondisi klinis membutuhkan
tindakan seperti kegiatan tersebut diatas, sehingga pelaksanaannya tidak bisa sesuai
dengan jadwal.
b. Jadwal pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan demonstrasi di SD yang bersamaan
dengan ulangan tengah semester.

Adapun solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut
a. Untuk permasalahan kegiatan melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2, melakukan
komunikasi terapeutik dan melakukan tugas sebagai asisten, permasalahan ini sudah
sejak awal diketahui sehingga jadwal pada rancangan kegiatan dibuat setiap hari karena
kedatangan pasien yang tidak menentu. Dan setelah pelaksanaan kegiatan aktualisasi
jadwal tersebut dirubah sesuai dengan kedatangan pasien. Maka perubahan jadwal
kegiatan saya cantumkan dalam lampiran
b. Permasalahan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan demonstrasi di SD yang
bersamaan dengan ulangan tengah semester diatasi dengan mensiatsati jadwal
pelaksanaan kegiatan, yaitu dengan cara mengubah penyuluhan yang dijadwalkan pagi
menjadi siang hari setelah ulangan tengah semester dan untuk demonstrasi sikat gigi
bersama dilaksanakan pada hari yang sama dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan
sehingga kegiatan aktualisasi tidak berbenturan dengan ulangan tengah semester.

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Melalui diklat prajabatan peserta diklat diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-
nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada
tempat tugas. Terdapat 9 kegiatan dalam rancangan aktualisasi sesuai dengan nilai-nilai dasar
profesi PNS di unit tempat kerja yaitu 1).Menyiapkan alat atau hand instrument dioagnostik
set, 2).Melakukan pencabutan gigi sulung derajat 2, 3).Melakukan komunikasi terapeutik,
4).Melakukan tugas sebagai asisten (pencabutan gigi permanen), 5).Melakukan pencatatan
21
dan pelaporan harian poli gigi, 6).Melakukan sterilisasi alat, 7).Melakukan penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar, 8)Melakukan demonstrasi sikat gigi
massal/bersama pada anak sekolah dasar, 9)Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
balita pada kelompok ibu balita.
Manfaat yang diperoleh penulis selaku pelaksana aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS di Puskesmas Seririt II yaitu Mampu melakukan tugas pokok dan fungsi perawat gigi
dengan penuh tanggung jawab, Mampu merubah pola pikir di dalam diri untuk menjadi lebih
profesional, berkomitmen, beretika dan berintegrasi, Untuk selanjutnya diharapkan mampu
meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta Dengan terlaksananya semua rancangan
kegiatan, PNS diharapkan mampu menjadi pelayan publik yang berintegritas tinggi.

5.2 Saran
Kepada Puskesmas, dengan dibuatnya leaflet tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan
mulut balita, diharapkan leaflet tersebut dapat diperbanyak dan diberikan kepada seluruh ibu
balita di kelompok ibu balita pada posyandu, sehingga informasi tersebut dterima merata ke
seluruh kelompok ibu balita. Dengan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan tentang
kesehatan gigi dan mulut balita pada kelompok ibu balita, puskesmas diharapkan memasukan
kegiatan ini kedalam kegiatan rutin puskesmas sehingga kelompok ibu balita mengetahui
tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balitanya.
Kepada seluruh PNS di lingkungan Puskesmas Seririt II diharapkan ikut serta
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam menjalankan kewajiban dan tugasnya
di Puskesmas sehingga akan terwujud Puskesmas Seririt II sebagai tempat pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang utama bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS: Modul
Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara 2015. Akuntabilitas : Modul Diklat Prajabatan


Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara 2015. Nasionalisme : Modul Diklat Prajabatan


Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara 2015. Etika Publik : Modul Diklat Prajabatan


Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

22
Lembaga Administrasi Negara 2015. Komitmen Mutu : Modul Diklat Prajabatan
Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara 2015. Anti Korupsi : Modul Diklat Prajabatan


Golongan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara 2015. Aktualisasi : Modul Diklat Prajabatan Golongan


II. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia 2001. Keputusan


Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 22/KEP/M.PAN/4/2001 tentang
Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan Angka Kreditnya.

23

Anda mungkin juga menyukai